cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 129 Documents
EPIFIT DAN LIANA DI HUTAN SEKUNDER DATARAN RENDAH KECAMATAN MESTONG KABUPATEN MUARO JAMBI Nursanti, Nursanti; Saleh, Zuhratus; Rhamadhani, Fhilza; Dinanty, Fawwaz
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i2.14223

Abstract

Sebapo Institut adalah area wisata edukasi yang terletak di Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi, berupa hutan sekunder dataran rendah (Lowland tropical rain forest) bekas terbakar tahun 1997 yang sedang mengalami tahapan suksesi sekunder menuju hutan klimaks. Keseimbangan ekosistem hutan dapat terganggu oleh bencana alam maupun aktivitas manusia. Kebakaran hutan yang terjadi 22 tahun lalu menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati, terjadi perubahan pada struktur hutan dan komposisi hutan. Perubahan pada struktur dan komposisi pohon memberi pengaruh yang berbeda pada pertumbuhan epifit dan liana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari jenis-jenis epifit dan liana di hutan hujan tropis dataran rendah 22 tahun setelah kebakaran. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis vegetasi dengan petak tunggal berukuran 100 m x 100 m. Data yang diambil meliputi lingkar batang tumbuhan penopang ≥5 cm serta nama lokal dan nama ilmiah. Tumbuhan liana dan epifit yang ditemukan diidentifikasi untuk mengetahui jenisnya, indeks keanekaragaman dan kemerataan epifit dan liana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 744 individu liana dari 35 spesies yang tergolong ke dalam 19 famili dan 4 individu epifit dari 2 spesies yang tergolong 2 famili. Jenis liana yang sering ditemukan pada inang di dalam plot adalah Gnetum latifolium Blume, sedangkan untuk jenis epifit yaitu Asplenium nidus L dan Davallia denticulata (Burm. F) Mett. Ex Kuhn.
THE USE OF LOCAL HERBAL IN ALTERNATIVE AND COMPLEMENTARY THERAPIES AS MIDWIFERY CARE SYNERGISTIC THERAPY IN SASAK ETHNIC Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Hairani, Hairani
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i2.14226

Abstract

Traditional healers are still the main choice of the Sasak tribe to assist with childbirth. The city of Mataram ranks second lowest in terms of the percentage of births assisted by health workers and the third lowest in the West Nusa Tenggara region in terms of the percentage of births in health service facilities because of holistic service experience, culture, education, and outreach to health facilities factors. Traditional health services have been proven for a long time and are used by the community in preventive, promotive, curative, and rehabilitative efforts. This is very useful, especially in areas where access to health services is limited. The term "integrative medicine" in synergistic therapy is used to refer to the combination of conventional and alternative medicine practices that meet the requirements of scientific evidence, safety, and effectiveness. A descriptive, cross-sectional, quantitative method was used to assess 30 traditional healers in the Mataram city area. The complementary therapies in midwifery care help to reduce symptoms such as nausea vomiting and lower back pain, prepare for labor and increase the chances of an uncomplicated birth, increase milk production or reduce pain in perineum wounds, and also to accelerate the recovery of postpartum maternal health conditions using traditional herbal therapy such as pilis, parem, tapel, serbat, boreh. It has many benefits and needs to be introduced to midwives to be more optimal in providing holistic midwifery services.
ETNOBOTANI TUMBUHAN PANGAN MASYARAKAT SEKITAR AGROFORESTRI REPONG DAMAR PAHMUNGAN, PROVINSI LAMPUNG Susanti, Amelia Dwi; Nahlunnisa, Hafizah; Farma, Albert
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i2.14228

Abstract

Sistem repong damar merupakan salah satu kearifan lokal dalam sistem budidaya hutan yang berada di Desa Pahmungan, Provinsi Lampung, dimana pohon utama yang ditanam adalah pohon damar (Shorea javanica) diselingi dengan berbagai jenis tumbuhan lainnya. Masyarakat yang menghuni kawasan disekitar repong damar menggunakan banyak jenis tumbuhan sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya.  Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Mei-Juni 2018 dengan tujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh masyarakat Desa Pahmungan. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung terhadap masyarakat dengan teknik snowball sampling serta observasi lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 50 jenis tumbuhan dari 28 famili yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Famili tertinggi yaitu Myrtaceae sebesar 21%. Pemanfaatan bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah bagian buah sebesar 76%. Pemanfaatan pohon sebagai bahan pangan yang berada di agroforestri repong damar harus diimbangi dengan pengelolaan dan sistem budidaya yang tepat agar memiliki nilai manfaat berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.
SENSORY EVALUATION OF LEMONGRASS BEVERAGE MIXED WITH AGARWOOD INFUSION USING 9-POINT HEDONIC SCALE Aini, Husnul; Kurnia, Nova; Wangiyana, I Gde Adi Suryawan
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i2.14298

Abstract

Lemongrass and agarwood are potential forest herbal tea products which need to be further explored based on research and development schemes. The purpose of this research is to conduct a sensory evaluation using a 9-point hedonic scale and different statistical approaches on mixed lemongrass beverages and agarwood infusion. Four treatments are used in this research including: L1 = Lemongrass concentration 0.1% w/v, L2 = Lemongrass concentration 0.2% w/v, L3 = Lemongrass concentration 0.3 % w/v, L4 = Lemongrass concentration 0.4% w/v. This research used 4 different statistical approaches including Kruskal-Wallis, Freidman Test, ANOVA-CRD, and ANOVA-RBCD. Sensory evaluation was conducted using a 9-point hedonic scale using 30 trained respondents on 4 parameters including appearance, aroma, taste and bitterness. The results show that all statistical approaches give sensitive analysis for P-value measurement except for the Freidman Test. Appearance is the only parameter with a significant p-value in all statistical approaches. Different treatments show different maximum hedonic score values on different parameters, and they are significantly different based on DMRT results. However, based on the area of the spider web chart, L2 has the largest impact on hedonic score value compared to other treatments. It could be concluded that Treatment L2 (lemongrass concentration of 0.2% w/v) has the highest hedonic evaluation score which shows that this is the effective concentration to produce beverage products with good acceptability.
PENGARUH PEMBERIAN ISOLAT BAKTERI BINTIL AKAR PUTRI MALU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI (Glycine max (L.) Merr.) PADA BEBERAPA INTERVAL PENYIRAMAN BERBEDA Balkis, Nuzula Aziza; Wangiyana, Wayan; Nufus, Novita Hidayatun
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v8i1.14509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis isolat bakteri bintil akar putri malu untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max (L.)) pada beberapa interval penyiraman berbeda. Metode eksperimental dengan percobaan di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor. Faktor pertama isolat bakteri bintil akar dengan konsentrasi 10% yang terdiri atas P0 (tanpa isolat), P1 (dosis 10 ml isolat), P2 (dosis 20 ml isolat) dan faktor kedua interval penyiraman yang terdiri atas K1(penyiraman 2 hari sekali), K2 (penyiraman 4 hari sekali), dan K3 (penyiraman 6 hari sekali). Hasil penelitian ini adalah: Terdapat interaksi antara faktor perlakuan isolat bakteri bintil akar putri malu dan interval penyiraman terhadap berat biji kedelai dengan kombinasi terbaik terdapat pada perlakuan (P2K1) dengan nilai 22.10 g/ tanaman, perlakuan (P1K1) dengan nilai 21.43 g/tanamann, perlakuan (P0K1) dengan nilai 21.30 g/tanaman. Perlakuan isolat bakteri bintil akar putri malu sebagai faktor tunggal menunjukkan berpengaruh signifikan hanya pada variabel hasil yang terdiri dari parameter jumlah polong, persentasi polong bernas, jumlah biji dan berat biji dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan(P2K1) isolat bakteri bintil akar dengan dosis 20 ml dan interval penyiraman 2 hari sekali. Pada perlakuaninterval penyiraman sebagai faktortunggal berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel pengamatan dengan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan(K1) interval penyiraman 2 hari sekali.
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI KAWASAN DANAU SANO NGGOANG KECAMATAN SANO NGGOANG KABUPATEN MANGGARAI BARAT NUSA TENGGARA TIMUR Salci, Ursula Dewi; Masrilurrahman, LL. Suhirsan; Rachman, Irna Ningsi Amalia
Jurnal Silva Samalas Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i2.15400

Abstract

The Sano Nggoang Lake area is one of the areas that is the habitat of several types of birds, including endemic birds of Flores, namely the Flores Crow, Flores Kehicap, Flores Serindit, and Flores Celepuk. However, the existence of birds in the Sano Nggoang Lake area is not yet known with certainty the level of diversity. Therefore, it is necessary to conduct research on the diversity of bird species in an effort to conserve birds, especially endemic birds. The purpose of this study was to determine the diversity of bird species in the Sano Nggoang Lake area, Sano Nggoang District, West Manggarai Regency. This research was conducted in May 2022 in the Sano Nggoang Lake area. The method used in this study is the analysis method. The results of this study found 26 species of birds, namely: Grey-rumped Shama (Dicrurus leucophaes) 12, Black-naped Orioles (Oriolus chinensis) 9, White-rumped Eagles (Haliastur indus) 2, Flores Eagles (Spizaetus floris) 1, Honey-breasted Babar (Lichmera squamata) 11, Honey-birds (Cinnyris jugularis) 5, Flores Mouse Deer (Pachycephala nudigula) 4, Flores Parakeet (Loriculus flosculus) 2, Flores Scops-owl (Otus alfredi) 1, Flores Shrike (Monarcha sacendotum) 2, Flores Crows (Corvus florensis) 2, Branch-billed Shrikes (Hypothymis azurea) 10, Common White-eyes (Zosterops melanurus) 4, 5 Asian magpie robins (Terpsiphone paradise), 11 Sangihe magpie robins (Eutrichomyias rowleyi), 3 striped magpie robins (Turnix suscitator), 1 pale magpie robin (Cacomantis pallidus), 4 white-rumped kingfishers (Caridonax fulgidus), 1 sun oriole (Coracina), 5 mountain ducks (Anas superciliosa), 4 Timor tesia (Tesia everetti), 4 Flores fantails (Rhipidura diluta), 2 Wallacean magpie robins (Dicrurus densus), 2 horned magpie robins (Philemon buceroides), 2 emerald-billed magpie robins (Calchophaps indicha), 1 green junglefowl (Gallus varius). The highest level of bird diversity is (H’ = 0.2417) and the lowest level of diversity is (H’ = 0.0427), and the species diversity index (H’ = 2.9711) which is included in the medium level of diversity.
PENDUGAAN STOK KARBON TEGAKAN SENGON (Albizia falcataria) DI HUTAN RAKYAT DESA GADING WETAN KABUPATENPROBOLINGGO Yandi, Wahyu Nazri; Nahlunnisa, Hafizah; Dinanty, Fawwaz; Darsono, Beti Septiana
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v8i1.16538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menduga simpanan biomassa dan stok karbon pada tegakan sengon (Albizia falcataria) di hutan rakyat Desa Gading Wetan, Kabupaten Probolinggo. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran hutan rakyat dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon, dengan fokus pada tegakan sengon yang memiliki siklus rotasi pendek dan nilai ekonomi tinggi. Metode yang digunakan meliputi pengukuran diameter dan tinggi pohon secara sensus pada lahan seluas 2,7 ha, serta perhitungan volume, biomassa, dan karbon menggunakan pendekatan alometrik dan rumus standar yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total volume tegakan mencapai 357,76 m³ dengan volume per hektar sebesar 132,50 m³. Simpanan biomassa tercatat sebesar 63,2 ton/ha, sedangkan stok karbon yang tersimpan sebesar 29,71 ton/ha. Temuan ini menegaskan bahwa pertumbuhan diameter dan tinggi sangat berpengaruh terhadap akumulasi biomassa dan karbon. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa tegakan sengon di lokasi studi memiliki potensi signifikan dalam menyimpan karbon, sehingga mendukung pengelolaan hutan rakyat yang berorientasi pada aspek lingkungan dan potensi insentif karbon ke depan.
THE RECENT DEVELOPMENT OF AGARWOOD PRODUCT INVENTION IN INDONESIA Triandini, I Gusti Agung Ayu Hari; Wangiyana, I Gde Adi Suryawan
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v8i1.16539

Abstract

The invention of agarwood is crucial for the downstream application of agarwood research results in Indonesia. This study aims to review the invention of agarwood in Indonesia over the past 8 years. According to the Indonesian Intellectual Property Database, the average number of agarwood inventions in Indonesia from 2018 to 2025 is approximately five inventions per year. This number is much lower than the average number of agarwood publications during the same period, which can reach 81 publications per year. Agarwood leaf utilisation accounts for the dominant proportion of the invention, which is equally derived from the Aquilaria and Gyrinops genera. Most of the invention is intended to produce health products that confirm the health-beneficial effects of agarwood, based on research. The invention of agarwood in Indonesia was dominated by simple patents, which are easier to register compared to other types of patents. The proportion of rejected inventions to granted inventions is 1:6, indicating a medium difficulty level of invention registration in Indonesia. The invention right holder is dominated by higher education institutions (70%), followed by research institutions with a proportion of less than 20%. Invention registration location data reveal the uneven distribution of agarwood inventions, which is dominated by three islands: Java, Sumatra, and Kalimantan. It can be concluded that the invention of agarwood in Indonesia is very limited compared to the number of publications, with a minimal contribution from the Industrial sector.
EFEK ANTIINFLAMASI DAN ANTIOKSIDAN TANAMAN SIDAGURI (Sida rhombifolia) TERHADAP PENYAKIT KARDIOMETABOLIK Wangiyana, Ni Komang Ayu Swanitri
Jurnal Silva Samalas Vol. 8 No. 2 (2025): Article in press
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian secara global di antara penyakit tidak menular lainnya. Salah satu faktor risikonya adalah faktor gaya hidup, seperti pola makan yang “tidak sehat”, kurangnya aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol. Diet tinggi lemak digambarkan sebagai diet tidak sehat yang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular khususnya penyakit kardiometabolik. Terdapat banyak teori tentang mekanisme kerusakan jantung oleh karena diet tinggi lemak, seperti inflamasi dan stres oksidatif. Meskipun sudah ada kemajuan dalam tatalaksana dan pengobatan penyakit kardiovaskular, mortalitasnya masih lebih tinggi dari penyakit tidak menular lainnya. Penggunaan tanaman herbal saat ini terus menjadi pendekatan pengobatan alternatif untuk berbagai penyakit. Sida rhombifolia merupakan salah satu spesies tanaman dalam famili Malvaceae dan genus Sida, yang terdistribusi secara luas di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang lebih dikenal dengan nama Sidaguri. Ekstrak tanaman sidaguri diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan yang tinggi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, ekstrak Sida rhombifolia ditemukan memiliki efek kardioprotektif yang dapat mencegah kerusakan jantung yang berkaitan dengan proses inflamasi dan stres oksidatif, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif dalam pengobatan penyakit kardiometabolik.

Page 13 of 13 | Total Record : 129