cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
medscopej@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Medical Scope Journal (MSJ)
ISSN : -     EISSN : 27153312     DOI : https://doi.org/10.35790/msj
Core Subject : Health, Science,
Medical Scope Journal (MSJ) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) Komisariat Manado bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Tulisan yang dimuat dapat berupa artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal" : 17 Documents clear
Perbedaan Pengaruh Terapi Audio Gelombang Alpha dan Gelombang Theta terhadap Daya Konsentrasi Otak pada Pemuda GMIM Tabita Sarongsong 1 Airmadidi 2 Kawengian, Jooh; Rumampuk, Jimmy; Lintong, Fransiska
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27848

Abstract

Abstract: This study was aimed to determine the differences in the effects of audio alpha and theta waves on brain concentration power among youths of GMIM Tabita Sarongsong I Airmadidi II. This was a quantitative study with a cross-sectional design. Samples were 30 youths obtained by using the systematic sampling technique. The brain concentration power was measured by the results of solving modified mathematical problems. Data were analyzed by using descriptive analysis, the normality test of Kolmogrov-Smirov, the homogeneity test was sought by the Levene test, followed by t-test to obtain the difference in the effects of audio alpha and theta waves on the brain concentration power. The results showed the average test result, as follows: of alpha wave exposure was 8.80 while of theta wave exposure was 8.53. The t-test analysis showed a p-valued of 0.000 <0.05, this meant that there was a significant difference between the effects of audio alpha and theta waves on the brain concentration power. In conclusion, alpha and theta wave therapy could influence the brain concentration power among youths of GMIM Tabita Sarongsong I Airmadidi II, however, theta wave was more effective than alpha wave.Keywords: audio wave therapy, brain concentration powerAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh audio gelombang alpha dan gelombang theta terhadap daya konsentrasi otak pada Pemuda GMIM Tabita Sarongsong I Airmadidi II. Jenis penelitian ialah kuantitatif dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling sistematis dengan jumlah sampel 30 orang. Daya konsentrasi otak diukur dengan hasil pengerjaan masalah matematika yang dimodifikasi. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas Kolmogrov-Smirnov, uji homogenitas Levene, dilanjutkan uji-t untuk mengetahui perbedaan pengaruh audio gelombang alpha dan gelombang theta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata hasil ujian dengan paparan gelombang alpha sebesar 8,80 sedangkan hasil ujian dengan paparan gelombang theta sebesar 8,53. Hasil analisis uji-t menunjukkan nilai p=0,000 <0,05. Simpulan penelitian ini ialah terapi audio gelombang alpha dan theta dapat memengaruhi daya konsentrasi otak pada Pemuda GMIM Tabita Sarongsong I Airmadidi II namun gelombang theta lebih berpengaruh daripada gelombang alpha.Kata kunci: terapi audio gelombang, daya konsentrasi otak 
Profil Kejang Pasca Stroke pada Pasien Rawat Inap Periode Juli 2018 - Juni 2019 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tombeng, Jeremia A.; Mahama, Corry N.; Kembuan, Mieke A. H. M.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27461

Abstract

Abstract: Stroke is the most common cause of seizures in elderly population. The higher the number of stroke patients, the higher the predicted level of likelihood of the prevalence of post-stroke seizures. This study was aimed to obtain the profile of post-stroke seizures among hospitalized patients from July 2018 to June 2019 at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive and retrospective study. The results showed 24 patients who met the inclusion criteria. Post-stroke seizures were more common in males than in females. Based on age, most patients with post-stroke seizures were in the age range of 45-54 years. Many post-stroke seizure patients worked as housewives. Most post-stroke seizure patients suffered from focal seizures with impaired awareness. Among patients with post-stroke seizures, the number of patients with ischemic stroke type was higher than of patients with hemorrhagic stroke type. In conclusion, the majority of patients were males, aged 45-54 years, had focal seizures and impaired awareness, as well as ischemic stroke. The most common job of the patients was housewifery.Keywords: stroke, seizures, post-stroke seizures Abstrak: Stroke merupakan penyebab kejang yang paling umum pada populasi lansia. Semakin tinggi data yang menunjukkan jumlah pasien stroke, maka tingkat kemungkinan prevalensi terjadinya kejang pasca stroke juga diprediksi akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kejang pasca stroke pada pasien rawat inap periode Juli 2018-Juni 2019 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Hasil penelitian memperoleh 24 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah pasien kejang pasca stroke lebih banyak pada laki-laki dibandingkan perempuan. Berdasarkan usia pasien kejang pasca stroke terbanyak berada dalam rentang usia 45-54 tahun. Berdasarkan pekerjaan, pasien kejang pasca stroke terbanyak bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar pasien kejang pasca stroke mengalami kejang fokal dengan kesadaran terganggu. Jumlah pasien kejang pasca stroke dengan tipe stroke iskemik lebih banyak dibandingkan tipe stroke hemoragik. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas pasien dengan kejang pasca stroke berjenis kelamin laki-laki, berusia 45-54 tahun, tipe kejang fokal dengan kesadaran terganggu, dan tipe stroke iskemik. Pekerjaan yang terbanyak didapatkan ialah ibu rumah tangga.Kata kunci: stroke, kejang pasca stroke
Pengaruh Kebisingan terhadap Ambang Pendengaran Karyawan Arena Bermain Septianingsih, Cintia P.; Palandeng, Ora Et Labora I.; Pelealu, Olivia C. P.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27717

Abstract

Abstract: Noise at a certain level and time can cause human health problems and environmental discomfort. These conditions occur if the noise intensity exceeds the threshold level related to time and place. This study was aimed to obtain the influence of noise intensity at work to hearing disturbance among the employees of game arenas. This was an analytical study with a cross-sectional design. Data were obtained by questionnaire filling, noise measurement by using a sound level meter, physical examination, and auditory function examination by using audiometry and then were analyzed by using the Fisher exact test. There were three game arenas in this study, as follows: Amazing Zone Star Square Manado, Amazone, and Timezone Manado Town Square. The results showed that there were 18 respondents in this study. The mean noise intensity at the game arenas were 85.5 dBA at Timezone, 89.8 dBA at Amazone, and 85.4 dBA at Amazing Zone. Hearing disturbance was found ian 72% of the total employees. The Fisher exact test showed a p-value of 0.294 (p>0.05) for the influence of noise intensity to hearing disturbance. In conclusion, the noise intensity at the game arenas did not affect the hearing threshold of the game arena employees.Keywords: noise, hearing threshold, playing area employees Abstrak: Kebisingan dalam tingkat dan waktu tertentu dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Hal ini terjadi jika intensitas bising melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan berdasarkan waktu dan tempatPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan antara intensitas kebisingan di tempat kerja dengan gangguan fungsi pendengaran pada karyawan arena bermain. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh melalui pengisian kuisioner, pengukuran kebisingan dengan sound level meter, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan fungsi pendengaran dengan audiometri. Analisis data menggunakan uji Fisher exact. Terdapat 3 arena bermain yang diikutsertakan dalam penelitian ini, yaitu: Amazing Zone Star Square Manado, Amazone, dan Timezone Manado Town Square. Hasil penelitian mendapatkan intensitas kebisingan arena bermain sebagai berikut: Timezone 85,5 dBA, Amazone 89,8 dBA, dan Amazing Zone 85,4 dBA. Gangguan pendengaran didapatkan pada 72% dari total responden. Hasil uji Fisher exact mendapatkan nilai p=0,294 (p>0,05) untuk pengaruh kebisingan terhadap gangguan pendengaran. Simpulan penelitian ini ialah kebisingan di arena bermain tidak memengaruhi ambang pendengaran karyawan arena bermain.Kata kunci: bising, ambang pendengaran, karyawan arena bermain
Prevalensi Kristal Urat dalam Urin pada Subjek Dewasa Muda Berat Badan Lebih dan Obes Tedjo, Tierza C. H.; Rambert, Glady I.; Monga, Arthur E.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.28003

Abstract

Abstract: Overweight and obese are conditions in which abnormal fat is accumulated in the body that may cause health problems. According to WHO, especially in the Asia-Pacific region, the BMI ≥23kg/m is considered overweight and ≥25kg/m is considered obese. This study was aimed to evaluate whether urate crystals were found in the urine of young adults with overweight and obese. This was an observational and descriptive study. Samples were chosen by using non-probability sampling with consecutive sampling type. The results showed that there were 60 young adults as subjects, consisting of 24 males (40%) dan 36 females (60%). There were 22 overweight subjects (36.7%), 24 obese-1 subjects (40%), and 14 obese-2 subjects (23.3%). Of 60 subjects, urine amorph crystals were found in 32 subjects (58.3%) meanwhile oxalate calcium crystals were found in 12 subjects (20%). In conclusion, among young adults with overweight and obese, the prevalence of urine amorph urate crystal was 58.3% and of urine oxalate calcium crystal was 20%.Keywords: overweight, obese, urine crystal, amorphous urate crystal, calcium oxalate crystal Abstrak: Berat badan lebih dan obes adalah keadaan akumulasi lemak abnormal atau berlebih yang dapat mengganggu kesehatan. Menurut WHO, khususnya untuk area Asia-Pasifik, seseorang dikatakan tergolong berat badan lebih jika IMT-nya ≥23kg/m2 dan obes jika ≥25kg/m. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi adanya kristal urat dalam urin dewasa muda dengan berat badan lebih dan obes. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional. Sampel diperoleh dengan menggunakan non-probability sampling jenis consecutive sampling. Hasil penelitian menda-patkan sebanyak 60 dewasa muda yang memenuhi kriteria inklusi penelitian, terdiri dari 24 orang laki-laki (40%) dan 36 orang perempuan (60%). Di antaranya terdapat 22 orang (36,7%) berat badan lebih, 24 orang (40%) obes 1, dan 14 orang (23,3%) obes 2. Dari 60 subyek, ditemukan kristal urat amorf pada 32 orang (58,3%) dan kalsium oksalat pada 12 orang (20%). Simpulan penelitian ini ialah pada dewasa muda dengan berat badan lebih dan obes, prevalensi kristal urat amorf urin sebesar 58,3% dan kristal kalsium oksalat urin sebesar 20%.Kata kunci: berat badan lebih, obes, kristal urin
Gambaran Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Tahun 2018 Syarwani, Teuku I.; Tendean, Hermie M. M.; Wantania, John J. E.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27462

Abstract

Abstract: Premature rupture of membrane (PROM) is the rupture of the membrane before delivery. This study was aimed to determine the profile of PROM based on maternal age, parity, occupation, duration of PROM, type of delivery, gestational age, and perinatal outcomes. This was a descriptive and retrospective study. Samples were delivery women who had PROM at gestational age≥ 37 weeks and <37 weeks at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado form January 1 to December 31, 2018. The results showed a total of 78 patients of PROM. Most patients were 20-34 years (65.39%), senior high school educated (71.80%), housewifery (69.23%), multiparity (58.87%), PROM ≥24 hours (65.38%), gestational age ≥37 weeks (85.90%), cesarean delivery (85.90%), and Apgar score of 7-10 (79.48%). In conclusion, PROM patients in 2018 were more common in age 20-34 years, senior high school educated, housewifery, multiparity, PROM ≥24 hours, gestational age ≥37 weeks, cesarean delivery, and a perinatal outcome of Apgar score of 7-10 (79.48%)Keywords: premature rupture of membrane Abstrak: Ketuban pecah dini (KPD) adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian KPD berdasarkan usia ibu, paritas, pekerjaan, lamanya ketuban pecah, jenis persalinan, usia kehamilan, dan luaran perinatal. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Sampelpenelitian ini ialah ibu bersalin yang mengalami KPD pada usia kehamilan ≥37 minggu dan <7 minggu di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari -31 Desember 2018. Hasil penelitian mendapatkan total 78 kasus KPD yang terdiri dari ibu berusia 20-34 tahun (65,39%), pendidikan SMA (71,80%), IRT (69,23%), multipara (58,87%), ketuban pecah ≥24 jam (65,38%), usia kehamilan ≥37 minggu (85,90%), persalinan seksio sesarea (85,90%), dan Apgar score 7-10 (79,48%). Simpulan penelitian ini ialah kasus KPD pada tahun 2018 yang paling sering pada usia ibu 20-34 tahun, pendidikan SMA, IRT, multipara, ketuban pecah ≥24 jam, usia kehamilan ≥37 minggu, persalinan seksio sesarea, dan luaran perinatal Apgar score 7-10.Kata kunci: ketuban pecah dini
Gambaran Glukosa Darah dan Glukosa Urin pada Dewasa Muda Berat Badan Lebih dan Obes Lengkong, Timothy D.; Wowor, Mayer F.; Berhimpon, Siemona L. E.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27816

Abstract

Abstract: Increased body mass index (BMI) in overweight and obese individuals is related to blood glucose as the main source of energy. Urine glucose or glucosuria is a condition where glucose is found in the urine (usually when serum blood glucose >200 mg/dL). This study was aimed to obtain the profile of blood glucose and urine glucose among overweight and obese young adult individuals. This was an observational and descriptive study. Samples were taken by using non-probability sampling and consecutive sampling. The results showed that of 106 overweight and obese young adult individuals, there were 51 individuals (48.1%) with blood glucose <90 mg/dL and 55 individuals (51.9%) with blood glucose ≥90 mg/dL; none of them had urine glucose. In conclusion, among overweight and obese young adult individuals, about half of them had blood glucose ≥90 mg/dL and the others had blood glucose ≥90 mg/dL, albeit, none had glucosuria.Keywords: overweight, obese, blood glucose, urine glucose, BMI Abstrak: Peningkatan indeks massa tubuh (IMT) pada keadaan berat badan lebih dan obes berhubungan dengan glukosa darah yang merupakan sumber energi dalam tubuh. Glukosa urin atau glukosuria adalah kondisi dimana glukosa ditemukan dalam urin (biasanya saat serum glukosa darah >200 mg/dL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran glukosa darah dan glukosa urin pada subjek dewasa muda dengan berat badan lebih dan obes. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling jenis consecutive sampling. Hasil penelitian mendapatkan dari 106 dewasa muda yang tergolong berat badan lebih dan obes, terdapat 51 orang (48,1%) yang memiliki kadar glukosa darah <90 mg/dL dan 55 orang (51,9%) yang memiliki kadar glukosa darah ≥90 mg/dL, serta tidak ada yang memiliki glukosa urin. Simpulan penelitian ini ialah pada dewasa muda yang tergolong berat badan lebih dan obes, sekitar setengah daripadanya memiliki kadar glukosa darah ≥90 mg/dL dan setengahnya lagi memiliki kadar glukosa darah ≥90 mg/dL, tetapi tidak ada yang memiliki glukosuria.Kata kunci: berat badan lebih, obes, glukosa darah, glukosa urin, IMT
Hubungan Antara Usia dan Masa Kerja dengan Keluhan Muskulo-skeletal pada Pekerja Mebel di Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder Tambuwun, Jerro H.; Malonda, Nancy S. H.; Kawatu, Paul A. T.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27201

Abstract

Abstract: Musculoskeletal complaints vary from mild to severe form. Musculoskeletal com-plaints and disorders could occur due to work or conditions at work inter alia odd posture, static and repetitive movements, as well as physical exposure such as temperature and vibration. This study was aimed to determine the relationship between age and work period and musculoskeletal complaints among furniture workers at Desa Leilem Dua, Sonder. This was an analytical survey study with a cross sectional design. Population of this study consisted of 210 workers, meanwhile respondents were 68 workers. We used the Nordic Body Map questionnaire and the chi square test with a confidence level of 95% (α=0.05). The results showed that 17 respondents aged ≥30 years had moderate complaints and 36 respondents had severe complaints meanwhile 12 respondents aged <30 years had moderate complaints and 3 respondents had severe complaints. Moreover, 21 respondents who had work period <10 years had moderate complaints and 10 respondents had severe complaints; 8 respondents who had work period ≥10 years had moderate complaints and 29 respondents had severe complaints. The chi-square obtained a p-value of 0.002 for the relationship between age and musculoskeletal complaints and a p-value of 0.000 for the relationship between work period and musculoskeletal complaints. In conculsion, there was a significant relationship between age and musculoskeletal complaints as well as between work period and musculoskeletal complaints among furniture workers at Desa Leilem Dua, Sonder.Keywords: musculoskeletal complaints, furniture worker Abstrak: Keluhan muskuloskeletal dapat bervariasi dari keluhan ringan sampai berat. Keluhan dan gangguan muskuloskeletal dapat terjadi karena faktor pekerjaan atau kondisi saat bekerja berupa postur janggal, gerakan statis dan berulang, juga berupa pajanan fisik seperti suhu dan getaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara usia dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja mebel di Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder. Jenis penelitian ialah survei analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini ialah 210 pekerja sedangkan yang menjadi responden ialah 68 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Nordic Body Map dengan uji bivariat meng-gunakan uji chi-square (α=0,05). Hasil penelitian mendapatkan 17 responden berusia ≥30 dengan keluhan sedang dan 36 responden dengan keluhan berat; 12 responden yang berusia <30 tahun dengan keluhan sedang dan 3 responden dengan keluhan berat. Terdapat 21 responden dengan masa kerja <10 tahun mengalami keluhan sedang dan 10 responden mengalami keluhan berat; 8 responden dengan masa kerja ≥10 tahun mengalami keluhan sedang dan 29 responden mengalami keluhan berat. Hasil uji chi-square terhadap hubungan antara usia dan keluhan muskuloskeletal mendapatkan nilai p=0,002 dan terhadap hubungan antara masa kerja dan keluhan muskuloskeletal mendapatkan nilai p=0,000. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara usia dan masa kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja mebel di Desa Leilem Dua Kecamatan Sonder.Kata kunci: keluhan muskuloskeletal, pekerja mebe
Gambaran Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester III di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado Sikoway, Selfesina; Mewo, Yanti; Assa, Youla
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.28004

Abstract

Abstract: Hemoglobin (Hb) is a parameter used to determine anemia prevalence. The average level of normal Hb at the end of pregnancy is around 12.5 g/dL, meanwhile, aproximately 5% of pregnant women have Hb level less than 11.0 g/dL. To date, Hb level below 11.0 g/dL especially at the end of pregnancy should be considered as an abnormal phenomenon and is usually caused by iron deficiency and not by hypervolemia which is commonly found in pregnancy. This study was aimed to determine the hemoglobin level of third semester pregnant women in Robert Wolter Mongisidi Hospital Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design. Subjects were 39 third semester pregnant women who visited the Obstetric Department of Robert Wolter Mongisidi Hospital and fulfilled the inclusion criteria. The results showed that 25 subjects (64.1%) had low hemoglobin levels and 14 subjects (35.9%) had normal level of hemoglobin. In conclusion, most third semester pregnant women had low hemoglobin levels.Keywords: hemoglobin rate, third trimester pregnant women, anemia Abstrak: Hemoglobin (Hb) darah merupakan parameter yang digunakan untuk menetapkan prevalensi anemia. Nilai normal Hb pada akhir kehamilan rata-rata 12,5 g/dL, dan sekitar 5% wanita hamil konsentrasinya kurang dari 11,0 g/dL. Nilai Hb dibawah 11,0 g/dL terutama pada akhir kehamilan perlu dianggap abnormal dan biasanya disebabkan oleh defisiensi besi dan bukan karena hipervolemia yang umumnya ditemukan pada kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan menggunakan desain potong lintang. Subyek penelitian ialah 39 ibu hamil trimester III yang berkunjung di Poliklinik Kebidanan di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan 25 subyek (64,1%) memiliki kadar hemoglobin rendah dan 14 subyek (35,9%) memiliki kadar hemoglobin normal. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki kadar hemoglobin rendah.Kata kunci: kadar hemoglobin, ibu hamil trimester III, anemia
Karakteristik Pasien Gagal Jantung Akut di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Periode Januari-Desember 2018 Donsu, Rudolof A.; Rampengan, Starry H.; Polii, Natalia
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27463

Abstract

Abstract: Acute heart failure itself is a life-threatening medical condition that needs urgent medical attention. The cases of acute heart failure are expected to rise in the future due to the increase in life expectancy and advancement of therapy of myocardial infarct that causes the improvement of life expectancy among patients with decreased cardiac function. This study was aimed to obtain the characteristics of acute heart failure patients at Prof. Dr. R. D. Kandou from January to December 2018. The results showed a total of 130 patients that had acute heart failure in 2018, however, only 89 patients fulfilled the inclusion criteria consisting of 52 males (58%) and 37 females (42%). The highest percentages among the patients’ character-istics were, as follows: age >60 years (55%), hypertension as the etiology (37%), hemodynamic profile was wet-warm (56.2%), ejection fraction <40% on echocardiography (41.6%), atrial tachycardia/flutter/fibrillation on ECG (39.1%), CTR >50% on X-ray images (98%), and diuretics usage inpatients and outpatients (89% and 82%). In conclusion, the majority of patients with acute heart failure in 2018 were male, age >60 years, had hypertension as the etiology, wet-warm hemodynamic profile, ejection fraction on echocardiogram <40%, atrial tachycardia/flutter/fibrillation on ECG, CTR >50% on X-ray images, and diuretics usage.Keywords: acute heart failure, characteristics of patients Abstrak: Gagal jantung akut merupakan suatu kondisi medis yang mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Kejadian gagal jantung diperkirakan akan semakin meningkat di masa depan, karena semakin bertambahnya usia harapan hidup dan berkembangnya terapi penanganan infark miokard yang mengakibatkan perbaikan harapan hidup penderita dengan penurunan fungsi jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik pasien gagal jantung akut di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou periode Januari-Desember 2018. Hasil penelitian mendapatkan total pasien gagal jantung akut sebanyak 130 orang dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 89 orang, terdiri dari 52 orang (58%) laki-laki dan 37 orang (42%) perempuan. Persentase tertinggi pada karakteristik pasien ialah usia >60 tahun (55%), etiologi hipertensi (37%), profil hemodinamik wet-warm (56,2%), fraksi ejeksi pada ekokardiogram <40% (41,6%), gambaran EKG atrial takikardia/flutter/fibrilasi (39,1%), CTR >50% pada foto polos dada (98%), dan penggunaan obat diuretik baik selama perawatan dan saat keluar rumah sakit (89% dan 82%). Simpulan penelitian ini ialah mayoritas pasien gagal jantung akut pada tahun 2018 berjenis kelamin laki-laki, usia >60 tahun, etiologi hipertensi, profil hemodinamik wet-warm, fraksi ejeksi pada ekokardiogram <40%, gambaran EKG atrial takikardia/ flutter/fibrilasi, CTR >50% pada foto polos dada, dan penggunaan obat diuretik.Kata kunci: gagal jantung akut, karakteristik pasien
Efek Pemberian Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) terhadap Gambaran Histopatologik Lambung Tikus Wistar yang Diinduksi Asam Asetat Pungus, Monica Ch.; Lintong, Magdalena P.; Sambuaga, Maria K.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27826

Abstract

Abstract: In stomach induced by acetic acid, the gastric acidity may increase leading to irritation of the mucosal layer and imbalance of defense factors and damaging factors. This might lead to the occurrence of gastritis or peptic ulcers. Ginger is rich in flavonoids. In the inflammation process, ginger constituents such as zingerone, zingiberenes, gingerols, and shogaol may be able to inhibit the cyclooxygenation and lipookoxygenase pathways in the arachidonic acid metabolism. This study was aimed to identify the effects of ginger on the histopathological features of stomach induced by acetic acid. This was an experimental laboratory study. In this study, we used red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) originated from Tomohon. Samples were male Wistar rats (Rattus norvegicus) divided into 5 groups; one as the positive control. The results showed that groups given ginger had intact surface mucosa, inflammation cells (eosinophils and PMN), and blood vessel dilation. Meanwhile, the positive control showed erosive surface mucosa. Worms were identified in all groups. It is concluded that in Wistar rats, administration of ginger after the stomach induced by acetic acid still showed gastritis feature but without acute erosive gastritis.Keywords: ginger, stomach, gastritis, peptic ulcers, acetic acid, vinegar Abstrak: Pada lambung yang diinduksi dengan asam asetat, kadar keasaman lambung dapat meningkat sehingga mengiritasi lapisan mukosa dan mengakibatkan ketidakseimbangan faktor pertahanan dan faktor perusak lambung. Hal ini dapat menyebabkan gastritis atau ulkus peptikum. Jahe dikenal kaya akan flavonoid. Pada proses inflamasi, konstituen dari jahe seperti zingerone, zingiberenes, gingerols, dan shogaol mampu menghambat jalur siklooksigenasi dan lipooksi-genase pada metabolisme asam arakidonat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian jahe terhadap gambaran histopatologik lambung yang diinduksi dengan asam asetat. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik. Pada penelitian ini digunakan jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) yang berasal dari daerah Tomohon. Sampel penelitian ialah 25 ekor tikus Wistar (Rattus norvegicus) jantan, dibagi atas 5 kelompok; satu kelompok sebagai kontrol positif. Hasil penelitian mendapatkan kelompok yang diberikan jahe memperlihatkan permukaan mukosa lambung intak, adanya sel-sel radang (eosinofil dan PMN), serta pelebaran pembuluh darah sedangkan pada kelompok kontrol positif yang hanya diberikan asam asetat tampak permukaan mukosa lambung erosif. Pada semua sampel ditemukan adanya cacing. Simpulan penelitian ini ialah pada tikus Wistar, pemberian jahe setelah lambung diinduksi dengan asam asetat masih menun-jukkan adanya gambaran histopatologik gastritis namun tidak terdapat gastritis erosif akut.Kata kunci: jahe, lambung, gastritis, ulkus peptikum, asam asetat

Page 1 of 2 | Total Record : 17