cover
Contact Name
Ainur Komariah
Contact Email
ainurkomariah.ak@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
japtiunivetbantara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Letjen. S. Humardani, No. 1, Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI)
ISSN : 27221539     EISSN : 27223795     DOI : http://dx.doi.org/10.32585/japti.v1i1.621
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Universitas Veteran Bangun Nusantara. JAPTI terbit berkala 6 bulanan, atau 2 kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. JAPTI menerima naskah artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, baik pada jurnal maupun media publikasi lain.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2025)" : 6 Documents clear
Penerapan Teknik Asosiasi Data Mining untuk Menemukan Pola Penjualan di Kantin Kampus Saputro, Muhammad Rifki; Syaharani, Alifhia Desta; Septaria, Siti Shoofiyah; Shofa, Mohamad Jihan
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.6243

Abstract

Dengan menggunakan algoritma Apriori, penelitian ini mencoba menemukan pola penjualan produk di kantin kampus. Algoritma ini dipilih karena kemampuannya dalam menemukan hubungan antar produk berdasarkan aturan tertentu yang dihasilkan dari data transaksi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari 200 transaksi penjualan yang terjadi selama satu minggu, yang mencakup berbagai jenis makanan dan minuman. Analisis dimulai dengan membuat satu set itemset dan kemudian menggabungkan itemset hingga menemukan aturan asosiasi yang memenuhi nilai minimum dukungan dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga aturan asosiasi yang memenuhi kriteria dukungan minimal 30% dan keyakinan minimal 80%. Beberapa aturan yang dihasilkan antara lain: jika Anda membeli nasi bakar, kemungkinan besar Anda akan membeli usus bakar dengan keyakinan 82%, dan jika Anda membeli nasi bakar, kemungkinan besar Anda akan membeli bakso bakar dengan keyakinan 81%. Aturan lainnya adalah jika Anda membeli usus bakar, kemungkinan besar Anda akan membeli bakso bakar dengan tingkat kepercayaan 87%. Temuan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi kantin kampus dalam pengelolaan stok dan tata letak produk, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dan memaksimalkan keuntungan. Oleh karena itu, penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma Apriori dapat digunakan dengan baik untuk menganalisis pola penjualan dan membantu bisnis membuat keputusan berbasis data.
Analisis Pengendalian Kualitas Kain Spandex Dengan Metode Statistical Process Control (SPC) Ramadhan, Naradea Putra; Prasetyo, Rian
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.5954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas kain spandex di PT. XYZ menggunakan metode Statistical Process Control (SPC). SPC adalah metode yang memungkinkan perusahaan memantau dan mengendalikan proses produksi secara statistik untuk mengurangi kecacatan produk. Pada produksi kain spandex di perusahaan ini, beberapa cacat yang sering muncul adalah spandex putus, jarum patah, kotor oli, dan krismak. Data cacat diperoleh melalui observasi selama 30 hari, mencatat jumlah kecacatan berdasarkan jenisnya. Analisis melibatkan pembuatan check sheet, histogram, diagram pareto, diagram scatter, peta kendali, dan diagram fishbone. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat spandex putus adalah yang paling dominan dengan persentase 47,62%, diikuti jarum patah (20,87%), krismak (18,37%), dan kotor oli (13,12%). Peta kendali mengungkapkan beberapa data yang berada di luar batas kendali, menunjukkan perlunya perbaikan lebih lanjut. Diagram sebab-akibat (fishbone) menunjukkan faktor utama penyebab kecacatan adalah mesin, material, dan faktor manusia, terutama karena kurangnya perawatan mesin dan pengawasan terhadap kualitas bahan baku. Dengan menggunakan SPC, penelitian ini mengidentifikasi langkah-langkah perbaikan, termasuk perawatan mesin secara berkala dan inspeksi bahan baku yang lebih ketat, untuk mengurangi kecacatan dan meningkatkan kualitas kain spandex di PT. XYZ.
Studi Penerapan Metode Quality Function Deployment (QFD) Terhadap Pengembangan Produk di Berbagai Bidang Agustian, Dendi
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.6416

Abstract

Penelitian ini membahas studi penerapan metode Quality Function Deployment (QFD) dalam pengembangan produk di berbagai bidang industri. QFD merupakan metode sistematis yang bertujuan untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam karakteristik teknis produk, sehingga menghasilkan inovasi yang lebih sesuai dengan harapan pasar. Studi ini dilakukan melalui analisis literatur dari berbagai sumber ilmiah yang membahas implementasi QFD dalam sektor fashion, makanan dan minuman, teknologi dan manufaktur, kesehatan dan medis, serta pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QFD berperan penting dalam meningkatkan efektivitas strategi pengembangan produk dengan menggunakan House of Quality (HOQ) sebagai alat utama untuk mengidentifikasi atribut prioritas pelanggan. Dengan penerapan yang tepat, QFD dapat membantu perusahaan meningkatkan daya saing dan kualitas produk secara berkelanjutan.
Perawatan dan Penjadwalan Mesin Cutting-Sawing Menggunakan Metode RCM Santosa, Yohanes Stefanus Kusuma; Prasetyo, Rian
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.6498

Abstract

PT. XYZ adalah sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam produksi karung plastik jenis Polypropylene Woven Bag. Perusahaan ini mengadopsi sistem produksi berdasarkan pesanan (make to order). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kerusakan yang terjadi di mesin cutting-sewing dan membuat penjadwalan rutin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RCM (Reliability Centered Maintenance). Berdasarkan analisa menggunakan RCM terdapat nilai dari mean time to repair (MTTR) 0,53 Jam. Komponen mesin cutting-sewing akan mengalami kerusakan sebanyak 0,000147 kerusakan perjam. Sedangkan nilai dari mean time between falilure (MTBF) pada Mesin Cutting-sewing sebesar 53,625 jam. Dan Availabillty pada mesin Cutting-sewing menunjukan angka 1.1 Ketersediaan mesin yang berarti suatu mesin dapat berproduksi lebih sering dan memerlukan lebih sedikit waktu untuk perawatan dan perbaikan. Dilakukan penjadwalan perbaikan mesin agar dapat mengurangi risiko terjadinya kerusakan serius pada mesin selama berlangsungnya proses produksi. Karena total rata-rata kerusakan mesin yang terjadi adalah 54 Jam, maka waktu yang optimal dilakukan perbaikan mesin yaitu 3 hari sebelum mesin mengalami beberapa kerusakan komponen, mengingat mesin berjalan selama 24 jam tanpa henti.
Analisis Positioning Produk Madu Berdasarkan Berdasarkan Perceptual Mapping dengan Metode Analisis Multidimensional Scalling (MDS) Pambudi, Priyo Bagus; Komariah, Ainur; Ahya, Rahmatul
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.6499

Abstract

Menurut data dari Badan Pusat Statistik, bidang industri yang semakin berkembang pada saat ini adalah bidang industri makanan atau pangan, hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan jumlah perusahaan makanan sebesar 12% setelah pandemi, salah satu industri yang mengalami kenaikan adalah indsutri produk madu, Hal tersebut berbanding lurus dengan persaingan pangsa pasar dan menuntut perusahaan agar terus menjaga dan meningkatkan standar kualitas produknya, masalah lain yang muncul adalah produk yang dipasarkan memiliki kesamaan dengan produk yang dipasarkan oleh produsen yang lain sehingga produsen akan berkompetisi untuk membuat perbedaan dari produknya agar mudah dikenali oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui positioning produk dan mengetahui atribut-atribut apa saja yang diunggulkan dari sebuah merk. Pendekatan yang diguanakan dalam penelitian ini adalah analisis Multidimensional Scalling dan dibaca melalui Perceptual Mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk madu yang berada di pasaran terbagi menjadi 3 jenis kemasan yakni sachet, botol plastik dan botol kaca. Dalam produk sachet, Merk TJ berada dalam posisi ke-1 karena madu TJ unggul hampir dalam semua atribut, Dalam produk botol plastik, Merk Madurasa berada dalam posisi ke-1 karena madu Madurasa unggul 5 dari 10 atribut, dan Dalam produk botol kaca, Merk Nusantara berada dalam posisi ke-1 karena madu TJ unggul hampir dalam semua atribut.
Pengukuran Kinerja Supply Chain dengan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) Pada CV. Pria Tampan di Kampoeng Batik Laweyan Solo Lestari, Mathilda Sri; Lukmiyati, Sri; Suprapto; Darsini
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v6i1.7152

Abstract

CV Pria Tampan termasuk dalam kategori industri batik skala besar. Perusahaan ini memproduksi batik untuk pasar lokal dan internasional, menggunakan sistem produksi make to stock dan make to order. Kegiatan supply chain meliputi pembelian bahan baku, kegiatan produksi, dan pendistribusian kepada pelanggan. Di dalam supply chain management (SCM) kinerja dan perbaikan secara berkelanjutan merupakan aspek fundamental. Untuk mengoptimalkan produk batik sampai ke pelanggan dan meningkatkan performansi sebagai industri batik yang kuat diantara pesaing, maka perlu melakukan pengukuran kinerja supply chain. Metode yang digunakan adalah supply chain operations reference (SCOR). Terdapat 5 proses inti yaitu plan, source, make, deliver, dan return dengan atribut yaitu reliability, responsiveness, agility, cost, dan asset. Pada model SCOR identifikasi Key Performance Indicator (KPI) menjadi tolak ukur dalam pengukuran kinerja perusahaan. KPI memiliki satuan yang berbeda sehingga dilakukan perhitungan normalisasi Snorm De Boer untuk menyamakan skor. Penentuan prioritas menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Nilai total kinerja supply chain didapat dari nilai skor KPI dikalikan dengan bobot dari perhitungan AHP. Hasil perhitungan total nilai kinerja supply chain CV. Pria Tampan sebesar 68,63% tergolong rata-rata dan hasil pembobotan pada proses inti yang memiliki bobot tertinggi adalah proses make sebesar 0,29. Artinya, proses make memiliki prioritas pertama dalam kegiatan supply chain.

Page 1 of 1 | Total Record : 6