cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
+6281329380937
Journal Mail Official
jurnalstupa@ft.untar.ac.id
Editorial Address
Jurusan Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Kampus 1, Gedung L, Lantai 7 Jl. Letjend. S. Parman No. 1, Jakarta Barat 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
ISSN : 26855631     EISSN : 26856263     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/stupa
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles 1,332 Documents
STUDI EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN (STUDI KASUS : PASAR JEMBATAN LIMA, KECAMATAN TAMBORA, JAKARTA BARAT) Nixon Nixon; Parino Rahardjo
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22447

Abstract

Jembatan Lima Market is one of the traditional markets managed by PD. Pasar Jaya and has been established since 1998. Jembatan Lima market is famous for its many food ingredients in the form of vegetables, tubers and spices that are traded. However, over time, this market seems to be starting to change. This can be seen from the number of tenants in the market building which have begun to be inactive and closed, the condition of some facilities and infrastructure are incomplete and have begun to decline, until there are many street vendors selling along Jln. KH. Moh. Mansyur who causes traffic jams. The large number of street vendors selling also creates a level of competition between traders who sell within the market area and outside the market area. In addition, this also affects the activity of buying and selling patterns that occur to visitors. Responding to various kinds of problems that occur in the Jembatan Lima Market, the author has a research objective using qualitative methods to describe existing conditions and identify aspects of the Jembatan Lima market and quantitative methods in knowing visitor perceptions so that they can determine the influence between street vendors outside the market and tenants in the market and can plan a repositioning concept which is expected to make the Jembatan Lima Market able to maintain its existence. Keywords: Jembatan Lima Market; PD. Pasar Jaya ; street vendors; reposition Abstrak Pasar Jembatan Lima merupakan salah satu pasar tradisional yang dikelola oleh PD. Pasar Jaya dan sudah berdiri sejak tahun 1998. Pasar Jembatan Lima memiliki karakteristik yang terkenal akan banyaknya bahan pangan berupa sayur-sayuran, umbi-umbian dan bumbu dapur yang diperjualbelikan. Namun, seiring berkembangnya waktu, pasar ini terlihat mulai mengalami perubahan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya para tenant yang berada di dalam bangunan pasar yang sudah mulai tidak aktif dan tutup, kondisi beberapa fasilitas sarana dan prasarana yang tidak lengkap dan sudah mulai mengalami penurunan, hingga muncul banyaknya para PKL yang berjualan di sepanjang Jln. KH. Moh. Mansyur yang menimbulkan kemacetan. Banyaknya para PKL yang berjualan ini juga menimbulkan adanya tingkat kompetisi antara para pedagang yang berjualan di dalam area lingkup pasar dan di luar area pasar. Selain itu, hal ini juga mempengaruhi aktivitas pola jual beli yang terjadi kepada para pengunjung. Menanggapi berbagai macam permasalahan yang terjadi pada Pasar Jembatan Lima tersebut membuat penulis memiliki tujuan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan kondisi eksisting serta mengidentifikasi aspek-aspek pasar Jembatan Lima dan metode kuantitatif dalam mengetahui persepsi pengunjung sehingga dapat mengetahui pengaruh antara PKL di luar pasar dengan tenant di dalam pasar dan dapat merencanakan konsep reposisi yang diharapkan dapat membuat Pasar Jembatan Lima dapat mempertahankan eksistensinya.
STUDI PENGELOLAAN PASAR TRADISIONAL (OBJEK STUDI : PASAR MAMPANG PRAPATAN, KECAMATAN MAMPANG PRAPATAN, JAKARTA SELATAN) Shania Arta Bonita; Parino Rahardjo; Suryono Herlambang
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22448

Abstract

Traditional markets in Jakarta have begun to be abandoned by visitors, which has resulted in traditional markets being deserted, one of which is the Mampang Prapatan Market, which is located at Jalan Mampang Prapatan Raya no. 58, South Jakarta and was established in 1997 with a land area of ​​2, 760 m2. Currently, Mampang Prapatan Market accommodates 156 traders. The Mampang Prapatan market is located in a strategic location, but now there is a vacancy on the 1st floor because it is not used by traders, and there are also traders who sell in the parking lot located at the back of the market. This study aims to determine the cause of the reduced number of traders in Mampang Prapatan Market and to find out the management carried out by Mampang Prapatan Market. To obtain information about the condition of the Mampang Prapatan Market, interviews were conducted with informants, namely market managers, traders, and consumers. The results obtained are, Mampang Prapatan Market is currently relatively empty of visitors, which has resulted in many sellers closing their stalls, this is due to the existence of small markets located in the Mampang Prapatan Market service area, and the displacement of settlements located near the Mampang Prapatan Market. Mampang Prapatan Market, as well as the existence of online shopping services, are one of the reasons why Mampang Prapatan Market is currently quiet. with a fairly strategic location, and its location close to public transportation routes, making Mampang Prapatan Market a very potential market, and with good management, Mampang Prapatan Market can become a bustling traditional market again. Keywords:  Buyers; Management; Traditional Market Abstrak Pasar Tradisional di Jakarta sudah mulai ditinggalkan oleh para pengunjung, yang mengakibatkan pasar tradisional menjadi sepi, salah satunya adalah Pasar Mampang Prapatan yang terletak di Jalan Mampang Prapatan Raya no. 58, Jakarta Selatan dan mulai berdiri pada tahun 1997 dengan luas lahan sebesar 2.760 m2. Pada saat ini Pasar Mampang Prapatan menampung 156 pedagang. Pasar Mampang Prapatan terdapat di lokasi yang strategis, tetapi sekarang telah mengalami kekosongan pada lantai 1 karena tidak digunakan oleh pedagang, dan juga adanya pedagang yang berjualan di lahan parkir yang terdapat di bagian belakang pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab berkurangnya jumlah pedagang di Pasar Mampang Prapatan dan mengetahui pengelolaan yang dilakukan oleh Pasar Mampang Prapatan. Untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi Pasar Mampang Prapatan, dilakukan wawancara kepada para informan, yaitu pengelola pasar, pedagang, dan juga konsumen. Hasil yang didapatkan adalah, Pasar Mampang Prapatan pada saat ini bisa dibilang sepi pengunjung, yang mengakibatkan banyak penjual yang juga menutup kiosnya, hal ini disebabkan oleh adanya pasar-pasar kecil yang terdapat di area pelayanan Pasar Mampang Prapatan, lalu digusurnya permukiman yang terdapat di dekat Pasar Mampang Prapatan, dan juga terdapatnya pelayanan belanja online yang menjadi salah satu penyebab sepinya Pasar Mampang Prapatan pada saat ini. dengan lokasi yang cukup strategis, dan letaknya yang dekat dengan jalur transportasi umum, menjadikan Pasar Mampang Prapatan pasar yang sangat berpotensi, dan dengan pengelolaan yang baik Pasar Mampang Prapatan bisa menjadi pasar tradisional yang ramai kembali.
STUDI PERUBAHAN FUNGSI PASAR TRADISIONAL (OBJEK STUDI: PASAR SLIPI, KELURAHAN KEMANGGISAN, KECAMATAN PALMERAH, JAKARTA BARAT) Sheila Juansyah; Suryadi Santoso; Parino Rahardjo
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22449

Abstract

Slipi Market is a traditional market with the land area 6.200 sq2 who has been established since 1990. The usage period of Pasar Slipi for seller has expired since 2010. Pasar Slipi is managed by PD. Pasar Jaya as the manager of the DKI Jakarta tradisional market. Currenty the condition are increasingly in terms of visitor, seller and the physical condition of the building. In response to this PD. Pasar Jaya has a short-term plan to make improvements to physical conditions, such as repainting, repairing leaky ceilings, repairing electrical installations and lighting the room to maintain the physical condition of the market building. Besides that, Slipi Market has decrease in the number of seller and visitor caused by several factors, these factors consist of market external factors and market internal factors. This can also occur due to a pettern of changes in the characteristics of the residential environment around the market. The purpose of this study was to find out the cause of the decrease in the number of seller and provide development for Slipi Market by utilizing the empty space on the 2nd floor which was formerly a cinema area. Data collection in the study was carried out by means of field surveys (observation) and interviews with stakeholders (visitor, seller and manager). The results of this study are to find out the cause of decrease in the occupancy rate of seller and the proposed development for the Slipi Market by utilizing the empty space in the Slipi Market in order to optimize the potential of the location. Keywords:  Function Changes;  Traditional Market; Visitor Abstrak Pasar Slipi merupakan pasar tradisional dengan luas lahan sebesar 6.200 m2 yang telah berdiri sejak tahun 1990. Sehingga masa hak pakai untuk para pedagang telah habis sejak tahun 2010. Pasar Slipi dikelola oleh PD. Pasar Jaya selaku pengelola pasar tradisional DKI Jakarta. Saat ini kondisi pasar kian mengalami penurunan baik dari segi pengunjung, pedagang maupun kondisi fisik bangunan. Dalam menanggapi hal tersebut PD. Pasar Jaya memiliki rencana jangka pendek untuk melakukan perbaikan – perbaikan kondisi fisik, seperti pengecatan ulang, perbaikan plafon yang bocor, perbaikan instalasi kelistrikan serta pencahayaan ruang untuk mempertahankan kondisi fisik bangunan pasar. Selain itu, Pasar Slipi telah mengalami penurunan jumlah pedagang maupun pengunjung yang disebabkan oleh beberapa faktor, faktor tersebut terdiri dari faktor eksternal pasar maupun faktor internal pasar. Hal tersebut juga dapat terjadi karena adanya pola perubahan karakteristik lingkungan hunian sekitar pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab terjadinya penurunan jumlah pedagang dan memberikan usulan pengembangan untuk Pasar Slipi dengan pemanfaatan ruang kosong pada lantai 2 yang dulunya merupakan area bioskop. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara survei lapangan (observasi) dan wawancara atau indepth – interview terhadap stakeholder (pengunjung, pedagang dan pengelola). Hasil penelitian ini adalah mengetahui penyebab terjadinya penurunan tingkat hunian pedagang serta usulan rencana pengembangan dengan pemanfaatan ruang kosong pada Pasar Slipi agar dapat mengoptimalkan potensi lokasi.
KERJASAMA PENGELOLAAN ASET M BLOC SPACE MELALUI SISTEM KERJASAMA USAHA PERUM PERURI DAN PT. RUANG RIANG MILENIAL Violetta Ciptafiani; Sylvie Wirawati
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22450

Abstract

Due to the ease of access to public transportation modes, as well as the large potential for regional development, the use of land and buildings in Blok M area is important so that the potential is not wasted. One of the locations that has the potential for the development in the Blok M area is the land and buildings owned by Perum Peruri. Initially, the use of land and buildings in the Perum Peruri area was not maximized and was neglected due to difficulties in managing assets owned. However, this condition has changed since the collaboration between Perum Peruri and PT. Ruang Riang Milenial are collaborated in managing property asset of several buildings belonging to Perum Peruri and made it as M Bloc Space in 2019. This collaboration, has the aim of being able to manage Perum Peruri assets in order to maximize their potential, as well as to provide a new atmosphere for Blok M which is now starting to have a decrease in visitor interest. In addition, the development of M Bloc Space also indirectly encourages people who are interested in coming to the location by using public transportation whose access is only needed by foot. This study conducted using a qualitative analysis method to be able to study the process and results of the collaboration between Perum Peruri and PT. Millennials' Space to be able to build and manage M Bloc Space until it exists and is known as it is now. Keywords:  Collaboration; M Bloc Space; Perum Peruri; PT. Ruang Riang Milenial; Property Asset Management Abstrak Kemudahan akan akses terhadap moda transportasi umum, serta potensi pengembangan kawasan yang besar, pemanfaatan lahan dan bangunan yang terdapat dalam kawasan Blok M adalah hal yang penting agar potensi yang dimiliki tidak terbuang sia-sia. Salah satu lokasi yang memiliki potensi pengembangan dalam kawasan Blok M adalah lahan dan bangunan yang dimiliki Perum Peruri. Mulanya, kondisi lahan dan bangunan dalam kawasan Perum Peruri tidak termaksimalkan penggunaannya dan terbengkalai karena adanya kesulitan pengelolaan aset yang dimiliki. Namun hal ini berubah sejak adanya kerjasama yang terjalin antara Perum Peruri dan PT. Ruang Riang Milenial yang bekerjasama dalam manajemen aset properti beberapa bangunan milik Perum Peruri dan menjadikannya sebagai M Bloc Space pada tahun 2019. Kerjasama yang terjalin ini, selain memiliki tujuan untuk dapat mengelola aset Perum Peruri agar dapat memaksimalkan potensinya dilakukan juga agar dapat memberikan suasana baru bagi kawasan Blok M yang kini mulai memiliki penurunan minat pengunjung. Selain itu, pengembangan kawasan M Bloc Space juga secara tidak langsung mendorong masyarakat yang berminat untuk datang ke lokasi untuk dapat memanfaatkan penggunaan moda transportasi umum yang aksesnya hanya dibutuhkan dengan berjalan kaki. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis kualitatif untuk bisa mempelajari proses dan hasil kerjasama yang terjalin antara Perum Peruri dan PT. Ruang Riang Milenial untuk dapat membangun dan mengelola M Bloc Space hingga ada dan dikenal seperti sekarang.
TINGKAT KEPUASAN PENGHUNI APATEMEN CITRA LAKE SUITE TERHADAP PELAYANAN KEPADA PENGHUNI (OBJEK STUDI: APARTEMEN CITRALAKE SUITE CITRA 6 JAKARTA BARAT) Stephen Stephen; Liong Ju Tjung; Sylvie Wirawati
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22451

Abstract

Due to the limited land available, and the increasingly expensive landed house prices, many new developers are developing vertical housing, one of which is apartments. An apartment is a building that can be used as a residence by dividing it into several rooms or groups of rooms separated by a partition (boundary). Apartments are also one of the most popular types of vertical housing, especially among residents of DKI Jakarta. Apartment developments are built for upper-middle class residents, and the equipment for each apartment is different from that of a simple flat. The purpose of building vertical housing (apartments) is to meet housing needs for middle and high income people. With just 1 tower, you can make several apartment units in it, this is much more efficient and effective in using and utilizing the limited land in DKI Jakarta. Inside the apartment, there are facilities, as well as the quality of service provided by the apartment, this is done so that apartment residents can feel the comfort that exists while living in the apartment. There are five dimensions of service quality, namely physical evidence, reliability, responsiveness, assurance and certainty, and giving attention. The CitraLake Suite Apartment is one of the apartments that provides facilities and services that are quite comfortable for apartment residents, so a study will be conducted on the CitraLake Suite apartment, how the satisfaction level of the residents of the CitraLake Suite apartment during their stay in this apartment, and the level of service provided by the apartment will be. the manager of this CitraLake suite apartment. The data is obtained by distributing questionnaires to the residents of the CitraLake Suite apartment, then the data will be processed using the Importance Performance Analysis method. By conducting this study, we will find out whether the residents of the CitraLake Suite apartment are satisfied with the services provided. Keyword: Apartment; Service quality; Level of occupant satisfaction; Importance Performance Analysis Abstrak Akibat adanya keterbatasan lahan yang ada, dan harga rumah tapak (landed house) yang semakin mahal, maka banyak developer baru yang mengembangkan hunian berbentuk vertikal salah satunya yaitu apartemen. Apartemen adalah suatu bangunan yang dapat digunakan sebagai tempat tinggal dengan membaginya menjadi beberapa ruangan atau kelompok ruangan yang dipisahkan oleh sekat (batas). Apartemen juga menjadi salah satu tipe hunian vertikal yang paling diminati, terutama  di kalangan warga DKI Jakarta. Pengembangan apartemen dibangun untuk penghuni kelas menengah ke atas, dan perlengkapan setiap apartemen berbeda dengan rumah susun sederhana. Tujuan pembangunan hunian vertikal (apartemen) adalah untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan menengah dan tinggi.  Dengan 1 tower saja dapat membuat beberapa unit apartemen di dalamnya, ini jauh lebih efisien dan efektif dalam mempergunakan dan memanfaatkan lahan yang terbatas di DKI Jakarta. Didalam apartemen, terdapat fasilitas – fasilitas, dan juga kualitas pelayanan yang diberikan oleh apartemen, hal itu dilakukan agar penghuni apartemen dapat merasakan kenyamanan yang ada selama tinggal di apartemen. Terdapat lima dimensi kualitas pelayanan yaitu bukti fisik, keandalan, ketanggapan, jaminan dan kepastian, serta memberikan perhatian. Apartemen CitraLake Suite merupakan salah satu apartemen yang memberikan fasilitas dan juga pelayanan yang cukup nyaman bagi para penghuni apartemen, sehingga akan dilakukan studi pada apartemen CitraLake suite, bagaimana tingkat kepuasan penghuni apartemen CitraLake Suite selama tinggal di apartemen ini, dan bagaimana tingkat pelayanan yang diberikan oleh pengelola apartemen CitraLake suite ini. Data diperoleh dengan melakukan penyebaran kuisioner kepada para penghuni apartemen CitraLake Suite, kemudian data tersebut akan diolah menggunakan metode Importance Performance Analysis. Dengan melakukan studi ini kita akan mengetahui apakah penghuni apartemen CitraLake Suite sudah puas terhadap pelayanan yang diberikan.
STUDI PENGELOLAAN TENANT MALL OUTDOOR FOOD AND BEVERAGE Putra Adhitama; Sylvie Wirawati
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22452

Abstract

The Breeze BSD is one of the outdoor food and beverage malls managed by The Breeze BSD manager under PT SinarMas which was inaugurated in 2013. Qualitative Data: Physical condition Management of tenants and outdoor food and beverage mall facilities The Breeze Quantitative Data: Quantitative data is data obtained from the manager and the results of the respondent's questionnaire. The author received field facts obtained from several visitors to The Breeze related to the existing facilities. The visitors said that the facilities were in the form of restaurants, elevators, hand washing areas, sports & entertainment areas, etc. In addition, there are also facilities that lack facilities that need to be added. For example, adding toilet points, motorbike parking slots, hangout areas, live music areas, ATM centers. The impact of the COVID-19 pandemic caused several tenants to close and reduce employees due to not being able to pay employees and pay rent so that The Breeze's income decreased quite significantly. Based on the field facts above, the author wants to do more in-depth research on Knowing management's efforts in managing tenants and facilities. Keywords: food and beverage; outdoor; Management; Tenant mall Abstrak The Breeze BSD merupakan salah satu mall outdoor food and beverage yang dikelola oleh pengelola The Breeze BSD dibawahi oleh PT SinarMas diresmikan pada tahun 2013. Data Kualitatif : Kondisi fisik Pengelolaan tenant dan fasilitas mall outdoor food and beverage The Breeze Data Kuantitatif : Data kuantitatif merupakan data yang didapat dari pengelola dan hasil kuesioner responden.Penulis mendapat fakta lapang yang diperoleh dari beberapa pengunjung The Breeze terkait dengan fasilitas yang ada. Pengunjung-pengunjung tersebut mengatakan bahwa fasilitas berupa restoran, lift, temapt cuci tangan, area sport & entertainment dll. Selain itu, terdapat juga fasilitas yang kurang fasilitas yang perlu ditambah. Misalnya, penambahan titik toilet, slot parkir motor, area nongkrong, area music live, atm center. penambahan titik toilet, slot parkir motor, area meet up, area music live, atm center. Berdasarkan fakta lapang di atas, penulis ingin melakukan penelitian lebih dalam mengenai Mengetahui upaya manajemen dalam mengelola tenant dan fasilitas.
ARAHAN PENATAAN KORIDOR SEBAGAI COMMERCIAL CORRIDOR (STUDI KASUS : JL. KH HASYIM ASHARI, KELURAHAN CIPONDOH) Mohammad Syach Ridwan Lasanudin; Sylvie Wirawati
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22453

Abstract

Corridor Jl. KH Hasyim Ashari is one of several main corridors in Tangerang City. This corridor is a connecting route from Tangerang to Jakarta without using toll road. According to that, this corridor is passed by many residents every day so that it helps the growth of the commercial sector, especially shops located along the corridor. There are also various commercials, ranging from MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) owned by residents who live around the corridor to several retail chains and other well-known restaurants. However, this development is quite impacts on the physical condition of the corridor itself. Based on the observations that have been made, there are several problems that arise such as buildings layout, availability of parking, unavailability of pedestrian paths, lack of greenery in each plot to availability of space for street vendors. Based on urban design elements by Hamid Shirvani, there are some of arrangements that can be suggested from the existing conditions and potential in the future that could been made to support existing commercial activities while still paying attention and maintaining the physical condition of the corridor so it can provide comfort for those passing through and visiting the corridor. In this study, the author will take part of the section from the corridor of Jl. KH Hasyim Ashari, which is precisely located in Cipondoh Village, Tangerang City, as a pilot area with the final result of commercial corridor guidelines which in the future is expected to be developed again in other corridors Keywords: Commercial Corridor; KH Hasyim Ashari St.; Physical Condition; Urban Design Elements Abstrak Koridor Jl. KH Hasyim Ashari yang berada di Kota Tangerang adalah salah satu dari beberapa koridor utama di Kota Tangerang. Koridor ini bagaikan salah satu jalur penghubung dari Kota Tangerang ke Jakarta tanpa melalui jalan tol. Sebagai penghubung, setiap harinya koridor ini dilewati oleh banyak warga sehingga turut membantu bertumbuhnya sektor komersial, terutama pertokoan yang berada di sepanjang koridor Jl. KH Hasyim Ashari. Komersial yang ada pun juga beragam, mulai dari UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) milik warga yang bertempat tinggal di sekitar koridor hingga beberapa jaringan retail dan restoran ternama lainnya. Namun perkembangan kegiatan komersial ini cukup mempengaruhi pada kondisi fisik koridor itu sendiri. Berdasarkan observasi yang sudah dilakukan, terdapat sejumlah permasalahan yang timbul dari perkembangan yang ada mulai dari tata bangunan, ketersediaan parkir, tidak tersedianya jalur pejalan kaki, minimnya penghijauan di setiap kavling hingga ketersediaan ruang bagi pedagang kaki lima. Apabila berpedoman pada elemen perancangan kota yang dipopulerkan oleh Hamid Shirvani, terdapat sejumlah penataan yang dapat disarankan dari kondisi eksisting yang ada dan potensinya ke depan untuk dapat menunjang kegiatan komersial yang ada dengan tetap memperhatikan dan menjaga kondisi fisik koridor sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi yang melalui dan mengunjungi koridor serta turut memperindah kawasan koridor. Dalam studi ini, penulis akan mengambil Sebagian seksi dari koridor Jl. KH Hasyim Ashari yang tepatnya berada di dalam Kelurahan Cipondoh, Kota Tangerang sebagai area percontohan dengan hasil akhir arahan penataan koridor komersial yang ke depannya diharapkan dapat dikembangkan lagi di koridor lain.
STUDI DAMPAK OPERASIONAL ZONA INDUSTRI KE HUNIAN SEKITAR (OBJEK STUDI KORIDOR JL. DAAN MOGOT, TANGERANG) Nico Setiawan; Priyendiswara Agustina Bella
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22460

Abstract

Study of Operational Impact of Industrial Zones to Surrounding Residential Areas (Object of Corridor Study on Jl. Daan Mogot, Tangerang). Within the boundaries of the object of study located along Jl. Daan Mogot Km 24 – Km 23, Tangerang, there is a discrepancy in the type of land use with the Plan set out in the Tangerang City RTRW 2032 with its existing condition. With a total of 32 industries operating in various commodities, the dominant level of disturbance relatively high, so security of the people living in the vicinity becomes more risky. By using the method of analyzing the potential and operational problems of the industrial sector within the limits of the object of study, as well as using the descriptive analysis method and SPSS crosstab, an evaluation is obtained that the operation of the industrial sector in the study location is proven to have an impact on the surrounding dwellings. The operational impacts can be in the form of heavy vehicle circulation, road and traffic conditions and other risks, and to obtain recommendations and suggestions from research so that it can be concluded that the development of the industrial sector along Jl. Daan Mogot has the potential to be  driver of the regional economy, but it must be balanced with the impact felt by the people living in the vicinity, such as by implementing a green industry program, limiting industrial and residential zones with green open space, or even by limiting the operating hours of high-risk industrial commodities. Keywords:  Operational Impact, Industrial Zone; Occupancy; Evaluation; and Regional Economy Abstrak Studi Dampak Operasional Zona Industri Ke Hunian Sekitar (Objek Studi Koridor Jl. Daan Mogot, Tangerang) penelitian ini diambil karena Operasional sektor industri memang menjadi salah satu indikator penggerak perekonomian yang memiliki dampak keberlanjutan di suatu wilayah. Dalam batasan objek studi yang terletak di sepanjang Jl. Daan Mogot Km 24 – Km 23, Tangerang, terdapat ketidaksesuaian jenis penggunaan lahan terhadap Rencana yang ditetapkan dalam RTRW Kota Tangerang Tahun 2032 dengan kondisi eksistingnya. Terdapat jenis penggunaan lahan Zona Industri, Hunian, dan Zona Perdagangan dan Jasa yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga akan berdampak bagi keberlanjutan hunian di sekitarnya. Dengan total sebanyak 32 Industri yang bergerak di beragam komoditi memiliki tingkat gangguan yang dominan tergolong tinggi, sehingga tingkat keamanan masyarakat yang tinggal di sekitar menjadi lebih riskan. Dengan menggunakan metode analisis potensi dan masalah operasional sektor industri dalam batasan objek studi, serta menggunakan metode analisis deskriptif dan crosstab SPSS, didapatkan evaluasi bahwa operasional sektor industri pada lokasi studi terbukti memiliki dampak terhadap hunian di sekitarnya. Dampak operasional yang ditimbulkan dapat berupa sirkulasi kendaraan berat, kondisi jalan dan lalu lintas (Macet dan rawan kecelakaan), dan resiko lainnya, dan untuk mendapatkan rekomendasi dan saran dari penelitian sehingga dapat disimpulkan pengembangan sektor industri di sepanjang Jl. Daan Mogot memang berpotensi menjadi penggerak perekonomian kawasan, namun harus diseimbangi dengan dampak yang dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya, seperti dengan menerapkan program industri hijau, membatasi zona industri dan hunian dengan RTH, atau bahkan dengan membatasi jam operasional jenis komoditi industri yang berisiko tinggi.
STUDI KEBERHASILAN REVITALISASI PASAR BERSIH MALABAR, KECAMATAN CIBODAS, KOTA TANGERANG, BANTEN PASCA REVITALISASI Miftah Hidayat; Suryadi Santoso
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22461

Abstract

The market is one of the public facilities needed to support the community's daily needs. Usually, the market which is a public facility has a location close to residential areas so that its existence is easy to reach by residents who live around the market location. Pasar Bersih Malabar is one of the markets located in Cibodas District, Tangerang City, Banten. This market is a market that is easily accessible by residents who live in Perumnas Tangerang. Previously, before the revitalization was carried out, this market had conditions such as dirty traditional markets, lack of facilities, and poor accessibility in the building. However, this condition did not last long because in 2015 this market was revitalized, a collaboration between Perumnas Kota Tangerang and Putra Citanusa Limited Company. This revitalization aims to revive traditional markets' function as a supporter of people's lives in the Perumnas area of ​​Tangerang City. This study was conducted to determine the success of the revitalization that has been carried out by comparing the condition of the building and the occupancy rate of the Pasar Bersih Malabar with the Pasar Malabar Kota Tangerang using the comparative analysis method. Based on the studies that have been carried out, the revitalization that has been carried out does not have a major impact on the occupancy of the Pasar Bersih Malabar when compared to the Pasar Malaba Kota Tangerang. Keywords:  Pasar Bersih Malabar; Revitalization; Success Study Abstrak Pasar merupakan salah satu fasilitas umum yang dibutuhkan untuk dapat menunjang pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan oleh masyarakat. Biasanya, pasar yang merupakan fasilitas umum memiliki lokasi yang berdekatan dengan kawasan permukiman penduduk agar keberadaannya mudah untuk dijangkau oleh penduduk yang bertempat tinggal di sekitar lokasi pasar tersebut. Pasar Bersih Malabar merupakan salah satu pasar yang terletak di Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten. Pasar ini merupakan pasar yang lokasinya mudah dijangkaku oleh penduduk yang bertempat tinggal di Perumnas Tangerang. Dulunya, sebelum dilakukan revitalisasi kondisi pasar ini memiliki kondisi seperti pasar tradisional pada umumnya yang kotor, kurangnya kondisi fasilitas, dan aksesibilitas dalam bangunannya yang kurang baik. Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama karena pada tahun 2015 pasar ini dilakukan revitalisasi yang merupakan kerjasama antara Perumnas Kota Tangerang dengan PT. Putra Citanusa. Tujuan dari revitalisasi ini adalah untuk membangkitkan kembali fungsi dari pasar tradisional sebagai penunjang kehidupan masyarakat yang ada di wilayah Perumnas Kota Tangerang. Studi ini dilakukan untuk mengetahui keberhasilan revitalisasi yang telah dilakukan dengan membandingkan kondisi bangunan dan tingkat hunian Pasar Bersih Malabar dengan Pasar Malabar Kota Tangerang yaitu menggunakan metode analisis komparatif. Berdasarkan studi yang telah dilakukan, revitalisasi yang telah dilakukan tidak berdampak besar terhadap okupansi Pasar Bersih Malabar apabila dibandingkan dengan Pasar Malabar Kota Tangerang.
STUDI PASAR TRADISIONAL DALAM MEMPERTAHANKAN JUMLAH PEDAGANG DAN PENGUNJUNG (OBJEK STUDI: SERDANG KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT) Tisya Evero Lin Wu; Suryadi Santoso; Parino Rahardjo
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22462

Abstract

Serdang Market is one of the traditional markets in DKI Jakarta which is managed by PD. Jaya Market. Serdang Market used to be an instructional market that has been operating since 1976 to relocate street vendors who occupied Jalan Bendungan Jago which was  managed by PD. Jaya Market. The term of use of the Serdang Market has also expired since 2004. For more than 40 years of operation, the physical condition of this market building has continued to decline, such as waterlogged floors, inadequate lighting, clogged gutters, perforated roofs, and flooding problems, but it has never been renovated and only repairs to water, electricity and gutter installations are carried out in an uncertain period. The occupancy rate at Serdang Market is still high because there are still many visitors, so traders choose to stay, even though there are street vendors who occupy the sides of the market that offer commodities that are almost the same as the market, as well as other factors. The purpose of this study was to determine the perceptions of the actors in the market activities as well as the proposed Serdang Market concept plan to maintain the existence of the Serdang Market. Data collection in the study was carried out by conducting field surveys (observations) and interviews with the actors (managers, traders, and visitors) of Serdang Market. The results of this study are to determine the perceptions of the perpetrators of activities in the market and the proposed development plan to retain traders and visitors. Keywords:  Traditional Market; Trader; Visitors; Manager Abstrak Pasar Serdang merupakan satu diantara pasar tradisional di DKI Jakarta yang dikelola oleh PD. Pasar Jaya. Pasar Serdang dulunya merupakan pasar inpres yang beroperasi sejak tahun 1976 untuk merelokasi pedagang kaki lima yang menempati Jalan Bendungan Jago yang kemudian dikelola oleh PD. Pasar Jaya. Masa hak pakai Pasar Serdang juga telah habis sejak tahun 2004. Selama lebih dari 40 tahun beroperasi kondisi fisik bangunan Pasar  Serdang terus menurun seperti lantai tergenang air, pencahayaan yang tidak memadai, selokan tersumbat, atap berlubang, dan masalah banjir,  tetapi belum pernah direnovasi dan hanya dilakukan perbaikan instalasi air, listrik dan talang air dalam jangka waktu yang tidak menentu. Tingkat hunian pada Pasar Serdang masih tinggi karena masih ramai pengunjung sehingga pedagang memilih untuk bertahan, walaupun terdapat pedagang kaki lima yang menempati sisi-sisi pasar yang menawarkan komoditi yang hampir sama dengan pasar, maupun faktor lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi para pelaku kegiatan dalam pasar serta usulan rencana konsep pengembangan Pasar Serdang untuk mempertahankan eksistensi Pasar Serdang. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan melakukan survey lapangan (observasi) dan wawancara terhadap para pelaku kegiatan (pengelola, pedagang, dan pengunjung) Pasar Serdang. Hasil penelitian ini adalah mengetahui persepsi para pelaku kegiatan dalam pasar serta usulan rencana pengembangan untuk mempertahankan pedagang dan pengunjungnya.

Page 93 of 134 | Total Record : 1332