cover
Contact Name
Asef Kurniyawan Hardjana
Contact Email
publikasidiptero@gmail.com
Phone
+62811582318
Journal Mail Official
publikasidiptero@gmail.com
Editorial Address
Jalan A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
ISSN : 24605875     EISSN : 24605883     DOI : https://doi.org/10.20886/jped
Core Subject : Agriculture,
Silvikultur; Jasa Lingkungan (Nilai Hutan); Biometrik Hutan; Pengolahan Hasil Hutan; Keteknikan dan Pemanenan Hutan; Hasil Hutan Bukan Kayu; Perlindungan Hutan; Konservasi Sumberdaya Hutan; Perhutanan Sosial, Ekonomi dan Kebijakan; Ekologi Tumbuhan dan Biomassa Hutan; Mikrobiologi dan Bioteknologi; Hama dan Penyakit Hutan; Anatomi Kayu; Hidrologi dan Konservasi Tanah Hutan; Dendrologi, Fitogeografi dan Arsitektur Pohon; Fisiologi Tumbuhan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 173 Documents
NILAI MANFAAT LANGSUNG EKOSISTEM DIPTEROKARPA BAGI MASYARAKAT SETEMPAT DI HUTAN LINDUNG SUNGAI WAIN Rujehan Rujehan
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2012.6.1.51-66

Abstract

Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) adalah hutan Dipterokarpa dataran rendah yang memberikan berbagai manfaat untuk menunjang kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat setempat atau petani penggarap. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi manfaat langsung dari unsur biologi dan unsur ekologi yang diperoleh masyarakat setempat. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara Kota Balikpapan, Propinsi Kalimantan Timur. Responden penelitian adalah masyarakat setempat yang memanfaatkan kawasan HLSW sebanyak 175 responden. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa unsur biologi yang dipungut untuk dimanfaatkan masyarakat setempat adalah kayu (kayu bakar), daun nipah, rotan, bambu, tumbuhan obat, rumput/pakan ternak, madu, gaharu, buah-buahan, sayur-sayuran, ikan dan kayu untuk bahan bangunan. Unsur ekologi yang dipungut untuk dimanfaatkan masyarakat setempat adalah air untuk konsumsi rumah tangga yang bersumber dari sungai, sumur dan waduk, sedangkan lahan pertanian digunakan untuk kegiatan usahatani yang diusahakan melalui pola ladang, kebun buah-buahan dan kebun campuran. Berbagai produk yang diperoleh dari kedua unsur tersebut dimanfaatkan untuk dikonsumsi sendiri (bersifat konsumtif), kecuali produk-produk dari hasil usahatani (ladang, kebun buah-buahan dan kebun campuran) dan ternak sebagian besar untuk dijual (bersifat produktif). 
INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN BERPOTENSI SEBAGAI OBAT DI HUTAN KERANGAS KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) KEBUN RAYA SAMPIT, KALIMANTAN TENGAH Rina Wahyu Cahyani; Agus Wahyudi
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2021.7.1.23-34

Abstract

KARAKTERISTIK IKLIM MIKRO PADA POSISI TOPOGRAFI BERBEDA DI TAMAN SEJATI KOTA SAMARINDA Karyati Karyati; Suci Rahmatika Cahyaningprastiwi; Sri Sarminah
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2021.7.1.11-22

Abstract

Taman Sejati yang terletak di Jalan MT. Haryono Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu taman kota yang cukup unik karena terletak di dataran tinggi dengan topografi yang bervariasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik beberapa unsur cuaca (intensitas cahaya matahari, suhu udara, dan kelembaban udara) dan menganalisis indeks kenyamanan (Temperature Humidity Index) pada tiga posisi topografi berbeda di Taman Sejati. Pengukuran beberapa unsur cuaca dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pagi hari (pukul 07.00-08.00 WITA), siang hari (pukul 12.00-13.00 WITA), dan sore hari (pukul 17.00-18.00 WITA) selama 30 hari dengan menggunakan Environment meter merk Krisbow KW06-291. Intensitas cahaya matahari rataan sebesar 277,3 lux pada posisi puncak, 371,7 lux pada posisi lereng, dan 552,6 lux pada posisi lembah. Suhu udara rataan sebesar 29,3°C, 29,7°C, dan 30,8°C masing-masing pada posisi puncak, lereng, dan lembah. Sedangkan kelembaban udara rataan pada posisi puncak, lereng, dan lembah berturut-turut sebesar 77,7%, 73,8%, dan 69,3%. Temperature Humidity Index di posisi puncak (27,95), lereng (28,14), dan lembah (28,95) tergolong nyaman.
KANDUNGAN POLUTAN DAUN PADA POHON-POHON DI ARBORETUM UPT LSHK UNIVERSITAS MULAWARMAN Helsa Yuliana; Karyati Karyati; Muhammad Syafrudin
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2021.7.1.1-10

Abstract

Pencemaran udara ditandai dengan keberadaan zat-zat yang mestinya bukan merupakan bagian dari atmosfer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan polutan daun pohon-pohon di Arboretum UPT LSHK Universitas Mulawarman dalam menyerap besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), dan timbal (Pb). Manfaat penelitian ini adalah sebagai sumber informasi jenis-jenis pohon hutan kota yang dapat menyerap polutan daun dalam bentuk logam berat paling tinggi dan sebagai bagian dari penyediaan data pendukung serta rekomendasi kebijakan pengurangan polusi udara di Kota Samarinda. Metode yang digunakan adalah metode destruksi basah dengan metode analisis Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) yang memiliki sensitivitas tinggi, mudah, murah, dan cepat. Sampel pada uji analisis logam berat menggunakan sampel daun pada sepuluh jenis dominan di Arboretum UPT LSHK Universitas Mulawarman dengan empat parameter logam berat yakni besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), dan timbal (Pb). Penelitian ini dilaksanakan di Arboretum UPT LSHK Universitas Mulawarman beralamatkan di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas sekitar ± 10 Ha. Hasil penelitian ini menunjukkan daun yang paling tinggi dalam menyerap besi (Fe) adalah jenis Karet (Hevea brasiliensis) sebesar 207 mg/L dan daun yang paling tinggi dalam menyerap mangan (Mn) adalah jenis Meranti Sarang Punai (Shorea parvifolia) sebesar 1.150 mg/L. Daun yang paling tinggi menyerap tembaga (Cu) dan timbal (Pb) tidak dapat diketahui karena nilai serapan setiap sampel daun yang relatif sangat rendah dan keterbatasan alat dalam mendeteksi hasil analisis atau Method Detection Level (MDL).
INVENTARISASI VEGETASI PADA DAERAH RAWAN KEBAKARAN DI DESA LUKUN, TEBING TINGGI TIMUR, KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI, PROVINSI RIAU Meyla Suhendra; Nur Suhada; Perijal Chandra Damanik; Dinda Kurnia Shafitri; Khairuniah Khairuniah
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2021.7.1.49-56

Abstract

Lukun is one of the village are located in Tebing Tinggi Timur sub-district, Meranti Island district, Riau Province. Generally, Lukun people lived as a farmer of Rubber, Sago and fisherman. The aims of vegetation analysis in this research is to identified landfire area. This method is called Vegetation analysis and is commonly used in analyzing the condition of a land based on the type of plant found. In general, the components of plants that vegetation consist is shrubs, epiphytes, ferns, palm, vines, herbs and trees. The result shown that fire prone area to burning area is dominated by swamp shrubs. In different area, especially in village forest was dominated by woody plant. This area was categorized to low risk lo fire prone.  
INVENTARISASI JAMUR MAKROSKOPIS DI JALUR PENDAKIAN KAWAH RATU TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK Aip Muhamad Irpan; Dimas Prasaja
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2021.7.1.35-48

Abstract

Di Indonesia, penelitian mengenai Jamur masih belum banyak dilakukan. Hal ini membuat minimnya informasi tentang keanekaragaman Jamur, sehingga perlu adanya kegiatan eksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menginventarisasi Jamur makroskopis khususnya di jalur pendakian Kawah Ratu Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Penelitian ini menggunakan metode jelajah. Data yang diamati meliputi data primer dan data sekunder. Identifikasi Jamur menggunakan alat bantu berupa buku identifikasi, jurnal yang relevan, aplikasi, dan website identifikasi Jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan jalur pendakian Kawah Ratu TNGHS terdapat 59 spesies Jamur dari 2 divisi yang berbeda, yaitu Divisi Ascomycota yang meliputi satu famili dan 2 spesies, serta Divisi Basidiomycota yang meliputi 18 famili dan 57 spesies.
PENDUGAAN SIMPANAN KARBON JENIS DIPTEROKARPA DI TAHURA BUKIT SOEHARTO Rahimahyuni Fatmi Noor’an; Ratri Ma'rifatun Nisaa'
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2021.7.2.57-68

Abstract

Jenis Dipterokarpa cukup banyak ditemukan pada hutan lahan kering sekunder di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui simpanan karbon pada jenis Dipterokarpa di Tahura Bukit Soeharto, dengan cara membuat plot pengukuran vegetasi berkayu mulai dari tingkat semai hingga pohon. Plot pengukuran berupa plot bertingkat dengan ukuran 20 m x 20 m sebanyak 20 plot dengan metode purposive sampling. Penghitungan biomassa dan simpanan karbon di atas dan di bawah permukaan tanah menggunakan persamaan alometrik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 47 famili pohon dengan dominasi famili Dipterokarpa. Nilai rata-rata simpanan karbon di atas dan di bawah permukaan tanah untuk jenis Dipterokarpa di Tahura Bukit Soeharto masing-masing adalah 91.9 ton C/ha dan 12.4 tonC/ha. Tegakan jenis Dipterokarpa di Tahura Bukit Soeharto memiliki potensi simpanan karbon total sebesar 104.3 tonC/ha dan mampu menyerap CO2-ekuivalen sebesar 382.4 ton CO2/ha per tahunnya.
KEANEKARAGAMAN REPTILIA (ORDO SQUAMATA) DI PUSAT SUAKA SATWA ELANG JAWA, TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK Dita Kusuma Hardini; Rita Istiana; Muhammad Taufik Awaludin
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2021.7.2.69-78

Abstract

Keanekaragaman reptil di Indonesia mencakup 16% reptil yang ada di dunia. Pusat Suaka Satwa Elang Jawa merupakan salah satu kawasan dilindungi di Jawa Barat yang mampu menunjang kehidupan reptilia. Studi reptil merupakan hal yang sangat menarik namun publikasi mengenai data reptilia masih jarang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kelas reptilia ordo squamata di PSSEJ. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang dilaksanakan pada bulan Desember 2020 hingga Juli 2021. Metode penelitian menggunakan metode Visual Encounter Survey yang dikombinasikan dengan Line Transect dengan membuat dua jalur pengamatan. Pengambilan data berupa data primer (jumlah spesies reptilia ordo squamata di PSSEJ) dan data sekunder (suhu dan kelembapan). Populasi penelitian adalah semua jenis spesies dari ordo squamata yang ditemukan di PSSEJ TNGHS. Sampel dari penelitian ini adalah spesies ordo squamata di kedua jalur penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 196 individu dari 19 spesies, 7 spesies termasuk dalam sub ordo lacertilia, dan 12 spesies termasuk dalam sub ordo serpentes. Indeks keanekaragaman tergolong rendah dengan nilai rata-rata yaitu 1,75, indeks kemerataan tergolong tinggi dengan nilai rata-rata 0,69, dan indeks dominansi tergolong rendah dengan nilai rata-rata 0,25.
ANALISIS PROSES PENDAMPINGAN PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT DALAM MENDUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGELOLA HUTAN RAKYAT DI DUSUN BLEBERAN, DESA BLEBERAN, KECAMATAN PLAYEN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL Aulia Nur Laksmita; Deby Mipa Salam
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2021.7.2.79-88

Abstract

Hutan rakyat dibangun secara mandiri oleh masyarakat. Pengembangan hutan rakyat bergantung pada individu pemilik. Oleh karena itu, perlu adanya pemberdayaan agar masyarakat mandiri dan mampu beradaptasi terhadap perubahan secara global. Masyarakat Dusun Bleberan ketika panen hasil hutan kayu seperti jati dan mahoni belum banyak dilakukan pengolahan sehingga nilai jualnya rendah. Sehingga tujuan dari penelitian ini menyusun rencana partisipatif dalam pemberdayaan masyarakat pengelola hutan rakyat di Dusun Bleberan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana aksi program pemberdayaan masyarakat pengelola hutan rakyat di Dusun Bleberan terbagi menjadi 10 aksi. Pertama, mendatangi lokasi. Kedua, menjalin kerjasama dengan perangkat Desa dan perangkat Dusun. Ketiga, menjalin kerjasama dengan kelompok tani hutan rakyat. Keempat, menjalin kerjasama pengrajin kayu Dusun Bleberan. Kelima, melakukan penilaian bersama perangkat Desa dan Dusun, kelompok tani hutan rakyat, dan pengrajin kayu. Keenam, perencanaan program pemberdayaan. Ketujuh dan kedelapan, melakukan sosialisasi terkait optimalisasi pengelolaan hutan rakyat dan profesi pengrajin kayu. Kesembilan, pendampingan program profesi pengrajin kayu. Dan kesepuluh, melakukan terminasi.
KEANEKARAGAMAN LICHEN DI PUSAT PENDIDIKAN KONSERVASI ALAM BODOGOL, TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO Wildan Anwari; Susi Sutjihati; Munarti Munarti
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2021.7.2.89-100

Abstract

Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKAB) merupakan pusat konservasi yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Lichen adalah kelompok organisme unik yang berasal dari hubungan simbiosis antara alga atau cyanobacteria dan jamur heterotrofik sehingga secara morfologis dan fisiologis merupakan satu kesatuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman lichen yang ditemukan di PPKAB. Penelitian dilakukan di 4 stasiun penelitian yaitu di jalur Rasamala, jalur Curug Cikaweni, jalur Curug Cipadaranten dan jalur PPKAB. Pengambilan data dilakukan dari bulan Desember 2020 sampai bulan Juli 2021 menggunakan metode eksplorasi atau jelajah bebas. Hasil sampel yang didapatkan yaitu 3167 individu lichen dari 18 spesies yang termasuk kedalam 9 famili dengan dua tipe thallus yaitu crustose dan foilose. Famili Arthoniaceae, Phlyctidae dan Streocaulaceae merupakan famili yang paling banyak ditemuan di lokasi penelitian. Spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Cryptothecia striata, Lepraria incana dan Phlyctis argena. Berdasarkan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener menunjukan kategori sedang. Indeks kemerataan termasuk kategori sedang dan indeks dominansi termasuk kategori rendah. Parameter abiotik berupa suhu, pH tanah, kelembapan dan intensitas cahaya tergolong normal yang mendukung habitat lichen di lokasi tersebut.

Filter by Year

2007 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 4, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Dipterokarpa More Issue