cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2021)" : 15 Documents clear
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa pada Mata Kuliah Teori Bilangan Erwan Setiawan; Guntur Maulana Muhammad; Muhamad Soeleman
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.513 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.735

Abstract

AbstrakTeori bilangan merupakan cabang matematika yang mempelajari sifat-sifat dan hubungan dari suatu bilangan bulat. Untuk dapat memahami materi teori bilangan dengan baik maka dibutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa pada mata kuliah teori bilangan. Subjek penelitian yaitu 26 mahasiswa program studi pendidikan matematika, FKIP, Universitas Suryakancana tingkat I tahun ajaran 2017-2018. Data penelitian yang dikaji adalah lembar jawaban mahasiswa pada Ujian Tengah Semester tahun ajaran 2017-2018. Dengan metode deskriptif kuantitatif, didapatkan hasil secara umum yang menerangkan bahwa kemampuan pemecahan masalah mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Suryakancana dapat dikategorikan “cukup” (64,62%). Lebih rinci, kemampuan mahasiswa dalam merencanakan penyelesaian masalah dapat dikategorikan “baik”, dengan persentase 74,62% namun sayangnya kemampuan dalam melakukan pengecekan kembali adalah yang paling lemah, dapat dikategorikan “kurang” dengan persentase 54,62%. Hal ini yang nantinya akan menjadi dasar evaluasi dalam perbaikan pembelajaran. College Students’ Problem-Solving Skills Analysis on Number Theory CourseAbstractNumber theory is a branch of mathematics that studies the properties and relationships between an integer. Understanding the material studied in number theory well also requires good mathematical problem-solving skills. This research aims to determine college students' problem-solving skills in a number theory course. The research subjects were 26 students in the mathematics education program, FKIP, Suryakancana University level I in the 2017-2018 school year. The research data used is the student answer sheet in the Middle Semester Examination in the 2017-2018 school year. By the quantitative descriptive method, the results of the research were that the problem-solving skills of students, in the mathematics education program, FKIP, Suryakancana University, can be categorized as fair (64.62%). Specifically, the students’ skill to plan problem-solving can be categorized as good (74.62%) but the validating conclusion is the weakest one that can be categorized as poor (54.62%). This will underlie the evaluation in improving learning.
Kemandirian Belajar Mahasiswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Masa Pandemi Alberta Parinters Makur; Emilianus Jehadus; Sebastianus Fedi; Silfanus Jelatu; Viviana Murni; Polikarpus Raga
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.53 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.862

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk melihat kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Dasar dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh khususnya pembelajaran dalam jaringan selama masa Pandemi Covid-19. Merupakan penelitian kuantitatif-deskriptif dengan 85 orang mahasiswa tahun pertama Prodi Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng dengan fokus untuk mempelajari kemandirian belajar mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dalam jaringan karena situasi Pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan 18.82% mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar rendah, sedangkan 81.18% mahasiswa memiliki kemandirian belajar yang tinggi. Selanjutnya, dalam wawancara semi terstruktur ditemukan bahwa mahasiswa pada awalnya mengalami kesulitan dalam beradaptasi perubahan kebiasaan belajar, keterbatasan sumber daya belajar dalam jaringan, dan kurangnya interaksi baik sesama mahasiswa maupun dengan dosen. Keterbatasan ini mendorong mahasiswa semakin mandiri dalam belajar yang terlihat dari lebih dari 70% mahasiswa sudah menetapkan tujuan belajar, strategi belajar, mampu mengatur waktu belajar, dan melakukan evaluasi diri terhadap proses pembelajaran yang telah diikuti. Lebih dari 80% mahasiswa menentukan lingkungan belajar yang mendukung suasana belajar dan mencari bantuan dari rekan sekelas apabila mengalami kesulitan dalam belajar.  Kata Kunci: kemandirian belajar, pandemic Covid-19, pembelajaran jarak jauh. AbstractThis research was conducted to see the independence of student learning in the Basic Mathematics course in participating in distance learning, especially online learning during the Covid-19 Pandemic. This is a quantitative-descriptive study with 85 first-year students of the Agricultural Socio-Economic Study Program of the Indonesian Catholic University, Santu Paulus Ruteng, with a focus on studying the learning independence of students who take online learning due to the Covid-19 Pandemic situation. The results showed 18.82% of students had low learning independence, while 81.18% of students had high learning independence. Furthermore, in semi-structured interviews, it was found that students initially experienced difficulties in adapting to changes in learning habits, limited learning resources in the network, and a lack of interaction between students and lecturers. This limitation encourages students to be more independent in learning, which can be seen from more than 70% of students who have set learning goals, learning strategies, being able to manage study time, and conduct self-evaluation of the learning process that has been followed. More than 80% of students determine a learning environment that supports a learning atmosphere and seek help from classmates.Keywords: independent learning, Covid-19 pandemic, distance learning.
Pengaruh Media Pembelajaran Game Edukasi Berbasis Construct terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Lia Budi Tristanti; Sodi Akbar; Widya Ana Rahayu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.785 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.873

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pengaruh media pembelajaran game edukasi berbasis construct  terhadap kemampuan pemecahan masalah, dan terhadap hasil belajar logika matematika di SMK PGRI 1 JOMBANG. Siswa yang terlibat sebanyak 31. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu. Adapun jenis desain yang digunakan adalah quasi experiment dengan one–group pretest-posttest design. Teknik pemilihan subjek penelitian yang digunakan adalah teknik simple random sampling. Intrumen penelitian berupa tes. Sebelum melaksanakan penelitian ini, media game edukasi berbasis construct ini telah divalidasi dan direvisi sesuai dengan validator Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh media game edukasi berbasis construct terhadap kemampuan penyelesaian masalah siswa. Selain itu, diperoleh pula ada perbedaan rata-rata antara hasil belajar Pretest dengan Posttest yang artinya ada pengaruh penggunaan media game edukasi berbasis Construct dalam meningkatkan hasil belajar materi logika matematika. The Effect of Construct -Based Educational Game Learning Media on Student Problem Solving Ability and Learning Outcomes AbstractThe purpose of this study is to describe the effect of construct-based educational game learning media on problem-solving abilities, and on the learning outcomes of mathematics logic at SMK PGRI 1 jombang. Students involved were 31. The research method used a quasi-experimental. The type of design used was a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design. The research subject selection technique used was a simple random sampling technique. The research instrument was a test. Before carrying out this research, this construct-based educational game media has been validated and revised according to the validator. The results of this study indicate that first, there is an effect of construct-based educational game media on students' problem-solving abilities. Also, it was concluded that there was an average difference between the pretest and posttest learning outcomes, which meant that there was an effect of using Construct-based educational game media in improving the learning outcomes of students.
Pengembangan Alat Peraga Papan Positif Negatif Berbasis Metode Montessori pada Siswa dengan ADHD Utin Desy Susiaty; Muhamad Firdaus; Novi Andriati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.428 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.870

Abstract

AbstrakHambatan guru dalam menyampaikan materi adalah kurangnya penggunaan benda-benda konkrit dalam setiap pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) rancangan dan implementasi alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori pada siswa dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder); dan (2) sejauh mana kelayakan alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori ini dalam membantu siswa dengan ADHD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menurut Borg & Gall. Subjek dalam penelitian dan pengembangan alat peraga ini adalah siswa-siswi pada salah satu SLB yang terdapat di Kota Pontianak tahun ajaran 2020-2021 dan guru mata pelajaran matematika. Data penelitian diperoleh berdasarkan penilaian oleh pakar/ahli terhadap alat peraga. Hasil penelitian adalah: (1) rancangan dan implementasi alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori pada siswa dengan ADHD memenuhi kriteria valid sebagai media pembelajaran berupa alat peraga dengan kategori sangat valid; (2) alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori layak sebagai media pembelajaran dalam membantu siswa dengan ADHD. Hasil penelitian digunakan sebagai sumbangan pemikiran bagi guru maupun calon guru pendidikan matematika untuk selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran matematika demi tercapainya tujuan pembelajaran siswa sekolah umum maupun SLB. Development of Montessori Method-Based Positive Negative Board Props for Students with ADHDAbstractThe teacher's obstacle in delivering the material is the lack of using concrete objects in every lesson. The research aims to look at: (1) the design and implementation of positive-negative board props based on the Montessori method in students with ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder); and (2) the appropriateness of this Montessori method based positive board props in helping students with ADHD. This research is development research according to Borg & Gall. The subjects in the research and development of this teaching aid are students at one of the special schools in Pontianak City for the 2020-2021 academic year and teachers of mathematics. Research data based on the results by experts/experts on teaching aids. The results of the study were: (1) The design and implementation of positive board props based on the Montessori method for students with ADHD met the valid criteria as learning media in the form of teaching aids with very valid categories; (2) the positive board props based on the negative Montessori method are feasible as a learning medium in helping students with ADHD. The results of the research are used as a contribution of thought for teachers or prospective mathematics education teachers to always innovate in mathematics learning to achieve the learning objectives of students in public schools and special schools.
Kajian Etnomatematika Pola Batik Keraton Surakarta Melalui Analisis Simetri Maria Glory Astriandini; Yosep Dwi Kristanto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.614 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.831

Abstract

AbstrakEtnomatematika memberikan peluang pengkajian batik dari dua sudut pandang, yaitu kebudayaan dan matematika. Kajian seperti ini akan memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran matematika karena peserta didik difasilitasi untuk belajar matematika dengan menggunakan pengetahuan budaya yang relevan dan berbagai macam cara berpikir tentang matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian etnomatematika pada batik Keraton Surakarta yang digunakan dalam upacara tradisi dengan menggunakan analisis simetri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dari hasil analisis diperoleh 11 batik yang memiliki pola simetri. Pola simetri yang muncul dari kesebelas batik tersebut adalah p1, p2, p4m, dan pgg. Selain itu, penelitian ini juga memasangkan pola-pola simetri tersebut dengan makna filosofis batik-batiknya. Dengan demikian, melalui kajian etnomatematika, penelitian ini memberikan kontribusi pedagogis terhadap pembelajaran matematika.Kata Kunci: batik, etnomatematika, kristalografi, simetri AbstractEthnomatematics provides opportunities to study batik from two perspectives, namely culture and mathematics. The study will have a positive impact on mathematics teaching and learning because students are facilitated to learn mathematics by using relevant cultural knowledge and various ways of thinking about mathematics. The purpose of the present study is to conduct an ethnomathematics study on the Keraton Surakarta batik which is used in traditional ceremonies by applying symmetry analysis. The present study employed a descriptive qualitative method. From the analysis, we found that 11 batiks have symmetry patterns. The symmetry patterns are p1, p2, p4m, dan pgg. Besides, the present study also connects the symmetry patterns with the corresponding batik’s philosophical meaning. Therefore, through ethnomathematics, the present study gives pedagogical contributions to mathematics teaching and learning.Keyword: batik, ethnomathematics, crystallography, simmetry
Media Pembelajaran Puzzle pada Bangun Datar Jajargenjang untuk Anak Tunarungu Vina Septiyani; Hartatiana Hartatiana; Ambarsari Kusuma Wardani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.875 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.854

Abstract

Abstrak                                                                                        Anak tunarungu mengalami keterbatasan dalam berbahasa dan komunikasi, sehingga guru disekolah luar biasa dituntut mempunyai strategi dalam menyampaikan materi matematika agar mereka dapat memahami materi dengan baik. Penggunaan media pembelajaran bagi anak tunarungu dapat memberikan pengaruh kepada anak tunarungu agar konsep-konsep dan ide matematika yang bersifat abstrak dapat dikaji, dipahami, dan dicapai oleh penalaran anak. Untuk itu penelitian ini  bertujuan untuk menjelaskan kepraktisan media pembelajaran puzzle bangun datar segi empat pokok bahasan jajargenjang untuk anak tunarungu. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan, menggunakan alur formative evaluation ditinjau dari tahap one-to-one dan small group. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas VIII SLB-B Karya Ibu Palembang yang berjumlah 7 anak. Instrumen yang digunakan adalah angket, wawancara, observasi dan soal posstest . Dari hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa:menghasilkan media pembelajaran puzzle bangun datar segi empat pokok bahasan jajargenjang yang praktis, kepraktisan media ini dilihat dari komentar dan saran anak pada tahap one-to-one dan small group.Kata Kunci: Anak tunarungu,  media pembelajaran puzzle, pengembangan 
Kemampuan Pemodelan Matematis dalam Menyelesaikan Soal Matematika Kontekstual Hikmatul Khusna; Syafika Ulfah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.894 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.857

Abstract

AbstrakKemampuan guru menghadirkan soal-soal yang memiliki konteks kehidupan sehari-hari sangat dibutuhkan dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan pemodelan matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika kontekstual. Penelitan ini dirasa penting untuk dikaji karena tuntutan pembelajaran yang mengharuskan siswa tidak hanya pandai berhitung tetapi dapat mengaplikasikan matematika dalam kehidupan, sehingga kemampuan pemodelan matematika sebagai jembatan antara masalah matematika dan masalah nyata dirasa penting untuk dimiliki oleh siswa. Subjek penelitian diberikan instrumen berupa soal matematika kontekstual, kemudian peneliti menganalisis hasil kerja subjek serta melakukan wawancara subjek terkait hasil pengerjaan instrumen tersebut. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kemampuan pemodelan matematis siswa beragam, tidak bergantung pada kemampuan matematika siswa tinggi, sedang, rendah; masih ada siswa yang tidak membuat pemodelan matematis karena tidak memahami soal yang diberikan; pemodelan gambar yang dibuat oleh siswa beragam namun sebagian besar masih kurang tepat dalam membuat pemodelan gambar sesuai dengan permasalahan yang diberikan; kemampuan siswa dalam membuat pemodelan matematis sebagian besar masih kurang. Mathematical Modeling Ability in Solving Contextual Mathematical ProblemsAbstractThe teacher's ability to present questions that have the context of everyday life is needed in the classroom. This study aims to describe and analyze students' mathematical modeling abilities in solving contextual math problems. This research is considered important to study because the demands of learning require students not only to be good at arithmetic but also to be able to apply mathematics in life, the ability of mathematical modeling as a bridge between mathematical problems and real problems is considered important for students to have. The research subject was given an instrument in the form of a contextual math problem, then the researcher analyzed the subject's work and conducted subject interviews related to the results of working on the instrument. The results are mathematical modeling abilities of students varied, it did not depend on high, medium, low students' mathematical abilities; There are still students who do not make mathematical modeling because they don't understand the questions given; the forms of image modeling made by students are still diverse but most of them are still inaccurate in making image modeling according to the problems give and making mathematical modeling is still lacking.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis serta Habits Of Mind Menggunakan Model Inquiry Learning dan Model Creative Problem Solving Samsul Nurdiansyah; Rostina Sundayana; Teni Sritresna
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.264 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.861

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind siswa masih rendah. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind siswa salah satunya menggunakan model Inquiry Learning dan model pembelajaran Creative Problem Solving. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind antara siswa yang mendapatkan model Inquiry Learning dengan Creative Problem Solving. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 11 Garut. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas X-MIPA 5 sebanyak 35 siswa sebagai kelas eksperimen I yang mendapat model Inquiry Learning dan kelas  X-MIPA 6 sebanyak 35 siswa sebagai kelas eksperimen II yang mendapat model pembelajaran Creative Problem Solving. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket skala Likert. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind antara siswa yang mendapatkan model Inquiry Learning dengan Creative Problem Solving. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind, model Inquiry Learning cocok digunakan. Mathematics Critical Thinking Ability And Habits Of Mind Using Inquiry Learning Model And Creative Problem Solving ModelAbstractMathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind are some of the basic abilities that students must have. The fact shows that the Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind are still low. Efforts are needed to improve the Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind, one of them using Inquiry Learning and Creative Problem Solving learning. The purpose of this research was to analyze the differences in Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind between students who get the Inquiry Learning model with Creative Problem Solving. The research method used a quasi-experimental with a population of all class X of SMAN 11 Garut. The sample consisted of two classes, class X Science 5 by 35 students as the first experimental class, which got Inquiry Learning model, and class X Science 6 by 35 students as the second experimental class which got Creative Problem-Solving learning model. The research instrument used a description test and a Likert scale questionnaire. Based on the results of statistical analysis, it is found that there are differences in Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind between students who get the Inquiry Learning model with Creative Problem Solving. To improve mathematical critical thinking skills and Habits of Mind, the Inquiry Learning model is suitable.
Pengembangan Buku Ajar Metode Numerik Berbasis Pembelajaran Kolaboratif Ni Kadek Rini Purwati; Ni Ketut Erawati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.797 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.817

Abstract

AbstrakBuku ajar metode numerik haruslah memuat gambaran lengkap materi dan lebih menekankan pada implementasi metode, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang aktif dan interaktif. Penerapan pembelajaran kolaboratif yang diintegrasikan melalui buku ajar metode numerik akan menciptakan suasana pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk saling berinteraksi, bekerjasama, berbagi peran, tugas, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas atau masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku ajar metode numerik berbasis pembelajaran kolaboratif yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Model Plomp yang terdiri dari tiga fase, yakni fase penelitian awal, fase membuat prototipe, dan fase penilaian dimana pada fase ini dilakukan uji validitas berdasarkan lembar validasi, kepraktisan berdasarkan angket respon dan keefektifan berdasarkan lembar observasi dan tes. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika IKIP PGRI Bali. Hasil yang diperoleh adalah buku yang dikembangkan layak digunakan, kepraktisan tergolong baik dan buku ajar metode numerik efektif digunakan dalam perkuliahan.Kata Kunci: Buku Ajar, Pembelajaran Kolaboratif, Penelitian Pengembangan  Development of Numerical Methods Textbook Based on Collaborative LearningAbstractNumerical method textbooks must contain a complete description of the material and put more emphasis on the implementation of the method, to create active and interactive learning. The application of collaborative learning that is integrated through numerical methods textbooks will create a learning atmosphere that encourages students to interact, collaborate, share roles, assignments, and responsibilities in solving assignments or problems. The purpose of this research is to develop a valid, practical, and effective numerical method textbook based on collaborative learning. This research is research on the development of the Plomp Model which consists of three phases, namely the preliminary research phase, the prototyping phase, and the assessment phase wherein this phase the validity test is carried out based on the validation sheet, the practicality is based on the response questionnaire and the effectiveness is based on the observation sheet and the test. The research subjects were students of the mathematics education study program at the IKIP PGRI Bali. The results obtained are that the book developed is suitable for use, the practicality is good and the numerical method textbook is effectively used in lectures.Keywords: Collaborative Learning, Development Research, Textbook.
Perbandingan Kemampuan Penalaran Deduktif Matematis Melalui Model PBL dan IBL Berdasarkan KAM Puspita Indah; Reni Nuraeni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.355 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.931

Abstract

AbstrakKemampuan penalaran deduktif matematis yang dimiliki oleh siswa masih rendah. Sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan penalaran deduktif matematis siswa salah satunya menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan model Inquiry Based Learning (IBL). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan penalaran deduktif matematis antara siswa yang mendapatkan model PBL dengan IBL berdasarkan Kemampuan Awal Matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 17 Garut. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas XI-MIPA 1 sebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen I yang mendapat model PBL dan kelas XI-MIPA 2 sebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen II yang mendapat model IBL. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan penalaran deduktif matematis siswa yang memperoleh model PBL lebih baik daripada siswa yang memperoleh model IBL, Tidak terdapat perbedaan kemampuan penalaran deduktif matematis siswa dengan Kemampuan Awal Matematis tinggi, sedang, dan rendah antara yang memperoleh model Problem Based Learning dan Inquiry Based Learning. Comparison of Mathematical Deductive Reasoning Abilities between Students Who Get PBL and IBL Models Based on KAMAbstractMathematical deductive reasoning ability is one of the basic abilities that must be possessed by students. The fact shows that the mathematical deductive reasoning abilities possessed by students are still low. So it needs efforts to improve students' mathematical deductive reasoning skills, one of which is using the Problem Based Learning (PBL) model and the Inquiry-Based Learning (IBL) model. The purpose of this study is to determine the comparison of mathematical deductive reasoning abilities between students who get PBL and IBL models based on Mathematical Initial Ability. The research method used was quasi-experimental with a population of all class XI students at SMA Negeri 17 Garut. The sample in this study consisted of two classes, namely class XI-MIPA 1 as many as 34 students as the experimental class I who received the PBL model, and class XI-MIPA 2 as many as 34 students as the experimental class II who received the IBL model. The research instrument used was a test description. Based on the results of statistical analysis, it is concluded that the mathematical deductive reasoning ability of students who get the PBL model is better than students who get the IBL model. Learning and Inquiry-Based Learning.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue