cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
PENGARUH PROGRAM PELATIHAN PRISAI (PERILAKU IBU SAYANG BAYI) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM MENSTIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI 0−6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAJADI KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2015 Ardianty, Septi
Masker Medika Vol 4 No 1 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu merupakan seseorang yang memiliki peran penting dalam sejarah tumbuh kembang seorang bayi. Pengetahuan dan sikap seorang ibu terhadap stimulasi tumbuh kembang bayi merupakan salah satu upaya agar tumbuh kembang bayi berjalan secara optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sebelum dan setelah Program Pelatihan PRISAI (Prilaku Ibu Sayang Bayi) dalam menstimulasi tumbuh kembang bayi usia 0−6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian quasi experiment pre-test and post-test with control group design. Sebanyak 44 kelompok intervensi dan 44 kelompok kontrol populasi ibu yang memiliki bayi tidak mendapatkan ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi Kabupaten Banyuasin. Pengelompokkan dilakukan berdasarkan pengocokan koin. Kelompok intervensi mendapatkan Program Pelatihan PRISAI (Perilaku Ibu Sayang Bayi) di Puskesmas Sukajadi, selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan paired t-test dan independen t-test. Hasil penelitian ini adalah Program Pelatihan PRISAI (Perilaku Ibu Sayang Bayi) secara signifikan tidak meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu pada kelompok kontrol (p=0,09), dan secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu pada kelompok Intervensi (p= 0,001). Terdapatnya perbedaan bermakna pada pengetahuan (p= 0,001) dan sikap ibu (p=0,001) sesudah Program Pelatihan PRISAI (Perilaku Ibu Sayang Bayi) dalam menstimulasi tumbuh kembang bayi 0-6 bulan pada kelompok intervensi dan kontrol. Perawat komunitas dapat mengintegrasikan Program pelatihan PRISAI (Perilaku Ibu Sayang Bayi) ke Program Puskesmas sebagai upaya promotif dan preventif tumbuh kembang bayi. Mother is a person who has a role in the golden age period of a healthy baby. Knowledge and attitude of a mother towards infant growth stimulation are one way that infant growth running optimally. The purpose of this study was to determine the effect before and after the training of PRISAI program (Perilaku Ibu Sayang Bayi) on knowledge and attitude of mothers in stimulating the growth and development of infants 0-6 months in Puskesmas Sukajadi district area Kabupaten Banyuasin. Research method used quasi-experiment study with a pre-test and post-test control group design. Forty four subject of the intervention group and forty four subject of the control group were puposive selected from population of infants not exclusively breastfed in the Puskesmas Sukajadi Kabupaten Banyuasin.The grouping done by shaking the coin. The intervention group received training of PRISAI programs at Puskesmas Sukajadi, then the data were analyzed using paired t-test and independent t-test. Results of this study revealed the training of PRISAI program (Perilaku Ibu Sayang Bayi) did not significantly increase the knowledge and attitude of mothers in the control group (p = 0.09), and significantly improve the knowledge and attitudes of mothers in the intervention group (p = 0.001 ). presence of significant differences in knowledge (p = 0.001) and maternal attitude (p = 0.001) after the training of PRISAI program in stimulating the growth and development of infants 0-6 months in the intervention groups and control groups. Community nurses could integrate training programs PRISAI into community health center program as a promotive and preventive infant growth and development
HUBUNGAN PERILAKU PERAWAT TERHADAP PELAKSANAAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DALAM PEMASANGAN IVFD DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PELABUHAN PALEMBANG TAHUN 2014 Amalia, Amalia
Masker Medika Vol 4 No 1 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi intravena merupakan suatu tindakan untuk memenuhi kebutuhan cairan pada klien yang tidak mampu mengkonsumsi cairan oral secara adekuat, untuk menjaga keseimbangan elektrolit, glukosa dalam proses metabolisme serta menjadi media untuk pemberian obat melalui pembuluh darah vena. Salah satu akibat dari pemasangan infus yaitu flebitis.DiIndonesia 9,8 %pasienrawatinapmendapatinfeksiyangbaruselamadirawat. Rumah Sakit Pelabuhan Palembang pada tahun 2014 didapatkan angka 1587 kali pemasangan infus, apabila pemasangan IVFD tidak dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur maka dikhawatirkan akan terjadi infeksi nosokomial (flebitis).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku perawat terhadap pelaksanaan Standar Operasional Prosedur dalam pemasangan IVFD. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional.Sampel penelitian ini adalah Perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2014, Sampel penelitian sebanyak 38 perawat yang ditentukan dengan menggunakan porposive sampling. Sumber data diperoleh dengan menggunakan kuisioner dan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada 24 November-1 Desember 2014.Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan variabel pengetahuan p value(0,011), sikapp value (0,002), tindakanp value (0,003), simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara variabel pengetahuan, sikap dan tindakanterhadap pelaksanaan Standar Operasional Prosedur pemasangan IVFD di ruang rawat inap Rumah Sakit Pelabuhan Palembang. Berdasarkan hasil peneltian di harapkan kepada pihak Rumah Sakit Pelabuhan Palembang hendaknya dapat dijadikan bahan evaluasi sehingga dapat mengatasi masalah yang ada dengan mengadakan review ulang atau pelatihan-pelatihan tentang Standar Operasional Prosedur sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. The intravenous therapy is an action of giving fluid to meet the needs of the are unable to consume adequate oral fluid, to maintain the balance of electrolytes, the balance of glucose during metabolic processes, as well to be the medium of drug delivery through the veins. One of the infusion consequences is phlebitis. In Indonesia, there are 9.8% of inpatients got new infections during their care. In Pelabuhan General Hospital Palembang in 2014, there were 1587 infusion given. If the IVFD installation is not conducted in accordance with the Standard Operaing Procedure, nosocomial infection (phlebitis) might happen.The purpose of this study was to find out the correlation between the nurse’s behavior and the implementation of IVFD Standard Operating Procedures. This study used “Cross Sectional” quantitaive method. The samples were nurses in inpatient room at Pelabuhan General Hospital Palembang in2014. The samples were 38 nurses who were obtained through purposive sampling method. Data were taken questionnaire and interview. This study was conducted from November 24 – December 1,2014.The data were analyzed by using univariate and bivariate analysis through chi square test. The result showed that p value of each variable, namely p value for knowledge < α (0.011 < 0.05); p value for attitude < α (0.002 < 0.05); p value for nurse care < α (0.003 < 0.05). Therefore, it could be concluded that there was a significant correlation between knowledge, attitude and nurse care with the implementation of IVFD installation Standard Operating Procedures in inpatient room at Pelabuhan General Hospital Palembang.Based on these results, it is expected that the Pelabuhan General Hospital Palembang use this study as an evaluation material, so as to overcome the existing problems or to conduct re-review or trainings on the standard operating procedures in order improve to improve the quality of hospital services.
EFEKTIFITAS LARUTAN ASAM CUKA DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN LOGAM BERAT CADMIUM (Cd) DALAM DAGING KERANG Zairinayati, Zairinayati
Masker Medika Vol 4 No 1 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembangunan, terutama di sektor industri yang pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, juga dapat menurunkan derajat kesehatan masyarakat. Keberadaan industri yang bergerak dalam bidang electro plating dapat mempengaruhi perairan sehingga terjadi pencemaran air sungai dan laut. Peningkatan kadar logam berat dalam air tersebut akan diikuti peningkatan logam kadar logam berat dalam biota air khususnya golongan kerang-kerangan dan udang-udangan, yang memiliki sifat menyaring air, lebih banyak menetap dan mengakumulasi bahan-bahan kedalam jaringan tubuh. Konsentrasi tinggi kandungan logam berat Cadmium (Cd) dalam kerangakan mempengaruhi kesehatan melalui rantai makanan, seperti keracunan akut dan kronis, hingga efek karsinogenik. Untuk mengurangi kandungan logam berat Cd dalam daging kerang salah satu metode yang digunakan adalah dengan perendaman menggunakan larutan asam cuka. Tujuan dari penelitian in iadalah untuk mengukur efektivitas larutan asam cuka terhadap penurunan kandungan logam berat Cd dalam daging kerang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan menentukan nilai kontrol dan nilai intervensi dengan 10 perlakuan. Sampel diambil 5 gram dalam 25 cc air dengan persentase 25%, 22,5, 20, 17,5, 15, 12,5,10, 7,5, 5, 2,5 di rendam selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat Cadmium (Cd) dalam daging kerang sebelum diberi perlakuan adalah 0,0142 ppm dan setelah diberi perlakuan terjadi penurunan yang paling tinggi 0,0003 ppm (79,9%) terdapat pada dosis 20% dan terendah adalah 0,0130 (8,4%) pada dosis 5%. Kesimpulan dari penelitian adalah dosis larutan asam cuka yang efektif dalam menurunkan kandungan logam berat Cadmium (Cd) dalam daging kerang terjadi pada perlakuan 20%. Development activities , particularly in the industrial sector in principle is to improve the quality of human life but it could also degrade level of public health. The existence of an industry of electroplating could affect waters and become pollution of a river and sea. The enhancement of heavy metals in the water will be followed by the increasing metal levels of heavy metals in aquatic particular class of shellfish and crustaceans, which has the property of filtering water, reraly moving sedentary and accumulating materials into body tissues . A high concentration of heavy metals Cadmium (Cd) in shellfish will affect health from the food chain, such as acute and chronic poisoning, until a carcinogenic effect. To reduce the content of heavy metal cadmium in shellfish flesh used immersion of vinegar. The purpose of this study was to measure the effectiveness of a solution of acetic acid to degradethe number of heavy metals cadmium in shellfish flesh. This study was an experimental study was conducted to determined and intervention values with 10 treatments. 5 grams samples were taken in 25 cc of water with a percentage of 25 % , 22.5 , 20 , 17.5 , 15 , 12.5 , 10 , 7.5 , 5 , 2.5 in soaking for 1 hour . The result showed that the heavy metal content of Cadmium (Cd) in the shellfish flesh before treatment 0.0142 ppm and after treatment decreasefor 20% and also decrease 0.0003 ppm ( 79.9 % ) was at 20 % and the lowest is 0 , 0130 ( 8.4 % ) at a dose of 5 % . The conclusion of the study is a dose of vinegar acid solution that is effective for this immersion af vinegar reducing the heavy metal content of Cadmium ( Cd ) in the mussel meat occurred in the treatment of 20% .Overall, 20% of vinegar acid solution was very effective to reduce cadmium and improvment of awarness of consumtion should help improving the situation shellfish.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2013 Rosmiarti, Rosmiarti
Masker Medika Vol 4 No 1 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di seluruh dunia, ada 500.000 kematian ibu per tahun dan mortalitas terutama neonatal 10 juta per tahun di dunia dan memperkirakan bahwa jika seorang ibu hanya melahirkan 3 anak, angka kematian ibu dapat recuded 300.000 kehidupan dan kematian bayi menjadi 5,6 juta jiwa per tahun. Dari kematian ibu dan perinatal, mayoritas terjadi di negara berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor risiko berkorelasi dengan kejadian plasenta previa di Rumah Sakit Muhammadyah Palembang pada tahun 2013. itu adalah survei analitik dengan approarch cross sectional. Populasi yang 1.629 responden, 94 responden diambil secara random sampling menggunakan Systematic Random Sampling. Variabel penelitian meliputi variabel independen (pendidikan, pekerjaan, riwayat operasi caesar, riwayat abortus) dan variabel dependen (plcenta previa). Dari analisis univariat, wanita dengan plasenta previa adalah 55,3% dan tanpa itu adalah 44,7%. Ibu yang memiliki pendidikan tinggi adalah 66,0% dan yang memiliki pendidikan rendah 34,0%. Ibu yang dipekerjakan adalah 34,0% dan yang menganggur 66,0% .Mothers yang memiliki sejarah operasi caesar adalah 70,2 dan yang tidak memiliki sejarah operasi caesar 29,8%. Ibu yang memiliki riwayat abortus yang 54,3% dan yang tidak memiliki riwayat abortus 45,7%. Dari analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Square menunjukkan p value 0,002 ≤ 0,05 bahwa ada korelasi antara pendidikan ibu dengan kejadian plasenta previa, p value = 0.335> 0,05 menunjukkan tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kejadian plasenta previa, p value 0,002 ≤ 0,05 menunjukkan ada hubungan antara sejarah operasi caesar dengan kejadian plasenta previa, dan nilai p 0,001 ≤ 0,05 menunjukkan ada hubungan antara riwayat abortus dengan kejadian plasenta previa. disarankan untuk petugas kesehatan untuk memberikan IEC dan meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama tentang plasenta previa dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat dan untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan. According to World Health Organization (WHO) worldwide, there are 500,000 maternal mortality per year and particularly neonatal mortality were 10 million per year in the world and estimates that if a mother just gave birth to 3 children, the maternal mortality can be recuded to 300,000 lives and infant mortality to 5.6 million lives per year. From maternal and perinatal deaths, majority occurs in developing countries. The purpose of this study was to determine the risk factors correlated with incident of placenta previa at Muhammadyah Hospital Palembang in 2013. it is an analytical survey with cross sectional approarch. population were 1,629 respondents, 94 respondents were taken by random sampling using Systematic Random Sampling. Variable of the study includes independent variables (education, occupation, history of cesarean section, history of abortion) and dependent variable (plcenta previa). From univariate analysis, women with placenta previa were 55,3% and without it were 44,7%. Mothers who had high education were 66,0% and who had low education 34,0%. Mothers who were employed were 34,0% and who were unemployed 66,0%.Mothers who had history of cesarean section were 70,2 and who did not have history of cesarean section 29,8%. Mothers who had history of abortion were 54,3% and who did not have history of abortion 45,7%. From bivariate analysis with Chi-Square statistical test showed p value 0,002 ≤ 0,05 that there was correlation between maternal education with incident of placenta previa, p value = 0,335 > 0,05 showed there was no correlation between maternal employment with incident of placenta previa, p value 0,002 ≤ 0,05 showed there was correlation between history of cesarean section with incident of placenta previa, and p value 0,001 ≤ 0,05 showed there was correlation between history of abortion with incident of placenta previa. it is suggested to health workers to provide IEC and improve health care, particularly about placenta previa in order to increase public knowledge and to reduce mortality and morbidity.
KARAKTERISTIK DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI MAYOR DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Romadoni, Siti
Masker Medika Vol 4 No 1 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi merupakan salah satu cara pengobatan dalam kondisi yang sulit atau tidak mungkin untuk disembuhkan hanya dengan obat-obatan sederhana, Kecemasan pasien pre operasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Usia muda cenderung mudah mengalami stres dari pada yang berusia lebih tua dan kurang pengalaman untuk menyelesaikan masalah, tingkat pendidikan juga menentukan mudah tidaknya seseorang menyerap dan memahami pengetahuan, dukungan dari orang terdekat untuk memberikan semangat dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi mayor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan sampel yang didapatkan selama penelitian ini berjumlah 54 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2014. Dari hasil penelitian rata-rata usia responden 38.45 (SD 12.23), sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (57.4%), sebagian besar responden mempunyai tingkat pendidikan tinggi (53.7%), sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik (63.0%), sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan ringan (51,9%), hasil analisis menggunakan uji chi-square didapatkan ada hubungan antara usia responden dengan tingkat kecemasan (p=0.001), ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan (p=0.020), tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kecemasan (p=0.914), dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p=0.002). Surgical is one way treatment in conditions that difficult or impossible to cured only with medicines simple , anxiety patients pre operation can be influenced by several factors .A young age prone to stress suffered from the older and less experience to solve the problems , the level of education also determines easy whereabouts of someone absorb and understand knowledge , support from persons nearest to support the and motivation .Research aims to understand the relationship between the characteristics and family encouragement to the level of anxiety patients pre operation major .This research uses the quantitative approach in cross sectional , data collection uses a questionnaire .A method of the sample collection uses the method purposive sampling and sample or during the are always 54 respondents . This study using methods quantitative persuasion cross sectional , the collection of data using a questionnaire .A method of the sample collection using methods of sampling and purposive samples obtained during the survey are always 54 respondents .This research was conducted in march 2014 .From the research the average age of respondents 38.45 ( sd 12.23 ) , the majority of respondents gender women ( 57.4 % ) , the majority of respondents have a higher education ( 53.7 % ) , the majority of respondents having a support a good family ( 63.0 % ) , the majority of respondents experienced the level of mild anxiety ( 51,9 % ) , the results of the analysis using chi-square test been gained there was a correlation between the ages of respondents with a level of anxiety ( p = 0.001 ) , there was a correlation between the sexes with a level of anxiety ( p = 0.020 ) , there was no contact between the level of education by the level of anxiety ( p = 0.914 ) , and there was an association between family encouragement with a level of anxiety ( p = 0.002 )
Hubungan Pengetahuan Dan Pendidikan Ibu Dengan Pertumbuhan Balita DI Puskesmas Plaju Palembang Tahun 2014 Sari, Enderia
Masker Medika Vol 4 No 1 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang Dari hasil United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF), World Health Organization (WHO) The World Bank Joint Child Malnutrium Estimates 2012, diperkirakan 165 juta anak usia dibawah 5 tahun mengalami penurunan gizi dibandingkan dengan sebanyak 253 juta tahun 1990. Dari data di Puskesmas Plaju Palembang menurut cakupan DDTK Tahun 2013 dari 6.803 jumlah balita yang ada, hanya 6.251 (91,8%) target cakupan DDTK yang tercapai.Tujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Pendidikan Ibu dengan Pertumbuhan Balita di Puskesmas Palembang Tahun 2014.Desain penelitian: adalah metode survey analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling.Populasi: pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak balita umur 1-5 tahun yang datang ke Puskesmas Plaju ,dan sampel pada penelitian ini adalah sebagian ibu yang memiliki anak balita umur 1-5 tahun yang datang ke Puskesmas Plaju.Analisi: Hasil analisis univariat pertumbuhan balita yang baik sebanyak 43 responden (71,7%) dan kurang 17 responden (28,3%), pengetahuan baik 33 responden (55,0%) dan kurang 27 responden (45,0%), pendidikan tinggi yaitu 39 responden (65,0%) dan rendah 21 responden (35,0%). Analisa bivariat hubungan pengetahuan dengan pertumbuhan balita lebih banyak yang baik yaitu sebanyak 33 responden (71,7%) daripada yang kurang, hasil uji Chi Square diperoleh p value = 0,013 ≤ α = 0,05. Hubungan pendidikan dengan pertumbuhan balita lebih banyak yang baik yaitu sebanya 39 responden (71,7%) daripada yang kurang, hasil uji Chi Square diperoleh p value = 0,033 ≤ α = 0,05.Kesimpulan: ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan pendidikan ibu dengan pertumbuhan balita. Saran diharapkan pada petugas kesehatan memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu yang memiliki anak balita tentang pertumbuhan Background From the United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF), World Health Organization (WHO) The World Bank Joint Child Malnutrium Estimates of 2012, an estimated 165 million children aged under 5 years decreased the nutrients compared to about 253 million in 1990. From the data in Puskesmas Plaju Palembang according DDTK coverage by 2013 from 6803 the number of infants available, only 6,251 (91.8%) the target coverage that tercapai.Tujuan DDTK to know Knowledge and Education Relations Mother with toddler in Puskesmas Palembang Growth Year 2014.Desain research: is a method of analytic survey with cross sectional design. Sampling in this study using the technique of accidental sampling.Populasi: in this study are all the mothers who have children under the age of 1-5 years who come to the health center Plaju, and samples in this study are some mothers who have children under the age of 1-5 years who came to the health center Plaju.Analisi: Results of univariate analysis a good growth of children as much as 43 respondents (71.7%) and less than 17 respondents (28.3%), good knowledge of 33 respondents (55.0%) and less than 27 respondents ( 45.0%), higher education is 39 respondents (65.0%) and low 21 respondents (35.0%). Bivariate analysis of the relationship of knowledge with the growth of children more good as many as 33 respondents (71.7%) than less, Chi Square test results obtained p value = 0.013 ≤ α = 0.05. Relation between education and growth of children more good that 39 respondents (71.7%) than less, Chi Square test results obtained p value = 0.033 ≤ α = 0,05.Kesimpulan: there is a significant correlation between the knowledge and education of mother the growth of infants. Recommendations are expected in health care workers provide counseling to mothers who have children under five years of growth
Kadar Malondialdehide (MDA) dan Lactate Dehidrogenase (LDH) Pada Latihan Aerobik dan Anaerobik Husin, Husin
Masker Medika Vol 4 No 1 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada aktivitas fisik baik aerobik maupun anaerobik terjadi peningkatan kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi otot yang beraktivitas. Pada latihan fisik ini bisa berdampak terjadinya peningkatan radikal bebas yang berasal dari oksigen yang diperlukan untuk membentuk energi yang berupa ATP melalui proses oksidasi yang terjadi dalam mitokondria Tingginya kecepatan metabolisme pada latihan fisik akan mengakibatkan terjadinya penumpukan asam laktat. Hal ini terjadi akibat kecepatan kebutuhan energi melebihi kecepatan kemampuan sistem transportasi oksigen untuk mensuplai oksigen ke dalam mitokondria. . Produksi laktat yang meningkat akan berubah radikal bebas lemah (radikal superoksida) menjadi radikal bebas kuat (radikal hidroksil) sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan. Indikator yang mendukung terjadinya kerusakan jaringan, diantaranya adalah laktat dehidrogenase (LDH). Aktivitas yang meningkat akan mengakibatkan stress oksidatif kemudian Malondialdehide (MDA) dalam darah (serum) dapat dijadikan indikator stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kadar MDA dan LDH pada latihan aerobik dan anaerobik. Penelitian ini adalah penelitian experimental. Adapun rancangan yang digunakan adalah Randomized Pretest-Postest Design, yang dilakukan di Jakabaring Sport Center Palembang. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa FKIP Bina Darma yang tidak terlatih memenuhi kriteria inklusi, berjumlah 34 orang yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu 17 orang kelompok perlakuan yang melakukan aerobik dan 17 orang kelompok perlakuan yang melakukan anerobik . Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan, dengan taraf signifikan p<0,05. Berdasarkan hasil analisis uji t didapatkan hasil bahwa 1) ada peningkatan yang tidak bermakna kadar MDA yaitu 0,197 + 0,092 sebelum aktivitas fisik dan 0,214 + 0,12 sesudah aktivitas fisik pada kelompok perlakuan aerobik p=0,612 dan ada peningkatan yang tidak bermakna pada kelompok anaerobik 0,189 + 0,064 menjadi 0,303 + 0,24 dengan p=0,108 , 2) ada peningkatan kadar LDH yang bermakna sebelum dan sesudah pada kelompok perlakuan aerobik yaitu 131,59 + 15,496 menjadi 158,06 + 17,10 p=0,000 dan ada perbedaan yang bermakna pada kelompok perlakuan anaerobik yaitu 141,41 + 19,378 menjadi 159,41 + 20,78 p=0,000. Ada peningkatan aktivitas fisik aerobik dan anerobik terhadap kadar MDA dan LDH pada orang tidak terlatih. In the physical activity of both aerobic and anaerobic getting increased oxygen demand that is required to fulfill the energy needs of muscles that getting activity. At this physical exercise can affect the increasingly of free radicals which from oxygen that needed to form the energy that as ATP through the oxidation process that occurs in the mitochondria. The high rate of metabolic on physical exercise will cause the buildup of lactic acid. This happens was effect of speed of energy needs that exceeds the ability speed of oxygen transport system to supply the oxygen to the mitochondria. The lactate production that increase will turn a weak free radical (superoxide radicals) to be powerful free radical (hydroxyl radical) so that has the potential to cause tissue damage. Indicators that contribute to tissue damage, such as lactate dehydrogenase (LDH). The activity which increased will cause oxidative stress, then Malondialdehyde (MDA) in the blood (serum) can be became an oxidative stress indicator. This study aims to determine the levels of MDA and LDH in aerobic and anaerobic exercise. This study was an experimental study. The design which was used was randomized pretest-posttest design, which was done in Jakabaring Sport Center Palembang. The sample was FKIP Bina Darma students who were not trained to fulfill the inclusion criteria, with number 34 people, that divided into two groups, that were the treatment group were 17 people doing aerobics and 17 treatment groups that perform anaerobic. The Data were analyzed by using t-test with SPSS version 16, with significance level p <0.05. Based on the results of t-test analysis showed that 1) there was no significant increase in MDA 0,197 + 0,092 levels before and after the aerobic treatment group0,214 + 0,12 p = 0.612 and there was no significant increase in the anaerobic group 0,189 + 0,064 and 0,303 + 0,24 with p = 0.108, 2) there was a significant increase in LDH 131,59 + 15,496 and 158,06 + 17,10 levels before and after the aerobic treatment group p = 0.000 and no significant difference in the anaerobic treatment group 141,41 + 19,378 and 159,41 + 20,78 with p = 0.000. There is level of physical activity of aerobic and anaerobic to the levels of MDA and LDH in untrained people
GAMBARAN PEMENUHAN PERSONAL HYGIENE LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA TERATAI PALEMBANG TAHUN 2015 Yellisni, Inne; Trilia, Trilia
Masker Medika Vol 3 No 2 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuaan adalah suatu proses alamiah yang tidak dapat dihindari dan dapat berjalan terus menerus. Personal hygiene pada lansia merupakan upaya individu dalam memelihara kebersihan diri meliputi; kebersihan kulit, mandi, mulut, rambut, kaki dan kuku, dan genetalia.Tujuan dari peneltian ini untuk mengetahui gambaran pemenuhan personal hygiene pada lansia di PSTWT Palembang, sehingga diketahui gambaran perawatan kulit, mandi, mulut, rambut, kaki dan kuku, dan genetalia.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di PSTWT Palembang.Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Tehnik pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling, sampel pada penelitian ini adalah 38 lansia dari total 63 lansia yang tinggal di PSTWT Palembang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perawatan kulit dengan kategori baik sebanyak 24 orang (63,1%), perawatan mandi dengan kategori baik sebanyak 28 orang (73,7%), perawatan mulut dengan kategori baik sebanyak 23 orang (60,5%), perawatan rambut dengan kategori baik sebanyak 25 orang (65,8), perawatan kaki dan kuku dengan kategori baik sebanyak 25 orang (65,8%), perawatan genetalia dengan kategori baik sebanyak 29 orang (76,3%). Bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan dan menyempurnakan penelitian ini menggunakan data yang lebih kualitatif agar pengkajiannya lebih mendapatkan hasil lebih baik, luas dan dapat mengetahui lebih dalam lagi. Ageing is a natural process which cannot be avoided and can move along always. Personal hygiene at elderly is striving individual in looking after it hygiene to cover; skin hygiene, bath, mouth, hair, foot/feet and nail, and genital. Intention of this research to know the description of accomplishment personal hygiene elderly in Panti Sosial Tresna Werdha Teratai Palembang, causing is known image of treatment of skin, bath, mouth, hair, foot and nail, and genital. Population in this research is all the elderly in PSTWT Palembang. This research data taken by using questionnaire and observation. Techniques of sampling applies method Accidental Sampling, sample at this research is 38 elderly from total 63 elderly who live in PSTWT Palembang. Result of this research indicates that treatment of skin with good category 24 (63,1%), treatment of bath with good category 28 (73,7%), oral treatment with good category 23 (60,5%), hair shaped treatment with good category 25 (65,8), treatment of foot and nail with good category 25 (65,8%), treatment of genital with good category 29 (76,3%). For researcher hereinafter to can develop and makes perfect this research applies data which more qualitative that its study more gettingly is better result, wide and can know deeper again.
HUBUNGAN KONTROL DIRI DAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DENGAN PERILAKU KENAKALAN REMAJA DI SMK GAJAH MADA PALEMBANG TAHUN 2014 Suzanna, Suzanna
Masker Medika Vol 3 No 2 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenakalan remaja merupakan salah satu masalah psikososial yang pada saat ini semakin mengalami peningkatan. Adapun faktor penyebab kenakalan remaja ini dapat berasal dari 2 faktor, yaitu faktor internal (krisis identitas dan kontrol diri), dan faktor eksternal (keluarga, pengaruh teman sepermainan, pengaruh lingkungan yang kurang baik, dan kemajuan IPTEK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dan status sosial ekonomi keluarga dengan perilaku kenakalan remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMK Gajah Mada Palembang yang berjumlah 89 responden dengan menggunakan teknik Quota Sampling. Instrument pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan uji yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku kenakalan remaja dengan p value = 0,013, dan ada hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi keluarga dengan perilaku kenakalan remaja dengan p value = 0,03. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai masukkan bagi pihak sekolah untuk lebih meningkatkan perhatian, bimbingan, dan pengawasan terhadap perilaku kenakalan remaja Juvenile delinquency is one psychosocial problem which is getting increase at the moment. Whereas the causes of juvenile delinquency can be derived from two factors: internal factors (crisis of identity and self-control), and external factors (family, peers influence, unfavorable environmental influences, and the progress of science and technology). This study aimed at determining the correlation between self-control and family socioeconomic status with juvenile delinquency behavior in adolescents. This study is a quantitative study using survey analytic design with cross sectional approach. The samples in this study were students of class X and XI Gajah Mada Vocational School Palembang with he total 89 respondents using questionnaires and chi square test. The results showed there is no significant correlation between self-control and juvenile delinquency behavior with p value = 0.013, and there is no significant correlation between socio-economic status families and juvenile behavior with p value = 0.03. The results of this research can be used as input for the school to further improve attention, guidance, and supervision of juvenile behavior
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG TAHUN 2015 Murbiah, Murbiah; Pujiana, Dewi
Masker Medika Vol 3 No 2 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Perdarahan postpartum merupakan salah satu masalah penting bagi kesehatan ibu yang dapat menyebabkan kematian. Menurut WHO (2008) kemtian ibu didunia disebabkan oleh perdarahan sebesar 2 5 %, penyebab tidak langsung 20%, infeksi 15 %, aborsi yang tidak aman 13 %, eklamsia 12 %, penyulit persalinan 8 % dan penyebab lain 7%. Tujuan penelitian untuk mengukur factor-faktor resiko kejadian perdarahan postpartum di rumah sakit Muhammadiyah Palembang. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan rancangan case control. Sampel penelitian adalah ibu post partum yang melahirkan di rumah sakit Muhammadiyah Palembang. Analisis yang akan dilakukan yaitu analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan p value < 0,05. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara paritas, jaraj persalinan, usia kehamilan, status gizi, anemia kehamilan, umur ibu, dan frekuensi antenatal terhadap kejadian perdarahan postpartum. Background: Postpartum hemorrhage is one of the important issues for the health of the mother that can cause death. According to WHO (2008) maternal mortality in the world are caused by bleeding by 25%, an indirect cause of 20%, 15% infection, unsafe abortion 13%, 12% eclampsia, complications of labor 8% and 7% other causes. The purpose of the study to measure the incidence of risk factors of postpartum haemorrhage in hospital Muhammadiyah Palembang. This research method is analytical observational research using quantitative approach by using case control design. Samples were post partum mothers who gave birth in hospitals Muhammadiyah Palembang. Analysis will be done through univariate analysis, bivariate analysis using the chi-square test with p values <0.05. The results showed an association between parity, distance delivery, gestational age, nutritional status, anemia of pregnancy, maternal age, and frequency of antenatal on the incidence of postpartum hemorrhage.