cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG METODE KONTRASEPSI DENGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI DI PUSKESMAS 23 ILIR PALEMBANG TAHUN 2018 Asnilawati Asnilawati
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ada banyak factor yang mempengaruhi pasangan suami istri dalam memilih metode kontrasepsi diantaranya efektivitas, keamanan, frekuensi pemakaian dan efek samping, kemauan dan kemampuan untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar, biaya, agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut, Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2018. Metode penelitian: merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah akseptor kb yang dating berkunjung ke Puskesmas 23 Ilir sebanyak 40 orang yang diambil dengan menggunakan tehnik Accidental Sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 09 Juli sampai dengan 21 Juli 2018. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate. Hasil penelitian: Ada hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Metode Kontrasepsi Dengan Pemakaian Kontrasepsi di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2018 dengan p value 0,034. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi dengan pemakaian kontrasepsi di Puskesmas 23 Ilir Palembang Tahun 2018. Background: There are many factors that influence married couples in choosing contraceptive methods including effectiveness, safety, frequency of use and side effects, willingness and ability to do contraception regularly and correctly, costs, religion and cultural culture regarding contraception. Research objectives: to find out the relationship between the level of knowledge of mothers about contraceptive methods and the use of contraception in the 23 Ilir Palembang Health Center in 2018. The research method: is a quantitative study with a cross sectional approach. The sample in this study was kb acceptors who came to visit the 23 Ilir Puskesmas as many as 40 people who were taken using the technique of accidental sampling. The study was conducted on July 9 until July 21, 2018. Analysis of the data carried out in this study was conducted using univariate analysis and bivariate analysis. Results: There was a relationship between the level of knowledge of mothers about contraceptive methods and the use of contraception in the 23 Ilir Palembang Health Center in 2018 with a p value of 0.034. Conclusion: There is a significant correlation between the level of knowledge of mothers about contraceptive methods and the use of contraception in the 238 Puskesmas Palembang in 2018.
ANALISIS PELAKSANAAN PUSKESMAS KELILING TERHADAP PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS SUKADAMAI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2018 Satria Nandar Baharza
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan sebuah instansi kesehatan yang bertanggung jawab untuk mengatur pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya, dengan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk memiliki gaya hidup sehat bagi semua orang yang tinggal di wilayah kerjanya untuk mewujudkan tingkat tertinggi kesehatan masyarakat. Pelaksanaan Puskesmas Keliling dimaksudkan sebagai akses untuk memfasilitasi dan mengeneralisasi pelayanan kesehatan untuk umum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pelaksanaan Puskesmas Keliling untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sukadamai Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2018. Metode penelitian: merupakan penelitian kualitatif dan hasil penelitian disajikan dengan cara deskriptif. Informan penelitian ini berjumlah 8 orang yang terdiri dari Kepala TU, Kepala Puskesmas, Dokter, Penanggung Jawab Program Kesehatan Lingkungan, KIA, Promkes, P2M, dan KB. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan teknik observasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan puskesmas keliling di puskesmas Sukadamai telah dilaksanakan dengan baik dan terencana, ditandai dengan semakin banyaknya kunjungan pasien dalam untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Keberadaan Puskesmas Keliling membantu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama bagi orang yang jauh dari akses pelayanan kesehatan dan di daerah terpencil. Sebaiknya dilakukan pengawasan oleh Kepala TU, Kepala Puskesmas dan petugas penanggung jawab program dari Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan dalam bentuk pelatihan untuk peningkatan kemampuan manajemen dan pengetahuan petugas. Serta dapat memilah kegiatan prioritas secara berkesinambungan dan berjenjang sesuai kebutuhan sehingga petugas dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan lebih baik. Background Public Health Center (Puskesmas) is a health institution that is responsible for organizing health development in its working area, by increasing awareness, willingness and ability to have a healthy lifestyle for everyone who lives in its working area in order to realizing the highest level of public health. the implementation of the Mobile Health Center is intended to be an access that can facilitate and generalize the health services for the public. This research this study aims to research is to know the concept of the implementation of mobile healthcenters to improve health services in Sukadamai Health Center South Lampung in 2018. Research methods The type of research used by researchers is the qualitative and the results of the research are presented in a descriptive manner. The informants of this research is up to eight people consisting of the Head of the TU, the Head of the Health Center, the Doctor, the person responsible for the environmental health program, KIA, Promkes, P2M, KB. The data collection in this study uses in-depth interviews and observation techniques. The results of the research stated that the description of the implementation of mobile health centers in Sukadamai health center had been implemented well and planned it was also indicated by the increasing number of patient visits in getting health services. The existence of mobile health centers has helped in improving health services, especially for people who are far from the health access and services and in remote areas.It is recommended This research suggests that supervision by the Head of the TU, the Head of the Health Center and the officer in charge of the program from the South Lampung District Health Office Officer in the form of training to improve management skills and knowledge of employees. As well as being able to sort out priority activities on a continuous and tiered basis according to the needs so that they can provide better health services to the public.
PENGAMBILAN DAN PEMERIKSAAN SPESIMENAIR DANAU TOBA TERKAIT PENYAKIT BERPOTENSI KLB DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN SUMATERA UTARA TAHUN 2017 Amar Muntaha
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan juga merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dan dikelilingi oleh 7 (tujuh) wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Toba Samosir, Karo, Dairi, Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, dan Humbang Hasundutan. Mayoritas masyarakat di 7 kabupaten tersebut, menggunakan air Danau Toba sebagai sumber baku minuman. Pencemaran air Danau Toba akan menyebabkan timbulnya penyakit berpotensi KLB. Sebagaimana diketahui, pencemar-pencemar kimia bersifat akumulatif dalam tubuh.Dampaknya tidak langsung dirasakan, tapi membutuhkan periode waktu tertentu sehingga menimbulkan penyakit-penyakit seperti gangguan syaraf, pencernaan, ginjal, kulit danlain-lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter- parameter pencemar Danau Toba sebagai sumber penyakit serta melakukan analisis risiko kandungan parameter pencemar pada perairan Danau Toba di Bakara Kabupaten Humbang Hasundutan, supaya dapat dirumuskan langkah-langkah pencegahan timbulnya penyakit berpotensi KLB. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif tentang kualitas air danau Toba dan dilanjutkan dengan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) terhadap parameter-parameter pencemar. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel air Danau Toba yang berasal dari Keramba Jaring Apung, Permukiman Penduduk, Hotel, Tempat Wisata, danPelabuhan.Dari 30 sampel yang dianalisa, keseluruhan (100%) sampel tidak memenuhi persyaratan, dimana terdapat 7 parameter yang melewati nilai baku mutu, yaitu Besi, Seng, Khlor bebas, Fluorida, Selenium, Deterjen dan BOD. Dari analisis risiko yang dilakukan dengan metode ARKL meja terhadap parameter seng, fluorida dan khlor bebas, keseluruhan responden masih berada pada kondisi yang aman dari paparan seng dan khlor bebas sepanjang hayatnya (besaran risiko, RQ < 1) dengan mengasumsikan tidak ada perubahan signifikan pada konsentrasi dari air yang dikonsumsi dan data- data antropometriresponden.Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Humbang Hasundutan untuk memberikan informasi kondisi air Danau Toba kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga kualitas perairan Danau Toba dan mempercepat dilakukannya zonasi budidaya ikan system Keramba Jaring Apung (KJA). Toba Lake is the largest lake in Indonesia and is also the largest volcanic lake in the world and surrounded by 7 (seven) regencies namely Toba Samosir district, Karo, Dairi, North Tapanuli, Simalungun, Samosir and Humbang Hasundutan. The majority of people in the 7 districts use Toba Lake water as a raw drink. Toba Lake water pollution will cause potential outbreaks of outbreaks. As is known, that chemical pollutants is accumulative in the body. The impact is not directly felt, but requires a certain period of time so as to cause diseases such as nerve disorders, digestion, kidney, skin and others. This study aims to determine the parameters of Toba Lake pollutants as a source of disease and to carry out and analysis of the risk of content of pollutant as well as conducting a risk analysis of the content of pollutant parameters in the waters of Toba Lake in Bakara Distric, Humbang Hasundutan, so that measures can be taken to prevent potential outbreaks of KLB. The research method was a descriptive study of the water quality of Lake Toba and continued with an analysis of environmental health (ARKL) risk to pollutant parameters. The samples in this study were 30 samples of Toba Lake water that came from residential settlements Hotels, Tourist attraction, and Ports. Of the 30 samples analyzed, the whole (100%) samples did not meet the requirements, where there were 7 parameters that passed quality standards, namely Iron, Zinc, Free chlorine, Fluoride, Selenium, Detergents and BOD. From the risk the analysis carried out by the ARKL table method on the parameters of zinc, fluoride and free chlorine, all respondents were still in a safe condition from exposure to zinc and chlorine throughout their lives (risk magnitude, RQ <1) assuming therewere no significant changes in concentration of the consumed water and anthropometric data. Corespondent recommended to the distric health office Hasundutan to provide information on Toba Lake water conditions to the community, so that the community can participate in maintaining the quality of Toba Lake waters and accelerate the conduct fish cultivation zoning floating net cage system (KJA).
MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA DI RS ERNALDI BAHAR PALEMBANG Suzanna Suzanna
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Keluarga yang pernah merawat anggota keluarga nya yang mengalami gangguan jiwa tentunya berbeda dengan merawat pasien yang normal, karena keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita halusinasi, menganggap penderita sebagai aib bagi keluarga. gangguan mental yang berat, dimana seseorang tidak mampu mengenali atau tidak memiliki kontak dengan realitas atau memiliki tilikan (insigth) yang buruk. Tujuan : Untuk mengetahui. Pengalaman caregiver dalam merawat pasien dengan skizofrenia di rumah sakit ernaldi bahar palembang Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologi dengan lima orang informan Hasil : Dari hasil analisis data didapatkan 4 tema yaitu perasaan negatif yang dirasakan keluarga, permasalahan yang dihadapi keluarga selama merawat, berbagai pengobatan yang dilakukan untuk kesembuhan pasien dan dampak yang terjadi selama merawat. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengalaman caregiver dalam merawat pasien skizofrenia yaitu adanya perasaan negatif yang terjadi, masalah yang di hadapi selama merawat, jenis pengobatan yang dilakukan dan dampak yang terjadi selama merawat. Saran : Peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggali lebih dalam mengenai berbagai pengalaman caregiver selama merawat pasien skizofrenia.Latar belakang : Keluarga yang pernah merawat anggota keluarga nya yang mengalami gangguan jiwa tentunya berbeda dengan merawat pasien yang normal, karena keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita halusinasi, menganggap penderita sebagai aib bagi keluarga. gangguan mental yang berat, dimana seseorang tidak mampu mengenali atau tidak memiliki kontak dengan realitas atau memiliki tilikan (insigth) yang buruk. Tujuan : Untuk mengetahui. Pengalaman caregiver dalam merawat pasien dengan skizofrenia di rumah sakit ernaldi bahar palembang Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologi dengan lima orang informan Hasil : Dari hasil analisis data didapatkan 4 tema yaitu perasaan negatif yang dirasakan keluarga, permasalahan yang dihadapi keluarga selama merawat, berbagai pengobatan yang dilakukan untuk kesembuhan pasien dan dampak yang terjadi selama merawat. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengalaman caregiver dalam merawat pasien skizofrenia yaitu adanya perasaan negatif yang terjadi, masalah yang di hadapi selama merawat, jenis pengobatan yang dilakukan dan dampak yang terjadi selama merawat. Saran : Peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggali lebih dalam mengenai berbagai pengalaman caregiver selama merawat pasien skizofrenia.Latar belakang : Keluarga yang pernah merawat anggota keluarga nya yang mengalami gangguan jiwa tentunya berbeda dengan merawat pasien yang normal, karena keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita halusinasi, menganggap penderita sebagai aib bagi keluarga. gangguan mental yang berat, dimana seseorang tidak mampu mengenali atau tidak memiliki kontak dengan realitas atau memiliki tilikan (insigth) yang buruk. Tujuan : Untuk mengetahui. Pengalaman caregiver dalam merawat pasien dengan skizofrenia di rumah sakit ernaldi bahar palembang Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologi dengan lima orang informan Hasil : Dari hasil analisis data didapatkan 4 tema yaitu perasaan negatif yang dirasakan keluarga, permasalahan yang dihadapi keluarga selama merawat, berbagai pengobatan yang dilakukan untuk kesembuhan pasien dan dampak yang terjadi selama merawat. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengalaman caregiver dalam merawat pasien skizofrenia yaitu adanya perasaan negatif yang terjadi, masalah yang di hadapi selama merawat, jenis pengobatan yang dilakukan dan dampak yang terjadi selama merawat. Saran : Peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggali lebih dalam mengenai berbagai pengalaman caregiver selama merawat pasien skizofrenia. Background: The caregiver who have treated their family members who have mental disorders are certainly different from treating the normal patients, because the family who has family members who suffer from hallucinations, they consider the patient as a disgrace for the family. Mental disorder is one of the symptoms of sensory perception disorders that is experienced by patients of mental disorder, the patients feel sensations are like the sound, the vision, the tasting, the touching or numbness without any real stimulus. Objective: To know the family experience in caring the patients of hallucination disorder in the outpatient clinic of Ernaldi Bahar Palembang. Method: This study used a descriptive phenomenological approach with 5 people. Result: From the results of the data analysis, there were 4 themes; they were the negative feelings that occur in the family, the problems that was faced during treatment, the types of treatment that had been performed to the patients of hallucinations and the effects that occur during treatment. Conclusion and Suggestion: From the results of the study, it can be concluded that the experience was gotten by the family during treatment was the negative feelings that occur, the problems was faced during the treatment, the type of treatment that had been done during the treatment and the effects that occur during treatment. The writer suggests that further researcher explores deeper about family experiences during caring patients of mental disorders such as hallucination.
PERBEDAAN PENAMBAHAN TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS)PADA HEEL SLIDE EXERCISE TERHADAP GANGGUAN GERAK DAN FUNGSI LUTUT AKIBAT OSTEOARTHRITIS GENU DI POLIKLINIK FISIOTERAPI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Yudiansyah Yudiansyah; Ika Guslanda Bustam Guslanda Bustam
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gangguan yang sering kali terjadi pada genu adalah osteoarthritis. Osteoarthritis(OA) adalah penyakit degenerative sendi yang ditandai dengan kerusakan kartilago, disertai nyeri dan kekakuan. OA genu lebih banyak terjadi pada wanita setelah usia 50 tahun.Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penambahan Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) pada Heel slide exercise terhadap gangguan gerak dan fungsi lutut akibat osteoarthritis genu di Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.. Metode: penelitian ini bersifat kuasi eksperimental pre and post test group design dengan tekhnik pengambilan sampel Match Subject Design. Populasinya seluruh pasien yang terdiagnosa osteoarthritis genu dan mendapatkan tindakan fisioterapi di poliklinik fisioterapi di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang masing-masing perlakuan selama 6 kali dalam 2 minggu pada bulan Juli 2018. Penelitian ini dilakukan terhadap dua kelompok masing-masing 10 orang. Kelompok kontrol dengan Heel slide exercise, kelompok perlakuan dengan penambahanTENS. Hasil: diperolehpengumpulan data dilakukan dengan mengukur nilai Skala nyeri menggunakan skala VAS (verbal analogue scale) pada saat sebelum dan setelah perlakuan. Kesimpulan: menyatakanadaperbedaan Penambahan TENSPadaHeel slide exercise Terhadap gangguan gerak dan fungsi lutut akibat osteoarthritis genu. The purpose of this study was to determine the difference in addition of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) on Heel slide exercise in motion disorders and knee function due to osteoarthritis genu in the Physiotherapy Clinic of Muhammadiyah Palembang Hospital. The population was all patients diagnosed with osteoarthritis genu and received physiotherapy at the physiotherapy clinic at Muhammadiyah Palembang Hospital each treatment for 6 times in 2 weeks in July 2018. The method of this study was quasi-experimental pre and posttest group design with taking techniques sample Match Subject Design. The study was conducted on 20 participants divided in to two groups with 10 participants in each group. The control group with Heel slide exercise, the treatment group with the addition of TENS. The results obtained by data collection was done by measuring the scale of pain using VAS scale (verbal analogue scale) at the time pre and post treatment. The conclusions state that there is a difference in the addition of TENS to heel slide exercise on movement and knee function disorders due to genital osteoarthritis.
FAKTOR-RAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ROBEKAN JALAN LAHIR PADA IBU BERSALIN DI RS BHAYANGKARA PALEMBANG TAHUN 2017 Helen Evelina Siringoringo
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kejadian robekan lahir diseluruh dunia pada tahun 2009 terjadi 2,7 juta ibu bersalin mengalami ruptur perineum, angka ini diperkirakan akan meningkat 6,3 juta pada tahun 2050 seiring semakin tingginya bidan yang tidak meaksanakakan asuhan kebidanan dengan baik (Prawitasari, 2015). Berdasarkan data rekam medik RS. Bhayangkara tahun 2017 ibu bersalin normal sebanyak 194 orang dan yang mengalami robekan perineum sebanyak 55 orang (Rekam Medik RS Bhayangkara, 2017). Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan robekan jalan lahir pada ibu bersalin di RS Bhayangkara Palembang tahun 2017. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan rancangan penelitian Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal di RS Bhayangkara Palembang Tahun 2017. Sampel penelitian yaitu kasus : kontrol perbandingan 1 : 1. Subjek Penelitian kasus yaitu ibu bersalin dengan robekan perineum berjumlah 48 orang dan kontrol yaitu ibu bersalin normal normal berjumlah 48 orang. Tehnik Pengambilan sampel secara system random sampling. Hasil: analisa univariat didapatkan ibu yang mengalami robekan jalan lahir sebanyak 48 (50%), umur ibu berisiko sebanyak (< 20 tahun dan ≥ 35 tahun) sebanyak 9 responden (9,4%), paritas primigravida sebanyak 47 responden (49%), jarak kehamilan berisiko tinggi sebanyak 22 responden (22,9%), berat badan lahir tidak normal sebanyak 23 responden (24%). Berdasarkan analisa bivariat didapatkan hasil tidak ada hubungan umur dengan robekan jalan lahir (p value 0,726), tidak ada hubungan paritas dengan robekan jalan lahir (p value 0,256), tidak ada hubungan jarak kehamilan dengan robekan jalan lahir (p value 1,00), tidak ada hubungan berat badan lahir dengan robekan jalan (p value 0,632). Kesimpulan: Tidak ada hubungan umur, paritas, jarak kehamilan, berat badan lahir dengan robekan jalan lahir di RS Bhayangkara Palembang tahun 2017. The incidence of tears born all over the world in 2009 occurred 2.7 million maternal births having perineal rupture, this figure is expected to increase by 6.3 million by 2050 as midwives increasingly do not treat midwifery care properly (Prawitasari, 2015). Based on medical record data from the hospital. Bhayangkara in 2017 has as many as 194 maternity mothers and 55 rupture perineum (Medical Record Bhayangkara Hospital, 2017). The purpose of this study was to determine the factors associated with birth canal tears in maternity at Palembang Bhayangkara Hospital in 2017. The design of this study used analytical survey methods with the Case Control study design. The population in this study were all normal maternity mothers in Palembang Bhayangkara Hospital in 2017. The research samples were cases: comparison control 1: 1. Research subjects were 48 maternalrupture perai+nueumnd 48 normal control women. Technique of taking samples by system random sampling. The analysis used univariate and bivariate with Chi-Square test. Based on univariate analysis, it was found that mothers who experienced rupture perineum were 48 (50%), the risk of maternal age (<20 years and ≥ 35 years) was 9 respondents (9.4%), primigravida parity was 47 respondents (49%), the distance of high-risk pregnancies was 22 respondents (22.9%), abnormal birth weight was 23 respondents (24%). Based on bivariate analysis, it was found that there was no relationship between age with rupture perineum (p value 0.726), no relationship of parity with rupture perineum (p value 0.256), no relationship between the distance of pregnancy with rupture perineum (p value 1.00), there is no correlation between birth weight and rupture perineum (p value 0.632). Further research is suggested with different variables to obtain risk factors that cause the occurrence of rupture perineum.
HUBUNGAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI DAN PERUBAHAN BERAT BADAN DENGAN LAMA PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI BPM HJ.FAUZIAH HATTA PALEMBANG TAHUN 2018 Rika Oktapianti
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Program Keluarga Berencana (KB) Secara Nasional berkaitan erat dengan program nasional dibidang kesehatan, karena program KB Nasional bersifat mendukung dan mempunyai sasaran serupa dengan program kesehatan. KB suntik merupakan salah satu kontrasepsi yang popular dan banyak diminati di Indonesia umumnya dan Sumatera Selatan khususnya, kontrasepsi suntik yang digunakan adalah DMPA (Depo Medroxy Progesterone Acetate) dan cyclofem. Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui hubungan gangguan siklus menstruasi dan perubahan berat badan dengan lama pemakaian alat kontrasepsi suntik 3 bulan. Metode Penelitian: ini bersifat survey anaitik dengan tehnik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB Suntik 3 Bulan yang berkunjung ke BPM HJ. Fauziah Hatta Palembang pada tanggal 02-16 Juli 2018. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat, dan bivariat. Hasil penelitian: Berdasarkan data univariat didapatkan data dari 42 responden sebanyak 18 responden (42,9%) akseptor KB suntik 3 bulan baru dan 24 (57,1%) responden akseptor KB suntik 3 bulan lama, gangguan siklus mestruasi yang terganggu 27 (64,3%), gangguan siklus menstruasi yang tidak terganggu 15 (35,7%), perubahan berat yang terjadi 30 (71,4%), perubahan berat badan yang tidak terjadi perubahan 12 (28,6%). Berdasarkan data bivariat diperoleh hasil tidak ada hubungan antara gangguan siklus mestruasi dengan lama pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 Bulan dengan Pvalue 0,456, dan tidak ada hubungan antara perubahan berat badan ibu dengan lama pemakaian alat kontrasepsi KB suntik 3 Bulan dengan Pvalue 1,000. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan dengan gangguan siklus menstruasi perubahan berat badan pada akseptor KB Background: The National Family Planning Program (KB) is closely related to the national program in the health sector, because the National Family Planning Program is supportive and has similar goals to health programs. Injection KB is one of the most popular and popular contraceptives in Indonesia and South Sumatra in particular, injectable contraception used is DMPA (Depo Medroxy Progesterone Acetate) and cyclofem. The purpose of the study: to determine the relationship between menstrual cycle disorders and changes in body weight with the use of injectable contraceptives for 3 months. Research Method: This is an anaitic survey with sampling techniques namely accidental sampling. The sample in this study were all KB 3-month injection acceptors who visited BPM HJ. Fauziah Hatta Palembang on July 2-16, 2018. Analysis of the data used is univariate, and bivariate analysis. Results: Based on univariate data obtained data from 42 respondents as many as 18 respondents (42.9%) injectable family planning acceptors 3 months and 24 (57.1%) respondents KB injection acceptors for 3 months long, disrupted menstrual cycle disorders 27 (64 , 3%), uninterrupted menstrual cycle disorders 15 (35.7%), severe changes that occurred 30 (71.4%), changes in body weight that did not change 12 (28.6%). Based on bivariate data obtained results there is no relationship between menstrual cycle disorders with the duration of use of 3-month injection contraceptive contraception with a value of 0.456, and there is no relationship between changes in maternal weight with the use of 3-month injection contraceptive contraception with a value of 1,000. Conclusion: There was no relationship between the duration of 3-month injection contraceptive use and menstrual cycle disorders changes in body weight in KB acceptors
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENDAPAT KELUARGA DENGAN PEMAKAIAN KB AKDR DI BPM CHOIRUL MALLA PALEMBANG Septiana Rahayu
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu misi Keluarga berencana sangat menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi sebagai upaya integral dalam meningkatkan kualitas keluarga. Untuk mewujudkan misi tersebut diperlukan suatu metode Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET) yaitu AKDR. Meskipun pemakaian AKDR hanya 4,93%. Disumatera selatan pemakaian AKDR hanya 4,45% Di kota Palembang 7,55%, dan BPM Choirul Malla sendiri hanya terdapat 3,58%. Kecenderungan pemakaian alat kontrasepsi hormonal masih tinggi dibandingkan dengan penggunakan AKDR.Berdasarkan data yang didapat dari berbagai sumber diketahui bahwa banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya pemakaian AKDR sebagai latar belakang yang menentukan penerimaaan masyarakat terhadap alat kontrasepsi antyara lain faktor pengetahuan dan pendapatan akseptor.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel pengetahuan dan pendapatan akseptor dengan pemakaian AKDR di BPM Choirul Malla Palembang.Desain penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan cros sectional. Populasi yang digunakan adalah semua ibu yang menjadi Akseptor K aktif dan berdomisili di BPM Choirull Malla Palembang banyak 150 orang yang sampel sebanyak 60 orang.Hasil penelitian dari analisis univariat menunjukan dari 60 akseptor yanag m,emakai AKDR sebesar 8,3%, respoinden yang berpendapatan keluarga rendah responden yang berpendapatan keluarga rendah responden (76,7%) dan responden yang berpengetahuan kurang baik sebanyak (86,7%).Melalui Penelitian ini diharapkan petugas kesehatan dapat lebih meningkat penyuluhan tentang KB dengan pengembangan program KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) serta konseling mengenai AKDR guna meningkatkan pengetahuan memberika informasi terhadap efektifitas dan manfaat dari penggunaan AKDR keikutsertaan akseptor KB untuk memakai AKDR dapat meningkatkan. One of mission family have a plan very press important effort to respect rught reproduction as integral effort to increase the quality of family. To realize this Although using AKDR less interest. It just 4,93% .In Sumatera Selatan using AKDR just 4,45% in palembang city 7,55%, and at social health center Choirul Malla a lone only is found 3,58%. Preferences using tool of contraception hormonal still higher than using AKDR.According to data which is gotten from many sources are known that many factors which influence is low using AKDR as background which determine acceptance society to ward tool of contraception such as of knowledge and income acceptor.The purpase of observation to know is there a relationship between variabel knowledge and income acceptor using AKDR at working are social health center Choirul Malla Palembang.Design observastion have a character survey analitical with approach eross sectional. The population which is used are all mothers who become acceptor KB active and have one’s domicile at working area social health center income 23ilir palembang and simple this observation is taken like purposive sampling and is gothen sampel as much as 60 people.The result of observation from analysis univariant to show from 60 acceptor which using AKDR as many as 8,3% respondent which low income’s family 46 responden (76,7%) and which using AKDR just 52 respondent (86,7%).From the analysis bivariat with statistic test chi square at degree intention 0,005 and degree of (df) = 1 show that there is relationship which intention between knowledge and income with using AKDR at area working health center 23ilir palembang year 2010.Through this observation is hoped officer in charge of healthy can more increase information about KB with development program KIE (Communication, Information, Education) and counseling about AKDR use increase of knowlodge and give information ward effectivitas and benefit from using AKDR so that participation of acceptor KB to use AKDR can increase.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN PENDIDIKAN DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DI PUSKESMAS 23 ILIR PALEMBANG Deby Meitia Sandy
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MP-ASI berupa makanan padat atau cair yang diberikan secara bertahap sesuai dengan usia dan kemampuan pencernaan bayi. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat sejak umur 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI sampai umur 2 tahun. Penerapan pola pemberian makan ini akan mempengaruhi derajat kesehatan selanjutnya dan meningkatkan status gizi bayi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan pendidikan dengan makanan pendamping ASI di Puskesmas 23 Ilir Palembang.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas 23 Ilir Palembang. Waktu penelitian dilakukan pada tanggal 25 Juni-07 Juli 2018.Populasi penelitian yaitu ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan yang berjumlah 33responden. Sampel penelitian berjumlah 33 responden. Analisa yang dilakukan adalah analisa data univariat danbivariat.Berdasarkan data univariat didapatkan data dari 33 responden yang memberikan MP-ASI yang baik yaitu 27,3%, yangMP-ASI yang cukupyaitu 57,6%dan yang memberikan MP-ASI yang kurangyaitu 15,2%. Ibu yang memberikan MP-ASI memiliki pengetahuan baik yaitu 30,3%, memiliki pengetahuan cukup yaitu 60,6% dan ibu yang memiliki pengetahuan kurang yaitu 9,1%. Ibu yang memberikan MP-ASI berpendidikan perguruan tinggi yaitu 24,2%, yang berpendidikan SMA yaitu 60,6%, dan yang berpendidikan SD yaitu 15,2%. Berdasarkan data bivariat diperoleh hasil ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian MP-ASI dengan p value 0,007 dan tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan Pemberian MP-ASI dengan p value 0,187 di Puskesmas 23 Ilir Palembang. Untuk petugas kesehatan diharapkan dapat lebih meningkatkan konseling dan memberikan penyuluhan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan dalam pemberian MP-ASI. MP-ASI in the form of solid or liquid food is given gradually in accordance with the age and digestive capacity of the baby. The right providing of complementary food of breastfeed (MP-ASI) from the age of 6 months and continuing breastfeeding until the age of 2 years. The application of this feeding pattern will affect subsequent health status and improve the nutritional status of the baby. The aim of this study was to determine the relationship between the mothers’ knowledge level and education with complementary food of Breastfeeding at 23 Ilir Health Center, Palembang. This study was conducted by using analytical survey design withcross sectional approach. The location of the study was conducted at the 23 Ilir Health Center, Palembang. The time of the study was conducted on June 25th-July 7th 2018.The study population was mothers who had children aged 6-12 months totaling 33 respondents. The study sample amounted to 33 respondents. The analysis carried out was an analysis of univariate and bivariate data. Based on univariate data, data were obtained from 33 respondents who gave MP-ASI which were 27.3%, which had sufficient ASI-57.6% and who gave MP-ASI less that were 15.2%. Mothers who gave MP-ASI had good knowledge of 30.3%, had sufficient knowledge were 60.6% and mothers who had less knowledge were 9.1%. Mothers who provided breastfeeding who had tertiary education that was 24.2%, those with high school education was 60.6%, and those with elementary education were 15.2%.Based on bivariate data obtained the results there was a relationship between knowledge with the provision of MP-ASI with p value 0.007 and there was no relationship between occupational with provision of MP-ASI with p value 0.187 at 23 Ilir Health Centre, Palembang. For health workers are expected to be able to further improve counseling and provide counseling to mothers to increase knowledge in providing MP-ASI.
EFEKTIFITAS KARBON AKTIF KULIT UBI KAYU DALAM MENURUNKAN KADAR BOD AIR LIMBAH PABRIK TEPUNG TAPIOKA TAHUN 2015 Heri Shatriadi
Masker Medika Vol 3 No 2 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit ubi kayu merupakan limbah padat yang mengandung karbon aktif yang mempunyaidaya serap/adsorbsi yang tinggi terhadap bahan yang berbentuk larutan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efektifitas karbon aktif kulit ubi kayu dalam menurunkan kadarBOD air limbah pabrik tepung tapioka tahun 2015. Penelitian ini dilaksanakan pada bulanApril-Mei 2015. Desain penelitian yang digunakan Quasi experiment dengan perlakuanpenambahan karbon aktif kulit ubi kayu sebanyak 20 gr, 40 gr, 60 gr dan kontrol (0 gr)sebanyak 330 ml pada setiap perlakuan dilakukan 6 kali pengulangan.Dari hasil penelitian diperoleh kadar BOD pada 0 gr (kontrol) sebanyak 1032 mg/l, dosis 20gr sebanyak 368,9 mg/l, 40 gr sebanyak 201,6 mg/l dan 60 gr sebanyak 147,4 mg/l.Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwaada pengaruh penurunan kadar BOD air limbah pada berbagai konsentrasi karbon aktif kulitubi kayu sebelum dan sesudah perlakuan p value = 0,000 < 0,050. Cassava peel is crammed waste which consists of active carbon which also has high absorbing power to the liquid materials. The purpose of this research is to figure out theeffectiveness of active carbon off cassava’s peel in decreasing BOD of waste water fromtapioca flour factory in 2015. The research design which will e used in this research is Quasyexperimental design by adding active carbon of cassava’s peel is up to 20 grams, 40 grams,60 grams and control (0 gram) to 330 ml in every treatment 6 times repetition.From the result of this research, we infer that BOD conscience in 0 gr (control) is 1032 mg/1,the dose is about 368,9 mg/1, 40 gr is 201,6 mg/1 and 60 gr is up to 147,4 mg/1. Accordingto bivariate analysis with simple linear regretion experiment shows that there is the effect indecreasing the BOD waste water to every concentrate of active carbon of cassava’s peelbefore and after the treatment p value = 0,000 < 0,050.