cover
Contact Name
Dwi Astuti
Contact Email
jurnalpopulika@gmail.com
Phone
+6281578566925
Journal Mail Official
astibudiyanto@gmail.com
Editorial Address
nDalem Mangkubumen KT III 237 Yogyakarta 55132
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Populika
ISSN : 02162490     EISSN : 27759989     DOI : https://doi.org/10.37631/populika.v8i1
Jurnal POPULIKA is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism.
Articles 137 Documents
Interrelasi Masyarakat Lokal dengan Cagar Budaya Paharizal, Rizal
POPULIKA Vol. 9 No. 1 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i1.350

Abstract

Bangunan Cagar Budaya yang ada di Kawasan Cagar Budaya didiami dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk tempat tinggal, kegiatan ekonomi, sosial dan budaya. Bahkan secara turun temurun mereka tinggal di sana tersebut, hal inilah yang membuat sikap, pemaknaan dan ikatan yang sangat kuat antara masyarakat dengan peninggal sejarah yang mereka tempati. Masyarakat memandang bahwa tinggal di sekitar Kawasan Cagar Budaya akan prinsif xtata xurip, xtata xkrama, dan xtata xlaku mereka dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk menjaga kelestarian budaya di sekitar Kawasan tersebut, munculah mitos yang mempengaruhi perilaku masyarakat agar bersikap jujur dan menjaga peninggalan sejarah dan budaya. Namun sikap, pemaknaan dan pandangan masyarakat yang tinggal di Kawasan Malioboro, Ndalem Kraton dan Krapyak sangat berbeda terhap Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Cagar Budaya
Komparasi Buruh Gendong di Pasar Beringharjo dan Giwangan Yogyakarta Thofir, Noflin
POPULIKA Vol. 9 No. 1 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i1.352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat komparasi buruh gendong di Pasar Beringharjo dan Pasar Giwangan Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik- teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, secara ekonomi, buruh gendong merupakan masyarakat yang menawarkan buruh gendong yang ditawarkan sangat membantu mobilitas pedagang dalam memberikan latar belakang ke bawah. Kedua, Secara pendidikan, buruh gendong hanya terdapat di SD, SMP, dan yang tidak bersekolah. Ketiga, Secara umur, buruh gendong memiliki umur hampir rata-rata yaitu mulai dari 35 tahun sampai 70 tahun, bahkan lebih, Keempat, Jasa yang pelayanan pengangkutan barang kepada konsumen, dan konsumen merasa dimudahkan dengan jasa buruh gendong. Buruh gendong selalu memanjakan dengan pasar tradisional. Buruh gendong merupakan perempuan yang berprofesi menggendong barang-barang bawaan yang berupa barang dagangan. Dan adanya ketidakadilan dalam memberikan upah terhadap pekerja. Buruh gendong hanya mendapatkan upah dari hasil gendongannya.
Corporate Social Responsibility, Program Bedah Rumah dan Upaya Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo Harjanta, S.L.
POPULIKA Vol. 7 No. 2 (2019): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v7i2.358

Abstract

Berdasar album kemiskinan, angka kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo, masih cukup tinggi. Data Tahun 2015 menyebutkan, tingkat kemiskinan mencapai di atas 20 persen atau sekitar 50 ribu penduduk. Dari puluhan ribu penduduk miskin, banyak diantaranya tinggal di Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Seiring terbitnya Peraturan Daerah (Perda) nomor 22 Tahun 2012 Tentang Tanggung jawab Sosial Perusahaan (TSP), maka kalangan swasta atau pengusaha memiliki tanggung jawab dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo. Untuk itu, dalam penelitian ini akan mengkaji sejauh mana peran CSR atau keterlibatan kalangan pengusaha dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya melalui program bedah rumah. Lokasi penelitian ini berada di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian deskriptif kualitatif.
Deforestation and Changes in People's Economies Due to Oil Palm Plantations in East Kalimantan Purwanto, Ramadhan Dwi; Mahadika, Alam
POPULIKA Vol. 9 No. 2 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i2.364

Abstract

The market demand for oil palm commodities does make the plantation business a very profitable endeavor. The high demand led to the massive clearing of oil palm plantations in East Kalimantan that resulted in land exploitation. In addition, the concept of poverty alleviation by the government in East Kalimantan by relying on employment from palm oil plantations then added a new problem that is deforestation and changes in the local people's system to be discussed in this journal. This research uses qualitative descriptive. The result in the Get is 1.) The job opening brought about a new problem of community economic vulnerability due to an error in understanding the concept of poverty and the existence of fundamental source of blindness. 2.) East Kalimantan Region is only a land that is not followed by access to education and health and the assurance of a decent life for the company. 3.) The change of the living system depends only on one commodity of oil palm 4.) The exploitation of this land has an ongoing impact on deforestation in East Kalimantan, which is detrimental to the existence of diversity of plants, animals and local communities.
Kekerasan Simbolik Dalam Koran Merapi (Analisis Wacana pada Pemberitaan Kekerasan Seksual Perempuan Koran Merapi Edisi Januari-Desember 2014 ) Waskyto Sugiyanto, Bagus Ajy
POPULIKA Vol. 8 No. 2 (2020): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v8i2.375

Abstract

Pemberitaan kekerasan seksual pada perempuan dalam Koran Merapi menempatkan posisi laki-laki menjadi subjek sedangkan perempuan menjadi objek, sehingga membentuk posisi yang timpang antara laki-laki dan perempuan. Posisi dominan laki-laki ini yang membuat pemberitaan masih terasa bias gender. Bordieu melihat fenomena ini sebagai kekerasan simbolik, kekerasan yang halus, tak kasat mata. Penelititan ini berupaya untuk melihat bagaiamana wacana kekerasan simbolik dalam pemberitaan kekerasan seksual pada perempuan di Koran Merapi. Untuk mengetahuinya penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis yang membedah jalinan teks, kognisi, dan sosial pada Koran Merapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana kekerasan simbolik yang terdapat pada pemberitaan Koran Merapi meliputi, objektivikasi seksual pada perempuan, perempuan sebagai penyebab kekerasan seksual, perempuan harus mematuhi kehendak laki-laki, melestarikan mitos “suci” pada perempuan, dan ketidak seriusan dalam memandang esensi kekerasan seksual.
Peran Badan Narkotika Nasional Propinsi DIY Dalam Pencegahan Narkoba di Kota Yogyakarta Buton, Rafli; Hendra, Djaya
POPULIKA Vol. 7 No. 2 (2019): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v7i2.376

Abstract

The issue of drug abuse or drug use is still a problem that is quite concerning for the Indonesian people until now. Indonesia is the right target for drug traffickers because of its large population and a large number of young people. This is a big challenge for the government to overcome this problem, through the institution, namely the National Narcotics Agency. This research was conducted with the aim to finding out what steps have been taken by the National Narcotics Agency to overcoming the problem of drug use, especially in Yogyakarta. This research used descriptive research methods that try to obtain facts and provides an overview of events and phenomena in people's lives to describe what is currently applicable. In overcoming the problem of drug abuse, especially in Yogyakarta, the Yogyakarta Provincial National Narcotics Agency has taken several steps, including increasing knowledge, give understanding and awareness of drug use. Take preventive measures and carry out advocacy. In carrying out its duties, BNNP DIY also always collaborates with other institutions, such as government agencies, private agencies, educational institutions and the community.
Solidaritas Anarkisme Suporter Bola PSIM DAN PSS Werdiyanti, Tera Puspita; Noor, As Martadani; Paharizal, Rizal
POPULIKA Vol. 7 No. 2 (2019): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v7i2.377

Abstract

This research is located in Sleman, Yogyakarta. This research was conducted when researcher saw the solidarity of anarchism of football supporters. Factors related to the solidarity of anarchism of football supporters and the empowerment of football supporters, especially with PSIM and PSS. This research wants to describe more clearly how the solidarity of anarchism is, the factors associated with solidarity of anarchism and the empowerment of suporter in PSIM and PSS football clubs. This research was conducted with a qualitative descriptive research method. Data was collected by Snow Ball sampling until the data was at its saturation point. This method was chosen because the number of actors is large so it  could gets more accurate data. The results obtained in the solidarity of football supporters anarchism prove that there are improvements from the supporters. Then the factors related to the solidarity of anarchism are still trying to become supporters who are more loved by the community and the empowerment of PSIM and PSS football  supporters has not received training from any party.
Kekerasan Terhadap Jurnalis oleh Oknum Aparat Kepolisian Saat Meliput Aksi Demonstrasi Di JakartaTahun 2019-2020 Saleh, Fathurahman; Sukarno, Bilal
POPULIKA Vol. 9 No. 2 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i2.379

Abstract

Negara dengan sistem demokrasi yang biasanya menitikberatkan pada kebebasan, paling sedikit memiliki 2 (dua) unsur kebebasan yang secara umum digambarkan, yaitu kebebasan berekspresi dan kebebasan pers. Kebebasan pers di negara demokrasi dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengukur demokratis tidaknya suatu negara. Jurnalis sebagai elemen terpenting dalam pers atau media seringkali menghadapi berbagai bentuk kekerasan yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, salah satunya adalah polisi. Kekerasan terhadap jurnalis oleh polisi kerap terjadi saat jurnalis meliput demonstrasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan yang bertujuan untuk melihat bentuk dan dasar dari kebebasan pers di Indonesia, serta mengidentifikasi tindakan kekerasan yang dialami jurnalis oleh oknum pihak kepolisian saat meliput aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta dalam kurun waktu 2019-2020. 
Insecurisme Politik Rakyat Indonesia pada Pemilihan Kepala Daerah 2020 Siagian, Al Mukhollis; Permatasari, Yuli
POPULIKA Vol. 10 No. 1 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i1.380

Abstract

Salah satu masalah penting dari demokrasi daerah adalah politik kekerabatan. 124 calon kepala daerah pada pemilihan umum kepala daerah 2020 di Indonesia terpapar politik kekerabatan. Demokrasi sebagai sistem yang memposisikan rakyat pemegang kedaulatan telah kehilangan ruhnya. Ditemukan sepuluh faktor dominan penyebab terjadinya insecurisme politik rakyat; rendahnya kesadaran politik rakyat, minimnya edukasi politik kepada rakyat, partisipasi politik rakyat bersifat passif, pragmatisme partai politik pada kandidasi calon kepala daerah, ketidakpercayaan rakyat terhadap calon kepala daerah, lemahnya sosialisasi KPU terhadap rakyat tentang pentingnya penggunaan suara dalam menentukan kondisi daerah,  pemutakhiran data pemilih, tingginya modus transaksi calon kepala daerah kepada rakyat, formalitas ketentuan calon kepala daerah, dan kran politik kekerabatan dibuka secara leluasa melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 tentang tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Kemudian sepuluh faktor tersebut membentuk insecurisme politik rakyat Indonesia. Rakyat memposisikan dirinya tidak berdaya dan beranggapan tidak memiliki pengaruh dalam demokrasi sehingga melakukan pembiaran atas maraknya politik kekerabatan.
Mobilisasi Politik Kelompok Kepentingan Dalam Pilpres 2014 Di Desa Dasan Borok (Studi Nahdlatul Wathan) Mukhlisin, Syamsul
POPULIKA Vol. 9 No. 2 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i2.385

Abstract

Abstraksi Nahdlatul Wathan merupakan suatu kelompok kepentingan yang melakukan mobilisasi politik terhadap masyarakat desa Dasan Borok pada saat Pemilu PILPRES RI 2014. Mobilisasi politik ini dilakukan karena Nahdlatul Wathan adalah salah satu pengusung pasangan kandidat calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2014. Terpecahnya Nahdlatul Wathan menjadi dua Pengurusan Besar berdampak pada perbedaan dukungan terhadap pasangan kandidat calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2014 seperti Nahdlatul Wathan Pancor mengusung pasangan Prabowo-Hatta dan Nahdlatul Wathan Anjani mengusung Pasangan Jokowi-JK dan masing-masing kubu memiliki massa yang besar di desa Dasan Borok. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui “Peran Kelompok Kepentingan Dalam Memobilisasi Politik Masyarakat Desa Dasan Borok Pada PILPRES 2014”. Dalam memetakan masalah dari penelitian yang bersetting di desa Dasan Borok, Kec. Suralaga ini, maka peneliti menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan tujuan agar data yang disajikan relevan dengan pendekatan yang dipakai. Adapun tekhnik yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan tekhnik purposive sampeling. Di samping itu untuk meningkatkan kevalidan data yang diperoleh, maka penelitian ini menggunakan tekhnik pengumpulan data observasi berbentuk participant observation dan wawancara tidak terstruktur serta dokumentasi dengan teknik analisis domain (domain analysis). Dari hasil temuan di lapangan dapat dideskripsikan bahwa PILPRES RI 2014 dipandang sebagai arena pertarungan oleh dua kubu Nahdlatul Wathan selaku kelompok kepentingan karena perbedaan usungan kandidat pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Sebagai Kelompok Kepentingan, Nahdlatul Wathan berperan sebagai tim sukses dengan menggunakan peran dakwah sebagai media untuk melakukan mobilisasi politiknya terhadap masyarakat desa Dasan Borok pada PILPRES 2014. Hal ini terlihat ketika Nahdlatul Wathan mengadakan pengajian akbar maupun lawatan-lawatan agama dengan menghadirkan pasangan calon presiden yang diusungnya dengan dihadiri oleh ribuan jamaah NW maupun sosialisasi pasangan kandidat ketengah masyarakat yang dilakukan oleh pengurus NW ditingkat cabang dan ranting yang ada di desa Dasan Borok. Kata Kunci: Kelompok Kepentingan, Pilpres, dan Nahdlatul Wathan  Abstract Nahdlatul Wathan is a group interest conducting political mobilization on the society in Dasan Borok in president election in 2014. It is done because Nahdlatul Wathan is a group that brings the candidate of president and vice president of RI in 2014. Nahdlatul Wathan becomes two managing committee which affects the support of the president and the vice candidate of RI in 2014. Nahdlatul Wathan Pancor carried Prabowo-Hatta and Nahdlatul Wathan Anjani carried Jokowi-JK, and each group has a great amount of mass in Dasan Borok. This research purposed at knowing “the role of political mobilizationof group interest in the president election in 2014 in Dasan Borok”. This research is a qualitative research approach utilizing descriptive in order the data is relevant. The technique used is purposive sampling.  The data collection used is observation in from of participant observation, unstructured interview as well as documentation using domain analysis technique. Based on the found data, it can be described that the president’s election of RI 2014 seemed to be a strange struggling arena done by two sides group of Nahdlatul Wathan as the group interest. As the group interest, Nahdlatul Wathan personated as the success team, it was done through religious endeavor or dakwah in the society in Dasan Borok in president’s election of RI 2014. It can be seen when Nahdlatul Wathan held a great meeting (great religious endeavor) as well as a visit of the candidate of the        presidents. It was also done by the chapter and the subsection of NW in Dasan Borok. Keyword: Group Interest, President Election (Pilpres), Nahdlatul Wathan

Page 8 of 14 | Total Record : 137