cover
Contact Name
Erna Muliana
Contact Email
erna.muliana@unimal.ac.id
Phone
+6282366792658
Journal Mail Official
arsitekno@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh Jalan Samudera Lama/Sultanah Nahrasiyah Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Arsitekno
ISSN : 2301945X     EISSN : 27767841     DOI : https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1211
Arsitekno is engaged in several scopes, namely: Architecture and Design Urban Design Landscape Architecture History, Theory & Critic Architecture Building Science and Technology Housing and Human Settlement
Articles 160 Documents
PEMANFAATAN GREEN ROOF SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PADA REDESAIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LANCANG KUNING Amelia, Syaranni; Rizal, Yose; Repi, Repi
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18524

Abstract

Penambahan program studi pada Teknik Universitas Lancang Kuning membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana Fakultas untuk pembangunan fasilitas baru. Pembangunan fasilitas baru berdampak pada penurunan luas ruang terbuka hijau. Diperlukan konsep pemikiran yang mengarah ke masa depan untuk mengatasi pembangunan yang terbatas dengan kemajuan teknologi dan keinginan integrasi alam. Konsep eko futuristik merupakan konsep yang mempertimbangkan hubungan antara kehidupan alam dan keberlangsungan makhluk hidup dengan bebas menggunakan ide atau konsep dalam bentuk visual yang inovatif, kreatif, dan unik . Penerapan green roof merupakan salah satu cara mengimplementasikan ruang terbuka hijau yang dapat memberikan efek positif bagi lingkungan Fakultas Teknik. Penerapan green roof berbasis arsitektur eko futuristik ini dapat meningkatkan ekosistem dengan tersedianya tumbuhan, udara dan media tanam yang baik. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan green roof dapat menambah persentase ruang terbuka hijau sebesar 10.3% dari total luas lahan yang tersisa sekaligus dapat menambah persentase bangunan yang dibutuhkan sebesar 78%. Selain itu, penerapan green roof dapat menciptakan kembali ekosistem alam sekitar dan sekaligus dapat memenuhi kebutuhan fungsional ruang.
A HISTORICAL ANALYSIS OF THERMAL COMFORT: THE EVOLUTION OF VENTILATION SYSTEMS AT THE ROYAL VICTORIA HOSPITAL, BELFAST Farahdilla, Suci
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18804

Abstract

The Royal Victoria Hospital in Belfast, founded in the late 18th century, marks a pivotal moment in the evolution of hospital design and healthcare delivery. This paper traces the hospital's development from its origins as the General Dispensary to its transformation into a modern medical facility. Central to this evolution was the architectural vision of William Henman, who introduced the plenum system of mechanical ventilation”an innovative and pioneering approach at the time. This study investigates the impact of Henmans design on thermal comfort and air quality within the hospital, focusing on both the challenges and successes of implementing such a system in the early 20th century. Through the analysis of historical documents and architectural plans, this research offers insights into the relationship between hospital design, patient care, and environmental control. The findings highlight the critical role of thermal management strategies in healthcare architecture and offer lessons for contemporary hospital design in the pursuit of enhanced patient outcomes.
IDENTIFIKASI LANDMARK ARSITEKTUR DAN LANSKAP SEBAGAI ATRAKSI WISATA Aidina, Faiza; Nafil, Akram; Hadinata, Teuku Eka Panny; Annisa, Astrid
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.19154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi landmark arsitektur dan lanskap yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar, dengan fokus pada peran elemen-elemen ini dalam mendukung sektor pariwisata. Melalui pendekatan kualitatif, dilakukan survei lapangan, observasi langsung, dan wawancara dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengidentifikasi berbagai landmark yang menjadi daya tarik wisata. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat 27 atraksi wisata yang terdiri dari landmark arsitektur dan lanskap, yang masing-masing memiliki nilai sejarah, budaya, serta spiritual yang berkontribusi terhadap identitas daerah dan menarik minat wisatawan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pariwisata yang lebih berkelanjutan, yang mempertimbangkan preservasi warisan arsitektur dan lanskap lokal.
EVALUASI RANCANGAN TAMAN BERMAIN DI KOTA MEDAN BERDASARKAN STANDAR RBRA Yacub, Mirzal; Fadila, Meuthia; Nasution, Irma Novrianty
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18391

Abstract

Keberadaan taman bermain pada sebuah kota menjadi hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah keterjaminannya hak anak. Sebagaimana yang diketahui hubungan anak dan bermain menjadi kebutuhan mendasar. Berdasarkan dengan Konvensi Hak Anak (KHA) Tahun 1989 di New York, Amerika Serikat menyatakan bahwa setiap negara mengakui hak anak untuk beristirahat dan bersantai, bermain serta bebagai kegiatan rekreasi yang sesuai dengan usia anak dan dapat berpartisipasi secara bebas dalam kehidupan dan seni. Taman bermain di Kota Medan yang menjadi amatan adalah Taman Beringin (TBR), Taman Gajah Mada (TGM), dan Taman Baldes (TBD) yang di mana obyek ini menjadi distinasi masyarakat (khusus anak-anak) untuk berkegiatan baik secara individu maupun kelompok. Berdasarkan amatan tersebut, Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengevaluasi keberadaan ketiga taman tersebut dengan pendekatan standar Ruang Bermain ramah Anak (RBRA). Pengumpulan data dengan survei lapangan, studi pustakan, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil temuan yang diperoleh menyimpulkan bahwa kondisi dari ketiga taman (TBR, TGM dan TBD) belumlah memenuhi standar RBRA.
KAJIAN ELEMEN RUANG TERBUKA HIJAU PADA PERUMAHAN GREEN MANSION, KABUPATEN SIDOARJO, JAWA TIMUR Karuru, Wawan Ariestianto; Suryani, Sri
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.16703

Abstract

Meningkatnya populasi setiap tahun menciptakan permintaan ruang yang lebih besar, baik untuk tempat tinggal maupun aktivitas lainnya. Kebutuhan hunian tidak lagi terbatas pada pusat kota, tetapi sekarang meluas hingga ke daerah terpencil jauh dari kawasan perkotaan. Pertumbuhan perumahan di daerah pedesaan seringkali mengubah lahan pertanian, perkebunan, atau bahkan daerah perairan. Salah satu contoh perumahan baru adalah "Perumahan Green Mansion," yang terletak di Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Area ini dulunya merupakan area tambak ikan yang sekarang telah diubah menjadi area perumahan. Sebagai daerah yang berkembang pesat dalam sektor perumahan di Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo perlu menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kualitas hidup warganya. Namun, kualitas RTH di kawasan Perumahan Green Mansion memiliki standar kualitas yang kurang baik, sehingga belum bermanfaat maksimal bagi penghuni perumahan dan lingkungan sekitarnya. Kualitas karakteristik elemen-elemen RTH sangat penting untuk menciptakan ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian lebih dari pihak pengembang, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa RTH yang disediakan di kawasan perumahan memiliki karakteristik yang memenuhi standar kualitas yang baik, serta dapat memberikan manfaat maksimal bagi penghuni perumahan dan lingkungan sekitarnya. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji elemen ruang terbuka hijau pada Perumahan Green Mansion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi literatur dan observasi, kemudian menyusun kesimpulan sebagai acuan dalam menindaklanjuti hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan kajian elemen-elemen ruang terbuka hijau yang terdapat pada perumahan Green mansion seperti taman, hutan, jalur hijau, dan pekarangan rumah belum memenuhi standar kualitas RTH yang baik.
IMPACT OF WINDOW-TO-WALL RATIO, GLASS REFLECTANCE, AND SURFACE REFLECTANCE ON INDOOR ILLUMINANCE: A SIMULATION STUDY USING DIALUX Budhiyanto, Aris
Arsitekno Vol. 12 No. 1 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i1.18544

Abstract

The growing adoption of window facades in buildings has enhanced the use of daylighting, which has generally been well-received by occupants. However, the effectiveness of daylighting in interior spaces can be influenced by several factors, including the window-to-wall ratio (WWR), glass visible transmittance (VT), and the reflectance of walls, ceilings, and floors. This study investigates how these factors affect indoor average illuminance. To model the indoor lighting environment and adjust these factors, a simulation method using DIALux software was employed. Multiple linear regression analysis was then used to assess the impact of each factor on average illuminance. The results reveal that WWR and VT are the most significant variables, with their increases leading to substantial improvements in illuminance, though the benefits diminish at higher levels. In contrast, ceiling and floor reflectance have minimal effects, with ceiling reflectance being the least impactful. The regression analysis validates the model's high predictive accuracy and highlights the critical role of WWR and VT in achieving optimal lighting conditions.
STUDI MODEL RANCANGAN LADANG APUNG PADA MASYARAKAT PETANI DI GAMPONG BILI BARO, ACEH UTARA Rengganis, Anandita; Fithri, Cut Azmah
Arsitekno Vol. 12 No. 2 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i2.18183

Abstract

Indonesia, negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian, menghadapi berbagai masalah seperti perubahan iklim dan infrastruktur yang buruk. Aceh Utara, dengan lahan persawahannya yang luas dan subur, sering dilanda banjir yang merusak tanaman dan menurunkan produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk membuat konsep desain pertanian terapung sebagai solusi komprehensif untuk ketahanan pangan jangka panjang bagi masyarakat petani di Gampong Bili Baro, Aceh Utara. Studi oleh Nasrudin, dkk. pada tahun 2022 mengidentifikasi manfaat multi-sektoral dari pertanian apung, termasuk adaptasi terhadap kondisi tergenang air dan peningkatan sumber pangan masyarakat petani. Penelitian lain oleh Prayoga, dkk. mengeksplorasi sistem padi apung tradisional di lahan sawah yang terendam banjir. Studi oleh Dennis dan Surya pada tahun 2022 membahas konsep bangunan apung multi-level yang dapat diterapkan di area rawan banjir untuk mencapai keberlangsungan hidup yang  berkelanjutan, meskipun banyak penelitian yang menunjukkan potensi pertanian terapung dan strukturnya untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah yang rawan banjir. Temuan studi ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa model pertanian terapung yang diusulkan dapat meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan pangan di sektor pertanian Aceh Utara, serta memberikan rekomendasi untuk implementasi yang lebih luas di tempat lain yang mengalami masalah serupa.
Identifikasi Unsur Pembentuk Langgam Art Deco pada Bangunan Bank Jateng KCP Johar Indarti, Fitri Dwi
Arsitekno Vol. 12 No. 2 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i2.18498

Abstract

Kantor Bank Jateng KCP Johar merupakan eks bangunan De Javasche Bank, yang sebelumnya berada di pertigaan antara jalan utama Kota Lama, Heerenstraat (sekarang Jl. Letjen Suprapto) dan Stadhuistraat (sekarang Jl. Branjangan). Untuk memenuhi kebutuhan perbankan saat itu, sebuah gedung baru kembali dibangun untuk De Javasche Bank Semarang. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengenali dan mengupas lebih jauh melalui identifikasi unsur langgam bangunan mengenali agar identitas dan nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya tetap sesuai dengan perkembangan yang ada baik kawasan maupun bangunannya dari masa ke masa. Ini dilakukan menggunakan metodologi kualitatif melalui studi lapangan pada bangunan. Bangunan Bank Jateng KCP Johar ini memiliki ciri-ciri yang mencerminkan gaya arsitektur Art Deco, hal ini dapat terlihat dari penggunaan bentuk geometri pada fasad dan ornamentasi. yang lebih beraturan dengan penggunaan garis lurus atau persegi. Selain itu dapat dilihat dari penggunaan material marmer, granit, dan baja yang digunakan pada eksterior dan interior sehingga memberikan kesan memberi kesan futuristik, mewah, dan elegan. Pada bangunan. Unsur-unsur yang terdapat pada fasad, material, ornamentasi, dan elemen interior bangunan ini merupakan beberapa komposisi elemen fasad yang mencerminkan karakteristik langgam tersebut. Semua elemen digabungkan untuk menjadi menarik dan mampu memberi kesan tersendiri terhadap lingkungannya.
OPTIMALISASI POTENSI LOKAL BERBASIS ALAM DAN BUDAYA : STRATEGI PENGEMBANGAN PANTAI NGLIYEP Novianti, Karin Berliana; Panjaitan, Tigor Wilfritz Soaduon; Tohar, Ibrahim
Arsitekno Vol. 12 No. 2 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i2.20406

Abstract

Pantai Ngliyep yang berada di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi, mengevaluasi permasalahan, dan merumuskan strategi pengembangan kawasan wisata. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, survei, serta studi literatur. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif dan dilengkapi dengan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Ngliyep memiliki enam objek wisata utama dengan potensi beragam, dan secara umum berada dalam kuadran strategi agresif. Strategi pengembangan yang disarankan mencakup peningkatan fasilitas, promosi digital, serta pelibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penyusunan strategi berbasis potensi kawasan dan analisis SWOT berbobot yang aplikatif. Temuan penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemangku kepentingan dalam mengembangkan Pantai Ngliyep sebagai destinasi wisata unggulan berbasis potensi lokal.
ANALISIS SISTEM SIRKULASI TATA RUANG BERDASARKAN STANDAR DAN KONDISI PENGGUNA PADA PASAR PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Zanjabila, Nasheila Mutia; Harani, Arnis Rochma
Arsitekno Vol. 12 No. 2 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i2.21360

Abstract

Pasar memiliki kedudukan penting dalam siklus perekonomian, namun pasar tradisional sering terpinggirkan karena penataan ruang yang buruk dan kondisi lingkungan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem sirkulasi dan tata ruang di Pasar Pedurungan Kota Semarang sebagai upaya evaluasi keberhasilan pasca renovasi. Penelitian ini terbagi dalam dua kategori yaitu menganalisis sistem sirkulasi dan tata ruang kemudian hasilnya digunakan sebagai bagian dalam mengeksplorasi desain layout pasar. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung aktivitas pengguna, pengukuran denah sirkulasi, dan dokumentasi foto eksisting. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, membandingkan kondisi eksisting dengan SNI 8152:2021 dan literatur pendukung. Hasil penelitian ini menunjukkan pola sirkulasi double loaded corridor eksisting mengakibatkan permasalahan kemacetan dan ketidaknyamanan pembeli akibat ketidakteraturan layout. Temuan lain adalah, kurangnya zonasi jelas antara area basah dan kering juga menyebabkan penyebaran bau dan kondisi kumuh. Temuan dari penelitian ini menunjukkan desain pasar tidak dapat lepas dari kemungkinan adanya perubahan praktik spasial yang berbeda sehingga kemungkinan perubahan tersebut harus bisa di skenariokan sebelum mendesain.