cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 15 Documents clear
Peningkatan Pemahaman Konsep Bilangan Bulat Melalui Cerita Si Unyil Berbasis ICT Lisnani Lisnani; Yohanes Heri Pranoto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.26 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.645

Abstract

AbstrakHasil belajar siswa yang dibawah standar menunjukkan siswa kurang memahami konsep pada materi bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi bilangan bulat melalui penggunaan media pembelajaran yaitu cerita Si Unyil berbasis ICT, yang terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Siklus yang terjadi dalam PTK terdiri dari dua siklus, dimana tiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIA SMP Xaverius 6 Palembang yang berjumlah 26 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisa data observasi dan dokumentasi. Sedangkan deskriptif kuanlitatif yaitu menganalisa hasil tes. Hasil dari penelitian ini berupa peningkatan pemahaman konsep terlihat dari meningkatnya hasil belajar siswa dari siklus pertama sebesar 57,84 meningkat pada siklus kedua menjadi 71,19.  AbstractUnder-standard learning outcomes of students show students do not understand the concepts in integer material. This study aims to increase students' understanding of the concepts of integers through the use of instructional media, namely the ICT-based Si Unyil story, which can be seen from the increase in student learning outcomes. This type of research is qualitative research, Classroom Action Research (CAR). The cycle that occurs in CAR consists of two cycles, where each cycle consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of the study were the students of class VIIA Xaverius 6 Palembang Junior High, totaling 26 people. Research data were collected using observation sheets, tests, and documentation. Qualitative descriptive is used to analyze observation and documentation data. While quantitative descriptive analysis of test results. The results of this study in the form of an increased understanding of the concept can be seen from the increase in student learning outcomes from the first cycle of 57.84 increased in the second cycle to 71.19.
Penerapan Pendekatan Kontekstual dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Perbandingan dan Skala terhadap Siswa SMP Yuni Agnesti; Risma Amelia
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.687 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.748

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran yang kurang terhubung dengan kehidupan nyata, sehingga siswa kurang paham dengan pembelajaran. Penyebabnya adalah karena cara mengajar guru yang masih terlalu berpatokan pada buku pelajaran. Solusinya, peneliti menerapkan model pembelajaran pendekatan kontekstual. Pendekatan Kontekstual merupakan pendekatan dengan konsep belajar yang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan pendekatan kontesktual terhadap siswa kelas VIII SMP terhadap materi perbandingan dan skala. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VIII A SMP Pasundan Rongga 2019/2020.  Instrumen penelitian adalah soal tes  berbentuk uraian dan pedoman wawancara. Penelitian mengacu pada, siswa dapat menyelesaikan soal cerita dengan langkah-langkahnya, siswa mengerjakan sesuai intruksi.Hasil analisis data wawancara, bahwa penerapan pendekatan kontekstual terhadap siswa kelas VIII SMP Pasundan Rongga masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. AbstractThis research is motivated by learning that is less connected to real life, so students lack an understanding of learning. The reason is because of the way to teach teachers who still rely too much on textbooks. The solution, researchers apply a learning model of contextual approaches. A contextual Approach is an approach to the concept of learning that links material with real life. This type of research is qualitative research. The purpose of this study was to determine the application of the contextual approach to eighth-grade students of SMP on comparison and scale material. The research sample is students of class VIII A, Pasundan Cavity 2019/2020. The instrument in this study was a test item in the form of a description and interview guidelines. Research refers to, students can solve story problems with steps, students work according to instructions. The results of the interview data analysis show that the application of the contextual approach to the eighth-grade students of Pasundan Rongga Middle School still had difficulty in completing story questions.
Proses Metakognisi Siswa SMP dalam Pemecahan Masalah Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai Defi Utami Setyaningrum; Helti Lygia Mampouw
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.035 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.663

Abstract

AbstrakProses metakognisi yakni awareness, regulation, dan evaluation menjadi bagian penentu keberhasilan siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses metakognisi siswa SMP dalam memecahkan masalah perbandingan senilai dan berbalik nilai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa SMP Negeri 2 Tengaran yang masing-masing berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan proses awareness ketiga subjek adalah mampu menggunakan pengetahuan awal yang dapat membantunya untuk memecahkan masalah.  Proses regulation subjek berkemampuan matematika tinggi dan sedang sama-sama mampu merencanakan dan berfikir ulang langkah yang akan digunakan untuk memecahkan masalah, di mana hal ini tidak muncul pada subjek berkemamuan matematika rendah. Pada proses evaluation, subjek berkemampuan tinggi mampu memiliki cara lain dalam pemecahan, subjek berkemampuan matematika sedang mampu menyelesaikan masalah dan merevisi beberapa kesalahan, sedangkan subjek berkemampuan matematika rendah tidak mengalami proses ini dan tidak menyadari kesalahannya dalam memecahkan   masalah perbandingan berbalik nilai.  AbstractThe metacognition process, namely awareness, regulation, and evaluation, is a critical determinant of student success in solving problems. The purpose of this study is to describe the process of metacognition of junior high school students in solving problems of comparative worth and turn around values. This research is a qualitative descriptive study. The subjects of the study consisted of 3 students from SMP Negeri 2 Tengaran, each with high, medium, and low mathematical abilities. Data collection was carried out using tests and interviews. The results showed that the awareness process of the three subjects was able to use initial knowledge that could help him to solve problems. The process of regulation of subjects with high mathematical ability and being equally able to plan and rethink steps that will be used to solve problems, where this does not appear on subjects with low mathematical ability. In the evaluation process, high-skilled subjects can have other ways of solving, mathematical-capable subjects can solve problems and revise some errors, while low-mathematical-capable subjects do not experience this process and are unaware of their mistakes in solving the problem of reversing value comparison.
Perbandingan TAI dan NHT terhadap Hasil Belajar Trigonometri Ditinjau dari Kecerdasan Interpersonal Yoga Setiawan; Erlina Prihatnani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1543.78 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.646

Abstract

AbstrakSetiap model pembelajaran kooperatif memiliki karakteristik dalam menerapkan enam prinsip pembelajaran kooperatif termasuk model Team Assisted Individualization (TAI) dan Numbered Heads Together (NHT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manakah yang menghasilkan hasil belajar yang lebih baik diantara (1) model TAI dan NHT, (2) tingkat kecerdasan interpersonal, dan (3) interaksi model pembelajaran TAI dan NHT dengan kecerdasan interpersonal. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA N 1 Salatiga Tahun Ajaran 2018/2019 (384 siswa). Melalui teknik cluster random sampling diperoleh 30 siswa kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan 34 siswa kelas X IPS 2 sebagai kelas eksperimen 2 dengan perbedaan perlakuan dalam pembelajaran trigonometri. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan randomized control group pretest-postest design. Uji hipotesis menyimpulkan (1) hasil belajar siswa dengan model TAI secara signifikan lebih baik daripada NHT, (2) tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan dari tingkat kecerdasan interpersonal yang berbeda, (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan kecerdasan interpersonal terhadap hasil belajar. AbstractEach type of cooperative learning model has different characteristics in applying 6 principles of cooperative learning, including TAI (Team Assisted Individualization) and NHT (Numbered Head Together) type models. This study aimed to find out: (1) which learning outcomes are better between students using the TAI or NHT models, (2) which learning outcomes are better between students with high, medium and low interpersonal intelligence levels, (3) is there any correlation between TAI and NHT learning models with interpersonal intelligence on student learning outcomes. The population in this study were all students of X grade at SMA N 1 Salatiga in the Academic Year 2018/2019 (384 students). Through assembling random sampling techniques obtained students of class X IPS 1 (30 students) as experimental class I and students of class X IPS 2 (34 students) as experimental class II with different treatment in learning mathematics on trigonometry material. This quasi-experimental research used a randomized control group pretest-posttest design. Hypothesis test results concluded that (1) student learning outcomes with the TAI model were significantly better than student learning outcomes with the NHT model, (2) there was no significant difference between student learning outcomes of different levels of interpersonal intelligence, (3) there were no interactions between models learning with interpersonal intelligence on student learning outcomes.
Efektifitas Model Problem Based Learning dan Model Group Investigation dalam Meningkatkan Karakter Anti Korupsi Nika Fetria Trisnawati; Sundari Sundari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.206 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.637

Abstract

AbstrakPendidikan anti korupsi merupakan salah satu cara mencegah perilaku korupsi sejak dini, kesuksesan dalam membangun karakter mahasiswa merupakan salah satu indikator kesuksesan dalam membangun Negara. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan peningkatan karakter anti korupsi pada proses pembelajaran dengan melakukan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan Group Investigation (GI), kemudian dibandingkan antara keefektifan pembelajaran PBL dan GI terhadap peningkatan karakter anti korupsi. Merupakan penelitian Quasi Experiment dengan Non-Equivalent Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa semester VI Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sorong dengan dua kelas sebagai sampel acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan PBL maupun GI efektif meningkatkan karakter anti korupsi mahasiswa, dan berdasarkan uji T2 Hotelling’s menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara keduanya. Penelitian ini sangat berguna untuk mengetahui model-model pembelajaran yang efektif dalam menerapkan pendidikan karakter dalam perkuliahan di kelas. AbstractAnti-corruption education is one way to prevent corrupt behavior from an early age, success in building student character is one indicator of success in developing the country. The research objective is to determine the effectiveness of increasing anti-corruption character in the learning process by applying the Problem Based Learning (PBL) and Group Investigation (GI) models, then comparing the effectiveness of PBL and GI learning towards improving anti-corruption character. This is a Quasi-Experimental study with Non-Equivalent Pretest-Posttest Design. The study population was all sixth-semester students of Mathematics Education at the University of Muhammadiyah Sorong with two classes as a random sample. The results showed that mathematics learning using PBL and GI was effective in enhancing students' anti-corruption character, and based on the Hotteling's T2 test stated that there was no difference between the two. This research is very useful to find out effective learning models in implementing character education in lectures in class.
Mendesain Soal Berbasis Masalah untuk Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Calon Guru Ekasatya Aldila Afriansyah; Tatang Herman; Turmudi Turmudi; Jarnawi Afgani Dahlan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1619.772 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.649

Abstract

AbstrakMahasiswa calon guru yang memiliki kemampuan berpikir kritis matematis diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan konsep matematika ataupun konsep didaktiknya. Fokus keterampilan berpikir kritis matematis pada mahasiswa calon guru adalah kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan, mencari strategi, melakukan refleksi kembali, dan menganalisis permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain soal berbasis masalah yang valid dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa calon guru dalam berbagai materi pendidikan menengah. Penelitian ini mengambil jenis penelitian pengembangan, terdiri dari studi literatur, observasi, dan pengembangan soal. Kesimpulan dari penelitian ini hasil validasi expert menunjukan nilai validitas muka 80,35% dan nilai validitas isi 86,85%. Hal ini berarti soal-soal berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematis dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dalam mata kuliah Kapita Selekta Matematika Pendidikan Dasar 1 untuk mahasiswa calon guru. AbstractProspective teacher students who can think critically mathematically are expected to be able to solve problems related to mathematical concepts or didactic concepts. The focus of mathematical critical thinking abilities on prospective teacher-students is the ability to identify problems, find strategies, reflect, and analyze mathematical problems. This study aims to design a valid and practical problem-based activity question to improve students' mathematical critical thinking abilities of prospective teachers in various secondary education materials. This research takes the type of Research and Development, consisting of a study of literature, observation, and development of questions. The conclusion from this study the results of expert validation showed an advance validity value of 80.35% and a value of content validity of 86.85%. This means that problem-based activity questions to improve mathematical critical thinking abilities can be used as learning material in the Kapita Selekta Mathematics Basic Education 1 course for prospective teacher students. 
Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika yang Menggunakan Pendekatan PMRI Pius Eko Purnama Cahirati; Alberta Parinters Makur; Sebastianus Fedi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.706 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.576

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas 1) kesulitan belajar matematika seperti apa yang dialami siswa dalam pembelajaran yang menerapkan PMRI; 2) alasan mengapa siswa mengalami kesulitan belajar matematika dalam Pembelajaran Matematika menggunakan PMRI? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesulitan yang dialami oleh siswa, disertai dengan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan 23 siswa yang menunjukkan kesulitan dalam belajar matematika. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah jenis kesulitan belajar yang dialami siswa, yaitu kesulitan dalam memahami konsep sistem persamaan dua variabel dan tiga variabel, kesulitan menghitung angka dalam sistem persamaan linear untuk dua variabel dan tiga variabel, dan kesulitan memecahkan masalah dalam masalah cerita dalam materi SPLDV dan SPLTV.  AbstractThis research is aimed to discuss 1) what kind of mathematics learning difficulties students experience in PMRI learning; 2) the reasons why students are having difficulty learning mathematics in Mathematics Learning using PMRI? This study aims to describe the types of difficulties experienced by students, accompanied by factors causing mathematical difficulties. This study is a descriptive qualitative study with 23 students who indicated difficulties in learning mathematics. The technique used to collect data is observation, interviews, questionnaires, documentation, and field notes. Data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study are the types of learning difficulties experienced by students, namely difficulties in understanding the concepts of system of two-variable and three-variable linear equations, difficulties in calculating numbers in a system of linear equations for two variables and three variables, and the difficulty of solving problems in story problems in SPLDV and SPLTV material.           
Analisis Kesalahan Siswa SMK dalam Menyelesaikan Soal Materi Barisan dan Deret Asri Septiahani; Melisari Melisari; Luvy Sylviana Zanthy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1875.662 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.644

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki latar belakang yang membahas, bahwa materi Barisan dan Deret pada siswa sangat penting untuk menentukan tentang sebuah daftar bilangan yang mengurut dan memiliki suatu pola atau karakteristik tertentu dalam kehidupan nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesulitan siswa Sekolah Menengah Kejuruan untuk menyelesaikan soal materi Barisan dan Deret. Subyek yang digunakan adalah 12 orang siswa kelas XII di SMK Kartini Bhakti Mandiri Kabupaten Bandung Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang hasilnya diperoleh dari pemberian soal sesuai dengan indikator Barisan dan Deret. Analisis dilakukan dengan memberikan tes tertulis berbentuk soal uraian yang berjumlah 5 soal. Penelitian ini merupakan sebuah studi pendahuluan. Hasil analisis data dan pembahasan menjelaskan, bahwa kemampuan siswa pada materi Barisan dan Deret yang masih tergolong rendah.  Dari rekapitulasi perhitungan yang telah dilakukan, didapat bahwa persentase kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa yakni sekitar 84,5% pada indikator menyatakan suatu situasi atau masalah sehari-hari tentang Barisan dan Deret ke dalam bentuk model matematika dan menyelesaikannya.  AbstractThis research has a background that discusses, that the material Sequence and Series in students are very important to determine a list of numbers that sequence and have a certain pattern or characteristic in real life. The purpose of this study was to determine the level of difficulty of Vocational High School students to solve the Sequence and Series material problems. The subjects used were 12 students of class XII at SMK Kartini Bhakti Mandiri in West Bandung Regency. The method used in this study is a qualitative descriptive which results are obtained from the provision of questions following the Sequence and Series indicators. The analysis was carried out by giving a written test in the form of a description of a total of 5 questions. This research is a preliminary study. The results of the data analysis and discussion explained, that the ability of students in the material Sequence and Series are still relatively low. From the recapitulation of calculations that have been done, it is found that the percentage of errors that most students make is around 84.5% on the indicator stating a daily situation or problem about Sequences and Series in the form of mathematical models and solving them.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Macromedia Flash Bermuatan Problem Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Hodiyanto Hodiyanto; Yudi Darma; Syarif Restian Sarisma Putra
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.301 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.652

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini ingin menghasilkan media pembelajaran macromedia flash bermuatan problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis yang mencapai kriteria valid, kepraktisan, dan keefektifan. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model rancangan 4-D oleh Thiagarajan, yaitu Define, Design, Develop, dan Desseminate. Tetapi pada penelitian ini hanya pada tahap pengembangan saja. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Sukadana sebanyak 20 siswa, ahli dan guru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, angket dan soal posttest. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil validasi macromedia flash bermuatan problem posing memiliki kriteria sangat valid. Tingkat kepraktisan terhadap macromedia flash bermuatan problem posing memiliki kriteria sangat praktis, tingkat keefektifan terhadap macromedia flash bermuatan problem posing tergolong kriteria sangat efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa macromedia flash bermuatan problem posing yang dikembangkan dapat digunakan karena memenuhi kriteria kevalidan yang sangat valid, kepraktisan yang sangat praktis, dan keefektifan yang efektif. AbstractThe purpose of this study is to produce Macromedia flash learning media containing problem posing to mathematical problem-solving abilities that reach valid criteria, practicality, and effectiveness. This research method is a research development with a 4-D design model by Thiagarajan: Define, Design, Develop, and Disseminate. But this research is only at the development stage. The subjects in this study were 20th-grade students of SMP Negeri 5 Sukadana, experts, and teachers. The instruments used in this study were validation sheets, questionnaires, and posttest questions. Based on the research results obtained by the results of validation Macromedia flash loaded posing problem has very valid criteria. The level of practicality with problem-posing Macromedia flash has very practical criteria, the level of effectiveness with problem-posing Macromedia flash is classified as very effective criteria. Thus it can be concluded that Macromedia flash with posing problem developed can be used.
Analisis Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis Siswa Sefna Rismen; Ainil Mardiyah; Ega Meilia Puspita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1933.97 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.608

Abstract

AbstrakLatar belakang penelitian adalah rendahnya kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa kelas XI MIA (Matematika dan Ilmu Alam) SMAN 1 Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa tes, wawancara, dan observasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA SMAN 1 Koto Salak sebanyak 27 orang. Hasil penelitian menunjukkan kriteria kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa sangat baik sebanyak 3 orang, baik sebanyak 6 orang, cukup sebanyak 7 orang, kurang sebanyak 9 orang, dan sangat kurang sebanyak 2 orang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa kelas XI MIA SMAN 1 Koto Salak dominan berada pada kriteria kurang baik.  AbstractThe background of the research is the low mathematical reasoning and communication skills of students. This study aims to assess the mathematical reasoning and communication skills of students of class XI in the Science program of Senior High School No 1 (SMAN 1) in Koto Salak, Dharmasraya Regency. The research method used was a descriptive study with a qualitative approach while the instruments used are in the form of tests, interviews, and observations, with 27 students as the research subjects. The results showed that the criteria of students’mathematical reasoning and communication skills as follows; very good as many as 3 people, good as many as 6 people, fairly good as many as 7 people, bad as many as 9 people, and very bad as many as 2 people. Therefore, it can be concluded that the mathematical reasoning and communication skills of students in class XI in the Science Program of Senior High School No. 1 Koto Salak are in poor criteria.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue