cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 181 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBASIS MEDIA GAME KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH KEJURUAN NURUL FITRIANDARI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1369

Abstract

The competency of Online Business and Marketing skills requires students to be able to apply the basic skills to be a marketing and have the ability to practice sales. Class XII Product Arrangement Learning at SMKN 1 Kanor places more emphasis on developing student skills through practical materials, resulting in students becoming less interested in learning theoretical material which seems boring and less able to foster student creativity. In other words, the learning process experienced by students requires a creative passion rooted in students' natural curiosity and openness, namely by applying the SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) learning model to develop student learning creativity. Meanwhile, the Kahoot game media is used as a learning evaluation development to foster student interest so that it can encourage an increase in learning outcomes. This study is a Classroom Action Research (CAR) which consists of two cycles, with the research subject being 31 students of class XII BDP-1 at SMKN 1 Kanor in the odd semester of the 2021/2022 academic year. The results showed that the application of the SAVI learning model in Cycle 1 was 73.05% (good) and increased in Cycle 2 by 89.83% (very good), and the application of the Kahoot game media in Cycle 1 only reached 13 (41.94%). ) students who completed, experienced an increase in Cycle 2 as many as 28 (90.32%) students. Meanwhile, students' learning creativity showed an increase with the application of the SAVI learning model which was indicated by the novelty aspect (29.07%), flexibility aspect (35.49%), originality aspect (29.03%), elaboration aspect (35.49 %), and aspects of abstractness (38.71%). ABSTRAKKompetensi keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran menuntut siswa untuk dapat menerapkan dasar-dasar keterampilan menjadi seorang marketing dan memiliki kemampuan praktik penjualan. Pembelajaraan Penataan Produk kelas XII di SMKN 1 Kanor lebih menekankan pada pengembangan keterampilan siswa melalui materi praktik sehingga mengakibatkan siswa menjadi kurang tertarik untuk mempelajari materi teori yang terkesan membosankan dan kurang mampu menumbuhkan kreativitas siswa. Dengan kata lain, proses pembelajaran yang dialami oleh siswa membutuhkan adanya gairah kreatif yang berakar pada rasa keingintahuan dan keterbukaan alamiah siswa, yakni dengan menerapkan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intelectual) untuk mengembangkan kreativitas belajar siswa. Sedangkan, media game Kahoot digunakan sebagai pengembangan evaluasi pembelajaran untuk memupuk ketertarikan siswa sehingga mampu mendorong terjadinya peningkatan hasil belajar. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan subjek penelitian yakni siswa kelas XII BDP-1 di SMKN 1 Kanor pada semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI pada Siklus 1 sebesar 73,05% (baik) dan meningkat pada Siklus 2 sebesar 89,83% (sangat baik), serta penerapan media game Kahoot pada Siklus 1 hanya mencapai 13 (41,94%) peserta didik yang tuntas, mengalami peningkatan pada Siklus 2 sebanyak 28 (90,32%) peserta didik. Sedangkan, kreativitas belajar peserta didik menunjukkan adanya peningkatan dengan penerapan model pembelajaran SAVI yang ditunjukkan oleh aspek novelty (29,07%), aspek flexibility (35,49%), aspek originality (29,03%), aspek elaboration (35,49%), dan aspek abstractness (38,71%).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI KEUANGAN MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS XI AKL3 SMK NEGERI 1 SINJAI YUSUF YUSUF
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1403

Abstract

This research is a classroom action research conducted at UPT SMK Negeri 1 Sinjai. The formulation of the problem in this study is whether financial accounting learning outcomes can be improved through problem-based learning in class XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai. This study aims to increase insight in learning strategies, increase interest and motivation as well as the ability to solve financial accounting problems through a problem-based learning model. The subjects in this study were students of class XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai for the academic year 2020/2021 as many as 30 students. The data collection technique used is through observation sheets, student responses and tests in the form of description tests. The action is given in two cycles. Analysis of research data is carried out by means of quantitative and qualitative data analysis. The research results obtained after the application of problem-based learning are students' financial accounting learning outcomes in the first cycle in the high category with a score interval of 6.5–8.4. From the average score of students, namely 6.87, student learning completeness is 71.05%. In the second cycle, the average score of students' financial accounting learning outcomes became 7,80 which was in the high category at an interval of 6.5–8.4 with an increase in learning mastery of 92.11%. From the results of the analysis above, it can be concluded that problem-based learning can improve financial accounting learning outcomes for students of class XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan di UPT SMK Negeri 1 Sinjai. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar akuntansi keuangan dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dalam strategi pembelajaran, meningkatkan minat dan motivasi serta kemampuan menyelesaikan masalah akuntansi keuangan melalui model pembelajaran berbasis masalah. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai tahun pelajaran 2020/ 2021 asebanyak 30 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui lembar observasi, tanggapan siswa dan tes dalam bentuk tes uraian. Pemberian tindakan dilakukan dalam dua siklus. Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan cara melalui analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil-hasil penelitian yang diperoleh setelah penerapan pembelajaran berbasis masalah adalah hasil belajar akuntansi keuangan siswa pada siklus I berada pada kategori tinggi dengan interval skor 6,5–8,4. Dari skor rata-rata siswa yaitu 6,86 ketuntasan belajar siswa sebesar 71,05 %. pada siklus II skor rata-rata hasil belajar akuntansi keuangan siswa menjadi 7,80 yang berada pada kategori tinggi pada interval skor 6,5–8,4 dengan ketuntasan belajar yang meningkat sebesar 92,11 %. Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi keuangan siswa kelas XI AKL3 UPT SMK Negeri 1 Sinjai.
MEMFASILITASI PESERTA DIDIK MELALUI PETA KONSEP UNTUK MEMPERMUDAH PEMAHAMAN SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL DALAM PEMBELAJARAN PKn DI SMKN 1 CIREBON ATIEK ROHMIYATI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1437

Abstract

Preliminary observation showed that students’ comprehension toward the meaning of Pancasila during civic education learning were inadequate. This was due to fact that most of the students regard civic education as a subject that lacks emphasis on reasoning. The author decides to use applicative student centered learning strategy in the law aspect of the life of nation and state. The author decided to use concept mapping learning model to raise students’ enthusiasm toward learning process to further improve students’ academic achievement, especially in civic education (PPKn). The classroom action research studied about the use of concept mapping model which was designed to facilitate students in understanding and practicing the lesson learned in their daily life as law-abiding citizens. The research was done in class XI RPL 2 of SMKN 1 Cirebon. The research result showed that concept mapping was essential in improving the students’ and teacher’s activities toward the learning process. Among the activities improved were students’ activities in taking part in the group/class discussions, students-teacher good relationship, good relationship among students and students’ participation in the learning process. The improvement in students’ active participation throughout the learning process had resulted in an improvement of students’ learning achievement. Concept mapping method enabled better students’ understanding toward law and international justice subject of civic education. ABSTRAKBerdasarkan hasil pengalaman di lapangan, siswa dalam proses pembelajaran kurang memahami pelajaran PPKn yang berkaitan pemahaman makna Pancasila karena pelajaran PPKn dianggap sebagai pelajaran yang kurang menekankan aspek penalaran, hal ini berdampak pada tidak adanya perubahan sikap pada siswa. Strategi pembelajaran berpusat pada siswa yang bersifat aplikatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam koredor hukum. Penulis memilih model pembelajaran Peta Konsep sebagai upaya meningkatkan antusias siswa dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa, dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Penelitian Tindakan Kelas ini mengkaji penerapan model Peta Konsep yang dirancang untuk memudahkan siswa memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan sebagai warganegara yang taat hukum. Penelitian ini dilakukan di kelas XI RPL 2 SMKN 1 Cirebon Tahun ajaran 2021/ 2022. Hasil penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa penerapan Peta Konsep mampu meningkatkan peran/aktivitas siswa maupun guru dalam proses pembelajaran yaitu mengembangkan kemampuan siswa dalam mengikuti diskusi kelompok/kelas, hubungan baik siswa dengan guru, hubungan baik siswa dengan siswa lain dan mengembangkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Peningkatan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran sebagaimana disebutkan di atas diikuti dengan peningkatan prestasi belajar siswa. Peningkatan prestasi belajar melalui Peta Konsep mempermudah pemahaman system hukum dan peradilan Internasional dalam pembelajaran PPKn dibandingkan dengan temuan awal sebelum penelitian dilaksanakan.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR MATERI PROGRAM LINEAR FITRI SELLY HARYANI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1438

Abstract

Mathematics is a science that is always evolving in accordance with the demands of human needs for technology. Therefore mathematics is a subject that is taught at every level and type of education, according to the level of needs of each level and type of education. In Indonesia, mathematics is one of the main subjects at the basic education level, up to senior secondary education. This research is motivated by the low ability of students to understand mathematical concepts when learning has been done online for almost a year at home, which is now back again face to face at school with less study time than usual. This study aims to describe the results of the study showing that: (1) subjects with a high level of learning independence have excellent mathematical concept understanding abilities, because they can fulfill all indicators of concept understanding ability which consist of restating the concepts that have been given, classifying objects. based on mathematical concepts, applying concepts algorithmically, presenting concepts in various representations and linking various mathematical concepts; (2) subjects with moderate levels of learning independence have good mathematical concept understanding abilities, because they can fulfill three of the five indicators of concept understanding ability, namely classifying objects based on mathematical concepts, applying concepts in algorithms and presenting concepts in various representations; (3) subjects with low levels of learning independence have poor mathematical concept understanding abilities, because they only meet one of five indicators of concept understanding ability, namely classifying objects based on mathematical concepts. ABSTRAKMatematika merupakan ilmu yang selalu berkembang sesuai dengan tuntutan kebutuhan manusia akan teknologi. Oleh sebab itu matematika merupakan suatu mata pelajaran yang diajarkan disetiap jenjang dan jenis pendidikan, sesuai dengan tingkatan kebutuhan setiap jenjang dan jenis pendidikan. Di Indonesia, matematika merupakan salah satu mata pelajaran utama di jenjang pendidikan dasar, sampai dengan pendidikan menengah atas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik disaat belajar yang pernah dilakukan secara online hampir satu tahun di rumah yang sekarang kembali lagi tatap muka di sekolah dengan waktu belajar yag lebih sedikit dari biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) subjek dengan tingkat kemandirian belajar tinggi memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis yang sangat baik, karena dapat memenuhi semua indikator kemampuan pemahaman konsep yang terdiri dari menyatakan ulang konsep yang telah diberikan, mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika, menerapkan konsep secara algoritma, menyajikan konsep dalam berbagai representasi dan mengaitkan berbagai konsep matematika; (2) subjek dengan tingkat kemandirian belajar sedang memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis yang baik, karena dapat memenuhi tiga dari lima indikator kemampuan pemahaman konsep yaitu mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika, menerapkan konsep secara algoritma dan menyajikan konsep dalam berbagai representasi; (3) subjek dengan tingkat kemandirian belajar rendah memiliki kemampuan pemahaman konsep matematis yang kurang baik, karena hanya memenuhi satu dari lima indikator kemampuan pemahaman konsep yaitu mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan konsep matematika.
APLIKASI ZOOM MEETING PADA PEMBELAJARAN SECARA DARING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MASA PANDEMI COVID-19 ANANG TATA TAWA
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1439

Abstract

This research is a comparative description by comparing to determine the level of learning motivation of students in several online learning subjects with before using the Zoom Meeting Application and after using the Zoom Meeting Application. This research begins with: planning, implementation, observation, reflection, and conclusion. In planning, a guide for observing students' learning motivation is made with the indicators, preparing lesson plans, and teaching materials. For the implementation, online learning is carried out by comparing the behavior of students' activities in their learning activities, including in doing the tasks given. Furthermore, observations were made to obtain additional data as well as reflection later. The data obtained is then compared and analyzed between learning before using the Zoom Meeting application and learning data after using the Zoom Meeting application. From the data, it was finally concluded that the learning motivation of students in online learning will increase by using the Zoom Meeting application, this can be seen from the increase in the values ??of all subjects. Besides that, the application of the Zoom Meeting application makes it easier for teachers to convey their material and can supervise their students directly in online learning. ABSTRAKPenelitian ini bersifat deskripsi komparatif dengan membandingkan untuk mengetahui tingkat motivasi belajar peserta didik dalam beberapa mata pelajaran pembelajaran daring dengan sebelum menggunakan Aplikasi Zoom Meeting dan setelah menggunakan Aplikasi Zoom Meeting. Pada penelitian ini dimulai dengan : perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan kesimpulan. Dalam perencanaan dibuatlah pedoman observasi terhadap motivasi belajar peserta didik dengan indikator-indikatornya, menyiapkan RPP, dan bahan ajar. Untuk pelaksanaan dilakukan pembelajaran secara daring dengan membandingkan perilaku aktivitas peserta didik dalam kegiatan belajarnya, termasuk dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Selanjutnya dilakukan observasi untuk memperoleh data-data tambahan sekaligus nantinya dilakukan refleksi. Data-data yang diperoleh kemudian dikomparasi dan dianalisa antara pembelajaran sebelum menggunakan aplikasi Zoom Meeting dengan data-data pembelajaran setelah menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Dari data tersebut akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran secara daring akan meningkat dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting, hal ini bisa dilihat dari meningkatnya nilai-nilai dari semua mata pelajaran. Disamping itu juga dengan penerapan aplikasi Zoom Meeting memudahkan guru dalam menyampaikan materinya serta dapat mengawasi peserta didiknya secara langsung dalam pembelajaran daring.
BEST PRACTICE PENERAPAN BLENDED E-LEARNING BERBASIS SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMK NEGERI 1 JUWIRING ABDUL AZIS
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1453

Abstract

This best practice aims to facilitate distance learning (online), make learning more interactive and fun, encourage students to “run” (Learn fluently independently). Independent Fluency Learning (BERLARI) is carried out through several stages, namely preparation, implementation and evaluation. Learning English which was developed with the concept of "BERLARI" namely Independent Fluent Learning through blended e-learning can improve various aspects, including mastery of information technology and computers, which are very important in learning so that participants will be more active in learning material online. The implementation of learning is more effective and efficient because it is not limited by space and time. The evaluation is more effective and efficient because the results can be known more quickly in real time. ABSTRAKBest practice ini bertujuan untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh (daring), menjadikan pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan, mendorong siswa untuk “Berlari” (Belajar Lancar Mandiri). Belajar Lancar Mandiri (BERLARI) dilaksanaan melalui beberapa tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pembelajaran Bahasa Inggris yang dikembangkan dengan konsep “BERLARI” yaitu Belajar Lancar Mandiri melalui blended e-learning dapat meningkatkan berbagai aspek antar lain penguasaan teknologi informasi dan komputer sangat penting dalam pembelajaran sehingga peserta akan lebih aktif dalam mempelajari materi secara daring/online. Pelaksanaan pembelajaran lebih efektif dan efisien karena tidak terbatas ruang dan waktu. Pelaksanaan evaluasi lebih efektif dan efisien karena hasil bisa lebih cepat di ketahui secara real time.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMBUATAN BAKSO SMKN I KAIAMANA YE’ MAS’ UD
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1496

Abstract

This study aims to increase student learning activity in the material for making meatballs at SMKN I Kaiamana. This research is a classroom action research with the application of the learning model used in this case is a jigsaw cooperative learning model. It is clear that the application of the jigsaw type of cooperative learning model has succeeded in increasing the value of learning activity, it is observed that in each cycle there is an increase in the value of student activity. This is also inseparable from the seriousness and willingness of the researchers and their colleagues to become observers who assist in making careful observations and providing advice in every step of learning carried out at each meeting. The researcher hopes that there will be other studies that will be carried out by different researchers, to develop this research and make the results of this research as a reference for the development of future research. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of the jigsaw type cooperative learning model can increase the activeness of the learning process in the APHPi major in class XI SMK Negeri 1 Kaimana in the 2022/2023 academic year. This can be proven by increasing the value of student learning activity from cycle I with an average value classically of 52.5% to cycle II with an active value of 80% or an increase of 27.5% with the achievement of increasing the value of activeness by 75 % on each indicator observed during learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi pembuatan bakso SMKN I Kaiamana. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan penerapan model pembelajaran yang digunakan dalam hal ini adalah model pembelajaran koopratip tipe jigsaw. Tampak jelas penerapan model pembelajaran koopratif tipe jigsaw berhasil menaikkan nilai keaktifan pembelajaran, ini di amati bahwa pada setiap siklusnya terjadi peningkatan nilai keaktifan siswa. Hal ini juga tidak terlepas dari kesungguhan dan kemauan yang cukup besar dari peneliti serta teman sejawat sekali menjadi observer yang membantu dalam melakukan pengamatan secara teliti dan memberikan saran dalam setiap langkah pembelajaran yang dilakukan pada setiap pertemuan. Peneliti berharap akan ada penelitain yang lain yang akan di lakukan oleh peneliti yang berbeda, untuk melakukan pengembangan peneltian ini dan mejadikan hasil peneltian ini sebagai acuan bagi pengembangan penelitian berikutnya. Berdasarkan hasil dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan keaktifan proses pembelajaran pada jurusan APHPi kelas XI SMK Negeri 1 Kaimana Tahun Ajaran 2022/2023. Hal ini dapat di buktikan dengan peningkatan nilai keaktifan belajar siswa dari siklus I dengan nilai rata-rata secara klasikal sebesar 52,5% ke siklus II dengan nilai keaktifan sebesar 80% atau mengalami peningkatan sebesar 27,5% dengan ketercapaian peningkatan nialai keaktifan sebesar 75% pada setiap indikator yang di amati pada saat pembelajaran
PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMK DIPONEGORO BANYUPUTIH DIAN LUTFIANA
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i4.1752

Abstract

Based on the Pancasila student profile, the independent curriculum prioritizes student learning outcomes. This study aims to describe the management of learning mathematics in an autonomous curriculum, including (1) planning for learning mathematics and (2) implementing the planning. (3) Monitor and assess students' mathematics learning outcomes. There is qualitative research in this study. information was collected through observation, interviews, documentation, and literature analysis. Data reduction techniques, data visualization, and drawing conclusions were used to analyze the data. (1) Based on the educational unit operational curriculum (KOSP) that has been implemented, the research results are used to make a schedule for learning mathematics at SMK Diponegoro Banyuputih. Mathematics teaching plans are made according to the characteristics of the educational environment and can accommodate the demands of students. (2) The implementation of mathematics learning at Diponegoro Banyuputih Vocational School uses various learning strategies to overcome difficulties according to the abilities or capacities of students. In the curriculum for independent learning, students are given the freedom (independence) to express themselves according to their expertise. (3) Evaluation of teacher mathematics learning follows the principles of assessment for independent learning age, namely authentic evaluation based on evaluation for evaluation purposes, evaluation for evaluation purposes, and evaluation for evaluation. ABSTRAKBerdasarkan profil siswa Pancasila, kurikulum merdeka mengutamakan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran matematika dalam kurikulum otonom, meliputi (1) perencanaan pembelajaran matematika dan (2) pelaksanaan perencanaan tersebut. (3) Memantau dan menilai hasil belajar matematika siswa. Ada penelitian kualitatif dalam penelitian ini. informasi dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis kepustakaan. Teknik reduksi data, visualisasi data, dan penarikan kesimpulan digunakan untuk menganalisis data. (1) Berdasarkan kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP) yang telah dilaksanakan, hasil penelitian digunakan untuk membuat jadwal pembelajaran matematika di SMK Diponegoro Banyuputih . Rencana pengajaran matematika dibuat sesuai dengan ciri-ciri lingkungan pendidikan dan dapat mengakomodasi tuntutan siswa. (2) Pelaksanaan pembelajaran matematika di SMK Diponegoro Banyuputih menggunakan berbagai strategi pembelajaran untuk mengatasi kesulitan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas siswa. Dalam kurikulum untuk belajar mandiri, siswa diberikan kebebasan (kemandirian) untuk mengekspresikan diri sesuai dengan keahliannya. (3) Evaluasi pembelajaran matematika guru mengikuti prinsip penilaian untuk usia belajar mandiri, yaitu evaluasi autentik berdasarkan evaluasi untuk kepentingan evaluasi, evaluasi untuk kepentingan evaluasi, dan evaluasi untuk evaluasi.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DI SMK NEGERI 1 GOMBONG WIWIT SUGIARSIH
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i4.1754

Abstract

The specific purpose of this study was to describe the increase in learning outcomes in the realm of knowledge and skill domains of atomic structure and periodic system competency standards as well as chemical bond competency standards in chemistry subjects using the Project Based Learning (PBL) learning model for class X TSMB SMK Negeri 1 Gombong Semester 1 Academic Year 2019/2020. The research was conducted in class X TSMB SMK Negeri 1 Gombong Semester 1 Academic Year 2019/2020 with a total of 36 students consisting of 25 male students and 11 female students. This research was carried out in the initial conditions of low student learning outcomes which were characterized by not meeting the Minimum Completeness Criteria (KKM) learning, namely 71. The learning method used in this study was a class action research method with the Project Based Learning (PBL) learning model. The research lasted for two cycles. Each cycle consists of planning, implementing, observing, and reflecting. Each cycle consists of 3 meetings and 1 post test. Each meeting lasts 2 x 45 minutes. The results of the study show that the use of the Project Based Learning (PBL) learning model can improve learning outcomes in chemistry subject in the realm of knowledge of class X TSMB SMK Negeri 1 Gombong semester 1 of the 2019/2020 academic year by obtaining an average pre-cycle student learning result of 58.89 then increased in cycle I to 69.72 and increased in cycle II to 73.33. The average student learning outcomes in the pre-cycle skills domain was 68.83 then increased in cycle I to 71.39 and increased in cycle II to 80.00. ABSTRAKTujuan khusus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pada ranah pengetahuan dan ranah keterampilan standar kompetensi struktur atom dan sistem periodik serta standar kompetensi ikatan kimia pada mata pelajaran kimia menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) siswa kelas X TSMB SMK Negeri 1 Gombong Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian dilakukan di kelas X TSMB SMK Negeri 1 Gombong Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa sebanyak 36 siswa yang terdiri atas 25 siswa laki – laki dan 11 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan pada kondisi awal rendahnya hasil belajar siswa yang ditandai dengan tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) belajar yaitu 71. Metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas dengan model pembelajaran Project Based Learning (PBL). Penelitian berlangsung selama dua siklus. Tiap siklus terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tiap siklus terdiri atas 3 kali pertemuan dan 1 kali post test. Setiap pertemuan berlangsung 2 x 45 menit. Hasil penelitian menujukkan penggunaan model pembelajaran Project Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran kimia ranah pengetahuan siswa kelas X TSMB SMK Negeri 1 Gombong semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 dengan diperolehnya rata – rata hasil belajar siswa prasiklus adalah 58,89 kemudian meningkat pada siklus I menjadi 69,72 dan meningkat pada siklus II menjadi 73,33. Rata – rata hasil belajar siswa ranah keterampilan prasiklus adalah 68,83 kemudian meningkat pada siklus I menjadi 71,39 dan meningkat pada siklus II menjadi 80,00.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR OTOMOTIF SISWA KELAS X TKRO 1 DI SMK NEGERI 1 KANOR ARY TEGUH FEBRIYANTO
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v2i3.1865

Abstract

This research is a descriptive research carried out through class action research (Classroom Action Research). The research subjects were students of class X TKRO 1 in the subject of Automotive Fundamentals, material for tools and equipment in the workplace at SMK Negeri 1 Kanor, Bojonegoro Regency. In Cycle I there were 21 students or 58.33% whose study test results were in the Not Passed category, and there were 15 students or 41.67% who were in the Pass category. The average value in Cycle I is 74.31. Based on the learning outcomes of the students in class X TKRO 1, it can be concluded that the first cycle is included in the "Not Graduated" category. Whereas in Cycle II there were 10 students or 27.77% whose study test results were in the Not Passed category, and there were 26 students or 72.23% who were in the Pass category. Based on the learning outcomes of the students in class X TKRO 1, it can be concluded that the first cycle is included in the "Not Graduated" category. The average value in Cycle II is 79.64. So that in Cycle II it was included in the "Passed" category, due to the results of the learning tests in Cycle I there were 41.67% Pass students who experienced an increase in Cycle II of 72.23% and the average class value was included in the KKM that had been determined. The application of the problem-based learning model to the Automotive Basics subject experienced a significant increase of 30.56%. This is indicated by an increase in student learning outcomes in Cycle II. In Cycle I there were 41.67% of students who passed, while in Cycle II there were 72.23% of students who passed. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilaksanakan melalui penelitian tindakan kelas (Clasroom Action Research). Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKRO 1 pada mata pelajaran Dasar-dasar Otomotif materi peralatan dan perlengkapan ditempat kerja SMK Negeri 1 Kanor Kabupaten Bojonegoro. Pada Siklus I terdapat 21 siswa atau 58,33% yang hasil tes belajarnya masuk kategori Belum Lulus, dan ada 15 siswa atau 41,67% yang masuk kategori Lulus. Rata-rata nilai pada Siklus I yaitu sebesar 74,31. Berdasarkan hasil belajar siswa kelas X TKRO 1 tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pada siklus I termasuk kategori ”Belum Lulus”. Sedangkan pada Siklus II terdapat 10 siswa atau 27,77% yang hasil tes belajarnya masuk kategori Belum Lulus, dan ada 26 siswa atau 72,23% yang masuk kategori Lulus. Berdasarkan hasil belajar siswa kelas X TKRO 1 tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pada siklus I termasuk kategori ”Belum Lulus”. Rata-rata nilai pada Siklus II yaitu 79,64. Sehingga pada Siklus II termasuk dalam kategori “Lulus”, dikarenakan hasil tes belajar pada Siklus I terdapat siswa Lulus sebesar 41,67% mengalami peningkatan pada Siklus II sebesar 72,23% dan rata-rata nilai kelas termasuk dalam KKM yang telah ditentukan. Penerapan model pembelajaran problem based learning pada mata pelajaran Dasar-dasar Otomotif mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 30,56%. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada Siklus II. Pada Siklus I terdapat siswa yang lulus sebesar 41,67%, sedangkan pada Siklus II terdapat 72,23% siswa yang lulus.

Page 8 of 19 | Total Record : 181