cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2022): Mei" : 15 Documents clear
Berpikir Kreatif Matematis: Sebuah Pemetaan Literatur dengan Analisis Bibliometri Menggunakan Vos Viewer Rahayu, Nindi Sri; Liddini, Uswatun Hasanah; Maarif, Samsul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis publikasi tentang kemampuan berpikir kreatif matematika untuk memberikan kontribusi pada pengembangan literatur yang relevan. Penelitian yang terkait analisis bibliometrik belum banyak dilakukan pada kajian berpikir kreatif matematika. Sebanyak 200 artikel tentang kemampuan berpikir kreatif matematika yang diterbitkan di dalam sumber data google scholar antara tahun 1957 sampai 2020 diambil dan dianalisis melalui pendekatan analisis bibliometrik. Analisis bibliografi berisi dari sumber, penulis, dan akurasi yang berasal dari kata kunci untuk dianalisis penulis dan divisualisasikan melalui perangkat lunak VOS Viewer. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan berpikir kreatif matematika telah sering dipelajari dengan kreativitas, berpikir, berpikir matematika, masalah matematika, proses, anak, kemampuan, ide, pengembangan, penalaran, kelas, orang. Dalam penelitian kemampuan berpikir kreatif matematika lebih banyak kemungkinan di luar database Google Scholar seperti database Scopus, Crossref, dan lainnya. The state-of-art in mathematical creativity telah menjadi jurnal teratas. This study aims to analyze publications on mathematical creative thinking skills to contribute to the development of relevant literature. Research related to bibliometric analysis has not been done much in the study of mathematical creative thinking. A total of 200 articles on mathematical creative thinking skills published in Google Scholar data sources between 1957 and 2020 were taken and analyzed through a bibliometric analysis approach. The bibliographic analysis contains the source, author, and accuracy derived from keywords to be analyzed by the author and visualized through the VOS Viewer software. Based on research results, mathematical creative thinking skills have often been studied with creativity, thinking, mathematical thinking, mathematical problems, processes, children, abilities, ideas, development, reasoning, classes, people. In research, there are more possibilities for mathematical creative thinking skills outside the Google Scholar database such as the Scopus database, Crossref, and others. The state-of-art in mathematical creativity has become a top journal.
Analisis Cara Berpikir Kritis Mahasiswa pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Luritawaty, Irena Puji; Herman, Tatang; Prabawanto, Sufyani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.698

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting dimiliki mahasiswa calon guru matematika. Fakta menunjukkan bahwa perhatian pada cara berpikir kritis mahasiswa masih kurang. Hal ini berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis. Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana cara berpikir kritis mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Desain yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, dengan partisipan 16 mahasiswa semester III program studi pendidikan matematika di salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui uji instrumen berbentuk tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa cara berpikir kritis yang dilakukan oleh partisipan dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Pada bagian membuktikan, variasi cara berpikir yang dilakukan partisipan terdiri dari tiga cara; pada bagian menggeneralisasi terdiri dari dua cara; pada bagian mempertimbangkan alternatif jawaban terdiri dari tiga cara; dan pada bagian memecahkan masalah terdiri dari tiga cara. Cara berpikir kritis tersebut diharapkan menjadi titik awal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Critical thinking skills are important for pre-service mathematics teachers. The facts show that attention to pre-service mathematics teachers ' critical thinking is still lacking. It has an impact on the low ability to think critically. This study aims to analyze how pre-service mathematics teachers think critically about mathematics in solving the problems given. The design used is descriptive qualitative, with 16 third semester students participating in the mathematics education study program at a private university in Indonesia. Data collected through an instrument test in the form of a description test of mathematical critical thinking skills. Data analysis was in three steps, reduction, data presentation, and concluding. The results show that there are several ways of thinking critically by the participants in solving a problem. In the proving section, the variation in the way participants think consists of three ways; in the generalization, section consists of two ways; in the section considering alternative answers consists of three ways, and in the problem-solving section consists of three ways. This critical thinking is expected to be a starting point that needs to be considered to improve critical thinking skills.
Hypothetical Learning Trajectory pada Materi Peluang: Konteks Mainan Tradisional Ular Naga Sari, Dina Lita; Fitriani, Devi Asfira; Khaeriyah, Denti Zaedatul; Hartono; Nursyahidah, Farida
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.699

Abstract

Siswa masih mengalami kesulitan belajar materi peluang, diantaranya sulit memahami konsep peluang, salah dalam menggunakan rumus peluang, dan kurangnya motivasi dalam belajar materi peluang. Desain pembelajaran dengan konteks pembelajaran yang tepat dapat menjadi solusi. Penelitian ini bertujuan mendesain pembelajaran materi peluang menggunakan konteks permainan ular naga. Metode penelitian yaitu design research dengan 3 tahapan yaitu: tahap persiapan, eksperimen desain dan analisis retrospektif. Tahap persiapan memberikan penjelasan mengenai persiapan sebelum uji coba HLT pada tahap ekperimen desain. Penelitian ini melibatkan 6 siswa kelas VIII MTs NU Mftahul Ulum Margasari dan 1 guru pengampu matematika. Penelitian ini merumuskan HLT yang terdiri dari 4 aktivitas pembelajaran siswa, yaitu: (1) Menonton video permainan ular naga, untuk mengidentifikasi banyaknya kejadian dan banyaknya eksperimen dan menentukan rumus peluang empirik, (2) menentukan rumus peluang teoritik, (3) menentukan ruang sampel, titik sampel, dan rumus frekuensi harapan, (4) menyelesaikan masalah kontekstual berkaitan materi peluang. Students still have difficulty learning opportunity material, including difficulty understanding the concept of opportunity, incorrectly using the probability formula, and lack of motivation in learning opportunity material. Learning design with the right learning context can be a solution. This study aims to design learning opportunities material using the context of the dragon game. The research method is design research with 3 stages, namely: preparation stage, experimental design, and retrospective analysis. The preparation stage explains the preparation before the HLT trial at the design experiment stage. This study involved 6 students of class VIII MTs NU Miftahul Ulum Margasari and 1 teacher of mathematics. This study formulates the HLT which consists of 4 student learning activities, namely: Watching a video game of dragon snakes, identifying the number of events and the number of experiments and determining the empirical probability formula, determining the theoretical probability formula, determining the sample space, sample point, and expected frequency formula, solve contextual problems related to probability material.
Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa dalam Penyampaian Materi Menggunakan Lembar Kerja Mahasiswa Silalahi, Sari Muthia
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.700

Abstract

Kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah masih sangat kurang. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah (KPM) mahasiswa melalui pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan lembar kerja mahasiswa (LKM). Jenis penelitian yang digunakan melalui pendekatan yakni penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus. Objek penelitian adalah mahasiswa Diploma tingkat 1 Institut Teknologi Del yang berjumlah 120 Mahasiswa TA. 2020/2021 pada mata kuliah Matematika Diskrit. Data penelitian dikumpulkan melalui tes dan dianalisis melalui peningkatan analisis gain serta dilakukan wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian didapat bahwa ketuntasan belajar terjadi sebesar 66,80% dan peningkatan rata-rata KPM 19,47% dengan nilai gain 0,37 (sedang). Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan KPM mahasiswa dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan bantuan LKM dapat tercapai secara optimal. Hasil wawancara dan kuesioner mengatakan bahwa konten soal sangat baik dan memberikan pengaruh pemahaman materi yang cenderung lebih baik. The ability of students to solve problems is still very lacking. The purpose of this study was to improve student problem solving skills (KPM) through problem-based learning with the help of student worksheets (LKM). The type of research used through the approach of classroom action research with 2 cycles. The object of the research is Diploma level 1 Del Institute of Technology students, totaling 120 TA students. 2020/2021 in the Discrete Mathematics course. Research data were collected through tests and analyzed through increased gain analysis and interviews and questionnaires were conducted. The results showed that the mastery of learning occurred by 66.80% and the average increase in KPM was 19.47% with a gain value of 0.37 (medium). This shows that there is an increase in student learning outcomes by using problem-based learning models and LKM assistance can be achieved optimally. The results of interviews and questionnaires said that the content of the questions was very good and influenced the understanding of the material which tended to be better.
Kesesuaian Buku Teks Matematika Berdasarkan Kurikulum 2013 Nurhasanah, Aan; Syafari, Rahayu; Nurfaidah, Ade Ratna
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.701

Abstract

Penggunaan dua buku sumber berbeda untuk kelas VI Sekolah Dasar, yaitu buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan oleh Swasta yaitu Quadra melatarbelakangi dilakukannya penelitian. Tujuannya, untuk menganalilis kesesuaian buku yang digunakan berdasarkan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data berupa materi ajar matematika pada buku teks matematika kelas VI yang diterbitkan Kementrian Pendidikan dan Swasta. Pengumpulan data dilakukan malalui studi dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar analisis yang disusun berdasarkan indikator pembelajaran matematika SD Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukan persentase kesesuaian isi buku dengan kurikulum 2013 pada buku teks matematika terbitan swasta adalah 100%, sedangkan pada buku teks matematika terbitan Kementrian Pendidikan adalah 82,3%. Buku teks matematika kelas VI terbitan swasta lebih sesuai dengan kurikulum 2013 dan lebih direkomendasikan untuk digunakan. The use of two different sourcebooks for grade VI Elementary School, namely the book published by the Ministry of Education and by the private sector, namely Quadra, was the background for the research. The aim is to analyze the suitability of the books used based on the 2013 curriculum. This study uses a qualitative descriptive approach. The data source is in the form of mathematics teaching materials in grade VI mathematics textbooks published by the Ministry of Education and Private. Data was collected through a documentation study. The research instrument was in the form of an analysis sheet based on the 2013 Curriculum Elementary Mathematics learning indicators. The results showed that the percentage of conformity of the contents book with the 2013 curriculum in privately published mathematics textbooks was 100%, while in mathematics textbooks published by the Ministry of Education it was 82.3%. Privately published grade VI mathematics textbooks are more in line with the 2013 curriculum and more recommended for use.
Tingkat Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Pola Bilangan Berdasarkan Teori APOS Novianti; Pratama, Fika Widya
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.702

Abstract

Apabila guru dalam mengajarkan materi dapat berjalan dengan baik kemudian siswa dapat memahami isi materi tersebut maka fungsi pendidikan itu dapat dikatakan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman konsep siswa pada materi Pola Bilangan dengan hasil belajar tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan teori APOS. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan purposive sampling sebagai teknik dalam pengambilan sampel. Instrumen yang digunakan adalah peneliti itu sendiri sebagai instrumen utama, 2 soal materi Pola Bilangan, dan pedoman wawancara dengan jenis semiterstruktur. Sampel diambil dari siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Salatiga tahun ajaran 2019/2020 semester 2. Terdapat 3 subjek dengan masing-masing dipilih dari 3 kategori hasil belajar yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian pada subjek RU (subjek dengan hasil belajar tinggi) dan subjek RA (subjek dengan hasil belajar sedang) pemahaman konsepnya dapat memenuhi tahap aksi, proses, objek, dan skema. Sedangkan hasil penelitian pada subjek DE (subjek dengan hasil belajar rendah) pemahaman konsepnya hanya sampai tahap aksi dan proses. If the teacher in teaching the material can run well then students can understand the content of the material, then the educational function can be said to be achieved. This study aims to analyze the level of understanding of students' concepts on the Number Pattern material with high, medium, and low learning outcomes based on the APOS theory. This type of research is descriptive qualitative with purposive sampling as a sampling technique. The instrument used was the researcher himself the main instrument, 2 questions about the number pattern material, and a semi-structured interview guide. The sample was taken from class VIII SMP Negeri 3 Salatiga academic year 2019/2020 semester 2. There were 3 subjects with each selected from 3 categories of learning outcomes, namely high, medium, and low. The results of research on RU subjects (subjects with high learning outcomes) and RA subjects (subjects with moderate learning outcomes) understanding the concept can meet the stages of action, process, object, and schema. While the results of research on the subject of DE (subjects with low learning outcomes) the understanding of the concept is only up to the stage of action and process.
Etnomatematika: Konsep Matematika pada Kue Lebaran Diniyati, Indah Amanah; Ekadiarsi, Aisyah Nurwulan; Salsabila; Herdianti, Ika Akmalia Herva; Amelia, Tasya; Wahidin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.703

Abstract

Pada saat belajar matematika sering mengalami kendala yang disebabkan ketika pembelajaran tidak memberikan contoh konkret dari objek matematika yang abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis etnomatematika yang terdapat di kue lebaran. Metode yang digunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Total objek yang diteliti ada 4 buah kue lebaran, yaitu kue lidah kucing, kue kastangel, kue putri salju, kue nastar, dan 1 subjek untuk diwawancara, yaitu pedagang kue. Teknik penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diperoleh Diantaranya pada kue nastar yang terbentuk dari bangun ruang setengah bola, kue putri salju yang terbentuk dari juring dan tembereng lingkaran kue kastangel yang terbentuk dari bangun ruang balok, dan kue Lidah kucing yang terbentuk dari bangun datar persegi panjang dan setengah lingkaran. Diharapkan dari pembelajaran konstektual yang menggunakan kue lebaran sebagai media pembelajaran dapat membantu serta menambah wawasan dalam memahami konsep bangun geometri pada matematika. At the time of learning mathematics often experience obstacles caused when learning does not provide concrete examples of abstract mathematical objects. The purpose of this study was to analyze the ethnomathematics contained in the Eid cake. The method used is qualitative research with an ethnographic approach. The total objects studied were 4 Eid cakes, namely cat tongue cake, kastangel cake, snow-white cake, nastar cake, and 1 subject to be interviewed, namely a cake seller. This research technique uses observation, interviews, and documentation. The results of this study were obtained. Among them are nastar cakes which are formed from a half-spherical shape, snow princess cakes which are formed from circles and circles of kastangel cakes which are formed from blocks of space, and cat's tongue cakes which are formed from rectangular and semi-circular flat shapes. It is hoped that contextual learning using Eid cakes as a learning medium can help and add insight into understanding the concept of geometric shapes in mathematics.
Kesulitan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Program Linear pada Pembelajaran Daring Utami, Laily Wijayanti; Hidayanto, Erry; Hidayanto, Sisworo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.704

Abstract

Peserta didik mengalami kesulitan dalam pembelajaran daring matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan program linear pada pembelajaran daring. Subjek penelitian merupakan peserta didik kelas XII MIPA 1 SMAN 5 Pamekasan tahun pelajaran 2020/2021 sejumlah 29 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa soal tes program linear sebanyak 2 soal bentuk uraian, soal tersebut sudah divalidasi sebelumnya oleh dua validator. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, pemberian soal tes dan wawancara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif di mana data dikumpulkan melalui hasil pengerjaan soal program linear, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami beberapa kesulitan dalam menyelesaikan program linear pada beberapa langkah, yaitu mengubah soal cerita program linear menjadi bentuk matematika, mengarsir dan menentukan daerah hasil penyelesaian, menentukan koordinat titik pojok pada daerah penyelesaian dan menarik kesimpulan. Students have difficulty learning mathematics online. This study aims to describe the difficulties of students in solving linear programming problems in online learning. The research subjects were students of class XII MIPA 1 SMAN 5 Pamekasan for the academic year 2020/2021 a total of 29 students. The instrument used in the study was in the form of linear program test questions as many as 2 questions in the form of descriptions, these questions had been previously validated by two validators. Data was collected employing observation, giving test questions, and interviews. This type of research is qualitative research where data is collected through the results of working on linear programming questions, observations, interviews, and documentation. The data analysis technique was carried out in several stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students experienced some difficulties in completing linear programming in several steps, namely changing linear programming story problems into mathematical form, shading and determining the area of ​​the solution, determining the coordinates of the corner points in the settlement area, and drawing conclusions.
Keterampilan Guru Matematika Se-Kabupaten Kuningan dalam Pemanfaatan Platform Pembelajaran Online Masa Pandemic Toheri; Kismeina, Aliyah; Persada, Alif Ringga
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.719

Abstract

Permasalahan yang dihadapi pada masa pandemic COVID-19 mengharuskan pendidik melakukan kegiatan mengajar di rumah. Pendidik dituntut dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran daring. Penilitian dilakukan untuk mengetahui keterampilan guru matematika dalam pemanfaatan platform pembelajaran online dan mengetahui bagaimana kualitas pembelajaran yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian mixed method yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 122 guru matematika se-Kabupaten Kuningan dengan jumlah 44 sekolah (9 negeri dan 35 swasta). Peneliti menggunakan teknik Cluster Random Sampling dengan sampel sebanyak 25 guru dari 10 sekolah (5 negeri dan 5 swasta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru dalam konteks TIK masuk dalam kategori “Kurang Baik”. Kualitas pembelajaran cenderung menurun, dan nilai-nilai karakter menurun. Pencapaian siswa pada masa pandemic umumnya belum mencapai nilai KKM yang sudah ditentukan oleh sekolah. Hasil nilai rapor siswa juga cenderung fluktuatif. The problem faced during the pandemic COVID-19 requires that educators perform teaching activities at home. Educators must be able to use and utilize technology for online learning. This study aims to determine the skills of mathematics teachers in the use of learning platforms online; to find out how the quality of the resulting learning. This research uses research, mixed method which combine quantitative and qualitative methods. The population in this study consisted of 122 mathematics teachers throughout Kuningan Regency with a total of 44 schools (9 public and 35 private). Researchers used the technique Cluster Random Sampling with a sample of 25 teachers from 10 schools (5 public and 5 private). The results of the study indicate that the skills of teachers in the context of ICT are included in the "Not Good". The quality of learning tends to decrease, and character values decline, besides that, many student achievements during the pandemic have not reached the KKM value that has been determined by the school, and fluctuating student report card scores are also shown.
Pedagogical Content Knowledge Guru dalam Pembelajaran Matematika Daring Rahayu, Diar Veni; Muhtadi, Dedi; Ridwan, Irwan Muhammad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v11i2.720

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat mendorong terjadinya pergeseran paradigma dalam proses pembelajaran matematika, di mana pembelajaran daring menjadi salah satu pilihan yang sering dilakukan. Hal tersebut berimplikasi pada adanya perubahan kerangka Pedagogical Content Knowledge (PCK) guru dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerangka PCK guru dalam pembelajaran matematika daring. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten yang digunakan untuk merancang kerangka konseptual PCK guru dalam pembelajaran matematika daring. Analisis konten yang dilakukan berupa literatur review dan penggalian data. Untuk penggalian data, digunakan instrumen berupa angket dan pedoman wawancara dengan subjek sebanyak lima orang guru matematika. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka PCK guru dalam pembelajaran matematika daring dapat diadaptasi dan dioperasionalkan dari model PCK Lannin yang meliputi: knowledge of instructional strategies for mathematics, knowledge of student understanding within mathematics, knowledge of curriculum for mathematics dan knowledge of assessment for mathematics. Guru sudah memiliki paradigma, kesiapan dan faktor pendukung yang cukup baik dalam melaksanakan pembelajaran matematika daring, namun masih belum optimal dalam kemampuan dan struktur tugas siswa. Rapid technological developments encourage a paradigm shift in the mathematics learning process, where online learning is one of the choices that is often done. This implies a change in the teacher's Pedagogical Content Knowledge (PCK) framework in learning mathematics. This study aims to describe the PCK framework of teachers in online mathematics learning. This study uses the content analysis method used to design the conceptual framework of teachers' PCK in online mathematics learning. Content analysis is carried out in the form of a literature review and data mining. For data mining, instruments in the form of questionnaires and interview guidelines were used with the subject of five mathematics teachers. The data analysis technique used is triangulation. The results showed that the teacher's PCK framework in online mathematics learning can be adapted and operationalized from Lannin's PCK model which includes knowledge of instructional strategies for mathematics, knowledge of student understanding within mathematics, knowledge of the curriculum for mathematics and knowledge of assessment for mathematics. Teachers already have a fairly good paradigm, readiness, and supporting factors in implementing online mathematics learning, but they are still not optimal in the abilities and structure of students' assignments.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue