cover
Contact Name
Erna Muliana
Contact Email
erna.muliana@unimal.ac.id
Phone
+6282366792658
Journal Mail Official
arsitekno@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh Jalan Samudera Lama/Sultanah Nahrasiyah Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Arsitekno
ISSN : 2301945X     EISSN : 27767841     DOI : https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1211
Arsitekno is engaged in several scopes, namely: Architecture and Design Urban Design Landscape Architecture History, Theory & Critic Architecture Building Science and Technology Housing and Human Settlement
Articles 154 Documents
PENERAPAN ELEMEN BATIK JEUMPA PADA PRA-RANCANGAN FASAD PERPUSTAKAAN DI KOTA LHOKSEUMAWE Mariam, Siti
Arsitekno Vol. 10 No. 2 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i2.10524

Abstract

Era digital saat ini memudahkan manusia untuk mengakses informasi dari berbagai dunia melalui media di internet. Hal ini juga berlaku bagi dunia pendidikan, yaitu masyarakat yang membutuhkan sumber bacaan berupa buku atau artikel yang saat ini sudah bisa di akses melalui perpustakaan digital. Bangunan perpustakaan saat ini tidak mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas koleksi bahan bacaan serta bangunannya. Sebagai salah satu media yang bisa menjadi faktor pendukung untuk keberhasilan para pelajar diperlukan fasilitas perpustakaan yang bisa meningkatkan minat baca dan minat belajar. Sehingga, untuk perancangan bangunan perpustakaan kali ini mengusung konsep identitas budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif, dimulai dari observasi, pengumpulan data dan informasi terkait topik penelitian. Metode metafora digunakan untuk mengimplementasikan bunga jeumpa dan batik bunga jeumpa pada bangunan. Bunga  jeumpa  juga diaplikasikan  sebagai  kulit ganda  pada bangunan.  Hal  ini juga  bertujuan  untuk  membuat  pengunjung semakin mengenal budaya tradisional Aceh. Dilakukan penambahan dan pengurangan pada beberapa sisi untuk menyesuaikan bentuk bangunan terhadap lokasi tapak. Selain menambah keindahan bangunan kulit ganda memiliki beberapa fungsi lainnya seperti menjaga suhu ruang di dalam bangunan, mengurangi sinar matahari berlebih masuk ke dalam bangunan, menjaga privasi bangunan, dan bisa digunakan sebagai media tanaman rambat pada dinding bangunan.
PERENCANAAN PUSAT PENDIDIKAN ISLAM DENGAN MENGANGKAT IDENTITAS KERAJAAN SAMUDERA PASAI Regina, Regina
Arsitekno Vol. 11 No. 1 (2024): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v11i1.15734

Abstract

Kerajaan Samudera Pasai, entitas bersejarah yang kaya akan budaya dan nilai-nilai Islam.  Serta merupakan kerajaan Islam pertama di Nusantara yang pernah menjadi pusat pendidikan Islam tertua di Aceh. Seiring perkembangan zaman identitas dan warisan kerjaan ini semakin memudar.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan terhadap sebuah Pusat Pendidikan Islam dengan pendekatan identitas budaya berupa warisan (peninggalan) dan sejarah dari Kerajaan Samudera Pasai. Sehingga, ditemukan identitas Kerajaan Samudera Pasai melalui space order, konsep tapak dan bentuk massa bangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif seperti analisis, observasi, dan wawancara untuk memahami konteks lokal dan signifikansi sejarahnya. Survei lapangan di Gampong Beuringen akan memberikan wawasan tentang kebutuhan masyarakat dan kondisi situs tersebut. Melalui penelitian ini diharapkan dapat berdampak secara positif bagi semua orang, juga dapat menambah wawasan serta meningkatkan kesadaran, pengetahuan tentang sejarah dan budaya Kerajaan Samudera Pasai.
IDENTIFIKASI PENERAPAN ATRIBUT USE AND ACTIVITIES DALAM CREATIVE PLACEMAKING PADA LOKANANTA BLOC SURAKARTA Sari, Marchelia Gupita; Sutapa, Widasapta
Arsitekno Vol. 11 No. 2 (2024): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v11i2.17867

Abstract

Lokananta Bloc, hasil adaptive reuse kompleks kawasan dan bangunan studio Lokananta Surakarta. Ditujukan sebagai Titik Nol Musik Indonesia. Lokananta bertransformasi sebagai destinasi wisata musik Indonesia dan ruang publik komersial insan kreatif. Pendekatan yang digunakan adalah placemaking. Makalah ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan key feature dari creative placemaking dalam pengembangan fase 1 kompleks bangunan. Untuk skala ruang interior, makalah ini mengidentifikasi indikator karakter ruang use and activity placemaking di Galeri Lokananta berdasarkan teori Creative Placemaking. Metode penelitian adalah kuasi-kualitatif karena mengambil indikator dari kajian pustaka ke dalam pengambilan data. Teknik pengambilan data adalah observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan photomapping dan interpretasi menggunakan tabel. Temuan penelitian adalah teridentifikasinya atribut uses and activities placemaking pada bangunan Lokananta secara keseluruhan. Key features yang menonjol adalah keragaman aktivitas kreatif yang ditawarkan. Indikator streetlife belum banyak terlihat di weekdays. Namun begitu, Lokananta mampu menyumbang vibrancy kota dengan menyediakan wadah bagi komunitas urban untuk mengembangkan kreativitas.
IDENTIFIKASI LANGGAM ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN RUMAH ULEEBALANG SAWANG Ismuhadi, Ikhsan; Safyan, Adi
Arsitekno Vol. 10 No. 2 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i2.13579

Abstract

Warisan budaya merupakan sebuah akar di dalam identitas sebuah bangsa. Arsitektur kolonial Belanda merupakan bukti sejarah besar dan merupakan karya budaya yang tercipta dari akulturasi dua kebudayaan. Rumah Uleebalang merupakan bangunan pemberian atau bentuk dari sebuah hadiah yang diberikan penjajah Belanda kepada pemimpin daerah (Uleebalang). Rumah uleebalang Sawang dibangun pada tahun 1904 oleh penjajah Belanda kepada Raja teuku Keujreun Ali yang merupakan anak terakhir dari Raja Sawang (Teuku Laksamana Sawang). Keberadaan kebudayaan Belanda memberikan pengaruh yang besar pada struktur bangunan rumah uleebalang Sawang. Sehingga pada hal ini diperlukan adanya penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi langgam bangunan yang ada pada bangunan rumah uleebalang Sawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif-kualitatif melalui observasi, serta studi kepustakaan. Penelitian ini berfokus pada langgam dan elemen bangunan rumah uleebalang Sawang. Identifikasi yang dilakukan menyimpulkan bahwa bangunan rumah rumah uleebalang Sawang bercorak Arsitektur Peralihan/transisi dengan mengadopsi gaya bangunan Belanda dan gaya lokal. Gaya Belanda pada bangunan dapat dilihat pada aspek dimensi dan proporsi bangunan, aspek tersebut seperti bentuk keteraturan, pengulangan, dan kesamaan komponen visual seperti bukan, hiasan, dan perletakan. Sementara unsur local dapat dilihat pada aspek kenyamanan ruang yaitu penghawaan, material kayu, pencahayaan alami sebagai penyesuaian terhadap iklim tropis.
KAJIAN PENERAPAN TEORI PRINSIP PENATAAN DAN POLA TATA RUANG DALAM PADA ISTANA MAIMOON KOTA MEDAN Hidayah, Irna Nurul; Dafrina, Armelia; Saputra, Eri; Fidyati, Fidyati; Sofyan, Diana Khairani
Arsitekno Vol. 11 No. 1 (2024): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v11i1.15711

Abstract

Istana Maimoon adalah salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota medan yang merupakan peninggalan Kerajaan melayu yang harus dijaga kelestariannya, istana ini didirikan pada tahun 1873 dan selesai dibangun pada tahun 1924, terdapat begitu banyak ruang yang ada di dalamnya dengan tiga elemen pembentuk ruang yaitu bidang alas, dinding dan langit-langit yang membantu dalam menciptakan ruang-ruang tersebut sesuai dengan fungsi dan gayanya masing-masing. dalam tatanan pola ruangnya istana Maimoon memiliki suatu prinsip-prinsip penataan ruang dalam setiap susunan dan penempatannya, melalui analisis terhadap pola ruang istana Maimoon akan mengetahui prinsip-prinsip apa saja yang ada dalam penyusunan pola tata ruangnya, apakah ada keterkaitan yang sama antara arsitektur Van Erp sebagai arsitektur Istana sekaligus perancang peletakan ruang dengan teori yang dipakai yaitu prinsip tata ruang Francis DK Ching.
KARAKTERISTIK STRUKTUR RUANG PERMUKIMAN TRADISIONAL DATARAN TINGGI GAYO STUDI KASUS: KAMPUNG LINGE, KECAMATAN LINGE, KABUPATEN ACEH TENGAH Wulandari, Elysa; Hidayah, M. Fariq; Arafat, Pratitou; Djamaluddin, Masdar; Muliadi, Muliadi
Arsitekno Vol. 11 No. 2 (2024): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v11i2.18175

Abstract

Tumbuh kembang suatu permukiman tampak pada struktur ruangnya, yang merupakan  produk budaya yang panjang, yang berkembang sesuai konteks tempat dan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Kampung Linge sebagai permukiman tradisional tua merupakan peninggalan jejak kerajaan tua sejak abad 13 di pedalaman dataran tinggi Gayo, di kawasan berbukit pergunungan Bukit Barisan Provinsi Aceh, yang dilintasi aliran sungai. Tujuan penelitian untuk melihat faktor-faktor pengaruh dalam proses pembentukan struktur ruang permukiman kampung Linge hingga saat ini. Penelitian ini penting terkait dengan penetapan kampung Linge sebagai kampung adat dalam RTRW Kabupaten Aceh Tengah. Pendekatan penelitian merupakan penelitian etnografi bidang arsitektur, melihat fenomena jejak sejarah arsitektur lingkungan binaan, dengan metoda penelitian kualitatif interpretatif. Data berupa: a) sejarah social budaya dan ekonomi masyarakat, di dapat melalui wawancara dan studi pustaka; b) peta kawasan permukiman, yang di dapat melalui pemetaan ulang dengan Arcgiz dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan 2 hal: 1) Karakter perbukitan mempengaruhi struktur ruang dan olahan tempat permukiman, yang terbagi dalam 2 zona berdasarkan fungsi social budaya.yaitu: Zona Reje di bukit terpisah dan Zona rumah masyarakat biasa di bagian bawah, yang terbagi dalam 4 klan (Pasak); 2) Sebaran fasilitas sakral terkait dengan nilai nilai spiritual tempat dan ancaman banjir dari aliran sungai, Yaitu: makam di atas bukit, masjid di dalam permukiman dan dekat pinggiran aliran air dan persawahan.  Kesimpulan penelitian bahwa karakteristik struktur ruang permukiman tampak pada sistem penzonaan kegiatan berdasarkan nilai sosial budaya yang harmonis dengan kondisi geografis. Sistem tersebut masih terjaga hingga saat.
COVER, EDITORIAL DAN DAFTAR ISI Arsitekno, Arsitekno
Arsitekno Vol. 10 No. 2 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i2.21356

Abstract

DYNAMISM OF SUSTAINABLE URBAN DEVELOPMENT: ECONOMIC, SOCIAL, AND ENVIRONMENTAL INTEGRATION IN JAKARTA CITY PLANNING Prayogi, Bagus
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.17963

Abstract

The phenomenon of urbanization and rural-migration over the past few decades has become inevitable. Many factors affect the movement of the population, such as lack of job opportunities in the area of origin, income inequality, and uneven development. Urbanization and the resulting migrations demand adequate facilities for migrants. The dynamism of sustainable urban development requires economic, social and environmental integration to support and facilitate urbanites. Therefore, this study aims to identify the integration of urban development between economy, social and environment. The city that is the subject of the study is the city of Jakarta, which covers the period from 2015-2022. The data used is panel data by measuring urban development indicators against migration. So the analysis used is also panel data regression. In addition, urban metabolic analysis is also used to identify the most critical indicators of urban development and regions for migrants. Then the author will propose mitigation measures based on an alternative scenario approach.
ACEH TRADITIONAL HOUSE: ADVANTAGE OF THE BUILDING DESIGN IN RESPONDING TO THE TROPICAL CLIMATE Annisa, Astrid; Nasution, Mufti Ali
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18931

Abstract

Tropical architecture is a building design concept that adapts to the tropical climate, which must be able to overcome climate problems. Aceh traditional house commonly called ˜Rumoh Aceh, is the traditional house that is still inhabited by the Acehnese community nowadays. The building design of Aceh traditional houses is proven to have many advantages compared to modern houses nowadays, in terms of structure, construction, and also thermal comfort. The purpose of this paper is to investigate the tropical wisdom in Aceh traditional houses by learning the implementation of the design, to know how it provides comfort for the users. Qualitative research is a method used to identify the effectiveness of the building design strategy of the houses in adapting to tropical climates. The data collection is done through observation, interview, and documentation. The result shows that the Aceh traditional house apply tropical wisdom in its building design. The wisdom of tropical design elements in the houses is seen from the north-south orientation of building mass, the use of stage-form in the building to optimize air circulation, the appropriate placement of air ventilation, the open space for the interior concept, the use of environmentally friendly local material, and the use of sloping roof with a wide overhang to quickly channel rainwater, prevent rain splashes, and prevent strong winds from damaging the roof structure.
ANALISA KELAYAKAN PENERAPAN TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT PADA KOTA LHOKSEUMAWE Dradisa, Nahrul Hayawan
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18426

Abstract

Lhokseumawe termasuk dalam salah satu kota pusat pertumbuhan di Provinsi Aceh. Pertumbuhan ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi yang marak. Kondisi ini diperparah oleh kondisi pedestrian yang kurang layak dan tidak adanya kendaraan umum berkapasitas tinggi yang tersedia. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini akan memicu lonjakan penggunaan kendaraan pribadi yang lebih masif. Dengan melakukan analisis penilaian konsep melalui prinsip-prinsip TOD, konsep TOD ini memiliki 3 kriteria penilaian untuk mengukur kualitas penerapannya yaitu Gold Standard, Silver Standard, dan Bronze Standard. Pada penelitian kelayakan ini lhokseumawe mendapat nilai 54 dan belum mencukupi nilai minimum Bronze Standard 56 poin. Dengan hasil ini menunjukan potensi cukup baik dan perlu dukungan penuh dari pemerintah agar Kota Lhokseumawe cukup layak menerapkan TOD, ada hal yang harus ditingkatkan lagi agar memenuhi nilai standar minimum penerapan. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dipahami sejauh mana standar TOD telah diimplementasikan di Kota Lhokseumawe dan mengidentifikasi potensi perbaikan untuk pengembangan TOD. Sehingga hasil tersebut dapat dijadikan acuan dalam pengembangan TOD di Kota Lhokseumawe.