cover
Contact Name
Dina Indriyani
Contact Email
dinaindriyani08@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpphk@unsur.ac.id
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Imu Pendidikan, Universitas Suryakancana, Cianjur. Dr. Muwardi, By Pass Cianjur
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
JPPHK (Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan)
ISSN : 20875185     EISSN : 26228718     DOI : -
This jurnal explores the researchers in citizenship studies i.e civic education (curriculum, teaching, instructional media, and evaluation), political education, law education, moral education, and multicultural education, and Law Enformcement. We are also interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. this journal seeks for any manuscript related to civics and civics education
Articles 87 Documents
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Yahya Mulyadi; Iyep Candra Hermawan; Tjeppy Sulaeman
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajeman Berbasis Sekolah (MBS) adalah model manajemen yang awalnya dikembangkan oleh Amerika Serikat, di sana dikenal antara lain dengan sebutan School Based Management (SBM). Indonesia mengembangkannya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pemberlakuan MBS sejalan dengan kebijakan desentralisasi pendidikan memberikan otonomi pengelolaan kepada sekolah. Dalam MBS sekolah dituntut untuk bertanggung jawab optimal sesuai kewenangannya, memberikan pelayanan terbaik pada semua pihak  berkepentingan internal dan eksternal berdasarkan standar yang berlaku, sehingga dapat mencapai keunggulan baik dalam proses perencanaan dan pelaksanaan maupun hasilnya. Sekolah diberi keleluasaan untuk profesional dalam pengelolaan, yakni menciptakan pemerataan pendidikan, partisipasi masyarakat, kepemimpinan demokratis, efisiensi anggaran, efektivitas kinerja, dan prestasi siswa.
PENGARUH PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) TERHADAP PENINGKATAN MORAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 PACET Euis Rojabiaturrohmah
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moral bukanlah sebuah topik baru dalam pendidikan. Moral merupakan suatu sikap yang timbul dari perasaan yang berdasarkan norma dan aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat, selanjutnya moral menjadi suatu aturan yang harus ditaati dan dilaksanakan. Namun belakangan ini masalah moral kembali mencuat terlebih di kalangan remaja, dimana masalah tersebut merupakan persoalan bagi dunia pendidikan, masalah moral yang menjadi perhatian sekolah yaitu masalah kenakalan remaja, masalah moral inilah yang kemudian menempatkan pentingnya penyelenggaraan penguatan pendidikan karakter di sekolah.Penguatan pendidikan karakter merupakan suatu gerakan gerakan revolusi mental, dimana gerakan ini bertujuan untuk membangun dan membekali peserta didik dengan menerapkan nilai-nilai religius, jujur, dan tanggung jawab di sekolah. Penguatatan pendidikan karakter (PPK) berpengaruh positif terhadap peningkatan moral siswa, pengaruh positif tersebut dapat dilihat dari meningkatnya pengetahuan tentang moral, meningkatnya perasaan/sikap moral siswa dan meningkatnya tindakan/perbuatan moral siswa.
MASALAH PELAKSANAAN KURIKULUM PPKN 2013 DAN UPAYA MENGATASINYA Yahya Mulyadi
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji masalah pelaksanaan Kurikulum PPKn 2013 dan upaya mengatasinya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri  Cianjur. Penelitian menggunakan Pendekatan Naturalistik-Kualitatif dan metodenya memakai Metode Deskriptif-Fenomenologis. Hasil temuan penelitian memperlihatkan bahwa pelaksanaan Kurikulum PPKn 2013 belum sepenuhnya berjalan sesuai tuntutan implementasinya. Guru PPKn mengahadapi masalah terkait dengan pelaksanaan sosialisasi kurikulum dan pengelolaan pembelajaran. Ada upaya mengatasi masalah tersebut, baik upaya sendiri guru PPKn maupun bersama sejawatnya. Namun, tampak upaya itu belum optimal,  begitu pula dalam dukungan pihak-pihak berkepentingan.
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DISKUSI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT SISWA PADA PEMBELAJARAN PKn DI SMA PASUNDAN 1 CIANJUR kania kania
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru mempunyai peranan penting dalam menentukan berhasilnya tujuan pembelajaran di sekolah. Segala tindakan yang dilakukan oleh seorang guru akan mempunyai pengaruh terhadap siswa. Seorang guru harus bisa menciptakan suasan nyaman dalam belajar, salah satunya dengan pemilihan metode pembelajaran agar siswa lebih aktif, kreatif dan termotivasi. Melalui metode diskusi siswa dituntut untuk memiliki kemampuan mengemukakan pendapat pada masalah-masalah yang diskusikan sehingga terdapat kesimpulan yang diinginkan dan tercapainya tujuan pembelajaran. Hal ini ditandai dengan adanya peningkatan dari dalam diri siswa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah yang akan diteliti yaitu bagaimana pengaruh penerapan metode pembelajaran diskusi terhadap peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat siswa pada pembelajaran PKn di SMA Pasundan 1 Cianjur?. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran diskusi terhadap peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat siswa pada pembelajaran PKn kelas XI di SMA Pasundan 1 Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, adapun teknik penelitian yang digunakan yaitu menggunakan angket, observasi, wawancara dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh temuan bahwa: Metode pembelajaran diskusi memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan mengemukakan pendapat siswa pada pembelajaran PKn di kelas XI, hal ini terlihat dari sangat antusiasnya siswa dengan penggunaan metode diskusi yang diterapkan oleh guru, siswa menjadi lebih berpikir kritis, aktif, kreatif dalam mengemukakan pendapat dan membuat suasana kelas menjadi semakin hidup sehingga siswa tidak bosan.
PENGARUH PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP KEPEMIMPINAN PESERTA DIDIK PADA ORGANISASI KESISWAAN DI SMA PASUNDAN CIKALONGKULON Almi Nurdina; iyep candra hermawan; banan sarkosih
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jpphk.v10i1.849

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara yang menganut sistem politik yang berlandaskan ideologi Pancasila, pendidikan politik sangat berharga dan wajib disampaikan kepada para generasi muda yang bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus pendoktrinan tentang sistem politik yang diterapkan di Indonesia. Pendidikan politik yang disampaikan kepada generasi muda, diharapkan pada nantinya, para generasi muda bisa sadar tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia, sepantasnya proses pendidikan politik dapat membentuk dan mengembangkan sifat kepemimpinan peserta didik dalam menjalankan organisasi kesiswaan. Sekolah memiliki peranan penting yang mendasar dalam pembentukan karakter peserta didik dalam kehidupan bernegara. Sesuai dengan tujuan pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Proses pendidikan politik yang dilaksanakan di sekolah tidak terpaku hanya dilaksanakan di dalam ruang kelas belajar yang hanya mengajarkan kepada para peserta didik tentang teori-teori politiknya saja, tetapi para peserta didik juga diajarkan dengan prakteknya dalam kegiatan politik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan mengambil judul Pengaruh Pendidikan Politik Terhadap Kepemimpinan Peserta Didik pada Organisasi Kesiswaan di SMA Pasundan Cikalongkulon.
PERANAN MULTIMEDIA BERBASIS KOMPUTER DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X DI SMK NURUL ISLAM CIANJUR dina mu'minah alkhoeri
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pendidikan kewarganegaraan (PKn) sebagai suatu mata pelajaran di persekolahan, hingga saat ini masih terkesan sebagai mata pelajaran yang tidak menarik, membosankan, serta rendahnya prestasi belajar siswa. Hal ini disebabkan karena masih banyak guru PKn yang tidak menggunakan multimedia berbasis komputer yang menarik dan bervariatif dalam pembelajaran, sehingga siswa merasa jenuh dan kurang meningkatnya prestasi belajar dalam proses pembelajaran. Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam mengatasi permasalahan pada pembelajaran PKn yaitu dengan menerapkan multimedia berbasis komputer khususnya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.Sehubungan dengan hal tersebut, maka dilakukan penelitian yang dirumuskan yaitu “bagaimana peranan multimedia berbasis komputer dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X di SMK NURUL ISLAM Cianjur?”. Tujuan yang akan dicapai yaitu ingin mengetahui peranan multimedia berbasis komputer dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X di SMK NURUL ISLAM Cianjur, faktor penghambat bagi seorang guru PKn dalam penerapan multimedia berbasis komputer dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X di SMK NURUL ISLAM Cianjur, upaya-upaya untuk mengatasi faktor penghambat dalam penerapan multimedia berbasis komputer dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X di SMK NURUL ISLAM Cianjur.Subjek yang dijadikan populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X di SMK NURUL ISLAM Cianjur. Penelitian ini menggunakan sampel total dengan mengambil sebanyak 58 orang siswa kelas X di SMK NURUL  ISLAM Cianjur yang ditambah satu orang guru PKn. Metode yang digunakan yaitu deskriptif, sedangkan tekniknya yaitu angket, wawancara, dan observasi.Hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu: 1. Guru PKn kelas X SMK NURUL ISLAM Cianjur telah menggunakan mutlimedia berbasis komputer dalam pembelajaran sebagai alat bantu mengajar. 2. Faktor penghambat dalam penerapan multimedia berbasis komputer yaitu: faktor keterbatasan media disekolah, guru kurang kreatif, dan siswa tidak kreatif, pelajaran PKn yang membosankan. 3. Upaya-upaya untuk mengatasi faktor penghambat dalam penerapan multimedia berbasis komputer yaitu: sekolah memberikan fasilitas yang memadai, guru diarahkan untuk kreatif menerapkan multimedia berbasis komputer pada materi pembelajaran, siswa dibimbing agar  kreatif pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Kata kunci: Multimedia berbasis komputer, Prestasi belajar
PERANAN PENDIDIKAN EKSTRAKURIKULER PASKIBRA DALAM PEMBINAAN KARAKTER SISWA DI MA NEGERI 1 CIANJUR Winda Marliani; Yahya Mulyadi; Ilham Fajar Suhendar
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada dasarnya merupakan jalan menuju perubahan tingkah laku manusia ke arah yang lebih baik, dan dalam prosesnya ditempuh melalui kegiatan belajar dan atau mengajar, sehingga dengan adanya proses itu antara lain diharapkan dapat membentuk karakter generasi bangsa yang unggul. Dewasa ini, kita merasa seperti mulai kehilangan karakter bangsa yang baik, yang seharusnya menjadi ciri khas bagi bangsa ini. Oleh karena itu, di tengah berbagai permasalahan dan hiruk pikuk kehidupan bangsa, yang diwarnai oleh berbagai penyimpangan dari hakikat kehidupan yang sebenarnya, pendidikan karakter dipandang sebagai upaya jalan keluar. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Peranan Pendidikan Ekstrakurikuler Paskibra dalam Pembinaan Karakter Siswa di Man 1 Cianjur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, serta teknik penelitian yang dipakai yaitu angket, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Populasi penelitian sebanyak 38 siswa dari kelas X dan kelas XI yang mengikuti ekstrakurikuler Paskibra dan 1 orang guru pembina. Sampel siswa dan guru pembina diambil sebanyak populasinya, sehingga penelitian ini disebut dengan penelitian populasi utuh. Dari hasil penelitian berdasarkan pengumpulan data, penafsiran data, serta pengolahan data, maka kesimpulan penulis yaitu pendidikan ekstrakurikuler Paskibra merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan karakter siswa yang lebih baik, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
UNSUR NILAI NASIONALISME INDONESIA SEBAGAI JIWA PEMERSATU BANGSA Suyatno Suyatno
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasionalisme adalah hal yang utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, nasionalisme dapat dimaknai dengan rasa cinta tanah air tetapi tidak kebablasan. Penulisan ini merupakan sebuah kajian historis dalam kehidupan bangsa Indonesia yang terinspirasi dari Soekarno, dan merupakan telaah mendalam dari segi-segi pemikiran Soekarno. Nilai nasionalisme yang kita manifestasikan berupa: 1. Menolak Imperialisme, 2. Patriotisme, 3. Kemandirian, 4. Religiusitas, 5. Kemanusiaan, 6. Kerakyatan, 7. Anti Penjajahan Nilai-ini ini diyakini dapat menjadi pemersatu bangsa Indonesia. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam tamansarinya internasionalisme. Dapat ditarik bahwa sosio-nasionalisme bisa disederhanakan sebagai berikut: (1) sosio-nasionalisme merupakan ajaran politik yang memperjuangkan masyarakat tanpa klas alias masyarakat adil dan makmur. (2) sosio-nasionalisme memberi kerangka pada revolusi Indonesia agar tak berhenti pada revolusi nasional semata, tetapi harus berlanjut pada transisi menuju sosialisme. (3) Sosio-nasionalisme meletakkan semangat kebangsaan negeri terjajah berjalan seiring dengan cita-cita internasionalisme.
MENGGALI NILAI-NILAI DEMOKRASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUNDA SEBAGAI PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN PKN DI SEKOLAH iyep candra hermawan
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Nilai-nilai demokrasi (democracy values) adalah nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh semua bangsa di dunia. Diantaranya nilai kebebasan, keterbukaan, persamaan, keadilan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Suatu negara dipandang demokratis apabila menjunjung tinggi dan menegakkan nilai-nilai demokrasi tersebut. Dikaitkan dengan kearifan lokal ternyata nilai-nilai demokrasi itu telah menjadi prinsip hidup dalam kearifan budaya Sunda. Sikap dan perilaku dalam budaya Sunda yang tentu kukuh pengkuh (berpegang teguh) pada landasan adat istiadat Sunda. Seperti ditegaskan dalam ungkapan “kudu nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara, mupakat ka balarea”. Hal ini sejalan dengan prinsip demokrasi yang dinyatakan oleh International Commission of Jurists tentang ciri pemerintahan demokratis berdasarkan rule of law, maupun yang telah banyak digagas oleh pakar hukum kenegaraan. Menggali nilai-nilai demokrasi dalam kearifan budaya lokal Sunda dapat menjadi pengembangan materi ajar dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah.  Kata Kunci: nilai demokrasi, kearifan lokal, pendidikan kewarganegaraan
PERANAN OSIS DALAM MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI KEWARGANEGARAAN DI SMA PLUS PGRI CIRANJANG Laras Sari Putri Pujianti; Ilham Fajar Suhendar
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyoroti tentang peranan OSIS dalam mengembangkan nilai-nilai kewarganegaraan di SMA PLUS PGRI Ciranjang. Peranan OSIS sangat berpengaruh kepada peserta didik, hal ini dapat dilihat peranan OSIS dibagi menjadi tiga bagian yaitu memotivasi, membina dan memecahkan masalah yang berada di lingkungan sekolah. Penelitian ini menyoroti tentang nilai-nilai kewarganegaraan yang diterapkan di sekolah yaitu nilai toleransi, nilai kemandirian dan nilai kedisiplinan. Adapun rumusan masalah yang penulis teliti yaitu bagaimana peranan OSIS dalam mengembangkan nilai-nilai kewarganegaraan di SMA PLUS PGRI Ciranjang. Tujuan penelitian yaitu ingin mengetahui seberapa jauh Peranan OSIS mengembangkan nilai-nilai kewarganegaraan di SMA PLUS PGRI CIRANJANG. Sedangkan, hipotesis yang diajukan yaitu jika nilai-nilai kewarganegaaran dilaksanakan dengan baik, maka sikap dan perilaku peserta didik akan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui angket, wawancara, dan observasi. Penarikan sampel secara keseluruhan yaitu anggota OSIS SMA PLUS PGRI Ciranjang sebanyak 25 orang. Berdasarkan hasil penelitian yaitu peranan OSIS dalam mengembangkan nilai-nilai kewarganegaraan di SMA PLUS PGRI Ciranjang. Dengan kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut: Pertama, Peranan OSIS dalam mengembangkan nilai-nilai kewarganegaraan sangat berpengaruh bagi peserta didik agar peserta didik mampu berperilaku baik seperti yang dicontohkan oleh anggota OSIS. Kedua, OSIS mampu memotivasi peserta didik yang lain untuk dapat menumbuhkan rasa percaya dirinya dan terbukti mereka tidak malas belajar karena mendapatkan dorongan dari teman sebaya ataupun dari guru. Ketiga, OSIS mampu menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan sekolah walaupun hanya sebagian kecil saja yang dapat diselesaikan. Keempat, OSIS mampu membina atau mengawasi siswa lainnya melalui kegiatan ekstrakurikuler yang ada di lingkungan sekolah. Kelima, OSIS memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi terbukti mereka selalu mengikuti kegiatan upacara bendera hari senin. Keenam, OSIS memiliki sikap toleransi yang sangat tinggi terbukti bahwa setiap siswa selalu antusias mengikuti setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh OSIS sekalipun kagiatannya bernuansa agama. Ketujuh, OSIS dapat hidup mandiri terbukti mereka selalu mengadakan rapat bulanan secara mandiri.