cover
Contact Name
Yogiek Indra Kurniawan
Contact Email
yogiek@unsoed.ac.id
Phone
+6285640661444
Journal Mail Official
jptijournals@gmail.com
Editorial Address
Jl Kober No 915 RT 08 RW 04 Kelurahan Kober, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia
ISSN : 27754227     EISSN : 27754219     DOI : https://doi.org/10.52436/1.jpti.IDPaper
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah* dari Dosen, Peneliti, Praktisi, dan Guru dari seluruh Indonesia dan Mancanegara. JPTI memiliki fokus dan ruang lingkup yang terdiri dari 1. Lingkup pendidikan : Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi, Pendidikan Karakter, Pendidikan Non formal, Pendidikan Informal, Pendidikan Inklusi, dan Pendidikan Khusus lainnya (Kebencanaan, Komunitas, Anti Korupsi, Bela Negara, dll). 2. Lingkup Teknologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Teknologi kesehatan, bidang keteknikan (Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Geologi, Teknik Kimia, Teknik Perkapalan, dll) Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia terbit setiap bulan (12 kali dalam setahun). JPTI terdaftar dengan P-ISSN : 2775-4227 dan E-ISSN : 2775-4219
Articles 598 Documents
Penggunaan Batu Kapur Sebagai Katalis Heterogen Untuk Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah Yolanda Citra Sari; Robert Junaidi; Abu Hasan
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 8 (2022): JPTI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.204

Abstract

Potensi batu kapur atau batu gamping di Indonesia hampir berada di seluruh wilayah Indonesia. Sumatera selatan saat ini menjadi salah satu produsen batu kapur terbesar di pulau Sumatera. Pertambangan batu kapur di provinsi Sumatera Selatan, terletak di kota Baturaja tepatnya di daerah Ogan Komering Ulu. Salah satu upaya pemanfaatan batu  kapur yaitu sebagai bahan baku pembuatan katalis heterogen karena mengandung Kalsium Oksida (CaO). Kalsium Oksida (CaO) merupakan salah satu jenis katalis heterogen dan memiliki kebasaan yang tinggi. Kebasaan CaO yang tinggi menyebabkan oksida ini banyak digunakan sebagai katalis pada proses transesterifikasi minyak menjadi biodiesel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat katalis CaO yang memiliki kinerja yang tinggi dimana kinerjanya akan diuji pada produksi biodiesel. Pembuatan katalis CaO menggunakan variasi suhu kalsinasi 700oC, 800oC, dan 900oC dengan waktu 3 jam, 3,5 jam, dan 4 jam. Hasil analisa XRD menunjukan Intensitas CaO tertinggi terdapat pada katalis variasi suhu 900oC waktu 3 jam. Dengan puncak karakteristik pada 2? = 32,21o; 37,31o; 53,83o; 64,13o; 67,33o; 79,61o dan 88,48o. Proses Transesterifikasi dilakukan dengan cara mereaksikan minyak jelantah dengan metanol dengan perbandingan rasio mol 1 : 16 dan katalis CaO sebanyak 1 gram dengan kecepatan pengadukan 800 rpm selama 1 jam pada suhu 60oC. Hasil analisis diperoleh yield biodiesel sebesar 55%, densitas sebesar 0,86 gr/cm3 dan viskositas sebesar 1,45 mm2/s.
Plastik Biodegradable Berbasis Carboxymethyl Cellulose dari Ampas Tebu Etyka Rahmasari; Mustain Zamhari; Idha Silviyati
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 9 (2022): JPTI - September 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.205

Abstract

Penumpukan sampah plastik sintetik pada lingkungan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, guna menanggulangi hal tersebut maka munculah inovasi untuk mengganti penggunaan plastik sintetik dengan plastik biodegradable. Biopolimer yang berpotensi sebagai bahan baku carboxymethyl cellulose adalah ampas tebu yang mengandung selulosa mencapai 40-50%. Selulosa yang digunakan sebagai bahan baku plastik biodegradable harus diturunkan terlebih dahulu. Salah satu turunan selulosa adalah Carboxymethyl Cellulose (CMC). Carboxymethyl Cellulose adalah eter polimer selulosa berbentuk linier, bersifat biodegradable, dan tidak beracun. Sintesis CMC dilakukan dengan reaksi alkalisasi dan karboksimetilasi menggunakan media pelarut. Pembuatan CMC diawali dengan ekstraksi selulosa ampas tebu, kemudian selulosa melalui proses alkalisasi menggunakan NaOH konsentrasi 5%, 15%, 25%, 35%, dan 45% dalam media reaksi berupa isopropanol. Tahap berikutnya adalah proses karboksimetilasi menggunakan asam trikloroasetat (TCA) konsentrasi 15%, 20%, dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Carboxymethyl Cellulose yang didapatkan telah memenuhi SNI 06-3736-1995 adalah pada konsentrasi NaOH 35% dan konsentrasi asam trikloroasetat 20% dengan hasil analisis derajat substitusi, kemurnian, dan pH berturut-turut yaitu 0,82, 99,80%, dan 7,02. Penambahan Carboxymethyl Cellulose berpengaruh terhadap kemampuan plastik biodegradable dimana dari hasil pengamatan plastik biodegradable yang dihasilkan dapat terdegradasi 100% dalam 4 hari dengan nilai kuat tarik sebesar 6,946 MPa, dan %elongasi sebesar 12%.
Pembuatan Selulosa Asetat dari Ampas Tebu untuk Diaplikasikan sebagai Bahan Baku Plastik Biodegradable Febri Aris Munandar; Muhammad Yerizam; Fadarina HC
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 9 (2022): JPTI - September 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.206

Abstract

Kandungan selulosa pada ampas tebu yang cukup tinggi berpotensi untuk dibuat plastik biodegradable dengan mengkonversinya menjadi turunan selulosa, salah satunya selulosa asetat. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kondisi optimal pada pembuatan selulosa asetat dari ampas tebu dan menguji pengaplikasiannya untuk dibuat plastik biodegradable. Metode pembuatan selulosa asetat dilakukan dengan proses asetilasi menggunakan asam asetat glasial sebagai acetylating agent dan asam fosfat sebagai pelarutnya. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu variasi waktu asetilasi (15, 30, dan 45 menit) dan jumlah pelarut asam fosfat (60, 80, 100, 120, dan 140 ml). Hasil dari penelitian ini didapatkan kondisi optimum pembuatan selulosa asetat dengan rendemen, kadar asetil, dan derajat subsitusi tertinggi berturut-turut 39,47%; 39,82%, dan 2,5 pada waktu asetilasi 15 menit dan jumlah pelarut 100 ml. Uji pengaplikasian selulosa asetat untuk dibuat plastik biodegradable mendapatkan hasil kuat tarik 6,86 MPa, elongasi 12%, dan terdegradasi dalam 5  hari.
Rekomendasi Desain Angelbar Bracket Fifth Wheel JSK38 pada Truk Scania R500 dan Trailer SST74 dengan Metode Quality Function Deployment dan Finite Element Method Eko Ari Wibowo; Muhammad Nur Wahyu Hidayah; Ngisomudin Ngisomudin
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 8 (2022): JPTI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.207

Abstract

Peneltitian ini bertujuan untuk menentukan desain angelbar bracket yang digunakan sebagai alat penghubung antara truk dan trailer, karena dalam instalasi Trailer SST74 pada Truk Scania R500 dibutuhkan fifth wheel JSK38 yang terpasang pada kerangka truk sebagai penghubung. Proses pemasangan fifth wheel pada kerangka truk diperlukan dudukan berupa angelbar bracket sebagai alat penghubung antar keduanya. Metode perancangan dan pengembangan alat tersebut menggunakan Quality Function Deployment (QFD) untuk mendapatkan desain yang kompetitif sesuai dengan kebutuhan alat. Proses pengumpulan data melibatkan pelanggan sebagai masukan dalam perancangan sampai dengan analisa pada desain alat. Terdapat tiga alternatif desain yang dianalisa menggunakan Finite Element Method (FEM), selanjutnya data tersebut di analisa denga metode QFD sehingga diperoleh alternatif desain nomor tiga sebagai desain yang direkomendasikan dengan pemenuhan Voice of Customer (VoC) sebesar 82% dari keseluruhan permintaan pelanggan, sedangkan 18% permintaan pelanggan yang belum terpenuhi dapat diminimalisir dengan standar operasional prosedur pada proses instalasi alat tersebut.
Karakteristik Kesiapan Belajar Mandiri Mahasiswa Arfi Nurul Hidayah; Miko Ferine; Raditya Bagas Wicaksono
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 8 (2022): JPTI - Agustus 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.209

Abstract

SCL (student centered learning) merupakan strategi pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subyek yang aktif, mandiri dan bertanggung jawab sepenuhnya dalam proses belajarnya. Peserta didik beserta proses belajarnya menjadi tokoh utama dalam proses pembelajaran. Semakin kompleksnya materi belajar dan tantangan kebutuhan jaman yang dinamis menuntut adanya kemampuan belajar yang mandiri. Oleh karena itu, kesiapan mahasiswa untuk belajar atas keinginan sendiri (self directed learning readiness) merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik kesiapan belajar mandiri mahasiswa Kedokteran Umum. Desain penelitian ini ialah mixed methods secara analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan pendekatan fenomenologi untuk mendalami hasil penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu pengisian kuesioner Self Directed Learning Readiness Scale dan wawancara semi terstruktur. Kesimpulan penelitian ini ialah rata-rata mahasiswa Kedokteran Umum memiliki skor kesiapan belajar mandiri yang tinggi. Mahasiswa angkatan 2019 menunjukkan skor kesiapan belajar mandiri kategori sedang sebanyak 9.1%, tinggi 57.3%, dan sangat tinggi 33.6%. Mahasiswa angkatan 2016 menunjukkan skor kesiapan belajar mandiri kategori sedang sebanyak 17.8%, tinggi 50.5%, dan sangat tinggi 31.7%. Sedangkan mahasiswa profesi angkatan 2014 menunjukkan skor kesiapan belajar mandiri kategori rendah sebanyak 2.3%, sedang 4.5%, tinggi 56.8%, dan sangat tinggi 36.4%. Proses identifikasi kebutuhan belajar sudah baik, namun konsistensi, manajemen waktu, pengendalian diri, wawasan kinerja, dan ulasan masih perlu ditingkatkan.
Pengembangan Magecah (Materi Game Pecahan) Dalam Pelajaran Matematika untuk Kelas IV Sekolah Dasar Aldila Febrika Rachma; Dwi Kameluh Agustina
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 9 (2022): JPTI - September 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.213

Abstract

Penelitian dilakukan di tiga sekolah yaitu UPT SDN Kendalrejo 04, UPT SDN Sidodadi 03 dan UPT SDN Talun 03 tentang pengembangan media split play. Landasan penelitian ini adalah keadaan pandemi Covid-19, kurangnya kreativitas guru dalam pembelajaran, siswa mengalami kesulitan dalam memahami matematika pecahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pengembangan materi permainan pecahan dan untuk mengetahui keterbacaan guru dan siswa terhadap penggunaan materi permainan pecahan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan model Borg and Gall RnD yang telah diterapkan dan dikembangkan oleh Sugiyono. Sampel penelitian ini adalah guru SD yang berjumlah 20 guru dari tiga sekolah di Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar konfirmasi ahli, angket bacaan guru dan siswa. Pengembangan support split game ini menggunakan aplikasi Construct 2 dan Corel Draw X7. Hasil otentikasi dari 3 ahli perangkat keras menghasilkan persentase rata-rata 88,89% dalam kategori relevan, hasil validasi dari 3 ahli media menghasilkan persentase  rata-rata  86,67% dalam kategori layak dan hasil validasi dari 3 ahli bahasa memperoleh nilai persentase 88,33% dari kategori memenuhi syarat. Hasil tes membaca 5 orang guru memiliki rata-rata persentase 99,66 dengan nilai sangat benar dan hasil tes membaca 5 siswa memiliki rata-rata persentase 9 dengan nilai sangat benar. Melalui uraian di atas dapat disimpulkan bahwa membangun materi game edukasi tentang pecahan bawaan sangat layak, sehingga materi pembelajaran ini dapat digunakan dalam pembelajaran matematika pecahan kelas IV SD semester 1.
Pengaruh Pac dan Variasi Tekanan Pada Pemurnian Limbah Cair Tahu Menggunakan Membran Polisulfon Ultrafiltrasi Arga Romauli Sitohang; Selastia Yuliati; Abu Hasan
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 9 (2022): JPTI - September 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.219

Abstract

Limbah cair tahu merupakan cairan kental, umumnya emulsi yang dihasilkan dari proses produksi tahu yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup serta dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Penelitian mengenai pemurnian limbah cair tahu menggunakan adsorben telah banyak dilakukan, namun metode tersebut memiliki kelemahan yaitu memungkinkan tertinggalnya adsorben di dalam limbah. Penelitian mengenai pemurnian limbah cair tahu secara konvensional pun sudah banyak, namun hasilnya ternyata kandungan pencemar yang terdapat pada limbah tahu masih terlampau tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat membran polisulfon untuk memurnikan limbah cair tahu. Polisulfon adalah polimer hidrofobik dan merupakan salah satu polimer yang dapat digunakan dalam proses ultrafiltrasi. Membran akan dibuat dengan menggunakan pelarut DMAc dan PEG 400. Limbah cair tahu akan dilewatkan melalui  membran polisulfon secara ultrafiltrasi. Sebelum melalui membran, limbah cair tahu akan melewati proses koagulasi. Koagulan yang digunakan adalah Poly Aluminium Chloride (PAC) dengan dosis 2000 ppm. Tekanan operasi akan diatur dengan variasi 0,5 ; 1,0 ; 1,5 ; dan 2,0. Untuk analisa morfologi membran akan menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Nilai rejeksi terbaik bagi parameter limbah cair tahu seperti COD, TDS, dan ammonia didapatkan pada tekanan 1,5 bar. Semakin tinggi tekanan operasi membran, maka nilai rejeksi membran akan menurun karena hal ini erat kaitannya dengan deformasi membran.
Pemurnian Minyak Sawit Merah Menggunakan Filter Bentonit dan Membran Keramik Vina Oktarianti; Erwana Dewi; Robert Junaidi
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 10 (2022): JPTI - Oktober 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.220

Abstract

Minyak Sawit mentah (Crude Palm Oil) adalah minyak kasar yang diperoleh dengan cara ekstraksi daging buah sawit dan mempunyai karakter yang belum layak makan karena masih banyak mengandung kotoran terlarut dan tidak terlarut dalam minyak.  Minyak sawit merah adalah minyak sawit yang diperoleh tanpa melalui proses pemucatan (bleaching) tujuannya mempertahankan kandungan karotenoidnya. Membran keramik dapat menjadi salah satu alternatif media filter untuk pengolahan minyak sawit khususnya minyak sawit merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan melakukan inovasi proses dalam pemurnian MSM menggunakan filter bentonit dan membran keramik serta mengetahui karakteristik produk minyak sawit merah yang dihasilkan. Proses pemurnian dengan filter terdiri dari bentonit , membran keramik, dan cartridge dilakukan pada tekanan 5 bar dengan variasi suhu 50oC, 60oC, 70oC dengan waktu penampungan permeat tiap 2 menit.  Hasil penelitian didapatkan nilai fluks tertinggi pada suhu 50oC yaitu 54,420 L/m2.jam. Membran keramik ini mampu merejeksi kandungan ?-karoten sebesar 27,140 % sedangkan rejeksi asam lemak bebas tertinggi sebesar 2,627%.  Produk terbaik minyak sawit merah yang dihasilkan  memiliki densitas 0,9263 g/ml, viskositas 15,54 cp, kadar air 0,020%, ALB 6,099%, bilangan peroksida 5,984 mEk/kg dan ?-karoten 766,057 ppm. Namun produk yang dihasilkan masih belum memenuhi standar MSM yang dijual dipasaran karena kandungan yang terdapat didalam produk minyak sawit merah masih tinggi terutama pada kandungan asam lemak bebas dan bilangan peroksida.
Pengaruh Variasi Tekanan Pada Pemurnian Minyak Goreng Bekas Menggunakan Membran Polisulfon Ultrafiltrasi Muhammad Hamzah Alhusaini; Selastia Yuliati; Muhammad Yerizam
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 9 (2022): JPTI - September 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.223

Abstract

Teknologi membran telah banyak digunakan dalam berbagai industri, salah satunya adalah pengolahan makanan. Polisulfon adalah polimer hidrofobik dan merupakan salah satu polimer yang dapat digunakan dalam proses ultrafiltrasi. Minyak jelantah adalah minyak goreng yang telah dipakai berulang kali hingga mengalami perubahan fisik seperti warna yang berubah menjadi kecoklatan, kental, dan berbusa. Penelitian mengenai pemurnian minyak jelantah menggunakan adsorben telah banyak dilakukan, namun metode tersebut memiliki kelemahan yaitu memungkinkan tertinggalnya adsorben di dalam minyak. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat membran polisulfon untuk memurnikan minyak jelantah. Membran akan dibuat dengan menggunakan pelarut DMAc dan aditif PEG. Minyak jelantah akan dilewatkan melalui membran polisulfon secara ultrafiltrasi. Dalam penelitian ini, digunakan minyak goreng bekas dari salah satu restoran di kota Palembang. Pada penelitian, membran dibuat dengan komposisi 18% PSf : 60% DMAc : 22% PEG.   Tekanan operasi akan diatur dengan variasi 0,5 ; 1,0 ; 1,5 dan 2,0 bar. Dari penelitian uji fluks didapatkan rata-rata fluks tertinggi sebesar 16,27959 L/m2.jam, diperoleh pada tekanan 2,0 bar. Kondisi optimum penurunan parameter pada minyak goreng bekas didapatkan dari sampel pada tekanan 0,5 bar. Nilai rejeksi terbaik bagi parameter minyak goreng bekas seperti kadar ALB, kadar air, bilangan peroksida dan densitas didapatkan pada tekanan 0,5 bar. Semakin tinggi tekanan operasi membran, maka nilai rejeksi membran akan menurun karena hal ini erat kaitannya dengan deformasi membran.
Film Nanokomposit Berbasis Termoplastik Pati Singkong -Polivinil Alkohol Dengan Nanoselulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Sebagai Bahan Penguat Soni Hidayat; Anerasari Meidinariasty; Robert Junaidi
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 2 No 10 (2022): JPTI - Oktober 2022
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.225

Abstract

Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang mengandung kadar selulosa tinggi dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan nanoselulosa (NC) yang dimanfaatkan sebagai filler untuk Film Komposit berbasis Termoplastik Pati Singkong - Polivinil Alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio TPS:PVA:NC konstan 5% dari berat TPS:PVA 5:0, 4:1, 3:2, 2:3, 1:4 dan 0:5. Kemudian kedua, setelah mendapatkan film terbaik dari percobaan pertama rasio terbaik divariasikan konsentrasi nanoselulosanya dengan konsentrasi 5, 6, 8 dan 10% sehingga akan diperoleh 9 film komposit yang diteliti. Hasil yang diperoleh berupa lembaran tipis plastik film nanokomposit yang telah diuji sifat mekanik, uji degradasi dan uji ketahanan airnya. Didapatkan konsentrasi nanoselulosa terbaik 10% b/b untuk menghasilkan film komposit dengan nilai uji tarik tertinggi sebesar 14,72%, uji degradasi 51% dan uji ketahanan air dengan persen air terserap tertinggi (71%) serta nilai elongasi tertinggi sebesar 108,33% pada konsentrasi nanoselulosa terbaik 10% b/b.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6 No 1 (2026): JPTI - Januari 2026 Vol 5 No 12 (2025): JPTI - Desember 2025 Vol 5 No 11 (2025): JPTI - November 2025 Vol 5 No 10 (2025): JPTI - Oktober 2025 Vol 5 No 9 (2025): JPTI - September 2025 Vol 5 No 8 (2025): JPTI - Agustus 2025 Vol 5 No 7 (2025): JPTI - Juli 2025 Vol 5 No 6 (2025): JPTI - Juni 2025 Vol 5 No 5 (2025): JPTI - Mei 2025 Vol 5 No 4 (2025): JPTI - April 2025 Vol 5 No 3 (2025): JPTI - Maret 2025 Vol 5 No 2 (2025): JPTI - Februari 2025 Vol 5 No 1 (2025): JPTI - Januari 2025 Vol 4 No 12 (2024): JPTI - Desember 2024 Vol 4 No 11 (2024): JPTI - November 2024 Vol 4 No 10 (2024): JPTI - Oktober 2024 Vol 4 No 9 (2024): JPTI - September 2024 Vol 4 No 8 (2024): JPTI - Agustus 2024 Vol 4 No 7 (2024): JPTI - Juli 2024 Vol 4 No 6 (2024): JPTI - Juni 2024 Vol 4 No 5 (2024): JPTI - Mei 2024 Vol 4 No 4 (2024): JPTI - April 2024 Vol 4 No 3 (2024): JPTI - Maret 2024 Vol 4 No 2 (2024): JPTI - Februari 2024 Vol 4 No 1 (2024): JPTI - Januari 2024 Vol 3 No 12 (2023): JPTI - Desember 2023 Vol 3 No 11 (2023): JPTI - November 2023 Vol 3 No 10 (2023): JPTI - Oktober 2023 Vol 3 No 9 (2023): JPTI - September 2023 Vol 3 No 8 (2023): JPTI - Agustus 2023 Vol 3 No 7 (2023): JPTI - Juli 2023 Vol 3 No 6 (2023): JPTI - Juni 2023 Vol 3 No 5 (2023): JPTI - Mei 2023 Vol 3 No 4 (2023): JPTI - April 2023 Vol 3 No 3 (2023): JPTI - Maret 2023 Vol 3 No 2 (2023): JPTI - Februari 2023 Vol 3 No 1 (2023): JPTI - Januari 2023 Vol 2 No 12 (2022): JPTI - Desember 2022 Vol 2 No 11 (2022): JPTI - November 2022 Vol 2 No 10 (2022): JPTI - Oktober 2022 Vol 2 No 9 (2022): JPTI - September 2022 Vol 2 No 8 (2022): JPTI - Agustus 2022 Vol 2 No 7 (2022): JPTI - Juli 2022 Vol 2 No 6 (2022): JPTI - Juni 2022 Vol 2 No 5 (2022): JPTI - Mei 2022 Vol 2 No 4 (2022): JPTI - April 2022 Vol 2 No 3 (2022): JPTI - Maret 2022 Vol 2 No 2 (2022): JPTI - Februari 2022 Vol 2 No 1 (2022): JPTI - Januari 2022 Vol 1 No 12 (2021): JPTI - Desember 2021 Vol 1 No 11 (2021): JPTI - November 2021 Vol 1 No 10 (2021): JPTI - Oktober 2021 Vol 1 No 9 (2021): JPTI - September 2021 Vol 1 No 8 (2021): JPTI - Agustus 2021 Vol 1 No 7 (2021): JPTI - Juli 2021 Vol 1 No 6 (2021): JPTI - Juni 2021 Vol 1 No 5 (2021): JPTI - Mei 2021 Vol 1 No 4 (2021): JPTI - April 2021 Vol 1 No 3 (2021): JPTI - Maret 2021 Vol 1 No 2 (2021): JPTI - Februari 2021 Vol 1 No 1 (2021): JPTI - Januari 2021 More Issue