cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 134 Documents
ANALISIS POTENSI KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI TAMAN WISATA ALAM SURANADI Marjuardi Zaen; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i1.3633

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui indeks kaenekaragaman jenis burung,  mengetahui keapadatan burung dan mengetahui kelimpahan burung di kawasan Wisata Alam Suranadi. Metode penelitian adalah metode transek jalur dan pengamatan cepat, metode ini menggunakan panjang dan lebar jalur yang di sesuaikan dengan kondisi topografi dan kerapatan tegakan.Hasil penelitian menunjukkan indeks keanekaragaman jenis burung di kawasan Wisata Alam Suranadi adalah 2, dengan kriteria 1< H’ < 3yang artinya sedang. Kepadatan burung 0,0573 (individu/m²) dan Kelimpahan Burung di Kawasan Wisata Alam Suranadi adalah jenis burung Walet Linchi (Collocalia linchi) memiliki total indeks kelimpahan tertinggi 34,9%, Cabai Lombok (Dicaeum maugei) 17,4%, Layang-layang batu (Hirundo tahiticia) 11,3%, Bondol jawa (Lhoncura leucogastroides) 7,9%, Gelatik batu kelabu (Parus major) 4,5%, Madu sriganti (Nectarinia jugularis) 4,2%, Isap madu topi Australia (Lichmera indistinct) 4,0%, Bentet kelabu (Lanius schach) 2,6%, Raja udang biru (Alcedo coerulescens) 1,7%, Kacamata laut (Zosterops Chloris) 1,6%, Burung gereja erasia (Passer montanus) 1,6%, Isap madu topi sisik (Lichmera lombokia) 1,6 %, Cici padi (Cisticola juncidis) 1,5%, Bondol hijau (Erytrura gouldiae) 1,5%, Raja udang punggung merah (Ceyx rufidorsa) 1,2%, Gemak loreng (Turnix suscitator) 0,5%, Celapuk rinjani (Otus jolandae) 0,4%, Kacamata gunung (Pleci Montanus) 0,4%, Delimukan zamrud (Chalcophaps) 0,3%, Bubut alang-alang (Centropus bengalensis) 0,2%, Kancilan bakau (Pachycephala grisola) 0,2%, Gagak hutan (Corvus enca) 0,2% dan yang terendah Elang Bondol (Haliastur Indus) 0.1%.
IDENTIFIKASI TUMBUHAN OBAT DI ZONA KHUSUS TAMAN NASIONAL GUNUNG TAMBORA KABUPATEN DOMPU Ardiansyah Ardiansyah; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v2i2.3661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat, manfaat dan cara penggunaan tumbuhan obat, serta untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemanfaatan tumbuhan obat pada masyarakat zona khusus TNGT dusun tompo desa tolokalo kecamatan kempo. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan koleksi langsung di lokasi. Pengetahuan tentang tumbuhan berkhasiat obat berdasar pada pengalaman dan keterampilan yang secara turun temurun telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad. Hasil wawancara yang dilakukan secara mendalam terhadap warga Dusun Tompo, diperoleh informasi bahwa tingkat pengetahuan warga akan manfaat tumbuhan obat relatif sama dan merata. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan akan manfaat tumbuhan obat telah menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan warga Dusun Tompo. Budaya ini tentunya menjadi suatu kekuatan kearifan lokal yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik.
DAYA TARIK WISATA AIR TAMPIRO DESA PIONG KECAMATAN SANGGAR KABUPATEN BIMA Eko Setiawan; Lalu L Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3702

Abstract

Daya Tarik  Destinasi Wisata Mata Air Tampiro Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Daya Tarik Wisata, flora fauna apa saja yang ada, sarana dan prasarana pendukung yang ada di objek wisata Mata Air Tampuro Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Kawasan ekowista Mata Air Tampuro menyimpan potensi ekowisata Mata Air yang jernih, Keragaman jenis flora fauna seperti pohon yang beragam seperti Amplas (Ficus ampelas), Asam Jawa (Tamarindus indica), dan didukung Sarana dan prasarana obyek wisata Mata Air Tampuro seperti musholah, kamar mandi/wc, baruga, tempat parkir, tempat sampah, dalam keadaan baik dan terawat.
STUDI PERILAKU INDIVIDU JANTAN ALFA MONYET EKOR PANJANG (Macaca Fascicularis) DI TWA GUNUNG PENGSONG KABUPATEN LOMBOK BARAT Ferry Jawadi; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v2i1.3651

Abstract

Monyet ekor panjang merupakan salah satu jenis perimata yang dapat berdiri duduk, berjalan tegak, dan menggunakan tangannya untuk untuk berbagai keperluan. Mereka menggunakan jari-jari tangan untuk menggenggam, menggelantung, mengambil sesuatu, memasukan makanan ke dalam mulut, mengusap, menggaruk, dan melempar sesuatu (Arief, 2011). Pengetahuan tentang Monyet ekor panjang ini sangat penting sebab spesies ini memiliki nilai ekonomi dalam bidang biomedis, namun ia memiliki dampak negatif karna sering menjadi hama dan membahayakan dalam perilaku hariannya. Sebagai upaya berkontribusi pada penelitian perilaku harian monyet ekor panjang di Taman Wisata Alam Gunung Pengsong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana, perilaku harian pada monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) yang ada di Gunung Pengsong. Metode penelitian yang digunakan adalah Focal Animal Sampling Metode ini lebih berguna untuk mendeteksi perbedaan perilaku antara individu dalam kelompok sosial atau dalam menggambarkan pola interaksi sosial yang terjadi. Hasil penelitian perilaku harian individu jantan alfa monyet ekor panjang (M. Fascicularis) di TWA Gunung Pengsong. Teramati makan (feeding), istirahat (resting), bergerak pindah (moving), sosial (social)yang meliputi (bermain, mencari kutu, agonistik (berkelahi), dan Kawin). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku harian dari individu jantan alfa monyet ekor panjang di TWA Gunung Pengsong. Teramati aktivitas paling sering dilakukan adalah perilaku sosial (social) meliputi perilaku (bermain, mencari kutu, agonistik (berkelahi), kawin) sebanyak 37,93%, untuk perilaku bergerak pindah (moving) sebanyak 27,59%, dan perilaku makan (feeding) sebanyak 22,41% perilaku yang agak jarang yakni perilaku istirahat (resting) dilakukan sebanyak 12,07% dari waktu aktif dan total aktivitas hariannya.
POTENSI KEANEKARAGAMAN SATWA LIAR (MAMALIA DAN REPTIL) DI KAWASAN HUTAN TAMAN WISATA ALAM KERANDANGAN Emilianus Yodi Kebu; Lalu Suhirsan Masrilurrahman; Hafizah Nahlunnisa
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3684

Abstract

Potensi keanekaragaman hayati Satwa liar (Mamalia dan Reptil) di Taman Wisata Alam (TWA) Kerandangan merupakan potensi yang bersifat komplek dan harus dilestarikan oleh karena itu Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji jenis satwa, indeks keanekaragaman jenis satwa liar mamalia dan reptil, serta Bagaimana kepadatan satwa mamalia dan reptil di Kawasan Hutan TWA Kerandangan. Dalam Karya Tulis ilmiah ini menggunakan Metode kajian pustaka dan Studi Lapangan dan teknik analisis data berdasarkan perbandingan indeks Dominansi. Penulis dapat menyimpulkan bahwa Kelompok mamalia (Lutung Trachypithecus auratus, famili Cercopithecidae yang di temukan dari ke 3 jalur seperti Monyet abu- abu Macaca Fascicularis, Tikus pohon ,Rattus tiomanicus, Dan Musang, Paradoxurus,  Kelompok reptil (Ular ada dua jenis ular di temukan yaitu jenis Sibynophis dan Trimerusus insularis , Tokek Gekko Gecko, Kadal  Lacetillia , Dan Biawak air dan biawak pohon  Varanus Salvator dan Varanus Macraei dan Indeks keanekaragaman jenis pada jalur 1=1,641 yaitu kategori sedang ,pada jalur 2 =1,431 kategori sedang dan pada jalur 3 =1,267 kategori sedang Kepadatan satwa dari ke 3 jalur mamalia dan reptil adalah 2,431.
IDENTIFIKASI JENIS VEGETASI DAN POLA AGROFORESTRY DI HUTAN RAKYAT DESA JURIT BARU KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Sintiya Putri Ikhwan; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3641

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan disekitar Hutan Rakyat Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, yaitu pada bulan April sampai bulan Mei tahun 2018. Penempatan jalur dilakukan dengan streep sampling with random start, dimana untuk menentukan jalur pertama ditentukan secara acak sedangkan jalur berikutnya dilakukan secara sistematik dengan jarak antar jalur 50 m. Jalur yang dibuat petak dengan ukuran 20 x 20 m. Jumlah pemilik kawasan Hutan Rakyat Desa Jurit Baru sekitar 315 orang, dengan luas keseluruhan Hutan Rakyak Desa Jurit baru yaitu 274.01 ha, untuk sampling plot 10% sehingga diperoleh 32 orang pemilik Hutan Rakyat, sehingga jumlah plot yang digunakan adalah sebanyak 32 plot. Dikawasan Hutan Rakyat Desa Jurit Baru terdapat 27 jenis vegetasi dan 15 jenis tumbuhan bawah. Sebagian besar yang dimanfaatkan bagian kayunya yaitu sebagai kayu bakar. Indeks nilai penting untuk tingkat pohon terbanyak adalah Kelapa (Cocos Nucifera) 63.66. Untuk Indeks nilai penting tingkat tiang terbanyak adalah Jati putih (Gmelina arborea) 58.93. Untuk indeks nilai penting tingkat pancang terbanyak adalah pisang (Musa paradisiae) 41.01. Sedangkan untuk tingkat semai indeks nilai penting terbanyak adalah Mahoni (Swietenia Macrophylla) 72.74 dan Tumbuhan bawah yang memiliki jumlah individu terbanyak adalah Nanas (Ananas comosus) 979 buah. Pada hutan rakyat Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela pola tanam agroforestry yang diterapkan oleh masyarakat sekitar sebagian besarnya menggunakan pola agroforestry pembatas dengan jumlah 13 lahan, pola agroforestry campuran jumlahnya 13 lahan dan yang menggunakan pola agroforestry baris 6 lahan. Dari total lahan yang di amati berjumlah 32 lahan
PENGARUH LAMA PERENDAMAN H 2 SO 4 TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BIJI ASAM (Tamarindus indica L) Fathurrahman Fathurrahman; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i1.3671

Abstract

Biji asam termasuk biji ortodok yang umumnya mengalamimasa dormansi. Agar dapat tumbuh, biji asammembutuhkan suatu perlakuan pendahuluan untuk mematahkan dormansinya salah satunya adalah dengan perlakuan perendaman asam sulfat (H 2 SO 4 ). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui Pengaruh Lama Perendaman H 2 SO 4 Terhadap Pematahan Dormansi Biji Asam (Tamarindus indica L.).   2). Mengetahui Pengaruh Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Bibit Asam (Tamarindus indica L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pematahan dormansi biji asam menggunakan H 2 . Penelitian ini dilakukan dengan mengggunakan analisis ragam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan lama perendaman sebagai berikut: 5 menit, 10 menit, 15 menit dengan H 2 pekat. Pematahan dormansi biji asam diukur dengan tiga parameter yaitu lama perkecambahan, persentase perkecambahan, dan daya kecambah, sedangkan pertumbuhan bibit asam diukur dengan empat parameter yaitu tinggi batang, diameter batang, jumlah daun dan panjang akar. Analisis data dengan memggunakan uji anova dan di analisis dengan menggunakan program Co-Stat For Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman asam sulfat pekat dengan perlakuan lama perendaman yang paling efektif dalam pematahan dormansi terhadap perkecambahan biji Asam  (Tamarindus indica L) yaitu pada perlakuan perendaman 10 menit (P2). Begitupun dengan lama perendaman asam sulfat pekat terhadap pertumbuhan bibit asam, perlakuan perendaman yang paling efektif yaitu pada perlakuan perendaman 10 menit (P2).
STUDI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN OKSIGEN DI KOTA MADYA BIMA NUSA TENGGARA BARAT M Jihad Al Ansyari; Mareta Karlin Bonita
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i1.3628

Abstract

Penelitian ini berjudul Studi Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Untuk Memenuhi Kebutuhan Oksigen Di Kota Madya Bima, Nusa Tenggara Barat. Tujuan dilakukan penelitian tentang Ruang Terbuka Hijau ini adalah a. Untuk mengetahui luas RTH yang ada di Kotamadya Bima, Nusa Tenggara Barat. b. Untuk mengetahui luas RTH berdasarkan kebutuhan oksigen di Kotamadya Bima, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis kebutuhan RTH dilakukan dengan berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah, kebutuhan konsumesi Oksigen (O ). Hasil pembahasan menunjukkan bahwaLuas RTH di kota Madya Bima, Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025 diperkirakan adalah 36,24 ha. Kebutuhan RTH untuk memenuhi kebutuhan oksigen di kotamadya Bima pada tahun 2025 adalah 4,89%, padahal menurut Peraturan Menteri No 1 Tahun 2007 bahwa luas RTH minimal 30%
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN PERLAKUAN PENDAHULUAN TERHADAP SIFAT FISIKA PAPAN SEMEN PARTIKEL PELEPAH LONTAR ( Borasus flabellifer Linn) Dwi Sukma Rini; Febriana Tri Wulandari
Jurnal Silva Samalas Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v2i2.3656

Abstract

Lontar adalah salah satu tumbuhan jenis palma yang dapat dimanfaatkan mulai dari akar sampai buah sebagai bahan pangan, bangunan, perabot rumah tangga, barang kesenian dan budaya. Sementara itu, bagian pelepah belum dimanfaatkan oleh masyarakat, berdasarkan hasil survei di lapangan, pelepah merupakan bagian paling banyak dalam pohon lontar, yaitu sekitar 30-40 pelepah dalam satu pohon. Pelepah lontar mengandung serat berligniselulosa yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan papan semen partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel, perlakuan pendahuluan, serta pengaruh interaksi ukuran partikel dan perlakuan pendahuluan terhadap sifat fisika papan semen partikel pelepah lontar (Borasus flabellifer Linn). Rancangan penelitan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan faktor ukuran partikel (B) terdiri dari 2 aras, yaitu: -20 +40 mesh (B1),  -40 +60 mesh (B2), dan faktor perlakuan pendahuluan (P) yang terdiri 3 aras, yaitu: perendaman air panas (P1), perendaman air dingin (P2) dan tanpa perendaman (P3). Pengujian dilakukan mengikuti standar SNI 03-2105-2006 meliputi uji kerapatan, kadar air, dan pengembangan tebal. Nilai rata-rata pengujian setiap parameter tersebut secara berurutan adalah 1,011,16 g/cm 3 , 11,60-12,58%, dan 0,66-1,28%. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa faktor perlakuan pendahuluan berpengaruh nyata terhadap nilai kerapatan papan semen pelepah lontar, serta faktor interaksi ukuran partikel dan perlakuan pendahuluan berpengaruh nyata terhadap nilai kadar air papan semen pelepah lontar.
IDENTIFIKASI JENIS PAKAN LEBAH MADU HUTAN (Apisdorsata) DI HUTAN LINDUNG KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG (KPHL) AMPANG KECAMATAN EMPANG KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2020 Arifin Arifin; Irna Ningsi Amalia Rachman
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3694

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di Kawasan Hutan Lindung KPHL Ampang Yang berlokasi di Desa Jotang Beru dengan tujuan : mengidentifikasi Jenis vegetasi tingkat pohon dan tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai pakan lebah madu hutan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini dalam teknik pengambilan data adalah dengan mengetahui dan mengidentifikasi jenis pakan lebah hutan yaitu berupa vegetasi jenis pohon dan tumbuhan bawah maka dilakukan dengan cara survey yaitu turun langsung ke hutan dan mendata jenis-jenis pakan lebah yang biasa disukainya. Kemudian untuk menganalisis data Jenis-jenis vegetasi yang di peroleh di tabulasi, dan di diskripsikan baik itu untuk vegetasi pohon maupun tumbuhan bawah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut Identifikasi jenis Vegetasi yang di jumpai pada Lokasi Hutan Lindung Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPHL) Ampang ditemukan sebanyak 27 jenis vegetasi terdiri dari 11 Jenis adalah pada tingkat tiang dan 16 jenis pada tingkat tumbuhan bawah, yang termasuk jenis pakan lebah madu hutan (Apisdorsata). Di harapkan dari hasil penelitian ini ada upaya tindak lanjut dari pemerintah perlu upaya pelestarian jenis tanaman sebagai jenis pakan lebah madu hutan khususnya di Kawasan Hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Ampang

Page 4 of 14 | Total Record : 134