cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
PENATALAKSANAAN TINDAKAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN TB PARU DI RUMAH SAKIT KHUSUS PARU PALEMBANG TAHUN 2010 Suratun, Suratun
Masker Medika Vol 3 No 2 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TB paru adalah penyakit menular langsung yang di sebabkan oleh kuman TBC ( Mikrobakterium ) sebagian besar kuman TBC menyerang paru tetapi dapat juga mengenai orang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanan tindakan batuk efektif pada pasien TB paru di Rumah Sakit Khusus Paru Palembang tahun 2010. dengan populasi dalam penelitian ini sebanyak 15 responden yang di lakukan pada tanggal 22 Maret - 4 April tahun 2010 dengan menggunakan total sampling dengan kriteria seluruh perawat yang melakukan tindakan batuk efektif di Rumah Sakit Khusus Paru Palembang tahun 2010. Hasil yang di dapat dalam penelitian ini adalah pelaksanaan tindakan batuk efektif terdapat 15 responden, yang termasuk dalam kategori baik 1 responden (6,6%), cukup 9 responden (60%), dan dengan kategori kurang 5 responden (33,3%). Hasil ini menunjukkan bahwa penatalaksanaan tindakan batuk efektif di Rumah Sakit khusus paru masih dalam kategori cukup. Dari hasil penelitian ini diharapkan perawat diruangan lebih meningkatkan dalam melaksanakan tindakan batuk efektif. Pulmonary TB is an infectious disease directly caused by TB germs (Mikrobakterium) most germs TB attacks the lungs but can also about others. The purpose of this study was to determine management measures effective cough in patients with pulmonary tuberculosis in Special Hospital Lung Palembang in 2010. The population in this study were 15 respondents were done on 22 March to 4 April 2010 by using total sampling criteria all nurses who perform actions effective cough in Special Hospital Lung Palembang in 2010. The results obtained in this study were cough effective implementation of the action, there were 15 respondents, which is included in either category 1 respondent (6.6%), just 9 respondents (60%), and with less category 5 respondents (33.3%). These results indicate that management measures effective cough in lung Specialty Hospital is still in the category enough. From the results of this study are expected to further increase in room nurse in implementing effective measures cough.
ANALISIS PERUBAHAN SIKLUS MENSTRUASI PADA AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA DI WILAYAH PUSKESMAS PLAJU PALEMBANG TAHUN 2015 Susanti, Lilis
Masker Medika Vol 3 No 2 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana merupakan program nasional yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia.Kontrasepsi dalam keluarga berencana terdiri dari pil, suntik dan implan yang dapat mempengaruhi perubahan siklus menstruasi. Untuk mendapatkan informasitentang alat kontrasepsi Pil, suntik dan implant terhadap perubahan siklus menstruasi dan alat kontrasepsi paling dominan yang mempengaruhi perubahan siklus menstruasi di Puskesmas Plaju kota Palembang. Untuk mendapatkan informasi mengetahui alat kontrasepsi mana yang paling dominan terhadap perubahan siklus menstruasi akseptor keluaga berencana di Puskesmas Plaju kota Palembang.Penelitian ini mengunakan Survey Analitik dengan pendekatan cross sectional seluruh akseptor KB aktif yang menggunakan alat kontrasepsi pil, suntik dan implan di puskesmas Plaju Palembang tahun 2014, yang berjumlah 12396 akseptor KB. Jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden. teknik sampling yang digunakan sistem asidental sampling. Data yang digunakan adalah data primer dari kuesioner. Teknik analisa data dengan Chi- Square (α = 0,05) dan Regresi Logistik. Penelitian dilakukan tanggal 10 Mei -10 Juli 2015.Hasil analisis univariat menunjukkan distribusi karakteristik responden menurut umur didapatkan ≥ 30 tahun (67%), paritas rendah (58%), Pendidikan ≥ SMA (64%) tidak bekerja (72%), respondenyang menggunakan alat kontrasepsi pil (19%), yang menggunakan alat kontrasepsi suntik sebanyak (58%), dan yang menggunakan alat kontrasepsi implan sebanyak (23%).Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara alat kontrasepsi pil terhadap siklus menstruasi (p Value = 0,087). Ada hubungan yang signifikan antara alat kontrasepsi suntik terhadap perubahan siklus menstruasi responden (p Value = 0,034) . Tidak ada hubungan yang signifikan antara alat kontrasepsi implan terhadap perubahan siklus menstruasi responden. Berdasarkan hasil analisis multivariat ada hubungan yang signifikan antara alat kontrasepsi suntik terhadap perubahan siklus menstruasi responden.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara alat kontrasepsi suntik terhadap perubahan siklus menstruasi responden. Tidak ada hubungan antara variabel, alat kontrasepsi pil dan alat kontrasepsi implant terhadap perubahan siklus menstruasi responden.Disarankan bagi responen lebih memilih alat kontrasepsi yang tidak mempengaruhi perubahan siklus menstruasi seperti, implant dan pil. Programning Family is national program, it can compulsion the Growth Community Indonesia People. Contraception in programining family consist of pil, injection and implant can influence menstruation cycle change.The purpose of this research was to gain information about the most dominant contraceptive device against menstrual cycle change for the family planning acceptors in public health center Plaju Palembang.This research used analytical survey method with cross sectional approach for all active family planning acceptors who use contraceptive devices such as pills, injection and implants in Public Health Center Plaju Palembang in 2014 as many as 12396 family planning acceptors. The number of sample for this research was 100 respondents. The sample was collected by using accidental sampling method. The data used for this research as the primary data taken from the questionnaire. Then, the data were analyzed by using chi-square (α=0.05) and logistic regression technique. This research was conducted from May 10 – July 10, 2015. From the result of the univariate analysis, it was found that the respondents’ characteristic distribution were as follows: age ≥ 30 years (67%), low party (58%), education ≥ High School (64%), unemployed (72%), respondents using contraceptive device: pills (19%), injection (58%) an implants (23%). The result of bivariate analysis showed no significant correlation between contraceptive device pills with menstrual cycle (p-value=0.087). There was a significant correlation between injection with menstrual cycle (p-value=0.034).Tehere was no significant correlation between contraceptive device implant with the menstrual cycle change of the respondents. The result of multivariate analysis showed that the most dominant contraceptive devices against menstrual cycle change were injection for the family planning acceptors.Based on the result, it is concluded that there was a correlation between contraceptive device injections with the respondents’ menstrual cycle change, but tehere were no correlation between contraceptive device pills and implants with the menstrual cycle change. It is recommended that public Health Center Plaju Palembang improve its socialization about long-term contraceptive devices.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN, PERSEPSI DAN SIKAP MAHASISWA TENTANG UJI KOMPETENSI DENGAN TINGKAT KELULUSAN TRY OUT UJI KOMPETENSI PADA MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS UJI PERTAMA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 201 Apriany, Anita; Apriany, Anita; Romadoni, Siti; Romadoni, Siti
Masker Medika Vol 3 No 2 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Uji Kompetensi menjadi salah satu ketakutan bagi calon pesertanya. Masing-masing masih memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda, serta persepsi dan sikap yang tidak sama. Tingkat kelulusan di masing-masing daerah juga berbedaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, persepsi dan sikap mahasiswa tentang uji kompetensi dengan tingkat kelulusan try out uji kompetensi pada mahasiswa Program Profesi Ners uji pertama Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Muhammadiyah Palembang Tahun 2015. Penelitian ini menggunakanpendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional.Populasi penelitian adalah mahasiswa program profesi ners yang telah lulus tahun 2015. Besar sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik total samplingberjumlah 49 responden.Hasil uji statistik menggunakan uji t independent dan diperoleh hasil ada hubungan antara pengetahuan (p value: 0,014), persepsi (p value 0,002) dan sikap (p value 0,021) lulusan ners dengan tingkat kelulusan mahasiswa lulusan ners. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disesuaikan metode yang baik tentang Uji kompetensi. Banyak persiapan selain dari pengetahuan dan sikap yang menjadi tolak ukur kelulusan mahasiswaseperti latihan item development dan item review dosen agar soal menjadi lebih berkualitas.
PENGARUH ANTARA PARITAS DENGAN KEJADIAN PRESENTASI BOKONG PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI RUANG KEBIDANAN RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2011 Angela Yunica, Joyce Angela Yunica, Angela
Masker Medika Vol 3 No 2 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) menyatakan pada tahun 2007, Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 248 per 100.000 kelahiran hidup dan angka penyebab kematian ibu 84% karena komplikasi obstetrik langsung dan didominasi oleh trias klasik yaitu perdarahan (46,7%), toxemia (14,5%) dan infeksi (8%). Persalinan presentasi bokong menyumbangkan 70% dari semua penyebab kematian ibu karena partus lama dan ruptur uteri. Presentasi bokong disebabkan oleh multiparitas, plasenta previa dan panggul sempit, Hidrosefalus atau anensefalus, Gemeli, Hidramnion atau Oligohidramnion, Prematuritas, Lilitan tali pusat atau tali pusat pendek, Kelainan uterus (uterus arkuatus, uterus duktus, uterus dupleks, tumor. Oleh karena itu ingin diketahui Pengaruh antara Paritas dengan Kejadian Presentasi Bokong pada Wanita Usia Subur (WUS) di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2011. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-Desember Tahun 2010 yang berjumlah 176 orang. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini adalah simple random sampling diteruskan menjadi accidental sampling untuk mencukupi data. Hasil penelitian sebanyak 43 (86%) dari 46 (71,9%) wanita usia subur (WUS). Serta kejadian presentasi bokong yang disebabkan oleh paritas tidak beresiko (jika jumlah anak ≤ 3 orang) yaitu sebanyak 7 (14%) dari 18 (28,1%) wanita usia subur (WUS). Dari uji statistik Chi-Square didapatkan nilai ρ value = 0,000, ada pengaruh yang bermakna antara paritas dengan kejadian presentasi bokong pada wanita usia subur (WUS). Pada multiparitas dinding rahim akan menjadi lembek, mengalami kelemahan sehingga akan membuat janin lebih mudah bergerak dan kepala janin akan sulit masuk ke pintu atas panggul. Indonesian Demographic Health Survey (IDHS) declared in 2007, the maternal mortality rate (MMR) of 248 per 100,000 live births and maternal mortality figures cause 84% due to direct obstetric complications and dominated by the classic triad that is bleeding (46.7%), toxemia (14.5%) and infections (8%). Childbirth of breech presentation donates 70% of all causes of maternal deaths due to obstructed labor and uterine rupture. Breech caused by multi parity, placenta previa and a narrow pelvis, hydrocephalus or anencephaly, Gemeli, Hydramnios or Oligohydramnios, Prematurity, coil cord or cord short, abnormalities of the uterus (womb arkuatus, uterine duct, uterus duplex, tumor. Therefore, it is necessary to know the correlation between parity and breech presentation in women of reproductive age (WRA) at the midwifery room Muhammadiyah hospital Palembang in 2011. This research was conducted in October-December of 2010 which amounted to 176 people. Technique for collecting the data in this study is simple random sampling continued to be accidental sampling to insufficient data. the results were 43 (86%) of the 46 (71.9%) women of reproductive age (WRA). as well as the incidence of breech caused by parity is not at risk (if the number of children ≤ 3), namely 7 (14%) of the 18 (28.1%) women of reproductive age (WRA). From the statistical test Chi-Square got value ρ value = 0,000, there was a significant association between parity and the incidence of breech presentation in women of reproductive age (WRA). In multi parity uterine wall will become mushy, experiencing weakness that will make it easier to move the fetus and the fetal head will be hard to get into the pelvic inlet.
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS IBU TERHADAP PEMERIKSAAN KEHAMILANDI UPTD PUSKESMAS KEMALARAJA KECAMATAN BATURAJA TIMUR KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2013 Heriani, Heriani
Masker Medika Vol 3 No 2 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organisation (WHO) memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. Lebih dari 50% kematian di Negara berkembang sebenarnya dapat dicegah dengan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Indikator pelayanan kesehatan ibu hamil dapat dilihat dari jumlah kunjungan ibu hamil yang memeriksa kehamilan sarana kesehatan atau disebut K1 dan K4 dari perkiraan jumlah sarana ibu hamil pada tahun 2012 diperoleh jumlah cakupan pelayanan K1 sebanyak 942 ibu hamil dengan pencapaian 96,7% dan cakupan K4 didapatkan sebanyak 845 ibu hamil dengan pencapaian 89,7%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dan paritas ibu terhadap pemeriksaan kehamilan di UPTD Puskesmas Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2013. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang ke UPTD Puskesmas Kemalaraja Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2013 yaitu sejumlah 248 ibu hamil. Sampelpenelitianmenggunakanmetodeaccidental sampling yang didapatkansebanyak 40 ibuhamil.Pengumpulan data melalui check list. Pengolahan data secara analisa univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan hasil ada hubungan antara umur dengan pemeriksaan kehamilan (p value 0,028) dan ada hubungan antara paritas dengan pemeriksaan kehamilan (p value 0,028).Peneliti memberikan saran bagi pihak UPTD Puskesmas Kemalaraja agar kiranya menyediakan fasilitas bagi ibu-ibu hamil dengan mengadakan penyuluhan kepada ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan. World HealthOrganisation (WHO) estimates thatmorethan585,000mothersdieannuallyduring pregnancyorchildbirth. More than50% of deaths indeveloping countriescould be preventedwithroutineantenatal care. Indicators ofmaternalhealth servicescan be seenfromthe numberof pregnant womenwhovisithealth facilitiescheck for pregnancyorcalledK1andK4ofthe estimated number ofpregnant womenmeansin 2012earnedas much asthe amount ofcoverage ofK1942pregnant womenwith achieving96.7% andcoverage ofK4obtainedas many as845pregnant womenwith achieving89.7%. The purposeof this studywas todetermine the relationship ofmaternalageandparityonantenatal careathealth centersUPTDBalfourKemalarajaEasternDistrict ofUluOganHistoriesin 2013. Types ofanalyticsurveyresearchwithcross sectional approach. The population inthis study were allpregnant womenwhocometo thehealth centerUPTDKemalarajaEasternDistrict ofBalfourHistoriesUluOganin 2013thenumber of248pregnant women. Researchsamplesusingaccidental samplingmethodobtained40pregnant women. Data collectionthrough thecheck list.Data processingunivariateandbivariateanalysis. From theresults ofthe studyshowedno correlationbetween age andantenatal care(p value 0.028) andno associationbetweenparitywithantenatal care(p value 0.028). Researchers gavesuggestionstothehealth centerUPTDKemalarajathatwouldprovide facilitiesforexpectantmothersby providingcounseling topregnant women about theimportance of prenatal care.
HUBUNGAN ANTARA INSOMNIA DENGAN MINAT BELAJAR PADA MAHASISWA ASRAMA STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG Pratiwi, Cintami Anggun; Majid, Yudi Abdul; Rini, Puji Setya; Rini, Puji Setya
Masker Medika Vol 3 No 1 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Terpenuhinya kebutuhan istirahat dan tidur dapat berpengaruh positif bagi kesehatan tubuh, diantaranya dapat meningkatkan konsentrasi. Salah satu permasalahan gangguan tidur yang paling banyak ditemukan dimasyarakat adalah gangguan tidur yang sering disebut insomnia. Dampak dari gangguan tidur tersebut adalah menurunnya konsentrasi, mudah jengkel, merasa mengantuk pada siang hari, merasa lelah dan mudah emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara insomnia dengan minat belajar pada mahasiswa asrama STIKes Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini merupakan penelitiam kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, sampel penelitian ini adalah mahasiswa asrama STIKes Muhammadiyah, teknik pengambilan sampel dengan cara Simple Random Sampling, yang didapatkan jumlah sampel 79 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Dari hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara insomnia dengan minat belajar dengan (p value 0,126)). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan mahasiswa asrama dapat menggurangi insomnia mereka dengan upaya melakukan olahraga ringan secara teratur pada pagi hari dan menjaga pola makan setiap harinya. Dengan upaya ini akan menggurangi insomnia dan minat belajar mereka akan semakin meningkat dan baik. Sleep and rest are basic of everyone needs. Needs rest and sleep can influence positively For Body health benefits can improve concentration. One of the problems of sleep disorder most commonly found in the community is a sleep disorder that is often called insomnia. The impacts of sleep disorders are reduced concentration, irritability, feeling sleepy during the day, feel tired and emotional easily. This study aims to determine the rapportof insomnia with interest in learning ofcollege student’s dormitory STIKes Muhammadiyah Palembang. This research is quantitative with cross sectional approach; The study sample was a coolage student dormitory STIKes Muhammadiyah, sampling technique by means: Simple Random Sampling, and the total numberof samples of correspondenceis 79 correspondence. From statistical test result shows there is no the relation of significant between insomnias with learning enthusiasm with p value 0,126 (p Value > 005). Based on the results of this study suggested student dormitories could reduce their insomnia with efforts to do light exercise, but regularly in the morning, they could also do with relaxation therapy, and maintain your diet every day, With these efforts will reduce insomnia and interest in learning they will increase and good.
PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TENTANG REMATIK DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG Trilia, Trilia; Yellisni, Inne
Masker Medika Vol 3 No 1 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rematik merupakan peradangan kronis, dimana sistem imun salah menyerang synovium (lapisan sel di dalam sendi) sehingga synovium meradang, menebal, dan berdampak sistemik. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap lansia tentang rematik di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang 2015. Penelitian ini penelitian deskriptif, sampel penelitian ini semua lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang, teknik pengambilan sampel dengan caraPurposive Sampling, instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan pada 5 April sampai dengan 14 Mei dengan jumlah responden sebanyak 46. Karakteristik responden diperoleh proporsi usia elderly (60-74 tahun) 56,5%, jenis kelamin sebagian besar perempuan 52,2%, tingkat pendidikan sekolah dasar 52,1%, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (52,2%) dan memiliki sikap kategori positif (52,2%) berdasarkan hasil yang didapat bahwa pengetahuan dan sikap lansia tentang rematik masih harus ditingkatkan lagi sehingga lansia yang mengalami rematik dapat berkurang. Saran dalam penelitian ini agar pihak panti dapat mempertahankan dan meningkatkan pelayanan kesehatan pada lansia sudah ada untuk lebih dijadwalkan lagi. Melakukan kegiatan atau intervensi yang dapat mengurangi penyakit rematik seperti olahraga secara konsisten dan mengambil istirahat yang secukupnya untuk memperbaiki kondisi fungsi fisik mereka. Rheumatism is chronic inflammation, where wrong immune system groans synovium (cell layer in joint) so that synovium bes angry, thick, and affects systematical. purpose of research to know the description of Knowledge and Attitude Elderly about Rheumatism in Panti social Tresna Werdha Teratai Palembang the year 2015. This research descriptive research, all these research sample of elderly who live In Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang, sampling technique by the way of purposive sampling, instrument of research applies questionnaire. This research executed at 5 April up to 14 May with number of 46 responders. responder characteristic is obtained by proportion of age elderly (60-74 years) 56,5%, gender most of woman 52,2%, level of education elementary school (52,1%), most of responder has enough knowledge (52,2%) and has position of positive category (52,2%) based on result gotten that knowledge and position elderly about rheumatism still must be improved again so that elderly experiencing rheumatism can decrease. suggestion in this research that the side of Panti can maintain and increases health service at elderly there are to be more is scheduled again. does activity or intervention which can lessen rheumatism disease like athletics consistently and takes rest which sufficiently to repair condition of function of physical of they.
UJI AKTIVITAS FRAKSI SELEDRI (Apium graveolens L) TERHADAP JAMUR Candida albicans SECARA IN VITRO Purwanti, Citra
Masker Medika Vol 3 No 1 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida sp. adalah flora normal yang terdapat pada membran mukosa, saluran pencernaan, vagina, uretra, kulit, dan kuku. Kandidiasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan untuk pengobatan tradisional adalah Seledri (Apium graveolens L). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas fraksi seledri (Apium graveolens L) terhadap jamur candida albicans. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental laboratoris in vitro. Sampel penelitian adalah Jamur Candida albicans. Sampel fraksi dibagi menjdi 6 konsentrasi yaitu 10%, 5%, 2,5%, 1,25%, 0,625%, 0,3125% dengan pembanding ketokonazol. Analisa data menggunakan uji normalitas dengan Kolmogorov smirnov, Anova dan posthoc, semua analisa menggunakan program statistik SPSS versi 16. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi yang aktif adalah n-heksan. Fraksi n-heksan memiliki nilai KHM 1,25% terhadap jamur Candida albicans. Golongan senyawa aktif yang terkandung adalah terpenoid.. Berdasarkan uji statistik oneway anova didapatkan dari masing-masing fraksi p value = 0,000 dengan nilai α = 0,05 (p<α) yang artinya ada perbedaan yang berpengaruh terhadap rerata diameter hambat dari tiap konsentrasi. Berdasarkan hasil uji post hoc ketokonazol masih lebih efektif bila dibandingkan dengan fraksi n-heksan terhadap Candida albicans dengan p value < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa Fraksi n-heksan lebih rendah aktivitas antijamurnya jika dibandingkan dengan ketokonazol. Candida sp. is normal flora contained in the mucous membranes, gastrointestinal tract, vagina, urethra, skin, and nails. Candidiasis is an infection caused by Candida albicans fungus. One of the natural ingredients that can be used as traditional medicine is Celery (Apium graveolens L). This Study aims to determine the activity of celery fraction (Apium graveolens L) against candida albicans. This research is a laboratory experimental research in vitro. The samples were Candida albicans fungus. Sample fractions were divided into 6 concentration of 10%, 5%, 2.5%, 1.25%, 0.625%, 0.3125% with comparison of ketoconazole. Data analysis used Smirnov kolmogorof for normality test, ANOVA and posthoc, all analyzes used the SPSS statistical program version 16.The results of this study showed that the active fraction was n-hexane. n-hexane fraction has MIC value of 1.25% against Candida albicans fungus. Class of active compounds contained terpenoids. Based on oneway ANOVA statistical test, it showed from each fraction where p value = 0.000 with value of α = 0.05 (p < α), which meant there was significant differences which effect the mean inhibitory diameter of each concentration. Based on the results of the post hoc test, ketoconazole was more effective than n-hexane fraction against Candida albicans with p value < 0.05.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK RETARDASI MENTAL USIA 7- 9 DI YPAC PALEMBANG Fadlilah, Maya
Masker Medika Vol 3 No 1 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO retardasi mental adalah kemampuan mental yang tidak mencukupi. retardasi mental adalah suatu kondisi yang di tandai oleh intelegensi yang rendah yang menyebabkan ketidakmampuan individu untuk belajar dan beradaptasi terhadap tuntutan masyarakat atas kemampuan yang dianggap normal3. Hubungan anak yang cacat mental dengan orang tuanya sangat penting dibandingkan dengan hubungan anak yang intelegensinya normal dengan orang tuanya. Oleh karena itu, Orang tua dari anak cacat mental harus menerima cacatnya dan membantunya untuk menyesuaikan diri dengan cacatnya itu. Di samping itu, mereka harus menghindari tujuan-tujuan yang ditetapkan terlalu tinggi untuk dicapai dan mereka harus menyadari juga bahwa ada banyak hal yang dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhanya. Jika anak mengetahui bahwa orang tuanya benar-benar memperhatikannya dan mereka puas, maka dengan ini ia banyak dibantu dalam menyesuaikan diri dengan dunia luar5.Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Peran Orang Tua Terhadap Tingkat Kemandirian Anak Retardasi Mental Usia 7-9 Tahun di YPAC Palembang Tahun 2014. Desain penelitian ini merupakan penelitian Analitik korelatif, dengan rancangan Cros Sectional.Cara pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik Total Sampling, yaitu pengambilan sampel secara keseluruhan pada responden orang tua yang memiliki anak retardasi mental usia 7-9 tahun.Hasil analisis hubungan antara pola asuh dengan tingkat kemandirian anak retardasi mental diperoleh ada hubungan yang signifikan Berdasarkan hasil uji statistic dengan menggunakan Uji Chi Square diperoleh nilai p value < 0,05 (p = 0,03). Berarti ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian anak retardasi mental di YPAC Palembang tahun 2014. According to WHO mental retardation is insufficient mental abilities. Mental retardation is a condition marked by low intelligence that led to the inability of the individual to learn and adapt to the demands of society on the ability of the considered normal3. Mentally handicapped child relationship with his parents is very important in comparison with normal intelligence child relationship with his parents. Therefore, parents of mentally disabled children should receive disability and helped him to adjust to his disability was. In addition, they should avoid the goals set too high to be reached and they have to realize also that there are a lot of things done to help meet its needs. If a child knows that his parents really notice and they are satisfied, then by this he was helped in adjusting to the world luar5. This study was to determine the relationship Role of Parents Against Child Mental Retardation Independence Level Ages 7-9 Years YPAC Palembang in 2014. The design of this study is Analytical correlative study, the design of Cros Sectional.Cara sampling is done with total sampling technique, namely sampling overall the respondents parents of mentally retarded children aged 7-9 years. Results of the analysis of the relationship between parenting the child's level of mental retardation gained independence there was a significant relationship Based on a statistical test by using Chi Square test was obtained p value <0.05 (p = 0.03). Means that there is a relationship between parenting parents with children with mental retardation level of independence in YPAC Palembang in 2014.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK AR-RACHMA KERTAPATI PALEMBANG Rini, Puji Setya
Masker Medika Vol 3 No 1 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Kemampuan motorik halus,motorik kasar, personal sosial dan bahasa sangat dibutuhkan dalam berperilaku dengan teman sebayanya dilingkungan taman kanak-kanak. Perkembangan motorik halus, motorik kasar, personal sosial dan bahasa ini tidak terlepas dari cara anak belajar berinteraksi dengan orang tua (ibu) ketika dirumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perkembangan anak usia 4-5 tahun di TK Ar-Rachma Kertapati Palembang Tahun 2015. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27-28 April 2015. Desain penelitian yang digunakan adalah total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 4-5 tahun di TK Ar-Rachma Kertapati Palembang tahun 2015. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 82 responden. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara membagikan kuesioner tertutup kepada ibu dan melakukan observasi pada anak. Analisa data yang dilakukan adalah analisa univariat dan analisa bivariat terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun dengan nilai (ρ value = 0,001), pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun dengan nilai (ρ value = 0,002), pengetahuan ibu dengan perkembangan personal sosial anak usia 4-5 tahun dengan nilai (ρ value = 0,000), pengetahuan ibu dengan perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun dengan nilai (ρ value = 0,000) sehingga dapat disimpulkan ρ value ≤ α 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan anak. Diharapkan bagi TK Ar-Rachma Kertapati Palembang dapat meningkatkan kegiatan yang bisa meningkatkan perkembangan anak misalnya dengan melakukan kontak dengan anak sesering mungkin, serta dapat melatih kecerdasan anak tersebut. Knowledge is very important domain the behavior of individual. The abiliti of fine motor skills, coarse motors, personal socials and languages is very needed to behave with a child hood in kindergarten. Fine motor development, coarse motors, personal socials and languages is not regardless of learn to interact motherdevelopment of child with 4-5 years old at home.This research to fine out the relation of mother knowledge with a child of 4-5 years old in kindergarten Ar-Rachma Kertapati Palembang 2015. This research is done on April 27 to 28st 2015. This design the research used is the total sampling. Population in this research was the mother who as a child of 4-5 years old in kindergarten Ar-Rachma Kertapati Palembang 2015. The total sample this research as many 82 respondents. Data collection techniques obtained by means share the questionnaire convered to mothers and of observed to child. Data analysis done is univariat analysis and bivariat analysis in every variables of the research results. Based on research results obtained there is a relationship between mother knowledge with the development of fine motors children 4-5 years old ( p value = 0,001), mother knowledge with the development of coarse motor children 4-5 years old (p value = 0,002), mother knowledge with the development of personal social children 4-5 years old (p value = 0,000) mother knowledge with the development of language children 4-5 years old (p value = 0,000. So that it can be inferred p value ≤ 0,05 which means that there is a significant relationship between mother knowledge to child development is expected for kindergarten Ar-Rachma Kertapati Palembang can increase activities that could improve child development for example by making contact with the child of a lot, can train as well as the child intelligence.