cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "vol. 6 no. 4 (2026)" : 13 Documents clear
EFEKTIVITAS MEDIA PHET SIMULATIONS DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM TERHADAP HASIL BELAJAR HUKUM OHM SISWA SMK Melti Septiani; Siswo Wardoyo; Diyajeng Luluk Karlina
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.13979

Abstract

This study was motivated by students’ low learning outcomes in Ohm’s Law, particularly difficulties in understanding the relationship among voltage, current, and resistance, as well as the limited use of interactive learning media. Although previous studies have shown that PhET Simulations can support learning outcomes, studies integrating PhET Simulations with a deep learning approach in Ohm’s Law instruction at vocational high schools, particularly in Grade X Electrical Installation Engineering (TITL), remain limited. The novelty of this study lies in integrating PhET Simulations with the deep learning principles of mindful, meaningful, and joyful learning. This study aimed to determine differences in learning outcomes and the effectiveness of using PhET Simulations within a deep learning approach. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a nonequivalent control group design. It was conducted in May 2026 over two meetings. The analyzed data involved 72 students, comprising 36 students in the experimental class and 36 students in the control class, selected through nonprobability sampling using purposive sampling. The main instrument was a validated and reliable cognitive learning outcome test administered as a pretest and posttest, while a questionnaire was used as supporting data to describe students’ responses. The Independent Samples t-Test indicated a significant difference in learning outcomes between the two classes (t = -3.078, df = 70, p = .003). The N-Gain based on mean scores was 0.714 (71.44%) for the experimental class, categorized as high, and 0.595 (59.49%) for the control class, categorized as moderate. The effect size was 0.73, indicating a moderate effect. Therefore, PhET Simulations integrated with a deep learning approach was more effective in improving students’ cognitive learning outcomes in Ohm’s Law than conventional instruction. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi Hukum Ohm, terutama karena kesulitan memahami hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan serta masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran interaktif. Meskipun berbagai penelitian menunjukkan bahwa PhET Simulations dapat mendukung hasil belajar, kajian yang mengintegrasikan PhET Simulations dengan pendekatan pembelajaran mendalam pada materi Hukum Ohm di SMK, khususnya kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), masih terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi PhET Simulations dengan prinsip pembelajaran mendalam yang mencakup mindful, meaningful, dan joyful learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan efektivitas penggunaan PhET Simulations dalam pendekatan pembelajaran mendalam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental berupa nonequivalent control group yang dilaksanakan pada bulan Mei 2026 selama dua kali pertemuan. Data yang dianalisis melibatkan 72 peserta didik, terdiri atas 36 peserta didik kelas eksperimen dan 36 peserta didik kelas kontrol, yang dipilih melalui nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Instrumen utama berupa tes hasil belajar kognitif pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sedangkan kuesioner digunakan sebagai data pendukung untuk melihat respons peserta didik. Hasil Independent Samples t-Test menunjukkan perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas (t = -3,078; df = 70; p = 0,003). Nilai N-Gain berdasarkan rata-rata skor pada kelas eksperimen sebesar 0,714 (71,44%) dan termasuk kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,595 (59,49%) dan termasuk kategori sedang. Nilai effect size sebesar 0,73 berada pada kategori sedang. Dengan demikian, penggunaan PhET Simulations yang terintegrasi dengan pendekatan pembelajaran mendalam lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik pada materi Hukum Ohm dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
EKSPLORASI MINAT KARIER SISWA SMK NEGERI 1 PADANG SETELAH MENYELESAIKAN STUDI Hafizul Wahyudi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.14203

Abstract

ABSTRACT Increasing competency demands in the labor market and broader opportunities for higher education have made career choices among vocational high school students increasingly complex. Therefore, understanding students' career interests is essential to support effective career planning. This study aimed to describe the career interests of students at SMK Negeri 1 Padang after graduation, particularly their interest in pursuing higher education or entering the workforce directly. A quantitative descriptive approach was employed. The population consisted of 380 twelfth-grade students, while 195 respondents were selected through a two-stage sampling procedure consisting of purposive sampling to determine respondent criteria and proportionate stratified random sampling to ensure proportional representation across study programs. Data were collected using a valid and reliable Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, including mean scores, percentages, and the Respondent Achievement Level (Tingkat Capaian Responden). The findings indicate that students tend to prefer pursuing higher education rather than entering the workforce immediately. Interest in higher education is primarily influenced by internal factors, whereas interest in working is mainly driven by rational considerations. These findings provide empirical evidence on vocational students' career orientations and the dominant factors influencing their decisions, offering practical implications for strengthening career guidance services and vocational education policies to better prepare graduates for higher education and employment. ABSTRAK Meningkatnya tuntutan kompetensi di dunia kerja dan semakin terbukanya peluang melanjutkan pendidikan menyebabkan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dihadapkan pada pilihan karier yang semakin kompleks setelah lulus. Oleh karena itu, eksplorasi minat karier perlu dipahami sebagai dasar dalam mendukung perencanaan karier peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan minat karier siswa SMK Negeri 1 Padang setelah menyelesaikan studi, baik minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun minat langsung bekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 380 siswa kelas XII, sedangkan sampel sebanyak 195 siswa ditentukan melalui dua tahap, yaitu purposive sampling untuk menetapkan kriteria responden dan proportionate stratified random sampling untuk memperoleh sampel yang mewakili setiap program keahlian secara proporsional. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata, persentase, dan Tingkat Capaian Responden (TCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung lebih berminat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dibandingkan langsung bekerja. Minat melanjutkan pendidikan didominasi oleh faktor internal, sedangkan minat bekerja lebih dipengaruhi oleh pertimbangan rasional. Temuan ini memberikan kontribusi empiris mengenai kecenderungan orientasi karier siswa SMK beserta faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menjadi dasar bagi pengembangan layanan bimbingan karier dan penguatan kebijakan pendidikan vokasi dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan pendidikan lanjutan.
EVALUASI KINERJA WAKTU PELAKSANAAN PROYEK REKONSTRUKSI JALAN DADAP KABUPATEN TANAH BUMBU Elva Shanty Widuri; Lucky Hurun’ain
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.14319

Abstract

ABSTRACT Road reconstruction projects require effective time control to ensure that project activities are completed according to schedule and to minimize the risk of delays that may affect project objectives. This study aimed to evaluate the time performance of the Dadap Road Reconstruction Project in Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan, using the Earned Value Management (EVM) method through the indicators of Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), Schedule Variance (SV), Schedule Performance Index (SPI), and Time Estimated (TE). This research employed a case study with a descriptive quantitative approach using project documentation, including the Cost Budget Plan (RAB), S-Curve, and weekly project progress reports from a single road reconstruction project. The analysis was conducted by comparing actual work progress with the planned schedule to assess the effectiveness of time control throughout project implementation. The results indicated that the project achieved 100% physical progress in the 19th week of the planned 23-week duration, meaning that the project was completed ahead of the contractual schedule. A positive SV value and an SPI greater than 1 indicated satisfactory schedule performance, while the TE estimated project completion within 21 weeks, providing a more conservative estimate than the actual completion time. These findings demonstrate that the Earned Value Management method is an effective tool for evaluating and controlling project schedule performance and can support decision-making processes in infrastructure project implementation. ABSTRAK Proyek rekonstruksi jalan memerlukan pengendalian waktu yang efektif agar pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung sesuai target dan mengurangi risiko keterlambatan yang berdampak pada pencapaian sasaran proyek. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja waktu pada Proyek Rekonstruksi Jalan Dadap, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menggunakan metode Earned Value Management (EVM) melalui indikator Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), Schedule Variance (SV), Schedule Performance Index (SPI), dan Time Estimated (TE). Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data dokumen proyek yang meliputi Rencana Anggaran Biaya (RAB), Kurva-S, serta laporan mingguan pelaksanaan pada satu proyek rekonstruksi jalan. Analisis dilakukan dengan membandingkan capaian pekerjaan aktual terhadap rencana untuk menilai tingkat efektivitas pengendalian waktu selama proyek berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek berhasil mencapai progres fisik 100% pada minggu ke-19 dari durasi rencana 23 minggu, sehingga penyelesaian pekerjaan berlangsung lebih cepat daripada jadwal kontrak. Nilai SV yang positif dan SPI lebih besar dari satu mengindikasikan bahwa pelaksanaan proyek memiliki kinerja waktu yang baik, sedangkan nilai TE memperkirakan penyelesaian proyek dalam 21 minggu sehingga memberikan estimasi yang lebih konservatif dibandingkan kondisi aktual. Temuan ini menunjukkan bahwa metode Earned Value Management efektif digunakan sebagai alat evaluasi dan pengendalian kinerja waktu proyek konstruksi serta dapat mendukung proses pengambilan keputusan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN MINAT SISWA DALAM MEMILIH PROGRAM KEAHLIAN DPIB TERHADAP HASIL BELAJAR ELEMEN GAMBAR TEKNIK DI SMK Fitri Berliana Rahmawati; Desy Ratna Arthaningtyas
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.14450

Abstract

The attainment of students' learning outcomes can be seen from the scores they obtain after undergoing the learning process. Learning motivation and students' interest in choosing the vocational program are two important factors in the learning process. This study aims to determine: (1) the effect of learning motivation on learning outcomes in the technical drawing element at SMK Negeri 7 Surabaya; (2) the effect of students' interest in choosing the DPIB vocational program on learning outcomes in the technical drawing element at SMK Negeri 7 Surabaya; and (3) the simultaneous effect of learning motivation and students' interest in choosing the DPIB vocational program on learning outcomes in the technical drawing element at SMK Negeri 7 Surabaya. This study used a quantitative research design with an ex-post facto method, with a sample of 71 tenth-grade students from the Building Modeling and Information Design program at SMK Negeri 7 Surabaya. Data were collected using a questionnaire, a test, and drawing assignments. The data analysis technique began with descriptive statistical analysis, followed by prerequisite analysis tests and hypothesis testing. The results show that both learning motivation and student interest in choosing the DPIB (Building Design and Information Modeling) study program each have a significant effect on learning outcomes in the technical drawing element. Simultaneously, these two variables also have a significant combined effect on learning outcomes, with a fairly substantial contribution to the variation in learning outcomes, although other factors beyond these two variables still play a role. Therefore, it is recommended that teachers, the school, and parents work together synergistically to improve both of these factors. ABSTRAK Tercapainya hasil belajar siswa dapat dilihat dari nilai yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Motivasi belajar dan minat siswa dalam memilih program keahlian merupakan dua faktor penting dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar elemen gambar teknik di SMK Negeri 7 Surabaya; (2) pengaruh minat siswa dalam memilih program keahlian DPIB terhadap hasil belajar elemen gambar teknik di SMK Negeri 7 Surabaya; serta (3) pengaruh motivasi belajar dan minat siswa dalam memilih program keahlian DPIB secara simultan terhadap hasil belajar elemen gambar teknik di SMK Negeri 7 Surabaya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode ex-post facto, dengan sampel yang berjumlah 71 siswa kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan SMK Negeri 7 Surabaya. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket, tes, dan tugas menggambar. Teknik analisis data dimulai dari analisis statistik deskriptif, kemudian uji prasyarat analisis, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar dan minat siswa dalam memilih program keahlian DPIB masing-masing berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar elemen gambar teknik. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, dengan kontribusi terhadap variasi hasil belajar tergolong cukup besar meski masih terdapat faktor lain di luar kedua variabel yang turut memengaruhi. Dengan demikian, disarankan adanya sinergi antara guru, pihak sekolah, dan orang tua dalam meningkatkan kedua faktor tersebut.
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING BERBASIS VIDEO TUTORIAL TERHADAP HASIL DESAIN 2D ELEMEN GAMBAR TEKNIK BIM KELAS X DPIB Wahyu Nita Ma’rufah; Desy Ratna Arthaningtyas
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.14595

Abstract

This study addresses the low quality of 2D design work produced by Grade 10 students in the Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) program at SMK Negeri 1 Tuban. Students experienced difficulties in understanding drawing techniques using AutoCAD software, particularly in producing longitudinal sections of simple residential buildings. This condition was associated with the limited use of interactive and innovative learning media to support technical drawing instruction. This study aimed to determine the effect of a video-tutorial-based Project Based Learning (PjBL) model on students’ 2D design performance in the Technical Drawing element of Building Information Modeling among Grade 10 DPIB students at SMK Negeri 1 Tuban. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method with a non-equivalent control group pretest-posttest design. The sample consisted of 72 students divided into an experimental group and a control group. Data were collected through tests and performance assessments using an instrument requiring students to produce a longitudinal section drawing of a simple residential building using AutoCAD. The data were analyzed using an independent samples t-test with IBM SPSS Statistics 27 at a significance level of 0.05. The findings showed a difference in 2D design outcomes between students who learned through a video tutorial-based Project Based Learning model and those in the control group. Students who participated in project-based learning supported by video tutorials achieved better 2D design outcomes, particularly in understanding AutoCAD procedures and producing technical drawings. Thus, video tutorial-based Project Based Learning can be an effective alternative for improving 2D design outcomes in the Building Information Modeling Technical Drawing element among Grade X DPIB students at SMK Negeri 1 Tuban. In conclusion, integrating Project Based Learning with video tutorials can support more effective 2D design learning and help students develop practical skills in producing technical drawings. ABSTRAK Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya hasil desain 2D siswa kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 1 Tuban. Siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami teknik pembuatan gambar menggunakan perangkat lunak AutoCAD, terutama dalam menghasilkan gambar potongan memanjang rumah tinggal sederhana. Kondisi tersebut berkaitan dengan terbatasnya pemanfaatan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif dalam mendukung proses pembelajaran gambar teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis video tutorial terhadap hasil desain 2D pada elemen Gambar Teknik Building Information Modeling siswa kelas X DPIB SMK Negeri 1 Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experiment dan desain non-equivalent control group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan pengukuran dengan instrumen berupa tugas menggambar potongan memanjang rumah tinggal sederhana menggunakan AutoCAD. Data dianalisis menggunakan uji independent samples t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27 pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil desain 2D antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Project Based Learning berbasis video tutorial dan siswa pada kelompok kontrol. Siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis proyek dengan dukungan video tutorial menunjukkan hasil desain 2D yang lebih baik, khususnya dalam memahami prosedur penggunaan AutoCAD dan menghasilkan gambar teknik. Dengan demikian, Project Based Learning berbasis video tutorial efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil desain 2D pada elemen Gambar Teknik Building Information Modeling siswa kelas X DPIB SMK Negeri 1 Tuban. Kesimpulannya, integrasi Project Based Learning dan video tutorial dapat mendukung pembelajaran desain 2D yang lebih efektif dan membantu siswa mengembangkan keterampilan praktik dalam menghasilkan gambar teknik.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN WEB INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ELEMEN DASAR PEKERJAAN KONSTRUKSI SISWA SMK Putri Amelia; Gde Agus Yudha Prawira Adhistana
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.14596

Abstract

The low learning outcomes of students in the Basic Construction Work element of the Basic Construction and Housing Engineering subject at SMKN 2 Surabaya indicate the need for more interactive learning media. This study aimed to determine the implementation of interactive web-based learning media, analyze the differences in learning outcomes between students using interactive web-based learning media and those using conventional PDF e-book media, and identify students' responses to the use of the interactive web-based learning media. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Posttest-Only Control Design. The research sample consisted of 75 tenth-grade students of the Construction and Property Engineering (TKP) program at SMKN 2 Surabaya, including 38 students in the experimental class and 37 students in the control class. Data were collected through classroom implementation observation sheets, posttest assessments, and student response questionnaires. The data were analyzed using descriptive statistics, normality testing, homogeneity testing, and the Mann–Whitney U test. The results showed that the implementation of the interactive web-based learning media was categorized as very good, there was a significant difference in learning outcomes between the experimental and control classes, with the experimental class achieving better learning outcomes than the class using the PDF e-book, and students demonstrated very good responses toward the use of the interactive web-based learning media. Therefore, the interactive web-based learning media is effective in supporting the learning process in the Basic Construction Work element. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Konstruksi dan Perumahan elemen Dasar Pekerjaan Konstruksi di SMKN 2 Surabaya menunjukkan perlunya penggunaan media pembelajaran yang lebih interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan penerapan media pembelajaran berbasis web interaktif, menganalisis perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan media pembelajaran berbasis web interaktif dan media e-book (PDF), serta mengetahui respon siswa terhadap penggunaan media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment dan desain Posttest Only Control Design. Sampel penelitian berjumlah 75 siswa kelas X Teknik Konstruksi dan Properti (TKP) SMKN 2 Surabaya yang terdiri atas 38 siswa kelas eksperimen dan 37 siswa kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar (posttest), dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran berbasis web interaktif terlaksana dengan kategori sangat baik, terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan hasil belajar kelas yang menggunakan media pembelajaran berbasis web interaktif lebih baik dibandingkan media e-book (PDF), serta respon siswa terhadap penggunaan media pembelajaran berbasis web interaktif berada pada kategori sangat baik. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis web interaktif efektif digunakan untuk mendukung pembelajaran pada elemen Dasar Pekerjaan Konstruksi.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS WEB LUMI H5P PADA MATERI GAMBAR TEKNIK KELAS X TEK Shafira Dian Saraswati; Hirnanda Dimas Pradana
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.15122

Abstract

Technical drawing instruction in vocational schools requires learning media that can present materials visually while providing an interactive learning experience. However, the limited use of interactive learning media indicates a gap between the needs of vocational learning and the availability of appropriate instructional resources. Addressing this gap is important because understanding technical drawing requires clear and systematic visualization that actively engages students in the learning process. This study aims to develop web-based instructional videos using Lumi H5P for technical drawing material for 10th-grade students in the Electronics and Communications Technology (TEK) program at SMK Negeri 5 Surabaya and to determine the feasibility and effectiveness of the product on student learning outcomes. The study employed a Research and Development (R&D) method using the 4D development model, consisting of the define, design, develop, and disseminate stages. The product was developed using Canva and enhanced with interactive elements through Lumi H5P. Validation was conducted by subject matter and media experts, while product effectiveness was tested using a quasi-experimental design with a quasi-non-equivalent design involving 72 students divided into control and experimental groups. The validation results indicated feasibility levels of 98% from the subject matter expert and 92% from the media expert, while user trials indicated a highly feasible category. The results of the independent samples t-test showed no significant difference in the pretest, with a Sig. (2-tailed) value of 0.191, whereas a significant difference was found in the posttest, with a Sig. (2-tailed) value of 0.011. These findings indicate that the Lumi H5P web-based instructional video is highly feasible and effective for supporting technical drawing instruction and improving students' learning outcomes. ABSTRAK Pembelajaran gambar teknik di SMK memerlukan media yang mampu menyajikan materi secara visual sekaligus memberikan pengalaman belajar yang interaktif. Namun, penggunaan media pembelajaran yang masih terbatas dan belum optimal dalam memanfaatkan teknologi interaktif menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pembelajaran vokasional dan ketersediaan media yang sesuai. Kondisi tersebut penting untuk diatasi karena pemahaman gambar teknik membutuhkan visualisasi yang jelas, sistematis, dan memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran berbasis web menggunakan Lumi H5P pada materi gambar teknik kelas X Teknik Elektronika Komunikasi (TEK) di SMK Negeri 5 Surabaya serta mengetahui kelayakan dan efektivitas produk terhadap hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Produk dikembangkan menggunakan Canva dan dilengkapi elemen interaktif melalui Lumi H5P. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan efektivitas produk diuji melalui quasi-experimental dengan desain quasi-non-equivalent pada 72 siswa yang terbagi menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 98% dari ahli materi dan 92% dari ahli media, sedangkan hasil uji coba pengguna menunjukkan kategori sangat layak. Hasil independent samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada pretest dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,191, sedangkan pada posttest terdapat perbedaan signifikan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,011. Hasil tersebut menunjukkan bahwa video pembelajaran berbasis web Lumi H5P sangat layak dan efektif digunakan untuk mendukung pembelajaran gambar teknik serta meningkatkan hasil belajar siswa.
ANALISIS LITERASI KEUANGAN SISWA SMK NEGERI Damai Krismawati Zalukhu; Arianto Lahagu; Asali Lase; Wahyutra Adilman Telaumbanua
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.15515

Abstract

Financial literacy is an important competence for vocational high school students because it is related to their ability to manage personal finances and make responsible financial decisions. This study aimed to determine the level of financial literacy among students at SMK Negeri 1 Tugala Oyo and to describe it based on basic personal financial knowledge, savings and loans, insurance, and investment. The study employed a quantitative approach with a descriptive design. The population consisted of 171 students in Grades X, XI, and XII, while a sample of 63 students was selected using the Slovin formula and simple random sampling. Data were collected through a four-point Likert-scale questionnaire consisting of 20 statements and supporting documentation. The instrument was reliable, with a Cronbach’s Alpha coefficient of 0.754. Data were analyzed using descriptive statistics with the assistance of SPSS version 26. The findings showed that the students’ overall financial literacy was categorized as low, with a mean score of 44.00 out of an ideal score of 80, equivalent to 55%. By indicator, basic personal financial knowledge reached 48.41%, savings and loans 58.57%, insurance 58.02%, and investment 55.00%; all indicators were categorized as low. These findings indicate the need to strengthen practical financial literacy education through classroom learning and school-based activities so that students are better prepared to manage personal finances, understand financial risks, and make responsible financial decisions. ABSTRAK Literasi keuangan merupakan kompetensi penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena berkaitan dengan kemampuan mengelola keuangan pribadi dan mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi keuangan siswa di SMK Negeri 1 Tugala Oyo serta mendeskripsikannya berdasarkan aspek pengetahuan dasar keuangan pribadi, tabungan dan pinjaman, asuransi, dan investasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 171 siswa kelas X, XI, dan XII, sedangkan sampel sebanyak 63 siswa ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang terdiri atas 20 butir pernyataan dan dokumentasi. Instrumen dinyatakan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,754. Analisis data menggunakan statistik deskriptif berbantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan siswa berada pada kategori rendah, dengan rata-rata skor 44,00 dari skor ideal 80 atau 55%. Berdasarkan indikator, pengetahuan dasar keuangan pribadi memperoleh 48,41%, tabungan dan pinjaman 58,57%, asuransi 58,02%, dan investasi 55,00%; seluruhnya berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan pendidikan literasi keuangan yang lebih aplikatif melalui pembelajaran dan kegiatan sekolah agar siswa lebih siap mengelola keuangan pribadi, memahami risiko, dan membuat keputusan finansial yang bertanggung jawab.
PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN INDUSTRI TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Riski Saputra
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.13154

Abstract

ABSTRACT The increasingly dynamic demands of the workplace require university graduates to possess adequate technical competencies, interpersonal skills, adaptability, and work readiness. Industrial Field Work Practice (PKLI) is a learning experience that can help students connect academic knowledge with real-world job demands. However, the quality of PKLI experiences may vary among students, making it necessary to examine their influence on work readiness. This study aimed to analyze the effect of PKLI experience on the work readiness of students in the Building Engineering Education Study Program at Universitas Negeri Medan. The study employed a quantitative approach with an ex post facto design. The sample consisted of 42 students (N = 42) from the 2021 and 2022 cohorts who had completed PKLI. Data were collected through questionnaires and interviews and analyzed using simple linear regression and a t-test. The results showed that PKLI experience had a positive and significant effect on students' work readiness, with a regression coefficient of 1.808, a calculated t-value of 11.931 > 2.021, and a significance value of 0.000 < 0.05. The R Square value of 0.781 indicated that PKLI experience contributed 78.1% to the variation in work readiness, while the remaining 21.9% was explained by other factors outside the model. Therefore, PKLI experience plays an important role in improving students' work readiness. ABSTRAK Tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi teknis, keterampilan interpersonal, kemampuan beradaptasi, dan kesiapan kerja yang memadai. Praktik Kerja Lapangan Industri (PKLI) menjadi salah satu pengalaman pembelajaran yang dapat membantu mahasiswa menghubungkan pengetahuan akademik dengan tuntutan pekerjaan nyata. Namun, kualitas pengalaman PKLI yang diperoleh mahasiswa dapat berbeda sehingga perlu dikaji pengaruhnya terhadap kesiapan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengalaman PKLI terhadap kesiapan kerja mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel penelitian terdiri atas 42 mahasiswa (N = 42) stambuk 2021 dan 2022 yang telah menyelesaikan PKLI. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman PKLI berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja dengan koefisien regresi sebesar 1,808, nilai t hitung 11,931 > 2,021, dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R Square sebesar 0,781 menunjukkan bahwa pengalaman PKLI memberikan kontribusi sebesar 78,1% terhadap variasi kesiapan kerja, sedangkan 21,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Dengan demikian, pengalaman PKLI berperan penting dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa.
EVALUASI HEURISTIK ERGONOMI ANTARMUKA KIOSK LAYAR SENTUH RAKSASA BERBASIS LOCAL-FIRST UNTUK PELATIHAN INDUSTRI Zahraan Dzakii Tsaqiif; Khadijah Khadijah; Amirin Amirin; Charmiyanti Nurkencana Aju; Mochamad Sanwasih; Marastika Wicaksono Aji Bawono; Nur Choiriyati
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i4.15760

Abstract

The need for industrial training media in workshop environments requires presentation tools capable of centrally displaying Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) and Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) system simulations, eliminating the reliance on presentation files scattered across multiple instructor devices. This condition underlies the need for an interactive kiosk based on a 65-86 inch Interactive Flat Panel (IFP) as a centralized digital library in the training room. Standard presentation and web interfaces commonly used are designed for small screens, thus lacking consideration for the ergonomics of user reach on giant displays. This study aims to design and evaluate a local-first interactive kiosk interface that considers users' physical reach and multimedia rendering format trade-offs. The method used is Research and Development (R&D) with a prototyping approach, followed by a descriptive qualitative evaluation through heuristic inspection based on touchscreen design standards and touch emulation testing, given the limited availability of the final panel device for direct end-user testing. The test results prove that positioning the navigation menu (Dock Menu) at the bottom of the screen significantly assists users. Combined with a minimum button size of 48x48 pixels and a scalable virtual keyboard (0.7 to 1.15 scale), this design effectively minimizes the risks of fat-finger errors and fatigue caused by excessive arm reach. Additionally, this research identified technical constraints when rendering presentation files (.pptx) on an open-source offline system. There is a trade-off: using a PDF engine maintains clean visual layouts but sacrifices animation effects. Conversely, the OOXML engine runs animations but is prone to layout degradation. The study concludes that the large-screen ergonomic design was successfully implemented; however, its operational success still requires user literacy regarding the chosen presentation format trade-offs. ABSTRAK Kebutuhan media pelatihan industri di lingkungan bengkel kerja menuntut sarana presentasi yang mampu menampilkan simulasi sistem Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) serta Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) secara terpusat dan tidak lagi bergantung pada berkas presentasi yang tersebar di berbagai perangkat instruktur. Kondisi tersebut melatarbelakangi kebutuhan kios interaktif (interactive kiosk) berbasis Interactive Flat Panel (IFP) berukuran 65-86 inci sebagai pustaka digital terpusat di ruang pelatihan. Antarmuka presentasi maupun aplikasi web standar yang lazim digunakan selama ini dirancang untuk layar berukuran kecil sehingga kurang mempertimbangkan aspek ergonomi jangkauan tangan pengguna pada layar raksasa. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi antarmuka kios interaktif berbasis arsitektur local-first yang mempertimbangkan jangkauan fisik pengguna serta kompromi format rendering multimedia. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan prototyping, dilanjutkan evaluasi kualitatif deskriptif melalui evaluasi heuristik berdasarkan standar desain layar sentuh serta pengujian emulasi sentuh (touch emulation testing), mengingat keterbatasan ketersediaan perangkat panel akhir untuk pengujian langsung kepada pengguna. Dari hasil pengujian, terbukti bahwa memosisikan menu navigasi (Dock Menu) di bagian bawah layar sangat membantu pengguna. Dipadukan dengan ukuran tombol minimal 48x48 piksel dan keyboard virtual yang ukurannya bisa diubah-ubah (skala 0,7 hingga 1,15), desain ini secara signifikan mampu menekan risiko salah pencet maupun kelelahan akibat jangkauan tangan yang terlalu jauh. Selain itu, riset ini juga menemukan adanya kendala teknis saat merender file presentasi (.pptx) pada sistem offline berbasis open-source. Terdapat sebuah trade-off: penggunaan engine PDF memang menjaga tata letak visual tetap rapi, tetapi mengorbankan efek animasi. Sebaliknya, engine OOXML mampu menjalankan animasi, tetapi rawan membuat susunan tata letak menjadi berantakan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa desain ergonomi layar besar berhasil diimplementasikan, tetapi keberhasilan operasionalnya tetap membutuhkan literasi pengguna terhadap kompromi format presentasi yang dipilih.  

Page 1 of 2 | Total Record : 13