cover
Contact Name
Dina Indriyani
Contact Email
dinaindriyani08@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpphk@unsur.ac.id
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Imu Pendidikan, Universitas Suryakancana, Cianjur. Dr. Muwardi, By Pass Cianjur
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
JPPHK (Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan)
ISSN : 20875185     EISSN : 26228718     DOI : -
This jurnal explores the researchers in citizenship studies i.e civic education (curriculum, teaching, instructional media, and evaluation), political education, law education, moral education, and multicultural education, and Law Enformcement. We are also interested in scholarship that crosses disciplinary lines and speaks to readers from a range of theoretical and methodological perspectives. this journal seeks for any manuscript related to civics and civics education
Articles 87 Documents
PERANAN PENDIDIKAN POLITIK dalam MATA PELAJARAN PPKN terhadap TINGKAT PARTISIPASI POLITIK SISWA di MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 2 CIANJUR Kevin Alexander Wijaya; Yahya Mulyadi; Ilham Fajar Suhendar
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Politik dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi individu agar dia bisa memperoleh informasi lebih lengkap tentang politik.  Pendidikan politik itu perlu diberikan kepada siswa sejak dini karena mereka yang akan menjadi generasi penerus dan yang akan memberikan suara di masa depan. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.Dalam mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik penelitian melalui angket, wawancara, dan studi dokumentasi yang bersumber dari siswa dan guru sebagai responden. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas 11 MIA, Guru PPKn dan pembina OSIS masing-masing satu orang, ketua OSIS, ketua kelas XI MIA berjumlah 5 orang, wali kelas XI MIA berjumlah 3 orang, dan perwakilan siswa dari tiap kelas masing-masing berjumlah satu orang. Sampel penelitian ini yaitu 25 orang dari tiap masing-masing kelas yang berjumlah 5 orang dari tiap kelasnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan politik dalam mata pelajaran PPKn berpengaruh terhadap tingkat partisipasi politik siswa disekolah karena selalu diadakan pembinaan sikap positif dan pendampingan oleh wali kelas dan dalam pelaksanaan kegiatan politik serta guru PPKn dalam kegiatan pembelajaran memberikan materi tentang politik. Partisipasi Politik tidak hanya dipraktikan dilingkungan berbangsa dan negara saja, melainkan bisa dipraktikan di lingkungan sekolah. Karena dilingkungan sekolah siswa sudah diajarkan tentang demokrasi, karena demokrasi dan partisipasi politik itu tidak dapat dipisahkan.
PERANAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PRILAKU BERORGANISASI PESERTA DIDIK DI SMAN 1 MANDE CIANJUR munawar rois
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan salah satu lembaga yang tidak hanya sebagai sarana dalam menyampaikan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi sekolah juga harus membina dan meningkatkan perilaku berorganisasi peserta didik. Perilaku berorganisasi diarahkan sebagai dasar dan pondasi perilaku peserta didik itu sendiri dalam mengali potensi yang mereka miliki. Sekolah memiliki peranan menjadikan peserta didiknya menjadi manusia yang memiliki rasa kesadaran yang memiliki rasa kesadaran dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai warga Negara yang baik. Oleh karena itu sekolah berkewajiban memanfaatkan fungsinya sebagai memberikan dorongan dalam peminatan berorganisasi dan sikap yang menunjukan kearah yang lebih baik.tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai peranan sekolah dalam meningkatkan prilaku berorganisasi peserta didik. peneliti bertujuan untuk memperoleh informasi tentang : (1) Peranan sekolah dalam meningkatkan prilaku berorganisasi dari peserta didik, (2) bentuk prilaku dalam prilaku berorganisasi, (3) program dalam meningkatkan prilaku berorganisasi, (4) pembinaan prilaku dalam berorganisasi (5) masalah dalam meningkatkan prilaku berorganisasi, Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan teknik penelitian berupa observasi,wawancara dan angket di SMA Negeri 1 Mande Cianjur.
PENDIDIKAN MULTIKULTURALISME SEBAGAI RESOLUSI KONFLIK : PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN zulkifli zulkifli; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multikulturalisme merupakan salah satu realitas utama yang dimiliki oleh bangsa di Indonesia. Multikulturalisme dapat diartikan bahwa negara memberikan pengakuan adanya keragaman atau kemajemukan pada masyarakatnya. Adanya keragaman ini mestinya menjadi dasar bagi pendidikan yang berkeadaban. Multikulturalisme menjadi landasan budaya bagi kewargaan, kewarganegaraan, dan pendidikan. Resolusi konflik  yang menekankan pendidikan multikulturalisme dalam Pendidikan Kewarganegaraan dipandang memiliki urgensi yang penting karena secara historis bangsa ini telah melewati konflik karena budaya yang cukup pahit. Pendidikan apa pun bentuknya, tidak boleh kehilangan dimensi multikulturalnya, termasuk di dalamnya pendidikan kewarganegaraan, karena realitas dalam kehidupan pada hakikatnya bersifat multidimensional. Demikian juga halnya manusia sendiri pada hakikatnya adalah sebagai makhluk yang multidimensional. Karena itu, pendekatan kepada manusia dan untuk mengatasi problem kemanusiaan yang ada, tidak bisa lain kecuali dengan menggunakan pendekatan yang multidimensional dan di dalamnya adalah pendidikan multikultural. Pendidikan kewarganegaraan untuk Indonesia, secara filosofik dan substantif-pedagogis/andragogis, merupakan pendidikan untuk memfasilitasi perkembangan pribadi peserta didik agar menjadi warga negara Indonesia yang religius, berkeadaban, berjiwa persatuan Indonesia, demokratis dan bertanggung jawab, dan berkeadilan, serta mampu hidup secara harmonis dalam konteks multikulturalime-bhinneka tunggal ika. Perlu dikembangkan budaya kewarganegaraan Indonesia yang multikultural, yang berintikan “civic virtue” atau kebajikan atau akhlak kewarganegaraan. Kabajikan itu sepenuhnya harus terpancar dari nilai-nilai Pancasila yang secara substantif mencakup keterlibatan aktif warganegara, hubungan kesejajaran/egaliter, saling percaya dan toleran, kehidupan yang kooperatif, solidaritas, dan semangat kemasyarakatan multikultural. Semua unsur akhlak kewarganegaraan itu diyakini akan saling memupuk dengan kehidupan “civic community” atau “civil society” atau masyarakat madani yang multikultural berdasarkan Pancasila. 
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF POLITIK HUKUM Dina Indriyani; Winda Marliani
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia merupakan suatu negara yang berdasarkan pada aturan hukum. Makadari itu, pemerintah telah mengatur segala sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh setiap warga negaranya dengan adanya peraturan atas suatu hukum tertentu.Hal tersebut mencerminkan bahwa negara Indonesia memiliki peranan penting terhadap adanya politik hukum dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Salah satu perwujudan adanya implementasi dari politik hukum itu adalah adanya peraturan yang mengatur tentang Sistem Pendidikan Nasional juga dengan adanya peraturan yang mengatur tentang Penguatan Pendidikan Karakter sebagai perwujudan dan usaha pemerintah untuk  mewujudkan karakter bangsa yang lebih baik sebagai warga negara. Implementasi terhadap Penguatan Pendidikan Karakter dibutuhkan agar dapat menumbuhkan kesadaran terhadap kepribadian bangsa yang menjungjung tinggi akhlak mulia, nilai-nilai luhur, kearifan, dan budi pekerti. Sebab, pemerintahan yang baik akan mewujudkan warga negara yang baik pula.
MANAJEMEN PPKn DI SEKOLAH MENENGAH Yahya Mulyadi
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jpphk.v10i1.933

Abstract

PPKn merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah berdasarkan Kurikulum 2013 yang saat ini berlaku.  Sebagai mata pelajaran wajib, PPKn harus ditempuh oleh semua siswa. Guru PPKn memiliki peranan dominan dalam merekayasa pembelajaran untuk mencapai tujuan PPKn. Secara kurikuler PPKn memiliki tujuan membentuk siswa menjadi warga negara dan warga dunia yang baik.Guru PPKn dituntut untuk menjalankan manajemen PPKn dengan baik dan benar. Manajemen PPKn adalah urusan aktualisasi fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam perencanaan, guru PPKn adalah pengembang kurikulum nasional menjadi kurikulum operasional untuk siswa dan kelasnya masing-masing. Kurikulum operasional sebagai rencana pelajaran dilaksanakan melalui proses (kegiatan) belajar-mengajar alias pembelajaran. Evaluasi atau penilaian adalah proses menentukan nilai dan makna keberhasilan PPKn berdasarkan standar yang ditetapkan, tidak hanya mengenai hasil belajar siswa tetapi juga melihat efektifitas proses belajar-mengajar dan kelayakan rencana pelajaran.  Kurikulum 2013 menuntut guru PPKn untuk menerapkan Pendekatan Saintifik dalam pembelajaran dan menggunakan Pendekatan Otentik untuk mengetahui hasil belajar siswa. Kata kunci:   Kurikulum PPKn 2013, kurikulum nasional, kurikulum operasional, warga negara dan warga dunia yang baik, manajemen PPKn, pendekatan saintifik, penilaian otentik.
PEGARUH MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 CIANJUR Rena Sopyana
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik apabila didukung oleh kegiatan pembelajaran yang efektif, kegiatan pembelajaran tersebut tentu tidak lepas dari cara siswa memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan guru, minat belajar merupakan salah satu faktor penunjang siswa dalam kegiatan pembelajaran karena dengan minat belajar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan sebaik-baiknya, sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan kelas VIII di SMP Negeri 3 Cianjur. Hipotesis yang diajukan yaitu terdapat pengaruh positif dari minat belajar siswa terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan kelas VIII di SMP Negeri 3 Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik, dengan teknik yang dipakai adalah angket, observasi, dan wawancara. Populasi yang dijadikan subjek dalam penelitian yaitu seluruh murid kelas VIII SMP Negeri 3 Cianjur berjumlah 270 orang siswa, serta sampel sejumlah 20%  yaitu 45 orang.Dari hasil penelitian di SMP Negeri 3 Cianjur diperoleh temuan bahwa minat belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan, khususnya dalam peningkatan nilai ulangan harian, nilai ulangan tengah semester dan nilai ulangan akhir semester.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN yahya mulyadi
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPKn berdasarkan KTSP 2006 mengalami perubahan berdasarkan Kurikulum  2013 menjadi PPKn.  PPKn berbasis karakter, menanamkan pengetahuan-keilmuan PKn; nilai-nilai luhur bangsa Indonesia; dan nilai-nilai kewargaan dunia, mengantarkan siswa untuk menjadi warga negara Indonesia  dan warga dunia yang baik. Dalam membina karakter siswa mata pelajaran lain pun bertanggung jawab secara proporsional, demikian pula pihak lain di sekolah, bahkan pihak luar sekolah juga punya tanggung jawab.Pemberlakuan Kurikulum 2013 menuntut guru PPKn untuk menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, yang menempuh proses mengamati; menanya; mengolah/menalar; menyimpulkan; dan menyajikan/mengkomunikasikan, serta mengunakan berbagai model pembelajaran yang dapat membuat siswa belajar aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan. Selain itu, siswa belajar tidak hanya di ruang kelas tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat.  Guru PPKn bukan satu-satunya sumber belajar, dan sikap-perbuatan tidak hanya diajarkan secara verbal tetapi melalui contoh dan teladan.
PENGARUH KEARIFAN LOKAL TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DI KELAS XI IPS 1,2, DAN 3 SMA PLUS AL-ITTIHAD CIANJUR Nurunnisa Fauziah; Endang Danial
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal merupakan sesuatu yang wajib untuk dipertahankan, terutama kearifan lokal yang baik. Ketika kearifan lokal dan pembentukan karakter dipadukan maka sudah pasti menjadi sesuatu yang sangat berkolerasi, karakter merupakan ciri khas dari seorang individu yang juga dipadukan dengan kearifan lokal akan menjadi suatu bentuk yang menjadi identitas dari suatu bangsa. Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan keanekaragaman, disitulah peran berbagai kearifan lokal dan karakter bangsan yang sesungguhnya dapat menjadi sebuah karikatur yang menjadi cerminan bagi negara lain, terutama berbagai kebiasaan, sikap, sikap, yang ada pada diri orang Indonesia, perihal masalah religius, kemandirian, juga ciri khas gotong royong yang hanya dimiliki oleh orang Indonesia yang sangat wajib untuk dipertahankan dan dilestarikan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “PENGARUH KEARIFAN LOKAL TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SAM PLUS AL-ITTIHAD CIANJUR”. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif, kemudian teknik penelitian yang dipakai yaitu angket, wawancara, dan observasi. Populasi siswa kelas XI IPS secara keseluruhan adalah 115 orang siswa, oleh karena itu penulis mengambil sampel setengahnya atau 50 orang siswa XI IPS secara random. Sampel guru di ambil dari salah satu guru mata pelajaran yaitu guru mata pelajaran PPKn kelas XI IPS. Dari hasil penelitian berdasarkan pengumpulan data, penafsiran data, serta pengolahan data, maka kesimpulan dari penulis yaitu ada pengaruh dari kearifan lokal terhadap pembentukan karakter siswa yang berwujud kebiasaan, sikap, perilaku yang membentuk sikap religius, mandiri dan gotong royong yang tertanam didalam diri siswa ketika proses pembelajaran maupun ketika di lingkungan sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari. 
PERANAN KURIKULUM 2013 DALAM MENUMBUHKAN PENGUATAN KARAKTER DISIPLIN PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 2 CIANJUR Khairunisa Fajriyanti; Iyep Candra Hermawan; Sumarna Sumarna
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Kurikulum 2013 dalam menumbuhkan karakter disiplin pada peserta didik. Kurikulum 2013 mengedepankan penguatan pendidikan karakter peserta didik di sekolah. Salah satu karakter yang diperkuat di sekolah adalah disiplin. Karakter disiplin harus dimiliki oleh setiap peserta didik agar dapat mengatur kehidupannya sehingga menjadi tertib dan teratur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMA Negeri 2 Cianjur Kurikulum 2013 memiliki peranan yang positif bagi penguatan karakter disiplin peserta didik. Implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan melalui serangkaian aktivitas yang sudah tersusun secara sistematis yang dilakukan sejak peserta didik tiba di sekolah sampai tiba waktunya pulang. Kegiatan yang dilakukan di sekolah sudah terjadwal dan harus diikuti peserta didik dengan tertib sesuai waktu yang telah ditentukan. Penerapan Kurikulum 2013 tidak terlepas dari peran guru yang merupakan orang tua peserta didik di sekolah yang membina peserta didik agar dapat memperkuat karakter disiplin. Keberhasilan pendidikan bukan hanya dilihat dari aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi dilihat juga dari sikap yang dimiliki oleh peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan. Maka dari itu, Kurikulum 2013 memiliki peranan positif dalam menumbuhkan penguatan karakter disiplin pada peserta didik.
HUBUNGAN ANTARA BERITA POLITIK DENGAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG POLITIK DI MA TELADAN AL-KALAM CIRANJANG lisda lisda
Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Politik, Hukum, dan Kewarganegaraan
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa cenderung tidak peduli dengan hal yang berbau politik. Mereka meganggap politik suatu hal yang membosankan, sehingga mereka malas untuk menonton tayangan berita politik, mereka lebih asyik menggunakan kemajuan IPTEK dengan bermain seperti memainkan sosial media secara berlebihan, main games online, streaming acara musik, menonton drama atau sinetron dll. Sehingga membuat pemahaman siswa dalam pola prilaku berpolitikpun berkurang dan merosot. Berdasarkan masalah di atas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “HUBUNGAN ANTARA BERITA POLITIK DENGAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG POLITIK DI MA TELADAN AL-KALAM CIRANJANG”. Dari judul tersebut, maka dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode desktiftif kuantitatif, dan tehnik pengumpulan datanya meliputi angket, studi literatur, wawancara, dan observasi. Dengan mengambil sampel penelitian di kelas XI IPS 1-2 MA Teladan Al-kalam Ciranjang yang berjumlah 42 orang. Hasil penelitian, menunjukan bahwa berita politik memiliki hubungan dengan peningkatan pemahaman siswa tentang politik, karena didalam berita terdapat informasi yang menyangkut pemilu, partai politik, kelembagaan negara, konstitusi, tokoh politik dll. Yang merupakan sumber materi ajar dalam kegiatan pembelajaran PPKn bagi anak-anak sekolah.