cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 502 Documents
EFL TEACHER’S AUDIO FEEDBACK IN IMPROVING ENGLISH WRITING SKILLS: SECONDARY STUDENTS’ PERCEPTION AND MOTIVATION Doni Mulia Putra; Uun Muhaji; Ayu Liskinasih
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14193

Abstract

Teacher feedback plays an important role in supporting students' learning, yet both direct and indirect feedback have limitations in helping students understand and apply feedback during revision. In English as a Foreign Language (EFL) classroom, these challenges are associated with unclarity and incomplete feedback delivery. Audio feedback has been proposed as a complementary strategy to address these issues. Although widely investigated, previous studies have mainly focused on tertiary students, while evidence from Indonesian secondary schools remains limited. Therefore, this study examined Indonesian junior secondary EFL students' perceptions of audio feedback in English writing classes in terms of clarity, usefulness, and motivation. This qualitative case study involved six participants to capture the natural process of feedback, including five eighth-grade students as the focus area and one English teacher to provide the instructional viewpoints. Data were collected through reflection journals, writing assignments, teacher audio recordings, and semi-structured interviews. The findings revealed that students perceived audio feedback as insufficient to support feedback clarity due to language inaccessibility and employed a more effective feedback strategy based on students’ linguistic readiness rather than audio form delivery. English proficiency also influenced students’ ability to interpret and apply the feedback to produce useful knowledge. Furthermore, motivation to revise writing was shaped more by students' perceived competence and emotional responses than by the audio delivery mode itself. This study concludes that audio feedback will be more effective when the teacher utilizes accessible language, adjusts to students' proficiency levels, and provides emotionally supportive setting so that students can produce useful knowledge in improving English writing skills. ABSTRAK Umpan balik guru berperan penting dalam mendukung perkembangan belajar siswa, tetapi metode langsung maupun tidak langsung masih memiliki keterbatasan dalam membantu siswa memahami dan menerapkan umpan balik pada proses revisi. Dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language/EFL), kendala tersebut dipengaruhi oleh kemampuan kognitif siswa dan penyampaian umpan balik yang kurang tepat. Audio feedback diusulkan sebagai strategi pelengkap untuk mengatasi permasalahan tersebut. Meskipun telah banyak diteliti, sebagian besar penelitian berfokus pada mahasiswa, sedangkan kajian pada siswa sekolah menengah di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji persepsi siswa EFL sekolah menengah pertama di Indonesia terhadap penggunaan audio feedback dalam pembelajaran menulis berdasarkan aspek kejelasan, kemanfaatan, dan motivasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan enam partisipan untuk mendapatkan gambaran proses alami umpan balik, terdiri atas lima siswa kelas VIII yang mejadi fokus utama dan seorang guru bahasa Inggris untuk memberikan perspektif dari sisi pengajar. Data dikumpulkan melalui jurnal refleksi, tugas menulis, rekaman audio feedback, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memandang audio feedback membantu memperjelas umpan balik guru apabila bahasanya mudah dipahami dan didukung dengan strategi umpan balik yang lebih efektif, bukan semata-mata karena bentuk medianya. Tingkat kemahiran berbahasa Inggris turut memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan umpan balik untuk mengasilkan pengetahuan yang bermanfaat. Selain itu, motivasi merevisi tulisan lebih dipengaruhi oleh persepsi terhadap kemampuan diri dan respons emosional dibandingkan dengan penyampaian melalui audio. Penelitian ini menyimpulkan bahwa audio feedback akan lebih efektif apabila guru menggunakan bahasa yang mudah dipahami, disesuaikan dengan tingkat kemahiran siswa, serta mendukung kondisi emosional mereka sehingga dapat menghasilkan ilmu yang bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis Bahasa Inggris.
PENGARUH NILAI MATA PELAJARAN PRODUKTIF DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL) SISWA DPIB Anifa Ulin Nisak; Suprapto Suprapto
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.14611

Abstract

The implementation of field work practice is a critical milestone for vocational high school students to integrate academic competence with real industrial demands, yet its success remains shaped by vocational readiness and psychological factors that have rarely been examined together, particularly among Building Modeling and Information Design students. This study analyzes the partial and simultaneous effects of productive subject scores and self-efficacy on field work practice implementation. The novelty of this study lies in the conceptual integration of academic competence, represented by productive subject scores, and psychological factors, represented by self-efficacy. Both aspects are tested simultaneously to explain field work practice implementation among Building Modeling and Information Design students.  A quantitative explanatory survey with an ex post facto design was applied to 54 twelfth-grade students who had completed their field work practice, selected through saturated sampling. Productive subject scores were obtained from report card documentation, while self-efficacy and field work practice implementation were measured through validated Likert-scale questionnaires. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling with SmartPLS 4. Results show that all four productive subject elements positively and significantly affect field work practice implementation (path coefficients of 0,172 to 0,311; p < 0,05). Self-efficacy also has a positive and significant effect (path coefficient of 0,287; p < 0,05). Both variable groups simultaneously contribute 80.8% to field work practice success (R² = 0,808). These findings confirm that successful field work practice results from the combination of solid technical competence and strong self-belief, so schools and teachers are advised to strengthen applied vocational instruction and continuously foster student self-efficacy before industrial placement. ABSTRAK Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan momentum penting bagi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengintegrasikan kompetensi akademis dengan tuntutan nyata dunia industri, namun keberhasilannya masih dipengaruhi oleh kesiapan kompetensi kejuruan dan faktor psikologis peserta didik yang belum banyak dikaji secara bersamaan, khususnya pada program keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh nilai mata pelajaran produktif dan efikasi diri, baik secara parsial maupun simultan, terhadap pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) peserta didik Program keahlian DPIB, dengan kebaruan pada integrasi konseptual antara kompetensi akademik berupa nilai mata pelajaran produktif dan faktor psikologis berupa efikasi diri. Kedua aspek tersebut diuji secara simultan untuk menjelaskan pelaksanaan PKL pada peserta didik DPIB. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori dan desain ex post facto pada 54 peserta didik kelas XII DPIB SMK Negeri 1 Sidoarjo yang telah menyelesaikan PKL, dipilih melalui teknik sampling jenuh. Data nilai mata pelajaran produktif dikumpulkan melalui dokumentasi nilai rapor, sedangkan data efikasi diri dan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah melalui uji validasi ahli. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat elemen mata pelajaran produktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) (koefisien jalur 0,172 - 0,311; p < 0,05), efikasi diri juga berpengaruh positif dan signifikan (koefisien jalur 0,287; p < 0,05), serta kedua kelompok variabel secara simultan berpengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 80,8% (R2 = 0,808). Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan hasil perpaduan antara kompetensi teknis yang solid dan keyakinan diri yang kuat, sehingga sekolah dan guru disarankan memperkuat pembelajaran teori kejuruan secara aplikatif serta membina efikasi diri peserta didik secara berkelanjutan sebelum penerjunan ke industri.