cover
Contact Name
Adityo Nugroho
Contact Email
25adityonugrohosunnah@gmail.com
Phone
+6285606880522
Journal Mail Official
admin@ejournal.stidkiarrahmah.ac.id
Editorial Address
Jalan Teluk Buli no 3-5-7 Surabaya Jawa Timur Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah
Published by STIDKI Ar-Rahmah
ISSN : 26210436     EISSN : 26219964     DOI : -
Focus and Scope Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah mempublikasikan hasil penelitian orisinal tentang manajemen dakwah. Jurnal ini mengembangkan konsep, teori, perspektif, paradigma, dan metodologi dalam ruang lingkup Ilmu Dakwah meliputi kajian manajemen masjid, manajemen dakwah, organisasi dakwah.
Articles 167 Documents
Manajemen Fasilitas Air Conditioner Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Surabaya mauludi, mauludi
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 3 No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v3i2.67

Abstract

The mosque has a very important role for the community, because the mosque has a role in prospering the community, not only as a place of worship, even the solution to life’s problems is in the mosque. The mosque also organizes many activities or program the takmirof the mosque must prepare everything properly, such as good facilities for pilgrims, the selection of priests and mosque managers who are competent in the field of spirituality to ensure the comfort and comfort of worshipers.The purpose of this reseach is to find out how to use air conditioner facilities in mosques and know how to maintain air conditioner facilities at mosques Baituk Ihsan. The research approach is descriptive case study approach because researchers describe a phenomenon using various sources of data. Source of the data in this study are primary data sources totaling 3 informants consisting of priests at the Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Surabaya, chairman of takmir as well as a logistics section in BI and AC technicians in the Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Surabaya. Data collection techniques used in this study are: Observation techniques, interview, and documentation. Processing techniques and data analysis are: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The result of the study indicate that the management of the air conditioner facilities in the Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Surabaya is in accordance with the 7 stages of the process delivered by Suherman. This research has resulted in a good way to treat central AC. The implication of this research needs to be paid more attention to the evaluation of AC treatment at the Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Surabaya. Masjid memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, karena masjid memiliki andil dalam mensejahterahkan masyarakat, tidak hanya sebagai tempat beribadah saja, bahkan solusi dari permasalahan kehidupan ada di masjid. Masjid juga mengatur banyak sekali kegiatan atau program, para takmir masjid harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, seperti  fasilitas yang baik untuk para jama’ah, pemilihan imam serta menejer masjid yang berkompeten dalam bidang kerohanian untuk menjamin kekhusyuan dan kenyamanan jama’ah ketika beribadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara pemanfaatan fasilitas air conditioner di Masjid Baitul Ihsan dan mengetahui bagaimana sistem pemeliharaan fasilitas air conditioner di Masjid Baitul Ihsan. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah pendekatan studi kasus deskriptif karena peneliti menggambarkan sebuah fenomena dengan menggunakan berbagai sumber data. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer berjumlah 3 informan yang terdiri dari imam masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Surabaya, ketua takmir sekaligus bagian logistic di BI dan teknisi AC di masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data adalah: Data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), conclusiondrawing/verification (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen fasilitas air conditioner di masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Surabaya sudah sesuai dengan 7 tahapan proses yang disampakain oleh Suherman. Penelitian ini menghasilkan terkait cara perawatan yang AC central yang baik. Implikasi dari penelitian ini perlu lebih di perhatikan lagi terkait evaluasi perawatan AC di masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Surabaya.
Penggunaan Media Dakwah Berupa Fitur Vidgram Oleh Masjid Al-Irsyad Surabaya Saleh, Isa; Al-Amudy, Abdullah Djamal; Hakim, Ahmad Khoirul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 3 No 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v3i2.68

Abstract

At first the Al Irsyad Mosque in Surabaya did not use the media in da'wah. And at that time the propaganda carried out by Al Irsyad Mosque in Surabaya seemed monotonous and no progress was seen. This research is to find out the use of vidgram features by Al Irsyad Mosque in Surabaya as a propaganda media and to find out the advantages and disadvantages of da'wah through the vidgram feature. But after Al Irsyad Mosque in Surabaya used social media such as Youtube, Whatsaap, and Facebook, Al Irsyad Mosque in Surabaya experienced development, especially after Al Irsyad Mosque in Surabaya used Instagram media, followers of Al Irsyad Surabaya Mosque experienced another development.Pada awalnya Masjid Al Irsyad Surabaya tidak menggunak media dalam berdakwah. Dan pada saat itu dakwah yang dilakukan oleh Masjid Al Irsyad Surabaya terkesan monoton dan tidak ada perkembangan yang terlihat. Penelitian ini untuk mengetahui penggunaan fitur vidgram oleh Masjid Al Irsyad Surabaya sebagai media dakwah dan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam berdakwah melalui fitur vidgram. Tapi setelah Masjid Al Irsyad Surabaya menggunakan media sosial seperti Youtube, Whatsaap, dan Facebook jamaah Masjid Al Irsyad Surabaya mengalamai perkembangan, apalagi setelah Masjid Al Irsyad Surabaya menggunakan media Instagram, jamaah Masjid Al Irsyad Surabaya mengalami perkembangan lagi.
Pemberdayaan Untuk Mengurangi Kemiskinan Jamaah Masjid Melalui Program Nasi Bungkus Wibowo, Hari Santoso; Yusril, Andi Muhammad
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i1.75

Abstract

Kemiskinan menjadi problematika yang selalu ada hingga saat ini. Semua pihak diharapkan berperan serta untuk membantu mengurangi kemiskinan. Masjid Baitul Hakam Pelindo III Surabaya berupaya mengoptimalkan fungsinya sebagai lembaga dakwah dan sosial agar dapat membantu memberi solusi dalam mengurangi kemiskinan dengan cara memberdayakan jamaahnya pada pelaksanaan salah satu programnya, yaitu “Program Nasi Bungkus”. Penelitian ini mengenai bagaimana proses pelaksanaan program nasi bungkus yang dilakukan oleh Masjid Baitul Hakam. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif studi kasus pada Program Nasi Bungkus Masjid Baitul Hakam Pelindo III Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana program pembagian nasi bungkus yang diselenggarakan oleh Masjid Baitul Hakam melibatkan jamaahnya dalam proses pengadaan nasi bungkus, sehingga secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan perekonomian jamaah.
Manajemen Pengadaan Sarapan Hari Jum'at di Masjid Ar-Rahmah Surabaya Saleh, Isa; Zamrozi, Ahmat
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i1.76

Abstract

Bagian dari fungsi masjid adalah sebagai tempat ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mereka yang beribadah di masjid merupakan tamu-tamu Allah yang perlu mendapatkan pelayanan. Takmir Masjid Ar-Rahmah Surabaya menyediakan 250-300 paket setiap hari Jum’at untuk para jamaah kajian rutin hari Jum’at pagi setelah sholat subuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bangaimana proses pengadaan sarapan hari Jum’at di Masjid Ar-Rahmah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik validasi data menggunakan teknik triangulasi. Sedangkan teknik analisis data dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengadaan sarapan Jum’at pagi di Masjid Ar-Rahmah dilakukan dengan mengikuti prinsip fungsi manajamen yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
Implementasi Manajemen Masjid Ramah Anak di Masjid Ar Rahmah Perak Utara Surabaya Musyanto, Moch. Herma; Zakiyudin, Irsyad
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i1.77

Abstract

Masjid Ar Rahmah Perak Utara Surabaya merupakan masjid yang makmur, jamaah sholat fardlunya penuh, program–programnya padat dan diminati, baik program kajian maupun pendidikan. Masjid ini dipenuhi jamaah dari berbagai usia, mulai anak, remaja sampai dewasa. Banyak forum untuk anak-anak di Masjid Ar Rahmah yang kondusif bagi mereka untuk beraktivitas. Kementerian Agama menggaungkan Program Masjid Ramah Anak melalui kerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI), menerbitkan Pedoman Masjid Ramah Anak. Masjid yang mengambil konsep ramah anak menjadikan pedoman tersebut sebagai acuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menggambarkan pengelolaan Masjid Ar Rahmah berdasarkan Pedoman Masjid Ramah Anak dari DMI. Penelitian dilakukan secara kualitatif deskriptif, menggali data melalui wawancara mendalam pada beberapa pemangku kepentingan terkait, observasi lapangan dan studi dokumen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dalam konsep Masjid Ramah Anak secara formil belum semua terselenggara dari setiap kriteria yang ada, khususnya kriteria 1) Adanya kebijakan dari pengelola dan 2) SDM terlatih KHA. Selebihnya, sebagian besar kriteria sudah dilaksanakan dengan baik, yaitu kriteria 3) Komponen mengaji dan aktivitas anak yang berbasis masjid; 4) Sarana dan prasarana ramah anak; 5) Pelaksanaannya di waktu luang anak; 6) Pengembangan kreativitas seni dan budaya bagi jamaah anak; 7) Layanan kesejahteraan keluarga dan pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak; 8) Partisipasi anak, orang tua, dunia usaha dan media.
Analisis Program Go House Dalam Membentuk Keluarga Qur'ani (Studi Kasus Masjid Ar-Rahmah Surabaya) Qisom, Shobikhul; Dwisona, Abdurrahman; Ifansyah, M. Syukur
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i1.78

Abstract

Program one house one ustadz (Go House) yang di kembangkan oleh Masjid Ar-Rahmah Surabaya merupakan program pengiriman ustadz ke beberapa rumah masyarakat untuk mengajarkan Al-Qur’an. Keunggulan dari program ini adalah peserta bebas menentukan jadwal untuk belajar sesuai dengan kesepakatan dengan pengurus masjid. Selain itu, program ini juga tidak dikenakan tarif atau biaya sedikitpun, dengan harapan mampu memudahkan masyarakat sekitar dalam belajar Al-Qur’an, meskipun dengan keterbatasan ekonomi dan juga waktu. Penelitian ini mencoba untuk mengurai manajemen yang diterapkan dalam program Go House guna membentuk keluarga qur’ani. Penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan study kasus yang dilaksanakan di masjid Ar-Rahmah Jl Teluk Buli 1 Nomor 3/5/7 Kota Surabaya. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan adanya program go house jumlah jama’ah Masjid Ar Rahmah meningkat di setiap kegiatannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa program go house berhasil dalam membentuk keluarga qur’ani. Harapan peneliti kedepannya program Go House ini semakin banyak di kloning oleh masjid-masjid lainnya, karena kebangkitan islam hanya akan diraih dengan membentuk keluarga-keluarga qur’ani.
Optimalisasi Masjid Perumahan Sebagai Ruang Publik dan Poros Kegiatan Masyarakat Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Qisom, Shobikhul; Al-Qarni, Fatih
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i1.79

Abstract

Di tengah semakin minimnya ketersediaan ruang publik di Indonesia, jumlah masjid yang begitu tinggi diharapkan dapat teroptimalkan sebagai ruang publik dan pusat interaksi masyarakat. Intensitas yang tinggi dalam pemanfaatan masjid untuk pelaksanaan ibadah maupun aktivitas sosial dapat meningkatkan interaksi sosial dan kerukunan masyarakat. Potensi peran sosial yang lebih besar dimiliki oleh masjid-masjid perumahan yang sejak awal memang didirikan sebagai fasilitas sosial bagi warganya. Kajian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam tentang bagaimanakah strategi mengoptimalkan masjid perumahan sebagai ruang publik dan poros kegiatan masyarakat. Penelitian dilakukan di Masjid Nurul Iman Perumahan The Taman Dhika Sidoarjo dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan studi dokumen. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan content analysis. Temuan penting yang dihasilkan berupa empat strategi optimalisasi masjid perumahan sebagai ruang publik dan pusat kegiatan masyarakat, yakni: masjid memiliki aksesabilitas yang mudah dan fasilitas yang menarik, pengurus masjid hadir di tengah-tengah masyarakat, program masjid didesain kreatif dan menarik, serta masjid memilki peran dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini memilki kontribusi penting dalam memperbesar peran sosial masjid di masyarakat menuju tercapainya target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.
Pola Koordinasi Kepengurusan Masjid Raya Ulul Albab Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Muiz, Ahmad Habibul; Lubis, Abdul Rojak
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i2.80

Abstract

Koordinasi yang baik dalam sebuah kepengurusan masjid menjadi salah satu kata kunci terwujudnya efektivitas dan produktivitas pengelolaan masjid. Sebaliknya hambatan dalam koordinasi, akan berdampak pada terhambatnya pelaksanaan program dan kegiatan masjid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pola koordinasi kepengurusan di Masjid Raya Ulul Albab Universitas Negeri Islam Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Pendekatan diskriptif kualitatif digunakan pada penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui pola observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan teori tiga prinsip dalam koordinasi. Dari proses penelitian ini dihasilkan tiga hal, pertama bentuk struktur kepengurusan, kedua gambaran umum kegiatan, dan ketiga pola koordinasi kepengurusan di Masjid Raya Ulul Albab UINSA Surabaya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi segenap pengurus Masjid Raya Ulul Albab UINSA Surabaya untuk mempertahankan serta meningkatkan pola koordinasi dan kolaborasinya dengan koordinator ma’had dan koordinator akademik, sehingga fungsi dan program kegiatan masjid akan menjadi lebih baik.
Manajemen Dakwah Pada Daerah Kristenisasi di Mushalla At-Tasrip Surabaya Mauludi, Mauludi; Ifansyah, M. Syukur; Mu'in, Fathul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i2.83

Abstract

Masjid merupakan sarana yang sangat penting dan strategis untuk membangun kuwalitas umat. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, masjid dituntut untuk memiliki peran lebih di tengah-tengah masyarakat. Jika melihat lebih luas, masjid memiliki peran besar baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan, dan dakwah. Oleh karena itu, untuk mewujudkan kembali peran dan fungsi masjid ini, aktivitas-aktivitasnya harus dikelola dengan manajemen yang baik. Sebagai pusat gerakan dakwah, masjid dapat difungsikan sebagai pusat pembinaan akidah umat dan manajemen dakwah yang diterapkan sebagai alat untuk memperbaiki keadaan masyarakat sekitar dalam aspek akidah. Beberapa kasus dalam aspek akidah, pembinaan akidah sangat penting bagi masyarakat awam yang hidup di tengah-tengah maraknya kristenisasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini terdapat dua fokus rumusan masalah, yaitu: 1) Manajemen dakwah masjid di daerah kristenisasi, 2) Upaya meningkatkan hasil dakwah yang telah dicapai. Penelitian ini sangat penting untuk dibahas terutama pada zaman yang sudah mulai merosot seperti saat ini. Kembali menjadikan masjid sebagai poros umat merupakan salah satu fungsi yang sudah mulai dilupakan karena melalui manajemen yang baik, semua akan terorganisir terkonsep, dan terstruktur dengan baik pula.
Millenial Netiquette In Doing Muamalah And Warding Off Hoaxes On Social Media Based On MUI Fatwa Number 24 Of 2017 Senja, Puput Yanita; Yuliar, Ade; Husen, Fathurrohman
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 5 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v5i1.93

Abstract

MUI Fatwa Number 24 of 2017 contains The Laws and Guidelines for Doing Muamalah Through Social Media. The MUI Fatwa can be applied to social networking ethics (netiquette). The millennial generation has excellent power in countering hoax narratives. The research purpose was to determine netiquette of the millennial generation in doing muamalah and warding off hoax in social media based on MUI Fatwa. The design of this study is qualitative research using an online qualitative survey. Netiquette as a guideline based on the MUI Fatwa focuses on discussing guidelines for doing muamalah on social media and creating and disseminating related content/information in countering hoaxes by the millennial generation from the four existing guidelines. Millennial's netiquette in doing muamalah on social media should be done properly and correctly, not violating the Shari'a and regulations (MUI Fatwa and others), and responding well to each other's content. The content shared is positive and not a hoax. Millennials sort out contents that will be disseminated on social media by studying, understanding, confirming, then following. The netiquette for millennials in warding off hoaxes is to ensure that the content is appropriately verified, helpful, not provocative and does not contain hoaxes, slander, backbiting, bullying, gossip, and other forbidden things. Millennials avoid spreading hoax content on social media by limiting accounts, avoiding and discontinuing, seeking truth from trusted sources, following the Indonesia Anti Hoax page, reporting harmful content through content complaints websites, or directly using the block and report features on social media. If this is not possible, they choose to remain silent, skip, and not share that hoax content.Â