cover
Contact Name
Niken Febrina Ernungtyas
Contact Email
niken.f@lspr.edu
Phone
-
Journal Mail Official
commentatejournal@lspr.edu
Editorial Address
Campus C, lt. 2. Sudirman Park Campus. Jl. KH. Mas Mansyur Kav 35. Sudirman Park Campus. Jakarta Pusat 10220
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
COMMENTATE: Journal of Communication Management
ISSN : 27233014     EISSN : 27745856     DOI : https://doi.org/10.37535/103001220201
The objective of COMMENTATE: Journal of Communication Management is to encourage research related but not limited to: 1. Corporate communication. Communication that involves a set of activities with external and internal stakeholders to create favourable conditions. 2. Media communication. Multimodal communication in audio, visual and audiovisual both mainstream and digital to deliver information or data. 3. Public relations. Communication that is associated with the strategic message to build corporate image and reputation. 4. Business communication. The interchange of a verbal, written or recorded message in the circumstances of business to accomplish organization objectives. 5. Entertainment communication. Communication that attaches the experience, role and impact of entertainment media on a scope of various people. 6. Global communication. Communication that implies a transfer of information, knowledge and ideas across geographic, political, economic, social and cultural divides. 7. Communication management. The systematic plan, implementation, and evaluation of all communications activities in different channels within an organization or between organizations.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2024): COMMENTATE: Journal of Communication Management" : 5 Documents clear
Hubungan Parasosial Antara Penggemar ARMY dan BTS di Weverse Mariani; Hidayat, Dadang Rahmat; Rahmat, Agus
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 5 No. 1 (2024): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103005120242

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berfokus untuk memahami hubungan parasosial atau parasocial relationship (PSR) antara penggemar ARMY dengan Idol BTS di Weverse. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati aktivitas media sosial akun Weverse BTS dan mengamati fenomena kedekatan Army dan BTS di media profesional. Penelitian ini mengungkapkan hubungan parasosial antara penggemar ARMY dan BTS terbentuk melalui interaksi yang intens di platform Weverse, terutama melalui sesi live streaming.  sehingga dapat berinteraksi secara langsung dan real-time, memungkinkan penggemar untuk mengajukan pertanyaan, mengirim komentar, dan menerima tanggapan langsung dari anggota BTS. Interaksi semacam ini menciptakan kesan hubungan dua arah dan memperkuat ikatan emosional antara keduanya. BTS menggunakan interaksi ini secara profesional untuk memperkuat hubungan dengan penggemar dan meningkatkan popularitas mereka. Tidak hanya dalam industri musik, BTS memiliki dampak pada sektor ekonomi Korea Selatan. Kontribusi BTS mencapai lebih dari $3,9 miliar, dengan proyeksi untuk mencapai $39 miliar dalam sepuluh tahun mendatang. Pendapatan ini bersumber dari penjualan album, tiket konser, produk merchandising dan peningkatan pariwisata. Kata kunci: Parasocial Relationships, Kpop, Virtual Media, Waverse, BTS   ABSTRAK This research focuses on understanding the parasocial relationship (PSR) between ARMY fans and BTS Idols in Weverse. This research uses a qualitative method with a virtual ethnography approach. Data collection was done by observing the social media activities of BTS's Weverse account and observing the phenomenon of Army and BTS's closeness in professional media. This research reveals that parasocial relationships between ARMY and BTS fans are formed through intense interactions on the Weverse platform, especially through live streaming sessions, allowing fans to ask questions, post comments, and receive direct responses from BTS members. This kind of interaction creates a sense of a two-way relationship and strengthens the emotional bond between the two. BTS uses these interactions professionally to strengthen relationships with fans and increase their popularity. Not only in the music industry, BTS has an impact on South Korea's economic sector. BTS' contribution is over $3.9 billion, with projections to reach $39 billion in the next ten years. This revenue comes from album sales, concert tickets, merchandising products and increased tourism.   Kata kunci: Parasocial Relationships, Kpop, Virtual Media, Weverse, BTS
Why Hospitals in Indonesia Must Shift Their Media Tools: A Case Study Analysis of Grha Kedoya Hospital, Jakarta Arroisi, Akrom; Nurifai, Salsabila Hanoum; Boer , Rino Febrianno
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 5 No. 1 (2024): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103005120241

Abstract

ABSTRAK Media digital, khususnya media sosial, telah menjadi alat komunikasi utama dalam masyarakat modern. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan informasi dari platform digital, termasuk Instagram,  mengharuskan institusi kesehatan seperti Rumah Sakit untuk menyesuaikan strategi komunikasi mereka. Pergeseran penggunaan alat media ini, di antaranya terjadi pada  Rumah Sakit di Indonesia seperti RS Grha Kedoya, Jakarta, yang semula mengandalkan media konvensional (seperti suratkabar, radio dan televisi), dan belakangan menggunakan media sosial seperti Instagram.  Penelitian ini bertujuan mencari tahu apa sebab Rumah Sakit seperti RS Grha Kedoya, Jakarta mengganti alat media mereka ke media sosial. Oleh karena itu penulis melakukan analisis penggunaan media digital di RS tersebut. Oleh karena itu studi kasus dengan pendekatan deskriptif ini membahas peristiwa, perilaku, dan aktivitas serta proses yang dilalui pada media sosial Instagram Rumah Sakit Grha Kedoya (@grhakedoya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian alat media ke media sosial karena jangkauan yang lebih luas, efektivitas biaya, interaksi dua arah, kampanye yang lebih tepat sasaran, penyampaian informasi yang cepat, dan peningkatan kesadaran merek. Dengan mengganti alat media itu, maka RS Grha Kedoya dapat meningkatkan efisiensi komunikasi internal dan eksternal, mempromosikan layanan dan program kesehatan secara lebih efektif, serta memanfaatkan data dan analisis interaksi media sosial yang terjadi untuk memahami kebutuhan dan umpan balik pasien dengan lebih baik, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Penelitian ini memberikan manfaat signifikan bagi ilmu pengetahuan, khususnya dalam komunikasi kesehatan, dengan memperkaya pemahaman tentang penggunaan media sosial di rumah sakit. Hasil penelitian dapat membantu mengidentifikasi strategi komunikasi yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan, meningkatkan edukasi pasien, dan memperkuat hubungan antara rumah sakit dan komunitas. Kata Kunci: Media Sosial; Promosi; Edukasi; Rumah Sakit.   ABSTRACT Digital media, especially social media, has become the primary communication tool in modern society. The shift in consumer behavior, increasingly relying on information from digital platforms, including Instagram, requires healthcare institutions like hospitals to adjust their communication strategies. This shift in media usage is occurring in hospitals in Indonesia, such as RS Grha Kedoya in Jakarta, which previously relied on conventional media (such as newspapers, radio, and television), but have recently started using social media like Instagram. This research aims to understand why hospitals like RS Grha Kedoya, Jakarta, have switched their media tools to social media. Therefore, the authors conducted an analysis of digital media usage in the hospital. Using qualitative method with a descriptive approach as methodology, the study discusses events, behaviors, activities, and processes on the Grha Kedoya Hospital’s Instagram account (@grhakedoya). The research findings indicate that the switch to social media is due to broader reach, cost-effectiveness, two-way interaction, more targeted campaigns, rapid information dissemination, and increased brand awareness. By switching to social media, RS Grha Kedoya can enhance internal and external communication efficiency, promote health services and programs more effectively, and utilize data and analysis from social media interactions to better understand patient needs and feedback, all of which contribute to improving the quality of hospital services. This research provides significant benefits to the field of knowledge, particularly in health communication, by enriching the understanding of social media usage in hospitals. The findings can help identify effective communication strategies to convey health information, enhance patient education, and strengthen the relationship between hospitals and the community. Keywords: Social Media; Promotion; Education; Hospital;
Digital Marketing Communication of Entrepreneurship Curriculum in Islamic Boarding School: Case Study in Pesantren Sirojul Huda Bandung Regency West Java Rachmawati, Indri; Pratama Putra, Raditya; Junita Triwardhani, Ike
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 5 No. 1 (2024): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103005120243

Abstract

Entrepreneurship is a program that continues to receive significant support. In 2020, the Governor of West Java allocated hundreds of billions of rupiah to foster new entrepreneurs as part of the post-pandemic economic recovery. In Islam, trading (entrepreneurship) holds a prominent position, as highlighted in a hadith narrated by Ahmad, where the Prophet Muhammad (SAW) said, "You should trade because it contains nine doors of sustenance." Therefore, educating the younger generation, especially Muslims, to become resilient entrepreneurs is crucial. This research explores the integration of entrepreneurship programs within Islamic boarding school (pesantren) education. Using a qualitative methodology and case study approach, the study focuses on Sirojul Huda Islamic Boarding School in Bandung Regency. The school has introduced entrepreneurial training for students starting at the Tsanawiyah level. Key participants in this research include two school administrators as primary sources and students as secondary sources. Currently, the school offers two extracurricular programs for students interested in culinary arts and clothing production (convection). Future plans include expanding these activities. However, the program faces challenges due to a lack of professional management. For example, the school’s catering and convection services lack proper promotion through digital marketing. Findings suggest that incorporating Digital Marketing Communication into entrepreneurship education is essential and should be included in the official curriculum. This addition would enhance the entrepreneurial skills and knowledge of students, particularly within the Muslim community, and better prepare them for modern economic challenges.
Komunitas Film Online sebagai Pembentuk Identitas Bersama melalui Instagram sebagai Media Komunikasi Chrisdina, Chrisdina; Bramundita, Adinda Gadis Christi; Nurhaliza, Siti
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 5 No. 1 (2024): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103005120244

Abstract

Setiap individu memiliki ketertarikan yang sangat beragam. Ketertarikan akan hal yang sama menggiring terbentuknya komunitas. Seiring berjalannya waktu, komunitas dapat bertumbuh menjadi sangat besar dengan jumlah anggota yang banyak. Saat ini teknologi menjadi salah satu pendukung komunitas untuk dapat mengekspresikan dirinya lebih mudah dan murah. Secara fungsi komunitas hanya memenuhi keinginan pribadi seseorang untuk mendapatkan lingkaran pertemanan yang sama, tetapi kemudian berkembang menjadi sebuah kumpulan yang sangat solid berbasis loyalitas. Salah satu yang menarik adalah komunitas film online yang mampu membentuk sebuah identitas bersama. Para anggota dengan sukarela memberikan bergam ulasan pada film yang saat ini sedang tayang. Kerelaan menonton dan memberikan review tidak mendapatkan keuntungan secara finansial, tetapi membentuk sebuah identitas bersama. Melalui model Identitas Sosial Efek Deindividuasi, yang lebih dikenal sebagai model SIDE penelitian ini menggali perilaku bebas individu yang tergabung dalam komunitas di platform sosial media. Netnografi dilakukan untuk menemukan beragam percakapan yang terbentuk secara bebas pada dunia digital. Hasil yang didapatkan adalah prinsip Common-Bond and Common-Identity Groups dalam Computer Mediated Communication (CMC) dan SIDE terdapat pembentukan identitas bersama melalui komunikasi antar anggota komunitas karena adanya ketertarikan yang sama.
Pemetaan Jaringan Komunikasi AKLI DKI Jakarta: Studi Kolaborasi berbasis Komunitas Irwandy, Deddy; Waluyo, Waluyo
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 5 No. 1 (2024): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103005120245

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika jaringan komunikasi dan Communities of Practice (CoP) di Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) DKI Jakarta, yang menghadapi tantangan dalam menjaga aliran informasi yang efektif dan keterlibatan anggota. Jaringan formal, yang terpusat pada sekretariat dan ketua, menunjukkan ketidakseimbangan distribusi informasi akibat penggunaan media komunikasi seperti WhatsApp dan website yang belum optimal. Ketergantungan pada jaringan informal antaranggota menjadi solusi sementara, namun menciptakan akses informasi yang tidak merata. Dari perspektif CoP, mutual engagement anggota masih lemah, dan shared repertoire tidak sepenuhnya mendukung kolaborasi komunitas. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya literatur jaringan komunikasi dan CoP dengan menyoroti peran penting shared repertoire dan mutual engagement dalam komunitas berbasis praktik. Secara praktis, hasil penelitian merekomendasikan penguatan peran sekretariat sebagai fasilitator informasi, optimalisasi media komunikasi digital, dan pengembangan saluran informasi yang lebih inklusif. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi strategi inovatif berbasis teknologi, seperti aplikasi khusus asosiasi, dan menganalisis dampak persaingan antar asosiasi terhadap loyalitas anggota. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan strategi komunikasi organisasi dan keberlanjutan komunitas asosiasi di tengah persaingan industri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5