cover
Contact Name
Cahyo Yusuf
Contact Email
cahyoyusuf@untidar.ac.id
Phone
+6281567820558
Journal Mail Official
cahyoyusuf@untidar.ac.id
Editorial Address
JL. DUKU 5 F/ PERUM KORPRI RT 006/ RW010, KELURAHAN KRAMAT SELATAN, KECAMATAN MAGELANG UTARA
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Repetisi)
Published by Universitas Tidar
ISSN : 27159612     EISSN : 27159612     DOI : 10.31002
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tidar. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan keilmuan bidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. Artikel yang dimuat merupakan artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis, dan isu penting terkini yang sesuai dengan focus dan scope jurnal. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menjalin kerja sama dengan forum-forum mahasiswa ilmiah bidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia di tingkat regional, nasional, dan internasional yang sesuai dengan ketentuan spesifikasi artikel sesuai focus dan scope jurnal. Tata tulis mengikuti template yang sudah disediakan di OJS. Perlakuan sama dengan artikel yang masuk ke Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia . Focus dan Scope curriculum and materials development professional development policy and practice in assessment language skills and language components genre based language teaching and literature Indonesian language for foreign speakers technology enhance language learning literature studies linguistics studies
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2" : 9 Documents clear
JENIS, BENTUK, DAN POLA PENGKLITIKAN PADA KLAUSA LENGKAP DALAM TAJUK RENCANA KORAN SUARA MERDEKA EDISI NOVEMBER 2018 DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA Maryam Alvi Nur Fathina; Hari Wahyono; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui jenis, bentuk, dan pola pengklitikan yang terjadi pada klausa lengkap dalam tajuk rencana koran Suara Merdeka edisi November 2018 dan implementasinya sebagai bahan ajar di SMA. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik tandai dan catat untuk fase penyediaan data. Objek dalam penelitian ini adalah tajuk rencana koran Suara Merdeka edisi November 2018 dengan lokus klausa lengkap. Hasil penelitian kemudian dikembangkan menjadi bahan ajar materi kebahasaan pada kompetensi dasar 3.6 dan 4.6 mengenai teks editorial siswa SMA kelas XII semester 1 yang berwujud buku ajar. Berdasarkan hasil penelitian, fenomena pengklitikan terjadi dengan klasifikasi sesuai jenis, bentuk, dan polanya pada klausa lengkap sebagai lokusnya. Fenomena pengklitikan yang ditemukan dalam tajuk rencana didapatkan hanya satu jenis pengklitikan saja, yaitu jenis enklitik. Adapun klasifikasi bentuk klitik untuk jenis enklitik ditemukan 5 bentuk klitik, yaitu klitik –pun, -lah, -kah, -nya, dan -isme dengan pola pengklitikan yang dirumuskan berdasar pada kelas kata yang diikutinya. Masing-masing bentuk klitik memiliki pola sesuai dengan bentuk, posisi melekat, dan juga dapat melekat pada kelas-kelas kata tertentu. Klitik –pun hanya ditemukan dapat melekat pada kelas kata berupa kata tanya, klitik –lah dapat melekat pada kelas kata verba, adverbia, dan pronomina, klitik –kah dapat melekat pada kelas kata verba, adverbia, pronomina, dan kata tanya, klitik –nya hanya melekat pada kelas kata nomina, dan klitik –isme dapat melekat pada kelas kata adjektifa dan nomina.Kata Kunci: pengklitikan, klausa lengkap, tajuk rencana, bahan ajar
INTERAKSI MANUSIA DENGAN ALAM: TINJAUAN EKOKRITIK SASTRA PADA KUMPULAN CERPEN LINGKUNGAN MONYET-MONYET TSUNAMI KARYA SULUNG PRASETYO DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Savina Ambarini Igayanti; Mursia Ekawati; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai hubungan atau interaksi manusia dengan alam pada kumpulan cerpen lingkungan Monyet-Monyet Tsunami. Pemilihan kumpulan cerpen lingkungan Monyet-Monyet Tsunami karya Sulung Prasetyo dilatarbelakangi oleh permasalahan lingkungan yang menjadi daya tarik karena adanya hubungan atau interaksi antara manusia dengan alam yang belum banyak diteliti dalam kumpulan cerpen lingkungan tersebut. Penelitian ini lebih menekankan pada hubungan timbal balik atau interaksi antara manusia dengan kehidupannya, baik hubungan manusia dengan alam, manusia dengan tumbuh-tumbuhan, maupun manusia dengan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hubungan atau interaksi manusia dengan alam yang terdapat dalam kumpulan cerpen lingkungan Monyet-Monyet Tsunami karya Sulung Prasetyo dan (2) mengimplementasikan hubungan atau interaksi manusia dengan alam yang terdapat dalam kumpulan cerpen lingkungan Monyet-Monyet Tsunami karya Sulung Prasetyo dalam pembelajaran sastra Indonesia di SMA. Objek data dalam penelitian ini adalah hubungan atau interaksi manusia dengan alam yang terdapat dalam kumpulan cerpen lingkungan Monyet-Monyet Tsunami. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode simak dan teknik yang digunakan adalah teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dan menggunakan pendekatan ekologi sastra. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya hubungan atau interaksi manusia dengan kehidupannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan atau interaksi manusia dengan alam dapat berupa simbiosis mutualisme, komensalisme, atau parasitisme. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada pembelajaran sastra di SMA kelas XI, terutama pada KD 3.8 dan 4.8.Kata kunci: kumpulan cerpen, interaksi, ekologi, ekokritik sastra, implementasi
PERJUANGAN TOKOH DIFABEL PADA NOVEL MATA KEDUA KARYA RAMADITYA ADIKARA DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Vindi Fatika Sari; Mursia Ekawati; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara dilatarbelakangi oleh penggambaran perjuangan tokoh difabel yaitu Rama dalam memperjuangkan hak-haknya dibidang pendidikan. Kenyataan bahwa novel ini ditulis oleh seorang difabel yang tentunya lebih tahu tentang kehidupan seorang difabel sehingga menjadi daya tarik untuk diteliti. Rumusan masalahnya adalah (1) perjuangan tokoh difabel apa saja yang ada di dalam novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara; (2) bagaimana implementasi perjuangan tokoh difabel dalam novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perjuangan tokoh difabel yang terdapat dalam novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara; (2) mengimplementasikan perjuangan tokoh difabel di SMA. Teori yang digunakan adalah (1) sosiologi sastra; (2) tokoh dalam karya fiksi; (3) bentuk perjuangan hidup; (4) pengajaran sastra di SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara. Objek data dalam penelitian ini adalah perjuangan tokoh difabel dalam novel Mata Kedua karya Ramaditya Adikara. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode simak dan teknik yang digunakan adalah teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menemukan empat macam perjuangan yang dilakukan oleh tokoh difabel yaitu Rama adalah (1) perjuangan menerima kenyataan hidup; (2) perjuangan menuntut ilmu; (3) perjuangan meraih cita-cita; (4) perjuangan mendapat pengakuan. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada pembelajaran sastra di SMA kelas XII terutama pada KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel, dan 4.9 merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.Kata kunci: novel, perjuangan tokoh, difabel, implementasi pembelajaran sastra.
RELASI MAKNA SINONIMI DAN ANTONIMI PADA KALIMAT DALAM RUBRIK OPINI KOMPAS EDISI NOVEMBER 2018 SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA Dewi Puji Lestari; Mursia Ekawati; Dzikrina Dian Cahyani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) memperoleh deskripsi jenis relasi makna sinonimi pada kalimat dalam artikel opini Kompas edisi November 2018 (2) memperoleh deskripsi jenis relasi makna antonimi pada kalimat dalam artikel opini Kompas edisi November 2018 dan (3) menghasilkan bahan ajar sinonimi dan antonimi pada kalimat dalam materi teks editorial di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan semantik yang mempelajari tentang makna. Sumber data berupa artikel opini Kompas edisi November 2018. Wujud data berupa kata, frasa atau kalimat-kalimat yang menunjukkan adanya relasi makna sinonimi dan antonimi. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dan teknik catat. Setelah data terkumpul, data dianalisis menggunakan metode padan dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Berdasarkan hasil analisis, dari 5 jenis relasi makna sinonimi dan 5 jenis relasi makna antonimi, ditemukan masing-masing 3 jenis relasi makna sinonimi dan 4 antonimi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai materi ajar Bahasa Indonesia di SMA yang berkaitan dengan materi teks editorial. Materi tersebut sesuai dengan silabus kurikulum 2013 kelas XII pada Kompetensi Dasar 3.6 menganalisis struktur dan kebahasaan teks editorial dan 4.6 merancang teks editorial dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan. Opini pada Kompas dapat digunakan sebagai salah satu teks pada saat pembelajaran materi teks editorial.Kata Kunci: sinonimi, antonimi, opini Kompas, editorial.
TRADISI GEMBLAK DALAM NOVEL TEMBANG TOLAK BALA KARYA HAN GAGAS TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMA Siti Wahyu Wulandari; Budiono Budiono; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tradisi gemblak yang terdapat dalam novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas, dan menyusun rancang bangun pembelajaran apresiasi sastra novel di SMA mengenai tradisi gemblak dalam novel Tembang Tolak Bala. Penelitian ini menggunakan tinjauan sosiologi sastra yang berfokus pada sastra sebagai cermin masyarakat didasarkan pada beberapa teori milik Ratna, Faruk, dan Wiyatmi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan teknik simak catat. Metode analisis datanya menggunakan deskriptif analitik. Hasil penelitian ini berupa bentuk tradisi gemblak yang terdapat dalam novel Tembang Tolak Bala meliputi (1) eksistensi tradisi gemblak, (2) warok, (3) gemblak, (4) lamaran gemblak, (5) hubungan warok dan gemblak, (6) warok dan reog, (7) akhir status gemblak. Selain itu, hasil penelitian ini juga diimplementasikan dalam bentuk rancang bangun pembelajaran apresiasi satra yang berisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)  kurikulum 2013 kelas XII semester genap menggunakan pendekatan saintifik. Tepatnya KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel, dan KD 4.9 merancang novel dengan memperhatikan isi dan kebahasaan.Kata Kunci: sosiologi sastra, tradisi gemblak, novel Tembang Tolak Bala
JENIS-JENIS WACANA PADA ARTIKEL SURAT KABAR SUARA MERDEKA EDISI SEPTEMBER DAN OKTOBER 2018 SEBAGAI MATERI AJAR PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Putri Nugraheni Puspita; Fransiscus Xaverius Samingin; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Ini berfokus Jenis-jenis wacana pada Artikel Surat Kabar Suara Merdeka Edisi September dan Oktober 2018 Sebagai Materi Ajar di SMA. Rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: (1) Jenis wacana apa saja yang terdapat dalam surat kabar Suara Merdeka, (2) Bagaimana memformulasikan jenis-jenis wacana tersebut sebagai materi ajar di SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan berbagai jenis-jenis wacana pada surat kabar Suara Merdeka, (2) memformulasikan jenis-jenis wacana dari Suara Merdeka sebagai materi ajar di SMA. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wacana, ciri-ciri wacana jenis-jenis wacana, dan materi ajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskripsi analisis. Objek penelitian yang akan diteliti yaitu jenis-jenis wacana pada artikel surat kabar suara merdeka edisi September dan Oktober 2018 sebagai materi ajar di SMA. Teknik penyediaan menggunakan metode simak. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa dalam artikel Surat Kabar Suara Merdeka Edisi September dan Oktober 2018 terdapat jenis wacana sebagai berikut : (1) wacana narasi, (2) wacana deskripsi, (3) wacana eksposisi, dan (4) wacana argumentasi. Penelitian tentang jenis-jenis wacana dapat dijadikan materi ajar kelas X pada Kompetensi (KD) 3.3 mengidentifikasi (permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi secara lisan atau tulis dan Kompetensi Dasar (3.4)  menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi.Kata kunci: wacana, ciri-ciri wacana, jenis-jenis wacana, Surat Kabar Suara Merdeka
PENANDA DAN FUNGSI UJARAN SARKASME DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN SERTA PEMBELAJARANNYA DALAM TEKS CERAMAH DI SMA Siti Ngiyatul Lailiyah; Mursia Ekawati; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk (1) menghasilkan deskripsi penanda, fungsi, dan makna ujaran sarkasme para tokoh dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, dan (2) mengimplementasikan pembelajaran teks ceramah kelas XI SMA yang dikembangkan dari penanda, fungsi, dan makna ujaran sarkasme dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode observasi, teknik simak catat. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode padan referensial, dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP), serta teknik lanjutan HBSP yakni teknik hubung banding dengan menyamakan hal pokok. Analisis data menunjukkan bahwa penanda yang paling banyak muncul dalam novel Cantik Itu Luka adalah penanda kontradiksi sentimental, yakni berjumlah 50 data dengan persentase 69,4%. Ujaran sarkasme kategori penanda hiperbola berjumlah 22 dengan persantese 30,6%. Ujaran sarkasme dalam novel ini didominasi oleh tuturan dialog, dan hanya ditemukan satu data yang terdapat pada tuturan monolog. Fungsi komunikasi ujaran sarkasme kategori penanda kontradiksi sentimental meliputi fungsi mengkritik, mengeluh, sentimen pribadi, menghina, jengkel, dan mengingatkan. Perbedaannya dengan sarkasme kategori penanda hiperbola dalam penelitian ini yaitu tidak ditemukan fungsi komunikasi mengeluh. Hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam pembelajaran teks ceramah kelas XI pada KD 3.6 menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah dan KD 4.6 mengkonstruksi ceramah tentang permasalahan aktual dengan memperhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat.Kata kunci: ujaran  sarkasme, Cantik Itu Luka, Eka Kurniawan, dan teks ceramah
KONFLIK BATIN TOKOH LASIH DALAM NOVEL MENGAPA AKU CANTIK KARYA WAHYU SUJANI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Anggun Fitria Anindhi; Mursia Ekawati; Dzikrina Dian Cahyani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan konflik batin yang dialami oleh tokoh Lasih dalam novel Mengapa Aku Cantik karya Wahyu Sujani (2) menyusun implementasi pembelajaran sastra tentang konflik batin tokoh Lasih dalam novel Mengapa Aku Cantik karya Wahyu Sujani di SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode baca. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat dan teknik simak. Adapun analisis data penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan teknik analisisnya menggunakan teknik analisis isi. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 4 konflik mendekat-mendekat (approach-approach conflict), 4 konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance conflict), dan 2 konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance conflict). Selain itu secara keseluruhan tokoh cenderung memilih motif negatif. Serta hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada pembelajaran sastra di SMA dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kelas XII dengan KD 3.9 dan KI 4.1. Dalam RPP, unsur 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasi) dimasukkan dalam pembelajaran. Antara lain mencakup mulai dari siswa mengamati materi dari guru, siswa menanya tugas dari guru, siswa memahami tugas dari guru, siswa mencoba untuk menjawab tugas dari guru, dan siswa mengkomunikasikan dengan cara mempresentasikan hasil diskusi.Kata Kunci: konflik batin, psikologi sastra, implementasi
KALIMAT MAJEMUK DALAM JUDUL SERIAL SINETRON AZAB DI INDOSIAR DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARANNYA DI SMA Indah Cahya Rahmadani; Fransiscus Xaverius Samingin; Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) memperoleh deskripsi jenis kalimat majemuk yang digunakan dari  judul serial sinetron AZAB di Indosiar; (2) memperoleh deskripsi hubungan makna antarklausa kalimat majemuk dari judul serial sinetron AZAB di Indosiar, dan (3) mengimplementasikan pembelajaran teks ceramah yang dikembangkan dari judul serial sinetron AZAB di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sintaksis dari karakteristik kalimat majemuk dalam judul serial sinetron AZAB di Indosiar. Wujud data berupa kalimat yang merupakan jenis kalimat majemuk. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dan teknik catat. Setelah data terkumpul, data dianalisis menggunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL) dengan teknik lanjutan baca markah. Berdasarkan hasil analisis, dari 3 jenis kalimat majemuk dan 14 jenis hubungan makna konjungsi dan antarklausa, ditemukan masing-masing 3 jenis kalimat majemuk dan 6 hubungan makna. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA yang berkaitan dengan materi teks ceramah. Materi tersebut sesuai dengan silabus kurikulum 2013 kelas XI pada Kompetensi Dasar (KD) 3.6 menganalisis isi, struktur dan kebahasaan teks ceramah dan 4.6 mengkonstruksi teks ceramah tentang permasalahan aktual dengan memerhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat. Judul serial sinetron AZAB dapat digunakan sebagai contoh kalimat majemuk dan juga digunakan sebagai tema untuk membuat teks ceramah pada saat pembelajaran materi teks ceramah.Kata Kunci: kalimat majemuk, hubungan makna, serial sinetron AZAB di Indosiar 

Page 1 of 1 | Total Record : 9