cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 1,332 Documents
RUMAH REHABILITASI ODHA (ORANG DENGAN HIV/AIDS) Jeffryco Pratama; Rudy Trisno
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4357

Abstract

HIV / AIDS is the most dangerous virus in the world that can be transmitted. People infected with this disease are called ODHA. At present they are not only fighting against the disease but they are also fighting against the bad stigma in society. With this negative stigma, ODHA are easily depressed and many ODHA choose to end their lives. For this reason, a rehabilitation center is needed to improve the standard of living for ODHA and the place of education for the HIV virus so that the stigma gradually diminishes. From studying the theory of the development of hospital typologies and the HIV / AIDS virus obtained a design method such as a). The hospital is open to the public, b). Sunlight affects the patient's mental and physical development, c). The circulation pattern of the hospital is in the form of aisle, d). Patients and the public can be combined if the disease is not contagious. In conclusion, the existence of a passage that can be traversed by the public and a program that triggers interaction between building users is expected to reduce the stigma of society and become a therapy for ODHA. So that ODHA have a strong mental life and will live their lives like Non-ODHA. Abstrak HIV/ AIDS adalah virus yang paling berbahaya didunia yang dapat menular. Orang yang terinfeksi dengan penyakit ini disebut ODHA. Saat ini mereka tidak hanya berperang melawan penyakitnya namun mereka juga berperang melawan stigma buruk pada masyarakat. Dengan adanya stigma negatif tersebut membuat ODHA mudah mengalami depresi dan bahkan banyak dari ODHA memilih untuk mengakhiri hidupnya. Untuk itu diperlukannya suatu wadah rehabilitasi agar meningkatkan taraf hidup ODHA dan wadah pendidikan virus HIV agar stigma tersebut lambat laun berkurang. Dari mempelajari teori perkembangan tipologi rumah sakit dan virus HIV/ AIDS didapatkan suatu metode perancangan seperti a). Rumah sakit terbuka untuk publik, b). Cahaya matahari memengaruhi perkembangan secara mental dan jasmani pasien, c). Pola sirkulasi rumah sakit berbentuk lorong, d). Pasien dan publik dapat digabung jika penyakit tidak menular. Kesimpulannya dengan adanya passage yang dapat dilalui publik dan program yang memicu interaksi antar pengguna bangunan diharapkan stigma buruk pada masyarakat berkurang dan menjadi terapi bagi ODHA. Sehingga para ODHA memiliki mental hidup yang kuat dan akan menjalani hidupnya layaknya Non-ODHA.
PENGARUH PENGEMBANGAN PERKANTORAN DAN APARTEMEN DI JALAN TB. SIMATUPANG, JAKARTA SELATAN TERHADAP PERUBAHAN PERUMAHAN SEKITAR Khrisnanda Prawira; Suryono Herlambang; Parino Rahardjo
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8864

Abstract

TB Simatupang area koridor Crossroads of Pondok Pinang until Crossroads of Fatmawati has a very rapid property growth, generally filled by the oil and gas sector thus inviting many foreign workers. This development has a big influence on the property sector. Some of the surrounding areas are affected by the high development in this parent region, it is feared that the high development in this area could have a negative impact on the surrounding settlements. Segment determination of Crossroads of Pondok Pinang until Crossroads of Fatmawati intended to limit the focus of research objects so that the implementation of research can be done in more detail. In this segment many developing commercial buildings such as apartments, shopping malls, office buildings and other commercial buildings. This study was conducted using a qualitative deductive method. The rapid development of the region needs to be considered so they not make negatively impact the surrounding environment in the future. This research aims to determine whether ther is an influence caused by the development of the office and apartment area in TB Simatupang area koridor Crossroads of Pondok Pinang until Crossroads of Fatmawati describe what impacts have occurred dnue to regional development. Describe what impacts will accur due to the development of the area TB Simatupang area koridor Crossroads of Pondok Pinang until Crossroads of Fatmawati against the surrounding settlements. By using data collection methods can be done primary and secondary. This method is expected to fulfill the purpose of the research. Keywords:             change of residential landuse; increasing commercial and office use; TB Simatupang corridorAbstrakKawasan TB Simatupang Koridor Persimpangan Pondok Pinang - Persimpangan Fatmawati memiliki pertumbuhan property yang sangat pesat, secara umum diisi oleh sector perminyakan dan gas sehingga mengundang banyak pekerja asing. Perkembangan ini memberikan pengaruh besar bagi sector poroperty. Beberapa wilayah di sekitar terkena dampak dari tingginya perkembangan di wilayah induk ini. Tingginya perkembangan pada daerah ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan dampak negative terhadap pemukiman sekitar. Penetapan segmen Persimpangan Pondok Pinang-Persimpangan Fatmawati ini dimaksudkan untuk membatasi fokus obyek penelitian agar pelaksanaan penelitian dapat dilakukan dengan lebih detail. Pada segmen ini banyak berkembang bangunan komersil seperti apartment, shopping mall, bangunan perkantoran dan bangunan bangunan komersil lainnya. Studi ini dilakukan menggunakan metode deduktif kualitatif. Perkembangan kawasan yang sangat pesat perlu diperhatikan agar tidak memberikan dampak negative terhadap lingkungan sekitar di masa depan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang diakibatkan oleh perkembangan Kawasan office dan apartment di kawasan TB Simatupang Koridor Persimpangan Pondok Pinang – Persimpangann Fatmawati, Menguraikan dampak apa saja yang terjadi akibat perkembangan kawasan TB Simatupang Koridor Persimpangan Pondok Pinang – Persimpangan Fatmawati terhadap permukiman sekitar. Dengan menggunakan metode Pengumpulan data dapat dilakukan secara primer dan sekunder. Metode tersebut diharapkan dapat memenuhi tujuan dari penelitian ini.
TEMPAT REKREASI DI KAWASAN PURI INDAH Heriyanto Heriyanto; Agustinus Sutanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i1.6816

Abstract

In the book "The Great Good Place" written by Ray Oldenburg in 1990. In this book Oldenburg divides the place, where humans live their daily lives, into three namely first place, second place, and third place. First place according to Oldenburg is home, second place is a place to work, and third place is a place to relax (hangout) and socialize. For urban communities who are generally individualistic, third place becomes a kind of necessity, where in those places they have the opportunity to enjoy social relations with other people in a relaxed atmosphere. Site Location located in Puri Indah Area, including CBD (Central Business District) where many work employees who face work tasks that make it stressful. So the purpose of the project is to build a place of relaxation for employees and visitors of the lippo mall to take the time to relax Relaxing, boredom and fatigue and also as a counter-activity subsistence. Field survey results and environmental footprint analysis results. The project entitled "Recreation Places in the Puri Indah Area" / "Recreation Place At Puri Indah" has a building programmatic program, namely: 1) Trampoline Arena 2) Public Market. 3) Food Hall. Trampoline arena provide fun recreational activities with the concept of Tetris Where Activities follow Form.2) public market where public places are open which activities Buy and sell, socializing activities between sellers and buyers. 3) food hall provides open seating where employees can work in a discussion in the food hall. Abstrak Pada Dalam buku “The Great Good Place” yang ditulis oleh Ray Oldenburg pada tahun 1990. Dalam buku ini Oldenburg membagi place, dimana manusia menjalani kehidupan sehari-harinya, menjadi tiga yaitu first place, second place, dan third place.Menurut Ray Oldenburg, Tempat Pertama (First place) adalah rumah, Tempat Kedua(Second place) adalah tempat bekerja atau sekolah, dan Tempat Ketiga(Third place) adalah tempat bersantai (hangout) dan bersosialisasi. Bagi masyarakat perkotaan yang umumnya bersifat individualis, third place menjadi semacam kebutuhan, dimana di tempat-tempat tersebut mereka memiliki kesempatan menikmati hubungan sosial dengan orang lain dalam suasana yang santai.Lokasi Tapak yang terletak Di kawasan Puri Indah Termasuk Kawasan CBD(Central Business District)dimana banyak pegawai kerja yang menghadapi kerjaan tugas yang membuatnya stress.sehingga Tujuan dari proyek adalah untuk membangun satu wadah tempat relaksasi bagi pegawai kerja maupun pengunjung yang dari lippo mall meluangkan waktu kosong untuk berelaksasi Pelepas lelah, kebosanan dan kepenatan dan juga Sebagai imbangan subsisten activity.berdasarkan hasil Survey lapangan dan hasil Analisa lingkungan tapak.proyek yang berjudul “Tempat Rekreasi Di Kawasan Puri Indah”/”Recreation Place At Puri Indah” mempunyai programmatik bangunan yaitu:1)Trampoline Arena 2)Public Market.3)Food Hall.Trampoline arena yang memberi Fasilitas Aktivitas Rekreasi yang menyenangkan dengan konsep Tetris Dimana Aktivitas mengikuti Form.2)publik market dimana tempat publik umum terbuka yang beraktivitas Berjualan-beli,aktivitas bersosialisasi antar penjual dan pembeli.3)food hall menyediakan tempat duduk terbuka dimana pegawai kerja dapat melakukan Berdiskusi di dalam food hall.
GEDUNG PERTANIAN HORTIKULTURA MASA DEPAN DI KAMPUNG MUKA Bryan Wesley; Fermanto Lianto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 3, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v3i1.10903

Abstract

Because of the covid-19 virus pandemic in 2020, Indonesia is implementing large-scale social restrictions (PSBB) to protect healthy people from contracting the covid-19 virus. So most residents of Kampung Muka losing their jobs and unable to buy food for their daily needs. So they have to rely on the government’s non-cash food assistance program (BPNT). During the covid-19 pandemic occurred, the residents of Kampung Muka could not survive in their village and had to rely on government assistance to survive. The design method is the everydayness approach, by adding new daily activities in Kampung Muka, namely horticultural agriculture so that the residents can get a new source of livelihood. Also, horticultural agriculture is a source of food for residents during emergencies such as PSBB. Meanwhile, the commercial section is used as a place to sell food products and makes the view of horticultural agriculture a commercial attraction. Keywords: Commercial; Future; Government program; Horticultural agriculture Abstrak Dengan adanya pandemi virus Covid-19 pada tahun 2020, Indonesia memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk melindungi orang yang sehat agar tidak tertular virus covid-19. Mengakibatkan kebanyakan warga Kampung Muka kehilangan pekerjaannya dan tidak dapat membeli pangan untuk kebutuhan hidup mereka sehari hari. Sehingga mereka harus bergantung pada program bantuan pangan non tunai (BPNT) pemerintah. Pada kondisi yang terjadi saat pandemi covid-19, warga Kampung Muka tidak dapat bertahan hidup di dalam kampung mereka sendiri dan harus bergantung pada bantuan pemerintah untuk bertahan hidup. Metode perancangan yang digunakan adalah pendekatan everydayness, dengan menambah aktivitas keseharian yang baru di Kampung Muka yaitu pertanian hortikultura, agar para warga mendapatkan sumber pencaharian yang baru. Selain itu, pertanian hortikultura juga sebagai sumber pangan para warga saat kondisi darurat seperti PSBB. Sedangkan bagian komersial, dimanfaatkan sebagai tempat untuk menjual hasil pangan dan menjadikan view pertanian hortikultura sebagai daya tarik komersial.
AUDITORIUM SENI DI KOTA TUA JAKARTA Steven Liputra
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4008

Abstract

Kota tua merupakan sebuah wilayah kecil di Jakarta, Indonesia yang memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menjadi pusat perdagangan benua asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah. Dan saat ini kawasan yang disebut Kota Tua sekaligus menjadi salah satu kawasan penting yang memiliki nilai sehingga bangunan-bangunan yang ada disana akan dipertahankan sebagai harta negara. Dan saat ini kawasan kota tua beralih fungsi menjadi kawasan yang memberikan pengetahuan sejarah dengan banyaknya bangunan museum, galeri, dan beberapa fungsi lainnya yang berhubungan dengan sejarah yang ada disana. Namun seiring berjalannya waktu, tidak adanya perkembangan program yang ada pada kawasan Kota Tua membuat para wisatawan mulai bosan dengan yang sudah ada saat ini. Dan beberapa mulai meninggalkannya. Berangkat dari permasalahan ini maka dibuat program baru yang diharapkan bisa mengubah Kota Tua menjadi kawasan yang memiliki program baru yang akan menarik wisatawan. Program proyek diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam membantu meningkatkan daya tarik masyarakat baik di area kawasan maupun luar kawasan.
TAMAN HIBURAN TEMATIK DUNIA ANJING DI JAKARTA Gracia Gracia; Stephanus Huwae
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3994

Abstract

Kehidupan di tengah kota metropolis melahirkan sebuah iklim hedonisme, dimana setiap orangnya merasa bahagia dengan hidup berfoya-foya dan komsuntif. Banyak orang yang secara tidak sadar menjadikan hedonisme sebagai tujuan hidup, seperti bekerja tanpa henti demi membeli rumah mewah. Banyak orang tidak sadar bahwa kesenangan mereka akan rumah mewah hanyalah kesenangan yang sementara. Begitu mendapatkan rumah mewah, harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah mewah tersebut yang juga mahal, seperti pajak dan perawatannya. Keinginan dalam iklim hedonisme akan terus bertambah sehingga dikatakan kebahagiaan yang di dapat hanyalah kebahagiaan sementara. Theme park dapat diartikan sebagai “realitas pengganti realitas”, yaitu suatu usaha untuk mewujudkan impian. Segalanya adalah mungkin, hingga pada akhirnya theme park mengkriteriakan faktor pengunjung yang bukan sebagai penonton melainkan juga sebagai pemain. Hewan menjadi daya tarik yang sangat diminati pada era ini karena pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan objek wisata yang hidup atau dapat dikatakan “hubungan dua arah”. Anjing merupakan hewan yang paling dekat dan bisa berinteraksi langsung dengan manusia secara aman dan menyenangkan. Anjing merupakan mahkluk sosial seperti halnya manusia. Anjing memiliki posisi unik dalam hubungannya dengan manusia. Kesetiaan dan pengabdian yang ditunjukkan anjing sangat mirip dengan konsep manusia tentang cinta dan persahabatan. Kedekatan anjing dan manusia menjadikan anjing bisa dilatih, diajak bermain, tinggal bersama manusia serta bersosialiasi secara intens dengan manusia, anjing maupun hewan lain.
PENDEKATAN METODE DESAIN BERBASIS PERILAKU DALAM DESAIN PROYEK POJOK HIJAU CITRA 6 Singgih Pratama; Priscilla Epifania
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8512

Abstract

Third place as an inclusive social space for people has characteristics that represent their place. In the making of a third place, there are some factors that make the place feels inclusive and communal, which is configuration, connectivity, and integrated spaces. Other things that crucial for the creation of form is the people’s activities of its place. This research is made to present a design using behaviour methods. The methods that researcher used are: conducting some literature studies about everydayness, space syntax, and third place; second, do an observation on site then record the activities that happen on the site; third, list all the programs then use computation to make design layout alternatives; fourth, using the observations to make a scenario then mix it with computation design. By recording the activities of spaces and organizing the spaces with computation, it is expected the spaces that are made aren’t strange to its user,  and the spaces also have a character from the community itself. Keywords: architecture; behaviour; everyday architecture; space syntax; third place Abstrak Tempat ketiga atau third place merupakan salah satu ruang sosial yang inklusif bagi masyarakat sekitarnya dan memiliki karakteristik sesuai kawasannya. Dalam pembentukan tempat ketiga, terdapat beberapa faktor yang dapat membentuk tempat tersebut menjadi suatu kawasan yang inklusif dan komunal, diantaranya; konfigurasi, konektifitas, dan integrasi ruang. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah penciptaan ruang di kawasan tersebut yang mengacu pada aktivitas masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan suatu gagasan akan suatu metode desain berbasis perilaku dengan tahapan sebagai berikut, antara lain: pertama, studi literatur terkait arsitektur keseharian masyarakat di kawasan sekitar, space syntax, dan tempat ketiga yang sudah ada di daerah tersebut; kedua, melakukan observasi tapak serta mendokumentasikan berbagai macam aktivitas yang terjadi di tempat tersebut; ketiga, melakukan penyusunan program ruang yang selanjutnya dilakukan proses komputasi untuk menghasilkan alternatif desain pada peletakan organisasi ruang; keempat, membuat skenario ruang dengan hasil observasi aktvitas yang telah dilakukan kemudian diolah untuk dikombinasikan dengan hasil komputasi desain. Dengan melakukan pendataan aktivitas ruang keseharianserta peletakan ruang dengan metode komputasi,ruang yang terbentuk dapat memberikan karakterisitik kawasannya dikarenakan perilaku keseharian mereka mempengaruhi ruang serta aktivitas yang terjadi. Dengan melakukan metode ini diharapakan tempat ketiga pada kawasan menjadi tidak asing bagi para penggunanya dikarenakan ruang tersebut memiliki tanda-tanda yang dikenali penggunanya.
STUDI IMPLEMENTASI PERSEBARAN STASIUN BIKESHARE PADA LOKASI EKSISTING DI KAWASAN SCBD SENAYAN, JAKARTA Angelika Fortuna Dewi Rusdy Putri; Liong Ju Tjung; Priyendiswara A.B. Priyendiswara
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4602

Abstract

 AbstrakMasifnya pembangunan infrastruktur transportasi yang berbasis transit menandakan bahwa saat ini terdapat urgensi untuk menggiatkan penggunaan sustainable transportation di perkotaan, khususnya bagi kota dengan tingkat kemacetan yang tinggi seperti Jakarta. MRT dan konsep Transit Oriented Development (TOD) menjadi platform yang diharapkan untuk menjadi solusi untuk mencapai pembangunan kota yang berkelanjutan. Di Jakarta, salah satu  kawasan yang ditetapkan menjadi Kawasan TOD adalah Kawasan SCBD Senayan yang memiliki 2 stasiun MRT yaitu Stasiun Istora Mandiri dan Stasiun Senayan. Kawasan SCBD Senayan yang ditetapkan berdasarkan RPJMD PT MRT Jakarta 2017 – 2022 merupakan segitiga emas Jakarta yang identik dengan distrik komersial kelas atas dan menjadi salah satu pusat bisnis terbesar di Jakarta. Meskipun merupakan kawasan yang well developed, kawasan ini belum cukup mengakomodir penggunaan transportasi yang sustainable karena tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Untuk mendukung penggunaan transportasi berbasis transit seperti MRT dan Transjakarta di Kawasan SCBD Senayan, studi ini mengkaji desain spasial stasiun Dockless Bikeshare yang dapat menjadi bagian dalam transportasi publik dengan metode field approach untuk mendesain persebaran stasiun bikeshare pada lokasi-lokasi eksisting yang juga terintegrasi dengan titik transit di Kawasan SCBD Senayan. Desain spasial ini memberikan first to last mile solution, artinya jika pengguna transportasi umum sampai di titik transit, maka perjalanan selanjutnya dilakukan dengan menggunakan sepeda pinjam (bikeshare) untuk sampai ke tempat tujuannya.The massive development of transit oriented transportation indicates that there is rather an urgency to practice sustainable transportation in cities, especially in cities with severe congestion like Jakarta. MRT and Transit Oriented Development (TOD) become platforms that are hoped to be a solution in a sake of reaching the sustainable urban development. In Jakarta, one of the districts that is set to be a TOD area is Senayan SCBD Area with 2 MRT stations, which are Istora Mandiri and Senayan. Senayan SCBD area is legalized under the RPJMD of PT MRT Jakarta 2017-2022. Although the area is considered well developed, it is insufficient to accommodate the use of sustainable transportation due to high numbers of private use of motorized transportation. To support a-transit-based transportation like MRT and Transjakarta in Senayan SCBD Area, this study attempts to research how Dockless Bikeshare can potentially be a part of public transportation with field approach method to spatially design the bikeshare station in existed locations that are also integrated with public transit. The spatial design allows the first to last mile solution, so once people reach the transit, they can continue to get into their destination by using the bikeshare.   
GELANGGANG REMAJA TANJUNG DUREN SARANA PENYALURAN MINAT DAN BAKAT UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN Melyna Melyna; Timmy Setiawan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v1i2.4448

Abstract

Health is a fundamental aspect to maintain someone’s life. Espescially in this millenial era, millennials would be the generation with a bad health issue in their middle age (Health Foundation research institute). One of the main factor is the fact that 93% millennials did’t do any precaution on their own health. Sports in one thing we could do to achieve a healthy life. According to CSIS National Survey “Social orientation, economic, and politic on millennial generation” on 2017, sports got a number one position with 30.8% as the most engaging activity for millennials. Sports is a sistematical progress which aim to develop one’s physical and spiritual potential which can be done as a group of people / groups. Sports is a great stress-reliever to distract a negative mind as well to stretch body muscles (Jessica Dolland, 2004). Also , is an activity to train our body so that our organs could function well (Suryanto Rukmono S.Si). Health and sports activity then create a potential to answer millennials needs for a sports facility. Youth center is a medium to run a sports activity that’s comply to peoples need especially millennials. The chosen site is in Tanjung Duren, which has known as a housing area with a high density surrounded by various facility espescially on food & beverages and education facility in West Jakarta. This project would have a synergy with it’s surroundings, aim to create an accessibility also to provide a public space. The program based on the needs for indoor and outdoor sports court, multifunction room, discussion room, eSports community room, and interactive pool. This project aim to become a public space that could cater peoples needs espescially on physical health. Starting with a planning process that begins with identifying the components that support the object (complexity), conducts a study to look for the interrelationships of various influential factors, determines to decide the dominant factors that influence other factors, and predicts the various factors that make the future better. In the design, the process will be user-oriented, where the user becomes the main focus in orientation. As well as projecting up to> 10 years ahead, oriented to long-range planning to apply the concept of sustainable architecture. In its journey, between the planning and design process will be interactive, so that it is an ongoing process with a system of feedback from one to another. Abstrak Kesehatan merupakan sebuah aspek fundamental dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Terkhusus pada era milenial kini, generasi milenial akan menjadi generasi yang memiliki tingkat kesehatan yang buruk pada usia pertengahan (lembaga riset Health Foundation). Salah satu factor yang berperan adalah karena, faktanya 93% millennials tidak melakukan tindakan pencegahan dalam aspek kesehatan. Olahraga merupakan salah satu jalan yang harus ditempuh untuk meraih kesehatan. Menurut Survei Nasional CSIS “Orientasi Sosial, Ekonomi, dan Politik Generasi Milenial 2017, olahraga berada di posisi utama dengan persentase sebesar 30.8% sebagai kegiatan yang paling menarik minat generasi milenial. Olahraga merupakan sebuah proses yang bersifat sistematis yang dapat berbentuk kegiatan untuk mengembangkan potensi jasmani maupun rohani yang dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok. Olahraga merupakan pereda stress yang baik untuk mengalihkan segala pikiran negatif serta untuk peregangan otot (Jessica Dolland, 2004). Juga, merupakan kegiatan untuk melatih tubuh agar segala organ tubuh kita dapat berfungsi secara baik (Suryanto Rukmono S.Si). Adanya potensi terkait kesehatan dengan kegiatan olahraga, khususnya terhadap generasi milenial kemudian menghadirkan potensi untuk menghadirkan sarana dan pra-sarana terkait kegiatan olahraga. Gelanggang remaja merupakan sarana dalam menjalankan kegiatan olahraga yang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya generasi milenial. Tapak yang dipilih berada di Tanjung Duren, yang dikenal sebagai daerah pemukiman padat yang dikelilingi dengan berbagai fasilitas yang cukup lengkap khususnya di bidang pendidikan dan kuliner di Jakarta Barat. Proyek ini bersinergi dengan lingkungan sekitar dalam menciptakan aksesibilitas serta pengadaan ruang bagi public. Program yang dihadirkan berdasarkan pada kebutuhan akan sarana olahraga berupa lapangan olahraga indoor dan outdoor, ruang serbaguna, ruang diskusi, ruang bagi komunitas eSports, serta interactive pool. Proyek diharapkan dapat menjadi sebuah ruang public yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya pada bidang kesehatan jasmani. Dimulai dengan proses perencanaan yang diawali dengan mengidentifikasi komponen yang menunjang objek (kompleksitas), mengadakan studi untuk mencari keterkaitan berbagai factor yang berpengaruh, mendeterminasi untuk menentukan factor dominan yang berpengaruh terhadap factor lain, serta memprediksi berbagai factor yang ada untuk menjadikan di masa depan lebih baik. Di dalam proses perancangan akan berorientasi kepada pengguna, dimana pengguna menjadi focus utama dalam orientasi. Serta memproyeksikan hingga >10 tahun ke depan,  berorientasi kepada long-range planning untuk menerapkan konsep arsitektur berkelanjutan. Dalam perjalanannya, antara proses perencanaan dan perancangan akan bersifat interaktif, sehingga merupakan sebuah proses berkelanjutan dengan sistem umpan balik satu dengan yang lain.
STUDI TRANSFORMASI PASAR TRADISIONAL, OBJEK STUDI PASAR CIPUTAT, KOTA TANGERANG SELATAN Nelson Antonio Da Silva Pereira; Suryono Herlambang; Parino Rahardjo; Suryadi Santoso
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v2i2.8848

Abstract

Ciputat Market is located at Jalan Aria Putra, near Flyover Ciputat. With land area of 5,670 m2 and building area 14,516 m2, Ciputat market has 4 levels, namely Basement, floor 1, 2nd Floor, and 3rd floor that contains mosque and market management office,  built by the local government of Tangerang Regency in 1992 and managed by the local Government of the trade and Perdindustrian,  of a total of 1,137 stalls and loss of only 441 stalls and 68 loss that are still selling,  the Occupancy rate of Ciputat market is 37%, it is,  estimated that as many as 698 stalls and 167 loss  are closed,  Most traders choose to sell on the ground floor or outside the market building,  ttested from the research is to know the problems that exist in the market of ciputat and know the factors that cause the number of stalls and Loss  are empty in Ciputat market , judging by the accessibility and location around the market, Ciputat market is strategic, Ciputat Market is a  traditional market that the activities of the sellers and their buyers are carried out directly in the form of retail in the meantime or remain with a limited level of service,  authors do some analysis such as policy analysis, location analysis, site analysis, visitor analysis,  management analysis, and  best Practice Analysis with Deskritif method and SWOT method, in orderto know that ciputat market is maintained or do transformation, with the method of transforming the market of Ciputat is the right decision to improve the quality of Ciputat market. Keywords:  traditional market; traditional market management; transformation of traditional marketsAbstrakPasar Ciputat terletak di Jalan Aria Putra, dekat Flyover Ciputat. Dengan luas tanah 5.670 m2 dan luas bangunan 14.516 m2, Pasar Ciputat memiliki 4 level lantai, yaitu lantai Basement, lantai 1, lantai 2, dan lantai 3 yang berisi masjid serta kantor pengelola pasar, Dibangun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang pada tahun 1992 dan dikelola oleh Pemerintah daerah Dinas perdagangan dan Perdindustrian, Dari total 1.137 Kios dan loss hanya 441 kios dan 68 loss yang masih berjualan, Occupancy rate Pasar Ciputat ini adalah 37% saja, Diperkirakan sebanyak 698 kios dan 167 loss yang tutup, Kebanyakan pedagangg memilih untuk berjualan di lantai dasar atau di luar gedung pasar, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan yang ada di  Pasar Ciputat dan mengetahui faktor yang menyebabkan  banyaknya kios dan loss yang kosong di Pasar Ciputat, dilihat dari aksesisibilitas  dan lokasi sekitar pasar, Pasar Ciputat cukup strategis, Pasar Ciputat adalah  Pasar tradisonal yang kegiatan para penjual dan pembelinya dilakukan secara langsung dalam bentuk eceran dalam waktu sementara atau tetap dengan tingkat pelayanan terbatas,  Penulis melakukan beberapa analisis seperti analisis kebijakan, analisis lokasi, analisis tapak, analisis pengunjung, analisis Pengelolaan, dan analisis best practice dengan metode deskritif dan metode SWOT, demi mengetahui apakah Pasar Ciputat tetap dipertahankan atau melakukan transformasi, dengan metode tersebut mentransformasi Pasar Ciputat adalah keputusan yang tepat untuk meningkatkan kualitas Pasar Ciputat.

Page 33 of 134 | Total Record : 1332