cover
Contact Name
Hartini
Contact Email
aisyara_yuliandari@yahoo.com
Phone
+62-85278568881
Journal Mail Official
aisyara_yuliandari@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Permata 1 No. 32 Kel.Labuh Baru Barat, Kec. Payung Sekaki, Pekanbaru – Indonesia 28292
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik
ISSN : 25275267     EISSN : 26217708     DOI : https://doi.org/10.52071/jstlm
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik (JSTLM, e-ISSN: 2621-7708, p-ISSN: 2527-5267) adalah sebuah jurnal yang didedikasikan untuk plublikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang sains dan laboratoium medik. semua publikasi di jurnal Jstlm bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun. Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik (JSTLM) dikelola secara profesional dalam hal membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. focus dan scope Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik (JSTLM) adalah sains, mikrobiologi, parasitologi, hematologi, kimia klinik, dan toksikologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 94 Documents
PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN KREATININ PADA LANSIA DI PUSKESMAS KOTARAJA JAYAPURA Herlando Sinaga; Dewita Selendang Jagad; Chartenzia Suwae
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 4 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v4i1.34

Abstract

Lansia merupakan bagian dari proses tumbuh kembang manusia setelah dewasa (usia 60 tahun) yang ditandai dengan kemunduran fisik, kemunduran fungsi organ, dan sebagainya. Akibat penurunan kapasitas fungsi organ ini, lansia umumnya dalam menanggapi berbagai rangsangan tidak seefektif seperti pada orang yang lebih muda. Gangguan ini menyebabkan disfungsi berbagai sistem organ dan meningkatkan kerentanan terhadap berbagai penyakit. Beberapa sistem tubuh yang terganggu diantaranya pengaturan kadar glukosa darah dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa darah dan kreatinin pada lansia di Puskesmas Kotaraja. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien lansia yang datang untuk melakukan pemeriksaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah darah vena pasien lansia. Metode yang digunakan dalam pemeriksaan ini yaitu metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah tinggi terdapat pada 29% sampel sedangkan 71% sampel lainnya memiliki kadar normal, dan pada kadar kreatinin 63% sampel tinggi sedangkan 37% sampel lainnya normal.
PEMERIKSAAN KADAR KREATININ PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Sri Aprilianti Idris
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 4 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v4i1.35

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang umum terjadi yang ditandai dengan kerusakan pada pikiran, emosi, dan perilaku. Pengobatan jangka panjang memiliki efek farmakologi yang dapat mengganggu kesehatan apabila terlalu sering mengkonsumsi obat akan meningkatkan resiko kerusakan ginjal dan fungsi hati. Kreatinin merupakan produk penguraian ginjal, kreatinin disintesis di hati dan terdapat dalam semua otot rangka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar kreatinin pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deksriptif, yakni melakukan uji laboratorik untuk mengetahui hasil pemeriksaan kadar kreatinin pada pemeriksaan darah pasien skizofrenia. Hasil penelitian hasil pemeriksaan kadar kreatinin pada pasien skizofrenia di rumah sakit jiwa kota kendari dengan jumlah sampel 25 orang terdapat 7 orang sampel atau 28% memiliki kadar kreatinin yang normal, sedangkan 18 orang sampel atau 72% memiliki nilai kreatinin yang tinggi.
UJI DAYA HAMBAT FUNGI ENDOFIT KULIT BATANG JAMBU METE (Anacardium occidentale) TERHADAP Staphylococcus aureus Sernita Seren
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 4 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v4i1.38

Abstract

Fungi endofit adalah jamur yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan tidak membahayakan tumbuhan tersebut. Jamur endofit dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya efek antibakteri jamur endofit yang diisolasi dari kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jambu mete merupakan salah satu tanaman herbal yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Seluruh bagian dari tanaman ini bisa dimanfaatkan dalam pengobatan disentri, radang pada mulut, diabetes, sariawan, jerawat, radang gusi, hipertensi, malaria dan rematik. Metode yang digunakan untuk uji antibakteri adalah metode sumuran, dilakukan dengan cara dibuat sumuran pada media agar kemudian dimasukkan supernatan yang akan diuji kedalam sumuran sebanyak 100 µL menggunakan mikro pipet. Hasil isolasi didapat dua jenis fungi endofit yang diisolasi dari kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale) yaitu jamur endofit hitam dan jamur endofit putih. Hasil uji antibakteri menunjukkan supernatant kultur jamur endofit hitam pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% menghambat pertumbuhan S. aureus dengan membentuk zona hambat rata-rata yaitu 1,82 mm, 3,67 mm dan 5,01 mm. Jamur endofit putih menghasilkan diameter zona hambat rata-rata pada konsentrasi 20%, 30%, dan 40% berturut-turut yaitu 1,8 mm, 3,4 mm, dan 4,6 mm. Konsentrasi fungi endofit yang paling efektif dari dua isolat fungi endofit hitam dan putih dengan tiga konsentrasi berbeda yaitu pada konsentrasi 40% dengan rata-rata zona hambat 5,01 mm dan 4,6 mm. Berdasarkan analisis data secara statistik menunjukkan bahwa isolat jamur endofit yang diisolasi dari kulit batang jambu mete memiliki efek yang signifikan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
ANALISA KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI DI DAERAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH DI DESA NAMO BINTANG KECAMATAN PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG Halimah Fitriani Pane; Halimah fitriani pane
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 4 No 1 (2019): April 2019
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v4i1.40

Abstract

Air sangat penting bagi kehidupan mahkluk hidup. Air yang dibutuhkan adalah yang memenuhi standart kualitas air minum yang telah ditetapkan oleh Permenkes baik secara fisik, kimia, bakteriologi dan radioaktif. Penurunan kualitas air sumur ditandai dengan kehadiran beberapa polutan diantaranya logam-logam berat, zat organik, yang berhubungan dengan kegiatan manusia seperti pembuangan sampah, limbah, penggunaan pupuk yang berlebihan, kontaminasi dengan kotoran-kotoran hewan. Kadar Fe yang melebihi batas dapat menimbulkan rasa mual, muntah, diare, iritasi pada kulit, denyut jantung meningkat, sakit kepala. Adapun tujuan penelitian ini untuk menentukan kadar Fe pada air sumur gali di sekitar TPA.Jenis penelitian observasi dan bersifat deskriptif. Sampel yang digunakan Total populasi yang berjumlah 10 sumur gali. pengukuran jarak sumur gali ke TPA yaitu 70-500 meter. Sampel air tersebut di periksa di Laboratorium dengan menggunakan alat spectroquant nova 60A. Hasil pemeriksaan menunjukkan dari 10 sampel yang di analisa hanya satu sampel memiliki kadar Fe 0,222 mg/l yang memenuhi syarat Permenkes. Sedangkan 9 sampel diperoleh kadar Fe 0,409 mg/l - 5,78 mg/l melebihi standart Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 yaitu 0,3 mg/l. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah semakin jauh jarak sumur dari sumber TPA, Septic Tank, kandang ternak maka kandungan Fe dalam air sumur akan semakin kecil.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA KANTONG DARAH DONOR DI BANK DARAH RUMAH SAKIT SANTA MARIA PEKANBARU Yuniyati Saidjao
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v4i2.44

Abstract

ABSTRAK Hemoglobin adalah pigmen pengangkut oksigen utama ke jaringan yang terdapat di eritrosit. Kadar hemoglobin digunakan sebagai syarat penentu terapi transfusi darah terhadap pasien anemia. Sebelum transfusi darah pada awalnya disimpan dalam kantong yang mengandung antikoagulan CPDA-1 dengan masa simpan 35 hari pada suhu 4 ± 2°C dengan sistem FIFO. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar hemoglobin kantong darah donor selama penyimpanan hari–1 dan setelah penyimpanan hari–15 di Bank Darah Rumah Sakt Santa Maria Pekanbaru sehingga transfusi efektif dilakukan untuk menaikan kadar hemoglobin pasien. Jenis penelitian menggunakan Quasi Eksperimen dengan desain penelitian one group pretest–postest. Sampel yang digunakan yaitu kantong darah WB dan PRC yang diperoleh dengan teknik purposive random sampling. Berdasarkan uji t–berpasangan pada kantong darah WB didapat p>0,01 artinya tidak ada perbedaan bermakna kadar hemoglobin hari–1 dan hari–15 sedangkan pada kantong darah PRC didapat p<0,01 artinya ada perbedaan bermakna kadar hemoglobin hari–1 dan hari–15. Kata kunci : Hemoglobin, WB, PRC, lama penyimpanan.
Gambaran Kadar Ureum dan Kreatinin Serum pada Pasien Diabetes Melitus Tipe-2 di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru Valentina Trihartati
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v4i2.45

Abstract

Abstrak Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah. Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia merupakan urutan ke–7 negara yang memiliki kasus diabetes melitus terbesar. Penderita diabetes melitus ditandai dengan kadar glukosa darah pada waktu puasa ≥126 mg/dL dan 2 jam sesudah makan ≥200 mg/dL. Salah satu penyakit yang disebabkan karena komplikasi kronik mikrovaskuler pada penderita diabetes melitus adalah nefropati diabetik. Pemeriksaan ureum dan kreatinin merupakan cara paling sederhana untuk menilai status fungsional ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kadar ureum dan kreatinin pada penderita diabetes melitus tipe–2 di Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru periode Sempember–November 2018. Berdasarkan data pasien yang telah diperoleh, penderita diabetes melitus dengan kadar ureum >39 mg/dL (tinggi) paling banyak diderita oleh perempuan (9 orang), pada usia 55–64 tahun (4 orang), lama menderita 21–25 bulan (3 orang) dan dengan penyakit penyerta (7 orang). Kadar kreatinin >1,3 mg/dL (tinggi) paling banyak diderita oleh perempuan (7 orang), pada usia 55–64 tahun dan 65–74 tahun (6 orang), lama menderita 21–25 bulan (3 orang), dan dengan penyakit penyerta (6 orang). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kadar ureum dan kreatinin pada pasien diabetes melitus tipe–2 khususnya pada penderita perempuan. Kata kunci : Diabetes melitus, nefropati diabetik, ureum, kreatinin
ANALISA KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA SAYURAN HIJAU YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KAMPUNG LALANG MEDAN Halimah Fitriani Pane
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 5 No 1 (2020): April (2020)
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v5i1.46

Abstract

ABSTRAK Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral yang dibutuhkan manusia. Namun, banyak jenis sayuran yang beredar dijual di pasar pinggir jalan tidak aman untuk dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan manusia, diduga sayuran tersebut terkontaminasi logam berat seperti timbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan timbal dalam sayuran hijau yang dijual di pasar tradisional Kampung Lalang Medan. Jenis penelitian ini merupakan observasi dan bersifat deskriptif. Sampel yang digunakan merupakan total populasi yang berjumlah 7 jenis sayuran yaitu bayam hijau, kangkung, genjer, sawi hijau, daun singkong, pakchoi, brokoli. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah Medan. Persiapan sampel dilakukan dengan penghancuran kering. Analisis kuantitatif dilakukan dengan spektrofotometri serapan atom (AAS) dengan nyala udara-asetilena pada panjang gelombang untuk timbal adalah 283,3 nm. Hasil penelitian ini menunjukkan kadar logam timbal pada sayuran yang telah dicuci, bayam hijau 0,9816 mg / kg, kale 1,0246 mg / kg, genjer 0,8654 mg / kg, sawi hijau 0,9681 mg / kg , daun singkong0.7355 mg / kg, pakchoi 1.0521 mg / kg, brokoli 0,7502 mg / kg. Semua sampel nabati di atas nilai maksimum pencemaran timbal yang diizinkan oleh SNI 7387 tahun 2009 yaitu 0,5 mg / kg. Kata kunci: Sayuran hijau, Timbal, Kesehatan, Spektrofotometri, Nabati
UJI LISIS TELUR Ascaris lumbricoides SETELAH PEMBERIAN GETAH PEPAYA (Carica papaya) Darmadi - Adi
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v4i2.48

Abstract

Penyakit kecacingan tergolong penyakit neglected disease yaitu infeksi yang kurang diperhatikan dan penyakitnya bersifat kronis tanpa menimbulkan gejala klinis yang jelas dan dampak yang ditimbulkannya baru terlihat dalam waktu yang lama seperti kekurangan gizi, gangguan tumbuh kembang dan gangguan kecerdasan pada anak. Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mengeliminasi adanya cacing di dalam tubuh, mulai dari penggunaan obat sintetik hingga penggunaan obat alami. Salah satu obat alami yang dapat dijadikan sebagai antihelmintik adalah getah papaya (Carica papaya). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi getah pepaya (Carica papaya) yang efektif terhadap lisisnya telur Ascaris lumbricoides. Metode yang digunakan dalam penelitian ini eksperimen laboratorium secara in vitro. Hasil yang di dapatkan dari penelitian adalah getah papaya pada konsentrasi 5% dapat menyebabkan lapisan albumin telur mengalami perubahan (menyerupai fertilized decorticated) pada waktu selama 60 menit, sedangkan getah papaya konsentrasi 1%-4% tidak mengalami perubahan yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa getah papaya pada konsentrasi 5% tidak menimbulkan lisis tetapi lapisan albumin dari telur mengalami perubahan menyerupai fertilized decorticated. Kata kunci: lisis, Ascaris lumbricoides, Getah Pepaya.
HUBUNGAN PERSONAL HIGIENE DENGAN PENYAKIT CACING (SOIL TRANSMITTED HELMINTH) PADA PETANI SAYUR KARTAMA KOTA PEKANBARU Berliana N.R.S. Aritonang
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v4i2.53

Abstract

Personal hygiene merupakan faktor utama penyebab infeksi kecacingan. Penelitian ini dilakukan pada petani sayur di Kartama Pekanbaru pada bulan Oktober – Desember 2018 dengan total sampel 30 orang. Metode yang digunakan pada pemeriksaan ini metode sedimentasi. Populasi pada penelitian ini petani sayur di Kartama Pekanbaru yang tidak menggunakan sarung tangan ataupun alas kaki pada saat berkebun. Hasil yang didapat dari 30 sampel yang dilakukan pemeriksaan pada petani sayur di Kartama Pekanbaru tidak ditemukan adanya telur cacing Soil Transmitted Helminth pada sampel feses dan kuku.
ANALISIS KADAR TIMBAL (Pb) DALAM DARAH PADA TUKANG PARKIR DI SEPANJANG JALAN RIAU KOTA PEKANBARU Rosa Devitria
Jurnal Sains dan Teknologi Laboratorium Medik Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52071/jstlm.v4i2.54

Abstract

Penambahan jumlah kendaraan bermotor yang sangat yang menyebabkan peningkatan pencemaran udara di kota besar yang semakin terasa. Pembakaran bensin dalam mesin kendaraan bermotor merupakan lebih dari separoh penyebab polusi udara kota. Salah satu jenis polutan yang dihasilkan dari pembakaran bensin adalah timbal. Pembakaran mesin yang tidak sempurna akan menghasilkan banyak bahan yang tidak diinginkan dan meningkatkan pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya timbal dalam darah pada tukang parkir yang berada di jalan Riau Kota Pekanbaru dengan menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom. Sampel darah diambil dari tukang parkir yang berjenis kelamin laki-laki, telah bekerja lebih dari 1 tahun dan bersedia menjadi responden. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 7 sampel darah tukang parkir memiliki kadar timbal sebesar 1,19-9,51 µg/100mL. Maka dapat disimpulkan bahwa semua sampel positif mengandung timbal dan termasuk dalam kategori A (Normal) dengan konsentrasi <40µ/100mL yang menggambarkan bahwa tingkat paparan masih normal.

Page 3 of 10 | Total Record : 94