cover
Contact Name
Nahda Kanara
Contact Email
hortuscolerpyk@gmail.com
Phone
+6281365562928
Journal Mail Official
hortuscolerpyk@gmail.com
Editorial Address
Jalan Negara Km 7, Tanjung Pati, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapupuh Kota, Sumatera Barat
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Hortuscoler
ISSN : 27759245     EISSN : 27759962     DOI : https://doi.org/10.32530/jh
Core Subject : Agriculture,
Focus Jurnal Hortuscoler publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of horticulture. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Jurnal Hortuscoler covers horticulture in broad sense including agronomy, plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, modeling, and seed science and technology.
Articles 25 Documents
MODIFIKASI PEMBUAT MOL LIMBAH ORGANIK BAHAN PRAKTIKUM DI LABORATORIUM POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH Maiza, Linda Tri; Yubniati, Yubniati; Hermansyah, Rio
HORTUSCOLER Vol. 2 No. 01 (2021): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v2i01.315

Abstract

Local microorganism made in bio activator of making compost and liquid organic fertilizer that can be used for plant cultivation activaties in intitututional environment. All this time, local microorganism maker tool using plastic bucket with lid, produce local MOL is still low, which is charecterized by a foul-smelling aroma of local microorganism, the resulting solution is coarsely precipitated, also not efficient at harvest time. The purpose of this research is to know the performence of the local microorganism maker tool which has been modified. Observation include in term of scent quality, clean liness of solution time efficiency and energy Testing of unmodified local microorganism maker tool and which have been modified by using vegetables and fruit. From the iest result show that the modified local local microorganism maker tols with filter and faucet produce local microorganism better quality, which are indicated by typical scent of local microorganism and cleanliness of solution, its doest’nt cause a problem of time and energy at harvest time, it can be concluded that a modified local microorganism maker tool with filter and faucet at the bottom of the container give better quality of local microorganism.
PENGARUH PENGGUNAAN ZPT ALAMI DAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK TANAMAN DELIMA (Punica granatum L.) Tanjung, Tiffany Yuandara
HORTUSCOLER Vol. 2 No. 01 (2021): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v2i01.323

Abstract

Delima (Punica granatum L.) adalah tanaman yang berasal dari Persia (Iran), Afganistan dan wilayah pegunungan Himalaya yang biasa dimanfaatkan sebagai tanaman pekarangan dan obat-obatan, dimana buahnya mengandung berbagai nutrisi dan vitamin yang dimanfaatkan untuk kesehatan dan berbagai jenis penyakit. Perbanyakan vegetatif stek tanaman delima dilakukan untuk menyediakan bibit tanaman dalam jumlah yang lebih banyak dan dalam waktu yang singkat serta memiliki sifat yang sama seperti induknya. Zat pengatur tumbuh (ZPT) yang diberikan berperan dalam mengatur percepatan pertumbuhan stek dengan kandungan auksin dan sitokinin. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk: mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jenis ZPT terhadap pertumbuhan stek tanaman delima, mendapatkan jenis ZPT yang terbaik terhadap pertumbuhan stek tanaman delima. Percobaan tugas akhir ini dilakukan pada tanggal 24 Februari sampai 11 April 2020 di kebun percobaan UPTD BBI PPH SUMBAR. Parameter yang diamati dari percobaan ini: persentase tumbuh (%), jumlah tunas, panjang akar dan jumlah akar. Hasil dari percobaan ini adalah persensate tumbuh yang baik terdapat pada perlakuan buah pisang dan rapid root yaitu 80%, jumlah tunas terbanyak pada perlakuan buah pisang 2,6 tunas, panjang akar yang terpanjang pada perlakuan air kelapa 1,4 cm, jumlah akar terbanyak pada perlakuan air kelapa 6 akar. Kesimpulan dari perbanyakan ini adalah Penggunaan berbagai jenis ZPT memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan stek delima, penggunaan ZPT buah pisang memiliki hasil yang baik pada persentase tumbuh dan jumlah tunas. ZPT air kelapa memiliki hasil yang baik untuk panjang dan jumlah akar yang diamati hingga 5 minggu setelah tanam. Berdasarkan kesimpulan disarankan untuk menggunakan ZPT rapid root.
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK TABUR (POT) DAN ZEOLIT UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHANDAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.)DI PT.INDMIRA YOGYAKARTA yefriwati, yefriwati; Delvira, Ziela
HORTUSCOLER Vol. 2 No. 01 (2021): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v2i01.380

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayur tropis yang banyak dikembangkan di Indonesia dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Salah satu upaya untuk mendukung pengembangan budidaya mentimun yaitu dengan menggunakan pupuk organik tabur (POT) dan Zeolit. POT merupakan pupuk organik tabur yang berasal dari bahan organik yang banyak mengandung hara makro (N,P, dan K) dan hara mikro (Ca dan Mg). Pengaruh bahan organik terhadap sifat fisik tanah adalah terhadap peningkatan porositas tanah. Zeolit sering digunakan sebagai pembenah tanah.Tujuan percobaan ini yaitu (1) mengoptimalkan produksi tanaman mentimun dengan menggunakan pupuk organik tabur (POT) dan zeolit (2) mengetahui pengaruh penggunaan pupuk organik tabur (POT) dan zeolit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Kegiatan percobaan tugas akhir ini telah dilakukan selama 3 bulan dari bulan Maret sampai Mei 2019 yang bertempat di kebun percobaan PT. Indmira, Sleman, Yogyakarta.Alat yang digunakan, cangkul, seedbed, meteran, ember, gelas akua, alat tulis (spidol, pena dan rol), kaleng bekas. Bahan yang dibutuhkan adalah bibit mentimun, NPK mutiara, MPPH, zeolit , Pupuk POT, ajir, semat (bambu), dolomit, arang , sekam bakar, cocopeat, tali rafia, kantong plastik.Parameter yang diamatiya itu tinggi tanaman, jumlah duan, lebar daun, awal muncul bunga dan hasil. Berdasarkan hasil pengamatan menggunakan kombinasi pupuk organik tabur (POT) dan zeolit dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman mentimun dilihat dari tinggi tanaman (21,35 cm), jumlah daun (9,75 helai), lebar daun (17,10 cm), awal muncul bunga (2,70 buah), dan produksi (13,989 gr), dan dalam budidaya tanaman mentimun disarankan menggunakan kombinasi pupuk organik tabur (POT) dan zeolit.
KONDISI PENYIMPANAN BERBAGAI PRODUK HORTIKULTURA DENGAN PENDINGINAN Wulantika, Trisia
HORTUSCOLER Vol. 2 No. 01 (2021): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v2i01.384

Abstract

Pendinginan adalah suatu metode pasca panen komoditas sayur dan buah, untuk menahan atau mengurangi kejadia pembusukan produk hortikultura tersebut. Penyimpanan dingin mempunyai pengaruh terhadap bahan yang didinginkan seperti kehilangan berat, kegagalan untuk matang, dan kebusukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan “kondisi produk hortikultura (alpukat, apel, jeruk, mangga, pisang, tomat) pada metode penyimpanan suhu rendah dan suhu ruang”. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Hortikultura Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dari tanggal 14-21 Desember 2021.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk hortikultura yang disimpan dalam suhu dingin hanya sedikit mengalami kehilangan berat dan tidak terjadi kebusukan, sedangkan produk hortikultura yang disimpan dalam suhu ruangan mengalami susut bobot yang cukup banyak dan mengalami kelayuan dan kebusukan setelah seminggu disimpan.
INDUSTRI PERBENIHAN DAN PEMBIBITAN TANAMAN HORTIKULTURA DI INDONESIA Chan, Sari Rukmana Okta Sagita
HORTUSCOLER Vol. 2 No. 01 (2021): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v2i01.390

Abstract

Produk hortikultura memiliki beberapa keunggulan seperti nilai jual yang tinggi, jenis yang beragam, dan peningkatan serapan pasar dalam dan luar negeri dalam bentuk segar maupun olahan. Peningkatan produksi komoditas hortikultura agar dapat memenuhi kriteria ekspor masih menghadapi beberapa kendala teknis, seperti rendahnya produksi dan kualitas benih/bibit lokal. Peluang  untuk pembangunan industri hortikultura di Indonesia itu masih cukup besar.  Hal ini ditandai dengan mudahnya pengembangan industri perbenihan maupun pembibitan karena dukungan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang memadai. Sasaran pembangunan industri perbenihan dan pembibitan adalah penyediaan benih yang bermutu dari varietas unggul dengan harganya terjangkau.  Petani dapat menghasilkan hasil panen yang berkualitas dengan menggunakan benih maupun bibit hortikultura dengan harga yang terjangkau dari industri dalam negeri, sehingga pendapatan petani meningkat.
PRODUKSI SERTA ANALISA KELAYAKAN USAHA BAWANG MERAH DENGAN APLIKASI KOMPOS KOMBINASI AMPAS KELAPA DAN PUPUK KANDANG AYAM Rina Alfina
JURNAL HORTUSCOLER Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v4i1.637

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditi sayuran umbi yang memiliki harga cukup stabil dipasaran. Meningkatnya kebutuhan bawang merah dari tahun ke tahun memerlukan suatu usaha untuk mengoptimalkan produksi. Usaha pengoptimalan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan mengaplikasikan teknologi ramah lingkungan, yaitu memanfaatkan bahan-bahan organik yang ada di lingkungan sekitar, seperti kompos kombinasi dari ampas kelapa dan pupuk kandang ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produksi bawang merah serta menganalisa kelayakan usaha budidaya bawang merah dengan mengaplikasikan kompos kombinasi dari ampas kelapa dan pupuk kandang ayam. Penelitian berlokasi di kebun pecobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan metode Demonstrasi Plot seluas 318,65 m2 yang belangsung selama 4 bulan. Parameter yang diamati adalah bobot produksi per luas lahan, serta analisa financial kelayakan usaha bawang merah yaitu, total penerimaan, total biaya, perbandingan laba rugi, profitabilitas dan nilai titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian kompos kombinasi ampas kelapa dan pupuk kandang ayam belum mampu mengoptimalkan produksi bawang merah. Akan tetapi, analisa finansial memperlihatkan hasil bahwa usaha budidaya bawang merah dengan teknologi ini layak untuk diusahakan dengan bobot umbi konsumsi 167 kg per 318,65 m2; total penerimaan Rp. 3.482.000; total biaya Rp. 2.228.865, keuntungan Rp. 1.253.135; Profitabilitas sebesar 56,22 %; R.C rasio 1,56.
Pemanfaatan kombinasi kompos tithonia dan pupuk kandang bebek untuk mengoptimalkan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) Fikri , Hidayatul; Chan, Sari Rukmana Okta Sagiita; Fambari, Rovel Lando
JURNAL HORTUSCOLER Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang tergolong dalam sayuran umbi. Pada budidaya bawang merah, biasanya petani menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus. Hal Ini dapat menurunkan kesuburan tanah. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk organik seperti kompos kombinasi daun tithonia dan pupuk kandang bebek pada budidaya tanaman bawang merah.Tujuan penelitian ini  adalah untuk untuk mengoptimalkan produksi bawang merah dan menganalisis kelayakan usaha budidaya bawang merah di kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus sampai Desember 2022 di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Kegiatan yang telah dilakukan adalah pembuatan kompos, pengadaan umbi bibit, persiapan lahan, pengaplikasian kompos, pemasangan mulsa, persiapan dan penanaman umbi bibit, pemeliharaan yaitu penyiraman, penyulaman, penyapuan, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen serta pemasaran. Produksi bawang merah pada kegiatan proyek usaha mandiri, mencapai 201 kg/250 m² setara 8 ton/Ha, produksi belum optimal jika dibandingkan produksi bawang merah di Kabupaten Lima Puluh Kota sebesar 12,06 ton/Ha setara dengan 301,5 kg/250 m². Harga jual rata-rata Rp. 20.731 per kg sehingga memperoleh pendapatan Rp. 4.167.000, biaya yang dikeluarkan untuk proyek usaha mandiri Rp. 1.787.978 dengan RC ratio 2,3 dan profitabilitas 133 %. Dengan demikian proyek usaha mandiri memperoleh keuntungan dan layak untuk  diusahakan.
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR KULIT PISANG UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN KACANG BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Chairunnisak Chairunnisak
JURNAL HORTUSCOLER Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat. Permintaan masyarakat terhadap kacang buncis terus meningkat, namun produksinya masih rendah khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota. Produksi kacang buncis di Kabupaten Lima Puluh Kota sebanyak 5.569 ton/ha. Rendahnya produksi kacang buncis disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus sehingga mengakibatkan pencemaran tanah, air, dan penurunan tingkat kesuburan tanah. Oleh sebab itu, budi daya tanaman kacang buncis yang baik perlu dilaksanakan untuk mendapatkan produksi yang optimal. Salah satu teknologi untuk meningkatkan produksi kacang buncis adalah dengan penggunaan pupuk organik cair kulit pisang. Tujuan Proyek Usaha Mandiri (PUM) ini adalah mengoptimalkan produksi kacang buncis dengan menggunakan teknologi pupuk organik cair (POC) kulit pisang dan menganalisis kelayakan usaha budi daya kacang buncis dengan menggunakan teknologi pupuk organik cair (POC) kulit pisang. PUM ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2022, dilakukan di kebun percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Pelaksanaan PUM meliputi pembuatan POC kulit pisang, penyediaan benih, pengolahan lahan dan pembuatan bedengan, pemberian pupuk kandang ayam, penanaman benih, penyiraman, penyulaman, pemberian POC kulit pisang, pemasangan ajir dan benang, penyiangan dan pembumbunan, pemupukan susulan, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen, dan pemasaran. Berdasarkan pelaksanaan PUM didapatkan hasil sebanyak 665,5 kg dengan total biaya Rp 1.615.755, total penerimaan Rp 2.412.100, keuntungan Rp 796.345, analisis finansial RC Ratio 1.49, dan profitabilitas 49.28%. Proyek Usaha Mandiri ini disimpulkan mendapatkan keuntungan serta layak untuk diusahakan dan disarankan dalam budi daya kacang buncis menggunakan pupuk organik cair kulit pisang. Kata kunci : kacang buncis, kulit pisang, pupuk kandang ayam
PEMANFAATAN KOMPOS KOMBINASI LIMBAH KULIT KAKAO DAN PUPUK KANDANG AYAM UTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKSI TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Nurfadhilla syafri
JURNAL HORTUSCOLER Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v4i1.655

Abstract

Buncis merupakan salah satu sayuran yang banyak dibudidayakan di Indonesia yang merupakan jenis tanaman sayuran polong dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Produksi Buncis dapat dioptimalkan dengan cara mengaplikasikan bahan organik padaa lahan tanam salah satunya dengan kompos kombinasi kulit kakao dan pupuk kandang ayam. Kandungan hara mineral kulit kakao cukup tinggi, khusunya hara Kalium dan Nitrogen. Tujuan dari Proyek Usaha Mandiri ini adalah pemanfaatan kompos limbah kulit kakao untuk mengoptimalkan produksi tanaman kacang buncis serta menganalisis kelayakan usaha budidaya tanaman buncis dengan potensi pasar di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Kegiatan telah dilakukan selama 4 bulan di lahan percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Parameter yang diamati adalah total produksi buncis per luas lahan 250 m², serta analisa finansial kelayakan usaha buncis yaitu, total penerimaaan, total biaya, perbandingan laba rugi, profitabilitas dan nilai titik impas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian kompos kombinasi kulit kakao dan pupuk kandang ayam mampu mengoptimalkan produksi buncis Berdasarkan hasil Proyek Usaha Usaha Mandiri diperoleh produksi buncis sebanyak 532 kg dari 250 m² luas lahan yang digunakan, dengan pendapatan sebesar Rp.1.947.000, dan total biaya yang digunakan sebesar Rp.1.025.300, dan keuntungan sebesar Rp 948.700 dengan RC ratio 1,92 dan profitabilitas 92,5%, BEP harga Rp.1.920/kg, BEP hasil 218,1 kg dan  BEP lahan sebesar 129,8 m².
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI POC KULIT NANAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA ROMAINE (Lactuca sativa Var romana L.) Chairunnisak, Chairunnisak; Silfita; Darmansyah; Manalu, Gril Tima
JURNAL HORTUSCOLER Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jh.v5i1.792

Abstract

Tanaman selada romaine (Lactuca sativa Var romana L.) termasuk tanaman hortikultura yang dikonsumsi bagian daunnya. Tanaman selada romaine dibudidayakan secara konvensional dengan menggunakan pupuk an-organik secara terus menerus yang mengakibatkan pencemaran lingkungan, terutama tanah. Untuk mengatasi permasalahan yaitu dengan penggunaan pupuk organik salah satunya adalah POC yang berasal dari kulit nanas. Tujuan percobaan ini adalah mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi POC kulit nanas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada romaine dan memperoleh konsentrasi yang tepat pemberian POC kulit nanas pada tanaman selada romaine. Percobaan dilakukan pada bulan April sampai Mei 2024 di PT. Merek Indah Lestari-Taman Simalem resort Merek Hills Lake Toba, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Perlakuan pada percobaan ini yaitu A (kontrol/tanpa pemberian pupuk organik cair), B (Konsentrasi POC 5 ml/liter air), C (Konsentrasi POC 10 ml/liter air), D (Konsentrasi POC 15 ml/liter air), E (Konsentrasi POC 20 ml/liter air). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang akar, dan produksi. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan D (Konsentrasi POC 15 ml/liter air) dengan rata-rata tinggi tanaman 22,4 cm, rata-rata jumlah daun 21,8 helai, rata-rata lebar daun 10,5 cm, rata-rata panjang akar 22,7 cm, dan rata-rata produksi 100,5 gram. Berdasarkan hasil percobaan didapatkan kesimpulan pemberian POC kulit nanas dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada romaine dan pemberian POC kulit nanas pada konsentrasi D (15 ml/l air) merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan produksi tanaman selada romaine.

Page 2 of 3 | Total Record : 25