cover
Contact Name
Dwi Astuti
Contact Email
jurnalpopulika@gmail.com
Phone
+6281578566925
Journal Mail Official
astibudiyanto@gmail.com
Editorial Address
nDalem Mangkubumen KT III 237 Yogyakarta 55132
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Populika
ISSN : 02162490     EISSN : 27759989     DOI : https://doi.org/10.37631/populika.v8i1
Jurnal POPULIKA is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: gender politics and identity, digital society and disruption, civil society movement, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance & democracy, radicalism and terrorism.
Articles 137 Documents
Pengaruh Pandemi Covid-19 Terhadap Pola Konsumsi Mahasiswa Nabilah, Alvina Putri; Fitri, Karima Nurul; Primastuti, Rahmi Kharisma; Khoirunnisaa, Rifqa Tsania; Anju, Anju; Ernawati, Ernawati
POPULIKA Vol. 9 No. 2 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i2.388

Abstract

Salah satu sektor yang terdampak pandemi COVID-19 adalah pendidikan. Institusi dihimbau untuk tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara langsung dengan tujuan mengurangi penyebaran COVID-19 sehingga ditetapkan sistem pembelajaran jarak jauh. Hal tersebut berdampak pada pola konsumsi mahasiswa karena adanya perubahan terkait kebiasaan baru di masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, kualitatif, dan deskripsi dengan metode survei dan studi literatur. Kuesioner disampaikan melalui Jotform dengan total responden sebanyak 106 mahasiswa yang disebarkan melalui berbagai sosial media. Data yang didapatkan menunjukkan pengeluaran selama masa pandemi mengalami penurunan. Begitupun dengan biaya transportasi yang juga mengalami penurunan karena banyaknya aktivitas yang dilakukan di rumah. Sedangkan kebutuhan biaya internet selama masa pandemi menunjukkan peningkatan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan pola konsumsi mahasiswa di masa pandemi memiliki pengaruh terhadap pola kehidupan mahasiswa, diantaranya terjadi peningkatan pada kebutuhan internet, penggunaan uang digital, dan kebiasaan berbelanja online, dan menunjukkan penurunan pada biaya transportasi, kebutuhan di tempat tinggal, dan kebutuhan kuliah. Hal ini disebabkan pola adaptasi manusia terhadap perubahan keadaan sosial ekonomi selama pandemi.
Politisasi Agenda Keamanan Siber Pada Era Industri 4.0 di Forum Multilateral Jose, Hino Samuel
POPULIKA Vol. 9 No. 2 (2021): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v9i2.390

Abstract

Keamanan siber dalam forum multilateral masih mengalami perdebatan dan tantangan hingga saat ini di tahun 2021. Forum multilateral selain menjadi sarana kerjasama bagi para negara untuk mencari solusi bersama juga menjadi ruang untuk para aktor mengedepankan politisasi kepentingan mereka dalam agenda multilateral. Isu strategis dan substantif dari keamanan siber hingga saat ini sudah meluas ke konflik geopolitik sehingga terjadi redefinisi dari alam keamanan siber itu sendiri yang berpengaruh ke forum multilateral. Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif menggunakan data sekunder untuk menganalisa berbagai sub konteks yang relevan. Artikel ini akan membahas bagaimana politisasi keamanan siber dilakukan di forum multilateral pada era 4.0. Artikel ini juga membahas mengenai peran pemerintah yang diredefinisi oleh kebutuhan akan peran industri dan non-state actor dalam dinamika multilateral untuk agenda keamanan siber.
PERAN GERAKAN PEREMPUAN DALAM PROSES INSTITUSIONALISASI NORMA KESETARAAN GENDER INTERNASIONAL Setiyaningsih, Dewi
POPULIKA Vol. 10 No. 1 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i1.471

Abstract

This study aims at analyzing the role of women movement in Europe and US in creating gender equality norm. Using qualitative approach and life cycle of norm theory developed by Finnemore & Sikkink, this study tries to explain the development of gender equality norm through three stages, they are norm emergence, norm cascade and norm institutionaization. The result shows that there is the strong involvement of women movement in each stage, starts from the aftermath era until the modern era, when the internatioal organization such as Nation Leagues and United Nations are started to emerge. Step by step shows the women movement’s startegies in promoting gender equality norm to be institutionalized through international organization.
Kebijakan Pemerintah dalam Mengatasi Kemacetan di Kota Yogyakarta (Studi Penelitian di Jalan Malioboro di JalanTentara Pelajar) Fatimah, Siti; Syakdiah, Syakdiah; Kusumawiranti, Retno
POPULIKA Vol. 10 No. 1 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i1.473

Abstract

Kemacetan biasa dijumpai di Kota Yogyakarta, disebabkan pertumbuhan kota yang juga diiringi pertambahan jumlah penduduk dan jumlah kendaraan, tapi tidak didukung infrastruktur yang bisa mengimbanginya. Pemerintah Kota Yogyakarta dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dan Polantas selaku instansi terkait turun tangan untuk mengatasi kemacetan, ada beberapa upaya yang telah dilakukan, tapi belum bisa dikatakan baik karena masih ada beberapa masalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan informan, menggunakan teknik purposif sampling. Pengumpulan data digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Upaya pemerintah mengatasi kemacetan di Jalan Malioboro dan Tentara Pelajar seperti diadakannya rekayasa lalu lintas dimana ruas jalan tertentu dijadikan jalan satu arah atau pelebaran dan normalisasi simpang, pengembangan teknologi ATCS ( Area Traffic Control System ) dan pengalokasian disediakan lahan parkir pada ruas Jalan Malioboro dan Tentara Pelajar. Namum dalam pelaksanaannya masih banyak menghadapi hambatan dan kendala, menggunakan pendekatan teknologi membutuhkan anggaran besar dalam penyedian dan perawatan teknologi ATCS dan kurangnya personil atau sumberdaya manusia untuk memproses pengaduan terhadap masalah yang terjadi dilapangan, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menyukseskan program-program.
Penguatan Kelembagaan Pokdarwis Sumber Edi Dalam Pengelolaan Hutan Adat Wonosadi, Beji, Desa Wonosadi, Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Rosalia, Widhiastuti
POPULIKA Vol. 10 No. 1 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i1.479

Abstract

Hutan adat Wonosadi merupakan salah satu hutan adat di Indonesia yang berada di desa Beji, kecamatan Ngawen, kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hutan adat Wonosadi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hutan wisata. Potensi itulah yang memunculkan lembaga Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Sumber Edi dan lainnya dengan melibatkan elemen-eleman masyarakat desa Beji. Namun demikian dalam pengelolaannya pokdarwis mengalami banyak kendala yang berdampak pada kegagalan dalam mengembangkan hutan adat menjadi hutan wisata. Kondisi demikian dikarenakan model pengelolaan kelembagaan pokdarwis masih bersifat konvensional atau tradisional. Untuk itu diperlukan upaya penguatan kelembagaan pokdarwis yang lebih professional dengan melibatkan stakeholder dan para ahli (akademisi) serta lembaga pemerintahan untuk mendukung kinerja pokdarwis. Upaya penguatan lembaga pokdarwis diharapkan dapat mengembangkan hutan adat Wonosadi menjadi hutan wisata yang berkemajuan dan bermanfaat bagi kelestarian hutan dan lingkungannya, kesejahteraan masyarakat dan lembaga-lembaga terkait.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Instagram Dan Facebook Dalam Pembentukan Budaya Alone Together Pada Kalangan Remaja Di Desa Ambulu Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo Mubaroq, Husni; Hidayati, Yulia Nurul
POPULIKA Vol. 10 No. 2 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i2.497

Abstract

Penelitian ini akan membahas tentang penggunaan media sosial Instagram dan Facebook dalam pembentukan budaya Alone Together pada kalangan remaja di desa Ambulu kecamatan Sumberasih kabupaten Probolinggo. Penggunaan media sosial sering kali digunakan oleh setiap manusia sehingga di era modernisasi ini, baik dari kalangan anak-anak, remaja sampai dewasa, sudah menjadikan sebagai kebutuhan setiap harinya. Oleh karena itu media sosial dapat diartikan sebagai media komunikasi, jejaring sosial serta berpartisipasi dalam bentuk online. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media sosial Instagram dan facebook dalam pembentukan budaya Alone together pada kalangan remaja. Budaya alone together adalah sendiri bersama atau bisa disebut dengan asyik bermain sendiri dengan media sosialnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap sejumlah remaja yang ada di desa Ambulu kecamatan Sumberasih kabupaten Probolinggo. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan media sosial Instagram dan Facebook masih banyak yang mengunakan dan sering terjadi terganggunya dalam pembelajaran serta pergaulan antar remaja. Banyak perubahan yang terjadi dengan media sosial ini, dan juga berdampak positif dan negatifnya. Dengan adanya budaya Alone Together atau bisa disebut asyik bermain sendiri, kalangan remaja yang hanya asyik bermain sendiri tanpa memperdulikan terhadap orang di sekitarnya dan seringkali terdapat perkumpulan atau kelompok yang hanya bermain dengan medianya.
Efektivitas Layanan Cepat Administrasi Kecamatan Guna Mendorong Lahirnya Good Governance: (Studi Kasus: Kecamatan Dringu, Probolinggo) Septiandika, Verto; Aderovi, Mariatul Khiptia Agis
POPULIKA Vol. 10 No. 2 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i2.507

Abstract

Tulisan ini membahas terkait pelayanan publik merupakan suatu aktifitas layanan dalam kegiatan administrasi untuk memberikan jasa dan barang kepada masayarakat. Pemerintah saat ini menghadapi tekanan dalam peningkatan mutu terhadap pelayanan, untuk menambah partisipatif dalam memberikan informasi pada masyarakat (Holle, 2011). Dalam Peraturan Bupati Probolinggo No. 93 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang memaparkan terkait adanya kegiatan atau ikatan aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat disekitar yang disediakan oleh pelayanan publik khususnya pada pelayanan barang dan jasa ataupun pada pelayanan yang berhubungan dengan administratif dengan mengikuti ketentuan dari peratuaran perundang. Di Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Dringu memiliki sebuah inovasi terkait pelayanan public yaitu Layanan Cepat Administrasi Kecamatan (LAPAK), adanya inovasi pelayanan tersebut diharapkan dapat memberikan citra baik bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan mengumpulkan bahan dalam bentuk informasi tertulis, penulis pengumpulkan data dengan mengunakan data sekunder. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui terkait efektifitas layanan cepat administrasi kecamatan (LAPAK) di kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Rivalitas Arab Saudi, Iran, dan Israel di Kawasan Timur Tengah Umam, Khotibul
POPULIKA Vol. 10 No. 2 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i2.509

Abstract

Dinamika politik di kawasan Timur Tengah selalu menjadi perhatian dunia global. Kompleksitas ketegangan yang tinggi bercampur dengan berbagai isu baik regional maupun global menjadi konflik menahun yang selalu hadir di mata publik. Termasuk aktor berpengaruh dalam pergolakan yang selalu menjadi sorotan dunia ialah Arab Saudi, Iran, dan Israel. Pengaruh perkembangan politik ketiganya ialah pada stabilitas politik regional kawasan Timur Tengah dan pada pengambilan kebijakan politik internal masing-masing negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengamati lebih dalam pada perkembangan politik yang ada di Arab Saudi, Iran, dan Israel, serta pengaruhnya di kawasan Timur Tengah. Sebagai pendekatan kajiannya ialah teori balance of power dan strukturalis-konstruktifis sebagai komparasinya. Hasil kajian dan pembahasaannya ialah bahwa baik Arab Saudi, Israel maupun Iran saling gencar mencari mitra sebagai wujud perimbangan dengan negara lain yang dirasa akan lebih unggul. Adapun sebagai salah satu cara dalam melancarkan strategi kekuatan perimbangannya masing-masing ialah mencari mitra atau sekutu. Selanjutnya, hasil kajian dan pembahasan juga menunjukkan betapa arah kebijakan politik yang dilakukan ketiganya dalam rangka mengimbangi dan menyaingi sesama menjadi faktor yang sangat berpengaruh pada stabilitas politik di kawasan regional Timur Tengah. Selain itu, tidak bisa dipungkiri juga bahwa ada beberapa aktor luar yang turut andil dalam penentuan arah perkembangan politik di Arab Saudi, Iran, dan Israel pada persaingannya di kawasan Timur Tengah.
Tindakan Indonesia dan Arab Saudi dalam Isu Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap Etnis Uighur di Xinjiang pada Tahun 2019 Fiadi, Ilham Rilin
POPULIKA Vol. 10 No. 2 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i2.510

Abstract

Isu kemanusiaan terhadap Uighur di Xinjiang menjadi perhatian global. Pasalnya terdapat dugaan-dugaan terhadap kebijakan China yang bersifat represif dan diskriminatif terhadap Muslim Uighur. Dugaan-dugaan tersebut berupa terdapatnya penyiksaan, kawin paksa, penangkapan di luar hukum, sterilisasi paksa, dan aborsi paksa yang dilakukan oleh pemerintah China. Segala bentuk penyiksaan tersebut diduga dilakukan di sebuah “Kamp Pendidikan Ulang”, yang mana kamp tersebut dibuat oleh pemerintah China dengan tujuan memberantas segala macam gerakan separatisme yang berasal dari komunitas muslim Uighur. Merespon isu kemanusiaan tersebut, terdapat 22 negara yang menandatangani surat bersama yang ditujukan ke Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai pernyataan keprihatinan akan permasalahan kemanusiaan tersebut. Namun, membalas pernyataan tersebut, terdapat juga 50 negara yang mendukung kebijakan China. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tindakan Indonesia dan Arab Saudi dalam isu permasalahan kemanusiaan Uighur di Xinjiang pada tahun 2019, yang mana keduanya adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim di dunia. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam menindak isu tersebut.
Developmentalisme Gaya Baru Dan Kesejahteraan Masyarakat Yang Terpasung Umam, Shohebul
POPULIKA Vol. 10 No. 2 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i2.511

Abstract

Developmentalisme merupakan wacana ekonomi dan politik yang tidak ada habisnya menjadi sebuah perdebatan di dalam lanskap pemikiran pembangunan di Indonesia. Sejak Orde Baru Soeharto hingga Pasca Reformasi, diskursus pembangunanisme menjadi suatu landasan utama yang dikendarai untuk membawa bangsa Indonesia lebih maju di dalam ranah ekononomi, politik dan kesejahteraan sosial masyarakat oleh para penyelenggara negara. ‘Big five’ merupakan indikator kesejahteraan yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi kesehatan, pendidikan, perumahan, jaminan sosial, dan pekerjaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh konsep pembangunanisme yang diperas dari pemikiran Barat, meskipun telah banyak dikritik dan mulai ditinggalkan oleh Negara Utara, akan tetapitetap menjadi sebuah kredo magis bagi Negara-Negara Selatan, khususnya Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis terhadap literature-literatur yang dibutuhkan. Langkah-langkah penyusunan penelitian ini dilakuakn secara diskriptif- argumentatif agar dapat menunjukkan titik penting konsep developmentalisme. Hasil dari peneltian ini menunjukkan bahwa, developmentalisme dari waktu ke waktu di bawah perjalanan rezim kuasa di Indonesia selalu menjadi frame utama yang membingkai bentuk kebijakan sosial (social policy). Nahasnya, dari berbagai bentuk pembangunanisme, mulai dari sistem pembangunanisme Orde Baru sampai konsep pembangunanisme Pos- Soeharto, tidak banyak mengubah kesejahteraan masyarakat setingkat lebih baik. Kemiskinan, konflik sosial, persoalan lingkungan, HAM dan masalah sosio-spiritual, justru banyak bersemai akibat dari sistem pembangunan yang terlalu mengistimewakan pasar di bawah ideologi paling populer, neoliberalisme. Pada akhirnya, pembangunan hanya dinikmati oleh segelintir kelompok atau orang saja, sedangkan masyarakat kecil hanya menanggung dampak negatif dari sebuah pembangunan.

Page 9 of 14 | Total Record : 137