cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015" : 11 Documents clear
EVALUASI KUALITAS TANAH PADA LAHAN BUDIDAYA TEMBAKAU VIRGINIA F.C. DI KECAMATAN KOPANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sad Kurniati Wanitaningsih; Wahyu Yuniati Nizar
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Tembakau merupakan salah satu komoditas andalan di Pulau Lombok, untuk itu diperlukan upaya untuk mempertahankan produktifitasnya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengetahui kualitas tanah yang digunakan sebagai lahan budidaya Tembakau. Penelitian dilakukan dengan cara mengambil contoh tanah pada lahan budidaya Tembakau, lahan pertanaman tanaman tahunan dan lahan pekarangan yang kemudian dianalisis sifat kimia (pH, Corganik, Ntotal, Ptotal dan Ktotal), sifat fisika (porositas, berat volume dan kemantapan agregat), serta sifat biologi (respirasi mikrobia). Dari sifat-sifat tersebut dihitung indeks kualitas tanah pada masing-masing penggunaan lahan. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan lahan terhadap sifat-sifat tanah dan indeks kualitas tanah dilakukan analisis ragam dengan taraf kepercayaan 5% dan bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbedaan penggunaan lahan berpengaruh nyata terhadap Corganik, N total, porositas, berat volume, kemantapan agregat dan respirasi mikroorganisma tanah. Perbedaan penggunaan lahan juga berpengaruh nyata terhadap kualitas tanah. Lahan yang digunakan untuk budidaya Tembakau memiliki kualitas tanah yang termasuk kategori rendah, sedangkan lahan yang digunakan untuk tanaman tahunan dan pekarangan memiliki kualitas tanah yang termasuk dalam kategori sedang. Sifat tanah yang mempunyai korelasi positif dengan kualitas tanah berturut turut adalah Corganik, respirasi mikroorganisma tanah, kandungan N total tanah, kemantapan agregat dan porositas tanah. Sedangkan berat volume berkorelasi negatif dengan kualitas tanah.
PEMANFAATAN MEDIUM ALTERNATIF UNTUK PERTUMBUHAN ISOLAT FUSARIUM SP. PENGINDUKSI PEMBENTUKAN GAHARU PADA GYRINOPS VERSTEEGII (GILG) DOMKE I Gde Adi Suryawan Wangiyana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaharu terbentuk di dalam batang Gyrinops versteegii melalui bio-induksi oleh kapang Fusarium sp. Keberhasilan Fusarium menginduksi pelepasan resin sebagai bahan dasar gaharu sangat tergantung pada berbagai faktor. Medium pertumbuhan jamur menentukan kualitas gaharu yang diinduksi pada G. versteegii. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan seleksi isolat Fusarium yang mampu menginduksi pembentukan gaharu berdasarkan kemampuan tumbuh dan produksi konidia pada berbagai medium alternatif. Medium alternatif yang digunakan diantaranya: medium serbuk kayu, medium sebuk kayu G. versteegii, medium tauge serta medium kentang (PDA) yang digunakan sebagai kontrol. Sementara itu, isolat Fusarium yang digunakan diantaranya: LU, ALS, LT, LB dan BIMA. Berdasarkan data pertambahan diameter koloni, pertumbuhan tiap isolat pada medium tauge lebih baik dibandingkan PDA. Produksi konidia tiap isolat pada medium tauge juga lebih tinggi dibandingkan medium kontrol PDA. Rerata diameter koloni dan produksi spora tiap isolat pada medium kayu pre-treatment akuades paling mendekati PDA (kontrol). Isolat BIMA merupakan isolat yang memiliki pertumbuhan terbaik dan produksi konidia terbesar dibandingkan isolat lainnya. Data diameter koloni dan produksi konidia tiap medium berbeda secara signifikan berdasarkan ANOVA dan uji lanjut BNJ. oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa media tauge dan kayu pre-treatment akuades merupakan medium alternatif terbaik dan sangat potensial digunakan sebagai media inokulan Fusarium penginduksi gaharu. Sementara itu, isolat BIMA merupakan isolat dengan pertumbuhan terbaik yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai agensia bio-induksi gaharu.
KAJIAN AWAL PENGEMBANGAN METODE DAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN DALAM PENGUJIAN MPN COLIFORM DAN COLITINJA PADA MATAKULIAH MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN PRODI KESEHATAN LINGKUNGAN SEKOLAH TINGGI TEKNIK LINGKUNGAN(STTL) MATARAMTAHUN 2015 Anak Agung Istri Agung Trisnawati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini merupakan penelitian survey bersifat deskriptif yaitu penelitian yang mencoba meggambarkan atau menguraikan pengembangan metode dan alat bantu pembelajaran dalam pengujian MPN Coliform dan Colitinja pada mata Kuliah Mikrobiologi Lingkungan Prodi Kesehatan Lingkungan Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan(STTL) Mataram yang dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2015.Pembelajaran teori maupun praktik laboratorium disampaikan dengan metode konvensional yaitu ceramah. Siswa sulit memahami konsep-konsep abstrak , 85% menyatakan sulit memahami konsep-konsep materi teori dan praktik . Bagian tersulit dipahami adalah tahapan- tahapan pemeriksaan , perhitungan MPN Coliform dan Colitinja . Penyebab sulitnya materi dipahami adalah 1) penyediaan alat bantu pembelajaran yang kurang, 2) pemilihan metode belajar yang kurang tepat, 3) alokasi waktu teori dan praktik yang kurang dan 4) Penguasaan materi oleh pengajar . Siswa menginginkan praktik laboratorium disertai dengan penayangan teknik pemeriksaan 3 dimensi, penayangan video pemeriksaan dan diskusi kelompok serta 94,3% siswa menyatakan penggunaan tabel MPN Formula Thomas dalam perhitungan menyulitkan dan membutuhkan ketelitian serta memerlukan waktu lama dalam penyelesaian hasil.Siswa menyatakan perlu adanya pengembangan dari tabel Thomas menjadi software yang aplikasi penggunaannya dalam bentuk offline agar mempermudah perhitungan .Perlu penelitian lanjutan terkait mengenai penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis praktikum dengan berbantuan kamputer pada mata kuliah Mikrobiologi Lingkungan untuk meningkatkan keterampilan proses dan penguasaan konsep pemeriksaan MPN Coliform dan Colitinja . SDM Instruktur laboratorium perluditingkatkan melalui On The Job Training (OJT) atau pelatihan teknis terkait materi yang diampu
TIPOLOGI RUANG RUMAH ABDI DALEMDI KAMPUNG KEMLAYAN SURAKARTA Teddy Hartawan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan tipologi ruang pada rumah abdi dalem di kampung Kemlayan Surakarta beserta faktor yangmempengaruhinya yang dikategorikan pada 2 kelompok rumah abdi dalem berdasarkan kepemilikannya saat ini yang terdiri dari 2 kelompok yaitu 1). Rumah abdi dalem milik keturunan dan 2). Rumah abdi dalem milik bukan keturunan.Objek penelitian ini adalah rumah abdi dalem di kampung Kemlayan yang berjumlah 16 rumah dengan subyek penelitian adalah pemakai kegiatan di dalam rumah dan keturunan langsung abdi dalem Kraton Surakarta. Pengumpulan data dilakukan pada seluruh objek rumah abdi dalem melalui pengukuran rumah beserta ruang-ruangnya dan melakukan penggambaran kembali data yang meliputi siteplan, denah, tampak dan potongan ruang pada rumah sebagai bahan analisis tipologi. Penelitian ini menggunakan metode rasionalistik dalam menggali pemikiran atas konsep-konsep ruang rumah sebagai bagian dari kajian arsitektur yang tidak saja dipahami oleh pengamat, tetapi juga oleh penghuni/ pengguna ruangnya melalui pemahaman atas konsep dan bentuk ruang yang dilatarbelakangi oleh faktor lingkungannya.Perkampungan tradisional Jawa merupakan perluasan dari pusat kekuasaan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang mengabdi pada Raja. Kampung Kemlayan sebagai salah satu kampung tradisional di Jawa merupakan kampung yang dihuni oleh masyarakat pekerja seni atau mlaya dan karawitan yang mengabdi pada Kraton Surakarta sebagai pusat kerajaan dan pemerintah. Kekayaan kebudayaan dan tradisi kehidupan Jawa serta kedekatan dengan kraton Surakarta mempengaruhi kekayaan wujud lingkungan fisiknya.Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua kelompok rumah abdi dalem tersebut dipengaruhi oleh fungsi kawasan yang mempengaruhi bentuk, luas dan fungsi ruang pada rumah. Tipologi ruang pada rumah abdi dalem terdapat dua komposisi berdasarkan pendopo dan dalem, tiga komposisi berdasarkan gandok yang dipengaruhi perkembangan kawasan sekitarnya.
HURUF DALAM OBJEK SENI LUKIS Lalu Aswandi Mahroni G.
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya seni lukis dengan kekayaan intelektual para perupa telah menghasilkan berbagai macam kemungkinan pengolahan media dalam menghasilkan karya seni. Huruf atau tipografi dalam hal ini telah berkembang tidak hanya sebagai bentuk untuk melafalkan bunyi tetapi telah berkembang sebagai hasil karya seni yang dikembangkan melalui berbagai kemungkinan disain lainnya. Seni lukis tentu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pengembangan tipografi, bahkan tipografi dalam hal ini huruf telah menjadi objek dalam beberapa penciptaan seni lukis saat ini. Penggunaan huruf dalam beberapa karya seni lukis telah menjadi titik balik sejarah ditemukannya huruf yang digunakan sebagai simbol dalam membangun komunikasi yang sarat akan estetika.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI LINGKUNGAN JURING LENENG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Indah Arry Pratama
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan diperkotaan. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasanruralkarena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang, lingkungan Juring Leneng Kabupaten Lombok Tengah akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnyakawasan permukiman kumuh.Penelitian ini dilakukan dalam Tiga (3) Tahap, yaitu Identifikasi Risiko, Pembuatan Peta Risiko, Mitigasi Risiko. Berdasarkan hasil pemetaan potensi risiko permukiman kumuh lingkungan Juring Leneng berada pada Tingkat Kekumuhan Berat, dan pemetaaan potensi risiko diharapkan pola penanganan tingkat kekumuhan dilakukan Pemukiman kembali atau Peremajaan. Program penanganan risiko dari tingkat kekumuhan yang ada dilakukan dengan penangan fisik bangunan, penyediaan bak sampah, penanganan limbah dan perbaikan jalan lingkungan.
KESERTAAN KELAS IBU HAMIL DENGAN KETEPATAN WAKTU MENGGUNAKAN ALAT KONTRASEPSI PASCA PERSALINAN PADA IBU NIFAS Murtiana Ningsih
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan kesehatan adalah bagian dari Pembangunan Nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi Bangsa Indonesia baik masyarakat, swasta maupun pemerintah.Kelas Ibu Hamil adalah salah satu program penurunan Angka Kematian Ibu. Telah dicanangkan sejak tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan kesertaan Kelas Ibu Hamil dengan ketepatan waktu menggunakan alat kontrasepsi khususnya kontrasepsi non alamiah pasca persalinan pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat 2015 yaitu sebanyak 1.381 orang. Ketepatan waktu menggunakan alat kontrasepsi non alamiah pasca persalinan sebagai variabel terikat sedangkan kesertaan ibu hamil sebagai variabel bebas. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi menggunakan kuesioner, analisa dilakukan dengan uji Chi-Square, diperoleh nilai p=0,004 (signifikan) artinya ada hubungan yang bermakna antara Kesertaan Kelas Ibu Hamil dengan ketepatan waktu menggunakan alat kontrasepsi non alamiah pasca persalinan pada ibu nifas dengan odd ratio=8,380 yang artinya seseorang yang mengikuti kelas ibu memiliki kemungkinan 8 kali lebih besar tepat waktu menggunakan alat kontrasepsi non alamiah pasca persalinan dibandingkan dengan orang yang tidak mengikuti kelas ibu hamil. Penelitian ini di harapkan dapat meningkatkan partisipasi dan keikutsertaan ibu hamil dalam kegiatan Kelas Ibu Hamil serta memberikan informasi tentang pentingmya ketepatan waktu menggunakan alat kontrasepsi non alamiah pasca persalinan pada ibu nifas.
EVALUASI PERGERAKAN TANGGUL LUMPUR SIDOARJO Sukandi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The eruption of mud flow in Sidoarjo since 29 th May 2006 still continues and has resulted in the changing of soil condition in the surrounding area. Form handlingof mud flow in this time is to build retaining embankment that surrounds the puddle area, where embankments rest on the alluvium layer. The objectives of this research are evaluate the deformation and stability analysis of embankment were caused by the mud flow. Methods in this research is having study on the secondary and primery data to get input parameter in the calculation. At this simulation used by embankment P10D/KR5 of condition exsisting. The simulation used Plaxis program on the plane strain condition with Mohr-Coulomb model for embankment and soil, while was gabion with its material approached by elastic linear model. The research results show that the embankment stability towards the collapse of bearing capacity is about SF = 2,5. After the mud eruption, there is change on the condition of soil resulting in the embankment settlement about 2,578 m based on the monitoring data real. Theresult of simulation was observed from the settlement and it was accurate enough according to the field measurement. If earthquake load was added to model, it resulted in the increase of vertical displacement about 8.0% on the embankment.The simulation isable to show that being deeper from the soil surface, the horizontal displacement of soil is very significant and there is movement towards the eruption. It is done by modeling of change in the soil layer condition, the closer to the source of mud, the layer condition is getting softer. At the end of filling with condition of eruption, the embankment stability declines drastically intostatic load of 1,103 and dynamic of 1,095.The erosion area tends to cut the embankment body until soil foundation.
PELATIHAN KETERAMPILAN KERAJINAN BATU AKIK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NUSAKAMBANGAN Muhammad Sholahudin AL Ghofari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mendeskripsikan proses pelatihan keterampilan yang diterapkan kepada narapidana di LAPAS Batu Nusakambangan. (2) Mendeskripsikan metode pelatihan keterampilan pembuatan batu akik. (3)Mendeskripsikan proses sertahasil pembuatan kerajinan batu akik.Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian kualitatif. Dengan instrumen peneliti sendiri, sebagaiinstrumen pembantu: pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi.Tape recorderdan kamera foto sebagai alat bantu dokumentasi. Metode ini mengambil tiga informan sebagai kunci yaitu Srianto, Joko Hartono, dan Kusnadi.Proses pelatihan yang diterapkan menggunakanlearning by doingyang arah dan tujuannya untuk mendidik, untukdapat hidup dengan mandiri dengan keterampilan yang dimilikinya. Sistem pelatihan LAPAS Batu Nusakambangan, menggunakan metode bimbingan kerja diantaranya program pendidikan life skills.Tujuanya untuk dapat menyiapkan peserta didik agar yang bersangkutanmampu, sanggup, dan terampil menjaga, kelangsungan hidup, dan perkembangan dimasa datang. Hasil pelatihan keterampilan kerajinan batu akik yang dikerjakan narapidana seperti: batu cincin, gelang, kalung, giwang, kelereng, dan bross.
ANALISA VEGETASI DAN STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI TAMAN TAMAN WISATA ALAM BANGKO-BANGKO KABUPATEN LOMBOK BARAT Rr. Narwastu Dwi Rita
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 1 No. 3 (2015): Desember 2015
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur vegetasi dan jenis-jenis mangrove yang dominan di hutan mangrove di taman wisata alam bangko-bangko. Analisa vegetasi dilakukan dalam unit contoh berupa jalur berpetak, dengan Intensitas sampling 10 %, sehingga luas sampling areal adalah 5 ha dari luas total hutan mangrove seluas 50 ha. Penempatan jalur dibuat tegak lurus garis pantai agar seluruh zone vegetasi manrove terwakili, sistem penempatan jalur dilakukan dengan cara Sistematik Strip Sampling With Random Start. Dimana jalur pertama ditentukan secara random, sedangkan jalur berikutnya ditempatkan secara sistematis dengan jarak 200 meter. Struktur jenis vegetasi yang berada di hutan mangrove Taman Wisata Alam Bangko-bangko didominasi olehRhizophora stylosabaik untuk tingkat semai, pancang dan pohon dengan INP untuk tingkat semai 62,49%, untuk tingkat pancang 75,72 % dan untuk tingkat pohon adalah 126,30%. Terdapat 12 (dua belas) jenis penyusun utama hutan mangrove di Taman Wisata Alam Bangko-bangko yaitu :Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Liminitzera racemosa, Oshornia octodanta, Rhizophora apiculata, Exceocaria agallocha, Pempis acidula, Avicenia marina, Aegiceras corniculatum, Ceriops decandra dan Soneratia caseolaris

Page 1 of 2 | Total Record : 11