cover
Contact Name
Muhammad Zuhurul Fuqohak
Contact Email
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Phone
+6285326311019
Journal Mail Official
hermeneutik@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus, Jl. Conge Ngembalrejo PO.BOX 51 Kudus, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Hermeneutik : Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 19077246     EISSN : 25026402     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/hermeneutik
We accept scholarly article that the subject covers textual and fieldwork studies with various perspectives of Quranic Studies Quranic Exigesis Studies Philology Studies Ulumul Qur`an Living Qur`an
Articles 223 Documents
المعاملة الحسنة وأثرها في تقوية الروابط الاجتماعية والإنسانية في القرآن الكريم: دراسة في التفسير الموضوعي
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 1 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v19i1.30561

Abstract

يأتي هذا البحث من منطلق الشعور بالحاجة الماسَّة إلى تقوية العلاقات الاجتماعية والإنسانية على أساس من الثقة والاحترام المتبادل، ومراعاة المشاعر والأحاسيس، لما لذلك من دورٍ إيجابي في توثيق عُرى المحبة بين الناس، وفي القدرة على اختراق الكثير من الحواجز النفسية، والوصول بسهولة إلى قلوب الآخرين. وذلك بغرض تجاوز الكثير من الإشكالات والعقبات التي تعترض سبيل السعادة الإنسانية، وتشوِّش على العلاقات القائمة بين الناس. ويعالج البحث هذا الموضوع وفق منهج التفسير الموضوعي، الذي كثيراً ما يركَّز على معرفة الأهداف القرآنية من خلال التعمق في فهمها وتقوية الروابط الاجتماعية والإنسانية، بدءاً من الأسرة وانتهاءً بالعلاقات على المستوى الإنساني العام، في كافة جوانب الحياة ومجالاتها مليئ في الهدايات القرآنية. وقد تناولنا هذا الموضوع مركزين على أمر مهم وهو: تحليل الهدايات القرآنية التي تحث صراحةً على الالتزام بالمعاملة الحسنة  مع الآخرين باعتباره خُلُقاً إسلامياً رفيعاً، منوِّهةً بدور ذلك في تقوية الروابط والعلاقات الإنسانية، وبالكيفية التي ينبغي أن تكون عليها هذه العلاقات.
The Concept of Slow Living in the Qur’an: A Thematic Study of “Itsmun” and Learning Errors
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 2 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v19i2.33452

Abstract

The position of teachers and students, who position themselves as human beings, cannot be separated from the concept of mistakes and sins committed intentionally or unintentionally. This refers to the Prophet's Hadith which states that every descendant of the Prophet Adam has certainly committed sin. Likewise, in the learning process, in order to understand the meaning of slow living (a peaceful life), a teacher must understand the mistakes in learning that occur between teachers and students, which can lead to sin between them. These mistakes need to be minimized by teachers and students by understanding the forms of error patterns in learning based on the thematic interpretation of the word itsmun in the verses of the Qur'an. This study uses a qualitative research type with a literature review research method and text analysis techniques. The word itsmun in the Qur'an is interpreted as a person who is sinful, an infidel, a liar, and each verse contains the meaning of opposing Allah and the Messenger and has a negative effect on oneself and others. The meaning of mistakes in learning made by teachers and students can be categorized as minor or major sins. In addition, in general, the categories of teacher and student mistakes are more directed towards human sins against the rights of society and the environment, as well as sins against oneself. The meaning of the phrase "itsmun" relates to the concept of slow living, which involves using time effectively and efficiently to achieve learning goals. Its connection to learning theory emphasizes the professionalism of teachers as role models for students, helping them avoid sinful behavior. Posisi guru dan murid yang menempatkan diri sebagai sosok manusia maka tidak akan terlepas dari konsep kesalahan maupun dosa yang diperbuat secara sengaja maupun tidak. Hal tersebut mengacu pada Hadis Nabi yang menyatakan bahwa setiap keturunan Nabi Adam pasti pernah melakukan dosa. Begitu pun dalam proses pembelajaran, guna memaknai slow living (kehidupan yang tenang) maka seorang guru harus memahami kesalahan dalam pembelajaran yang terjadi antara guru dan murid sehingga muncullah dosa diantara keduanya. Kesalahan tersebut perlu diminimalisir oleh guru dan murid dengan mengetahui bentuk pola kesalahan dalam pembelajaran berdasarkan tafsir tematik lafadz itsmun dalam ayat-ayat al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian literature review serta teknik analysis teks. Kata Itsmun  dalam al-Qur’an ditafsirkan sebagai orang yang banyak dosa, orang kafir, kebohongan serta setiap ayat mengandung makna melawan Allah dan Rasul serta memiliki efek negatif terhadap diri sendiri dan orang lain. Makna kesalahan dalam pembelajaran yang dilakukan oleh Guru maupun Murid dapat dikategorisasikan pada kategori dosa kecil atau besar. Selain itu secara umum kategori kesalahan Guru dan Murid lebih mengarah pada dosa manusia terhadap hak-hak masyarakat dan lingkungan serta dosa terhadap diri sendiri. Keterkaitan makna lafadz itsmun dengan konsep slow living ialah pada pemanfaatan waktu secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan keterkaitannya dengan teori pembelajaran ialah menekankan profesionalisme guru sebagai panutan bagi murid untuk menghindari perbuatan-perbuatan dosa.
Qur’anic Foundations of the Obligation to Learn: A Thematic and Scientific Exegesis and Its Implications for Islamic Education
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 2 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v19i2.34537

Abstract

This study departs from the growing urgency of strengthening Islamic education in nurturing knowledgeable and ethical individuals, as emphasized repeatedly in the Qur’an and Hadith. While previous studies often treat the obligation to learn in a normative and descriptive manner, they rarely integrate thematic exegesis (tafsir maudhū‘ī) and scientific exegesis (tafsir ‘ilmi) as combined analytical frameworks. This research fills that gap by examining Qur’anic educational verses through both epistemological approaches. Using a library research method, the study analyzes relevant Qur’anic passages alongside classical and contemporary scholarly works. The findings reveal that thematic exegesis systematically organizes Qur’anic guidance on learning into a coherent conceptual framework, whereas scientific exegesis contextualizes these teachings through the dialogue between revelation and modern scientific insights. When employed together, the two approaches generate a comprehensive educational paradigm that emphasizes literacy, intellectual cultivation, and social responsibility. The study carries direct implications for contemporary Islamic education, particularly in designing integrative curricula, strengthening literacy culture, and reframing the obligation to learn as both an act of worship and a civilizational mandate. Ultimately, the research reaffirms the pivotal role of Islamic education in shaping a knowledgeable, just, and morally grounded society. Penelitian ini berangkat dari urgensi penguatan pendidikan Islam dalam membentuk manusia berilmu dan berakhlak, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis. Kajian terdahulu umumnya membahas kewajiban belajar secara normatif dan deskriptif, namun belum mengintegrasikan tafsir maudhu’i dan tafsir ilmi sebagai kerangka analitis yang saling melengkapi. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan mengkaji ayat-ayat pendidikan melalui kedua pendekatan epistemologis tersebut. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian menelaah ayat-ayat Al-Qur’an terkait perintah belajar, didukung literatur klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir maudhu’i menyusun bimbingan Qur’ani tentang kewajiban belajar ke dalam kerangka konsep yang sistematis, sedangkan tafsir ilmi mengontekstualisasikannya melalui dialog antara wahyu dan temuan ilmiah modern. Penggabungan keduanya melahirkan paradigma pendidikan Islam yang menekankan literasi, pengembangan akal, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini berdampak langsung pada pengembangan pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam perancangan kurikulum integratif, penguatan budaya literasi, serta pemaknaan ulang kewajiban belajar sebagai ibadah sekaligus misi peradaban. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan kembali peran sentral pendidikan Islam dalam membangun masyarakat yang berilmu, berkeadilan, dan berkarakter.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 19, No 1 (2025): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 2 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 18, No 1 (2024): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 2 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 17, No 1 (2023): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 2 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 16, No 1 (2022): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 2 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 15, No 1 (2021): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 2 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 14, No 1 (2020): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 2 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 13, No 1 (2019): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 2 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 12, No 1 (2018): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 2 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 11, No 1 (2017): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 2 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 10, No 1 (2016): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 2 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 9, No 1 (2015): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 1 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 1 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir More Issue