cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024" : 6 Documents clear
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynus (L) Merr) SEBAGAI VERMISIDAL TERHADAP KEMATIAN CACING Fasciola sp SECARA in vitro Dwipal Tio Ikhsan Hadi; Mashur; Kholik; Katty Hendriana Priscilia Riwu
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasciolosis is a parasitic disease that attacks ruminants and often causes losses among farmers in the form of decreased livestock productivity levels and even causes death in livestock. this study aims to determine the vermicidal effect of katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) leaf extract against fasciola sp. in vitro in terms of the length of time of death. the samples used in this study were fasciola worms taken from the Majeluk Slaughterhouse (RPH). this study used a completely randomized design (CRD) with 7 treatments with 3 repetitions, the treatments in this study consisted of katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) leaf extract concentrations of 2.5%, 3.5% and 4.5%. Albendazole with concentrations of 2.5%, 3.5% and 4.5% and negative control using distilled water. the data obtained were analyzed by analysis of variance (ANOVA), further tested using the Duncan test. the results of this study showed that the treatment of katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr) leaf extract with concentrations of 2.5%, 3.5%, 4.5% had a significantly different effect (P>0.05) in accelerating the death time of fasciola sp compared to the negative control (distilled water), but was still lower than the Albendazole treatment. Albendazole, even at the lowest concentration (2.5%), caused the death of worms faster than cotton leaf extract.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritina) TERHADAP DAYA VERMISIDAL Fasciola sp Muhammad Agus Munandar Putra; Mashur; Katty Hendriana Priscilia Riwu; Septyana Eka Rahmawati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasciolosis is a parasitic disease that often attacks ruminant livestock and causes losses for farmers in the form of reduced livestock productivity and can even cause death. This disease is caused by infection with the worm Fasciola sp. This study aims to determine the effectiveness of ethanol extract of bidara leaves (Ziziphus mauritina) on the vermicidal power of Fasciola sp. The samples used in this study were adult fasciola worms taken from the Majeluk Slaughterhouse (RPH) and bidara leaf extract. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with seven treatments and three replications each. The treatment consists of bidara leaf extract with a concentration of 2.5%; 3.5%; 4.5%; Albendazole with a concentration of 2.5%; 3.5%; 4.5% as a positive control and use of distilled water as a negative control. The data obtained were analyzed using variance and continued with the Duncan test. The results of this study showed that the use of bidara leaf extract had a significant effect (P<0.05) on vermicidal fasciola sp. The higher the concentration of bidara extract and Albendazole, the faster the death of Fasciola sp. The use of bidara leaf extract and Albendazole 4.5% is the most effective concentration when compared with concentrations of 2.5% and 3.5%. However, of the bidara leaf extract and Albendazole, the most effective is Albendazole 4.5% with the fastest worm death time, namely 4.37 minutes.
ANALISIS KEAUSAN DAN PENYERAPAN AGREGAT (Study Kasus Material Selojan dan Material Pringga Baya) I Gede Utama Hadi Sutrisna; Fika Septina Pangaribuan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur umum saat ini mulai mengalami renofasi dengan seiring berjalannya waktu, untuk menentukan kemungkinan material yang digunakan mengalami perubahan, sehingga dibutuhkan evaluasi pengujian material untuk memenuhi syarat pengujian, dari dua Quary yang diketahui quary pringgabaya dan quary selojan di ambil jenis batunya dan dipecah menjadi agregat kasar dengan ukuran tidak seragam, untuk dapat menetukan kualitas agregat tersebut salah satu dilakukan pengujian keausan agregat dengan mesin abrasi los angeles, mesin diputar sebanyak 500 kali putaran, setelah mencapai 500 putaran agregat dikeluarkan dan disaring menggunakan saringan No.12 dan yang tertahan ditimbang. Sehingga mendapatkan nilai keausan 22,25 % material pringgabaya dan 28,41 % materialselojan berdasarkan Spesifikasi Umum tahun 2010 (rev 3) untuk batasannya memcapai 40% berarti batu dusun beburung memenuhi syarat untuk digunakan sebagai material agregat kasar bahan bangunan, untuk berat jenis 2,704 untuk batuan pringgabaya dan 2,610 untuk batuan selojan > 2,50 dan penyerapan 0,870 % untuk batuan pringabaya, 1,834 % batuan asal selojan < 3% untuk material tersebut dapat juga digunakan sebagai material Campuran Beraspal Panas.
PENGARUH PEMAKAIAN BAHAN BAKAR ALTERNATIVE TERHADAP TASTE/ RASA MASAKAN Ahmad Multazam; Khairul Rijal
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber energi utama bagi manusia adalah sumber daya alam yang berasal dari fosil karbon. Energi merupakan komponen utama bagi seluruh kegiatan makhluk hidup di bumi. Prediksi produksi minyak Indonesia menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM ) tahun 2010, akan mengalami kelangkaan yang sangat ekstrim 5-10 tahun lagi. Salah satu komoditas pertanian yang potensial saat ini untuk dijadikan bahan bakar nabati diantaranya jarak pagar. Pengembangan tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai bahan bakar alternatif mempunyai potensi yang sangat besar, selain menghasilkan minyak dengan produktivitas tinggi, dapat juga dijadikan bahan bakar untuk memasak (Budiman dkk, 2010). Maka daripada itu dalam penelitian ini kami mencoba melakukan penelitian dengan metode experiment dengan memanfaatkan nilai/kandungan kalor yang dimiliki oleh biji jarak tersebut untuk memasak kebutuhan dapur dengan memperhatikan hasil akhir masakan (rasa, aroma dan tampilan) dan veriabel pembeda adalah bahan bakar LPG, dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa memasak dengan menggunakan bahan bakar alternative biji jarak memang tidak mempengaruhi hasil akhir masakan (bau,warna dan rasa) namun yang menjadi kendala waktu untuk mematangkan lama jika dibandingkan dengan bahan bakar LPG dan harus memiliki tungku rancangan khusus untuk supaya apinya nyala dengan konsisten
KAJIAN OPTIMASI SUPLESI AIR HLD BABAK-RENGGUNG-RUTUS TERHADAP INTENSITAS TANAM DAERAH IRIGASI PANDANDURI DI LOMBOK TIMUR Ida Bagus Geraldy WP; Fika Septina Pangaribuan; I Gde Dharma Atmaja
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Irigasi Pandanduri berada dalam sistem irigasi Pandanduri Suwangi, dengan kondisi keterbatasan ketersediaan sumberdaya air pada Sungai Palung terutama pada musim kemarau telah menyebabkan sebagian areal sawah tidak memperoleh air sesuai dengan kebutuhan. Sehingga adanya saluran suplesi HLD dapat memberikan debit air dari Sungai Babak hingga Waduk Pandanduri. Analisis dalam penelitian ini didahului oleh pengumpulan data curah hujan, data debit, data evapotranspirasi, data luas catchment area dan data luas area irigasi pada instansi terkait. Analisis awal dilakukan analisis Poligon Thiessen untuk mengetahui stasiun hujan atau ARR yang berpengaruh terhadap bendung yang berada di DAS Palung yaitu pada catchment area Rutus, Temusik dan Terara, serta melakukan analisis untuk stasiun iklim atau CR. Lalu melakukan analisis ketersediaan air menggunakan metode Mock, analisis kebutuhan air menggunakan metode NFR, analisis simulasi saluran suplesi HLD, dan analisis optimasi dan simulasi Waduk menggunakan program linear. Ketersediaan air sebelum ada suplesi berdasarkan debit yang berasal dari masing-masing catchment area lokal dimana debit rerata yang didapatkan pada segmen Sungai Babak adalah 1662 lt/dt, Sungai Renggung sebesar 2249 lt/dt, Sungai Rutus 2806 lt/dt, Sungai Bendung sebesar 1466 lt/dt, Sungai Gading sebesar 1185 lt/dt dan Sungai Palung 2278 lt/dt. Dalam analisis neraca air dilakukan perhitungan ketersediaan air dan kebutuhan air sehingga didapatkan neraca air tiap bangunan air baik berstatus surplus maupun defisit, dari 5 Bangunan air yang berada di HLD Babak-Renggung-Rutus terdapat 2 Bangunan air yang defisit dan 3 Bangunan air yang surplus, sehingga diperlukan pengoptimalan pemberian air dengan mengatur pertimbangan air antara bangunan yang surplus dan defisit yang terhubung secara hidrolis sehingga status defisit pada bangunan air dapat dikurangi
KAJIAN HUKUM RAPERDA KABUPATEN LOMBOK BARAT TENTANG PERUBAHAN ATAS PERDA NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Sunandar PS
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui dasar kewenangan dan muatan materi Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan. Metode penelitian bersifat yuridis normatif. Pemerintah Daerah dan/atau DPRD memiliki kewenangan dalam membuat Peraturan Daerah sebagaimana telah dimuat dalam Pasal 18 UUD NKRI tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 11 ayat (1) dan Pasal 12 ayat (3) tentang Urusan Pemerintahan Konkuren, kemudian Pasal 65 ayat (2) huruf a dan b, Pasal 154 ayat (1) huruf a, dan Pasal 236 tentang kewenangan membentuk Peraturan Daerah. Muatan materi Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan perlu untuk dikaji ulang dan disesuaikan penormaanya antar pasal-pasal yang ada sehingga tidak terjadi tumpang tindih.

Page 1 of 1 | Total Record : 6