cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 502 Documents
PENGARUH KONSEP DIRI DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS XI AKL SMK NEGERI 7 MEDAN Ribka Joy Nejevrina Panjaitan; Sondang Aida Silalahi; Ramdhansyah Ramdhansyah; Ulfa Nurhayani; Weny Nurwendari
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11891

Abstract

This study aims to analyze the influence of self-concept and emotional intelligence on students' learning independence. The approach used is quantitative with an ex post facto research design. The study population consisted of 204 eleventh-grade Accounting and Financial Institution (AKL) students at SMK Negeri 7 Medan in the 2025/2026 academic year. A sample of 160 students was selected using the simple random sampling technique. Data were collected through a questionnaire developed based on indicators of self-concept, emotional intelligence, and learning independence. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with the assistance of SmartPLS. The results revealed that self-concept has a significant effect on learning independence, with a p-value of 0.000 < 0.05. Emotional intelligence also has a significant effect on learning independence, with a p-value of 0.000 < 0.05. These findings indicate that the better the students' self-concept and emotional intelligence, the higher their level of learning independence. Therefore, the development of self-concept and the strengthening of emotional intelligence should be given attention by schools and educators as part of efforts to support students' learning independence. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsep diri dan kecerdasan emosional terhadap kemandirian belajar siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis ex post facto. Populasi penelitian mencakup siswa kelas XI AKL SMK Negeri 7 Medan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 204 siswa. Sampel penelitian sebanyak 160 siswa ditentukan melalui teknik simple random sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan indikator konsep diri, kecerdasan emosional, dan kemandirian belajar. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) berbantuan SmartPLS. Hasil penelitian memperoleh temuan bahwa konsep diri berpengaruh terhadap kemandirian belajar dengan p-value 0,000 < 0,05. Kecerdasan emosional juga berpengaruh terhadap kemandirian belajar dengan p-value 0,000 < 0,05. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa semakin baik konsep diri dan kecerdasan emosional siswa maka kemandirian belajar yang ditunjukkan juga semakin meningkat. Oleh karena itu, pembentukan konsep diri dan penguatan kecerdasan emosional perlu diperhatikan oleh sekolah maupun pendidik sebagai bagian dari upaya mendukung kemandirian belajar siswa.
PERAN GURU PAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER KRISTIANI SISWA DI SMTK FIRDAUS JAYAPURA Yunita Latupeirissa; Rheinhard David Sutrisno
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12134

Abstract

ABSTRACT Christian Religious Education (CRE) teachers play a crucial role in shaping students' Christian character amid the moral and social challenges they encounter. This study aims to describe and analyze the roles of Christian Religious Education teachers in fostering students' Christian character. The study employed a qualitative approach using a descriptive method through library research. Data were collected from books, scholarly journal articles, and other relevant documents and were analyzed using content analysis. The literature synthesis revealed that the development of Christian character is a holistic process supported by the integration of five key roles of Christian Religious Education teachers: serving as role models, teaching Christian values, providing spiritual guidance and mentoring, acting as motivators and character builders, and enforcing discipline grounded in Christian love. The synthesis further indicates that the effectiveness of Christian character formation depends not only on the delivery of instructional content but also on teachers' consistency in integrating exemplary conduct, spiritual nurturing, motivation, and love-based discipline throughout the educational process. This study underscores that Christian Religious Education teachers are key agents in fostering students' Christian character; therefore, strengthening their pedagogical, professional, personal, and spiritual competencies is essential for promoting holistic Christian education. ABSTRAK Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran penting dalam membentuk karakter Kristiani siswa di tengah berbagai tantangan moral dan sosial yang dihadapi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran guru PAK dalam membentuk karakter Kristiani siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa pembentukan karakter Kristiani merupakan proses yang bersifat holistik dan ditopang oleh keterpaduan lima peran utama guru PAK, yaitu sebagai teladan, pengajar nilai-nilai Kekristenan, pembimbing dan pembina rohani, motivator dan pembentuk karakter, serta penegak disiplin berbasis kasih. Sintesis tersebut menegaskan bahwa efektivitas pembentukan karakter tidak hanya bergantung pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga pada konsistensi guru dalam mengintegrasikan keteladanan, pembinaan spiritual, motivasi, dan disiplin berlandaskan nilai-nilai Kristiani dalam proses pendidikan. Kajian ini menegaskan bahwa guru PAK merupakan aktor kunci dalam pembentukan karakter Kristiani, sehingga penguatan kompetensi pedagogis, profesional, kepribadian, dan spiritual menjadi prasyarat penting untuk mewujudkan pendidikan Kristen yang berorientasi pada pembentukan karakter secara holistik.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN MUFRODAT PADA SISWA KELAS VII MTS Andreano Eka Nur Fadillah; Yeni Lailatul Wahidah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12493

Abstract

Vocabulary mastery is a crucial component of Arabic language learning because it forms the foundation for comprehension, speaking, reading, and writing skills. Low vocabulary mastery and a lack of active student engagement motivated this study. The study aims to improve Arabic vocabulary mastery through the Student Teams Achievement Division (STAD) strategy, supported by Kahoot, among seventh-grade students at MTs Assyifa Karang Sari for the 2025/2026 academic year. The method used is Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, encompassing the planning, implementation, observation, and reflection stages across two cycles. The research subjects were 28 seventh-grade students. Data were collected through observation, tests, and documentation, then analyzed quantitatively and qualitatively. The results showed a significant increase in student learning achievement, rising from 42.86% in the pre-cycle to 60.71% in Cycle I, and reaching 82.14% in Cycle II. Student activities also increased, making learning more active, interactive, and student-centered. The combination of the STAD strategy and Kahoot has proven effective in creating an enjoyable learning environment while improving vocabulary mastery. These findings contribute to providing an innovative learning alternative that Arabic teachers can implement to enhance vocabulary mastery and active student participation in the classroom. ABSTRAK Penguasaan mufrodat merupakan komponen krusial dalam pembelajaran Bahasa Arab karena menjadi fondasi kemampuan memahami, berbicara, membaca, dan menulis. Rendahnya penguasaan mufrodat serta kurangnya keterlibatan aktif siswa melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian bertujuan meningkatkan penguasaan mufrodat Bahasa Arab melalui strategi Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media Kahoot pada siswa kelas VII MTs Assyifa Karang Sari Tahun Ajaran 2025/2026. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ketuntasan belajar siswa, yakni dari 42,86% pada pra-siklus menjadi 60,71% pada Siklus I, dan mencapai 82,14% pada Siklus II. Aktivitas siswa pun meningkat, menjadikan pembelajaran lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa. Kombinasi strategi STAD dan media Kahoot terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan penguasaan mufrodat. Temuan ini berkontribusi dalam menyediakan alternatif pembelajaran inovatif yang dapat diimplementasikan oleh guru Bahasa Arab guna meningkatkan penguasaan mufrodat dan partisipasi aktif peserta didik di kelas.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN DEEP LEARNING PEDAGOGY BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIKA DAN METAKOGNISI SISWA KELAS VIII DI SMPN 2 BELO Agustina Agustina; Syarifudin Syarifudin; Taufikurrahman Taufikurrahman; Arif Rahman Hakim; Fatmah Fatmah; Muhammad Fuadi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12615

Abstract

ABSTRACT Low levels of students' mathematical literacy and metacognitive skills remain a major challenge in mathematics learning, particularly in the topic of Systems of Linear Equations in Two Variables (SLETV). Preliminary observations at SMPN 2 Belo revealed that most students experienced difficulties in understanding contextual problems, constructing mathematical models, and reflecting on their thinking processes when solving problems. This study aimed to determine the effectiveness of the Deep Learning Pedagogy approach assisted by interactive digital media in improving the mathematical literacy and metacognitive skills of eighth-grade students at SMPN 2 Belo. This study employed a quantitative method using a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design. The population consisted of three eighth-grade classes, while the sample included Class VIII B as the experimental group and Class VIII C as the control group, selected through purposive sampling. The research instruments consisted of a validated mathematical literacy test and a validated metacognitive questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics, N-Gain, normality test, homogeneity test, and the Independent Samples t-Test. The results indicated a significant difference between the experimental and control groups in terms of students' mathematical literacy and metacognitive skills after the intervention. The improvement in both abilities was higher in the experimental group than in the control group. Therefore, the Deep Learning Pedagogy approach assisted by interactive digital media was effective in improving the mathematical literacy and metacognitive skills of eighth-grade students at SMPN 2 Belo. ABSTRAK Rendahnya kemampuan literasi matematika dan metakognisi siswa masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Hasil observasi awal di SMPN 2 Belo menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami masalah kontekstual, membangun model matematika, serta merefleksikan proses berpikir dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan pendekatan Deep Learning Pedagogy berbantuan media interaktif digital untuk meningkatkan literasi matematika dan metakognisi siswa kelas VIII SMPN 2 Belo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe non-equivalent control group design. Populasi penelitian terdiri atas tiga kelas VIII SMPN 2 Belo, sedangkan sampel adalah kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan VIII C sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes literasi matematika dan angket metakognisi yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada kemampuan literasi matematika dan metakognisi setelah perlakuan. Peningkatan kedua kemampuan pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, pendekatan Deep Learning Pedagogy berbantuan media interaktif digital efektif meningkatkan literasi matematika dan metakognisi siswa kelas VIII SMPN 2 Belo.
PENGARUH DRIBBLING CIRCUIT TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA PADA PESERTA DIDIK EKSTRAKULIKULER SEPAK BOLA SMPN 6 MARTAPURA Akhmad Julianoor; Ramadhan Arifin; Norma Anggara; Aryadi Rachman
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i4.13195

Abstract

ABSTRACT The low mastery of basic dribbling skills among students in the football extracurricular program at SMPN 6 Martapura is the main problem in this study. This condition is assumed to be influenced by monotonous and less varied training methods, which hinder the development of students’ skills. This study aims to determine the effect of the dribbling circuit training method on dribbling skills among students participating in the football extracurricular program at SMPN 6 Martapura. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically a One Group Pretest–Posttest Design. The sample consisted of 15 students selected using a saturated sampling technique. The research instrument was adapted from Tantri and Mashud. Data were collected through dribbling skill tests conducted before (pretest) and after (posttest) the treatment. The data were analyzed using a Paired Samples t-test with SPSS version 25. The results showed an improvement in dribbling skills after the implementation of the dribbling circuit training method, indicated by a decrease in the mean time from 22.260 seconds in the pretest to 18.140 seconds in the posttest, with a difference of 4.120 seconds. The hypothesis test revealed a t-value of 13.322 with a significance value of 0.000 (p < 0.05), indicating that the alternative hypothesis was accepted. Therefore, it can be concluded that the dribbling circuit training method has a significant effect on improving dribbling skills among students in the football extracurricular program at SMPN 6 Martapura. ABSTRAK Rendahnya penguasaan teknik dasar menggiring bola pada peserta didik ekstrakurikuler sepak bola SMPN 6 Martapura menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh penggunaan metode latihan yang cenderung monoton dan kurang variatif sehingga menghambat perkembangan keterampilan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan dribbling circuit terhadap keterampilan menggiring bola pada peserta didik ekstrakurikuler sepak bola SMPN 6 Martapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu melalui rancangan One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 15 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian mengacu pada instrumen yang dikembangkan oleh Tantri dan Mashud. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan menggiring bola yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Paired Samples t-Test dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan menggiring bola setelah diberikan perlakuan metode dribbling circuit. Hal ini ditunjukkan oleh penurunan rata-rata waktu dari 22,260 detik pada pretest menjadi 18,140 detik pada posttest, dengan selisih sebesar 4,120 detik. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 13,322 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode latihan dribbling circuit berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola pada peserta didik ekstrakurikuler sepak bola SMPN 6 Martapura.
TEACHING READING SKILL WITH BUSUU APPLICATION BASED: A CASE STUDY RESEARCH DESIGN SENIOR HIGH SCHOOL Silviani Silviani; Moh Hafidz
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13197

Abstract

Reading instruction in junior high schools is often dominated by textbook-based and teacher-centered practices, limiting students' engagement and reading comprehension. Although previous studies have reported that the Busuu application improves vocabulary acquisition, learner autonomy, and learning motivation, little research has qualitatively examined how Busuu is implemented in reading instruction and how students respond throughout the learning process. This study aims to describe the implementation of the Busuu application in teaching reading skills and to explore students' responses to its use. A qualitative approach with a case study design was employed. The participants were 30 seventh-grade students at SMPN 1 Klampis, selected through purposive sampling. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that Busuu was implemented through text introduction, vocabulary activities, reading practice, comprehension exercises, and immediate feedback. Students responded positively, reporting that the application was easy to use, enriched vocabulary, improved reading comprehension, and enhanced learning motivation and classroom participation. Despite limitations related to internet connectivity and device availability, the learning process remained effective. The novelty of this study lies in providing a comprehensive qualitative description of Busuu implementation and students' responses in junior high school reading instruction, offering practical insights for integrating digital learning applications into English classrooms. ABSTRAK Pembelajaran membaca bahasa Inggris di tingkat SMP masih didominasi oleh penggunaan buku teks dan pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam memahami teks masih terbatas. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Busuu mampu meningkatkan kosakata dan motivasi belajar, namun masih sedikit penelitian yang mengkaji secara mendalam proses implementasinya dalam pembelajaran membaca di kelas menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi aplikasi Busuu dalam pembelajaran keterampilan membaca serta mengidentifikasi respons siswa terhadap penggunaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII SMPN 1 Klampis yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Busuu diimplementasikan melalui kegiatan pengenalan teks, pembelajaran kosakata, latihan membaca, latihan pemahaman bacaan, serta pemberian umpan balik secara langsung. Siswa memberikan respons positif karena aplikasi mudah digunakan, memperkaya kosakata, meningkatkan pemahaman bacaan, serta mendorong motivasi dan partisipasi belajar. Meskipun terdapat kendala keterbatasan perangkat dan koneksi internet, pembelajaran tetap berlangsung efektif. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian deskripsi komprehensif mengenai proses implementasi Busuu dan respons siswa dalam pembelajaran membaca pada konteks SMP sebagai acuan integrasi media pembelajaran digital.
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MOTIVASI INTRINSIK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA JURUSAN AKUNTANSI DI SMKS BUDI AGUNG MEDAN Rodiah Aprilia; Ramdhansyah Ramdhansyah; Sondang Aida Silalahi; Ulfa Nurhayani; Haryani Pratiwi Sitompul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13459

Abstract

Learning outcomes are a key indicator in assessing the success of the learning process, influenced by various factors, particularly internal factors such as self-directed learning and intrinsic motivation. This study aims to determine the influence of self-directed learning and intrinsic motivation, both partially and simultaneously, on the learning outcomes of students in the Accounting Department at SMKS Budi Agung Medan. This study employs a quantitative approach using an ex-post facto research design. The population consists of all 10th- and 11th-grade students in the Accounting Department at SMKS Budi Agung Medan, totaling 45 students, with the sampling technique using total sampling. Data were collected through a questionnaire to measure self-directed learning and intrinsic motivation, as well as documentation of students' grades in the Fundamentals of Accounting Vocational Program (DDPK) to measure learning outcomes. The data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS 27. The results indicate that self-directed learning and intrinsic motivation each have a positive and significant effect on learning outcomes, both partially and when tested simultaneously. Both variables also contribute substantially to explaining the variation in students' learning outcomes. Thus, self-directed learning and intrinsic motivation are proven to play an important role in improving the learning outcomes of students in the Accounting Department at SMKS Budi Agung Medan, warranting attention in efforts to improve the quality of accounting instruction. ABSTRAK Hasil belajar merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan proses pembelajaran, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama faktor internal seperti kemandirian belajar dan motivasi intrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar dan motivasi intrinsik, baik secara parsial maupun simultan, terhadap hasil belajar siswa Jurusan Akuntansi di SMKS Budi Agung Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex-post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI Jurusan Akuntansi di SMKS Budi Agung Medan yang berjumlah 45 siswa, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur kemandirian belajar dan motivasi intrinsik, serta dokumentasi nilai siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian Akuntansi (DDPK) untuk mengukur hasil belajar. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar dan motivasi intrinsik masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa, baik secara parsial maupun ketika diuji secara bersama-sama. Kedua variabel tersebut juga memberikan kontribusi yang besar dalam menjelaskan variasi hasil belajar siswa. Dengan demikian, kemandirian belajar dan motivasi intrinsik terbukti berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa Jurusan Akuntansi di SMKS Budi Agung Medan, sehingga perlu mendapat perhatian dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran akuntansi.
MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK: STUDI LITERATUR Vanila Nur Sela
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13528

Abstract

Advances in educational technology have encouraged the use of more innovative and interactive learning media, one of which is audiovisual media that combines visual and auditory elements to present learning materials in a more concrete and comprehensible manner. This study aims to examine the role of audiovisual media in improving students' learning outcomes in the subject of Akidah Akhlak (Islamic Creed and Moral Education), given that this subject emphasizes not only the mastery of religious concepts but also character formation and the internalization of moral values. This study applies a qualitative approach through a literature review method, drawing on secondary data from books, national and international journal articles, and relevant prior research. Data were analyzed descriptively and qualitatively through content examination, comparison of findings, thematic classification, and interpretation of results. The findings show that audiovisual media contributes positively to increased learning motivation, active participation, and conceptual understanding, while also supporting the internalization of moral values through concrete behavioral illustrations consistent with Mayer's Multimedia Learning theory and Edgar Dale's Cone of Experience. This media has also been shown to strengthen students' affective and psychomotor development through processes of observation and modeling of positive behavior. Audiovisual media can therefore serve as an effective instructional strategy for comprehensively enhancing the quality of Akidah Akhlak learning while sustainably supporting the character development of learners. ABSTRAK Kemajuan teknologi di bidang pendidikan mendorong pemanfaatan media pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, salah satunya media audio visual yang memadukan unsur gambar dan suara sehingga materi dapat disajikan secara lebih nyata dan mudah dipahami peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media audio visual dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak, mengingat mata pelajaran ini tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep keagamaan tetapi juga pada pembentukan karakter dan penghayatan nilai moral. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (literature review), menggunakan data sekunder yang bersumber dari buku, artikel jurnal nasional maupun internasional, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui penelaahan isi literatur, perbandingan temuan, klasifikasi tema, dan interpretasi hasil. Hasil kajian menunjukkan bahwa media audio visual berkontribusi secara positif terhadap peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif, serta pemahaman konsep siswa, sekaligus mendukung penghayatan nilai-nilai akhlak melalui ilustrasi perilaku konkret yang selaras dengan teori Multimedia Learning Mayer dan Kerucut Pengalaman Edgar Dale. Media ini juga terbukti memperkuat aspek afektif dan psikomotorik peserta didik melalui proses observasi dan peniruan (modeling) terhadap teladan perilaku positif. Dengan demikian, media audio visual dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan mutu pembelajaran Akidah Akhlak secara komprehensif sekaligus mendukung pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan.
POLA KETERKAITAN CLAIM, DATA, DAN WARRANT PADA JAWABAN SISWA SMP TERHADAP SOAL SAINS PISA Putri Dwiyanti; Muriani Nur Hayati; Mobinta Kusuma; Bayu Widiyanto
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13582

Abstract

This study was motivated by the relatively low level of Indonesian students' scientific argumentation skills in solving science problems from the Programme for International Student Assessment (PISA), particularly in constructing logical relationships among claims, data, and warrants. The study focuses on mapping students' scientific argumentation structures based on Toulmin's Argument Pattern within the context of PISA science tasks developed according to the PISA 2025 Science Framework, an area that has received limited attention at the junior secondary school level. This research aimed to examine the relationship among the claim, data, and warrant components in students' scientific argumentation. A qualitative case study design was employed involving 84 ninth-grade junior high school students. Data were collected through students' responses to PISA-based science questions and analyzed using Toulmin's Argument Pattern by focusing on three essential components: claim, data, and warrant. The findings revealed that the most frequently identified argumentation structure was claim–data (C–D), accounting for 44.04%, followed by claim (C) at 30.35%, and claim–data–warrant (C–D–W) at 25.59%. The results indicate that most students were able to formulate claims supported by relevant data. However, many students experienced difficulties in constructing warrants that logically connected the supporting data with the proposed claims. These findings suggest that science instruction should place greater emphasis on developing students' ability to construct warrants in order to produce more coherent and evidence-based scientific arguments. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan berdasarkan masih rendahnya kemampuan argumentasi ilmiah siswa Indonesia dalam menjawab soal sains berbasis Programme for International Student Assessment (PISA), khususnya dalam menyusun argumentasi yang menghubungkan claim, data, dan warrant secara logis. Penelitian ini memetakan struktur argumentasi ilmiah siswa berdasarkan model Toulmin dalam konteks soal sains PISA berbasis Framework PISA 2025 melalui pendekatan kualitatif, yang masih terbatas dikaji pada jenjang SMP. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan pola keterkaitan antara claim, data, dan warrant dalam struktur argumentasi ilmiah siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan rancangan studi kasus yang melibatkan sebanyak 84 siswa kelas IX SMP sebagai partisipan penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian soal sains PISA kepada siswa. Selanjutnya, respons yang diperoleh dianalisis menggunakan model argumentasi Toulmin dengan memfokuskan pada tiga unsur utama, yaitu claim, data, dan warrant. Analisis terhadap jawaban siswa memperlihatkan bahwa struktur argumentasi yang paling dominan adalah claim–data (C–D) dengan persentase 44,04%. Selanjutnya, pola claim (C) ditemukan sebesar 30,35%, sedangkan struktur claim–data–warrant (C–D–W) muncul sebesar 25,59%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas siswa telah mampu menyampaikan claim yang diperkuat oleh data sebagai dasar pendukungnya. Meskipun demikian, sebagian besar siswa belum mampu membangun warrant yang berfungsi menjelaskan hubungan logis antara data yang digunakan dan claim yang diajukan. Oleh karena itu, pembelajaran sains perlu memberikan perhatian pada pengembangan kemampuan siswa dalam membangun warrant agar argumentasi ilmiah yang dihasilkan lebih utuh dan berbasis bukti.
INTEGRASI TEORI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN KEJURUAN DI ERA DIGITAL: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Octo Ayomy; Ekohariadi Ekohariadi; Rina Harimurti; Heru Arizal; Achmad Imam Agung
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13648

Abstract

The development of digital technology, workforce transformation, and the implementation of the Merdeka Curriculum have encouraged the need for vocational learning approaches that produce adaptive, competent, and future-ready graduates. This study aimed to identify the dominant learning theories applied in vocational education at vocational high schools, analyze their implementation in learning practices, and examine their implications for students' competency development. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted on ten articles published between 2021 and 2025 that met the inclusion criteria. The findings revealed that constructivism was the most dominant learning theory and was implemented through Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Flipped Classroom, and technology-enhanced learning. Experiential Learning, Information Processing Theory, Cognitive Load Theory, and Heutagogy also contributed to contemporary vocational learning. The novelty of this study lies in the Vocational Learning Theory Integration Framework (VLTIF), which integrates the functional roles of the five theories in supporting work readiness and lifelong learning. The findings indicate that vocational education requires an integrative, adaptive, and industry-relevant learning approach to address the challenges of the Society 5.0 era. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital, transformasi dunia kerja, dan implementasi Kurikulum Merdeka mendorong perlunya pengembangan pembelajaran vokasi yang mampu menghasilkan lulusan adaptif, kompeten, dan siap menghadapi perubahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi teori belajar yang dominan digunakan dalam pendidikan vokasi tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), menganalisis implementasinya dalam proses pembelajaran, serta mengkaji implikasinya terhadap pengembangan kompetensi peserta didik. Penelitian menggunakan metode Kajian Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR) terhadap sepuluh artikel yang dipublikasikan pada periode 2021–2025 dan memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruktivisme merupakan teori belajar yang paling dominan dan diimplementasikan melalui Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Flipped Classroom, serta pembelajaran berbasis teknologi digital. Experiential Learning, Information Processing Theory, Cognitive Load Theory, dan Heutagogy juga berkontribusi dalam mendukung pembelajaran vokasi modern. Kebaruan penelitian terletak pada perumusan Vocational Learning Theory Integration Framework (VLTIF) yang mengintegrasikan fungsi kelima teori dalam mendukung kesiapan kerja dan pembelajaran sepanjang hayat. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memerlukan pendekatan pembelajaran yang integratif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri pada era Society 5.0.