cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA I DI KLINIK BERSALIN BUDI INDAH PALEMBANG Fadlilah, Maya; Ulaa, Mar’atun
Masker Medika Vol 1 No 1 (2013): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri pada persalinan diartikan sebagai sinyal untuk memberitahukan kepada ibu bahwadirinya telah memasuki tahapan proses persalinan. Manajemen nyeri dapat dilakukandengan cara farmakologi dan nonfarmakologi yaitu dengan terapi dzikir. Sebagai seorangmuslim, dzikir dapat dijadikan sebagai obat dan merupakan salah satu ibadah. Penelitianini untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap nyeri persalinan kala I pada ibuinpartum di RB Budi Indah Palembang Tahun 2013. Desain penelitian yang digunakanadalah pra-eksperimental (one group pre post dan post test) secara kuantitatif.Pengambilan sampel digunakan metode nonprobability sampling melalui purposivesampling,dengan jumlah 20 responden. Dari hasil penelitian didapatkan skala nyerisebelum diberikan intervensi nilai terendah 4 dan nilai tertinggi 9. Sedangkan skala nyerisetelah diberikan intervensi nilai terendah 3 dan tertinggi 8. Dari uji statistik denganmenggunakan uji ρ = 0,000 (< 0,05) artinya pemberian terapi dzikir berpengaruh terhadappenurunan nyeri persalinan kala I. Terapi dzikir dapat dijadikan sebagai salah satuintervensi keperawatan secara nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan kala I.
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC DENGAN NEUROMUSCULAR ELECTRICAL STIMULATION (NMES) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN VERTICAL JUMP PADA PEMAIN BOLA BASKET STIKes MUHAMMADIYAH PALEMBANG Edrivania, Putri; Gustam, Ika Guslanda
Masker Medika Vol 1 No 1 (2013): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga permainan bola basket merupakan satu cabang olahraga yang menuntutberagam kemampuan baik dari segi fisik, teknik, taktik dan mental. Salah satu komponenpenting dalam olahraga permainan bola basket yang diperlukan para atlet untukmenunjang prestasinya adalah kemampuan vertical jump yang sangat dipengaruhi olehkekuatan otot. Peningkatan kekuatan otot dapat dilakukan dengan latihan plyometric,maupun dengan Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES). Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pengaruh latihan plyometric dengan neuromuscular electricalstimulation (NMES) terhadap peningkatan kemampuan vertical jump pada pemain bolabasket STIKes Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen semu (quasi experiment) dengan menggunakan rancangan penelitian twogroup pre and post test with control design. Jumlah responden yang dilibatkan adalah 20orang. Sampel ini dibagi dua kelompok perlakuan, yang pertama yaitu latihan plyometric,dan kelompok perlakuan kedua yaitu Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES). Untukuji hipotesis digunakan Independent Samples Test. Hasil Uji hipotesis pada Pre TestKelompok Eksperimen dan Kontrol dengan independent samples test didapat nilaisignifikansi (0.881 > 0.05) yang artinya tidak terdapat perbedaan yang bermakna antarakedua kelompok perlakuan, sehingga dapat dianggap bahwa kedua kelompok berangkatdari keadaan yang sama. Sedangkan uji hipotesis pada Post Test Kelompok Eksperimendan Kontrol nilai signifikansi (0.194 > 0.05) artinya bahwa tidak ada perbedaan antara nilaivertical jump test pada kelompok eksperimen (latihan plyometric) dan kelompok kontrol(NMES). Latihan plyometric dan Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES) samasamaberpengaruh terhadap peningkatan kemampuan vertical jump.
IDENTIFIKASI BAKTERI STREPTOCOCCUS PNEUMONIAE UDARA RUANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DI WILAYAH SEBERANG ULU PALEMBANG TAHUN 2013 Shatriadi, Heri Shatriadi; Zairinayati, Zairinayati; Amalia, RA. Hoetary Tirta
Masker Medika Vol 1 No 1 (2013): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udara merupakan elemen yang sangat penting bagi kehidupan manusia, tanpa ada udaramanusia tidak dapat bertahan hidup. Adanya ventilasi di dalam ruangan akanmemudahkan pergerakan udara, dari luar ruang akan masuk ke dalam ruangan, sehinggaada pergantian udara. Kualitas udara yang buruk dalam ruangan sering menimbulkankeluhan pada penghuninya seperti sakit kepala, tenggorokan kering, iritasi pada mata dankulit, kehilangan konsentrasi, ISPA. Mikroorganisme di udara merupakan unsurpencemaran yang sangat berarti sebagai penyebab gejala berbagai penyakit antara lainiritasi mata, kulit, saluran pernapasan dengan penumonia dan lain-lain. Pneumoniamerupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru-paru yangdisebabkan oleh mikroorganisme. Golongan penyakit ini rentan menyerang anak-anak.Pada umumnya penyakit pneumonia nini disebabkan oleh bakteri streptococcus.Streptococcus pneumoniae secara normal berada di dalam rongga hidung dantenggorokan anak-anak dan dewasa yang sehat. Streptococcus pneumonicae, yang jugadikenal sebagai pneumococcus, adalah bakteri gram positif, dienkapsulasi diakui sebagaipenyebab penting pneumonia, meningitis dan sepsis di seluruh dunia. Tujuan penelitianini adalah untuk untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Streptococcus pneumoniapada udara ruangan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang ada di wilayah Seberang UluKota Palembang tahun 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PAUD yangada di wilayah Seberang Ulu Palembang yang berjumlah 42, dan sampelnya adalah totalpopulasi yang masih aktif, diambil dengan metode purposive random sampling denganjumlah sampel 11. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil bahwa dari11 PAUD tersebut yang diteliti ditemukan PAUD yang positif bakteri S. Pneumoniae
HUBUNGAN ANTARA PELAYANAN ASUHAN ANTENATAL DAN FAKTOR RISIKO TERHADAP KEMATIAN PERINATAL DI PUSKESMAS KOTA PALEMBANG Rosmiarti, Rosmiarti; Sari, Enderia
Masker Medika Vol 1 No 1 (2013): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is one of the factors that influence perinatal mortality. In addition to otherfactors such as the deliveries performed at home with traditional personnel as birthattendants, as well as the mother condition during pregnency are less favorable ( lessnutritional status, complications of pregnancy) and late referral. Service qualitiy is aprerequisite in order to increase the use of service need to be preceded by improvedmedical standards through the efforts of Maternal Perinatal Audit (AMP).This study aims to find out is there any relation between antenatal care services and riskfactors of perinatal death in public Health Centers of Palembang City. This study is aretrospective observation of events that already exist using a case control study usingprimary data obtained from direct interview of the respondents who visited the publichealth center by using a questionnaire, as well as secondary data source that is originatednd medical records of ANC history and outcome of pregnancy and childbirth. The resultsshowed that of 180 respondents, 75% control and 25% of cases, 71.1% receivedunstandarized antenatal care, 80.6% was not risky age, risky parity 56.7%, 68.9% ofhighly educated, and 89,4% do not experience complications in pregnancy and childbirth.The result of logistic regression analysis showed significant effect between the antenatalcare services jointly (simultaneously) on perinatal mortality in the city of palembang in2012, with age variable with complications of pregnancy and childbirth as interactionvariables. Respondents who received antenatal care services that unstandarized to havea risk 3.89 times for infants experiencing perinatal death when compared to respondentswho receive standarized antenatal care services. By knowing the relationship betweenantenatal care services and risk factors of perinatal death, it is recommended thatadequate maternal health practices, the frequency of regular visits, service providersaccording to the standar (ST) remains an effort that should be improved, needs to domore intensive counseling, and need consider improving the quality of antenatal care,especially for pregnant women with high risk and the risk of pregnancy and childbirthcomplications.
HUBUNGAN ANTARA OTONOMI PERAWAT DAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DARI ASPEK HUBUNGAN INTERPERSONAL, TANGGUNG JAWAB TERHADAP TUGAS DAN KEBIJAKAN ORGANISASI DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD DR. IBNU SUTOWO BATURAJA TAHUN 2008 Yulia, Sri
Masker Medika Vol 1 No 1 (2013): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kerja yang sehat bagi organisasi adalah lingkungan kerja yang mampumempengaruhi, mendorong dan memberikan motivasi bagi seseorang untuk bekerjasecara optimal sesuai dengan profesinya, Otonomi dalam konteks kepuasan kerjaperawat merupakan persepsi perawat tentang derajat kemandirian yang mereka rasakandalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari dan mencapai kepuasan kerja. Tujuanpenelitian ini adalah untuk menggali hubungan antara otonomi perawat dan kepuasankerja perawat dari aspek hubungan interpersonal, tanggung jawab terhadap tugas dankebijakan organisasi di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr.Ibnu Sutowo Baturaja. Penelitian inimenggunakan pendekatan studi lapangan dengan metode pengumpulan data melaluikuesioner terhadap persepsi perawat mengenai otonomi dan kepuasan kerja. Kepuasankerja yang akan diukur adalah kepuasan kerja dari aspek hubungan interpersonal,tanggung jawab terhadap tugas dan kebijakan organisasi bagi perawat di Instalasi RawatInap RSUD Dr. Ibnu Sutowo Baturaja. Hasil pengumpulan data yang dilakukanselanjutnya akan dianalisis secara statistik untuk melihat hubungan antara otonomi dankepuasan kerja perawat. Dari hasil analisis hubungan otonomi perawat dengan kepuasanmenunjukan nilai p Value = 0,0005 lebih kecil dibandingkan nilai alpha = 0.05. Hasil inimenunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara otonomi perawat dengankepuasan kerja, artinya semakin baik otonomi perawat dipersepsikan maka semakin puasperawat terhadap pekerjaannya. Dari hasil penelitian ini diharapkan Rumah sakitsebaiknya lebih memahami dan lebih memperhatikan aspek individu secara spesifikdalam hal ini adalah otonomi dan kepuasan yang mempengaruhi tercapainya tujuanorganisasi rumah sakit dalam memberikan pelayanan keperawatan.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK DAN FRAKSI JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE ROSCOE VAR. RUBRUM) TERHADAP SEL HELA SECARA IN VITRO Fadlilah, Maya
Masker Medika Vol 1 No 1 (2013): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian Uji Aktifitas Sitotoksik Ekstrak dan Fraksi Jahe Merah (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) terhadap sel HeLa secara In vitro. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Agustus 2012 bertempat di Laboratorium Pascasarjana Universitas Sriwijaya dalam hal pelaksanaan ekstraksi dan fraksinasi jahe merah (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) dilanjutkan uji sitotoksisitas ekstrak dan fraksi jahe merah (Zingiber officinale Roscoe var. rubrum) yang dilaksanakan di Laboratorium Parasitologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas sitotoksik ekstrak dan fraksi jahe merah ( Zingiber officinale Rosc. Var. rubrum) terhadap sel HeLa menggunakan metode MTT dengan parameter sitotoksisitas yaitu IC50 (Median Inhibition Concentration) yang merupakan parameter sitotoksik untuk mengetahui ketoksikan suatu senyawa dan membandingkan aktifitas sitotoksik ekstrak dan fraksi jahe merah (Zingiber officinale Rosc.Var. rubrum) dengan obat anti kanker doksorubisin serta menentukan golongan senyawa kimia yang berperan dalam menghambat pertumbuhan sel HeLa.Isolasi senyawa antikanker dilakukan melalui 2 tahapan yaitu ekstraksi dan fraksinasi dengan metode fraksi cair-cair (FCC) selanjutnya untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam jahe merah dilakukan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Pengujian aktifitas sitotoksik terhadap sel HeLa dilakukan dengan metode MTT, sel uji yang digunakan adalah sel HeLa. Uji kesetaraan dilakukan dengan membandingkan nilai IC50 antara senyawa antikanker yang diperoleh dari rimpang jahe merah ( Zingiber officinale Rosc. Var. rubrum) dengan doksorubisin. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa ekstrak jahe merah, fraksi etil asetat, fraksi n-heksan memilliki efek sitotoksik terhadap sel HeLa. Fraksi n-heksan jahe merah adalah fraksi yang mempunyai efek sitotoksik paling tinggi dengan nilai IC50 20,350, sedangkan fraksi etilasetat diperoleh nilai IC50 27,000 dan ekstrak jahe merah memiliki nilai IC50 35,350. Hasil Uji kesetaraan antara ekstrak jahe merah, fraksi etilasetat jahe merah memiliki nilai IC
PENGARUH TERAPI KOMPLEMENTER MIND BODY : MENDENGARKAN AYAT-AYAT ALQUR’AN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG 2013 Trilia, Trilia
Masker Medika Vol 1 No 1 (2013): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada lansia salah satunya adalah masalah pada kerja sistemkardiovasuler, diantaranya adalah masalah hipertensi. Dalam pengobatannya hipertensidapat ditangani dengan dua cara, yaitu terapi farmakologis dan terapi non farmakologis.Salah satu terapi non farmakologis adalah terapi komplementer yang efektif padapenderita hipertensi adalah terapi pikiran-tubuh (mind-body) yaitu terapi denganpenyembuhan spiritual : mendengarkan ayat-ayat Al-qur’an. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh terapi komplementer mind-body: mendengarkan ayat-ayat Alqur’anterhadap penurunan tekanan darah di Panti Sosial Tresna Werdha TerataiPalembang 2013. Desain penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian Praeksperimental,dengan jenis penelitian Quasi ekperimental pretest-post test withcontrolgroup. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Nonprobability Samplingdengan teknik “Purposive Sampling”, Jumlah sampel 28 responden untuk kelompokintervensi dan 28 responden untuk kontrol. Sebelumnya responden dilakukan pengukurandarah (pre test) kemudian diperdengarkan surat Al-fatihah berdurasi 48 detik sebanyak 5xpengulangan dalam 1 kali terapi, setelah itu responden diukur kembali tekanan darahnya(postest). Hasil penelitian setelah intervensi terdapat penurunan rata-rata tekanan darahsebesar 14,29.. Hasil Uji Independent Samples Test, diperoleh nilai value= 0,003( <0,05, hal ini menunjukkan terdapat perbedaan antara tekanan darah sebelum dansetelah diberikan intervensi, artinya terdapat pengaruh terapi komplementer Mind-Body :mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an terhadap penurunan tekanan darah.
PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) DENGAN APLIKASI MODUL TERHADAP BURNOUT PERAWAT Triwijayanti, Renny; Ningrum, Windy Astuti
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat yang bertugas di rumah sakit memiliki peranan cukup penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang datang. Semakin banyak tuntutan terhadap perawat membuat beban kerja perawat menjadi lebih tinggi yang dapat menyebabkan perawat mengalami Burnout (kejenuhan kerja), burnout dapat mengakibatkan lebih tinggi pergantian staf, cuti sakit yang berlebihan, mengurangi produktivitas dan efisiensi yang berdampak pada memburuknya kualitas pelayanan kesehatan sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengatasi kejenuhan kerja dengan isi pikiran yang positif yang akan mempengaruhi perasaan dan perilaku yang positif (normal) dimana salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan terapi berupa Cognitive Behavior Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Cognitive Behavior Therapy dengan aplikasi modul terhadap burnout perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini juga merupakan penelitian Quasy-Experiment dengan rancangan One-Group Pre-Post test Design dengan pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling: proportionate stratified random (teknik proporsional berlapis), sampel penelititan ini berjumlah 30 remponden. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pelaksanaan CBT pada perawat menunjukkan nilai rata-rata burnout sebelum intervensi sebesar 64,33 dan setelah diberikan intervensi sebesar 58,30 dengan nilai p value 0,007 (p value < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa terapi CBT yang diberikan kepada perawat secara signifikan mampu menurunkan nilai rata-rata burnout. Intervensi ini dapat dilakukan secara berkala kepada perawat dan seluruh pegawai yang ada di lingkungan rumah sakit guna meningkatkan mutu layanan rumah sakit Nurses who serve in hospitals have an important role in providing health services to patients who come. The more demands on nurses make the workload of nurses to be higher which can cause nurses to experience Burnout (burnout), burnout can lead to higher staff turnover, excessive sick leave, reduced productivity and efficiency which results in deteriorating quality of health care efforts to overcome the saturation of work with positive content that will affect positive (normal) feelings and behavior where one of the interventions that can be done is to provide Cognitive Behavior Therapy (CBT) therapy. This study aims to determine the effect of Cognitive Behavior Therapy with application modules on burnout nurses in inpatient rooms. This research is also a Quasy-Experiment study with the design of One-Group Pre-Post test Design with sampling using probability sampling method: proportionate stratified random (proportional layered technique), this research sample amounted to 30 districts. This study found that the implementation of CBT on nurses showed that the average value of burnout before intervention was 64.33 and after intervention was 58.30 with a p value of 0.007 (p value <0.05). Based on the results of the study it can be said that CBT therapy given to nurses was significantly able to reduce the average burnout value. This intervention can be done regularly to nurses and all employees in the hospital to improve the quality of hospital services.
UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA PRE EKLAMSI DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) “MALIAH” PALEMBANG TAHUN 2017 Suryanti, Dewi
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Sumatera Selatan, angka kematian ibu melahirkan masih tinggi. Pada tahun 2006 tercatat 424 per 100.000 kelahiran, jauh di atas angka kematian ibu melahirkan di Indonesia.Terjadinya pre-eklampsi tidak dapat dicegah, tapi bisa dicegah untuk tidak menjadi lebih berat.Kematian ibu sebenarnya dapat dicegah dengan melaksanakan pemeriksaan kehamilan minimal empat 4 kali secara teratur sesuai pedoman pemeriksaan kehamilan.Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 6 orang ibu Hamil yang melakukan pemeriksaan di Bidan Praktek Mandiri “MALIAH” didapatkan bahwa sebagian ibu hamil setempat jarang melakukan pemeriksaan langsung kehamilan berdasarkan ketentuan yang telah di beritahukan ke Ibu Hamil. Penelitian ini bertujuan untukdiketahuinya perilaku dalam upaya pencegahan preeklamsia di Bidan Praktik Mandiri (BPM) “Maliah” Palembang tahun 2017.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif survey analitik dengan pendekatan Cross sectional study.Populasi penelitian ini adalah semua Ibu Hamil dan Ibu Bersalin.Sampel penelitian yaitu Ibu Hamil dan Ibu bersalin dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi yaitu Ibu Hamil dengan usia kehamilan TM II, Ibu pasca persalinan yang pernah mengalami preeklamsi dan bersedia menjadi responden. Kriteria ekslusi yaitu Ibu Hamil TM I dan TM II dan bersedia menjadi responden.Metode pengumpulan data melalui pengisian kuisioner dan wawancara langsung dengan menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan dengan uji chi square dengan menggunakan tingkat kemaknaan (level of significance) α = 5%. Keputusan uji statistik untuk menentukan ada atau tidak ada asosiasi/hubungan, dengan cara membandingkan p value dengan nilai α = 5. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2018 bertempat di BPM Maliah Palembang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (ρ = 0,032), sikap (ρ = 0,049), dan tindakan (ρ = 0,003) dengan perilaku pencegahan preeklamsia. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku pencegahan preeklamsia di BPM Maliah Palembang. In South Sumatra, the maternal mortality rate is still high. In 2006 there were 424 per 100,000 births, far above the maternal mortality rate in Indonesia. The occurrence of pre-eclampsia cannot be avoided, but it can be prevented from becoming heavier. Maternal mortality can actually be prevented by carrying out a pregnancy examination at least four times regularly according to the pregnancy examinationguidelines. Based on the preliminary study conducted on 6 pregnant women who conducted examinations in Independent Midwifery Practitioner (IMP) "MALIAH", it was found that some of the local pregnant women rarely performed direct pregnancy examination based on the conditions that had been told to the pregnant women. This research aimedat finding out the behavior in the prevention effort of preeclampsia in Independent Midwifery Practitioner (IMP) "Maliah" Palembang in 2017. This research was a quantitative analytic survey research design with a cross sectional study approach. The population of this research were all pregnant women and giving birth mothers. The research samples were pregnant women and mothers giving birth with the inclusion and exclusion criteria. Inclusion criteria were pregnant women with gestational age TM II, postpartum mothers who had experienced preeclampsia and were willing to become respondents. Exclusion criteria were pregnant women TM I and TM II and were willing to become respondents. Methods of data collection through filling out questionnaires and direct interviews using structured interview guidelines. Data analysis was done by chi square test with the level of significance α = 5%. Decision of statistical tests was intended to determine whether there was arelationshipor not by comparing p value with the value of α = 5. This research was carried out from January to February 2018 located at IMPMaliah Palembang. The results of this research indicated that there was a relationship of knowledge (ρ = 0.032), attitude (ρ = 0.049), and action (ρ = 0.003) with the prevention behavior of preeclampsia. The conclusion of this research was that there was a relationship between knowledge, attitudes and actions with preeclampsia prevention behavior in IMP Maliah Palembang. The conclusions in this research can be taken into consideration as information to the district health office, especially the reproductive health sector in order to provide counseling and education about sex as early as possible and as often as possible so that teenagers acquirecorrect and accurate information about the importance of maintaining their reproductive health, as well as keeping teenagers away from violating behavior rules of religious norms, legal norms, and social norms that exist in the community
KONDISI KESEHATAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT ISPA DI DESA PANGKALAN BENTENG KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2018 Anggreny, Dian Eka
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor pejamu. Tujuan : untuk memperoleh gambaran kejadian ISPA di Desa Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Metode Penelitian : penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian : jumlah anggota keluarga ≥4 orang 243 rumah (64,0%), cara penanganan sampah dengan cara dibakar 308 rumah (81,0%), mencegah penularan penyakit akibat gigitan nyamuk dengan penggunaan obat nyamuk bakar 261 rumah (68,7%), Kebiasaan merokok setiap hari 210 rumah (55,2%). Simpulan : Kondisi kesehatan masayarakat yang mempengaruhi penyakit ISPA diantaranya jumlah anggota keluarga, cara penanganan sampah dengan dibakar, penggunaan obat nyamuk bakar, ketersediaan jendela rumah dibuka, dan kebiasaan merokok. Acute Respiratory Infection (ARI) is an upper or lower respiratory tract disease, usually contagious which can cause a variety of spectrum of diseases that range from asymptomatic disease or mild infection to severe and deadly diseases, depending on the cause of the pathogen, environmental factors and host factors. Objective: to obtain an overview of the incidence of ARI in Pangkalan Benteng Village, District of Talang Kelapa, Banyuasin Regency. Research Method: this research is descriptive with cross sectional approach. Results: number of family members ≥4 people 243 houses (64.0%), methods of handling waste by burning 308 houses (81.0%), preventing transmission of diseases caused by mosquito bites with the use of mosquito coils 261 houses (68.7 %), Smoking habit every day 210 houses (55.2%). Conclusion: Community health conditions that affect ARI include the number of family members, how to deal with waste by burning, use of mosquito coils, the availability of windows opened, and smoking habits.