Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Waktu Produksi Optimal dengan Metode Rougt Cut Capacity Planning Guna Memenuhi Permintaan Konsumen Ernawati, Dira
JURNAL TEKMAPRO Vol 3, No 1 (2008): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.302 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu produksi yang tersedia di PT. Adhitama Abadi Surabaya guna mencukupi waktu produksi yang optimal berdasarkan permintaan konsumen, karena dalam produksi sering terjadi keterlambatan penyerahan produk. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode RCCP (Rougt Cut Capacity Planning) berdasarkan Bill Of Labor untuk menentukan waktu produksi yang optimal berdasarkan hasil permintaan 12 periode mendatang dengan menggunakan program Win QSB. Metode peramalan menggunakan metode yang terbaik dengan memiliki deviasi kuadrat rata – rata (Mean Square Deviation / MSD) terkecil. Data Bill of Labor adalah Jadwal Induk Produksi (JIP), matrik waktu baku dan matrik produksi berdasarkan JIP. Untuk waktu produksi tersedia digunakan input data yaitu jumlah mesin, jam kerja/bulan, utilisasi, dan efisiensi. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode RCCP didapat waktu produksi yang optimal dari terkecil sebesar 410,19 jam/bulan pada proses pembuatan syrup sampai yang terbesar 586,94 jam/bulan pada proses pengolahan air dan pengisian, sedangkan waktu produksi yang tersedia pada proses pengolahhan air dan pengisian masing – masing sebesar 704 jam/bulan, proses pembuatan syrup dan pembotolan masing – masing sebesar 703,99 jam/bulan. Karena waktu produksi yang tersedia masih lebih besar daripada waktu produksi yang optimal, maka perusahaan masih dapat memenuhi permintaan konsumen untuk 12 periode mendatang. Kata Kunci: Rougt Cut Capacity Planning, Jadwal Induk Produksi, matrik waktu baku dan matrik produksi
PENGEMBANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN DI PT. INDOMAPAN Ernawati, Dira
JURNAL TEKMAPRO Vol 3, No 2 (2008): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.355 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari managemen Supply Chain adalah untuk meminimalkan biaya yang dikeluarkan dalam sistem dengan mencapai service level yang diinginkan, namun disisi lain juga perlu diciptakan ketanggapan (responsiveness) yang tinggi terhadap permintaan pelanggan. Untuk mencapai tujuan tersebut berarti bahwa diperlukan adanya suatu sistem pengukuran kinerja Supply Chain. Pengukuran ini penting dilakukan untuk mengontrol perilaku secara langsung dan performansi Supply Chain secara tidak langsung, menjamin perusahaan bergerak maju untuk mencapai tujuan Supply Chain nya serta menghindari terjadinya kehilangan konsumen atau penurunan performansi finansial. Penelitian diawali dengan pembuatan kerangka kinerja awal yang didasarkan pada fungsi-fungsi dasar Supply Chain, yaitu Plan, Source, Make, Deliver dan Return dengan ukuran utama dilihat dari segi Reliability, Responsiveness dan Flexibility. Kemudian kerangka kinerja awal tersebut disesuaikan dengan kondisi perusahaan, sehingga akhirnya berbentuk kerangka akhir yang digunakan untuk mengukur kinerja. Hasil pengolahan diinterpretasikan dengan membuat empat kerangka kuadran bawah, yang artinya banyak KPI yang nilainya masih jelek, akan tetapi tidak begitu penting pengaruhnya bagi kinerja Supply Chain. Namun disamping itu, sejumlah KPI berada dikuadran kanan atas yaitu, KPI yang bersifat Urgeny tetapi nilainya masih jelek. Hal ini berarti bahwa perusahaan harus berkonsentrasi untuk meningkatkan nilai dari KPI tersebut untuk mendapatkan nilai kinerja Supply yang lebih baik.   Kata kunci : Pengukuran Kinerja,  Supply Chain
MINIMALISASI BIAYA DISTRIBUSI KAYU DENGAN METODE CLARKE AND WRIGHT SAVING HEURISTIC (DI CV. SUMBER JAYA GRESIK) &Dira Ernawati, Hantono Raharjo, Enny Aryani,
JURNAL TEKMAPRO Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.604 KB)

Abstract

Abstraksi Penelitian ini dibuat berdasarkan permasalahan yang ada di CV. Sumber Jaya, Gresik, yaitu belum memiliki rute pengiriman produk kayu ke sejumlah agen-agen yang tepat yang bisa memperpendek jarak dan meminimasi biaya transportasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibuatlah penelitian ini dengan menggunakan  metode Clarke and Wright Saving Heuristic. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan rute pengiriman yang optimal untuk pendistribusian kayu sehingga dapat meminimumkan biaya distribusi. Data dari penelitian ini diambil berdasarkan permintaan kayu diambil pada bulan Desember 2013 – November 2014. Dan objek dalam penelitian ini adalah beberapa jenis kayu yaitu kayu kamper, kayu meranti, dan kayu nyatuh. Variabel-variabel yang digunakan terbagi menjadi 5 variabel yaitu rute awal distribusi, data lokasi agen, data jaarak teempuh, kapasitas angkut kendaaraan, dan biaya transportasi.. Sedangkan variabel terikatnya adalah meminimumkan biaya distribusi. Dari hasil pengolahan data pengolahan rute distribusi menggunakan Metode Clarke And Wright Saving Heuristic diatas dapat disimpulkan bahwa total jarak yang di lalui perusahaan yaitu sebesar 121 km/minggu, dengan efisiensi jarak sebesar 28,1. Dengan biaya transportasi yang di keluarkan sebesar Rp 35.354.400,-/tahun. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa metode Cllarke And Wright Saving Heuristic lebih baik dari metode awal perusahaan dengan penghematan jarak sebesar 28,1 km dan penghematan biaya sebesar Rp. 789.360,-/tahun.Kata Kunci : Distribusi, Vehicle Routing Problem, Clarke and Wright Saving Heuristic, Rute OptimalAbstractThis research was made based on the existing problems in the timber company CV. Sumber Jaya, Gresik, which has not had a delivery route of timber products to a number of agents the right to shorten the distance and minimize transportation costs. Based on these problems then made this study by using the method Saving Clarke and Wright heuristic. The purpose of this study is to determine the optimal delivery route for timber distribution so as to minimize the cost of distribution. Data from this study were drawn based on the demand for wood was taken in December 2013 - November 2014. And the object of this research is some kind of timber that camphor wood, meranti wood, and wood nyatuh. The variables used are divided into five variables: the initial distribution route, agent location data, the data jaarak teempuh, kendaaraan transport capacity, and the cost of transportation .. The dependent variable is to minimize distribution costs. Processing of the data processing using the method of distribution route Wright Clarke And Saving Heuristics can be concluded that the total distance in through the company that is equal to 121 km / week, with an efficiency of 28.1 distance. With the cost of transportation is issued Rp 35.3544 million, - / year. Thus it can be concluded that the method Cllarke And Wright Saving Heuristic better than the companys initial method with a distance of 28.1 km savings and cost savings of Rp. 789 360, - / year.Keywords: Distribution, Vehicle Routing Problem, Clarke and Wright heuristic Saving, Optimal TheseAbstraksi Penelitian ini dibuat berdasarkan permasalahan yang ada di CV. Sumber Jaya, Gresik, yaitu belum memiliki rute pengiriman produk kayu ke sejumlah agen-agen yang tepat yang bisa memperpendek jarak dan meminimasi biaya transportasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibuatlah penelitian ini dengan menggunakan  metode Clarke and Wright Saving Heuristic. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan rute pengiriman yang optimal untuk pendistribusian kayu sehingga dapat meminimumkan biaya distribusi. Data dari penelitian ini diambil berdasarkan permintaan kayu diambil pada bulan Desember 2013 – November 2014. Dan objek dalam penelitian ini adalah beberapa jenis kayu yaitu kayu kamper, kayu meranti, dan kayu nyatuh. Variabel-variabel yang digunakan terbagi menjadi 5 variabel yaitu rute awal distribusi, data lokasi agen, data jaarak teempuh, kapasitas angkut kendaaraan, dan biaya transportasi.. Sedangkan variabel terikatnya adalah meminimumkan biaya distribusi. Dari hasil pengolahan data pengolahan rute distribusi menggunakan Metode Clarke And Wright Saving Heuristic diatas dapat disimpulkan bahwa total jarak yang di lalui perusahaan yaitu sebesar 121 km/minggu, dengan efisiensi jarak sebesar 28,1. Dengan biaya transportasi yang di keluarkan sebesar Rp 35.354.400,-/tahun. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa metode Cllarke And Wright Saving Heuristic lebih baik dari metode awal perusahaan dengan penghematan jarak sebesar 28,1 km dan penghematan biaya sebesar Rp. 789.360,-/tahun. Kata Kunci : Distribusi, Vehicle Routing Problem, Clarke and Wright Saving Heuristic, Rute OptimalAbstractThis research was made based on the existing problems in the timber company CV. Sumber Jaya, Gresik, which has not had a delivery route of timber products to a number of agents the right to shorten the distance and minimize transportation costs. Based on these problems then made this study by using the method Saving Clarke and Wright heuristic. The purpose of this study is to determine the optimal delivery route for timber distribution so as to minimize the cost of distribution. Data from this study were drawn based on the demand for wood was taken in December 2013 - November 2014. And the object of this research is some kind of timber that camphor wood, meranti wood, and wood nyatuh. The variables used are divided into five variables: the initial distribution route, agent location data, the data jaarak teempuh, kendaaraan transport capacity, and the cost of transportation .. The dependent variable is to minimize distribution costs. Processing of the data processing using the method of distribution route Wright Clarke And Saving Heuristics can be concluded that the total distance in through the company that is equal to 121 km / week, with an efficiency of 28.1 distance. With the cost of transportation is issued Rp 35.3544 million, - / year. Thus it can be concluded that the method Cllarke And Wright Saving Heuristic better than the companys initial method with a distance of 28.1 km savings and cost savings of Rp. 789 360, - / year.Keywords: Distribution, Vehicle Routing Problem, Clarke and Wright heuristic Saving, Optimal These
Simulation of Activity Coefficient System Ternary in Acetone Buthanol Ethanol with Uniquac Equation Ketut, Sari Ni; Ernawati, Dira
Prosiding International conference on Information Technology and Business (ICITB) 2017: INTERNATIONAL CONFERENCE ON INFORMATION TECHNOLOGY AND BUSINESS (ICITB) 3
Publisher : Prosiding International conference on Information Technology and Business (ICITB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simulation of activity coefficients ternary systems using matlab programming language, which results in the appearance of the graph using a spreadsheet tool, less effective and efficient, so it is necessary for the visualization of object-oriented programming language, in addition to easy to be developed at a time when that will come, it has other benefits, in a device project software can use a variety of programming language that supports object-oriented programming, such as C#.Net and VB.Net. This research aims to display the batch distillation simulation of visual binary systems using object-oriented programming. Ethanol buthanol ethanol non azeotropic ternary system, simulation of activity coefficients with rigorous method using a model Differential-Algebraic-Equations (DAEs), where the completion of the model using the language C#.Net, the basic concepts of object-oriented programming consists of classes, objects, abstraction, encapsulation, polymorphism. Antoine parameter data and activity coefficients derived from experimental data. Dimension less time and pressure are set constant, while the variable composition liquida. Profile of liquida composition and vapor composition function dimensionless can be displayed directly from the desktop, to have the non azeotropic ternary system value profile activity coefficient is not equal to one, while the ternary system non azeotropic approaching one. Profile of liquida composition and vapor composition maximum from ternary system non azeotropic is 0.98, while for the ternary system non aeotropic approaching one. Economically using C#.Net language faster, time efficiency and better performance profile. Keywords: Activity coefficients, C#.Net, DAEs, rigorous method, ternary systems
Pengukuran Kinerja Supply Chain Menggunakan Metode Green Score di PT. XYZ Dodo Zulfikar; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol 1 No 1 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.652 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa nilai kinerja supply chain di PT. XYZ apabila diukur dengan menggunakan model green scor. PT. XYZ adalah perusahaan dengan memproduksi bahan aktif kimia untuk pertanian dan perkebunan. Permasalahan yang dialami perusahaan adalah perusahaan mulai mengembangkan tidak hanya produk yang ramah lingkungan tetapi juga management serta supply chain yang ramah lingkungan yang akan dimulai dari produk Guela. Setelah dilakukan verifikasi dari 18 indikator yang diajukan, melalui sesi wawancara diperoleh 14 indikator yang terverifikasi dan bisa dijadikan KPI. Pembobotan pada tiap KPI dilakukan dengan menggunakan metode AHP. Selanjutnya dilakukan pengukuran kinerja atau scoring dengan menggunakan metode Green Supply Chain Operation Reference (GSCOR) dan mengevaluasi dengan menggunakan metode traffic light system (TLS). Berdasarkan tabel 4.67 dapat diketahui bahwa dari 14 KPI, 3 KPI yang masuk dalam kategori warna kuning, 1 KPI yang masuk kategori warna merah dan 10 KPI yang masuk kategori warna hijau. Nilai total pengukuran kinerja green supply chain pada PT. XYZ didapatkan sebesar 72,64 (Good). Dari angka tersebut dapat diketahui bahwa kinerja green supply chain pada PT. XYZ berada pada warna hijau yang artinya kinerja supply chain sudah baik tetapi perlu dilakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan performansi green supply chain PT. XYZ.
Analisis Performance Mesin Residual Oil Main Burner pada Unit PLTU 3/4 dengan Metode Reliability Availability Maintainability (RAM) di PT Pembangkit Jawa Bali Unit Pembangkit Gresik Luky Noviansyah; Erlina Purnamawati; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol 1 No 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.947 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.12

Abstract

ABSTRAK PT. Pembangkit Jawa Bali Unit Pembangkit Gresik merupakan anak perusahaan PLN BUMN produsen listrik yang salah satu penyuplai kebutuhan listrik di Jawa Timur. Salah satu unit pembangkit listrik Gresik yaitu PLTU unit 3 dan 4 yang mempunyai mesin kritis residual oil main burner pada sistem operasi listrik. Residual Oil Main Burner merupakan tempat pembakaran minyak yang dioperasikan ketika dibutuhkan dua pembakaran. Pada mesin residual oil main burner tidak terdapat penjadwalan pemeliharaan yang tepat. Maka dari itu perlunya kebijakan maintenance pada mesin residual oil main burner yang tepat. Metode yang digunakan Reliability Availability Maintainability (RAM) yang bertujuan untuk memprediksi kinerja keandalan, ketersediaan, kemampuan perawatan dari mesin sehingga memiliki performance mesin yang baik. Berdasarkan hasil perhitungan performance mesin dengan menggunakan metode Reliability Availability Maintainability (RAM), diperoleh nilai reliability sebesar 80,36% pada R(t) = 240 jam dan untuk mencapai nilai maintainability 81% dibutuhkan waktu perbaikan selama lima jam dengan inherent availability sebesar 99,31% dan operational availability sebesar 95,23%.
Pengurangan Bullwhip Effect Menggunakan Metode Vendor Managed Inventory (VMI) pada Supply Chain di PT. Alu Aksara Pratama Mohammad Alfin Al Farih; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol 1 No 2 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.141 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i2.89

Abstract

Prediksi jumlah produksi dapat dilakukan dengan melakukan peramalan permintaan serta penggunaan metode yang tepat. Rantai pasok yang diteliti pada PT. Alu Aksara Pratama terdiri atas Manufaktur (Vendor) dan Kantor Penjualan. Awalnya peramalan dilakukan pada masing – masing level rantai pasok dengan metode peramalan yang berbeda – beda. Maka, di-perlukan penyeragaman metode peramalan pada masing – masing pelaku rantai pasok. Ber-dasarkan pengujian metode peramalan yang dilakukan yakni metode Winter’s Method. Model yang digunakan untuk menghubungkan antara peramalan dan pelaksanaan dengan menggunakan pendekatan Vendor Managed Inventory (VMI). Perencanaan persediaan pada rantai pasok tidak dapat dilakukan secara sendiri – sendiri dan harus dipikirkan sebagai suatu sistem yang terkoordinasi. Pengendalian persediaan dilakukan dengan menggunakan perhi-tungan lot optimal yakni Economic Order Quantity (EOQ). Berdasarkan peramalan permintaan dan penentuan lot optimal, maka dapat dilakukan perhitungan nilai Bullwhip effect yang terjadi setelah penggunaan VMI pada rantai pasok mengalami perubahan yakni 1,359 menjadi 0,514 pada tingkat Manufaktur, sedangkan pada masing-masing tingkat Kantor Penjualan mengalami perubahan yakni 1,458 menjadi 0,501 pada kantor penjualan Banjarmasin, 1,657 menjadi 0,494 pada kantor penjualan Samarinda, 1,497 menjadi 0,888 pada kantor penjualan Makasar, 1,244 menjadi 0,493 pada kantor penjualan Kediri, 1,304 menjadi 0,508 pada kantor penjualan Jem-ber, 1,212 menjadi 0,499 pada kantor penjualan Jogja, 1,198 menjadi 0,499 pada kantor penjualan Surabaya, 1,267 menjadi 0,501 pada kantor penjualan Semarang, 1,327 menjadi 0,508 pada kantor penjualan Bali.
Analisa dan Mitigasi Risiko Pada Proses Supply Chain dengan Pendekatan House of Risk di PT. XYZ Iqbaal Ahmad Izzuddin; Dira Ernawati; Nur Rahmawati
JUMINTEN Vol 1 No 3 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.361 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i3.102

Abstract

XYZ dalam memenuhi kebutuhan selalu disertai ketidakpastian, semakin tinggi ketidakpastian yang dihadapi menyebabkan semakin banyaknya gangguan atau risiko yang mungkin terjadi, Terjadinya risiko dapat mengganggu perusahaan dalam mencapi tujuan sehingga perlu dilakukan suatu mitigasi untuk mengatasi risiko yang mengganggu tersebut. Selama ini perusahaan mengalami beberapa permasalahan dalam proses bisnisnya terutama pada kegiatan utama perusahaan tersebut seperti masalah distribusi, keterlambatan pengiriman ke pengkulak, produk yang cacat sebelum dan saat pengiriman, serta sering menumpuknya stok yang ada di Gudang, sehingga perlu adanya manajemen risiko yang terstruktur untuk mengidentifikasi, menganalisa, dan meminimalkan risiko yang terjadi pada aktivitas supply chain. Dengan menggunakan metode House of Risk proses identifikasi, serta menganalisa risiko yang terjadi untuk menjadi bahan pertimbangan dan referensi mengetahui mitigasi risiko dalam proses distribusi dengan tujuan untuk mencapai kemaksimalan proses saat diterapkan. Macam-macam risiko yang terjadi pada perusahaan terdapat 23 kejadian risiko yang dominan sehingga dihasilkanlah 14 aksi mitigasi yang dirangking berdasarkan dampak paling besar terhadap kegiatan supply chain perusahaan.
Pemilihan Mitra Kerja Pemanfaatan Limbah Jonjot Menggunakan Metode ARAS (Additive Ratio Assessment) di Perum XYZ Ayu Agustina Suryani; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol 1 No 4 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.551 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i4.104

Abstract

Setiap produksi selalu menghasilkan limbah. Namun beberapa limbah dapat diolah kembali untuk menghasilkan nilai jual. Perum XYZ bekerja sama dengan beberapa mitra untuk memanfaatkan limbah produksinya. Namun Perum XYZ tidak dapat memenuhi permintaan mitra kerja, sehingga Perum XYZ akan melakukan pengurangan mira kerja. Dalam pengambilan keputusan mitra kerja membutuhkan alat analisis yang memungkinkan dapat memecahkan masalah yang kompleks sehingga keputusan yang diambil sangat berkualitas. Salah satu alat dalam pengambilan keputusan adalah Metode ARAS (Additive Ratio Assessment). Dari hasil perhitungan, didapatkan urutan dari nilai utility degree terbesar adalah Anak Ragil (0.090084), Petani Makmur (0.085117), UD. Makmur (0.084457), UD. Jaya Abadi (0.084101), UD. Barokah (0.083153), UD. Pangurip Jiwo (0.082571), UD. Mlarak (0.082269), UD. Sentosa (0.080383) UD. Subur (0.077103) UD. Langgeng Jaya (0.076233), UD. Srikaton (0.066766).
Perancangan Alat Tanam Benih Padi Semi Otomatis Menggunakan Metode Quality Function Deployment Studi Kasus Petani di Kecamatan Balongpanggang, Gresik Andy Dwi Feriansyah; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol 1 No 6 (2020): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.733 KB) | DOI: 10.33005/juminten.v1i6.156

Abstract

Sektor Pertanian merupakan matapencaharian mayoritas masyarakat didaerah balongpanggang, padi merupakan tanaman pokok yang ditanam oleh para petani, namun dalam proses penanamannya masih menggunakan alat tradisional, hal itu sangat menguras waktu, biaya dan tenaga para petani sehingga sangat tidak efektif dan tidak efisien dalam proses penanamannya. Dengan menggunakan metode quality function deployment diharapkan akan terciptanya produk alat tanam benih padi semi otomatis yang dapat meringankan kinerja para petani. Dalam proses pengambilan data terdiri dari 50 responden yang bekerja sebagai petani di kecamatan balongpanggang kabupaten gresik. Dan didapat hasil karakteristik teknik prod uk tersebut antara lain Bentuk alat lingkaran, Bentuk pegangan tangan tabung, Pelubang membuka otomatis, Warna alat hitam , Banyak lubang tanam 12 buah, Bahan gigi pelubang menggunakan Besi, Tidak perlu mengatur ulang alat, Lubang tanam permanen, Menggunakan pegas anti karat, pengangan tangan menggunakan Besi dibaluti karet, Panjang alat fleksibel, Desain minimalis dan sederhana, Jarak antar lubang 20 cm, Kapasitas benih 3 kg dan Bahan roda utama Pipa PVC. Dan dalam pembuatan alat tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp. 665.500.00. alat tanam benih padi semi otomatis ini memiliki keunggulan memiliki 2 alur penanaman yang menerapkan prinsip penanaman jajar legowo dan harga produk relatif terjangkau.
Co-Authors Adhella Ika Putri Aditya Tri Pratama Afrul Mufdi Thobarsi agung setiawan Agustin, Melinda Dwi Akbar Sujiwa Akmal Suryadi Aldo Wicaksono Amel, Amelia Purbaningtyas Andita Rizki Ramadani Andy Dwi Feriansyah Aprilia Kurnia Ardysti, Amelia Ramadhani Arifano, Krisna Ramadhian Ayu Agustina Suryani Az Zahra, Ladya Cheril Bossa No Va Dewi Seda Mera Dodo Zulfikar Dyah Suci Perwitasari Erlina Erlina Erlina Purnamawati Fatmawati, Erliansa Febridan Dzulkifli Fitriyah, Jihan Hasbi Assiddiqi Hayati, Kinanti Resmi Hayati, Kinanti Resmi Iqbaal Ahmad Izzuddin Joumil Aidil Saifuddin Kuswara, Ramadana Esa Luky Noviansyah Lutvia Agustin M Satria Adiyatma Nugraha Maghfiroh, Marjiatul Mahardika Brave Revaldiwansyah Marbun, Chandra Ericson Maulana, Alfin Bima Maunah, Dewi Aisarunnisa' Mera, Dewi Seda Moch. Annas Hidayatulloh Mohammad Alfin Al Farih Mohammad Ridho Permana Muhammad Trisyadi Waluya Jati Nabilla Nabilla Nanang Teguh Teguh Ni Ketut Sari Nugraha , Isna Nugraha, Isna Nur Aini Fauziyah Nur Rahmawati Nur Rahmawati Nur Rahmawati Nuswantoro, Wira Yudha Perdiansyah, Muhammad Ilham Pradata, Amelia Putri Pradinain, Rizky Fadilla prakosa, albertus Adriyanto Raditya Y E Rafi Fadlurrahman Firjatullah Rahmadhani, Talitha Vania Riska Dewi, Nanda Riska Tia Wulandari Rizka Novitasari Rr. Rochmoeljati Sa'idan, Gading Adian Kun Safirin, Moch. Tutuk Sakiyatuddurriyah, Sakiyatuddurriyah Salsa Billa Kharisma Santi Wulandari Santika, Arum Sinda Sari, Komang Nickita Satya , Mas Tangguh Afritza Setiyadi, Nanda sholeha, fitriatus Sholihin, Farhan Aufa Sidabutar, Naomi Sinta Dewi Sinta Dewi Sudrajat, Oka Akbar Tauriza Alfiane, Revica Tranggono Tranggono Tranggono Yekti Condro Winursito