cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
UPAYA PENCEGAHAN TERJADINYA PRE EKLAMSI DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) “MALIAH” PALEMBANG TAHUN 2017 Dewi Suryanti
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Sumatera Selatan, angka kematian ibu melahirkan masih tinggi. Pada tahun 2006 tercatat 424 per 100.000 kelahiran, jauh di atas angka kematian ibu melahirkan di Indonesia.Terjadinya pre-eklampsi tidak dapat dicegah, tapi bisa dicegah untuk tidak menjadi lebih berat.Kematian ibu sebenarnya dapat dicegah dengan melaksanakan pemeriksaan kehamilan minimal empat 4 kali secara teratur sesuai pedoman pemeriksaan kehamilan.Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 6 orang ibu Hamil yang melakukan pemeriksaan di Bidan Praktek Mandiri “MALIAH” didapatkan bahwa sebagian ibu hamil setempat jarang melakukan pemeriksaan langsung kehamilan berdasarkan ketentuan yang telah di beritahukan ke Ibu Hamil. Penelitian ini bertujuan untukdiketahuinya perilaku dalam upaya pencegahan preeklamsia di Bidan Praktik Mandiri (BPM) “Maliah” Palembang tahun 2017.Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif survey analitik dengan pendekatan Cross sectional study.Populasi penelitian ini adalah semua Ibu Hamil dan Ibu Bersalin.Sampel penelitian yaitu Ibu Hamil dan Ibu bersalin dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria inklusi yaitu Ibu Hamil dengan usia kehamilan TM II, Ibu pasca persalinan yang pernah mengalami preeklamsi dan bersedia menjadi responden. Kriteria ekslusi yaitu Ibu Hamil TM I dan TM II dan bersedia menjadi responden.Metode pengumpulan data melalui pengisian kuisioner dan wawancara langsung dengan menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan dengan uji chi square dengan menggunakan tingkat kemaknaan (level of significance) α = 5%. Keputusan uji statistik untuk menentukan ada atau tidak ada asosiasi/hubungan, dengan cara membandingkan p value dengan nilai α = 5. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2018 bertempat di BPM Maliah Palembang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (ρ = 0,032), sikap (ρ = 0,049), dan tindakan (ρ = 0,003) dengan perilaku pencegahan preeklamsia. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku pencegahan preeklamsia di BPM Maliah Palembang. In South Sumatra, the maternal mortality rate is still high. In 2006 there were 424 per 100,000 births, far above the maternal mortality rate in Indonesia. The occurrence of pre-eclampsia cannot be avoided, but it can be prevented from becoming heavier. Maternal mortality can actually be prevented by carrying out a pregnancy examination at least four times regularly according to the pregnancy examinationguidelines. Based on the preliminary study conducted on 6 pregnant women who conducted examinations in Independent Midwifery Practitioner (IMP) "MALIAH", it was found that some of the local pregnant women rarely performed direct pregnancy examination based on the conditions that had been told to the pregnant women. This research aimedat finding out the behavior in the prevention effort of preeclampsia in Independent Midwifery Practitioner (IMP) "Maliah" Palembang in 2017. This research was a quantitative analytic survey research design with a cross sectional study approach. The population of this research were all pregnant women and giving birth mothers. The research samples were pregnant women and mothers giving birth with the inclusion and exclusion criteria. Inclusion criteria were pregnant women with gestational age TM II, postpartum mothers who had experienced preeclampsia and were willing to become respondents. Exclusion criteria were pregnant women TM I and TM II and were willing to become respondents. Methods of data collection through filling out questionnaires and direct interviews using structured interview guidelines. Data analysis was done by chi square test with the level of significance α = 5%. Decision of statistical tests was intended to determine whether there was arelationshipor not by comparing p value with the value of α = 5. This research was carried out from January to February 2018 located at IMPMaliah Palembang. The results of this research indicated that there was a relationship of knowledge (ρ = 0.032), attitude (ρ = 0.049), and action (ρ = 0.003) with the prevention behavior of preeclampsia. The conclusion of this research was that there was a relationship between knowledge, attitudes and actions with preeclampsia prevention behavior in IMP Maliah Palembang. The conclusions in this research can be taken into consideration as information to the district health office, especially the reproductive health sector in order to provide counseling and education about sex as early as possible and as often as possible so that teenagers acquirecorrect and accurate information about the importance of maintaining their reproductive health, as well as keeping teenagers away from violating behavior rules of religious norms, legal norms, and social norms that exist in the community
KONDISI KESEHATAN MASYARAKAT TERHADAP PENYAKIT ISPA DI DESA PANGKALAN BENTENG KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2018 Dian Eka Anggreny
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, biasanya menular yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit yang berkisar dari penyakit tanpa gejala atau infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor lingkungan dan faktor pejamu. Tujuan : untuk memperoleh gambaran kejadian ISPA di Desa Pangkalan Benteng Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Metode Penelitian : penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil Penelitian : jumlah anggota keluarga ≥4 orang 243 rumah (64,0%), cara penanganan sampah dengan cara dibakar 308 rumah (81,0%), mencegah penularan penyakit akibat gigitan nyamuk dengan penggunaan obat nyamuk bakar 261 rumah (68,7%), Kebiasaan merokok setiap hari 210 rumah (55,2%). Simpulan : Kondisi kesehatan masayarakat yang mempengaruhi penyakit ISPA diantaranya jumlah anggota keluarga, cara penanganan sampah dengan dibakar, penggunaan obat nyamuk bakar, ketersediaan jendela rumah dibuka, dan kebiasaan merokok. Acute Respiratory Infection (ARI) is an upper or lower respiratory tract disease, usually contagious which can cause a variety of spectrum of diseases that range from asymptomatic disease or mild infection to severe and deadly diseases, depending on the cause of the pathogen, environmental factors and host factors. Objective: to obtain an overview of the incidence of ARI in Pangkalan Benteng Village, District of Talang Kelapa, Banyuasin Regency. Research Method: this research is descriptive with cross sectional approach. Results: number of family members ≥4 people 243 houses (64.0%), methods of handling waste by burning 308 houses (81.0%), preventing transmission of diseases caused by mosquito bites with the use of mosquito coils 261 houses (68.7 %), Smoking habit every day 210 houses (55.2%). Conclusion: Community health conditions that affect ARI include the number of family members, how to deal with waste by burning, use of mosquito coils, the availability of windows opened, and smoking habits.
PERAWATAN KULIT PADA ANAK UMUR 0-3 TAHUN YANG MENDERITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMULUTAN KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2018 Arly Febrianti; Desy Anggraini
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan kulit pada anak penderita diare dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu tetang bagaimana cara perawatan kulit khususnya di daerah bokong dan lipatan paha. Masih banyak ibu yang menggunakan popok yg tidak menyerap cairan selain itu pengguan popok plastic juga dapat menyebabkan lecet, pengguan bedak baby oil,bedak tabur, dapat mengurangi lesi. Dampak negatif penyakit diare pada bayi dan anak-anak antara lain adalah menghambat proses tumbuh kembang anak yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup anak, penyakit diare di masyarakat (Indonesia) lebih di kenal dengan istilah “Muntaber” menimbulkan kecemasan dan kepanikan warga masyarakat karena bila tidak segera di obati dalam waktu singkat penderita akan meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang perawatan kulit anak usia 0-3 tahun yang menderita Diare di Wilayah Kerja Puskesmas Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir tahun 2018. Menurut jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat Quasi Experimental one group pre test and post test.. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang membawa anaknya dengan penyakit diare untuk berobat di Wilayah Kerja Puskesmas Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir dengan sampel 50 orang. Pengambilan sampel dengan cara Simple Random Sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari –Juni Tahun 2018. Hasil statistik menujukkan nilai rata-rata sebelum diberikan penyuluhan / pre test adalah 10.16 dan standar deviasi adalah 1.867. Sedangkan pada Post test diberikan penyuluhan pendidikan kesehatan adalah 14.84 dengan standar deviasi sebesar 2.427 yang menunjukkan perbedaan nilai besar 4.6. Hal ini memperlihatkan adanya peningkatan pada post / setelah diberikan penyuluhan . Dari hasil paired sample test, terlihat bahwa nilai t hitung adalah -11.345 dengan level signifikansi sebesar .000 Skin problems in children with diarrhea commonly happen due to their mothers’ lack of knowledge in treating the skin, especially in the area of buttocks and thigh folds. For examples, the use of diapers that do not absorb liquids andthe use of plastic diapers which causes blisters. Some mothers are not aware that the use of baby oil and powder can help reduce lesions. The negative impacts of diarrheal diseases on infants and children include inhibiting the child's growth and development process which in turn can reduce the quality of life of children. Diarrheal diseases in Indonesian communityare commonly known as "Muntaber" (vomitting and diarrhea) causing anxiety and panic among people in the community. If this is not immediately treated, the patient will die. This study aims at describing the maternal knowledge on the skin treatment for children aged 0-3 years old who suffer from diarrhea in the Pemulutan Community Health Center of Ogan Ilir Regency in 2018. Thisresearch applied a quasi-experimental quantitative one group pre test and post test method. The population of this study were all mothers who brought their children with diarrheal disease to seek treatment at the Pemulutan Community Health Center50 people were drawn as the samples of this research through Simple Random Sampling method. This research was conducted in February - June 2018. The statistical results show the average value before a health counseling/ pre test is 10.16 and the standard deviation is 1,867. Meanwhile post test was given after a health counseling. The average value is 14.84 with a standard deviation of 2,427. This shows 4.6 difference in in value. It means that there is an increase being given counseling. From the results of the paired sample test, it can be seen that the calculated t value is -11,345 with a significance level of .000
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT X PALEMBANG Siti Romadoni
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pasien kritis adalah pasien dengan perubahan fisiologi yang cepat memburuk yang mempunyai intensitas defek fisiologis satu organ ataupun mempengaruhi organ lainnya sehingga merupakan keadaan kritis yang dapat menyebabkan kematian. Pasien dengan kondisi seperti ini biasanya dirawat di unit perawatan kritis atau intensif. Pasien dirawat di ruang intensif menunjukkan sebanyak 12% responden menyatakan bahwa masalah yang paling dirasakan selama dirawat di ruang intensif adalah waktu yang terlalu pendek untuk beristirahat dan tidur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada Pasien di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit X Palembang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional, sampel dalam penelitian adalah Pasien di Ruang Intensive Care Unit Rumah Sakit X Palembang berjumlah 30 orang, analisis data yang digunakan adalah analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan sebanyak 18 responden (60%) berada pada rentang usia 41-65 tahun, 16 responden (53%) berjenis kelamin perempuan, 17 responden (57%) memiliki tingkat pendidikan tinggi, 27 responden (90%) tidak mengalami kecemasan (normal), 11 responden (37%) dengan nyeri sedang, 17 responden (57%) memiliki dukungan keluarga baik, dan 15 responden (50%) memiliki kualitas tidur buruk. Simpulan: Dari analisis bivariat tidak terdapat hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada Pasien di Ruang Rawat Intensive Care Unit Rumah Sakit X Palembang (karakteristik, tingkat kecemasan, tingkat nyeri, dan dukungan keluarga). Background: Critical patients are patients with the changes physiology a quick to deteriorate have intensity septal physiological one organ or affect other organs this is critical condition that may lead to death .Patients with such conditions are usually treated in intensive care unit . Patients are treated in the intensive show as many as 12 % respondents said that the most perceived as long treated in the intensive is the too short to rest and sleep. Aim: Research aims to understand the factors that affects the quality of sleep in patients in the Intensive Care Unit Hospital X Palembang. Methods: This research used a quantitative approach to the cross sectional, sample in research is the patient in the Intensive Care Unit Hospital X Palembang were 30 people, analysis the data used was analysis univariat of a frequency distribution and analysis bivariat use chi-square test. Result: The results of the study obtained about 18 respondents ( 60 % be range of age 41-65 years, 16 respondents ( 53 % ) women, 17 respondents ( 57 % ) to have a higher education , 27 respondents ( 90 % ) did not experience anxiety ( normal ) , 11 respondents (37 %) with pain and, 17 respondents (57 %) having a support good family, and 15 respondents (50 %) having the quality of sleep worse . Conclussion: From the analysis bivariat there was no correlation between affecting factors the quality of having in patients in Intensive Care Unit Hospital X Palembang (characteristics, the anxiety, the pain, and family support).
ANALISIS KEJADIAN KEPUTIHAN PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2018 Nen Sastri
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan Reproduksi menurut World Health Organization (WHO) adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi fungsinya serta proses-prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan antara perilaku, pekerjaan wus terhadap kejadian keputihan di Puskesmas Sosial Palembang Tahun 2018. Penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Menggunakan data primer yaitu data yang langsung dikumpulkan dari responden yaitu seluruh wanita usia subur. Populasi penelitian ini adalah semua wanita usia subur di puskesmas Sosial Palembang pada bulan April sd Agustus tahun 2018. Pada saat dilakukan pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling. Besar sampel menggunakan sampel minimal yaitu 31 responden. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian bahwa kejadian keputihan pada wanita usia subur di Puskesmas Sosial didapatkan bahwa yang mengalami keputihan sebanyak 8 orang (25,8%), perilaku baik sebanyak 22 orang (71,0%) dan responden tidak bekerja sebanyak 19 orang (61,3%). Nilai OR untuk perilaku 73,500. Simpulannya ada hubungan antara perilaku dengan kejadian keputihan dan tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian keputihan. Saran: diharapkan bagi wanita usia subur dapat lebih menjaga kebersihan organ kewanitaan bagian luar (vulva) untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah infeksi Reproductive health according to the World Health Organization (WHO) is a complete physical, mental and social well-being and not only the absence of disease or weakness in everything related to the reproductive system and but also the function of its processes. The aim of research is to find out the relationship between behavior, wus work on the incidence of vaginal discharge in Palembang Social Health Center in 2018. The research used was observational research with Cross Sectional approach. By Using primary a data is directly collected from respondents which has a c hildberaring age. The sample of research wwas taken from the woman who had a child bearing age at the palembang social health center from april to august 2018. At the time of sampling, the accidental sampling technique was carried out. The sample size uses a minimum sample of 31 respondents. Data analysis used are univariate and bivariate analysis. The result of the research that the incidence of leucorrhoea in women of childbearing age in social health centers found that those who experienced vaginal discharge were 8 people (25.8%), good behavior as many as 22 people (71.0%) and respondents did not work as many as 19 people (61.3% ) OR value for behavior 73,500. The conclusion is there is a relationship between behavior and incidence of vaginal discharge but there is no relationship between working and vaginal discharge. For Suggestion: It is expected for women who had a childbearing age had to maintain the cleanliness of the outer female organs (vulva) to maintain health and prevent infection
HUBUNGAN UMUR, PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DENGAN UPAYA MEMPERSIAPKAN MASA PUBERTAS PADA REMAJA DI RT 48 KELURAHAN 3-4 ULU KECAMATAN SEBERANG ULU I PALEMBANGTAHUN 2018 Adelina Pratiwi
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pubertas adalah proses kematangan dan pertumbuhan yang terjadi ketika organ-organ reproduksi mulai berfungsi dan karakteristik seks sekunder mulai muncul. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui hubungan antara umur, pendidikan dan pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi remaja dengan upaya mempersiapkan masa pubertas pada remaja di RT 48 Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang tahun 2017. Metode penelitian: survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non random sampling terhadap sampel yang diambil ibu yang mempunyai anak remaja baik putra maupun putri dengan populasi sebanyak 111 kepala keluarga dan sampel sebanyak 32 responden. Hasil penelitan: pada variabel umur didapatkan hubungan antara umur dengan upaya mempersiapkan masa pubertas pada anak dengan hasil p-value 0,030 < α 0,05. Pada variabel pendidikan ibu, p-value 0,014 < α 0,05 juga didapatkan hasil berhubungan. Sedangkan pada variabel pengetahuan, juga didapatkan hasil berhubungan dengan upaya memeprsiapkan masa pubertas pada anak dengan p-value 0,002 < α 0,05. Saran: agar petugas kesehatan terutama bidan lebih banyak memberikan penyuluhan atau konseling secara terbuka kepada setiap ibu-ibu yang datang ke posyandu di RT 48 Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I sehingga mendapatkan informasi mengenai manfaat dan pentingnya upaya dalam mempersiapkan masa pubertas pada anak. Background Puberty is a process of maturity and growth that occurs when the reproductive organs begin to function and secondary sex characteristics begin to emerge. Data obtained from RT 48 Kelurahan 3-4 Ulu District Seberang Ulu I Palembang City, in 2017 from 111 head of family from january-october number of adolescents as much as 32 soul. This research this study aims to determine the relationship between age, education and knowledge of mothers about adolescent reproduction health with efforts to prepare for puberty in adolescents in RT 48 Kelurahan 3-4 Ulu District Seberang Ulu I Palembang in 2017. This research is an analytic survey research with Cross Sectional approach. Research methods Sampling was done by non random sampling technique to the samples taken by mothers who have teenagers both sons and daughters with a population of 111 heads of households and a sample of 32 respondents.In the age variables found the relationship between age with efforts to prepare for puberty in children with p-value 0,030 < α 0,05. In maternal education variable, p-value 0,014 <α 0,05 also got related result. While on the variable of knowledge, also got result relate to effort memeprsiapkan puberty in child with p-value 0,002 <α 0,05. It is recommended that health workers, especially midwives, give more counseling or counseling to every mother who comes to posyandu in RT 48 3-4 Ulu Sub District of Seberang Ulu I Sub district so get information about the benefits and importance of effort in preparing puberty for children.
PERBEDAAN KUALITAS TIDUR, KEMANDIRIAN DAN TINGKAT DEPRESI LANSIA YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA DAN DIPANTI Yudi Abdul Majid
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun atau lebih. Peningkatan jumlah lansia bertambah dengan pesat. Diperkirakan jumlah lansia tahun 2020 mendatang mencapai 11,44 % atau tercatat 28,8 juta lansia. Permasalahan kesehatan yang dapat terjadi pada lansia seperti penurunan kualitas tidur, kemandiran dan depresi pada lansia. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan serta kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan kualitas tidur, kemandirian dan tingkat depresi lansia yang tinggal bersama keluarga.Rancangan penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan studi perbandingan (comparative study). Populasi penelitian adalah masyarakat RW. 07 Kelurahan Tangga Takat dan Lansia di PSTW Teratai Palembang. Pemilihan sampel dengan teknik total sampling untuk Di PSTW Teratai dan purposive sampling pada lansia di RW 07 Kelurahan Tangga Takat Palembang, didapatkan 84 responden (42 lansia diPSTW Teratai dan 42 lansia di RW 07). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kualitas tidur dan tingkat depresi lansia yang tinggal bersama keluarga dan lansia yang tinggal di PSTW Teratai Palembang dengan nilai p value 0,039 dan 0,003 serta tidak terdapat perbedaan pada variabel kemandirian lansia dengan p value 0,731. Perbedaan kualitas tidur dan tingkat depresi tersebut banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan sosial dimana lansia tinggal bersama keluarga lebih merasa nyaman, tenang dan mendapatkan support atau dukungan dari keluarga berbeda dengan lansia yang tingal dipanti mersa tidak ada dukuang dari keluarga. Elderly person is one of 60 years old or older. The number of elderly people is increasing rapidly. It is estimated that the percentage of elderly people in 2020 will be 11.44% of the population, or 28.8 millions. The health problems that may occur to elderly people include decreasing sleep quality, decreasing self-reliance, and depression. These may adversely affect their health and life quality. The objective of the present research was to find out the differences in sleep quality, self-reliance, and depression level between those elderly people who were living with their own family in RW 07 of KelurahanTanggaTakat and who were staying at Palembang Teratai PSTW in 2018. The research design used was a quantitative research with a comparative study design. The research population was the community of RW 07 of KelurahanTanggaTakat and those elderly people who were staying at Palembang Teratai PSTW. The samples were selected by a total sampling technique for Teratai PSTW and by a purposive sampling for those elderly people in RW 07 of KelurahanTanggaTakat, where 84 respondents were selected (42 elderly people at Teratai PSTW and 42 in RW 07 of KelurahanTanggaTakat). The research findings revealed that there were significant differences in both sleep quality and depression level between those elderly people who were living with their own family and who were staying at Palembang Teratai PSTW by pvalue of 0.039 and 0.003, respectively, and there was no difference in the elderly people self-reliance variable, p value=0.731. The differences in both sleep quality and depression level were largely affected by environmental and social factors, where those elderly people who were living with their own family felt it more comfortable, calm, and being supported by their family, unlike those who were staying at nursing-home, where they felt as being unsupported by their family.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DAN USIA GESTASI DENGAN KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM DI RS. MUHAMMADIYAH PALEMBANG Suci Sulistyorini
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikterus merupakan salah satu kegawatan yang sering terjadi pada bayi baru lahir sebanyak 25-50 % pada bayi cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada bayi kurang bulan (Rohani, 2017). Berdasarkan data rekam medik RS. Muhammadiyah Palembang jumlah neonatal yang mengalami ikterus pada tahun 2015 sebesar 67 kasus dari bayi 295 yang bermasalah, tahun 2016 sebesar 57 kasus dari 315 bayi yang bermasalah dan pada periode Januari – Desember 2017 sebesar 60 kasus dari 300 bayi yang bermasalah (Rekam MediK RSMP, 2017). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan bayi lahir dan usia gestasi dengan iketrus neonatorum di RS. Muhammadiyah Palembang. Desain penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan penelitian Case Control Penelitian ini menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang dirawat diruang perinatal RS Muhammadiyah dengan periode 1 Januari s.d 31 Desember 2017. Sampel penelitian yaitu kasus : kontrol perbandingan 1 : 1. Subjek Penelitian kasus yaitu bayi ikterus neonatorum berjumlah 40 bayi dan kontrol yaitu bayi baru lahir normal berjumlah 40 bayi.. Tehnik Pengambilan sampel secara systematic random sampling. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Berdasarkan analisa univariat didapatkan ikterus neonatorum berjumlah 40 responden dan bayi baru lahir normal 40 responden, Berat badan lahir bayi normal 68 (85%), BBLR 12 (15%), usia gestasi aterm 66 (82,5%), preterm 9 (11,3%), dan posterm 5 (6,3%). Berdasarkan analisa bivariat didapatkan hasil tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir bayi dengan ikterus neonatorum di RS. Muhammadiyah Palembang dengan p value = 0,531, dan tidak ada hubungan usia gestasi dengan ikterus neonatorum di RS. Muhammadiyah Palembang dengan p value = 0,069. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan upaya preventif untuk mengurangi angka kejadian ikterus neonatorum. Ikterus is one of the most frequent occurrences in newborns as much as 25-50% in term infants and is higher in less-term infants (Rohani, 2017). Based on medical record data of Muhammadiyah hospital.Palembang, the number of neonatal who experienced jaundice in 2015 amounted to 67 cases of 295 babies who had problems, in 2016 amounted to 57 cases of 315 babies who had problems and in the period of January - December 2017 amounted to 60 cases of 300 babies who were in trouble (Medicl Record of RSMP, 2017 ). The aim of this study was to determine the relationship between babies’ birth weight and gestational age with ikterus neonatorum at Muhammadiyah hospital. Palembang. The design of this study used analytical survey method with Case Control research design. This study used secondary data. The population in this study were all newborn babies who were treated in the perinatal room of Muhammadiyah Hospital with a period of January 1 to December 31, 2017. The study samples were cases: comparison control 1: 1. Study subjects were ikterus neonatorum babies amounted to 40 babies and controls were newborn babies normal amounted to 40 babies. Samples collecting technique by systematic random sampling. The analysis used univariate and bivariate by Chi-Square test. Based on univariate analysis obtained ikterus neonatorum was 40 respondents and normal newborn babies were 40 respondents, normal birth weight babies were 68 (85%), low birth weight were 12 (15%), aterm gestational age were 66 (82.5%), preterm were 9 (11 , 3%), and posterm were 5 (6.3%). Based on bivariate analysis, it was obtained that there was no relationship between babies’ birth weight with ikterus neonatorum at Muhammadiyah hospital Palembang with p value = 0.531, and there was no relationship between gestational age and ikterus neonatorum at Muhammadiyah hospitals Palembang with p value = 0.069. It is suggested to health workers to provide preventive efforts to reduce the incidence of ikterus neonatorum.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL TERHADAP STATUS K4 DI PUSKESMAS PLAJU TAHUN 2018 Tri Restu Handayani
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

K4 adalah kontak ibu hamil dengan tenaga kesehatan yang ke-empat (atau lebih) untuk mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang ditetapkan, yaitu minimal satu kali kontak pada triwulan I, minimal satu kali kontak pada triwulan II dan minimal dua kali kontak pada triwulan III (Kemenkes RI, 2010). Cakupan K4 di Indonesia pada tahun 2014 sebesar 86,70 %, pada tahun 2015 sebesar 87,48 % dan pada tahun 2016 sebesar 85,35 %. Angka tersebut menunjukkan penurunan persentase cakupan K4 di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan karakteristik ibu hamil terhadap status K4 di Puskesmas Plaju tahun 2018. Penelitian dilakukan di Puskesmas Plaju pada September 2018, menggunakan metode analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 84 ibu hamil yang memenuhi criteria inklusi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan uji chi square. Persentase ibu hamil yang tidak melakukan kunjungan ulang keempat sebesar 41,7%, usia resiko 41,7%, status gravid kehamilan pertama 59,5%, pendidikan rendah 47,6% danbekerja 40,5%. Analisabivariat variable usia (p value=0,001), status gravida (p value=0,002), pendidikan (p value=0,055), pekerjaan (p value=0,084). Karakteristik yang berhubungan dengan status K4 adalah usia dan status gravida. Diharapkan kepada semua pihak terkait baik petugas kesehatan maupun ibu hamil untuk saling bekerjasama dalam membangun ketercapaian standar minimal 4 x kunjungan kehamilan. K4 are contacts of pregnant mother with health professionals that in the fourth (or more) to obtain antenatal care according to the standards set, ie at least once contact in the first quarter, of at least once contact in the second quarter and at least two times contact in the third quarter (RI Ministry of Health, 2010). K4 coverage in Indonesia in 2014 was 86.70%, in 2015 was 87.48% and in 2016 was 85.35%. This figure showed a decrease in the percentage of K4 coverage in Indonesia. This study aims to determine the relationship of pregnant mothers’ characteristics to the K4 status at Plaju Health Center in 2018. The study was conducted at the Plaju Health Center in September 2018, using an analytical observation method with cross sectionalaapproach. Samples were 84 pregnant mothers who met the inclusion criteria. Sampling taken by using purposive sampling technique. Data were analyzed using frequency distribution and chi square test. The percentage of pregnant mothers who did not do fourth revisiting was 41.7%, age risk was 41.7%, first pregnancy gravida status was 59.5%, low education was 47.6% and worked 40.5%. Bivariate analysis of age variables (p value= 0.001), gravida status (p value= 0.002), education (p value= 0.055), occupation (p value= 0.084). Characteristics related to K4 status were age and gravida status. It is expected that all parties involved, both health workers and pregnant mothers to cooperate with each other in building the standard achievement of at least 4 times of pregnancy visitsing.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS MERDEKA PALEMBANG TAHUN 2018 Ayu Devita Citra Dewi
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif makanan yang paling cocok, dapat memberikan gizi yang paling sesuai untuk kebutuhan bayi, melindungi dari berbagai infeksi dan memberikan hubungan kasih sayang yang mendukung semua aspek perkembangan bayi, termasuk kesehatan dan kecerdasan bayi, Menurut WHO, 2016 cakupan ASI Eksklusif di seluruh dunia hanya sekitar 36% selama periode 2007 2014.Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui hubungan Pendidikan dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan ASI Eksklusif di Puskesmas Merdeka Palembang Tahun 2018. Metode penelitian: penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang akan diteliti pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi yang berusia ≥ 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas merdeka sesuai kriteria inklusi peneliti. Hasil Penelitian: berdasarkan data univariat didapatkan data dari 29 responden yang memberikan ASI, ada sebanyak 21 responden (72,4%) yang memberikan ASI secara Eksklusif, sedangkan pada kelompok yang tidak memberikan ASI secara Eksklusif sebanyak 8 responden (8%).Ibu yang memberikan ASI Eksklusif dengan pendidikan tinggi sebanyak 5 responden (17,2%), sedangkan pada kelompok yang memiliki pendidikan rendah sebanyak 24 responden (82,8%). Ibuyang memberikan ASI Eksklusif dan mendapat dukungan dari tenaga kesehatan sebanyak 23 responden (79,3%), sedangkan yang kurang mendapat dukungan dari tenaga kesehatan sebanyak 6 responden (20,7%). Data bivariat diperoleh hasil tidak ada hubungan antara pendidikan dengan ASI Eksklusif yaitup value 0,283 dan tidak ada hubungan antara Dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif yaitu p value 1,000di Puskesmas Merdeka Palembang. Saran: Untuk petugas kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan kemampuan konseling dan penyuluhan serta peran aktif dalam keberhasilan program pemberian ASI Eksklusif. Background Exclusive breastfeeding is the most suitable food, can provide the most suitable nutrition for baby's needs, protect from various infections and provide a loving relationship that supports all aspects of babies’ development, including health and intelligence of baby, according to WHO (2016) Exclusive breastfeeding coverage throughout the world was only around 36% during the period 2007-2014. This research aim was to determine the relationship between Education and Health Workers’ Support with Exclusive breastfeeding at Merdeka Health Center Palembang in 2018. Research methods descriptive research design with cross sectional approach. The sample that examined in this study were mothers who had babies aged ≥ 6-24 months in the working area of Merdeka health center according to the inclusion criteria of the researcher. The analysis carried out was univariate and bivariate data analysis. Result: Based on univariate data obtained data from 29 respondents who gave breastfeeding, there were 21 respondents (72.4%) who gave exclusive breastfeeding, while in the group that did not provide exclusive breastfeeding as many as 8 respondents (8%). Mothers who provided exclusive breastfeeding with higher education were 5 respondents (17.2%), while those who had low education were 24 respondents (82.8%). The mothers who gave exclusive breastfeeding and received the support from health workers were 23 respondents (79.3%), while those who received less support from health workers were 6 respondents (20.7%).Based on bivariate data obtained the results, there was no relationship between education with exclusive breasfeeding, that was p value 0.283 and there was no relationship between health workers’ support with providing of exclusive breastfeeding, that was p value 1,000 at Merdeka health centre Palembang. It is recommended for health workers are expected to be able to improve their counseling skills and counseling as well as an active role in the success of the providing of exclusive breastfeeding program.