cover
Contact Name
Erna Muliana
Contact Email
erna.muliana@unimal.ac.id
Phone
+6282366792658
Journal Mail Official
arsitekno@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh Jalan Samudera Lama/Sultanah Nahrasiyah Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Arsitekno
ISSN : 2301945X     EISSN : 27767841     DOI : https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1211
Arsitekno is engaged in several scopes, namely: Architecture and Design Urban Design Landscape Architecture History, Theory & Critic Architecture Building Science and Technology Housing and Human Settlement
Articles 163 Documents
PENILAIAN KUALITAS VISUAL RTH PERMUKIMAN DENGAN PENDEKATAN VISUAL RESOURCES ASSESSMENT PROCEDURE (VRAP) DI TAMAN MEBERE Dyah, Nike; Tamimi, Nadhil; Amalia, Nazirah
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.26135

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat berimplikasi pada berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH), sehingga diperlukan evaluasi kualitas RTH sebagai ruang publik yang berfungsi ekologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung dan kualitas visual lanskap RTH Taman Mebere, Kelurahan Lasoani, Kota Palu, sebagai dasar perumusan rekomendasi penataan dan pengelolaan RTH. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, pengukuran tapak, dokumentasi, serta wawancara dengan pengunjung pada waktu kunjungan aktif. Analisis kualitas visual lanskap menggunakan metode modifikasi Visual Resources Assessment Procedure (VRAP) dengan pembagian zona visual, yaitu zona visual dan tepi, zona inti bawah, zona inti atas, dan zona pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas visual Taman Mebere bervariasi antar zona. Zona inti bawah memiliki kualitas visual tertinggi yang didukung oleh keberadaan elemen air, keragaman vegetasi, dan intensitas aktivitas pengguna. Zona inti atas dan zona pendukung menunjukkan kualitas visual sedang hingga tinggi yang berfungsi menjaga kesinambungan pengalaman visual. Sementara itu, zona visual dan tepi memiliki kualitas visual rendah–sedang dan memerlukan penguatan identitas visual. Secara keseluruhan, keberagaman vegetasi, elemen air, dan aktivitas pengguna merupakan faktor utama pembentuk kualitas visual taman. Rekomendasi perbaikan diarahkan pada penguatan identitas kawasan, peningkatan kualitas vegetasi, optimalisasi zona transisi, serta integrasi fungsi ekologis dan sosial untuk mewujudkan RTH yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
SIMULATION AND OPTIMIZATION OF ENERGY AND DAYLIGHTING PERFORMANCE IN GOVERNMENT DISTRICT OFFICE BUILDING IN THE TROPICS Rofi, Muhammad; Atthaillah, Atthaillah; Muliana, Erna; Kamrulzaman, Nik Mohd Faiz Nik; Iqbal, Muhammad
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.26776

Abstract

The increase in energy consumption in buildings, particularly in the government sector, poses a serious challenge in the effort to mitigate climate change. This research aims to analyze and optimize the facade design of the Aceh Utara district office building to improve energy efficiency through an integrative approach between reducing the overall thermal transfer value (OTTV) and utilizing daylighting based on useful daylight illuminance (UDI) metric. The simulation is conducted using Rhinoceros (RH) software integrated with Grasshopper (GH) to evaluate the combination of design variables such as window-to-wall ratio (WWR), depth, and angle of external shading. Validation of the OTTV value refers to the official calculator from the Government Department Public Works and Public Housing (PUPR), while the daylighting simulation utilizes annual climate data to obtain lighting distribution in three categories: insufficient, optimal, and excessive. The research results show that opening and shading optimization strategies can reduce OTTV to below the threshold of 35 W/m² according to SNI 6389:2020, as well as increase the proportion of areas with optimal daylighting. These findings underscore the importance of an integrative approach to energy and daylighting performance in facade design, and demonstrate the significant potential of climate-based daylight simulations to support the achievement of sustainable and energy-efficient government office buildings.
ANALISIS KESIAPAN TERMINAL INTERMODA BSD SEBAGAI KAWASAN TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT Devid Leonardi; Adhi Buwono, Hanugrah; Ayu Sawitri Dian Mawarni, Ida
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.23586

Abstract

Pertumbuhan aktivitas masyarakat diperkotaan di wilayah Jabodetabek semakin pesat sehingga menuntut pendekatan perancangan kota yang lebih integratif dan berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah pendekatan Transit-Oriented Development (TOD), yang mengedepankan pengembangan kawasan berbasis angkutan massal dengan prinsip keterpaduan fungsi ruang, mobilitas, dan kepadatan. Penerapan TOD di Jabodetabek sendiri dapat dilihat dari contoh MRT Lebak Bulus dan Pondok Cina, selain kedua contoh ini terdapat Lokasi yang berpotensi untuk diaplikasikannya TOD salah satunya ialah Terminal Intermoda BSD. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana Terminal Intermoda BSD siap menjadi kawasan TOD, berdasarkan indikator yang terdapat dalam standar TOD 3.0 yang dibuat oleh ITDP. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis evaluatif terhadap delapan prinsip TOD yaitu walk, cycle, connect, transit, mix, densify, compact, dan shift Studi kasus tentang area MRT Lebak Bulus, Stasiun Pondok Cina, dan Paya Lebar Quarter (PLQ) di Singapura digunakan sebagai acuan untuk memahami perbedaan dalam penerapan konsep TOD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Terminal Intermoda BSD memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan TOD terutama pada aspek integrasi moda transportasi, namun masih terdapat beberapa aspek yang belum optimal seperti kualitas jalur pedestrian, fasilitas pesepeda, dan integrasi fungsi lahan. Sebab itu, dibutuhkan pembangunan daerah yang lebih terpadu agar bisa mendukung penerapan TOD dengan lebih baik.