cover
Contact Name
Dwi Sukma Donoriyanto
Contact Email
sukmadewi2004@gmail.com
Phone
+6289360133423
Journal Mail Official
juminten@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya Gunung Anyar, Rungkut, Surabaya, (60294) Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Juminten : Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
ISSN : -     EISSN : 27214079     DOI : https://doi.org/10.33005/juminten.v2i2
Journal of Management Industry and Technology , National University of Veterans Development, East Java is a journal that effectively bridges the gap between academics, policy makers, and practitioners and connects various Industrial Engineering and Management communities. While the focus of the publication of this journal on Industrial Engineering and Management research includes: · Reverse Logistics Management · Global Supply Chain Management · Human Factors Engineering/Industrial Ergonomics · Risk Management · Operation Research/Optimization/Metaheuristics · Production Planning and Scheduling · Sustainable Manufacturing Systems · Management of Technology and Innovation · Quality Control and Management · Product Design and Development · Service Design and Management · Healt and Safety management · Cost Analysis Management/Financial Engineering · Business Process Engineering · Facility Design and Layout · Transportation Management · Information Management and Technology · Warehouse Management · Customer Relation Management
Articles 437 Documents
Perencanaan Pegawai Berbasis Beban Kerja dengan Metode Full Time Equivalent di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya Moch. Satria Handoko; Sunardi Sunardi
JUMINTEN Vol 1 No 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.116 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.73

Abstract

Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya adalah badan usaha yang bergerak di bidang pelayanan jasa yang ada di Surabaya. Jumlah pegawai bagian sekretariat adalah 1 orang; pegawai sub bagian umum dan kepegawaian adalah 10 orang; pegawai sub bagian keuangan adalah 24 orang; pegawai sub bagian penyusunan perencanaan kegiatan adalah 4 orang. Masalah yang dihadapi pegawai tersebut yaitu beban kerja terlalu berlebih yang ditandai dengan tidak ada waktu istirahat di sela-sela kerjanya dan pegawai sering pulang telat dikarenakan adanya tugas yang belum terselesaikan, pegawai juga terkadang lembur di hari sabtu hal ini mengakibatkan pegawai terlalu sibuk dan mudah mengalami kelelahan sehingga akan berdampak pada performa kerjanya, untuk itu perlu dilakukan pengukuran perencanaan pegawai agar beban kerja pegawai merata. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian perencanaan pegawai dengan metode Full Time Equivalent di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah Kota Surabaya, dengan harapan dapat mengoptimalkan kinerja pegawai sekretariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total FTE pegawai bagian sekretariat sebesar 1,0735 sehingga membutuhkan pegawai sebanyak 1 orang, total FTE sub bagian umum dan kepegawaian sebesar 10,70103 sehingga membutuhkan pegawai sebanyak 10 orang, total FTE sub bagian keuangan sebesar 25,62824 sehingga membutuhkan pegawai sebanyak 26 orang, dan total FTE pegawai sub bagian penyusunan perencanaan kegiatan sebesar 4,294 sehingga membutuhkan pegawai sebanyak 4 orang.
Analisis Kualitas Kapur Menggunakan Metode Quality Control Circle dan Seven Tools di PT. TP Muchamad Akbar Agustian; Sunardi Sunardi
JUMINTEN Vol 1 No 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.394 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i5.74

Abstract

PT. Timbul Persada adalah perusahaan yang memproduksi serbuk kapur. Penelelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas, faktor penyabab, dan memberikan rencana perbaikan dengan menggunakan metode Quality Control Circle dan Seven Tools. Dari data perusahaan diperoleh jumlah jenis kualitas kapur yang tidak sesuai standart selama 4 bulan yaitu pada bulan Januari 2019 – April 2019 antara lain kandungan CaO sebanyak 118 sampel, kandungan SIO2 sebanyak 112 sampel, kandungan MgO sebanyak 123 sampel dan Powder(100mesh) sebanyak 58 sampel. Maka perusahaan perlu melakukan pengendalian kualitas yang bisa meminimalkan kualitas kapur yang tidak sesuai standart. Metode QCC (Quality Qontrol Circle) adalah Teknik yang menggunakan alat-alat dasar seven tools seperti : check sheet, diagram fishbone, diagram pareto, diagram pencar, histogram, peta kontrol, Stratification. Dan memberikan rencana perbaikan dengan membuat matrix 5W+1H Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat diketahui prosentase jenis kualitas kapur yang tidak sesuai standart yaitu, pada kandungan CaO sebesar 4,91%, kandungan SIO2 sebesar 4,66%, kandungan MgO sebesar 5,12%, dan powder (100mesh) sebesar 2,41%, Faktor- faktor penyebab kualitas kapur tidak sesuai standart desebabkan oleh material, manusia, mesin, dan lingkungan yang kurang nyaman. Berdasarkan rencana perbaikan dengan membuat matix 5W+1H maka perbaikan yang diusulkan adalah pada manusia, material, mesin dan lingkungan.
Perbaikan Kualitas Produk Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) di PT. IFMFI Surabaya Moch Taufik Hidayat; Rr Rochmoeljati
JUMINTEN Vol 1 No 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.78 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i4.76

Abstract

Produk cacat merupakan barang atau jasa yang dibuat dalam proses produksi namun memiliki kekurangan yang menyebabkan mutunya menurun. Pengaruh produk cacat pada perusahaan berdampak pada biaya dan kualitas yang dihasilkan. Semakin banyak produk cacat maka semakin besar pula biaya yang dikeluarkan. PT. IFMFI memiliki permasalahan dalam penurunan kualitas produk yg dihasilkan belum memenuhi standar dan yang menjadi penyebab menurunnya kualitas produk roti tawar biasa meliputi berbagai kecacatan yaitu Cacat Berlubang , Cacat Gosong ,Cacat Penyok, Cacat Bantat, Cacat Over Fermentasi. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi penyebab kecacatan dengan metode FTA dan menentukan usulan perbaikan serta metode FMEA Untuk mengatasi permasalahan kualitas produk tersebut adalah dengan cara menggunakan dua metode yaitu Failure Tree Analysis (FTA) Fault Failure Mode and Effect Analysis (FMEA. Berdasarkan analisis cacat produk roti dari proses produksi yg berlangsung telah teridentifikasi dari 5 jenis cacat terdapat 3 cacat yang tertinggi yaitu cacat berlubang dengan nilai probabilitas 6,5 % , cacat gosong dengan nilai probabilitas 5,9 % dan cacat bantat dengan probabilitas 6,9 %.
Analisis Hubungan Antara Motivasi Kerja, Pengalaman Kerja dan Hasil Produksi dengan Produktifitas Kerja Karyawan di CV . Tiara Prima Angga Martha Arisandy; Budi Santoso
JUMINTEN Vol 1 No 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.339 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i3.77

Abstract

Produktivitas kerja karyawan pada sebuah perusahaan merupakan masalah yang selalu hangat dan tidak ada habis-habisnya untuk dibahas. Permasalahan yang terkait dalam produktifitas juga merupakan isu strategis bagi perusahaan yang memprogram masalah sumber daya manusia .CV. Tiara Prima konveksinya berdiri sejak tahun 2009, aktif dalam bidang jasa jahit menjahit untuk pembuatan tas kantor , tas sekolah dan travel bag dan agenda untuk kebutuhan promotion atau souvenir dan lainya. Berkomitmen Untuk menjaga kualitas barang atau produk yang bukan hanya memuaskan konsumen tetapi melebihi dari yang di harapkan konsumen. memberikan pelayanan spesialisasi dan memuaskan . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja karyawan , pengalaman kerja karyawan dan hasil produksi dengan produktifitas kerja karyawan pada CV. TIARA PRIMA agar dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan . Terdapat hubungan sangat signifikan antara Motivasi Kerja, Pengalaman Kerja dan Hasil Produksi dengan Produktivitas Kerja secara langsung dengan koefisien regresi (R) sebesar 0,643 berada pada nilai Pearson Correlation 0,60 s/d 0,79 maka dikatan besar hubungan secara simultan adalah hubungan kuat. Dan nilai koefisien determinansi (R2) sebesar 0,414 sehingga 58,6 % Produktivitas Kerja masih dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di amati dalam penelitian ini
Rancangan Tata Letak Fasilitas Produksi Menggunakan Automated Layout Design Program di Perusahaan Makanan Teo Billy Chandra Yunanto; Dwi Sukma Donoriyanto; Tranggono Tranggono
JUMINTEN Vol 1 No 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.105 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i3.79

Abstract

Perkembangan industri yang sangat pesat mengakibatkan suatu perusahaan harus melakukan peningkatan daya saing dan efektivitas proses produksi. Salah satu cara dalam meningkatkan efektivitas proses produksi adalah melakukan penataan fasilitas produksi yang baik dan benar. Permasalahan yang ada pada perusahaan ini adalah pada penataan fasilitas produksi yang hampir tidak berubah banyak dari sejak didirikan dikarenakan alat maupun metode kerja yang tradisional. Dalam pengamatan yang terjadi di lapangan, diketahui bahwa dalam beberapa stasiun kerja terdapat pekerja yang sama. Proses pemindahaan bahan baku dalam proses dilakukan secara manual oleh para pekerja dan dilakukan berkali-kali oleh pekerja yang sama. Dari permasalahan diatas, maka perlu dilakukan perancangan ulang tata letak fasilitas produksi pada lantai produksi abon sapi. Salah satu proses perancangan tata letak fasilitas produksi yang dapat digunakan yaitu Automated Design Layout Program (ALDEP). Hasil output ALDEP yang sesuai dengan ARC memliki total Total Closeness Rating (TCR) terbesar sebanyak 970 dan diterapkan dalam layout usulan. .Dalam perhitungan perbandingan jarak total antara existing layout dengan layout hasil ALDEP terjadi penurunan sebesar 43 m dari 137 m untuk existing layout menjadi 94 m untuk layout hasil ALDEP.
Analisis Risiko Musculoskeletal Disorders di Stasiun Kerja Pelapisan & Stasiun Kerja Pengovenan Produksi Tungku Kompor Menggunakan Metode OCRA (Studi Kasus di PT. XYZ) Yolanda Wiratama Putri; Sunardi Sunardi
JUMINTEN Vol 1 No 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.131 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i4.80

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi tungku kompor. Pada operator stasiun kerja pelapisan dan stasiun kerja pengovenan melakukan kegiatan yang berulang dengan siklus yang panjang. Karena sifat pekerjaannya, maka diduga dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal bagi operator. Tujuan dari penelitian ini adalah Memberikan Rekomendasi Perbaikan Untuk Mengurangi Risiko MSDS Pada Pekerja di PT. XYZ Menggunakan Metode OCRA. Hasil penelitian pada operator 1 pelapisan diperoleh tingkat risiko pada tangan kanan (OCRA Index 1,90) dapat diterima. Sedangkan tingkat risiko pada tangan kiri (OCRA Index 0,04) dapat diterima. Hasil penelitian pada operator 2 pelapisan diperoleh tingkat risiko pada tangan kanan (OCRA Index 0,17) dapat diterima. Sedangkan tingkat risiko pada tangan kiri (OCRA Index 7,11) adalah berisiko menengah mengalami gangguan muskuloskeletal. Hasil penelitian pada operator 3 pengovenan diperoleh tingkat resiko pada tangan kanan (OCRA Index 0,07) dapat diterima. Sedangkan tingkat resiko pada tangan kiri (OCRA Index 0,03) dapat diterima. Hasil penelitian pada operator 4 pengovenan diperoleh tingkat risiko pada tangan kanan (OCRA Index 0,05) dapat diterima. Sedangkan tingkat resiko pada tangan kiri (OCRA Index 0,03) dapat diterima. Hasil penelitian pada operator 5 pengovenan diperoleh tingkat risiko pada tangan kanan (OCRA Index 6,4) adalah berisiko menengah mengalami gangguan muskuloskeletal. Sedangkan tingkat resiko pada tangan kiri (OCRA Index 0,72) dapat diterima. Kemudian dilakukan perbaikan dengan cara menyeimbangkan beban kerja tangan kanan dan tangan kiri dan sistem rolling pekerja.
ANALISIS KUALITAS PRODUK KERAMIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DENGAN METODE SIX SIGMA DAN KAIZEN DI PT. ROMAN CERAMIC INTERNATIONAL Bustomy, Andrean; Rochmoeljati, Rr; Iriani, Iriani
JUMINTEN Vol 1 No 2 (2020): JUMINTEN
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.83

Abstract

ABSTRAK Persaingan industri manufaktur di Indonesia semakin ketat. Dengan adanya pengendalian kualitas yang baik kemudian dikaitkan dengan perbaikan berkelanjutan perlu dilakukan oleh banyak perusahaan agar dapat mendorong peningkatan pasar dan memenangkan persaingan. PT. Roman Ceramics International, merupakan perusahaan perintis dalam produksi keramik lantai di Indonesia. Perusahaan seringkali masih mendapati kejadian banyak Defect yang terjadi pada produk keramik lantai walaupun perusahaan telah melakukan usaha dalam meminimumkan jumlah Defect nya. Maka dari itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengurangi jumlah Defect dengan melakukan suatu perbaikan berkelanjutan menggunakan metode Six Sigma dan Kaizen. Berdasarkan data Defect akumulatif terbesar terjadi pada bulan April 2019 dengan jumlah produksi 421.422pcs kemudian jumlah Defect sebesar 20.521pcs dengan presentase Defect sebesar 18,50%. Dengan jenis Defect yang sering terjadi adalah Gupil. Berdasarkan analisa hasil yang didapatkan diketauhi bahwa dengan metode Six Sigma perusahaan mendapati hasil nilai rata-rata DPMO sebesar 10.670 yang berarti level sigma nya sebesar 3,803 atau sekelas dengan rata-rata industri Indonesia. Dari analisa hasil tersebut didapatkan hasil identifikasi akar penyebab terjadinya Defect dari jenis Defect terbesar yaitu Gupil menggunakan fishbone diagram berdasarkan 5 faktor yaitu faktor manusia, faktor lingkungan, faktor mesin, faktor metode dan faktor bahan baku. Berdasarkan fishbone diagram dapat diketauhi suatu usulan perbaikan dengan metode Kaizen yang direkomendasikan yaitu perusahaan memerlukan analisis keputusan untuk memilih supplier batch material maupun keramik lantai yang cacat dan masih memiliki kualitas baik. Kata kunci: Defect, Quality Control, Six Sigma, Kaizen
Pengendalian dan Perencanaan Bahan Baku Produksi Kerupuk Guna Meminimalkan Biaya Persediaan Bahan Baku di UD. LB dengan Menggunakan Metode MRP Teknik Lot Sizing LFL,EOQ, dan FPR Dany Hadi Dwi Purnama; Farida Pulansari
JUMINTEN Vol 1 No 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.658 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i4.86

Abstract

Proses produksi merupakan kegiatan inti dari suatu perusahaan manufaktur. Oleh karena itu perusahaan manufaktur harus mempunyai pelayanan, kebijakan, dan kualitas produk yang dapat diandalkan guna memuaskan konsumen. Sehingga, perlu ditunjang oleh suatu sistem produksi yang efisien. UD. LB merupakan salah satu pelaku industri kerupuk yang ada di kecamatan Mojoagung Jombang, Jawa Timur. Sebagai pelaku industri UD. LB memiliki kendala dalam melakukan proses produksi, terutama pada pengendaliaan bahan baku yang menyebabkan biaya bahan baku yang tinggi. Metode MRP adalah sistem pengendalian dan perencanaan persediaan yang bergantung pada permintaan yang menjadwalkan jumlah kebutuhan bakan baku yang tepat. Dengan tujuan menurunkan total biaya bahan baku pada UD. LB. Dari hasil analisis perhitungan menggunakan metode MRP di dapatkan hasil pengolahan data perhitungan total biaya bahan baku pada periode September 2018 sampai Agustus 2019 dengan teknik Lotting LFL sebesar Rp 3.906.613.280,- ; teknik Lotting EOQ sebesar Rp 3.991.925.701,- dan teknik Lotting FPR sebesar Rp 3.941.763.672,- serta untuk perhitungan rill perusahaan sebesar Rp 4.168.798.849,-. Dari semua hasil perhitungan didapat total biaya terkecil pada metode MRP teknik Lotting LFL dengan efisiensi biaya sebesar 6.2 %.atau dapat menghemat biaya sebesar Rp 262.185.569.- Sehingga metode tersebut dipilih untuk pengendalian dan perencanaan penjadwalan baku periode September 2019 sampai Agustus 2020. Dalam pengendalian dan perencanaan penjadwalan bahan baku periode September 2019 sampai Agustus 2020 digunakan metode peraman Single Exponensial Smoothing SES (Apha= 0,2) dengan nilai MSE sebesar 2,624 untuk meramalkan jumlah permintaan yang akan datang. Hasil proses MRP teknik lotting LFL pada periode September 2019 sampai Agustus 2020 didapatkan total biaya bahan baku sebersar Rp 3.892.137.753,- Kata kunci: MRP, Biaya, Bahan Baku, safety Stock, LFL, EOQ,FPR
Analisis Kepuasan Pelanggan Untuk Merancang Strategi Pemasaran Menggunakan Metode Servqual dan SWOT di Cafe Muhammad Febriyo Sulthon; Didi Samanhudi
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.391 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.88

Abstract

Cafe merupakan sebuah bisnis yang bergerak pada bidang jasa pelayanan cafe. Pada cafe ini spesialis dalam menjual kopi susu. Permasalahan yang muncul pada cafe ini dirasa semakin lama minat beli kembali di cafe berkurang sehingga tidak memenuhi target yang di harapkan. Permasalahan kualitas jasa seperti pelayanan karyawan, fasilitas yang ditawarkan, penampilan kebersihan tempat dan karyawan menjadi pertim-bangan serta dirasa kafe belum mempunyai strategi pemasaran yang tepat untuk mengatasi ma-salahnya. Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini menggunakan metode SERVQUAL dan analisis SWOT (strength, weakness, opportunities, Threat). Metode SERVQUAL merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan kenyataan dan harapan atas layanan yang diterima/dirasakan oleh para pelanggan, SWOT adalah suatu cara untuk men-gidentifikasi berbagai faktor secara sistematis dalam rangka merumuskan strategi perusahaan. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas pelayanan kelima dimensi service quality nilai persep-sinya sebesar 4,50 dan nilai harapan sebesar 3,91 dengan nilai gap positif (0,59) sehingga di-anggap baik. Dari SWOT didapatkan strategi yaitu mempertahankan harga, Meningkatkan promosi, Pemasangan iklan, dan menguasai pasar coffee shop di wilayahnya.
Pengurangan Bullwhip Effect Menggunakan Metode Vendor Managed Inventory (VMI) pada Supply Chain di PT. Alu Aksara Pratama Mohammad Alfin Al Farih; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol 1 No 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.141 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.89

Abstract

Prediksi jumlah produksi dapat dilakukan dengan melakukan peramalan permintaan serta penggunaan metode yang tepat. Rantai pasok yang diteliti pada PT. Alu Aksara Pratama terdiri atas Manufaktur (Vendor) dan Kantor Penjualan. Awalnya peramalan dilakukan pada masing – masing level rantai pasok dengan metode peramalan yang berbeda – beda. Maka, di-perlukan penyeragaman metode peramalan pada masing – masing pelaku rantai pasok. Ber-dasarkan pengujian metode peramalan yang dilakukan yakni metode Winter’s Method. Model yang digunakan untuk menghubungkan antara peramalan dan pelaksanaan dengan menggunakan pendekatan Vendor Managed Inventory (VMI). Perencanaan persediaan pada rantai pasok tidak dapat dilakukan secara sendiri – sendiri dan harus dipikirkan sebagai suatu sistem yang terkoordinasi. Pengendalian persediaan dilakukan dengan menggunakan perhi-tungan lot optimal yakni Economic Order Quantity (EOQ). Berdasarkan peramalan permintaan dan penentuan lot optimal, maka dapat dilakukan perhitungan nilai Bullwhip effect yang terjadi setelah penggunaan VMI pada rantai pasok mengalami perubahan yakni 1,359 menjadi 0,514 pada tingkat Manufaktur, sedangkan pada masing-masing tingkat Kantor Penjualan mengalami perubahan yakni 1,458 menjadi 0,501 pada kantor penjualan Banjarmasin, 1,657 menjadi 0,494 pada kantor penjualan Samarinda, 1,497 menjadi 0,888 pada kantor penjualan Makasar, 1,244 menjadi 0,493 pada kantor penjualan Kediri, 1,304 menjadi 0,508 pada kantor penjualan Jem-ber, 1,212 menjadi 0,499 pada kantor penjualan Jogja, 1,198 menjadi 0,499 pada kantor penjualan Surabaya, 1,267 menjadi 0,501 pada kantor penjualan Semarang, 1,327 menjadi 0,508 pada kantor penjualan Bali.

Page 4 of 44 | Total Record : 437


Filter by Year

2020 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 2 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 4 No 1 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 3 No. 3 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 3 No 3 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 3 No 2 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 3 No 1 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 5 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 5 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 2 No 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 5 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 2 (2020): JUMINTEN Vol 1 No 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi Vol. 1 No. 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi More Issue