cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Iyam Maryati; Nanang Priatna
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.403 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v6i3.322

Abstract

AbstrakPendidikan karakter merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang mengarah kepada pembentukan karakter peserta didik dengan menitiberatkan pada keteladanan, pembiasaan, dan penciptaan lingkungan yaang kondusif . Bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter matematika seperti jujur, demokrasi, bertanggungjawab, mandiri, disiplin, kerja keras, kreatif, dan rasa ingin tahu. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika tetap harus berlandaskan pada nilai-nilai universal. Pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter dapat ditempuh dengan langkah-langkah : a) Menggunakan nilai-nilai budaya dan karakter yang memperlihatkan keterkaitan antara Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan; b) Mencantumkan nilai-nilai budaya dan karakter itu ke dalam silabus; c) Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera pada silabus ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran; d) Mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai; e) Memberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku. Oleh karena itu diharapkan setiap peserta didik mampu menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari melalui proses pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pembelajaran yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai tersebut adalah pembelajaran kontekstual yang membantu guru dalam memotivasi siswa untuk mengaitkan pengetahuan yang dipelajarinya dengan kehidupan sehari-hari. Karakter apa sajakah yang dapat dikembangkan pada mata pelajaran matematika?. Dan model pembelajaran apa yang dapat diterapkan untuk mengembangkan karakter matematika?. Dengan menggunakan metode penelusuran literatur, artikel ini menyajikan tentang integrasi nilai-nilai karakter dalam mata pelajaran matematika melalui model pembelajaran kontekstual.Kata Kunci: Nilai-Nilai karakteristik Matematika, Pembelajaran Kontekstual.AbstractCharacter education is an effort to improve the quality of process and learning outcomes that lead to the formation of the character of learners by focusing on exemplary, habituation, and the creation of a conducive environment. Aims to inculcate the values of mathematical characters such as honest, democratic, responsible, independent, disciplined, hard work, creative, and curiosity. The character values developed in mathematics learning must still be based on universal values. Integrating character education values can be pursued by the following steps: a) Using cultural values and characters that show the linkage between Core Competence and Basic Competence with values and indicators to determine the value to be developed; b) Include the cultural and character values into the syllabus; c) Include the values listed in the syllabus into the Lesson Plans; d) Develop an active learning process of learners that enable learners to have opportunities to internalize values and demonstrate them in appropriate behaviors; e) Provide assistance to learners, whether it is difficult to internalize the value or to show it in behavior. Therefore it is expected that every student can internalize these values into the behavior of everyday life through the learning process, both in the classroom and outside the classroom. Learning that can internalize these values is contextual learning that helps teachers in motivating students to relate knowledge learned to everyday life. What are the characteristics that can be developed on math subjects ?. And what learning model can be applied to develop math character ?. Using the literature search method, this article presents the integration of character values in mathematics subjects through a contextual learning model.Keyword: Values of Mathematical Characteristics, Contextual Learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN PENDEKATAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA Eva Noviani Sutisna; Nanang Nanang
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.962 KB)

Abstract

Abstract:In Mathematic Subject, the quality of inter pretation and respon are skill a special problem For the student, its because of math characteristic consists alot of terminology and symbols whitch is indicate that the ability of Math communicative is low. Base on that problem, to develop student’s Math Comunicative skill, the whiner would try to Find out the best way to Improve its skill. The wniter chooses Cooperative Learning Through Number Head Together (NHT) to develop student’s mayh communicative. In this research the wniter uses experimental method that she gererates the data to get detail result. The population of study is the student of VIII of MTs.Muhammadiyah Bayubud Wanaraja Garut. The wniter takes random sample of the student, after analiting and experimenting the development of student’s Math comunnicative ability through Cooperative Learning Number Head Together (NHT) is beter than a convertion one.  Abstrak:Dalam matematika, kualitas interpretasi dan respon itu seringkali menjadi masalah istimewa. Hal ini sebagai salah satu akibat dari karakteristik matematika itu sendiri yang sarat dengan istilah dan symbol yang mengiindikasi bahwa kemampuan komunikasi matematika masih rendah. Berdasarkan masalah diatas, penulis mencoba mencari cara yang terbaik untuk meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika siswa dengan pendekatan Kooperatif melalui teknik Number Head Together ( NHT). Penelitian ini penulis menggunakan metode kuasi eksperimen, polulasi yang diambila adalah kelas VIII MTs. Muhammadiyah Bayubud wanaraja Garut, dengan sempel acak. Setelah menganalisa dan eksperimen, diperoleh kesimpulan bahwa Kemampuan Komuniaksi Matematika siswa yang menggunakan pendekatan model pembelajaran Kooperatif Number Head Together (NHT) lebih baik dibandingkan pembelajaran Konvensional.
Analisis Miskonsepsi Siswa SMP pada Materi Operasi Hitung Bentuk Aljabar Herikeu Meidia Sari; Ekasatya Aldila Afriansyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1770.615 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.511

Abstract

AbstrakRendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar menjadi salah satu permasalahan yang ditemui saat belajar materi Aljabar. Banyak miskonsepsi yang ditemukan pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk miskonsepsi yang dialami siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Cibatu kelas VII-H yang berjumlah sebanyak 32 siswa dengan 3 siswa dipilih secara purposive sampling untuk dijadikan partisipan pilihan. Teknik analisis data secara deskriptif melihat hasil jawaban siswa, hasil wawancara, serta dokumentasi menggunakan model Miles and Huberman, sehingga triangulasi data terpenuhi. Dari hasil penelitian ditemukan beberapa miskonsepsi yang dialami siswa pada materi operasi hitung bentuk aljabar yang dikategorikan dalam empat jenis, diantaranya miskonsepsi generalisasi, miskonsepi notasi, miskonsepsi pengartian huruf dan misonsepsi aplikasi aturan. Diketahuinya keempat miskonsepsi ini diharapkan guru-guru dapat lebih waspada saat mengajar materi aljabar terhadap keempat miskonsepsi ini. Analysis of Middle School Students' Misconceptions on the Material of Calculating Operations in Algebraic Forms AbstractThe low ability of students to understand concepts in the algebraic arithmetic operation material is one of the problems encountered when learning algebra material. Many misconceptions are found in the arithmetic operation material in algebraic form. The purpose of this study was to determine the form of misconceptions experienced by students in the algebraic form of arithmetic operations. The research method used is qualitative. The research was conducted at SMP Negeri 1 Cibatu class VII-H, amounting to 32 students with 3 students selected by purposive sampling to be selected participants. The descriptive data analysis technique saw the results of students' answers, interviews, and documentation using the Miles and Huberman model so that data triangulation was fulfilled. From the results of the study, it was found that several misconceptions experienced by students in the algebraic arithmetic operation material were categorized into four types, including generalization misconceptions, notation misconceptions, letter interpreting misconceptions, and rule application misconceptions. Knowing these four misconceptions, it is hoped that teachers will be more vigilant when teaching algebraic material regarding these four misconceptions. 
PENGEMBANGAN RUBRIK BERPIKIR KREATIF SISWA MENENGAH ATAS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA Silvia Fitriani; Ayu Yarmayani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.124 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.339

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik produk pengembangan rubrik keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah matematika pada materi program linier dan mengetahui Kelayakan rubrik ketrampilan berfikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah matematika, melalui penilaian guru matematika SMA sebagai pengguna dan pertimbangan validasi (ahli). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  penelitian pengembangan dan model pengembangan yang digunakan yaitu 4D, model pengembangan ini terdiri dari 4 tahap sesuai dengan namanya, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Karena keterbatasan waktu maka penelitian hanya dilakukan sampai pada tahap develop (pengembangan). Berdasarkan penilaian dari validator dan guru, instrumen yang dikembangkan sudah layak dan dapat diterapkan  untuk siswa kelas XI IPA. AbstractThe purpose of this research was to knew the characteristics of the product development of creative thinking skills rubric students in mathematical problem solving in the subject matter of program linier in the Senior High School City of Jambi and knew the eligibility section of creative thinking skills of students in mathematical problem solving, through consideration of assessment junior high school math teacher as a user and validation (expert). This type of research used in this study is the development of research and development model used is 4D, this development model consists of four stages in accordance with its name, define (definition), design (design), develop (development), and disseminate (spread). because of limited time the research only done until development step. Based on the assesment from the validator and the teacher, the instrument which development had been and can to be apply for students on Senior high school of eight grade in the class.
Pengembangan Buku Ajar Metode Numerik Berbasis Pembelajaran Kolaboratif Ni Kadek Rini Purwati; Ni Ketut Erawati
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.797 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.817

Abstract

AbstrakBuku ajar metode numerik haruslah memuat gambaran lengkap materi dan lebih menekankan pada implementasi metode, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang aktif dan interaktif. Penerapan pembelajaran kolaboratif yang diintegrasikan melalui buku ajar metode numerik akan menciptakan suasana pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk saling berinteraksi, bekerjasama, berbagi peran, tugas, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas atau masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku ajar metode numerik berbasis pembelajaran kolaboratif yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Model Plomp yang terdiri dari tiga fase, yakni fase penelitian awal, fase membuat prototipe, dan fase penilaian dimana pada fase ini dilakukan uji validitas berdasarkan lembar validasi, kepraktisan berdasarkan angket respon dan keefektifan berdasarkan lembar observasi dan tes. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika IKIP PGRI Bali. Hasil yang diperoleh adalah buku yang dikembangkan layak digunakan, kepraktisan tergolong baik dan buku ajar metode numerik efektif digunakan dalam perkuliahan.Kata Kunci: Buku Ajar, Pembelajaran Kolaboratif, Penelitian Pengembangan  Development of Numerical Methods Textbook Based on Collaborative LearningAbstractNumerical method textbooks must contain a complete description of the material and put more emphasis on the implementation of the method, to create active and interactive learning. The application of collaborative learning that is integrated through numerical methods textbooks will create a learning atmosphere that encourages students to interact, collaborate, share roles, assignments, and responsibilities in solving assignments or problems. The purpose of this research is to develop a valid, practical, and effective numerical method textbook based on collaborative learning. This research is research on the development of the Plomp Model which consists of three phases, namely the preliminary research phase, the prototyping phase, and the assessment phase wherein this phase the validity test is carried out based on the validation sheet, the practicality is based on the response questionnaire and the effectiveness is based on the observation sheet and the test. The research subjects were students of the mathematics education study program at the IKIP PGRI Bali. The results obtained are that the book developed is suitable for use, the practicality is good and the numerical method textbook is effectively used in lectures.Keywords: Collaborative Learning, Development Research, Textbook.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PROBLEM BASED-LEARNING Julita Julita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.11 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.350

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pengaruh pembelajaran menggunakan metode problem based-learning terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar matematika peserta didik tentang sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang difokuskan pada proses pembelajaran dan untuk melakukan perbaikan berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif. Objek penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA-1 SMAN 10 Kota Bogor. Data kuantitatif diperoleh melalui tes tertulis, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi keaktivan peserta didik dan aktifitas guru saat proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar peserta didik yang mencapai 94% dan terdapat peningkatan keaktivan peserta didik dan guru dalam proses problem based-learning. AbstractThe aim of this research is to indentify the quality of learning influence using problem based-learning method against the increased of students problem solving ability and learning outcome in mathematics concerning linear equation systems of three variable. The methods that is used is classroom action research that focused on learning process  to upgrade it based on quantitative and qualitative data. The object of this research are students in classroom X MIPA-1 SMAN 10 Kota Bogor. Quantitative data obtained from written test, meanwhile, qualitative data from observation of students and teachers activeness when learning process conducted in the classroom. The result shows that there are increasing in students learning completeness that reach 94% and in students and teachers activeness in problem based-learning process.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) Dewi Latifah; Sukanto Sukandar Madio
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.162 KB)

Abstract

Abstract:Mathematics is a universal science that underlies the development of technology and have an important role in advancing the human intellect. Problem solving is the focus in the study of mathematics as a problem solving type of learning that most high level and complex. Quasi-experimental study with Nonequivalent Group Pre-test Post-test Design aims to determine the increase in mathematical problem solving ability of student who get Missouri Mathematics Project (MMP) learning model better than students who received conventional learning models, and how the increase in mathematical problem solving ability of students who get the Missouri Mathematics Project (MMP) learning model, as well as students toward learning model Missouri Mathematics Project (MMP). Sampel population in this were students MAN at Garut. The results showed that: (1) Increase in mathematical problem solving ability of student who get Missouri Mathematics Project (MMP) learning model better than students who received conventional learning models, (2) Improvement of students mathematical problem solving abilities that get being interpreted Missouri Mathematics Project (MMP) learning model, (3) Students attitudes toward learning model Missouri Mathematics Project (MMP) interpreted very positive. Abstrak:Matematika merupakan ilmu yang universal yang mendasari perkembangan teknologi dan mempunyai peran penting dalam memajukan daya pikir manusia. Pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika karena pemecahan masalah tipe belajar yang tingkatnya paling tinggi dan kompleks. Penelitian kuasi eksperimen dengan Nonequivalent Group Pre-test Post-test Design ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) lebih baik dari siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional, dan bagaimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP), serta sikap siswa terhadap model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Sampel populasi dalam penelitian ini adalah siswa MAN di Garut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) lebih baik dari siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, (2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) diinterprestasikan sedang, (3) Sikap siswa terhadap model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) diinterprestasikan sangat positif.
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika tentang Sifat-Sifat Bangun Ruang Sederhana melalui Contextual Teaching and Learning Asiroha Sipayung
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.928 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.153

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep matematika tentang sifat-sifat bangun ruang melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dan subjeknya adalah siswa kelas IV yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian pada siklus I pertemuan 1 nilai rata-rata mencapai 62,00 sedangkan pada siklus I pertemuan 2 nilai rata-rata meningkat menjadi 67,50, siklus II pertemuan 1 76,33 dan siklus II pertemuan 2 82,00. Kesimpulan dari penelitian adalah pembelajaran dengan menerapkan pendekatan CTL dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa di kelas IV. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I hanya mencapai 13 orang atau 43,33% dan yang belum tuntas belajarnya mencapai 17 orang atau 56,67 %. Namun, pada siklus I pertemuan 2 ketuntasan belajar mencapai 16 orang atau 53,33% dan yang belum tuntas belajarnya 14 orang atau 46,67%. Untuk siklus II pertemuan 1 yang tuntas 22 orang atau 73,33% sedangkan yang belum tuntas 8 orang atau 26,67% dan untuk siklus II pertemuan 2 siswa yang tuntas 26 orang 86,67% dan yang belum tuntas 4 orang atau 13,33%. Abstract (Enhancing Students’ Understanding Concept of Mathematical Space Building Properties through Contextual Teaching and Learning)This study aims to determine students' understanding of mathematical concepts about the nature of space building through the application of the Contextual Teaching and Learning approach. The method used is Class Action Research and the subject is 30 fourth-grade students. The results of this research in the first cycle of meeting 1 average score reached 62.00 while in the first cycle of meeting 2 average score increased to 67.50, cycle II meeting 1 76.33 and cycle II meeting 2 82.00. The conclusion of the study is that learning by applying the CTL approach can improve students' conceptual understanding in grade IV. Students' completeness of learning in the first cycle only reached 13 people or 43.33% and the unfinished study reached 17 people or 56.67%. However, in the first cycle, the second meeting of learning completeness reached 16 people or 53.33% and 14 people had not yet completed their study or 46.67%. For cycle II meeting 1 which was complete 22 people or 73.33% while the unfinished 8 people or 26.67% and for cycle II meeting 2 students who completed 26 people 86.67% and the unfinished 4 people or 13.33 %.
Perbandingan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa yang Mendapatkan Pendekatan Keterampilan Proses dengan Pendekatan Ekspositori Rudi Rudiansyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1602.925 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran pendekatan keterampilan proses dan pendekatan ekspositori.
Proses Berpikir Siswa Bergaya Kognitif Visualizer dalam Menyelesaikan Masalah TIMSS Non Geometri M. Rohman Galih Tri Mulyo; Anisa Fatwa Sari; Azhar Syarifuddin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.715 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.435

Abstract

AbstrakSiswa bergaya kognitif visualizer cenderung mengolah informasi dalam bentuk visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses berpikir siswa bergaya kognitif visualizer dalam menyelesaikan masalah TIMSS non geometri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 3 siswa bergaya kognitif visualizer kelas VIII SMP swasta di Surabaya. Ketiga subjek mempunyai tingkat kemampuan matematika Tinggi, Sedang, dan Rendah. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung yaitu angket gaya kognitif visualizer dan verbalizer, soal tes TIMSS non geometri, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa tes gaya kognitif, tanya jawab dengan guru di kelas, tes soal TIMSS non geometri, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian siswa berkemampuan matematika tinggi pada tahap persiapan, inkubasi, dan iluminasi sangatlah baik, namun pada tahap verifikasi bisa dikatakan cukup dalam menyelesaikan soal TIMSS non geometri. Siswa yang berkemampuan matematika sedang dari empat tahap sudah cukup baik, namun masih belum mampu memahami soal yang abstrak seperti aljabar. Sedangkan siswa yang berkemampuan matematika rendah pada tahap persiapan dan tahap inkubasi cukup baik, namun pada tahap iluminasi dan tahap verifikasi masih kurang. Student’s of Cognitive Visualizer Thinking Process in Completing Non Geometry Timss ProblemsAbstractStudents with cognitive visualizer styles tend to process information in visual form. The purpose of this research was to determine the student’s thinking process. The purpose of this research is describe student’s of cognitive visualizer thinking process in completing non geometry TIMSS problems. The type of this research is desciptive qualitative research. The subjects in this research were three students of cognitive visualizer grade eight from private junior high school in Surabaya. The three subjects had high, medium, and low capability in mathematic. The research instrument in this study was the researchers themselves and assisted by some supporting instruments questionnaire cognitive visualizer and verbalizer, question of TIMSS non geometry, and interviews guidelines. The data collection technique used were a test of style cognitive, interview whit teacher,  TIMSS non geometry test, and interview. The data analisis technique used were data reduction, presentation of data, and conclusion. The result of the research was the high-skilled at the stage of preparation, incubation, and illumination well, but in the vierification stage it can be said to be sufficient in solving non geometry TIMSS problems. Students medium-skilled mathematic from four stages are good enough, but still not able to understand abstract questions such as algebra. While students with low-skilled mathematical at the preparation and incubation stages good enough, but at the ilumination and verification stages still not enough.

Page 17 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei Vol 1, No 1 (2012) More Issue