cover
Contact Name
Lery Prasetyo
Contact Email
leryprasetyo@rocketmail.com
Phone
+6282140158300
Journal Mail Official
sabbhata_yatra@radenwijaya.ac.id
Editorial Address
Redaksi Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya Program Studi Pariwisata Buddha Address: Jl. Kantil Bulusulur Wonogiri-Jawa Tengah Kode Pos 57615
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 27455513     DOI : -
Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata dan Budaya is scientific journal which publishes scientific articles about tourism and culture. There are two main basic sciences on this journal, they are: Tourism : tourism plan, tourism management, tourism destination, travelling, gastronomy, pilgrimage, and hospitality Culture : traditions, customs, belief systems, art, history, society, ethnics, culture philosophy, heritage, and society system.
Articles 96 Documents
NILAI SIMBOL CANDI BOROBUDUR DALAM WISATA KAPITALIS GLOBAL Tri Yatno
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 1 No 2 (2020): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v1i2.255

Abstract

Candi Borobudur sebagai warisan agama Buddha menjadi simbol budaya yang memiliki nilai estetika dan spiritual. Negara memiliki peran sentral dalam mengelola Candi Borobudur sebagai bagunan cagar budaya dan pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai simbol religi pada Candi Borobudur dalam wisata kapitalis global. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dalam mengungkap permasalahan. Hasil penelitian manyatakan bahwa Candi Borobudur memiliki nilai jual sebagai material pariwisata. Simbol-simbol religi Buddha di Candi Borobudur dikomodifikasi menjadi komoditas wisata. Dampak dibukanya Candi Borobudur sebagai komoditas wisata memiliki dampak positif dan negatif bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat
KEMASYARAKATAN BUDDHIS SEBAGAI BENTUK STRUKTUR DALAM AGAMA BUDDHA: Sebuah Studi Kritis Pada Masyarakat Buddhis Situ Asih
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 1 No 2 (2020): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v1i2.257

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas bagaimana struktur kemasyarakatan Buddhis dan bagaimana transformasi kemasyarakatan Buddhis. Sebuah penelitian kajian budaya dengan pendekatan sosial kritis, yang teknik analisisnya dengan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasilpenelitian menunjukkan bahwa lahirnya sosial kemasyarakatan Buddhis diawali oleh ajaran Buddha, bahwa untuk menjalani kehidupan, manusia dihadapkan pada 2 pilihan kehidupan, yakni kehidupan sebagai Pabbajita dan kehidupan Gharavasa. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa secara otomatis, struktur kemasyarakatan umat Buddha telah terbentuk. Secara langsung telah lahir oposisi Binner seperti yang telah disampaikan oleh Strauss, ada kehidupan perumah tangga dan ada kehidupan Pabbajita. Pabbajita adalah para Bhikkhu dan Bhikkhuni yang menjalankan Sila dan terlatih dalam hal pengendalian diri, dengan begitu maka layak seorang Pabbajita mendapatkan penghormatan dari masyarakat.
Cover, Team Editor, and Table of Content Lery Prasetyo
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 1 No 2 (2020): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v1i2.258

Abstract

SASTRA LISAN SEBAGAI REFLEKSI KEARIFAN LOKAL DALAM MENJAGA SIKAP, PERILAKU, DAN ETIKA Winarti Winarti; Siti Hardiyanti Amri
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 1 No 2 (2020): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v1i2.259

Abstract

Local wisdom has a close relationship with society and culture. Culture is an abstract knowledge that exists in a nation. Through culture, individuals as part of an ethnic group will manifest behaviors patterns to interact with their social environment. In this case, oral literature plays an important role in constructing local wisdom as a part of culture of which function to maintain attitudes, behaviors, and ethics found in social life. All elements involved in local wisdom synergize in upholding norms, values, culture, attitudes, behaviors, and ethics as reflected in the tradition of tabu, myth and folklore, traditional expressions, and traditional ceremonies.
LINGUISTICS ANALYSIS: FIGURATIVE LANGUAGE USED IN ROBERT FROST’S POEM Rida Fahas; Rizqi Husaini; Puput Jianggimahastu L.S; Dedy Richi R
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 2 No 1 (2021): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v2i1.262

Abstract

This research aims to find out the most dominant figurative language that usedin poems of Robert Frost.This study includes to qualitative research with a objective approach to analyze the poems of Robert Frost‟s selected poems. The sources of data is obtained in this study by looking for books and internet that contains about literature and poetry. The writer uses note taking method in the collection of data that is by reading, writing and looking for poems of Robert Frost‟s selected poems related to the formulation of the problems. The technique of analysis of the data is by reading, identifying, understanding, finding, and making conclusion every poems which is analyzed from the poems of Robert Frost‟s selected poems related to the formulation of the problems in the study.The results of the study shows that the most dominant figurative language in the selected poems are two Metaphor, eleven personification, four symbol, three hyperbole, and one repetition. So, it can be coclude that this selected poems are dominate by “Personification”.
CARA PANDANG UMAT BUDDHA DESA NUSA JAYA, SUMATERA SELATAN DALAM MELAKSANAKAN TRADISI SATU SURO Widiyanto Widi
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 2 No 1 (2021): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v2i1.264

Abstract

Abstrak Berbagai macam cara yang dilakukan oleh masyarakat di desa Nusa Jaya dalam memperingati upacara tradisi satu suro yang merupakan tradisi leluhur yang masih dilakukan dan dipegang teguh. Dalam hal ini masyarakat desa Nusa Jaya yang terdiri dari berbagai macam kepercayaan agama, tetapi saling bekerja sama dalam memperingati dan merayakan upacara tradisi satu suro, merupakan keunikan tersendiri yang perlu diteliti dan dianalisis untuk mencari tahu kebenarannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana sejarah serta pelaksanaan upacara tradisi satu suro, serta maknanya bila dipandang dari perspektif agama Buddha di desa Nusa Jaya. Kepercayaan masyarakat yang dimaksud ialah kepercayaan atau keyakinan rakyat indonesia kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepercayaan kepada keadaan yang gaib lainnya. Untuk mengetahui dasar-dasar dan unsur- unsur yang melahirkan kepercayaan masyarakat Indonesia pada umumnya, lebih dulu kita harus mengetahui kepercayaan-kepercayaan rakyat dan agama rakyat Indonesia dari zaman purbakala (Kamil Kartapradja, 1985:1-2). Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan suro dimana bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender hijriyah, karena Kalender jawa yang diterbitkan Sultan Agung mengacu penanggalan Hijriyah (Islam). Satu suro biasanya diperingati pada malam tanggal satu setelah magrib biasanya disebut malam satu suro, hal ini karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam. Berdasarkan data yang diperoleh, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Menurut bidang yang diteliti penelitian yang dilakukan termasuk di dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah panitia, tokoh agama Buddha, tokoh masyarakat di desa Nusa Jaya, Belitang 3, OKU Timur. Dalam menentukan subjek, peneliti langsung menentukan siapa saja yang akan dijadikan responden, dengan alasan mereka adalah orang yang banyak mengetahui tentang masalah yang akan diteliti. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara. Selanjutnya data dianalisis dan ditafsirkan dengan tujuan untuk menarik kesimpulan dari penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi satu suro merupakan ritual yang telah mendarah daging untuk masyarakat desa Nusa Jaya. Tradisi satu suro dilaksanakan setiap tanggal tujuh malam kedelapan di bulan Suro. Tradisi ini merupakan Kolaborasi antara Kebudayaan Jawa dan konsep tata ritual agama setempat; (2) Tradisi satu suro ini merupakan rangkaian kebudayaan lokal yang dikolaborasikan dengan kepercayaan agama setempat untuk memperingati Tahun baru Jawa. Tradisi satu suro ini sebagai sarana untuk penghormatan terhadap Leluhur; (3) Bentuk nilai-nilai spiritual tradisi satu suro di desa Nusa Jaya antara lain: Ritual mubeng deso, Membawa persembahan (sesajen), Lek-lekan (tidak tidur semalam), dan Poso (puasa). Keywords: Cara Pandang Umat Buddha, Suro
Pengaruh New Normal terhadap Kegiatan Pariwisata di Indonesia Suharto Suharto; MADE PRASTA YOSTITIA PRADIPTA
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 2 No 1 (2021): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v2i1.270

Abstract

Tourism industry has become one of the main sectors which drives the gross domestic product and increases the national income in Indonesia. However, with the appearance of COVID-19, Indonesia’s economy collapsed and coincided with the other industries. The impact of the virus affects tourism wholly either in operational and economy negatively. The impact of the virus affects tourism wholly either in operational and economy negatively. This condition finally changes the era from normal to new normal which also changes the perspective and behaviour of all parties. The effects and solutions from the new normal existence become an interesting object for scholars and tourism experts. This paper aims to identify the effects and solution of the new normal’s existence in Indonesia’s tourism industry. The qualitative method is used in this research using the literature studies from the secondary data sets. The results show that the new normal turns out to bring a positive side in the tourism industry because of the innovations and solutions which appear from a new way of thinking and regulation. Therefore, the influences of the new normal, especially in Indonesia will be explained in more detail in this research.
PERSEPSI HARGA BERPENGARUH TERHADAP MINAT MEMBELI DI THE 18th RESTAURANT AND LOUNGE THE TRANS LUXURY HOTEL BANDUNG I Gusti Ayu Agung; Agnes Putri Aprilia
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 2 No 1 (2021): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v2i1.271

Abstract

Today, the world of tourism, especially in the hotel industry, is required to be able to serve various consumers and to be able to provide the best possible products. One of the means to carry out the food service industry is a restaurant. The number of hotel competitors currently triggers a hotel to continue to develop in order to create good quality for the community. Not only is the product the main factor in attracting customer buying interest, but the price perception aspect is also an important factor in buying interest at The 18th Restaurant and Lounge. The purpose of this study was to determine the perception of price as well as its effect on buying interest at The 18th Restaurant and Lounge. This study uses a qualitative method, with the technique of taking the research subject or informant used is purposive sampling. Informants in this study amounted to 5 (five) people. More specifically, the three informants selected in this study were guests who had or had the experience of visiting The 18th Restaurant and Lounge The Trans Luxury Hotel Bandung and Restaurant Manager. The data collection techniques used are interviews, observation and documentation and the data analysis technique used is descriptive qualitative with a constant comparative method. Checking the validity of the data used is data triangulation. The results of this study found how the customer price perception of The 18th Restaurant and Lounge, namely customers get price affordability, get a price match with the quality of the product received, and price compatibility with the benefits received causes the tendency of customers to repurchase or recommend to others. So it can be concluded that price perceptions about a product affect the emergence of customer buying interest.
HISTORIOGRAFI BUKU TEKS SEJARAH LOKAL PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Prihadi Dwi Hatmono
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 2 No 1 (2021): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v2i1.279

Abstract

Buku teks merupakan salah satu media yang digunakan dalam menyampaikan materi ajar. Buku teks sejarah merupakan salah satu karya historiografi yang dibuat untuk kepentingan pedidikan. Historiografi buku teks sejarah lokal sangatlah penting untuk mengetahui setiap peristiwa sejarah yang berada di masing-masing daerah. Pembelajaran sejarah lokal, dapat dimplementasikan di sekolah melalui pembelajaran sejarah nasional. Pengajaran muatan sejarah lokal dan budaya di sekolah juga perlu menghadirkan realitas fenomena pada lokalitas yang lain. Pembelajaran sejarah lokal harus mengikuti kecenderungan perkembangan penulisan sejarah pada umumnya. Pembelajaran sejarah memberikan kontribusi dalam memahami dan memaknai pesertiwa sejarah. Melalui pemebalajaran sejarah dapat menanamkan nilai-nilai seperti nasionalisme, pembentukan karakter dan berpikir kritis pada peserta didik.
PEMBUATAN OTAK-OTAK IKAN GABUS SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SUMBER ALBUMIN Dewi Hermawati Wahyuningsih
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 2 No 1 (2021): SABBHATA YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v2i1.280

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: 1) Menemukan resep otak-otak ikan gabus. 2) Menemukan formula otak-otak ikan gabus. 3) Mengetahui teknik olah pembuatan otak-otak ikan gabus. 4) Mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap otak-otak ikan gabus. 5) Mengetahui kandungan gizi pada otak-otak ikan gabus dengan metode analisis proksimat. 6) Mengetahui perubahan kadar albumin pada otak-otak ikan gabus selama pengolahan. 7) Mengetahui porsi otak-otak ikan gabus untuk memenuhi kecukupan albumin. Penelitian dilakukan bulan September 2020 – April 2021. Produk dibuat di kitchen STP Sahid Surakarta, tempat analisa gizi dilakukan di CV. Chem-Mix Pratama, Banguntapan Bantul. Analisis yang dilakukan adalah analisis proksimat dan analisis albumin. Sampel yang dilakukan adalah : ikan gabus segar, otak-otak ikan tenggiri dan otak-otak ikan gabus. Analisis kadar air dengan metode oven vaccum, analisis kadar abu (metode penetapan total abu), analisa kadar lemak (metode Soxhlet), analisa protein (metode Kjeldahl), analisis karbohidrat (metode by different) dan analisis albumin (metode Lowry). Analisis data yang digunakan adalah analisis data varian (ANAVA) dan LSD untuk mengetahui perubahan kandungan gizi pada otak-otak ikan gabus dan uji kesukaan pada otak-otak ikan gabus, selanjutnya perhitungan AKG dan diteruskan labeling gizi. Hasil penelitian menunjukkan : 1). Resep otak-otak ikan gabus yang digunakan adalah 120 gr daging ikan gabus, 70 gr es batu, 7 gr garam, 1 gr phosmix mp, 60 gr tepung tapioka, 20 gr tepung maizena, 7 gr modified starc ultra-k, 8 gr gula pasir, 20 gr bawang putih, 10 gr daun bawang. 2) Formula yang digunakan untuk membuat otak-otak ikan gabus yaitu bahan utama menggunakan 100% ikan gabus, bahan tambahan antara lain es batu 58,33% dari bahan utama, phosmix MP 0,83%, garam 5,83%, tepung tapioka 50%, tepung maizena 16,67 %, modified starch ultara-k 5,83%, gula pasir 6,67%, bawang putih 8,33% dan daun bawang 8,33% dari bahan utama. 3) Mengetahui teknik olah pembuatan otak-otak ikan gabus meliputi beberapa tahap, yaitu: seleksi bahan, penimbangan bahan, pemotongan bahan, penghalusan, pencampuran, pembentukan adonan dan pengukusan. Sedangkan penyelesaian akhir bisa memilih teknik olah kukus, teknik olah goreng dan teknik olah bakar. 4) Tingkat kesukaan panelis terhadap otak-otak ikan gabus yang didapatkan adalah otak-otak ikan gabus dengan penyelesaian akhir teknik olah goreng. 5) Kadar proksimat pada otak-otak ikan gabus adalah kadar air sebesar 47,11%, kadar lemak sebesar 3,48%, kadar protein sebesar 13,79%, kadar abu sebesar 2,92% dan kadar karbohidrat sebesar 32,69%. 6) Perubahan kadar albumin total dari ikan gabus segar ke otak-otak ikan gabus mengalami penurunan sebesar 83,4633%. Penggantian ikan tenggiri menjadi ikan gabus menyebabkan kadar albumin otak-otak ikan meningkat sebesar 40,7487 %. 7) Otak-otak ikan gabus sebanyak 76 gram (1 bungkus otak-otak ikan gabus, isi 4 buah), memiliki kandungan lemak total 264,36 gram dapat mencukupi kebutuhan gizi usia umum sebesar 426,39 %. Kandungan protein totalnya 1048,43 gram dapat mencukupi AKG sebesar 1747,28 %. Kandungan karbohidrat total 2484,94 gram dapat mencukupi AKG sebesar 828,31 %. Kandungan albumin total 182,76 g/dl dapat mencukupi AKG sebesar 3514,61 %.

Page 2 of 10 | Total Record : 96