cover
Contact Name
Asef Kurniyawan Hardjana
Contact Email
publikasidiptero@gmail.com
Phone
+62811582318
Journal Mail Official
publikasidiptero@gmail.com
Editorial Address
Jalan A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
ISSN : 24605875     EISSN : 24605883     DOI : https://doi.org/10.20886/jped
Core Subject : Agriculture,
Silvikultur; Jasa Lingkungan (Nilai Hutan); Biometrik Hutan; Pengolahan Hasil Hutan; Keteknikan dan Pemanenan Hutan; Hasil Hutan Bukan Kayu; Perlindungan Hutan; Konservasi Sumberdaya Hutan; Perhutanan Sosial, Ekonomi dan Kebijakan; Ekologi Tumbuhan dan Biomassa Hutan; Mikrobiologi dan Bioteknologi; Hama dan Penyakit Hutan; Anatomi Kayu; Hidrologi dan Konservasi Tanah Hutan; Dendrologi, Fitogeografi dan Arsitektur Pohon; Fisiologi Tumbuhan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 173 Documents
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Bribin Pasca Implementasi Uu Nomer 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah S. Agung S. Raharjo; Purwanto Purwanto; Nana Haryanti
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2020.6.1.33-40

Abstract

Undang – Undang pemerintahan daerah telah mengalami tiga kali perubahan sejak reformasi digulirkan, perubahan terakhir adalah Undang Undang No 23 tahun 2014. Perubahan tersebut banyak berkaitan dengan perimbangan kewenangan pusat dan daerah, disatu masa terjadi proses desentralisasi yang ekstrim dan dimasa lainnya terjadi resentralisasi. Perubahan ini tentunya berpengaruh terhadap praktek pemerintahan di daerah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perubahan undang undang pemerintahan daerah terhadap pengelolaan daerah aliran sungai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan UU 23 Tahun 2014 menjadi salah satu kendala dalam pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) Bribin. Kendala tersebut berkaitan dengan ketersediaan suber daya manusia di lapangan dan peran serta pemerintah daerah dalam perencanaan pengelolaan DAS Bribin.
ANALISIS FINANSIAL PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN DIPTEROKARPA: STUDI KASUS DI PT INHUTANI II PULAU LAUT PROP. KALIMANTAN SELATAN PULAU LAUT PROPINSI KALIMANTAN SELATAN Dhany Yuniati; Lydia Suastati
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2008.2.1.37-48

Abstract

Pembangunan hutan tanaman dipterokarpa berkaitan dengan investasi dalam jangka waktu pengusahaan yang panjang. Diperlukan analisis kelayakan finansial untuk mengetahui manfaat dan analisis sensitivitas dari investasi untuk mengetahui kepekaan pembangunan hutan tanaman dipterokarpa terhadap berbagai kemungkinan dan perubahan pada arus biaya atau pendapatan. Mengacu kepada suku bunga sebesar 6.78%, penelitian ini menganalisa kelayakan dari pembangunan hutan tanaman ditperokarpa oleh PT. Inhutani II di Kalimantan Selatan. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa pembangunan hutan tanaman dipterokarpa di PT Inhutani II layak untuk dilaksanakan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai NPV  Rp. 14.976.282, BCR 1,91 dan IRR 6,84 untuk pembangunan hutan tanaman dipterokarpa dengan bibit cabutan sedangkan untuk bibit yang berasal dari stek hasil koffco dengan nilai NPV Rp. 2.377.782, BCR 1,08 dan IRR 6,79. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa pembangunan hutan tanaman dipterokarpa dengan bibit cabutan  cukup kuat untuk menghadapi perubahan yang terjadi dalam hal ini penurunan hasil sebesar 30% dan kenaikan suku bunga sampai 8%. Bertolakbelakang, sistem KOFFCO tidak cukup kuat menghadapi perubahan yang sama.
KAJIAN PELAKSANAAN PELELANGAN KAYU MERANTI DI KALIMANTAN TIMUR Catur Budi Wiati
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2013.7.1.19-28

Abstract

Kebijakan pelelangan kayu termasuk kayu meranti telah mengalami beberapa kali perubahan dari SK Menhut No. 319/Kpts-II/1997 direvisi menjadi Permenhut No. P.02/Menhut-II/2005, dan yang terakhir menjadi Permenhut No. P.48/Menhut-II/2006, dengan harapan dapat mempercepat proses pelelangan kayu. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelelangan kayu meranti di Kalimantan Timur sekaligus untuk mengetahui permasalahan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah memperoleh pendapatan sekitar Rp 35 milyar pada tahun 2006 dan Rp 17 milyar pada tahun 2007 dari hasil pelelangan kayu termasuk meranti di KPKNL Samarinda. Nilai ini tidak termasuk nilai lelang barang-barang bukan kayu seperti kapal  motor dan truk. Namun demikian pelaksanaan pelelangan kayu di Kalimantan Timur masih tidak berjalan maksimal karena ketiadaan pendanaan untuk menangani masalah illegal logging, terbatasnya jumlah PPNS di  institusi kehutanan dan lemahnya koordinasi antar institusi yang menangani pelelangan kayu.
Kajian Resolusi Konflik Kebijakan Pengelolaan Hutan Pendidikan Dan Penelitian (HPP) Barat Muara Kaeli, Kab. Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Susana Yuni Indriyanti; Tien Wahyuni; Catur Budi Wiati
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2020.6.2.71-94

Abstract

Konversi hutan dan lahan menjadi perkebunan kelapa sawit, karet rakyat, eksplotasi minyak dan gas serta budidaya tambak perikanan di kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian  Barat Muara Kaeli, Kabupaten Kutai Kartanegara Propinsi Kalimantan Timur, telah memicu konflik lahan antar berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konteks konflik pengelolaan, menganalisis aktor dan kepentingannya, mengkaji dinamika konflik dan model resolusi konflik yang tepat. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif-kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara, observasi, studi dokumen dan analisa pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks konflik utama adalah konflik kebijakan antara para pemangku kepentingan dengan pengelola HPP (B2P2EHD Samarinda) dan Pemerintah Daerah Kab. Kutai Kartanegara. Konteks konflik lainnya adalah konflik pemanfaatan sumber daya hutan dan pemanfaatan ruang lintas sektoral antara para pemangku kepentingan, yaitu : pihak swasta, B2P2EHD Samarinda, Pemerintah Daerah dan masyarakat sekitar kawasan HPP tersebut. Model resolusi konflik yang disarankan adalah membangun komunikasi lebih efektif dan mengubah konflik menjadi kemitraan sejajar yaitu dengan pembentukan pertemuan formal antara pemerintah daerah, para pemangku kepentingan (pihak swasta dan masyarakat) dengan pihak pengelola: kompromi kebijakan pengelolaan kawasan dan tata batas ulang kawasan yang bersifat permanen.
METODE ALTERNATIF PENYIMPANAN BENIH DAMAR MATA KUCING (Shorea javanica K.&V.) Indra Gumay Febryano; Melya Riniarti
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2009.3.1.1-8

Abstract

S. javanica K.&V. merupakan komoditi kehutanan penting penghasil damar yang berasal dari Krui, Lampung Barat. Sampai saat ini diketahui bahwa tegakan tanaman ini yang terbesar dan terluas terdapat di daerah tersebut. Namun, penggembangan lebih lanjut tanaman ini tidaklah mudah karena musim berbuahnya yang tidak teratur dan sifat bijinya yang rekalsitran. Biji rekalsitran bersifat mudah rusak dan tidak tahan lama bila disimpan. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu usaha agar umur benih tanaman S. javanica dapat diperpanjang. Penggunaan media simpan merupakan salah satu cara untuk memperpanjang umur benih. Serbuk gergaji dan abu gosok merupakanjenis media simpan yang telah cukup banyak diujicobakan pada beberapa jenis Dipterocarpaceae. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan tiga jenis media simpan (tanpa media simpan, serbuk gergaji dan abu gosok) dengan tiga waktu simpan (4 minggu, 6 minggu dan 8 minggu). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa abu gosok merupakan media simpan yang paling mampu menjaga kadar air benih, dan lama penyimpanan yang terbaik adalah tidak lebih dari empat minggu.
SIMBION JAMUR EKTOMIKORIZA PADA ANAKAN Shorea spp. DI RUMAH KACA PADA UMUR 7 BULAN Massofian Noor
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2009.3.1.63-72

Abstract

Penelitian peranan jamur ektomikoriza terhadap anakan Shorea spp. pada umur 7 bulan dilaksanakan di Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Samboja Km 38 Sei. Merdeka Kalimantan Timur. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 9 bulan dari bulan April hingga Desember 2007, yang meliputi pengumpulan data utama dan penunjang. Penelitian ini terdiri atas 2 faktor. Faktor A adalah jenis, yakni Shorea leprosula, S. parvifolia, S. pauciflora, S. seminis dan S. johorensis. Faktor B adalah media sapih,yakni media top soil dan media sub soil. Satu unit terdiri atas 30 anakan, diulang sebanyak 3 kali. Dengan demikian jumlah anakan yang diperlukan adalah 5 x 2 x 30 x 3 = 900 anakan. Metode penelitian yang dipergunakan untuk menghitung persentase akar bermikoriza adalah "grid line method" menurut Giovanetti dan Mosse (1980). Untuk identifikasi mikoriza mempergunakan metode Ingleby et al. (1990). Parameter yang diukur adalah akar terpendek, akar terpanjang, persentase akar yang bermikoriza dan tidak bermikoriza serta jenis mikoriza pada anakan Shorea spp. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: terdapatnya akar yang bermikoriza pada media top soil sebesar62,15% dan 37,85% akar tidak bermikoriza. Jenis mikoriza yang diperoleh sebanyak 2 jenis, yaitu Thelephora terrestris dan lnocybe sp. Anakan Shorea spp. pada media sub soil diperoleh rataan akar bermikoriza sebesar 60% dan 40% akar tidak bermikoriza. Jenis mikoriza yang diperoleh 1 jenis, yaitu Thelephora terrestris.
ASOSIASI DAN SEBARAN JENIS POHON PENGHASIL MINYAK KERUING DI PT. HUTAN SANGGAM LABANAN LESTARI, KALIMANTAN TIMUR Amiril Saridan; Massofian Noor
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2013.7.2.85-92

Abstract

Kabupaten Berau merupakan bagian dari Pulau Kalimantan yang memiliki komposisi floristik yang besar terutama Dipterocarpaceae dan jenis lainnya serta terdapat hubungan diantara individu dengan jenis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai asosiasi dan sebaran jenis pohon penghasil minyak keruing diPT.Hutan Sanggam Labanan Lestari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan sistem jalur dengan panjang 1 km dan lebar kanan-kiri jalur masing-masing 20 m dan dibuat sebanyak 2 buah jalur dengan luas areal 4 hektar. Pengamatan dilakukan terhadap semua individu pohon yang berdiameter 10 cm dan ke atas. Hasil identifikasi jenis yang telah dilakukan terdapat 4 jenis keruing dan 1 diantaranya sebagai penghasil minyak  keruing yaitu Dipterocarpus palembanicus Sloot. Dari perhitungan pasangan jenis pohon keruing dengan jenis dominan menunjukkan bahwa adanya 9 pasang jenis yang berasosiasi positif yang berarti akan menghasilkan hubungan yang positif terhadap pasangannya. Suatu jenis pohon akan hadir secara bersamaan dengan jenis pohon lainnya dan saling menguntungkan. Jika pasangan didapatkan dalam sampling, maka kemungkinan besar akan ditemukan pasangan lain yang tumbuh di dekatnya. Secara umum pohon keruing tumbuh berkelompok pada daerah datar dan sebagian kecil tersebar, ini menunjukkan bahwa masing-masing jenis keruing memiliki tempat tumbuh yang spesifik yang sesuai dengan lingkungannya.
PERTUMBUHAN SEMAI Shorea seminis (de VRIESE) SLOOTEN PADA KANDUNGAN AIR TANAH YANG BERBEDA Marjenah Marjenah
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2010.4.1.61-72

Abstract

Studi tentang pertumbuhan semai dalam hubungannya dengan unsur lingkungan dipandang masih belum cukup memadai. Penyelidikan pertumbuhan tanaman umumnya masih terbatas pada pengukuran tinggi, diameter,jumlah daun, percabangan, atau biomassa. Sementara pendekatan secara mikro seperti secara ekofisiologis belum banyak dilakukan, padahal cara ini penting terutama pada tingkat tanaman muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kandungan air tanah yang berbeda terhadap pertumbuhan semai Shorea seminis V.SI. Perlakuan penyiraman (kandungan air tanah) ditetapkan 100%, 65%, 30%, dan kontrol. Data utama yang dikumpulkan adalah data pertumbuhan (tinggi dan diameter), jumlah daun, luas daun, dan laju transpirasi. Perlakuan penyiraman memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan tinggi dan laju tranpirasi. Perlakuan penyiraman 100% berpengamh paling baik pada semua parameter yang diamati.
EKPLORASI JENIS-JENIS DIPTEROKARPA DI KABUPATEN PASER, KALIMANTAN TIMUR Ngatiman Ngatiman; Amiril Saridan
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2012.6.1.1-10

Abstract

Kalimantan mempunyai hutan yang sangat luas, kaya akan jenis pohon, terutama dari jenis - jenis Dipterocarpaceae yang mempunyai nilai ekonomi dan ekologi yang tinggi dalam sektor pembangunan maupun konservasi hutan. Banyaknya jenis yang terdapat dalam suku Dipterocarpaceae dan kurangnya koleksi herbarium sangat menyulitkan dalam determinasi jenis sampai tingkat jenis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis Dipterocarpaceae yang terdapat di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur dengan cara mengumpulkan selengkap-lengkapnya spesimen herbarium dari suku tersebut melalui kegiatan eksplorasi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Hasil eksplorasi teridentifikasi sebanyak 38 jenis Dipterocarpaceae dari 152 spesimen herbarium dari Hutan Lindung Gunung Lumut dan Meratus (PT. Balikpapan Forest Industries), yang terdiri dari 6 marga yaitu Shorea, Dipterocarpus, Vatica, Hopea, Dryobalanops dan Anisoptera. Shorea memiliki jenis terbanyak yaitu 17 jenis, kemudian diikuti oleh Vatica (7 jenis), Dipterocarpus (6 jenis), Hopea (6 jenis), Dryobalanops (1 jenis) dan Anisoptera (1 jenis). Kegiatan eksplorasi dan identifikasi jenis ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang jenis dari suku Dipterocarpaceae yang terdapat di daerah ini, khususnya yang bernilai ekonomi tinggi dan dilindungi. 
Potensi Tebang Naungan Pada Aplikasi “Silin” Di PT Balikpapan Forest Industry (BFI), Kalimantan Timur Sri Purwaningsih; Abdurachman Abdurachman
Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa
Publisher : Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jped.2017.3.1.13-22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana kayu hasil tebang pembukaan tajuk dapat dimanfaatkan serta potensi tegakan tinggalnya pada TPTII (Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif)/Silvikultur Intensif (SILIN). Penelitian dilakukan di areal kerja PT Balikpapan Forest Industry (BFI) wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, propinsi Kalimantan Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan inventarisasi tegakan tinggal dan potensi limbah pada plot terpilih dengan intensitas penarikan sampel sebesar 10%. Analisis data dilakukan secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa limbah tebangan sebesar 33,770 m3/ha (40,77% dari potensi total). Volume kayu yang dapat diproduksi hanya 36,750 m3/ha (56,5 % dari potensi tegakan awal). Inventarisasi tegakan setelah tebang naungan sebesar 118,39 m3/ha dengan jumlah permudaan sebanyak 2409 semai dan 2266 pancang.

Filter by Year

2007 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 6, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 5, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 5, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 4, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 3, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Dipterokarpa Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Dipterokarpa More Issue