cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 129 Documents
MEDICINAL EFFECT REVIEW OF AGARWOOD LEAVES FROM AQUILARIA AND GYRINOPS GENERA I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3681

Abstract

Aquilaria and Gyrinops are the most common genera of Agarwood in Indonesia. These two group have wide distribution in Indonesia. Therefore, Indonesia is one of the biggest agarwood commodity producer in the world. However, the resin on agarwood stem is still main utilization of agarwood commodity in this country. Diversification agarwood utilization other than resin is needed to maximilize the potency of this commodity. Agarwood leaves are one of by product from agarwood cultivation that rarely been utilized. Agarwood leaves contain secondary metabolites that have medical effect such as Phenol, Flavonoid, Terpenoid , Alkaloid and Tannin. Thus, agarwood leaves has a good potency as a source of food and beverage product that have a medicinal effects. Agarwood leaves form Aquilaria group and Gyrinops group both have medicinal effect including antioxidant, antibacterial, cytotoxic and anticancer. Aquilaria leaves also has additional medicinal effect including: anti-inflammatory, anti-diabetic and laxative while Gyrinops leaves also has additional medicinal effect as antiradical source of sunscreen.
STUDI PENGELOLAAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT ADAT DI DESA SENARU KECAMATAN BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Deny Rachmansyah; Wahyu Yuniati Nizar
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3639

Abstract

Ekowisata berbasis masyarakat merupakan usaha ekowisata yang menitik beratkan peran aktif komunikasi. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan adalah keikutsertaan masyarakat baik dalam bentuk peryataan maupun kegiatan. keikutsertaan tersebut terbentuk sebagai akibat terjadinya interaksi sosial antara individu atau kelompok masyarakat di dalam pembangunan. Partisispasi masyarakat dalam berbagai bentuk seperti partisipasi dalam pembuatan keputusan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kegiatan serta pemanfaatan hasil pembangunan.Hasil penelitian menunjukan bahwa peran serta masyarakat dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun  Sendang Gila sangat tinggi, dikarenakan tingkat peran serta masyarakat baik pada saat rapat perencanaan, operasionalisasi serta pengawasan objek wisata Air Terjun  Sendang Gila dinilai sangat aktif, disebabkan karena objek wisata Air Terjun  Sendang Gila dimanafaatkan masyarakat selain untuk menambah pendapatan desa juga untuk menambah penghasilan masyarakat. Hal ini yang menyebabkan masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan objek wisata Air Terjun  Sendang Gila baik dalam rapat perencanaan, menata atau mendisain kawasan objek wisata, pembangunan Infrastruktur serta pengawasan - pengawasan yang menyangkut objek wisata.
MANFAAT DAN PENDAPATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU ROTAN (Calamus rotan) DI DESA RENDE NAO MANGGARAI TIMUR NUSA TENGGARA TIMUR Albertianus Abisaputra; Kemas Usman
Jurnal Silva Samalas Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v2i2.3665

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui bentuk pemanfaatan rotan di Desa Rendenao Kecamatan Pocoranaka Kabupaten Manggarai Timur. Dengan menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai bentuk pemanfaatan rotan, pendapatan masyarakat dan analisis pemasaran di lokasi tempat dilaksanakan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Rende Nao Kecamatan Pocoranaka Kabupaten Manggarai Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur. Terdapat 2 jenis hasil hutan bukan kayu adalah Rotan Batu (Calamus filipendulus Roxb) dan Rotan Cacing (Calamus heterodueus mart). Petani memperoleh penghasilan di Rotan Batu dan Rotan Cacing sebesar (I) 134.779.836, dari 20 responden per enam bulan dengan rata-rata (I)  287.500.
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN PEMANFAATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) DI KAWASAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) DESA GIRIMADIA KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT) Muhammad Irwan; Yulia Ratnaningsih
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i1.3610

Abstract

Hutan Indonesia merupakan salah satu hutan tropis terluas ketiga di dunia dan ditempatkan pada urutan kedua dalam hal tingkat keanekaragaman hayati. Di Indonesia sendiri, Di Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat beragam sekitar 30.000 – 40.000 jenis tumbuhan yang tersebar di hutan tropis di tiap pulau (Juliana, 2011). Adapun penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui  jenis dan pemanfaatan tanaman HHBK dikawasan hutan kemasyarakatan (HKm) Giri Madia untuk vegetasi dan tumbuhan bawah dan Untuk mengetahui indeks keanekaragaman jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Giri Madia.Penelitian dilaksanakan di Desa Giri Madia Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.  Waktu Penelitian telah dilakukan  selama 1 bulan yaitu dari bulan Mei s/d dengan Juni 2017 penelitian ini, Penetuan teknik pengambilan data menggunakan Streep sampling wait random start, yang akan dijadiakan sumber adalah kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Giri Madia seluas 329 ha, sedangkan luas HKm disekitar Kebun Baru kurang lebih 42 ha, intesitas sampling yang diambil 5% sehingga jumlah petak contoh yang diambil adalah 53 petak. Jenis HHBKyang dimanfaatkan sebagai berukut Kemiri (Aleuretus moluccana), Durian (Durio Zibathinus), Aren (Arenga pinnata), Belinjo (Gnetum gnemon), Nangka (Artocarpus heterpphyllus), Bambu (bambuseae Sp), Coklat (Theobroma cacao), Pisang (Musa paradisiae), Sukun (Artocarpus alfilis) adapun jenis  tumbuhan bawah yang dimanfaatkan adalah Kunyit (Corcuma longa), Golkar, Sirih hutan (Piper codocibracteum C.DOC), Laos (Alpinia galangal), Pakis (Plantea Sp), Talas (Colocasia esculanta), Ubi kayu (Manihot esculanta) dan Jahe (Zingiber officinale) dan Indeks keanekaragaman jenis untuk tingkat pohon rendah 1,637, untuk tingkat tiang 1,58, tingkat pancang 1,767 dan untuk tingkat semai 1,679, memiliki keanekaragaman jenis rendah.
ANALISIS PENDAPATAN HASIL HUTAN BUKAN KAYU JAMBU MENTE (Anacardium occidentale L.) DILAHAN HUTAN TANAM RAKYAT KELOMPOK TANI DESA KABOL KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA KABUPATEN LOMBOK TENGAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Isa Ansori; Kemas Usman
Jurnal Silva Samalas Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v2i1.3654

Abstract

Tanarnan jambu mente pada saat ini merupakan salah satu tanaman yang sedang dipacu pengembangannya, terutama di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan HHBK Jambu Mente (Anacardium Occidentale L.) serta mengetahui tingkat kelayakan usaha menanam Jambu Mente di Hutan Desa Kabol, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey. Penelitian ini dilakukan pada kelompok tani hutan di Dusun Kending Sampi desa Kabol, Kecamatan Praya Barat Daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata luas lahan petani responden adalah seluas 100Ha, maka rata-rata biaya produksi untuk membeli alat dan bahan serta biaya ongkos tenaga kerja yang harus dikeluarkan petani adalah sebesar Rp 3.427.000. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp. 11.733.00, dan rata-rata pendapatan/keuntungan yang diperoleh masing-masing petani per/1 musim tanam sebesar Rp. 8.302.000, maka R/C ratio diperoleh sebesar 1,82%. Artinya, setiap Rp. 1 yang dikeluarkan oleh petani untuk biaya usaha menanam jambu mente akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 1,82%. Karena nilai R/C Ratio lebih besar dari pada 1 (R/C > 1) maka kegiatan dalam usaha menanam jambu mente di hutan Desa Kabol ini layak untuk diusahakan. Untuk meningkatkan pendapatan/keuntungan, maka diharapkan kepada para petani hutan di wilayah penelitian bisa meningkatkan kegiatan pemeliharaan terhadap tanaman tanaman jambu mente dan agar di usahakan bisa menjual hasil produksi dalam bentuk produk sekunder.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) Mia Rahmania; Hafizah Nahlunnisa
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3691

Abstract

Kayu putih (Melaleuca cajuputi) merupakan jenis dari famili Myrtaceae yang mengandung minyak atsiri berpotensi mendukung industry minyak atsiri dan juga digunakan untuk kegiatan rehabilitasi lahan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan bibit tanaman kayu putih. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu media tanam (M) yang terdiri dari 5 aras (tanah, tanah:pasir (2:1), tanah:pasir (1:2), Tanah : Pasir Zeolit Mikoriza (1/10%), dan tanah:kompos (1:1) ) dengan masing-masing tiga pengulangan. Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan panjang akar. Analisis data menggunakan uji anova pada taraf uji 0,05. Jika terdapat perbedaan yang nyata, maka dilakukan uji lanjutan BNJ. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu media tanam memberikan pengaruh nyata kepada parameter pertumbuhan jumlah daun, sedangkan pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang dan panjang akar tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter perlakuan. Media tanam M3 (tanah + pasir Zeolit Mikoriza 1/10%) memberikan pengaruh lebih baik dibandingkan dengan media lainnya pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil uji Anova menyatakan media tanam tidak berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman dan panjang akar. Sedangkan pada jumlah daun memberikan hasil berpengaruh signifikan pada minggu keenam.
YIELDS OF SHALLOT (Allium ascalonicum L.) UNDER VARIOUS BULB SIZES, DOSES OF BOKASHI AND NIROGEN FERTILIZERS Janu Rahmaningsih; Wayan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3644

Abstract

Pemupukan nitrogen dan bokashi terutama pada umbi bibit berukuran kecil merupakan salah satu usaha untuk menekan biaya dan meningkatkan produksi bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan bokashi dan nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada berbagai ukuran umbi bibit. Percobaan dilaksanakan dalam rumah plastik dari bulan Juni sampai sampai Agustus 2015 di Praya (Lombok Tengah), yang ditata dengan Rancangan Acak Lengkap, dengan 3 faktor perlakuan, yaitu ukuran umbi bibit (U1= 2,5-3,5 g, U2= 6-7 g, dan U3= 9,5-10,5 g), dosis pupuk bokashi (B0= tanpa bokashi, B1= 10 ton/ha, B2= 20 ton/ha, dan B3= 30 ton/ha), dan dosis pupuk nitrogen (N1= 140 dan N2= 190 kg/ha). Dengan demikian terdapat 24 kombinasi perlakuan, yang dibuat dalam 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antar ketiga faktor perlakuan dalam mempengaruhi hasil umbi bawang merah. Walaupun ukuran umbi bibit tidak berpengaruh nyata terhadap bobot hasil umbi kering, namun analisis regresi menunjukkan semakin besar ukuran umbi bibit yang ditanam, semakin tinggi berat umbi yang dihasilkan. Pupuk bokashi dapat meningkatkan produktivitas bawang merah dengan hasil tertinggi (12,36 g/pot) diperoleh pada dosis tertinggi (30 ton/ha), sedangkan penggunaan pupuk nitrogen lebih baik pada dosis 140 daripada 190 kg/ha N.
MEDICINAL USAGE OF AGARWOOD RESIN IN FORM OF ESSENTIAL OIL: A REVIEW I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v2i2.3674

Abstract

Agarwood is a high value of non-timber commodities from Indonesia. Agarwood trade on Indonesia mostly being sold in form of raw material. This raw material is agarwood resin or also well known as ”gubal’. Processing gubal into essential oil will improve the quality and price of this commodity. Furthermore, agarwood essential oil has been reported being used as traditional medication in some countries. This medicinal activity of agarwood essential oil has been confirmed by clinical research and resulted that this material has antioxidant, antibacterial, antifungal and anticancer activity. This material also has neural activity on the nervous system and becomes a potential antidepressant, relaxative, sedative and analgesic agent. The promising of the medicinal use of agarwood essential oil suggested that processing agarwood resin into essential oil should be the number one priority on agarwood trade.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI DI KAWASAN HUTAN RAKYAT DUSUN MURPAYUNG DESA SIGAR PENJALIN KABUPATEN LOMBOK UTARA I Wayan Sumantra; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i1.3631

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) dan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’) vegetasi di kawasan Hutan Rakyat pada Kelompok Tani Hutan Beriuk Patuh Dusun Murpayung Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan data menggunakan metode Garis berpetak yang merupakan modifikasi dari petak ganda atau cara jalur. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk tingkat pohon dengan jumlah vegetasi yang ditemukan sebanyak 58 jenis, INP tertinggi berturut-turut adalah Kelapa 49,18%, Mente 30,78%, Ulam 20,65%,Udu/Kalimuru 19,13%, dan Gmelina 16,14%. Pada tingkat tiang terdapat 45 jenis dengan INP tertinggi Gmelina 114,15%, Mente 38,00%, Ulam 17,40%,Pinang 12,63%, dan Mahoni 11,18%. Untuk tingkat pancang ditemukan 41 jenis dengan INP tertinggi adalah Gmelina 72,0%, Mahoni 24,3%, Ulam 17,3%, Mangga Hutan 13,8%, dan Mente 8,7%. Dan untuk tingkat semai ditemukan 40 jenis dengan INP tertinggi berturut-turut adalah Ulam 47,8%, Gmelina 21,2%, Mangga Hutan 18,0%, Putat 11,7%, dan Kumbi 10,6%. Sedangkan untuk nilai Indeks Keanekaragaman Jenis (H’) untuk tingkat pohon adalah 3,16 yang berarti tinggi yang menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan Hutan Rakyat tersebut adalah baik. Untuk tingkat tiang H’ adalah 2,275, tingkat pancang H’ 2,094, dan tingkat semai H’ 2,692, yang berarti bahwa keanekaragaman jenis pada masing-masing tingkat tersebut adalah sedang.
APPLICATION OF ORGANIC FERTILIZER AND AEROBIC IRRIGATION SYSTEM ON SEVERAL VARIETIES OF LOWLAND RICE TO INCREASE YIELD OF SOYBEAN DIRECT-SEEDED FOLLOWING RICE Maemunah Maemunah; Wayan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v2i2.3660

Abstract

This study aimed to examine the effect of cultivation techniques of several varieties of lowland rice between conventional techniques and aerobic irrigation systems, and the application of organic fertilization using bokashi (EM-4 fermented) cattle manure, on yield of Anjasmoro variety of soybean direct-dibbled following harvest of rice without tillage, by conducting pot experiment in a plastic house from September to December 2015. The experiment was designed according to factorial Completely Randomized Design consisting of 3 treatment factors, namely rice cultivation techniques (T1: conventional, T2: aerobic irrigation systems), lowland rice varieties (V1: Inpari 23, V2: Inpari 24, V3: Inpari 25), and organic fertilizer (P0: non-organic, P1: with organic fertilizer), and each treatment combination was made in three replications. The seeding of soybean of Anjasmoro variety was done by immediately dibbling the seeds after harvesting rice in accordance with the treatment factors without tillage. The results indicated that rice cultivation techniques and application of organic fertilizer had significant effects on growth and yield components of soybean, and there was an interaction effect but only between cultivation techniques and rice varieties on the trifoliate leaf number at the age of 49 days, but the rice varieties did not affect growth and yield of soybean following rice crops. The seed yield was higher on soybean following rice of aerobic irrigation system (20.65 g/pot) than following conventional rice (17.92 g/pot), and it was higher on pots receiving organic fertilizer (23.29 g/pot) compared to without organic fertilizer (15.28 g/pot). Even without organic fertilizer, seed yield was higher (16.59 g/pot) in soybeans direct-seeded following aerobic rice compared to following conventional rice (13.98 g/pot).

Page 2 of 13 | Total Record : 129