cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 167 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) SECARA ONLINE DENGAN EDMODO UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMK NEGERI PRINGSURAT NUNIK LESTARI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i2.2215

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of learning using the CTL approach online with Edmodo on increasing motivation and learning outcomes in Physics on the concept of static fluids. This research includes classroom action research, the population of this research is class X students majoring in Computer and Network Engineering at Pringsurat Temanggung Vocational School in the 2020/2021 academic year. Learning outcome data were obtained from posttest scores, while motivational data were collected by questionnaire. To find out the initial ability of students is done by pretest test. The results of the study showed that the implementation of the online CTL approach with Edmodo in cycle I was 83.13% and in cycle II was 90.00% with an increase of 6.87%. Motivation to learn in the first cycle is 50.45 and in the second cycle is 71.12 with an increase of 20.67. Students' understanding of concepts in the cognitive aspect obtained an average score before the action, namely 74.64, in cycle I, namely 75.45 with an increase of 0.81, and in cycle II, namely 81.97 with an increase of 6.25. Student learning outcomes in the psychomotor aspect obtained an average score in cycle I, namely 67.71 and in cycle II, namely 85.38 with an increase of 17.67. Student learning outcomes in the affective aspect obtained an average score in cycle I, namely 77.04 and in cycle II, namely 85.23 with an increase of 8.19. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran menggunakan pendekatan CTL secara online dengan Edmodo terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar Fisika pada konsep Fluida statis. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas, populasi penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri Pringsurat Temanggung Tahun pelajaran 2020/2021. Data hasil belajar diperoleh dari nilai posttest, sedangkan data motivasi dikumpulkan dengan angket. Untuk mengetahui kemampuan awal siswa dilakukan dengan uji pretest. Hasil penelitian adalah keterlaksanaan pendekatan CTL secara online dengan Edmodo pada siklus I yaitu 83,13% dan pada siklus II yaitu 90,00% dengan peningkatan sebesar 6,87%. Motivasi belajar pada siklus I yaitu 50,45 dan pada siklus II yaitu 71,12 dengan peningkatan sebesar 20,67. Pemahaman konsep siswa pada aspek kognitif diperoleh rata-rata nilai sebelum tindakan yaitu 74,64, pada siklus I yaitu 75,45 dengan peningkatan sebesar 0,81, dan pada siklus II yaitu 81,97 dengan peningkatan sebesar 6,25. Hasil belajar siswa pada aspek psikomotor diperoleh rata-rata nilai pada siklus I yaitu 67,71 dan pada siklus II yaitu 85,38 dengan peningkatan sebesar 17,67. Hasil belajar siswa pada aspek afektif diperoleh rata-rata nilai pada siklus I yaitu 77,04 dan pada siklus II yaitu 85,23 dengan peningkatan sebesar 8,19.
MENINGKATNYA HASIL PEMEBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING TYPE “THINK PAIR SHARE” SUPARI SUPARI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i2.2216

Abstract

This research aims to improve the learning outcomes of entrepreneurship in class XI Creative Metal Craft and Jewelry at SMK Negeri 12 Surabaya. The research utilized a classroom action research with the research subjects being 35 students of class XI Creative Metal Craft and Jewelry at SMK Negeri 12 Surabaya, second semester of the academic year 2021/2022. The instruments used in this research were observation sheets and test instruments. The data analysis technique employed both qualitative and quantitative descriptive analysis.The research findings indicate that the implementation of the Cooperative Type Think Pair Share learning model on the topic of Managing Small Businesses in the Creative Entrepreneurship subject can increase the average score from 70.54 to 79.15. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran kewirausahaan di kelas XI Kriya Kreatif Logam Dan Perhiasan SMK Negeri 12 Surabaya. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas XI Kriya Kreatif Logam Dan Perhiasan SMK Negeri 12 Surabaya semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 35 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan instrumen tes. Teknis analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Type Yhink Pair Share pada materi Mengelola usaha kecil mata pelajaran Produk Kreatif Kewirausahaan dapat meningkatkan skor rata-rata dari 70,54 menjadi 79,15.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DALAM BAHASA INGGRIS MELALUI TEKNIK THREE STEPS INTERVIEW DI KELAS X SMK NEGERI 4 TANAH GROGOT WERDAMURTI WERDAMURTI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i2.2247

Abstract

This study aims to find out how the Three Steps Interview technique improves students' speaking skills. The subjects of this study were 36 students of class X Perhotelan at SMKN 4 Tanah Grogot. The research method used is action research. This research was conducted in six meetings for two cycles. The first and second cycles were each carried out in two meetings. One meeting for the pre-test and the last meeting for the post-test. The tools used in this study were speaking tests, observation checklists, observation lists, and questionnaires. The results showed that the students' responses in learning to speak were very good. They enjoy activities using the Three Steps Interview Technique in class by discussing, sharing, and working well together. Student improvement is evidenced by their improved test results from pre-test to post-test. In the pre-test, most of the students' final scores were below 50. In the first cycle test, many students' final scores were still less than 60. But in the second cycle test, the average student showed a better score, namely, 60.81 . Then, the post test data shows that almost all students have scored more than 70. Based on the results above, the Three Steps Interview Technique can be used as a an alternative teaching technique to improve students' speaking ability. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana teknik Three Steps Interview meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Subjek dari penelitian ini merupakan 36 siswa kelas X Perhotelan di SMKN 4 Tanah Grogot. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan. Penelitian ini dilakukan sebanyak enam kali pertemuan untuk dua siklus. Siklus pertama dan kedua masing-masing dilakukan dalam dua kali pertemuan. Satu kali pertemuan untuk pre-test dan pertemuan terakhir untuk post-test. Sarana yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berbicara, checklist pengamatan, daftar pengamatan, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan siswa dalam pembelajaran berbicara sangat bagus. Mereka menikmati kegiatan menggunakan Teknik Three Steps Interview di kelas dengan berdiskusi, saling berbagi, dan bekerja sama dengan baik.  Peningkatan siswa dibuktikan dengan hasil tes mereka yang meningkat dari pre-test sampai post-test. Dalam pre-test, sebagian besar nilai akhir siswa di bawah 50. Dalam tes siklus satu pun, nilai akhir siswa masih banyak yang kurang dari 60. Tetapi pada tes siklus dua, rata-rata siswa menunjukkan nilai yang lebih baik yaitu, 60,81. Kemudian, data post test menunjukkan bahwa hampir semua siswa telah mendapat skor lebih dari 70. Berdasarkan hasil di atas, Teknik Three Steps Interview dapat digunakan sebagai sebuah teknik pengajaran alternatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
KORELASI PENERIMAAN DIRI DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA KRISTEN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SARASWATI SUKOHARJO DEFFINA FIMALA PUTRI; SRI WENING
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i2.2248

Abstract

This study aims to test the hypothesis which says that there is a significant correlation between self-acceptance and self-confidence in Christian students at Saraswati Vocational School, Sukoharjo. In this case, the focus of the research study subject is the level of self-acceptance of Christian students at Saraswati Sukoharjo Vocational School, while the object of study is the self-confidence of Christian Saraswati Sukoharjo Vocational students. This study uses a quantitative descriptive research method. Respondents studied were thirty students who were Christians at Saraswati Sukoharjo Vocational School. The results of this research analysis show that self-acceptance has a high correlation with self-confidence in Christian students at Saraswati Sukoharjo Vocational School. This can be seen from the correlation between the independent variables and the dependent variable which is 0.671, said to be at a high level because it is at a value of 0.600 – 0.800. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis yang berbunyi bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara penerimaan diri dan kepercayaan diri pada siswa Kristen di SMK Saraswati Sukoharjo. Dalam hal ini, yang menjadi fokus subjek kajian penelitian adalah bagaimana tingkat penerimaan diri pada siswa Kristen di SMK Saraswati Sukoharjo, sedangkan objek kajiannya adalah kepercayaan diri siswa Kristen SMK Saraswati Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Responden yang diteliti sebanyak tiga puluh siswa yang beragama Kristen di SMK Saraswati Sukoharjo. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan diri memiliki korelasi yang tinggi terhadap kepercayaan diri pada siswa Kristen di SMK Saraswati Sukoharjo. Hal itu dapat dilihat dari korelasi antar variabel bebas dan variabel terikat yang besarnya adalah 0,671, dikatakan dalam tingkat tinggi karena berada pada nilai 0,600 – 0,800.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEKNIK PENGELASAN OKSI ASETELIN SAMBUNGAN TUMPUL MELALUI METODE TUTORIAL PADA SISWA KELAS XIMD SMK NEGERI 1 MAGELANG SUMARYONO SUMARYONO
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i2.2249

Abstract

This study aims to increase the activity and learning outcomes of students in the welding technique of oxy-acetylene blunt joints through the tutorial method for class XIMD SMK Negeri 1 Magelang. This research is a classroom action research where the method used is the tutorial method. The subjects in this study were students of class XIMD in the welding engineering expertise program at SMK Negeri 1 Magelang in the third semester of the 2019/2020 academic year, a total of 30 students. Data collection techniques use observation and written tests.? Based on the results of the research described above, the following conclusions can be put forward: the use of the tutorial method in the practice of oxy-acetylene welding, the basic competence of blunt joints, was able to increase the learning activities of XIMD class students at SMK Negeri 1 Magelang in the third semester of the 2019/2020 academic year from an initial condition of 67% to 76.75% in cycle 1 and to 83.10% in cycle 2. These scores indicate that the average condition of student activity increased from the less active category to high activity. The use of the tutorial method in the practice of oxyacetylene welding in the basic competency of blunt joints was able to improve the learning outcomes of class XIMD students at SMK Negeri 1 Magelang in the third semester of the 2019/2020 academic year from the initial condition the average value was 67.47 to 78.30 in cycle 1 and to 82.20 in cycle 2. The increase was 14.73%. While the lowest value increased from 58 in the initial condition to 74 in the final condition or increased by 16% and the highest value increased from 80 to 90 or increased by 10%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada teknik pengelasan oksi asetelin sambungan tumpul melalui metode tutorial kelas XIMD SMK Negeri 1 Magelang. Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas yang mana metode yang di gunakan adalah metode tutorial. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIMD program keahlian teknik pengelasan di SMK Negeri 1 Magelang semester tiga tahun pelajaran 2019/2020, sejumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan uji praktik mandiri. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan diatas dapat dikemukakan simpulan sebagai berikut penggunaan metode tutorial pada praktik pengelasan oksi asetilin kompetensi dasar sambungan tumpul ternyata mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XIMD di SMK Negeri 1 Magelang semester tiga tahun pelajaran 2019/2020 dari kondisi awal sebesar 67% menjadi 76,75% pada siklus 1 dan menjadi 83,10% pada siklus 2. Skor tersebut menunjukan bahwa kondisi rata-rata aktivitas siswa meningkat dari katagori kurang beraktivitas menjadi aktivitas tinggi. Penggunaan metode tutorial pada praktik pengelasan oksi asetilin kompetensi dasar sambungan tumpul ternyata mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas XIMD di SMK Negeri 1 Magelang semester tiga tahun pelajaran 2019/2020 dari kondisi awal nilai rata-ratanya 67,47 menjadi 78,30 pada siklus 1 dan menjadi 82,20 pada siklus 2. Peningkatan tersebut sebesar 14,73%. Sedangkan nilai terendah meningkat dari 58 pada kondisi awal menjadi 74 pada kondisi akhir atau meningkat 16% dan nilai tertinggi meningkat dari 80 menjadi 90 atau meningkat sebesar 10%.
ANALISIS BIBLIOMETRIK TENTANG SKILL PADA PENDIDIKAN KEJURUAN SEPTIAN RAHMAN HAKIM; EKOHARIADI EKOHARIADI; SUPARJI SUPARJI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i3.2353

Abstract

This study aims to determine the role, trends, and development of skills in vocational learning. The research method used is bibliometric method using VOSviewer tool. VOS viewer is used to analyze the distribution of documents each year in various countries, institutions, journals, authors, and the relationship between keywords that appear. The findings show that the Journal of Physics Conference Series is the journal that publishes the most publications related to vocational education skills in Indonesia. Research implications for researchers and policy makers (1) Research and development needs to be carried out in depth related to the growing trend of vocational education student skills. (2) Cooperation and collaboration between schools and universities to increase publications. (3) The need for continuous research to follow emerging trends. (4) The results of the research can be a reference for policy makers in making rules. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran, tren, dan perkembangan skill dalam pembelajaran kejuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode bibliometrik dengan menggunakan alat bantu VOSviewer. VOS viewer digunakan untuk menganalisis sebaran dokumen setiap tahunnya di berbagai negara, institusi, jurnal, penulis, dan hubungan antar kata kunci yang muncul. Hasil temuan menunjukkan bahwa Journal of Physics Confrence Series menjadi Jurnal yang paling menerbitkan publikasi terkait skill pendidikan kejuruan di Indonesia. Implikasi penelitian bagi peneliti dan pengambil kebijakan (1) Penelitian dan pengembangan perlu dilakukan secara mendalam terkait tren skill pendidikan kejuruan yang sedang berkembang. (2) Kerjasama dan Kolaborasi antar sekolah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan publikasi. (3) Perlunya penelitian yang berkesinambungan untuk mengikuti tren yang sedang berkembang. (4) Hasil dari penelitian bisa menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dalam membuat aturan.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI ATPH SMKN SPP TASIKMALAYA PADA MATA PELAJARAN PEMBIBITAN DAN KULTUR JARINGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING EMMA RACHMAWATI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i3.2403

Abstract

This study aims to increase the activity and learning outcomes of students in class XI ATPH SMKN SPP Tasikmalaya in nursery and tissue culture subjects using discovery learning models. The subjects of this study were 22 students of class XI ATPH at SMKN SPP Tasikmalaya. in this study carried out the discovery learning learning model. The tools that will be used to collect data are Observation Sheets and Tests. Observations are made to observe students from a teaching material delivered. Based on the results of observations made in the initial conditions of student activities. Pre-action learning outcomes. In each cycle I activity there were 22 people using the Discovery Learning learning model showing that the affective aspect of the whole class percentage was 77.05% and the psychomotor aspect of the class percentage was 60.00%. cycle II Based on data on the learning outcomes of cycle I using the Discovery Learning learning model it shows that the affective aspect of the whole class percentage is 86.36% and the psychomotor aspect of the class percentage is 85.45%. The average value of pre-action students was 44.5, an increase of 1.68 points from the average initial data of 63.8 in cycle 1. In the pre-research conditions, 11 students completed and 11 students completed in cycle I. as many as 11 students. Meanwhile, in cycle 2, there were 21 students who completed the KKM standard or had exceeded the KKM standard which was set at 65%. In this cycle, it can be seen that students have made good observations of classification, drying, stripping, and observing flowers. Has been able to work together with group members in carrying out morphological classification of seeds and fruit flowers planted in polybags. The learning atmosphere looks more lively, full of productivity, and cohesiveness ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas XI ATPH SMKN SPP Tasikmalaya pada mata pelajaran pembibitan dan kultur jaringan menggunakan model pembelajaran discovery learning. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI ATPH SMKN SPP Tasikmalaya yang berjumlah 22 orang. dalam penelitian ini dilaksanakan  Model Pembelajaran discovery learaning. Alat yang akan digunakan untuk mengumpulkan data adalah Lembar Observasi dan Tes. Observasi dilakukan untuk mengamati peserta didik dari suatu materi ajar yang disampaikan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada  kondisi awal Aktivitas siswa  Hasil Belajar Pra Tindakan  ketuntasan hasil belajar klasikal masih jauh di  yaitu hanya 3 orang siswa atau 13,65%. Pada setiap kegiatan siklus I terdapat 22 orang  dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning menunjukkan bahwa aspek afektif persentase keseluruhan kelas sebesar 77,05% dan aspek psikomotorik persentase kelas sebesar 60,00 %. siklus II  Berdasarkan data hasil belajar siklus I dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning   menunjukkan bahwa aspek afektif persentase keseluruhan kelas sebesar 86,36% dan aspek psikomotorik persentase kelas sebesar 85,45%. Nilai rata-rata peserta didik pra Tindakan 44,5 naik 1,68 poin dari rata-rata data awal sebesar 63,8 pada siklus 1. Pada kondisi pra penelitian peserta didik yang tuntas sebanyak 11 peserta didik dan peserta didik yang tuntas pada siklus  I  sebanyak  11 peserta didik.  Sedangkan pada siklus 2 ini peserta didik yang tuntas adalah 21 peserta didik atau telah melampui standar KKM yang ditetapkan sebesar 65 %. Pada siklus ini terlihat siswa telah dengan baik melakukan pengamatan klasifikasi, penjemuran, pengupasan, hingga pengamatan terhadap buah bunga. Telah dapat bekerjasama dengan anggota kelompoknya dalam melakukan klasifikasi morofologi biji dan bunga buah hasil penanaman di polibag. Suasana belajar tampak lebih hidup, penuh produktivitas, dan kekompakan
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA SMKN 1 DEWANTARA DALAM PEMBELAJARAN PAI DENGAN MODEL KOOPERATIF JIGSAW SAID MARZUKI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i3.2404

Abstract

This study aims to determine the increase in student activity in PAI learning through the jigsaw cooperative model for students of SMK Negeri 1 Dewantara. The method used in this research is a class action research method (CAR). Data collection techniques through interviews, observation, tests, documentation and data were analyzed descriptively. This research was conducted in 3 cycles, namely pre-cycle, cycle I and cycle II. The research subjects were 30 class XII OP students at SMKN 1 Dewantara for the 2020/2021 academic year. The results of research using the cooperative jigsaw model were able to increase student learning activities. This can be seen by researchers from several things as follows; Students can take part in the learning process more enthusiastically and enthusiastically, the emergence of students' courage in conveying ideas or thoughts, growing students' self-confidence in expressing their opinions, increasing students' sense of responsibility in participating in learning, very few students roaming around and disturbing friends. If it is calculated that students' activeness in cycle I was only 42.78% active, in cycle II student activity increased to 74.45%. Means an increase of 31.67%. Thus it means that the Jigsaw cooperative learning model is very suitable to be applied in the learning process of Islamic Religious Education at SMK Negeri 1 Dewantara, North Aceh Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran PAI melalui model kooperatif jigsaw untuk siswa SMK Negeri 1 Dewantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, tes, dokumentasi dan data dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan dalam 3 siklus yaitu prasiklus, siklus I dan siklus II. Subjek penelitian adalah 30 orang siswa kelas XII OP SMKN 1 Dewantara tahun pelajaran 2020/2021. Hasil penelitian dengan menggunakan model kooperatif jigsaw ternyata dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Ini dapat peneliti lihat dari beberapa hal sebagai berikut; Siswa dapat mengikuti proses pembelajaran lebih bergairah dan bersemangat, Timbulnya keberanian siswa dalam menyampaikan ide atau pikiran, Tumbuhnya rasa percaya diri siswa dalam mengemukakan pendapatnya, Meningkatnya rasa tanggungjawab siswa dalam mengikuti pembelajaran, Sangat kurang sekali siswa yang berkeliaran dan maupun mengganggu teman. Jika di kalkulasikan keaktifan siswa pada siklus I hanya 42,78 % saja yang aktif, pada siklus II aktivitas siswa meningkat menjadi 74,45 %. Berarti terjadi peningkatan 31,67 %. Dengan demikian berarti model pembelajaran kooparatif Jigsaw sangat cocok diterapkan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Dewantara Kabupaten Aceh Utara.
UPAYA MENGURANGI DAMPAK NEGATIF GADGET PADA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL DI KELAS XI DKV2 SMK NEGERI 1 JUWIRING ERNA KURNIAWATI
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i3.2405

Abstract

The purpose of this research is to reduce the negative impact of gadgets on teaching and learning activities through classical tutoring services. Classical guidance services are information and orientation programs that benefit students face to face and are scheduled between the Guidance and Counseling (BK) teacher and all students in the class. Students are given classical guidance services by the counseling teacher with the hope that they can find out an overview of the negative effects of gadgets, so that students are better able to manage their time and are even wiser in using gadgets properly. The research subjects were 35 students of class XI DKV2 SMKN 1 Juwiring. The research method used is a qualitative method with the aim of finding out whether the implementation of classical tutoring services can reduce the negative impact of gadgets during teaching and learning activities. From the results of the study, data was obtained that by using classical tutoring services, the negative impact of gadgets on teaching and learning activities was reduced. This is shown by data which states that most students give positive statements, namely students understand the negative impact of gadgets during teaching and learning activities. The data is shown in the response explaining the percentage of 100% (35 students), the percentage of 97.14% (34 students), the percentage of 94.29% (33 students), the percentage of 91.43% (32 students). So it can be concluded, if classical tutoring services are very effective in reducing the negative impact of gadgets on teaching and learning activities. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi dampak negatif gadget pada kegiatan belajar mengajar melalui layanan bimbigan klasikal. Layanan bimbingan klasikal merupakan program pemberian informasi dan orientasi yang bermanfaat bagi siswa secara tatap muka dan terjadwal antara guru Bimbingan dan Konseling (BK) dengan seluruh siswa di kelas. Siswa diberikan layanan bimbigan klasikal oleh guru BK dengan harapan agar dapat mengetahui gambaran tentang dampak negatif gadget, sehingga siswa lebih bisa mengatur waktu dan lebih bijak lagi dalam menggunakan gadget dengan baik. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI DKV2 SMKN 1 Juwiring yang berjumlah 35 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui apakah pelaksanaan layanan bimbigan klasikal dapat mengurangi dampak negatif gadget pada saat kegiatan belajar mengajar. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa dengan menggunakan layanan bimbigan klasikal, dampak negatif gadget pada kegiatan belajar mengajar berkurang. Hal ini ditunjukkan dengan data yang menyatakan bahwa sebagian besar siswa memberikan pernyataan positif yaitu siswa memahami dampak negatif gadget saat KBM berlangsung. Data tersebut ditunjukkan pada respon yang menjelaskan prosentase sebesar 100% (35 siswa), prosentase sebesar 97,14% (34 siswa), prosentase sebesar 94,29% (33 siswa), prosentase sebesar 91,43% (32 siswa). Sehingga dapat disimpulkan, jika layanan bimbigan klasikal sangatlah efektif untuk mengurangi dampak negatif gadget pada kegiatan belajar mengajar.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASE LEARNING DALAM MENGANALISIS LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA PADA SISWA SMKN 1 SURABAYA NUR AINIYAH
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v3i3.2406

Abstract

Teaching and learning activities are one unit of two unidirectional activities. Learning activities are primary activities, while teaching is a secondary activity intended for optimal learning activities to occur. A conducive and enjoyable learning condition is expected to be able to make students learn, because indirectly students will be motivated to be active in teaching and learning activities in class. In reality the teacher as a class facilitator is still not able to maximize learning activities, this can be seen from the presence of students who are less active in learning and student scores are still below the KKM (Minimum Completeness Criteria). Starting from this condition, the teacher conducts classroom action research by applying the Problem Base Learning Model in Analyzing Simple Financial Statements for Class XII OTKP 3 SMKN 1 Surabaya so that learning outcomes achieve KKM (Minimum Completeness Criteria) scores. The various instruments used in this study included learning achievement test sheets consisting of and in the form of student respondent questionnaires, pre-tests and post-tests, observation sheets, interview sheets, student response questionnaires, and also student worksheets. After conducting classroom action research there was a significant increase. From the results of the Pre-Cycle with learning completeness only 42%, the results obtained from Cycle I were 80% and Cycle II were 100%. ABSTRAKKegiatan belajar mengajar merupakan satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Kegiatan belajar adalah kegiatan primer, sedangkan mengajar merupakan kegiatan sekunder yang dimaksudkan untuk dapat terjadi kegiatan belajar yang optimal. Suatu kondisi pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan diharapkan mampu membuat siswa belajar, karena secara tidak langsung siswa akan termotivasi untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Dalam kenyataannya guru sebagai fasilitator dikelas masih belum bisa memmaksimalkan kegiatan belajar, hal ini terlihat dari adanya siswa yang kurang aktih dalam pembelajaran dan nilai siswa masih banyak dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Bertolak dari kondisi ini guru yang mengadakan penelitian tindakan kelas dengan Penenerapan Model Problem Base Learning Dalam Menganalisis Laporan Keuangan Sederhana Pada Siswa Kelas XII OTKP 3 SMKN 1 Surabaya agar hasil belajar mencapai nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Berbagai instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain lembar tes hasil belajar yang terdiri dari dan berupa angket responden siswa, pre tes dan post tes, lembar observasi, lembar wawancara, angket respon siswa, dan juga lembar kerja siswa. Setelah diadakan penelitian tindakan kelas ada peningkatan yang signifikan. Dari hasil Pra Siklus dengan ketuntasan belajar hanya 42 %, diperoleh hasil Siklus I sebesar 80% dan siklus II sebesar 100%.

Page 10 of 17 | Total Record : 167