cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
HUBUNGAN LUAS VENTILASI DENGAN KUALITAS UDARA RUANGAN DI PEMUKIMAN SILABERANTI KECAMATAN SEBERANG ULU I PALEMBANG Heri Shatriadi
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udara merupakan suatu kebutuhan pokok manusia, sehingga menjaga kualitas udara yang kita hirup sangatlah penting untuk kesehatan manusia. Menurut Peraturanpemerintah Nomor 1407/MENKES/SK/XI/2002 udara sehat adalah udara yang belumtercampur dengan gas-gas yang berbahaya sedangkan pencemaran udara ruangan yangada di dalam ruangan berasal dari asap rokok, asap yang berasal dari dapur ataupemakaian obat nyamuk yang dapat menjadi sumber polutan dalam ruangan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara Luas ventilasi dengan kualitas udara ruangandi pemukiman Silaberanti Kecamatan Seberang Ulu I Palembang.Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, jumlah rumah yang di telititerdapat 30 rumah, data di analisis dengan univariat dan bivariat menggunakan uji statistik.Berdasarkan hasil dari 30 rumah, yang berjumlah 27 rumah yang Ventilasi tidak memenuhisyarat menyebabkan tingginya partikel debu sebanyak 2 rumah (88,9%) dan yangmemenuhi syarat sebanyak 3 rumah (11,1%) sedangkan yang berjumlah 3 rumah ventilasi yang memenuhi syarat sebanyak 1 rumah (33,3%) dan partikel debu yang memenuhi syarat2 rumah (66,7%). Berdasarkan hasil uji chi square di dapatkan nilai P value = 0,064 dengannilai α > 0,05 berarti ρ > α (tidak bermakna). Sehingga kesimpulan dari penelitian ini tidakada hubungan antara ventilasi dengan kualitas udara.
PEMANFAATAN DAUN JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA ) SEBAGAI REPELLENT NYAMUK AEDES AEGYPTI Heri Shatriadi
Masker Medika Vol 6 No 1 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pengendalian vektor dapat digolongkan dalam pengendalian alami ( naturalcontrol ) dan pengendalian buatan ( artificialapplied control ). Upaya pengendalian buatankhususnya secara kimia telah banyak dilakukan untuk memutus kontak antara vektor danmanusia. Berbagai larvasida dan insektisida telah digunakan untuk membunuh larva ataunyamuk dewasa, namun senyawa kimia sintetik yang digunakan sebagai insektisida dapatmenyebabkan sifat resisten pada nyamuk karena seringnya paparan atau salahpenggunaan dalam aplikasinya. Oleh karena itu untuk melakukan upaya pengendalianvektor DBD yang ramah lingkungan dan tidak menggangu kesehatan manusia yaitu denganpemanfaatan bahan alami,menggunakan daun jeruk nipis dalam bentuk ekstrak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas daya repellent ekstrak daun jeruknipis ( Citrus aurantifolia ) sebagai repllent nyamuk Aedes aegypti.Desain penelitian yang digunakan adalah Eksperimen dengan melakukan pengamatanpengaruh ekstrak daun jeruk nipis sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Hasi penelitian menujukan rata-rata nyamuk yang hinggap pada kosentrasi 10 mg 6 ekornyamuk yang hinggap, pada kosentrasi 20 mg 5 ekor, pada kosentrasi 30 mg 2 dan padakosentrasi 40 mg rata-rata nyamuk yang hingap adalah 0 Hasil uji statistik didapatkan nilai Pvalue 0,000. Artinya ada pengaruh pemanfaatan ekstrak daun jeruk nipis dalam menolaknyamuk Aedes aegypti.Simpulan dari penelitian ini adalah penggunan ekstrak daun jeruk nipis efektif digunakansebagai repellent nyamuk Aedes aeygpti dengan kosentrasi efektif yaitu 40 mg. Vector control woid been classified in natural control and artificial applied control. Artificialcontrol measures, especially chemically, had been widely used to break the contact betweenvectors and humans. Various larvacides and insecticides had been used to kill adult larvaeor mosquitoes, but synthetic chemical compounds used as insecticides couid cause resistantproperties in mosquitoes due to frequent exposure or misuse in their applications. Therefore,to made efforts DHF vector control is environmentally friendly and was not interfere withhuman health was the utilization of natural materials, using lime leaves in the form ofextracts. The purpose of these research was to known effectiveness of repellent power oflime leaf extract (Citrus aurantifolia) as repellent of Aedes aegypti mosquito.The research design used was experiments by observing the effect of lime leaf extract asrepellent to Aedes aegypti mosquitoes. The result of this research was the average ofmosquitoes that perched on the concentration of 10 mg 6 mosquitoes perched on theconcentration of 20 mg 5 tail, at the cosmetration 30 mg 2 and at the concentration of 40 mgthe average of the mosquitoes that stopping wes 0. Value 0,000. This means that there wesinfluence of citrus leaf extract utilization in rejecting mosquito Aedes aegypti. The conclusionof this research wes the use of lime leaf extract wes effective as repellent mosquito Aedesaeygpti with effective concentration of 40 mg.
PERBEDAAN TAKSIRAN BERAT BADAN JANIN BERDASARKAN FORMULA MENURUT DARE’S DAN RISANTO DENGAN BERAT BADAN LAHIR BAYI DI BPM HUSNIATY PALEMBANG TAHUN 2018 Nurbaity Nurbaity
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan taksiran dari berat lahir bayi adalah salah satu pengukuran yang paling penting pada awal persalinan. Bayi dengan berat badan lahir yang rendah dan berat badan lahir yang besar berhubungan dengan angka morbiditas, morta litas yang tinggi dan berbagai komplikasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan taksiran berat badan janin berdasarkan formula menurut Dare’s dan Risanto dengan berat badan lahir bayi di BPM Husniaty Palembang tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan study comparative. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III usia kehamilan 40-43 minggu yang datang di BPM Husniaty, AM. Keb Palembang dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rerata taksiran berat janin berdasarkan formula Dare’s dan Risanto dengan berat badan lahir bayi (p value < 0,05). Saran penelitian bagi tenaga kesehatan diharapkan hasil penelitian ini dijadikan sebagai salah satu indikator untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas neonatal dengan cara menghitung berat badan janin setiap kali asuhan antenatal pada akhir trimester II sampai trimester III. The accuracy of estimated birth weight is one of the most important measurements at the start of labor. Babies with low birth weight and large birth weight are associated with morbidity, high mortality and various complications. The aim of the study was to determine differences in fetal weight estimates based on formulas according to Dare’s and Risanto with infant birth weight at BPM Husniaty Palembang in 2018. This research is a quantitative study using comparative studies. The population in this study were all third trimester pregnant women 40-43 weeks of gestation who came to BPM Husniaty's, AM. Keb Palembang with a total sample of 30 respondents. The results showed that there were differences in mean estimates of fetal weight based on the formula of Dare’s and Risanto with infant birth weight (p value <0.05). Suggestions for research for health workers are expected to be used as an indicator to reduce neonatal morbidity and mortality by calculating fetal weight every time antenatal care at the end of the second trimester to the third trimester.
PERBEDAAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI USIA 6-12 BULAN YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN NON ASI EKSKLUSIF DI BPM CH MALA HUSIN TAHUN 2019 Reni Saswita
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa tambahan cairan atau makanan lain yang berpengaruh pada kualitas kesehatan bayi. Semakin sedikit bayi yang mendapat ASI eksklusif, maka kualitas kesehatan bayi akan semakin buruk, karena pemberian susu formula kepada bayi akan meningkatkan risiko terjadinya alergi terutama pada usus halus bayi. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pertumbuhan bayi yang diberikan ASI eksklusif dan yang tidak diberi ASI eksklusif, dimana bayi yang mendapat non ASI eksklusif biasanya mengalami pertumbuhan berat badan yang lebih cepat dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan berat badan usia 6 bulan yang diberi ASI Eksklusif dan tidak ASI Eksklusif di BPM Ch Mala Husin Palembang. Penelitian ini jenis kuantitatif dengan metode Pre Eksperimental dengan pendekatan desain One Group Posttest dengan sampel bayi usia 6 bulan yang diberi ASI Eksklusif dan tidak ASI Eksklusif. Hasil yang diperoleh dari analisis univariat didapatkan sebagian besar bayi dengan berat >7900 gram (41%). Analisis menggunakan uji alternatif Mann-Whitney didapatkan uji statistik p = 0,000 < α 0,05 hal ini menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara berat badan bayi yang diberi ASI eksklusif dan bayi yang tidak diberi ASI eksklusif, bayi yang diberi ASI eksklusif cenderung mempunyai berat badan normal dan bayi yang tidak diberi ASI eksklusif cenderung mengalami kegemukan. Pentingnya memberikan konseling mengenai ASI Eksklusif pada ibu bersalin sehingga bayi memiliki berat badan normal. Exclusive breastfeeding is breastfeeding only for infants up to 6 months of age without additional fluids or other foods that affect the quality of the baby's health. The fewer babies who get exclu- sive breastfeeding, the health quality of the baby will get worse, because giving formula milk to babies will increase the risk of allergies, especially in the baby's small intestine. There is a signif- icant difference between the growth of exclusively breastfed babies and those who are not given exclusive breastfeeding, where infants who get non-exclusive breastfeeding usually experience faster weight growth than babies who get exclusive breastfeeding. The aim of the study was to determine the differences in the increase in 6-month-old body weight given exclusive breastfeed- ing and not exclusive breastfeeding at BPM Ch Mala Husin Palembang. This research was a quantitative type with Pre Experimental method with One Group Posttest design approach with a sample of 6 months old infants given exclusive breastfeeding and not exclusive breastfeeding. The results obtained from univariate analysis found that most infants weighed> 7900 grams (41%). The analysis using the Mann-Whitney alternative test found a statistical test p = 0,000 <α 0,05, indicating that there was a significant difference between the weight of infants who were exclusively breastfed and infants who were not exclusively breastfed, infants who exclusive breastfeeding tends to have normal weight and babies who are not given exclusive breastfeed- ing tend to be overweight. The importance of providing counseling on exclusive breastfeeding for women giving birth so that the baby has a normal weight.
HUBUNGAN PENGGUNAAN DIAPERS DENGAN KEMAMPUAN TOILET TRAINING PADA TOODLER DI PAUD AR – RISALAH KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2017 Zuraidah Zuraidah
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tugas perkembangan pada anak usia toddler (1-3 tahun) atau batita adalah toilet training. Pada usia ini masa pertumbuhan dan perkembangan terjadi dengan sangat cepat, sehingga apabila mengalami hambatan maka akan menimbulkan pengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan Diapers dengan Kemampuan Toilet Training pada Toodler di PAUD Ar – Risalah Kota Lubuklinggau tahun 2017. Desain penelitian ini menggunakan Survey Analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi penelitian adalah ibu yang anaknya bersekolah di PAUD Ar-Risalah Kota Lubuklinggau. Sampel sebanyak 32 responden diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian diketahui sebagian besar responden menggunakan diapers dengan intensitas tinggi (65,5%) dan kemampuan toilet trainningnya kategori tidak baik (65,5%). Hasil uji statistik ada hubungan antara penggunaan diapers dengan kemampuan toilet training pada anak toodler dengan nilai p value = 0,034. Ibu sebaiknya tidak mengenakan diapers secara terus menerus dan anak disiapkan sejak dini dilatih untuk mengontrol buang air besar dan kecil. One of the developmental tasks in toddlers (1-3 years) is toilet training.Toilet training is the ability to control urination and defecation. The use of disposable diapers largely has become a necessity of working mother, and it is shown by children aged four to five years are still using diapers today.The purpose of this research is to discover the use of Diapers with Toilet Training Capability at Toodler in PAUD Ar-Risalah Lubuklinggau City 2017. Design methodology use Analytical Survey with crosssectional approach. The study population is PAUD Ar - Risalah students mothers in Lubuklinggau city.The number of samples is 32 respondents taken by simple random sampling technique. The results of this research showed that most of the respondents use diapers with high intensity (65,5%) and the ability of training toilet was categorize dasnot good (65,5%).The results of statistical tests showed that there is relationship between the use of diapers and the ability of toilet training which isindicated by p value= 0.034. Mothers should not let their children wear diapers continuosly and the trainings to control urination and defecation in children should beprepared early.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN PROGRAM LAYANAN KEBIDANAN KOMUNITAS DI PUSKESMAS OPI PALEMBANG Lina Contesa
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebidanan komunitas adalah memberikan asuhan kebidanan pada masyarakat baik individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), dan kesehatan reproduksi. Pada dasarnya MDGs dan SDGs punya persamaan dan kesamaan tujuan yang sama yakni, SDGs melanjutkan cita-cita mulia MDGs yang ingin konsen menanggulangi kelaparan dan kemiskinan di dunia. Namun, dokumen yang disepakati pimpinan dunia pada tahun 2000 tersebut habis pada tahun 2015. Para pemimpinan dunia merasa agenda MDGs perlu dilanjutkan, sehingga muncul sebuah dokumen usulan bernama SDGs, Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016 puskesmas yang melakukan pelayanan sesuai standar berjumlah 2692 dan yang mendapatkan asuhan kebidanan komunitas berjumlah 542.686.520 orang. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan antara pelayanan komunitas dengan pengetahuan dan pendidikan (Tinggi/S1,Menengah/SMA dan SMP dan Dasar/SD). Penelitian ini menggunakan metode analitik. observasi dengan pendekatan cross sectional. Metode Penelitian: Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berkunjung kepuskesmas OPI Palembang. Sempel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu berjumlah 50 orang yang kebetulan ada pada saat penelitian . Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, tabulasi silang chi square. Hasil Penelitian: Dari hasil uji yang dilakukan menunjukan bahwa sebagian dari 15 (6,66%) responden yang pengetahuannya dalam kategori cukup dan pendidikan dari 15 orang responden yang menerima pelayanan kebidanan di komunitas, sebagian besar yaitu 11 (73,3%) responden yang pendidikannya dalam kategori menegah dan dari hasil uji statistik chi square diperoleh p value = 0,024 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara pelayanan komunitas dengan penegetahuan. Sedangan hubungan antara pelayanan komunitas kebinan menunjukan p value = 0,212 yang lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna.Saran diharapkan puskesmas opi meningkatkan mutu pelayanan. Kesehatan terutam promosi kesehtan khususnya pelayanan komunita kepda masyarakat Community midwifery is providing midwifery care to the community both individuals, families, groups and communities that focus on maternal and child health services (KIA), family planning (KB), and reproductive health. Basically the MDGs and SDGs have similarities and similar goals, namely, the SDGs continue the noble ideals of the MDGs that want to concentrate on tackling hunger and poverty in the world. However, the documents agreed to by world leaders in 2000 were exhausted in 2015. The world leaders felt that the MDG agenda needed to be continued, so a proposed document appeared called SDGs. Community midwifery care amounts to 542,686,520 people. This study aims to find out the relationship between community services with knowledge and education (High / S1, Middle / High School and Middle School and Elementary / Elementary / Elementary). This study uses analytical methods. observation with cross sectional approach. Research Methods: The population in this study were people who visited the OPI Palembang health center. The samples in this study used accidental sampling, which amounted to 50 people who happened to be present at the time of the study. Data were analyzed using frequency distribution, cross tabulation chi square. Research Results: From the results of the tests conducted, it was shown that some of the 15 (6.66%) respondents whose knowledge was in sufficient category and education from 15 respondents who received midwifery services in the community, most of which were 11 (73.3%) respondents education in the middle category and from the results of the chi square statistical test obtained p value = 0.024 smaller than 0.05. This shows that there is a meaningful relationship between community service and knowledge. While the relationship between the services of the kebinan community shows p value = 0.212 which is greater than 0.05, which means there is no meaningful relationship. It is expected that the opi puskesmas will improve service quality. Health specifically promotes health, especially community services to the community
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP LAMA PERSALINAN PADA IBU BERSALIN DI BPM HUSNIYATI PALEMBANG Aminah Maya
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Lamanya proses persalinan dapat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu tenaga, jalan lahir dan janin. Sampai saat ini yang dapat dikendalikan adalah masalah tenaga atau power, yaitu ditingkatkan dengan senam hamil. Senam atau latihan selama kehamilan memberikan efek positif terhadap pembukaan serviks dan aktivitas uterus yang terkoordinasi saat persalinan, juga ditemukan secara bermakna onset persalinan yang lebih awal dan lama persalinan yang lebih singkat dibandingkan dengan yang tidak melanjutkan senam hamil. Senam hamil dapat membantu persalinan sehingga ibu dapat melahirkan tanpa kesulitan, serta menjaga ibu dan ibu bersalin sehat setelah melahirkan. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh Senam Hamil Terhadap Lama Persalinan Pada Ibu Bersalin di BPM Husniati Palembang Tahun 2017. Metode Penelitian: ini menggunakan metode Quasi Eksperiment dengan bentuk rancangan perbandingan kelompok statis (Static Group Comparison). Penelitian dilaksanakan di BPM Husniati pada bulan Mei sampai Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya dan bersalin di BPM Husniati. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah senam hamil yang diukur dengan menggunakan lembar ceklist penelitian dan variabel dependen adalah lama persalinan yang diukur dengan menggunakan jam dinding di ruang bersalin. Analisa data menggunakan analisa uji beda independent t test Hasil: Dari hasil uji statistik, rata-rata lama persalinan pada ibu bersalin dengan senam hamil adalah 10.73+ 1.1 jam, dan pada ibu bersalin tanpa senam hamil adalah 11.93+ 1.3 jam. Hasil analisis Independent t-test diperoleh tingkat signifikansi ρ: 0.014 (ρ< 0.05), yang berarti ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara senam hamil terhadap lama persalinan pada ibu bersalin Kesimpulan: senam hamil berpengaruh terhadap persalinan The background: long process of delivery can be influenced by three things: power, the birth canal and the fetus. Until now this is that can be controlled is a power problem or the power, which is to be increased by gymnastics pregnant. Gymnastics or exercise during pregnancy provides positive effect on the opening of the cervix and uterus activity coordinated, during delivery also found meaningful onset deliveries early and long deliveries shorter than those who do not continue gymnastics pregnant. Gymnastics pregnant can help delivery so much you can give birth without difficulty, and to maintain healthy after maternity mom and mother gave birth. The Purpose is to know the influence of gymnastics pregnant against long delivery in maternity mother in bpm husniati palembang years 2017: Research Methods using the quasi eksperiment with forms of design comparison group of static (static). comparison group Research carried out in bpm husniati in may until July 2017. It is a whole population in research pregnant women out of west husniati in her pregnancy and maternity.Technique the sample the use sampling purposive. The Independent variable is pregnancy exercise that is measured by usung checklist form and dependent variable is duration of labour that is measured by using the clock in the labour room. Results: from the statistical tests, the average length of delivery in maternity mother by gymnastics pregnant is 10.73 + 1.1 hours, and on the without gymnastic maternity pregnant is 11.93 + 1.3 hours.The results of the analysis independent t-test obtained the significance: ρ: 0.014 (ρ< 0.05), it means that there is a significant influence pregnancy exercise between old mother to delivery. Conclusion: pregnancy exercise gived effects to labour process
PENGARUH BREASTFEEDING SELF EFFICACY TREATMENT (BEST) TERHADAP PERLEKATAN DAN RESPON IBU-BAYI SELAMA PROSES MENYUSUI DI PUSKESMAS NGAMPILAN DAN WIROBRAJAN YOGYAKARTA Andesma Saputra
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Breastfeeding self efficacy treatment (BEST) merupakan media edukasi yang menggunakan modul dan audiovisual. BEST adalah intervensi yang mengembangkan teori self efficacy dalam menyusui yaitu prestasi kinerja, pengalaman orang lain, persuasi verbal, dan respon fisiologis agar meningkatkan pengetahuan ibu, teknik perlekatan, respon ibu menyusui, dan pada akhirnya berhasil memberikan ASI secara ekslusif. Tujuan:Mengetahui pengaruh breastfeeding self efficacy treatment (BEST) terhadap perlekatan dan respon ibu-bayi selama proses menyusui di Puskesmas Ngampilan dan Wirobrajan Yogyakarta. Metode:Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental (quasi eksperimen) dengan menggunakan rancangan post only control group design. Penelitian ini dilakukan terhadap 43 ibu menyusui yang dibagi 2 kelompok yaitu 21 responden kelompok intervensi yang diberikan edukasi kesehatan berupa video dan modul. Sebanyak 22 responden kelompok kontrol yang diberikan modul saja. Pengukuran variabel terikat dilakukan pada rentang waktu antara 6 jam - 3 hari, dan pada rentang waktu antara 7-28 hari setelah melahirkan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari - Maret 2018. Instrumen peneliitian menggunakan lembar observasi LATCH dan MBA, serta lembar identitas responden. Analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon dan mann-whitney dengan nilai p< 0,05.Hasil :Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan skor perlekatan dan respon ibu menyusui pada kelompok intervensi yang mendapat BEST lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Secara statistik BEST tidak ada pengaruh secara signifikan pada perlekatan dan respon ibu menyusui setelah intervensi baik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada post test I dan post test 2 dengan nilai p > 0,05. Kesimpulan : BEST tidak ada pengaruh terhadap perlekatan dan respon ibu-bayi selama proses menyusui Background: Breastfeeding self efficacy treatment (BEST) is a media education that uses modules and audiovisuals. BEST is an intervention that develops the theory of self efficacy in breastfeeding, as like performance achievement, other people's experiences, verbal persuasion, and physiological responses in order to improve maternal knowledge, attachment techniques, response to nursing mothers, and ultimately succees in exclusively breastfeeding. Aims:To know the effect of breastfeeding self efficacy treatment (BEST) on the latch and response the mother-baby breastfeeding process at Puskesmas Ngampilan and Wirobrajan Yogyakarta. Method:This research is experimental research (quasi experiment) using post control group design. The research was conducted on 43 breastfeeding mothers who were divided into 2 groups, 21 respondents of the intervention group that provided health education in the form of video and module and 22 respondents of control group provided only modules. Assesments of the dependent variable were carried out in the span of 6 hours - 3 days, and between 7-28 days post partum. Data collection was conducted in January - March 2018. The research instrument uses LATCH and MBA observation sheets, as well as the respondent's identity sheet. Bivariate analysis using wilcoxon and mann-whitney test with significance level nilai p<0,05.Result:The results of this study indicate an increase in attachment scores and breastfeeding mothers response in the intervention group who received BEST higher than the control group and there was a statistically no significant difference in breastfeeding attachment and response after intervention in both the intervention group and the control group on post test I and post test 2 with nilai p<0,05. Conclusion:BEST has no effect on mother-baby latch and response during the breastfeeding process.
HUBUNGAN PLASENTA PREVIA, PREEKLAMSI, DAN ANEMIA TERHADAP KEJADIAN PERSALINAN PREMATUR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAHAT TAHUN 2017 Erma Puspita Sari
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Persalinan preterem atau partus prematur adalah persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu (antara 20-37 minggu) atau dengan berat janin kurang dari 2500 gram. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan preeklamsi, plasenta previa dan anemia secara simultan dan parsial dengan kejadian persalinan prematur di RSUD Lahat tahun 2017. Metode penelitian: kuantitatif dengan rancangan penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder, dengan jumlah populasi 1554 orang dan dengan sampel berjumlah 94 orang. Hasil Penelitian: Melalui analisis univariat ibu yang mengalami persalinan prematur sebanyak 29 orang (30,9%), yang mengalami plasenta previa sebanyak 28 orang (29,8%) d, yang mengalami preeklamsi sebanyak 35 orang (37,2%) dan ibu yang mengalami anemia sebanyak 34 orang (36,2%). Sedangkan hasil analisis bivariat ibu yang mengalami plasenta previa dan mengalami persalinan prematur sebanyak 53,6%, ibu yang mengalami preeklamsi dan mengalami persalinan prematur sebanyak 48,6% dan ibu yang mengalami anemia mengalami persalinan prematur sebanyak 47,1%. Dari hasil uji statistic didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang bermakna plasenta previa dengan persalinan prematur nilai p.value 0,004 ≤ 0,05, ada hubungan preeklamsi terhadap kejadian persalinan premature p value 0,008 ≤ α (0,05) dan ada hubungan anemia terhadap kejadian persalinan premature p value 0,020 ≤ α (0,05). Kesimpulan: ada hubungan plasenta previa, preeklamsia dan anemia dengan kejadian persalinan prematur di Rumah Sakit Umum Daerah Lahat Tahun 2017. Diharapkan untuk tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang menyeluruh sehingga bisa mengurangi kejadian persalinan prematur. Background: Preterm labor or prematur partus means the labor which happens to pregnancy under 37 weeks (between 20-37 weeks) or the baby’s weight is only 2500 grams. This research study aims to find out the correlation between preeclamsi, placenta previa and anemia simultaneously and partially with the incidence of prematur labor at RSUD Lahat in 2017. The Research method: was quantitative study using analytical survey design with case control approach. This study used secondary data taken from 1554 population and 94 samples. This study compared between the case group and control group based on its exposure status, retrospective medical direction. This status changed as the result of disease which got closer to its exposure, and then the data could be obtained. The Result: Based on the data analysis using chi-square statistic test, which was taken from 94 respondents, it was found out that 51 mother (54,3%) who delivered their baby experienced preeclamsi, and there were 69 respondents (73,4%) undergoing prematur labor experienced placenta previa. In addition, there were 70 respondents (74,5%) suffered from anemia. Based on this test, it was found out that there was no significant correlation between preeclamsi and the incidence of premater labor with p value 0.004 ≤ ????????(0.05), but there was a significant correlation between placenta previa and the incidence of prematur labor with p value 0.086 > α (0.05). based on the result of anemia statistic test, it was found out that there was a significant correlation between anemia and the incidence of premarut labor with p value 0.043 ≤ α(0.05)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK UMUR 6-12 TAHUN DI PUSKESMAS BUKIT SANGKAL PALEMBANG TAHUN 2019 Evi Royani
Masker Medika Vol 7 No 1 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Anak sekolah sering mengalami berbagai masalah kesehatan dan gizi, baik yang berhubungan dengan status gizinya maupun yang berhubungan dengan pola makan yang akan berdampak pada kesehatannya. Berdasarkan data WHO sebanyak, 51 juta anak di seluruh dunia mengalami kurus (wasted) dan 17 juta mengalami sangat kurus (severe wasted). Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak umur 6-12 tahun di Puskesmas Bukit Sangkal Palembang Tahun 2019. Metode penelitian: yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalahsemua ibu yang membawa anak usia 6-12 tahun untuk berobat ke Puskesmas Bukit Sangkal Palembang saat dilakukan penelitian yang berjumlah 30 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian: berdasarkan hasil uji chi square didapatkan ada hubungan pekerjaan ibu (p value = 0,004), pendidikan ibu (pvalue = 0,046) dan pendapatan keluarga (p value = 0,018) dengan status gizi anak di Puskesmas Bukit Sangkal Palembang. Berdasarkan hasil analisis multivariat diketahui variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap status gizi anak adalah pendidikan dengan nilai OR terbesar yaitu =12,393. Hasil analisis multivariat variabel yang paling dominan adalah pendidikan dengan nilai OR 12,393 (1,051-146,096) yang artinya ibu yang berpendidikan tinggi berpeluang 12,393 kali memiliki anak dengan status gizi normal dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan rendah.Saran petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan promosi kesehatan yang berupa penyuluhan tentang kesehatan ibu dan balita khususnya peningkatan status gizi balita guna meningkatkan kecerdasan dan tumbuh kembang balita Background: This research School children often experience a variety of health and nutritional problems, both related to nutritional status and those related to diet that will have an impact on their health. Based on WHO data, 51 million children worldwide have wasted and 17 million have severe wasted. This research: study was to determine the factors related to the nutritional status of children aged 6-12 years at the Bukit Sangkal Palembang Health Center in 2019. The research method: used was analytic with a cross sectional approach. The population in this study was all mothers carrying children aged 6-12 years. to seek treatment at the Bukit Sangkal Palembang Health Center when there were 30 research conducted. Sampling is done by purposive sampling method. The results: of the study based on the results of the chi square test found that there was a relationship between maternal employment (p value = 0.004), maternal education (pvalue = 0.046) and family income (p value = 0.018) with children's nutritional status at Bukit Sangkal Palembang Health Center. Based on the results of multivariate analysis, it is known that the most dominant variable influencing the nutritional status of children is education with the largest OR value that is = 12,393. The most dominant multivariate analysis results were education with OR 12,393 (1,051-146,096), which means that highly educated mothers have a chance of 12,393 times having children with normal nutritional status compared to mothers with low education. Health workers are expected to improve health promotion counseling about the health of mothers and toddlers especially in improving the nutritional status of children in order to increase intelligence and growth in children under five