cover
Contact Name
Adityo Nugroho
Contact Email
25adityonugrohosunnah@gmail.com
Phone
+6285606880522
Journal Mail Official
admin@ejournal.stidkiarrahmah.ac.id
Editorial Address
Jalan Teluk Buli no 3-5-7 Surabaya Jawa Timur Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah
Published by STIDKI Ar-Rahmah
ISSN : 26210436     EISSN : 26219964     DOI : -
Focus and Scope Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah mempublikasikan hasil penelitian orisinal tentang manajemen dakwah. Jurnal ini mengembangkan konsep, teori, perspektif, paradigma, dan metodologi dalam ruang lingkup Ilmu Dakwah meliputi kajian manajemen masjid, manajemen dakwah, organisasi dakwah.
Articles 167 Documents
Manajemen Operasi Masjid : Eksplanatori Pada Program Khutbah Jumat Di Masjid Kemayoran Surabaya Nugroho, Adityo; Al-Faruqi, Muhammad Izzudin; Musyanto, Herma; Salim, Agus
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 2 No 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v2i2.55

Abstract

ABSTRACTThe Al-Munawwir Dictionary provides a definition of a mosque as a place of worship for Muslims, seen in terms of the mosque's etymology derived from the word sajada-sujud-masjad / mosque, which means obedient, obedient, and submissive with respect. This study aims to provide an overview of the strategy and management of the Friday sermon production process at the Kemayoran Mosque in Surabaya as its object. The method used by researchers in this research is a case study with data collection procedures using in-depth interviews, observation, and documentation. So that researchers can explore the phenomenon of the object of research in detail and depth. The findings that occur in the field show results that are sharpened by descriptive descriptions of several categories of production. First, the process of determining the idea of the Friday sermon program at the Kemayoran Mosque. Second, for the selection mechanism for Friday sermon program at Kemayoran Mosque. Third, the Friday sermon design program at Kemayoran Mosque. Fourth, testing and evaluating the Friday sermon program at Kemayoran Mosque. Fifth, the final design of the Friday sermon program at the Kemayoran Mosque.ABSTRAKKamus Al-Munawwir memberikan definisi Masjid sebagai tempat beribadah umat Islam, dilihat dari segi etimologi masjid berasal dari kata sajada-sujud-masjad/masjid, yang berarti taat, patuh, dan tunduk dengan hormat. Penelitian ini ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai strategi dan manajemen proses produksi khutbah Jum’at di Masjid Kemayoran Surabaya sebagai objeknya.  Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini ialah studi kasus dengan prosedur pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Sehingga peneliti dapat menggali fenomena pada objek penelitian secara rinci dan mendalam. Temuan yang terjadi di lapangan menunjukkan hasil yang dipertajam dengan uraian deskriptif mengenai beberapa kategori produksi khubah. Pertama,  proses penentuan gagasan  program khutbah Jum’at di Masjid Kemayoran. Kedua, untuk mekanisme  seleksi program khutbah Jum’at di Masjid Kemayoran. Ketiga, desain program khutbah Jum’at di Masjid Kemayoran. Keempat, pengujian dan evaluasi program khutbah Jum’at di Masjid Kemayoran. Kelima, desain akhir program khutbah Jum’at di Masjid Kemayoran. 
Strategi Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jawa Timur Dalam Membangun Loyalitas Murid Tpq Thoha, Faiz khudlari; Mubarrok, Habibulloh; Masrukan, Fathurrahman
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 2 No 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v2i2.56

Abstract

 ABSTRACTCustomer Relationship Management (CRM) is a process of obtaining, maintaining, and improving the profitable relationship to the customers with the intention of creating a good vibe to the customers. Through the satisfaction coming from the customers, it will maximize the profits for the company in order to obtain a comparative advantage by taking care of the product quality to improve more satisfaction for the customers. CRM will also support the TPQ administrators in order to maintain and improve the relationship with the students. A good relationship with TPQ students will create loyalty to the TPQ program. One of the methods TPQ Baitul Ihsan Mosque administrators used is by decreasing the amount of student desertion. Like providing more facilitaties such as providing some scholarship to the student who needed. This research was conducted at the Baitul Ihsan Mosque of the East Java Bank Indonesia, uses a qualitative method with an exploratory approach and complex data collection techniques through interviews, observation and documentation. The resource persons interviewed are as follows: Chairman Mr. Takmir, TPQ Manager, Former TPQ Manager, and TPQ Students. In general, it can be concluded thatBaitul Ihsan Mosque has implemented strategies in building loyalty such as reducing the level of desertion, maintaining the relationship between customers and students, obtaining new potential of each students, and improving to get more of high-value customers. In other words, it was the system implemented by the Chairman of Takmir Baitul Ihsan Mosque.Customer Relationship Management (CRM) adalah suatu proses dalam mendapatkan, mempertahankan dan meningkatkan hubungan pelanggan yang menguntungkan dengan tujuan untuk menciptakan nilai pelanggan, sehingga pelanggan puas dan memaksimalkan keuntungan bagi perusahaan memperoleh dalam rangka memperoleh keunggulan bersaing (comparative advantage), memperhatikan mutu produk agar dapat memberikan kepuasan yang prima bagi pelanggan. CRM akan membantu pegurus TPQ dalam mempertahankan dan meningkatkan hubungan terhadap murid. Dengan hubungan yang baik terhadap murid TPQ akan menghasilkan loyalitas terhadap program TPQ. Salah satu cara yang dilakukan pengurus TPQ Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Regional Jawa Timur adalah dengan mengurangi tingkat penyebrangan murid. Caranya dengan memberikan fasilitasi berupa bantuan dan uang. Penelitian ini dilaksanakan di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Regional Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratoris. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Jumlah informen, yaitu 1. Ketua takmir, 2. Pengurus TPQ, 3 Mantan pengurus TPQ, 4. Murid TPQ. Secara umum dapat disimpulkan bahwa di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Regional Jawa Timur telah menjalankan strategi-strategi di dalam membangun loyalitas diantaranya, mengurangi tingkat penyebrangan pelanggan ke perusahaan lain, meningkatkan lamanya relasional pelanggan, meningkatkan potensi masing-masing pelanggan, meningkatkan jumlah kehadiaran pelanggan atau memutuskan, dan memfokuskan usaha pada pelanggan bernilai tinggi. Selain itu juga dapat diketahui bahwa sistem kerja yang diterapkan oleh takmir Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Regional Jawa Timur.
Model Pengelolaan Pemanfaatan Ruang di Kompleks Yayasan Perguruan Al-Irsyad Saleh, Isa
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 3 No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v3i1.58

Abstract

ABSTRACTThis study aims to identify the management of the use of space, identify infrastructure and planning, and determine the maintenance of assets in the Al-Irsyad Institute of Education in Surabaya. The research method used is a qualitative descriptive case study approach. This is done to obtain an authentic understanding of the planning and implementation process in the use of space on the parties concerned. The object of research in this study is the Al-Irsyad Institute of Education in Surabaya. The informant of this research was the deputy chairman of takmir, the infrastructure section at all levels of the school, and the board of the al-Irsyad Suarabaya foundation. The process of collecting data uses observation, interviews, and documentation. Analysis of the data used is a qualitative descriptive analysis that seeks to describe the phenomenon being investigated by describing and classifying the facts or characteristics factually and accurately to provide a clear or accurate picture of the phenomenon being investigated. The findings in the field that the process of spatial use is in accordance with needs. Procurement of infrastructure is adjusted to the needs of each level. Maintenance of infrastructure assets has been carried out when there is damage or complaints from the school.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manajemen pemanfaatan ruangan, mengidentifikasi sarana prasarana dan perencanaannya, dan mengetahui perawatan aset di kompleks Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus. Hal ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang otentik mengenai perencanaan dan proses pelaksanaan dalam pemanfaatan ruang pada pihak yang bersangkutan. Objek penelitian dalam penelitian ini ialah Yayasan Perguruan Al-Irsyad Surabaya. Informan penelitian ini merupakan wakil ketua takmir, bagian sarana prasarana di semua jenjang sekolah, dan pengurus yayasan al-Irsyad Suarabaya. Proses pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif yang berusaha mendeskripsikan fenomena yang diselidiki dengan melukiskan dan mengklasifikasi fakta atau karakteristik tersebut secara faktual dan cermat untuk memberikan gambaran yang jelas atau akurat tentang fenomena yang diselidiki. Hasil temuan di lapangan bahwa proses pemanfaatan ruang sudah sesuai dengan kebutuhan. Pengadaan sarana prasarana disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang. Pemeliharaan pada aset sarana prasarana telah di lakukan ketika ada kerusakan atau keluhan dari pihak sekolah. 
Strategi Komuikasi Dakwah Ustadz Muhammad Sholeh Drehem Nugroho, Adityo
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 3 No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v3i1.59

Abstract

ABSTRACTIn dakwah communication, as a communicator a preacher should have methods or ways so that the message could be delivered to the Jamaah. Ustadz Muhammad Sholeh Drehem delivers his speech through  radios and  medias, he has more than other speakers who deliver their preach daily at Ar Rahmah Perak Surabaya, his strategy draws attention to researcher to conduct the research about what kind of strategy or ways implemented by Ustadz Muhammad Sholeh Drehem  to deliver his preach and how he overcomes the problems he faces.The purpose of this reseach is to find out what  communication strategy implemented by Ustadz Muhammad Sholeh Drehem at Ar Rahmah mosque, how Ustadz faced his problems. This reseach is a qualitive descriptive kind of reseach which uses three techniques of data collection, through observation, interview, and documentation. The conclusion of the reseach are that Ustadz’s strategy target determination, the determinstion of ways in communication, identification of the jamaahs, source credibility, the Jamaah’s history and feelings, also the media election are quite well. Yet there are problems still, psychology problem, anthropological problem, semantic problem, mechanical problem, and ecological problem.ABSTRAKDalam komunikasi dakwah, seorang da’i adalah sebagai komunikator dakwah diharuskan mempunyai metode atau cara supaya pesan dakwahnya dapat diterima dengan baik oleh jama’ah atau mad’unya. Ustadz Muhammad Sholeh Drehem berdakwah dengan menyampaikan pesan dakwahnya melalui kajian di dalam dan diluar masjid, beliau juga menyampaikan pesan dakwahnya melalui radio, dan media lainnya. Ustadz memiliki jama’ah yang lebih banyak dibandingkan dengan pengisi kajian rutin lainnya di Masjid Ar Rahmah Perak Surabaya. Hal inilah yang menarik perhatian peneliti untuk menelusuri tentang bagaimana strategi komunikasi dakwah Ustadz Muhammad Sholeh Drehem dan apa hambatan hambatannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja strategi komunikasi yang di lakukan oleh Ustadz Muhammad Sholeh Drehem di masjid Ar Rahmah dan bagaimana Ustadz Muhammad Sholeh Drehem dalam menghadapi hambatan hambatan dakwahnya. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif dengan menggunkan tiga teknik pengumpulan data, melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian memperoleh kesimpulan bahwa strategi Ustadz Muhammad Sholeh Drehem penentuan sasaran, penentuan cara berkomunikasi, kredebilitas sumber, mengidentifikasi jama’ah, latar belakang jama’ah, perasaan jama’ah, pemilihan media. Adapun hambatannya yaitu hambatan psikologis, hambatan antropologis, hambatan simantik, hambatan mikanis, hambatan ekologis
Strategi Pelayanan Pada Penyelenggaraan Sholat Jum'at Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Teyebu, Epik; Hakim, Ahmad Khoirul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 3 No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v3i1.60

Abstract

Friday Prayers are prayers for 2 rokaat which are held on Friday congregation after Friday sermons after entering the Dhuhur time. To be able to perform Friday prayers in the Jamaah, the number of attendees must be at least 40 people and carried out in a mosque that can accommodate many people. The holding of Friday prayers the Al-Akbar Mosque has a large capacity of 30,000 people. In organizing Friday Prayers the Al-Akbar mosque has a program in service to jama'ah, which is to provide services in the form of preparing quite well in its implementation. One of them is by preparing khotbah, khotib and muadzin and so on. So by conducting this research, it is intended to find out the Efforts of Al-Akbar Mosque in Improving Services on Friday Prayers. The objectives achieved in this study were to find out how the Al-Akbar Mosque’s efforts in improving services at Friday Prayers and finding the inhibiting factors and solution. This research was conducted at the Al-Akbar Mosque in Surabaya. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. This study used data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation. The number of informants were 1  from director of imarah, 2 heads and representatives of the Emirate (worship and dakwah) and 1 section of public relationship, 1 part of administration and 2 congregations of Al-Akbar Mosque. In general, it can be concluded that the Efforts of Al-Akbar Mosque in Building Service Differentiation in the Implementation of Friday Prayers is service to jama’ah. Service is something that is very needed by jama’ah. In the history of the Mosque it was mentioned that the Mosque had a role to serve the ummah. The services carried out by the Al-Akbar Mosque are in 3 regions, spriritual, social and economic. In this Mosque, in addition to the takmir services, the Al-Akbar Mosque created a dialogue program after Friday Prayer.             Sholat Jumat adalah sholat 2 rokaat yang dilakukan di hari Jumat secara berjamaah setelah khutbah Jumat setelah masuk waktu Dhuhur. Untuk dapat melakukan sholat Jum’at berjamaah, jumlah yang hadir harus minimal 40 orang dan dilakukan di masjid yang dapat menampung banyak jamaah. Penyelenggaraan sholat jum’at di Masjid Al-Akbar memiliki  kapasitas yang besar memiliki 30.000 jama’ah. Dalam penyelenggaraan sholat jum’at Masjid Al-Akbar memiliki program dalam pelayanan kepada jama’ah yaitu meberikan pelayanan dalam bentuk mempersiapkan kematangan dalam penyelenggaraanya. Salah satunya dengan mempersiapkan, khotib, imam, dan muadzin, dan bagian-bagian yang lainnya. Maka dengan penelitian ini di maksud untuk mengetahui Upaya Masjid Al-Akbar Dalam Meningkatkan Pelayanan Pada Sholat Jum’at. Tujuan yang di capai dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaiamana upaya Masjid Al-Akbar Dalam Meningkatkan Pelayanan Pada Sholat Jum’at dan mengetahui faktor penghambat dan solusinya. Penelitian ini dilaksanakan di Masjid Al-Akbar Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Jumlah informan 1 dari direktur imarah, 2 ketua dan wakil imarah (ibadah dan dakwah), dan 1 bagian humas, 1 bagian tata usaha dan 2 jama’ah tetap Masjid Al-Akbar. Secara umum, dapat disimpulkan bahwa Upaya Masjid Al-Akbar Dalam Membangun Pelayanan Pada Penyelenggaraan Sholat Jum’at adalah Pelayanan kepada jama’ah. Pelayanan merupakan sesuatu yang hal sangat dibutuhkan oleh jama’ah. Dalam sejarah masjid disebutkan bahwa masjid berperan untuk melayani ummat. Pelayanan yang dilakukan oleh Masjid Al-Akbar adalah dengan 3 wilayah, spritual, sosial dan ekonomi. Di masjid ini juga selain pelayanan takmir Masjid Al-Akbar membuat program dialog setelah jum’at dan pengiqraran non muslim.
Pengelolaan Fasilitas Di Ruang Utama Masjid Al Falah Surabaya Wibowo, Hari Santoso; Ramandana, Bima; Bramayudha, Airlangga
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 3 No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v3i1.62

Abstract

ABSTRACTThe formulation of the problem is: 1. How is the management of utilization of facilities in the main room of Al-Falah Mosque Jl. Raya Darmo Surabaya? 2. How is the management of facility maintenance in the main room of Al-Falah Mosque Jl. Raya Darmo Surabaya? The research method used in this research that the authors take is a descriptive qualitative method. Research management of the main room facilities of Al-Falah Mosque Jl. Raya Darmo Surabaya is located on Jl. Raya Darmo No. 137A, Darmo, Wonokromo, Surabaya City, East Java 60264 Surabaya.The research approach used is descriptive quantitative research, because descriptive quantitative research is very appropriate to know and examine the management of the main room facilities of Al-Falah Mosque in Surabaya. And data sources taken using primary data sources and secondary data sources. The results of this study are: 1. Al-Falah Mosque Surabaya prioritizes management in maintaining the stability of worship by utilizing the facilities in the main room of the mosque, 2. Overall, the conclusion is that the management of utilization and maintenance of facilities in the main room of Al-Falah Mosque in Surabaya is very concerned and maximally utilized with a variety of religious and social activities and hospitality from the administrators and the mosque's facilities and infrastructure to become the mosque which is very crowded and visited by worshipers.Adapun rumusan masalahnya: 1. Bagaimana manajemen pemanfaatan fasilitas di ruang utama Masjid Al-Falah jl. Raya Darmo Surabaya? 2. Bagaimana manajemen pemeliharaan fasilitas di ruang utama Masjid Al-Falah jl. Raya Darmo Surabaya?. Adapun Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian ini metode yang penulis ambil adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian Manajemen Fasilitas di Ruang Utama Masjid Al Falah jl. Raya Darmo Surabaya berlokasi di Jl. Raya Darmo no.137A, Darmo, Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60264 Surabaya. Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, karena peneltian kualitatif deskriptif sangat tepat untuk mengetahui dan meneliti Manajemen Fasilitas di Ruang Utama Masjid Al Falah Surabaya. Dan sumber data yang diambil menggunakan sumber data primer dan sumber data skunder. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1. Masjid Al-Falah Surabaya sangat mengutamakan manajemen dalam menjaga kestabilan ibadah dengan memanfaatkan fasilitas di ruang utama masjid tersebut, 2. Secara keseluruhan kesimpulannya ialah bahwa manajemen pemanfaatan dan pemeliharaan fasilitas di ruang utama Masjid Al-Falah Surabaya sangat diperhatikan dan dimanfaatkan secara maksimal dengan berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial serta keramahan dari para pengurus dan bagian sarana dan prasarana masjid menjadikan masjid tersebut sangat ramai dikunjungi dan didatangi oleh jama’ah.
Proses Perencanaan, Pengadaan dan Perawatan di Masjid Roudhotul Musyaawaroh Kemayoran Surabaya Qisom, Shobikhul; Azhari, Azhari; Muiz, Ahmad Habibul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 3 No 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v3i1.63

Abstract

The ideal mosque in modern times is one of which is the mosque has sufficient facilities, each mosque certainly has different facilities according to the strata of the mosque. National mosques certainly have more complete facilities compared to other types of mosques. Mosque facilities can generally be classified into the main facilities and supporting facilities. One of the facilities that can be created in a mosque is the existence of a park, the existence of a park in the mosque environment will provide beauty and has a special attraction for a mosque. The Kemayoran Indrapura Surabaya Mosque is a mosque that has a very unique garden, the uniqueness of the park in Kemayoran Surabaya Mosque is because the park is inside the mosque. So with this study it is intended to find out how the garden management process in Surabaya Kemayoran mosque, the purpose to be achieved in this study is to know how garden management in the Kemayoran Surabaya mosque is related to how to plan the Kemayoran Mosque Surabaya, how to provide garden facilities at Kemayoran Mosque Surabaya and how about gardening at the Kemayoran Mosque in Surabaya. To understand the problem, this research uses descriptive qualitative methods to determine garden management in Surabaya Kemayoran mosque, using data collection techniques, namely interviews, observation and documentation. Then the data is analyzed by describing or describing which compares the theory with the data obtained in the field. In general, it can be concluded that garden management in the Surabaya Kemayoran mosque runs in accordance with the landscape management theory.Masjid ideal di zaman modern saat ini ialah masjid yang memiliki fasilitas, masing-masing masjid tentunya memilki fasilitas yang berbeda sesuai dengan strata masjid. Masjid Negara atau masjid Nasional tentunya mempuyai fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan dengan jenis masjid yang lainnya. Fasilitas masjid pada umumnya dapat digolongkan dengan fasilitas utama dan fasilitas pendukung.Salah satu fasilitas yang dapat diciptakan di lingkungan masjid ialah dengan adanya taman, keberadaan taman dilingkungan masjid akan memberikan keindahan dan memiliki daya tarik tersendiri bagi sebuah masjid.Masjid Kemayoran Indrapura Surabaya merupakan masjid yang memiliki taman yang sangat unik, keunikan taman yang ada di Masjid Kemayoran Surabaya ialah dikarenakan taman ini berada di dalam masjid. Maka dengan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana proses manajemen pertamanan di masjid kemayoran Surabaya, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimanan manajemen pertamanan di masjid kemayoran Surabaya yaitu yang berkaitan dengan bagaimana perencanaan pertamanan Masjid Kemayoran Surabaya, bagaimana pengadaan fasilitas pertamanan di Masjid Kemayoran Surabaya dan bagaimana perawatan pertamanan di Masjid Kemayoran Surabaya. Untuk mengukap maslah tersebut penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengetahui manajemen pertamanan di masjid kemayoran Surabaya, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian data-data tersebut dianalisis dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan yang membandingkan teori dengan data yang diperoleh di lapangan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa manajemen pertamanan di masjid kemayoran Surabaya berjalan sesuai dengan teori manajemen pertamanan.
Manajemen Fasilitas Multimedia Masjid Ar-Rahmah Perak Surabaya Qisom, Shobikhul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 3 No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v3i2.64

Abstract

One of the roles of the mosque is to prepare for being the facilitator of the Muslim community in all aspects of life problems. Therefore, the mosques must be able to facilitate the Muslim community by adjusting their need level and enthusiasm in a particular field. One thing that is really crucial to be concerned is the rapid of technological development as the technology sector will become a very dominant sector in the future. Thus, the technology that can be used as a tool by the mosques in order to be able to facilitate Muslims community to reach more information is multimedia. In this study, there are three focuses of problem formulations, namely: 1) Multimedia planning process, 2) Procurement Process of multimedia and 3) Process of maintaining multimedia facilities. The aim that wants to be achieved in this research is to know the process of the multimedia planning at the Ar Rahmah Mosque in Surabaya and to find out how the procurement and the maintenance processes of the multimedia facilities itself. The method used in this study is a qualitative method. The type of research used is a descriptive qualitative study where the techniques of collecting the data were carried out by using interviews, observation, and documentation. The data is then processed by using data triangulation which aims to test the validity of the data obtained. Furthermore, the data will be analyzed by presenting the whole of data then the researcher will draw conclusions from the data acquired.Salah satu tugas masjid adalah menyiapkan diri sebagai fasilitator umat dalam segala aspek persoalan kehidupan. Oleh karena itu, masjid harus bisa memfasilitasi umat dengan menyesuaikan tingkat kebutuhan dan antusiasme mereka terhadap suatu bidang tertentu. Salah satu yang sangat perlu diperhatikan ialah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Karena sektor teknologi akan menjadi sektor yang sangat dominan di masa mendatang.Maka,teknologi yang dapat digunakan masjid sebagai alat atau sarana agar mempermudah Jama’ah menjangkau informasi lebih banyak adalah multimedia.Dalam penelitian ini terdapat tiga fokus rumusan masalah, yaitu: 1) Proses perencanaan multimedia, 2) Proses pengadaan fasilitas multimedia dan 3) Proses perawatan fasilitas multimedia. Tujuan yang ingin dicapai dalam peneltian ini adalah mengetahui bagaimana proses perencanaan multimedia di Masjid Ar Rahmah Surabaya dan mengetahui bagaimana proses pengadaan serta perawatan daripada fasilitas multimedia itu sendiri.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif di mana teknik pengumpalan data yang dilakukan adalah dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data kemudian diolah menggunakan triangulasi data dengan tujuan untuk menguji kevalidan atau keabsahan data yang diperoleh. Selanjutnya, data akan dianalisis dengan cara menyajikan data secara keseluruhan kemudian peneliti akan menarik kesimpulan dari data yang diperoleh.
Pengelolaan Distribusi Daging Qurban Di Masjid Al-Irsyad Surabaya Wibowo, Hari Santoso
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 3 No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v3i2.65

Abstract

Qurban is an Islamic ritual that's carried out every year in an effort to get closer to Allah SWT. This study tried to explain about the committee and the management on sacrificial meat in Masjid Al-Irsyad Surabaya. The problem discussed in this study is the writer's curiosity to examine about the meaning behind the real Qurban event. Then the problem investigated is how the committee manages the Qurban meat in Masjid Al-Irsyad Surabaya. This study uses qualitative method. The Study is a descriptive type with data-collecting method, i.e. interview and documentation. In the data processing we use data triangulation with the aim to obtain the validity of the data obtained. Then, the data analysed starting with sorting the data, presenting the comprehensive data, and drawing conclusion from analysis results obtained. The result of this study analysed using event management theory and functional management in answering these problems. Then the goal of this study is to understand the committee and the Qurban meat processing through POAC management at Masjid Al-Irsyad Surabaya.Ibadah qurban merupakan ibadah yang dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penelitian ini mencoba untuk menggambarkan bagaimana kepanitiaan dan juga pengelolaan daging qurban di Masjid Al-Irsyad Surabaya. Adapun problem yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah keingintahuan peneliti untuk mengkaji  mengenai makna dibalik peristiwa qurban yang sesungguhnya. Permasalahan yang kemudian akan peneliti cari jawabannya yaitu bagaimana manajemen kepanitiaan pengelolaan daging qurban di Masjid Al-Irsyad Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Dalam pengolahan data menggunakan triangulasi data dengan tujuan untuk menguji keabsahan data yang diperoleh. Selanjutnya, data dianalisis dimulai dengan memilah-milah data, menyajikan data secara keseluruhan, kemudian menarik kesimpulan dari hasil analisis yang diperoleh. Hasil penelitian ini menganalisis menggunakan teori manajemen event beserta fungsi manajemen dalam menjawab permasalah tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kepanitiaan dan juga pengelolaan daging qurban melalui manjemen POAC yang ada di Masjid Al-Irsyad Surabaya.
Implementasi Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Daya Tarik Program Masjid ( Studi Kasus Masjid Ar-Rahmah Surabaya) Thoha, Ahmad Faiz Khudlari
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 3 No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v3i2.66

Abstract

One of the functions of the mosque in Rasulullah period was as a place to study or as an education place of Muslims. Masjid Ar-Rahmah is one of the mosques that have implemented the function with the presence of several institutions and activities such as Madinah, Makkah, AQSHA, and MQM. The researcher has a desire for what has been implemented by Ar-rahmah, which other mosques can imitate it. So that, the mosque can return to being the centre of education as it was in the Rasulullah period. This research used a case study qualitative approach which the data collection techniques were obtained from observation, interview, and document analysis. The respondent in this research was the leader of Takmir, program manager, Madinah coordinator and lecturer,MQM committee, Student guardian of Madinah and MQM, and students of Madinah and MQM. Besides, in this study, the researcher used the theory of religious marketing which measures developed by A.V. Angheluta, et al. That conducted and modified with social marketing concept by Kolter in Principle of marketing consist of five steps.In the end, the result of this study used the strategy which carried out by the Ar-Rahmah Mosque; first, by analysing the state of the environment and society needs. Secondly, designing a strategy that suits the circumstances of the consumer. Thirdly, building an integrated marketing program for consumers. Fourth, building beneficial and pleasant relationships with society. And fifth, benefiting from society.Salah satu fungsi masjid yang ada di masa Rasululloh adalah sebagai tempat menuntut ilmu, atau masjid berfungsi sebagai tempat pendidikan kaum muslimin. Masjid Ar-Rahmah adalah salah satu masjid yang sudah menerapkan fungsi ini dengan adanya beberapa lembaga dan kegiatan seperti Madinah, Makkah, AQSHA, dan MQM. Peneliti mempunyai keinginan agar apa yang sudah dilakukan Masjid Ar-Rahmah ini bisa ditiru oleh masjid-masjid lainnya sehingga masjid bisa kembali menjadi pusat pendidikan sebagaimana yang ada pada masa Rasululloh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah Ketua Takmir, Manajer Program, Koordinator dan Pengajar Madinah, Panitia MQM, Wali Santri Madinah dan MQM, Santri Madinah dan MQM. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori langkah-langkah pemasaran agama yang dikembangkan oleh A. V. Angheluta, dkk yang mengadopsi dan memodifikasi konsep pemasaran sosial yang dikembangkan oleh Kotler dalam bukunya principle of marketing yang terdiri dari lima langkah. Strategi yang dilakukan Masjid Ar-Rahmah adalah pertama dengan menganalisa keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat, kedua merancang strategi yang sesuai dengan keadaan konsumen, ketiga membangun program pemasaran yang terpadu untuk konsumen, keempat membangun hubungan yang menguntungkan dan menyenangkan dengan masyarakat dan kelima meraih manfaat dari masyarakat.