cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 249 Documents
Kajian Filologi Kitab Al-Mashlahah Fi Al-Tasyri’ Al-Islamiy Wa Najmuddin Al-Thufiy Karya Dr. Mushthofa Zaid Hamdani, Ahmad
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v14i2.7983

Abstract

The main objective of this philological research is to determine the original text (autography), the text that is close to the original (archetypal) or authoritative (authoritative) text, the second is transliterating the text with the main task of maintaining the authenticity / special characteristics of word writing and translating the written text in the original language to the second language, the third is to edit the text as well as possible, the fourth is to describe the position and function of the text under study and clean the text from errors that occur during copying. Based on the description of the purpose of the above research can be formulated some problems namely: the first is in each text there is generally more than one manuscript, which is the original or authoritative manuscript, the second is the text written in characters and languages that are no longer commonly used now that the text is difficult to read and understand the meaning, the third text has not been well presented, no punctuation, paragraph structure and parts of the story so it will be difficult for the reader to understand, the fourth is the position and function of the text is not clear so it is difficult to place this text in the whole of one's thinking or the literature of the region concerned. In this paper will be studied in philological detail on Najmuddin Al-Thufi's text on mashlahah.
KEBASYARIYYAHAN DAN KEMA’SUMAN RASULULLAH PERSPEKTIF AL-QUR’AN Masykur, Nihayah
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i1.750

Abstract

This articles contains the search of concepts of basyar and insan in the Qur’an include the meaning and context of use and the search for a correlation to kebasyariyyahan and kema’s u man of Prophet. This is because the authors found that the editor of the Qur’an in relation to prophetic mainly stating his humanity always use the word “basyar” not insan. Though both of these words by language experts have the same meaning, that is “human sense”. On the other side of the use of the word basyar to express humanity of the Prophet and the other apostles impact on the emergence of thoughts that reveal trends in humanity efforts of the Prophet in all aspects in common with other human beings and also restrictions on kema’su man of the Prophet. To answer these problems the author uses the method maudu’i to clarify and seek guidance verses of basyar and insa n in the whole of the Koran as well as analyzing and looking for correlation to kebasyariyyahan and kema’s u man of the Messenger saw that in this case the author uses descriptive analytical method.The results showed that there was the difference between basyar and insan, so the impact on inequality in the person of the Prophet with other human beings in all aspects ( the similarities are limited to matters related to instinct, function and physical needs)
Hermeneutika Ekologis Al-Quran: Upaya Mereduksi Patologi Lingkungan di Indonesia Ferdiansah, Dini Astriani
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i2.6075

Abstract

Peran al-Quran sebagai petunjuk umat manusia pada hakikatnya menjadi fondasi dan pijakan utama dalam setiap roda kehidupan masyarakat modern dewasa ini, berbagai problem di masyarakat terus menggema, Indonesia sebagai negara beragama membutuhkan solusi teologis dalam rangka mereduksi berbagai problem yang terjadi khususnya problem ekologis “lingkungan”.Dewasa ini, Indonesia mengalami krisis ekologi yang cukup besar di berbagai wilayah akibat dari proyek pembangunan insfratruktur yang terus mengeruk lahan tanpa adanya analisis yang bijak terhadap dampak lingkungan di sekitarnya. Jika ditelusuri lebih mendalam, banyak sekali ditemukan praktek-praktek kecurangan yang dilakukan investor dan pihak terkait untuk mensukseskan agenda proyeksi insfratruktur negara maupun swasta.Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia mempunyai andil dan pengaruh yang besar untuk mereduksi berbagai problem ekologis yang marak terjadi, karena kerusakan ekologi merupakan bencana yang besar bagi kelangsungan hidup manusia. Dalam hal ini al-Quran sebagai pandangan hidup umat Islam sangat dibutuhkan titahnya untuk memobilisasi masyarakat agar sadar terhadap patologi lingkungan di sekitarnya.Tulisan ini berusaha mengkaji tentang Hermeneutika al-Quran sebagai alat analisis dalam menafsirkan lebih mendalam terkait dengan ayat-ayat ekologi, dan menawarkan tafsir baru yang lebih kontekstual, dengan harapan dapat memicu ghirah masyarakat untuk bergerak progresif dan menyadari pentingnya merawat lingkungan lahan di masyarakat, Sebagai langkah preventif untuk mereduksi krisis lingkungan yang terjadi.
PEMIKIRAN POLITIK DALAM TAFSIR FATH AL-QADIR : PEMBACAAN ATAS KONSEP KETATANEGARAAN DALAM AL-QURAN YANG DITULIS ALSYAUKANI Hanafi, Yusuf
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v9i2.877

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pemikiran politik dalam tafsir fath al-}Qadir > . Tujuan yang dimaksudkan dalam penelitian terhadap Tafsi>rFath} al-Qadi>r ini adalah gagasan-gagasan tentang ketatanegaraan.Penulis menggunakan metode analisis teks untuk menyingkapgagasan-gagasan tentang ketatanegaraan ini yang dibatasi padakonsep kepemimpinan dan musyawarah, konsep hak warganegarauntuk memperoleh keadilan, dan konsep hak warganegara untukhidup berserikat dan berkumpul. Hasilnya adalah bahw kajiantentang politik secara garis besar dibagi dua: political theologydan political philosophy. Pertama, adalah studi atas ajaran-ajaranpolitik berdasarkan wahyu Tuhan. Kedua, ini adalah studi tentangpemikiran atau fisafat politik yang merupakan cabang dari fisafatsehingga tekanannya lebih kepada pemikiran. Penulis menilaijudul disertasi Arief “Pemikiran Politik dalam Tafsir Fath al-Qadir”itu misleading. Misleading, dikarenakan judul seharusnya adalah“Teologi Politik dalam Tafsir Fath al-Qadir”.
Ujaran Kebencian Dalam Al-Qur'an Syakur, Mahlail
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i2.8483

Abstract

This study is the result of qualitative research on verses of the Qur'an through library research. This study aims to determine the concept of utterance of hatred in the Qur'an, its narrative form, and the response of the Qur'an to the behavior of hate speech. The object is the verses of the Qur'an which contain narratives of hate speech and the verses that respond to them. The main source is al-Qur`an. The method of analysis uses the interpretation of tahliliy to conclude that 28 verses of the Koran show hate speech in the form of euphemism, 23 verses show the form of hate speech dysphemism, 8 verses show the form of hate speech labeling, and 7 verses show hate speech in the form of stereotypes.
PERSPEKTIF AL-SYAWKANI TENTANG PENTARJIHAN PERBEDAAN PENAFSIRAN Atabik, Ahmad
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i2.5525

Abstract

Tarjîh  dalam penafsiran dihasilkan dari adanya berbagai perbedaan pendapat para mufassir dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an. Tujuannya adalah mengetahui pendapat yang paling sahih dan paling layak diterima dalam penafsiran al-Qur’an untuk dapat diamalkan sesuai bidangnya. Tujuan lain, peniadakan kitab-kitab tafsir dari pendapat-pendapat yang janggal dan lemah atau pendapat yang rancu yang disusupkan oleh keyakian mazhab tertentu. Di antara mufassir yang memberi perhatian pada aspek tarjîh  dalam penafsirannya adalah Imam al-Shawkânî. Dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, ia tidak cukup hanya menyuguhkan pendapat-pendapat mufassir sebelumnya, melainkan juga melakukan tarjîh terhadap penafsiran-penafsiran itu. Dalam hal ini ia menetapkan seperangkat kriteria dan metode tertentu dalam proses pentarjîh}an terhadap berbagai pendapat yang dikemukakan para ulama. Hasil penelitian ini menemukan bahwa al-Shawkânî dalam mentarjîh perbedaan penafsiran menggunakan metode yang meliputi 1) sîghat (redaksi yang tertentu yang digunakan dalam mentarjîh), 2) teknik tarjîh yang dilakukan al-Shawkânî sendiri dan tarjîh yang diambil dari pendapat ulama’ lain), dan 3) bentuk (tarjîh) dengan naz}âiral-Qur’ân, dengan sunnah, dengan qirâ’ât dan lainnya). Di akhir, makalah ini juga mengeksplorasikan aplikasi dan contoh tarjîh dari metode al-Shawkânî tersebut, dengan tujuan dapat memudahkan bagi pembaca agar lebih jelas memahami metode tarjîhnya.
MEMBUMIKA PESAN-PESAN AL-QUR’AN DALAM KONTEKS KEKINIAN: Pendekatan Tafsir Semantik Mailasari, Dewi Ulya
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i1.903

Abstract

Tema ini membahas tentang tafsir bi al-ilmi untuk mengungkappesan-pesan al-Qur’an dalam konteks masa kini. Tujuannyaadalah untuk mengetahui sejauh mana tafsir bi al-ilmi itu dapatmengungkap kebenaran ilmiyah atas persolan dinamika ilmupengetahuan dan teknologi yang telah berkembang pada masaDinasti Abbasiyah yang dipimpin oleh al-Makmun (w. 813-833 M) perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat,kegiatan keilmuan semakin berkembang dengan banyaknyamenterjemahkan karya-karya Yunani. Pada masa inilah tafsir bial-ilmi ini muncul dan berkembang. Tulisan ini menggunakanpendekatan empiris untuk mengungkap suatu fakta temuan ilmiahyang selaras dengan al-Qur’an. Hasilnya adalah bahwa dalammenafsirkan ayat-ayat tersebut, mufasir menggunakan teori-teoriscience. Setidaknya, ada tiga alasan munculnya model tafsir dengancorak bil ilmi. Pertama, adanya kebutuhan intelektual-relegiusuntuk membuktikan dan memperkuat keyakinan bahwa kitabsuci al-Qur’an selalu sejalan serta relevan dengan perkembanganscince. Kedua, adanya tuntutan untuk mengembangkan ilmupengetahuan yang didasarkan pada interpretasi saintifi al-Qur’an. Berdasarkan asumsi bahwa al-Qur’an sendiri memuatteks-teks isyarat ilmiah (ayat kauniyah). Ketiga, sebagai upaya kritik terhadap perkembangan sains modern yang cenderungmembebaskan pemikiran yang rasional. Munculnya tafsir bi al-ilmi diharapkan mampu merevitalisasi pesan-pesan al-Qur’andalam konteks kekinian.
Murattal dan Mujawwad Al-Qur’an di Media Sosial Indonesia
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v12i1.6029

Abstract

Al Qur’an as self referential text within a word Quran and Qul represents oral dimension involved. It is a dimension when the Quran frequently is applied as narrative object in daily life by which, according to Frédéric Deny, it is called Performative. In aesthetic receptional discourse, Al Qur’an as a text is placed as object approached beautifully. For instance, it's voiced by sound and rhythm called as murattal or Mujawwad. The oldest quranic recording is found in 1855 by S Hurgronje in which it was a starting point for the Quran to recept digitally in media matters. Around 2000, Quranic Aesthetic reception in media tools Was widespread massively, then reading Qur’an in this time using Rythm isn't a matter to be coached directly. By phenomenological approach, this research try to mapping the typology as well as the history of the reader (Qori) who change to use the social media as listener and appreciator by uploading his/her reading. The result Shows that there are three aspects influencing the reader acts in social media, 1)to show the existence of the Quran 2) religious narsism, 3)authoritative freedom.
MENUJU KEHARMONISAN KELUARGA DARI AYAT-AYAT NUSYUZ DAN SYIQAQ Jannah, Roudhotul
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v11i1.4545

Abstract

Eksistensi perempuan berada pada sistem paradoksal (kondisi positif dan negatif tentang eksistensi perempuan dalam kehidupan), sebagaimana keadaan perempuan yang dianggap memprihatinkan, dengan terkungkung dalam sistem budaya patriarki, mengakibatkan timbulnya perlawanan, seperti gerakan feminisme, yang berupaya melakukan pemberontakan terhadap tatanan masyarakat yang ada, yang mereka anggap bersifat patriarkis, termasuk terhadap ide-ide teologis (agama) dan institusi sosial kultural yang  sering dituduh sebagai pangkal dari ketidakadilan sistemik perempuan. Menurut penulis, gerakan feminis seperti ini justru merusak keharmonisan tatanan kehidupan, bahkan syari’at yang telah diajarkan dalam Agama Islam yang sudah proporsional.  Adapun metode penafsiran yang relevan untuk pembahasan ini adalah metode penafsiran kontekstual milik Abdullah Saeed, yang menawarkan aplikasi penafsiran yang sesuai dengan konteks kekinian. Dari penelitian inilah penulis menemukan bahwa Al-Qur’an telah memberikan tawaran solusi yang arif dan bijak untuk menghadapi perempuan  yang melakukan nusyu>z dan syiqa>q, dengan ketentuan yang diuraikan dalam QS. Al-Nisa>’ [4] ayat 34 dan 35, yaitu beberapa tahapan solusi yang harus dilakukan dalam menghadapi perempuan nusyu>z dan syiqa>q, yaitu memberikan nasihat yang baik serta melakukan tindakan-tindakan persuasif (فَعِظُوهُنَّ), selanjutnya pisah ranjang (وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ), yang dimaksudkan adalah menghentikan hubungan seksual sementara waktu sehingga membuat istrinya jera dan merasa bersalah. Dan sebagai langkah terakhir adalah memukul ( وَاضْرِبُوهُنَّ ), sebagai suatu langkah-langkah fisikal dan dengan ketentuan tidak menyakitkan dan tidak berbekas. Namun, jika keduanya tetap berselisih maka perlu h}akam (h}akamain), yang berfungsi sebagai pemdamai di antara keduanya. Maksud dari keseluruhan ayat tentang nusyu>z dan syiqa>q ini adalah bahwa pada hakikatnya ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an adalah kedamaian dan kasih-sayang, yang menjadi perwujudan dari ajaran Islam Rahmatan lil "alamin
Resepsi Thibbun Nabawi pada Hastag #JurusSehatRasulullah (JSR) Ala Zaidul Akbar Sari, Maula; Zuhri, Syaifuddin
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v15i1.9939

Abstract

Thibbun Nabawi is a transformation between past and present due to viralization.  Thibbun Nabawi has been known since the time of the Prophet, along with his journey Nabawi experienced changes in marketing and introduction. One of the viral phenomena especially in social media now is #JSR or JurusSehatRasulullah which was pioneered by Zaidul Akbar with a more dynamic nuance, and easily practiced by the wider community. This paper aims to look at the reception of the Koran in the online world, especially JurusSehatRasulullah (#JSR) by Zaidul Akbar, and the #JSR's response and impact to netizens. This research is qualitative by using reception theory and discourse analysis. The results of this study indicate that the JSR in the style of  Zaidul Akbar provides positive results for netizens who practice it. The number of positive testimonials given by netizens. The hashtag #JSR makes it easy for people to access health knowledge taught by the Koran and its sunnah.

Page 6 of 25 | Total Record : 249


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 1 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue