cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 4 (2022): December" : 45 Documents clear
Sosialisasi Pemberian Vaksin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan Pemasangan Ear Tag Kolaborasi bersama UPT Peternakan dan Pertanian Praya Tengah Iwan Doddy Dharmawibawa; Ali Imran; Ida Royani; Susmita Santika
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.1024

Abstract

Wilayah Desa Dakung terletak di tengah-tengah pulau Lombok, tepatnya di Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Dakung merupakan daerah yang terletak pada dataran yang cukup tinggi, secara wilayah desa dakung berada di kecamatan Praya Tengah, dimana wilayah kecamatan Praya Tengah terdiri atas 9 desa, dan salah satu diantaranya desa Dakung. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini sedang banyak melanda ternak di Indonesia, penyakit PMK disebabkan oleh infeksi dari virus yang dapat terjadi karena adanya kontaminasi virus pada petugas, kendaraan, pakan ternak dan produk ternak berupa susu, daging, jeroan, tulang, darah, semen, embrio dan feses dari hewan sakit. Permasalalahan yang kedua adalah soal pemahaman masyarakat di Desa Dakung tentang perawatan hewan ternak masih kurang, terutama dalam kondisi penyebaran virius PMK yang sedang marak terjadi di Indonesia dan khususnya di desa Dakung. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat peternak sapi di Desa Dakung Kecamaan Praya Tengah  Kabupaten Lombok Tengah.akan pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak terhadap insfeksi virus PMK dan upaya pencegahannya serta pemberian eartag pada sapi untuk mempermudah pendataan kesehatan hewan ternak. Dalam pengabdian masyarakat di Desa Dakung ini diperoleh hasil pengetahuan masyarakat meningkat tentang cara menjaga kebersihan kandang sapi miliknya sebagai salah satu upaya pencegahan infeksi virus PMK, masyarakat dapat memahami tentang pentingnya memberikan vaksinasi PMK sebagai upaya memberikan kekebalan ternak sapi terhadap infeksi virus PMK dan masyarakat mengetahui pentingnya pemberian tanda pengenal “Eartag” pada sapi untuk mempermudah mengontrol pertumbuhan dan kesehatan ternak sapinya. Collaboration of UPT Farming and Praya Tengah Agricultural Departement on Dissemination of Foot and Mouth Disease Vaccination and Ear Tagging Event The Dakung Village area is located in the middle of the island of Lombok, to be precise in Praya Tengah District, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. Dakung Village is an area located on a fairly high plateau, regionally the Dakung village is in the Praya Tengah sub-district, where the Praya Tengah sub-district consists of 9 villages, and one of them is the Dakung village. Foot and Mouth Disease (FMD) is currently affecting livestock in Indonesia, FMD is caused by infection from a virus which can occur due to virus contamination in workers, vehicles, animal feed and livestock products in the form of milk, meat, offal, bone, blood, semen, embryos and faeces from sick animals. The second problem is the lack of understanding of the people in Dakung Village about caring for livestock, especially in the context of the spread of the FMD virus which is currently rife in Indonesia and especially in Dakung Village. This community service aims to provide awareness and knowledge to the cattle farming community in Dakung Village, Praya Tengah Subdistrict, Central Lombok Regency, about the importance of maintaining livestock health against FMD virus infection and prevention efforts as well as giving eartags to cattle to facilitate livestock health data collection. Community servicethat been held in Dakung Village, show that there was an increasing towards cow”s stall hygiene, as one of the mouth and food disease protection. Community also more aware to FMD vaccination as an effort to reach immunization towards FMD infection. This program also spreading the information about ear tag as a control tools towards cattle development and health
Pelatihan Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Ekperimen Untuk Menunjang Pembelajaran Saintifik Muhammad Asy'ari; Hunaepi Hunaepi; Hulyadi Hulyadi; Muhali Muhali; I Ketut Sukarma; Irma Utu Nganji; Istin Fitriana Aziza
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.1028

Abstract

Kurikulum 2013 telah diimplementasikan semenjak 2013 akan tetapi sampai saat ini masih ditemukan banyak kendala teknis seperti proses implemntasi, media, alat dan bahan ajar yang masih belum memadai, selain kendala teknis guru-guru juga masih belum sepenuhnya memahmi proses perncangan perangkat pembelajaran salah satunya adalah bahan ajar berupa buku dan lembar kerja peserta didik Kondisi ini juga ditemukan di Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu di SMP Negeri 5 Gerung. Guru-guru IPA belum dapat mengembangkan LkM yang dapat menunjang pembelajaran dengan menerapkan Kurikulum 2013. Adapun tujuan dari PkM ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi guru dalam mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis ekperimen sebagai penunjang pembelajaran saintifik. Mitra yang terlibat dalam kegitan ini adalah guru-guru IPA SMP Negeri 5 Gerung yang berjumlah 4 orang guru. Solusi yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi guru mitra yaitu melalui serangkaian kegiatan IST (in service training), OST (on service training). Hasil capaian kegitan PkM adalah;  1) Meningkatnya  kemampuan  guru  IPA  SMP Negeri 5 Gerung dalam merancang dan menyusun bahan ajar berupa LKPD berbasis ekperimen, 2) Tersusunnya bahan ajar berupa LKPD berbasis ekperimen. Workshop on Preparation of Student Worksheets Based on Experiments to Support Scientific Learning  The 2013 curriculum has been implemented since 2013 but until now there are still many technical obstacles such as the implementation process, media, tools and teaching materials that are still inadequate, apart from technical constraints teachers also still do not fully understand the process of designing learning devices, one of which is learning materials. teaching materials in the form of books and worksheets for students. This condition is also found in Community Partnership Program Partners (PKM), namely at SMP Negeri 5 Gerung. Science teachers have not been able to develop LkM that can support learning by applying the 2013 Curriculum. The purpose of this PkM is to provide training and assistance for teachers in developing Student Worksheets (LKPD) based on experiments to support scientific learning. The partners involved in this activity were science teachers at SMP Negeri 5 Gerung, totaling 4 teachers. The solution used to solve the problems faced by partner teachers is through a series of IST (in service training), OST (on service training) activities. The results of PkM activities are; 1) Increasing the ability of science teachers at SMP Negeri 5 Gerung in designing and compiling teaching materials in the form of experiment-based LKPD, 2) The preparation of teaching materials in the form of experiment-based LKPD.
Pelatihan Rancangan Pembelajaran Konservasi Lingkungan Berbasis Local Wisdom Melalui Lesson Study pada Lembaga Penjaga Hutan Kampung (LPHK) di Kabupaten Bener Meriah Najmuddin Najmuddin; Halus Satriawan; Misnar Misnar; Yusrizal Akmal; Nuraida Nuraida
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.1025

Abstract

Trauma yang diakibatkan bencana banjir bandang di Desa Damaran Baru Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah telah menggerakkan hati masyarakat untuk menjaga hutan di sekitar tempat tinggal mereka. Para perempuan bergerak melindungi kampung dengan membentuk Lembaga Pengelolaan Hutan Kampung (LPHK). Permasalahan pencegahan atau konservasi lingkungan melalui jalur edukasi (pendidikan) belum dilaksanakan secara formal. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menyusun Kompetensi Konservasi lingkungan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Melakukan Pelatihan model Pembelajaran Konservasi Lingkungan Berbasis Lesson Study kepada mitra yaitu Lembaga Pengelolaan Hutan Kampung Damaran Baru yang beranggotakan 20 orang. Hasil pengabdian berupa tersedianya modul pembelajaran konservasi berbasis local wisdom bagi perempuan-perempuan penjaga hutan di Desa Damaran Baru. Tahapan dalam pelatihan pembelajaran kepada perempuan penjaga hutan dan juga guru berbasis local wisdom tentang konservasi lingkungan melalui lesson study yaitu: (1). Plan yaitu Merancang Rencana Pembelajaran (lesson design) berbasis local wisdom tentang konservasi lingkungan melalui lesson study secara kolaborasi antara guru dan perempuan penjaga hutan, (2). Do (penerapan), pada tahap ini perempuan penjaga hutan menjadi model pembelajaran (guru) secara peer teaching untuk mendemonstrasikan rencana pembelajaran yang telah disusun secara bersama sebelum dilakukannya open class di sekolah. (3). Reflection (refleksi) yaitu mendiskusikan permasalahan yang ditemukan selama proses pembelajaran oleh observer pada tahap Do Hasil kegiatan menunjukkan tingkat pemahaman terkait lesson study oleh peserta mitra cukup tinggi, yaitu antara 85-92.  Local Wisdom-Based Environmental Conservation Learning Design Training Through Lesson Study at the Village Forest Ranger Institute (LPHK) in Bener Meriah Regency The trauma caused by the flash flood in Damaran Baru Village, Timang Gajah District, Bener Meriah Regency, has moved the hearts of the people to protect the forests around their homes. The women moved to protect the village by forming a village forest management institution (LPHK). The problem of environmental prevention or conservation through education (education) has not been implemented formally. The purpose of this community service is to develop Environmental Conservation Competence through Focus Group Discussions (FGD) and to Conduct Lesson Study-Based Environmental Conservation Learning Model Training to partners, namely the Kampung Damaran Baru Forest Management Institute, which has 20 members. The result of the dedication was in the form of the availability of local wisdom-based conservation learning modules for women forest rangers in Damaran Baru Village. The stages in learning training for women forest rangers and also local wisdom-based teachers on environmental conservation through lesson study are: (1). Plan, namely Designing Lesson Designs based on local wisdom about environmental conservation through collaborative lesson study between teachers and women forest rangers, (2). Do (implementation), at this stage the female forest ranger becomes a peer teaching learning model (teacher) to demonstrate the lesson plans that have been prepared together before conducting open classes in schools. (3). Reflection, namely discussing the problems found during the learning process by observers at the Do stage. The results of the activity show that the level of understanding related to lesson study by partner participants is quite high, namely between 85-92.
Pelatihan Jiwa Kewirausahaan Di SMA Negeri 1 Karas Novia Restu Windayani; Octaverina Kecvara Pritasari; Sri Dwiyanti; Biyan Yesi Wilujeng; Nieke Andina Wijaya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.956

Abstract

Kurikulum di satuan pendidikan selalu berubah untuk kemajuan dunia pendidikan, salah satunya dengan subjek produk kreatif dan kewirausahaan yang harus dipelajari oleh siswa sekolah menengah atas (SMA) tentang kewirausahaan dan keterampilan sedangkan . Tidak ada sumber daya manusia di sekolah menengah, dan tidak ada kekurangan motivasi untuk siswa sekolah menengah. Tujuan pembelajaran PKWU di SMA adalah untuk memberikan gambaran kepada peserta didik tentang pentingnya berwirausaha. Semakin banyak waktu berkembang, semakin banyak Itu juga dibutuhkan sejumlah pekerja yang baik. Namun ketersediaan lapangan kerja yang sangat sedikit membuat banyak pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu, diharapkan dengan  adanya mata pelajaran PKWU di SMA akan menghasilkan jiwa kewirausahaan di kalangan Siswa. Sehingga kemungkinan munculnya benih-benih pengusaha akan meningkat pesat dan dapat menciptakan lapangan kerja baru di masa depan yang berdampak pada berkurangnya angka pengangguran. Pelaksanaan PKM membuat siswa SMA Negeri 1 Karas lebih memahami kewirausahaan. Dinyatakan dengan hasil evaluasi instrumen yang telah dibagikan bahwa 80% menyatakan bahwa mereka suka dan senang dengan materi perawatan kulit wajah tidak bermasalah secara manual. Hal ini mengindikasikan perlunya pelatihan ulang dengan mengajarkan anak-anak untuk mengembangkan bisnis home care. Entrepreneurial Spirit Training at SMA Negeri 1 Karas The curriculum in the education unit is always changing for the advancement of the world of education, wrong one with the subject of creative products and entrepreneurship that high school students (High School) should learn about entrepreneurship and skills whereas . There is no human resources in high school, and there is no lack of motivation for high school students. The purpose of learning PKWU in high school is to give an overview to learners about the importance of entrepreneurship. The more the times develop, the more It is also required a good number of workers. But very little job availability making a lot of unemployment in Indonesia. Therefore, it is expected with the existence of PKWU subjects in high school will produce entrepreneurial spirits among the Students. So that the possibility of the emergence of businessmen's seeds will increase a lot and can create new jobs in the future that have an impact on reduced unemployment rate. The implementation of PKM makes students of SMA Negeri 1 Karas better understand entrepreneurship. It is stated with the results of the evaluation of the instruments that have been shared that 80% stated that they like and are happy with the facial skin care material is not problematic manually. This indicates the need for retraining by teaching children to develop a home care business
Empowerment Public Branch Village 2 Amban District In Process Results Agriculture Sweet potato bitch Become processed Which Worth Economical And Highly Nutritious Revisika Revisika; Wiska Baharuddin; Enik Maturahman
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.872

Abstract

Generally the farmers in the branch village 2 , Amban District, destination own results enough farming _ many of them is sweet potato creep , dive This This sweet potato only for sale raw and utilized as one _ food addition . Capabilities and skills possessed by farmers in process sweet potato bitch This in a manner general Not yet Not yet Lots so that activity planned training  important For done. Activity community service this is For practice farmer sweet potato in process sweet potato become processed worth economical and nutritious. Partner in activitiesa This is inhabitant the people of village 2 in the Amban district . The implementation of community service PKM uses the Participatory Rapid Appraisal (PRA) approach with the stages of activities, namely 1) planning, 2) implementation, and 3) evaluation. kindly general activity devotion done with Good with indicator participation partners during activity reached 100%, an increase understanding and skills reach 90% and response partners to activity training reach 100%. activity dedication This Still need done in a manner sustainable especially in packaging and marketing from the products that are produced