cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 502 Documents
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN PENINGKATAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN (STUDI DESKRIPTIF DI MTS YAYASAN PENDIDIKAN IBADAH TEBING SYAHBANDAR) Mirza Syahdat Rambe; Alya Nazwa Nursyifa Rahma; Imelda Damanik; Husna Nabilah; Kusria Desmayani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9212

Abstract

In an educational institution the principal has a very important role in determining the back and forth of an educational institution because the principal is one of the components of education that has the most role in improving the quality of education and is directly responsible for education management which is directly related to all processes in a school. The principal has a big role in the process of improving the management of educational institutions, one of which is the principal as the top leader who has the right to make decisions and gives authority to teachers and all school members, the principal also supervises and monitors all matters relating to the school in particular and educational institutions in general. The purpose of this research was to determine the role of the principal in the quality management of educational institutions MTS Yayasan Pendidikan Ibadah Tebing Syahbandar. The research that the authors do is included in the type of qualitative research. In collecting data, the author uses the method of observation, interviews, and documentation. From the research results, the data are collected and analyzed, then the data is reduced, then the data is presented in descriptive form and drawing conclusions. The results showed that the role of the principal in the management of quality improvement of educational institutions at MTS Yayasan Pendidikan Ibadah Tebing Syahandar is realized in the form of activities related to program achievement and school policy.  ABSTRAK Dalam suatu lembaga pendidikan kepalasekolah memiliki peran yang sangat menetukan maju mundurnya suatu lembaga pendidikan karena kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan bertanggung jawab atas manajemen pendidikan secara langsung yang berkaitan dengan semua proses yang ada di suatusekolah. Kepala sekolah memiliki peran yang besar dalam proses peningkatan manajemen lembaga pendidikan, salah satunya yaitu kepala sekolah sebagai puncak pimpinan yang berhak mengambil keputusan dan memberikan wewenang untuk para guru, semua warga sekolah, kepala sekolah juga melakukan pengawasan dan monitoring terhadap semua hal yang berkaitan dengan sekolah pada khususnya, lembaga pendidikan pada umumnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini, untuk mengetahui Peran Kepala Sekolah dalam Manajemen Mutu Lembaga Pendidikan di MTS Yayasan Pendidikan IbadahTebing Syahbandar. Penelitian yang penulis lakukan adalah termasuk kedalam jenis penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara. Dari hasil penelitian kemudian data dikumpulkan dan dianalisis, kemudian data tersebut direduksi, selanjutnya data tersebut disajikan dalam bentuk deskriptif dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Kepala Sekolah dalam Manajemen Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan di sekolah MTS Yayasan Pendidikan Ibadah Tebing Syahbandar direalisasikan dalam bentuk kegiatan kaitannya dengan ketercapaian program serta kebijakan sekolah.  
PEMANFAATAN APLIKASI PADLET DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL DI SMP NEGERI 4 KOTA TANGERANG SELATAN Pari Purnaningsih
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9213

Abstract

The development of digital technology has encouraged educators to integrate technology-based learning media into the teaching and learning process, including in English language learning. One digital application that can be utilized is Padlet, an online collaborative platform that allows students to interact, share ideas, and present their learning outcomes visually and interactively. This study aims to describe the use of the Padlet application in digital technology-based English language learning at SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The research subjects consisted of English teachers and eighth-grade students. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results show that the use of Padlet can increase student engagement, encourage collaborative learning, and create a more interactive and interesting learning atmosphere. In addition, Padlet helps teachers manage digital learning more effectively. Thus, the Padlet application can be an effective alternative digital learning medium in English learning at the junior high school level. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong pendidik untuk mengintegrasikan media pembelajaran berbasis teknologi dalam proses belajar mengajar, termasuk pada pembelajaran Bahasa Inggris. Salah satu aplikasi digital yang dapat dimanfaatkan adalah Padlet, sebuah platform kolaboratif berbasis daring yang memungkinkan siswa berinteraksi, berbagi ide, dan menyajikan hasil belajar secara visual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan aplikasi Padlet dalam pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi digital di SMP Negeri 4 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru Bahasa Inggris dan siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan Padlet mampu meningkatkan keterlibatan siswa, mendorong pembelajaran kolaboratif, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik. Selain itu, Padlet membantu guru dalam mengelola pembelajaran digital secara lebih efektif. Dengan demikian, aplikasi Padlet dapat menjadi alternatif media pembelajaran digital yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP.  
PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI SISWA KELAS XI TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Melati Sulastri; Khairul Huda; Ichwanul Mustakim
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9789

Abstract

ABSTRACT Achievement motivation is one of the important factors influencing students’ academic success. However, in practice, there are still students who demonstrate low levels of achievement motivation, which can lead to less optimal academic performance. This study aims to examine the effect of group counseling using the Cognitive Behavioral Therapy (CBT) technique on the achievement motivation of eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Taliwang, West Sumbawa Regency, in the 2023/2024 academic year. This study employed a quantitative approach using a one-group pre-test–post-test design. The population consisted of 163 eleventh-grade students, while the sample comprised 15 students who were identified as having low achievement motivation, selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using a t-test to determine the difference between pre-test and post-test scores. The results showed that the t-count value of 9.461 was higher than the t-table value of 2.145 at a significance level of 5%, indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings indicate that the implementation of group counseling using the Cognitive Behavioral Therapy technique has a significant effect on improving students’ achievement motivation. Therefore, CBT-based group counseling services can serve as an effective strategy for school counselors in enhancing students’ achievement motivation. ABSTRAK Motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan akademik siswa. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan peserta didik yang memiliki tingkat motivasi berprestasi rendah sehingga berdampak pada kurang optimalnya pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terhadap peningkatan motivasi berprestasi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test–post-test. Populasi penelitian berjumlah 163 siswa kelas XI, sedangkan sampel penelitian terdiri dari 15 siswa yang memiliki tingkat motivasi berprestasi rendah yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama serta didukung oleh observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 9,461 lebih besar dibandingkan ttabel sebesar 2,145 pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik Cognitive Behavioral Therapy berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan motivasi berprestasi siswa. Dengan demikian, layanan konseling kelompok berbasis CBT dapat menjadi salah satu strategi yang efektif bagi guru bimbingan dan konseling dalam membantu meningkatkan motivasi berprestasi peserta didik.
PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING TERHADAP SIKAP TANGGUNG JAWAB PADA SISWA KELAS XI Ruhil Kusmawati; Farida Herna Astuti; Khairul Huda
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9790

Abstract

ABSTRACT Responsibility is an important character trait that needs to be developed in students because it is closely related to discipline, commitment to tasks, and awareness in carrying out learning responsibilities. However, in educational practice, there are still students who demonstrate low levels of responsibility, such as failing to complete assignments on time and showing a lack of compliance with school regulations. One approach that can be used to help develop this attitude is group guidance using the role playing technique, which provides students with opportunities to understand various social situations through role-playing activities. This study aims to determine the effect of the role playing technique on improving the responsibility attitudes of eleventh-grade students at SMAN 7 Mataram in the 2021/2022 academic year. This research employed a quantitative approach with a one group pre-test–post-test design. The population consisted of 41 students, while the sample included 7 students who had low levels of responsibility and were selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using a paired sample t-test to determine the difference between scores before and after the treatment. The results of the analysis showed that the calculated t-value (5.474) was higher than the t-table value (2.447) at a 5% significance level with 6 degrees of freedom. Based on these findings, it can be concluded that the application of the role playing technique in group guidance has a significant effect on improving the responsibility attitudes of eleventh-grade students at SMAN 7 Mataram. ABSTRAK Sikap tanggung jawab merupakan salah satu karakter penting yang perlu dikembangkan pada siswa karena berkaitan dengan kedisiplinan, komitmen terhadap tugas, serta kesadaran dalam melaksanakan kewajiban belajar. Namun dalam praktik pendidikan masih ditemukan siswa yang menunjukkan tingkat tanggung jawab yang rendah, seperti tidak menyelesaikan tugas tepat waktu dan kurang mematuhi aturan sekolah. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk membantu mengembangkan sikap tersebut adalah layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing, yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami berbagai situasi sosial melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik role playing terhadap peningkatan sikap tanggung jawab siswa kelas XI di SMAN 7 Mataram Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test–post-test. Populasi penelitian berjumlah 41 siswa, sedangkan sampel penelitian terdiri dari 7 siswa yang memiliki tingkat tanggung jawab rendah dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 5,474 lebih besar dibandingkan dengan nilai t-tabel sebesar 2,447 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 6. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik role playing dalam layanan bimbingan kelompok berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap tanggung jawab siswa kelas XI di SMAN 7 Mataram.
PENGARUH KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI KORBAN PERUNDUNGAN PADA SISWA KELAS VIII Tata Badai Pertiwi; Mustakim Mustakim; Ni Made Sulastri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9791

Abstract

ABSTRACT A conducive school environment is essential for students’ development; however, bullying cases still frequently occur and negatively affect students’ psychological well-being, particularly their ability to cope with pressure. This study aims to determine the effect of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in improving the resilience of bullying victims among eighth-grade students at SMPN 5 Mataram in the 2022/2023 academic year. This study employed a quantitative approach using a one-group pre-test and post-test design. The population consisted of 108 students, while the sample included 10 students selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation, while data analysis was conducted using the t-test. The results showed that the t-calculated value was 9.922, which was higher than the t-table value of 2.262 at a 5% significance level with 9 degrees of freedom (9.922 > 2.262). Therefore, it can be concluded that Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling has a significant effect on improving the resilience of students who are victims of bullying in grade VIII at SMPN 5 Mataram for the 2022/2023 academic year. ABSTRAK Lingkungan sekolah yang kondusif sangat penting bagi perkembangan peserta didik, namun kasus perundungan masih sering terjadi dan berdampak negatif terhadap kondisi psikologis siswa, terutama terhadap kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam meningkatkan resiliensi korban perundungan pada siswa kelas VIII di SMPN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test dan post-test design. Populasi penelitian berjumlah 108 siswa, dengan sampel sebanyak 10 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagai instrumen utama serta observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pelengkap, sedangkan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 9,922 lebih besar daripada t-tabel sebesar 2,262 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (db) = 9 (9,922 > 2,262). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan pada kelas VIII di SMPN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023.
PENGARUH BIMBINGAN SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN BERADAPTASI SISWA Nuraini Nuraini; Nuraeni Nuraeni; Ni Made Sulastri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9796

Abstract

ABSTRACT Students’ ability to adapt to the school environment is an important aspect that supports their social development and academic success. However, in practice, some students still experience difficulties in adjusting to the school environment and peer relationships, which negatively affects their social interaction and learning process.. This study aims to determine the effect of social guidance on the adaptability of Grade VIII students at SMPN 2 Batukliang, Central Lombok Regency. The study employed a one-group pre-test post-test experimental design. The population consisted of 54 students, while the sample was selected using purposive sampling, involving 8 students identified as having low adaptability. The data collection instrument was an adaptability questionnaire using a Likert scale (1–4), which was tested for validity using Product Moment correlation and reliability using Cronbach’s Alpha formula. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results of the analysis showed a calculated t-value of 9.23, while the t-table value at a 5% significance level with degrees of freedom (N−1) = 7 was 2.365. Since t-count (9.23) > t-table (2.365), the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Thus, there is a significant effect of social guidance on students’ adaptability. Social guidance services have been proven effective in improving students’ ability to adjust to the school environment and peer relationships. ABSTRAK Kemampuan beradaptasi siswa di lingkungan sekolah merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan sosial dan keberhasilan akademik. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah maupun teman sebaya, sehingga berdampak pada interaksi sosial dan proses belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan sosial terhadap kemampuan beradaptasi siswa kelas VIII SMPN 2 Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan desain eksperimen one group pre-test post-test design. Populasi berjumlah 54 siswa dan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 8 siswa yang teridentifikasi memiliki kemampuan beradaptasi rendah. Instrumen pengumpulan data berupa angket kemampuan beradaptasi dengan skala Likert (1–4) yang telah diuji validitasnya menggunakan korelasi Product Moment dan reliabilitasnya menggunakan formula Alpha Cronbach. Data dianalisis menggunakan rumus t-test berpasangan. Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung sebesar 9,23, sedangkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% dengan derajat bebas (N−1) = 7 adalah 2,365. Karena t hitung (9,23) > t tabel (2,365), hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan bimbingan sosial terhadap kemampuan beradaptasi siswa. Layanan bimbingan sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan sekolah dan teman sebaya.
HUBUNGAN KESTABILAN EMOSI DENGAN PENGELOLAAN DIRI SISWA M. Satriadi; Nuraeni Nuraeni; M. Najamuddin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9797

Abstract

ABSTRACT Emotional stability is an important aspect of adolescent development that influences an individual’s ability to self-regulate in both academic and social contexts. At the junior high school level, adolescents often experience emotional instability that may affect their self-management abilities, such as behavior control, decision-making, and adaptation to environmental demands. This condition highlights the importance of examining the relationship between emotional stability and students’ self-management. This study aims to determine the relationship between emotional stability and self-management among Grade VIII students of SMPN 4 Lingsar in the 2020/2021 academic year. This study employed a quantitative approach with an ex post facto correlational design. The population consisted of all Grade VIII students of SMPN 4 Lingsar (N = 100 students), while the sample comprised 50 students selected using proportional random sampling. The instrument used was a Likert-scale questionnaire developed based on the dimensions of emotional stability (Azwar, 2010) and self-management (Goleman in Rinanda, 2006). Validity was tested using Pearson Product Moment correlation, and reliability was measured using Cronbach’s Alpha formula. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation analysis. The results showed that r-count = 0.567 > r-table = 0.281 at a 5% significance level with df = 49. The null hypothesis was rejected, indicating a positive and significant relationship between emotional stability and students’ self-management. It can be concluded that the higher the students’ emotional stability, the better their self-management ability. ABSTRAK Kestabilan emosi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja yang berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam mengelola diri, baik dalam aspek akademik maupun sosial. Pada usia sekolah menengah pertama, remaja sering mengalami ketidakstabilan emosi yang dapat berdampak pada kurang optimalnya pengelolaan diri, seperti pengendalian perilaku, pengambilan keputusan, dan penyesuaian terhadap tuntutan lingkungan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kajian mengenai hubungan antara kestabilan emosi dan pengelolaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kestabilan emosi dengan pengelolaan diri siswa kelas VIII SMPN 4 Lingsar Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Lingsar (N = 100 siswa) dan sampel berjumlah 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa angket skala Likert yang dikembangkan berdasarkan aspek kestabilan emosi (Azwar, 2010) dan aspek pengelolaan diri (Goleman dalam Rinanda, 2006). Validitas diuji dengan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan rxy hitung = 0,567 > rtabel = 0,281 pada taraf signifikansi 5% dengan df = 49. Hipotesis nol ditolak sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kestabilan emosi dengan pengelolaan diri siswa. Semakin tinggi kestabilan emosi siswa, semakin baik kemampuan pengelolaan dirinya.
PENGARUH KONSELING REALITA DENGAN TEKNIK WDEP TERHADAP PENURUNAN PERILAKU DISKRIMINASI BUDAYA DI MEDIA SOSIAL SISWA Eris Aji Pratama; Nuraeni Nuraeni; Ahmad Muzanni
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9798

Abstract

ABSTRACT Cultural discrimination on social media among students, including expressions based on race, ethnicity, and religion, has the potential to undermine intercultural tolerance and disrupt the social climate in schools. This study aims to examine the effect of reality counseling using the WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning) technique on reducing cultural discrimination behavior on social media among eighth-grade students of SMPN 5 Mataram. A quantitative approach with a one-group pre-test–post-test experimental design was employed. The population consisted of 224 students, with a sample of 15 students selected through purposive sampling based on pre-test results indicating a high level of cultural discrimination. The intervention was conducted through six sessions of group reality counseling using the WDEP technique. Data were collected using a validated and reliable Likert-scale questionnaire and analyzed using a paired sample t-test. The results showed that the calculated value was higher than the table value at the 5% significance level (df = 14). The mean score decreased from 87.60 to 65.27, indicating that reality counseling with the WDEP technique significantly reduced students’ cultural discrimination behavior on social media. ABSTRAK Perilaku diskriminasi budaya di media sosial yang dilakukan oleh siswa, seperti ujaran berbasis ras, suku, dan agama, berpotensi merusak toleransi antarbudaya serta mengganggu iklim sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konseling realita dengan teknik WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning) terhadap penurunan perilaku diskriminasi budaya di media sosial pada siswa kelas VIII SMPN 5 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test–post-test. Populasi berjumlah 224 siswa, dengan sampel 15 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil pre-test yang menunjukkan tingkat diskriminasi budaya tinggi. Intervensi dilakukan melalui enam sesi konseling kelompok realita dengan teknik WDEP. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai lebih besar dari pada taraf signifikansi 5% (db=14). Rata-rata skor diskriminasi budaya menurun dari 87,60 menjadi 65,27. Hasil ini menunjukkan bahwa konseling realita dengan teknik WDEP berpengaruh signifikan dalam menurunkan perilaku diskriminasi budaya di media sosial pada siswa.
ANALISIS PERSEPSI DAN MINAT SISWI SMA NEGERI 1 SIDOARJO TERHADAP KARIR STEM MENDUKUNG PENCAPAIAN SDGS 2030 Nur Ulfa Amelia; Zeni Fradita Sari; Norma Ellya Roziana; Nabil Nazhif Fikri Ahmad; Rayhan Naufarezi; Ardiyansah Ardiyansah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11405

Abstract

ABSTRACT The underrepresentation of women in Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) suggests that career choices are shaped not only by academic ability but also by learning experiences and social environments that influence how students envision their future. Against this background, this study explores female students’ perceptions of STEM careers, their career interests, and the factors contributing to the development of those perspectives at the secondary education level. A descriptive qualitative approach was employed involving 15 female students from SMA Negeri 1 Sidoarjo selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and were examined using an interactive analysis process consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source, technique, and time triangulation. The findings reveal that most participants hold positive perceptions of STEM and believe that women have equal opportunities to succeed in STEM-related fields. Nevertheless, these positive perceptions do not necessarily translate into intentions to pursue STEM careers, as career interests remain influenced by self-efficacy, gender stereotypes, the visibility of women in STEM professions, and social support. These findings highlight the importance of fostering inclusive learning environments, strengthening career literacy, and enhancing social support to encourage women's participation in STEM while providing practical insights for educational strategies aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. ABSTRAK Kesenjangan representasi perempuan pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menunjukkan bahwa pilihan karier tidak semata-mata dipengaruhi oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh pengalaman belajar dan lingkungan yang membentuk cara peserta didik memandang masa depannya. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini mengeksplorasi persepsi dan minat siswi terhadap karier STEM serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pembentukannya pada jenjang pendidikan menengah. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 15 siswi SMA Negeri 1 Sidoarjo yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diperkuat melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswi memiliki persepsi positif terhadap STEM dan meyakini bahwa perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk berprestasi. Namun, persepsi tersebut belum selalu berkembang menjadi minat memilih karier pada bidang STEM karena masih dipengaruhi oleh self-efficacy, stereotip gender, representasi perempuan dalam profesi, serta dukungan lingkungan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan ekosistem pembelajaran yang inklusif, literasi karier, dan dukungan sosial berperan penting dalam membangun orientasi karier perempuan pada bidang STEM sekaligus memberikan dasar bagi pengembangan strategi pendidikan yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
THE EFFECTIVENESS OF THE ELSA SPEAK APPLICATION IN TEACHING PRONUNCIATION AMONG STUDENTS AT MA. AN-NIDHOMIYAH Irda Andini; Siti Maria Ulfa
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11850

Abstract

ABSTRACT This study aimed to examine the effectiveness of the ELSA Speak application in improving the English pronunciation skills of students at MA An-Nidhomiyah. The study was motivated by the persistent challenges in students’ pronunciation accuracy, which are influenced by first language (L1) interference, limited opportunities for individualized feedback, and low self-confidence during oral communication when conventional teaching methods are employed. A quantitative approach was adopted using a quasi-experimental design with a One-Group Pre-test/Post-test Design. The population consisted of all students at MA An-Nidhomiyah during the 2025–2026 academic year, while the sample comprised 27 eleventh-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using pre-test and post-test pronunciation assessments and analyzed with SPSS 25 through validity, reliability, normality, and paired-samples t-test analyses. The findings revealed a statistically significant improvement in students’ pronunciation performance following the implementation of the ELSA Speak application, as evidenced by significant differences between the pre-test and post-test scores. This study provides empirical evidence regarding the effectiveness of artificial intelligence-assisted pronunciation instruction within the context of an Islamic senior secondary school (Madrasah Aliyah), a setting that remains underrepresented in previous studies. The findings suggest that ELSA Speak has the potential to serve as an effective instructional medium by providing objective real-time feedback, enhancing pronunciation accuracy, reducing foreign language anxiety, and promoting greater learner autonomy in English language learning. Furthermore, the results offer practical implications for integrating AI-assisted learning into English pronunciation instruction at the secondary education level. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi ELSA Speak dalam meningkatkan kemampuan pronunciation bahasa Inggris siswa di MA An-Nidhomiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya akurasi pengucapan siswa yang dipengaruhi oleh interferensi bahasa pertama (first language/L1), keterbatasan pemberian umpan balik secara individual, serta rendahnya kepercayaan diri siswa ketika melakukan komunikasi lisan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe One-Group Pre-test/Post-test Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MA An-Nidhomiyah tahun ajaran 2025–2026, sedangkan sampel penelitian berjumlah 27 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes pre-test dan post-test kemampuan pronunciation, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS 25 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan paired-samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pronunciation yang signifikan setelah penerapan aplikasi ELSA Speak, yang dibuktikan oleh perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini memperluas implementasi pembelajaran berbasis artificial intelligence pada konteks Madrasah Aliyah, yang masih relatif terbatas dalam penelitian sebelumnya. Dengan demikian, aplikasi ELSA Speak dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan akurasi pengucapan, menyediakan umpan balik yang objektif dan bersifat real-time, mengurangi kecemasan berbahasa, serta mendorong kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris.