cover
Contact Name
Ahmad Saleh Harahap
Contact Email
ahmadsaleh@unib.ac.id
Phone
+6285216150612
Journal Mail Official
buletin_pt@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jl WR Supratman Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 27221733     EISSN : 27220788     DOI : -
Buletin Peternakan Tropis (Bul. Pet. Trop.) (Bulletin of Tropical Animal Science) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu berkolaborasi dengan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Buletin Peternakan Tropis merupakan jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah berdasarkan peer-review double blind yang bertujuan untuk menyebarluaskan semua informasi yang berkontribusi pada pemahaman dan pengembangan peternakan di daerah tropis dengan menerbitkan makalah penelitian asli, artikel telaah pustaka. kasus lapangan dan gagasan asli. Jurnal ini mencakup semua aspek yang berkaitan dengan Peternakan dan Veteriner di daerah tropis. Buletin Peternakan Tropis terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember. Focus and Scope: Produksi Ternak, Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, Teknologi Hasil Peternakan, Genetika dan Pemuliaan Ternak, Reproduksi Ternak, Teknologi Hasil Ikutan Ternak, Hijauan Pakan Ternak, Aneka Hewan Potensial, Kesehatan Ternak
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2021)" : 13 Documents clear
Identifikasi Lokasi dan Performa Fisik Kambing Perah di Desa Mranggen Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah Ariyanto, Bayu Fajar; Nugraha, Widitya Tri; Suhendra, Danes
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.98-102

Abstract

Salah satu kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dengan populasi kambing cukup tinggi berada di Kecamatan Srumbung dengan populasi kambing sekitar 1.344 ekor. Jumlah populasi tersebut termasuk kambing potong dan kambing perah. Hingga saat ini belum ada informasi pendukung terkait tentang lokasi dan kondisi ternak kambing perah di Kecamatan Srumbung, khususnya di Desa Mranggen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi peternakan dan performa fisik kambing perah di Desa Mranggen. Pengambilan sampel objek penelitian menggunakan purposive sampling. Kriteria sampel kambing perah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kambing perah betina dengan umur di atas 1 tahun sebanyak 48 ekor. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.  Didapatkan hasil bahwa lokasi peternakan kambing perah berada pada ketinggian +539 mdpl, suhu 24,5oC, kelembapan 70.7% dan THI 73,43. Terdapat dua jenis kambing perah yaitu kambing Peranakan Ettawah (PE) dan Sapera dengan performa fisik yang diamati panjang kepala, lebar kepala, panjang telinga, tinggi gumba, lebar telinga, lingkar dada dan panjang badan. Kesimpulan dari penelitian Desa Mranggen memiliki kondisi lingkungan yang mendukung untuk pemeliharaan kambing perah. Ketinggian tempat, suhu dan kelembapan serta THI berada pada zona nyaman untuk ternak (comfort zone) hidup. Ukuran tubuh kambing PE masuk dalam standar Stdanadr Nasional Indonesia (SNI) yaitu panjang badan, lingkar dada dan panjang telinga kecuali tinggi pundak yang belum sesuai syarat minimal SNI. Sedangkan performa fisik kambing Sapera memiliki ukuran tubuh dan kepala yang hampir sama seperti kambing PE namun untuk ukuran telinga lebih kecil dan pendek.
Analisis Kandungan Nutrisi Dedak Padi sebagai Pakan Ternak dan Pendapatan Usaha Penggilingan Padi di Umalulu, Kabupaten Sumba Timur Mila, Jintonius Rihi; Sudarma, I Made Adi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.90-97

Abstract

Dedak padi merupakan bahan pakan untuk ternak, dimana jenis pakan ini mudah ditemukan, harga relatif murah, dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup. Namun terkadang kandungan nutrisi dedak mulai diragukan karena ada kecenderungan serat kasar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dedak padi yang dijadikan sebagai pakan ternak dan analisis pendapatan usaha penggilingan padi. Responden yang diambil berjumlah 14 pemilik usaha penggilingan padi. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur mulai dari bulan Juli sampai bulan Agustus di tahun 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan secara sensus dan untuk analisis kandungan nutrisi dedak menggunakan stratifikasi random sampling (acak) dengan sampel sebanyak 6 sampel. Analisis kandungan nutrisi dedak padi menggunakan analisis proksimat. Analisis data untuk menghitung rata-rata pendapatan usaha penggilingan padi menggunakan aplikasi MS Excel. Sementara rata-rata kandungan nutrisi dedak padi yang mengandung sekam adalah bahan kering 89,836%, protein kasar 9,831%, dan serat kasar 14,717%. Jadi, dedak padi yang dihasilkan di Kecamatan Umalulu tidak ada yang memenuhi standar mutu pakan.
Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Pepes Daging Itik Petelur Afkir yang Dilumuri Bubuk Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) Pratiwi, Oklivia Nesia; Suharyanto, Suharyanto; Warnoto, Warnoto
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.130-139

Abstract

This study aimed to analyze the physicochemical and organoleptic characteristics of rejected laying duck meat pepes after being coated with jackfruit leaf powder (JLP). The research design employed was a completely randomized design consisting of 4 treatments (P0: without any coating with JLP; P1: 5%; P2: 10%; and P3: 15% smearing of JLP) with 3 replications. The variables measured were cooking loss, water holding capacity (WHC), pH, and water content which were analyzed by Anova and multiple comparisons DMRT by significance level 0.05, and organoleptic which were analyzed by description. The results of the study showed that rejected laying duck meat smeared with JLP had no significant effect (P>0.05) on cooking loss, WHC pH, and moisture content of the pepes. However, the 15% JLP was able to enhance the aroma of the pepes. The average range value of the cooking loss was 14.00 to 15.33%, the WHC was 53.76-55.47%, the pH value was 6.22-6.29%, and the moisture content was 67.83-71,28%. The results of the hedonic quality test showed that the average value of the meat aroma ranged from 4.03-4.20 in the slightly fishy to a very non-fishy category, the interval scale test results showed P0, P1, and P2 in an interval scale of 3.40-4.19 (slightly fishy aroma), different from P3 which is included in the interval scale from 4.20 to 5.00 (very not fishy). The tenderness of the meat was 3.52-3.92 as the tender category, the taste of the meat was 3.88-4.10 as the delicious category. The results of the hedonic test showed that the average value of the aroma of meat ranged from 4.02-4.12, the tenderness from 3.39-3.64, and the taste from 3.88-3.97. All scores were in the liking category. It was concluded that 5% to 15% smearing of JLP did not change the physicochemical properties of rejected layer duck meat paste, but 15% application of it could increase the aroma.
Kualitas Fisik Telur Ayam Arab, Ayam Kampung dan Ayam Ketarras serta Akseptabilitas Telur Ayam Ketarras Setara Telur Ayam Kampung Marlya, Okta; Kususiyah, Kususiyah; Kaharuddin, Desia
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.103-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik telur ayam Arab, ayam Kampung dan ayam Ketarras serta akseptabilitas telur ayam Ketarras. Uji kualitas fisik telur menggunakan 3 jenis telur; yaitu 20 butir telur ayam Arab, 20 butir telur ayam Kampung dan 20 butir telur ayam Ketarras. Uji akseptabilitas telur ayam Ketarras menggunakan 10 butir telur ayam Arab, 10 butir telur ayam Kampung dan 10 butir telur ayam Ketarras dan diletakkan secara acak pada karpet telur. Responden diminta untuk menilainya.  Data yang diperoleh ditabulasi dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telur ayam Arab, ayam Kampung, dan ayam Ketarras berturut-turut  mempunyai berat telur 39,82±2,34 g, 40,36±3,48 g dan 43,29±3,18 g, indeks telur (%)  76,53±3,03, 74,34±3,63 dan 77,63±6,37, skor warna kerabang telur 1,25±0,04, 1,80±0,42 dan 2,10±0,3, tebal kerabang telur (mm) 0,34±0,01, 0,33±0,02 dan  0,34±0,01,  indeks yolk 0,44±0,05, 0,40±0,04 dan 0,46±0,03, indeks albumen 0,05±0,02, 0,07±0,03, dan 0,07±0,02, skor warna yolk 7,60±0,60, 8,90±2,02 dan 7,50±0,83), HU 62,08±11,90, 71,83±13,02 dan 74,82±7,08, persentase kerabang telur (%) 12,59, 11,35 dan 13,09, persentase yolk (%) 30,60, 35,38, dan 27,64, persentase albumen (%) 56,81, 53,27 dan 59,28. Akseptabilitas telur ayam Ketarras setara telur ayam Kampung sebesar 86,21%. Disimpulkan bahwa warna kerabang telur ayam Ketarras adalah putih kecoklatan seperti warna kerabang telur ayam Kampung dengan tingkat akseptabilitas setara telur ayam Kampung sebesar 86,21%.  Berat telur, indeks telur, indeks yolk, HU, persentase kerabang telur dan albumen ayam Ketarras lebih tinggi dibanding ayam Arab dan Ayam Kampung. Tebal kerabang telur ayam Ketarras sama dengan telur ayam Arab dengan indek albumen sama dengan telur ayam Kampung.  Skor warna dan persentase yolk ayam Ketarras lebih rendah dibanding telur ayam Arab dan ayam Kampung.
Evaluasi Penggunaan Etanol dan Surfaktan Tween 80 dalam Melarutkan Vitamin E pada Bahan Pengencer Sperma Andromed Abdillah, Labib; Bintara, Sigit; Maharani, Dyah; Budisatria, I Gede Suparta
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.125-129

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk menguji bioavailabilitas vitamin E yang dilarutkan dengan menggunakan pelarut yang berbeda, yaitu surfaktan tween 80 dan etanol pada bahan pengencer semen Andromed. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah bahan antioksidan vitamin E dan bahan pelarut minyak yang terbagi dalam kelompok Andromed kontrol (P0), Andromed  Vit E (0.2 gr) + etanol (P1), Andromed vit.E (0.2 gr) + tween 80 (P2), Andromed vit. E (0.4 gr) + etanol (P3) dan Andromed Vit. E (0.4 gr) + tween 80 (P4). Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental, dan dianalisis secara deskriptif. Vitamin E dikombinasikan dengan pelarut sesuai perlakuan yang selanjutnya disebut sediaan vitamin E. Sediaan vitamin E kemudian dicampurkan kedalam bahan pengencer.  Sampel bahan pengencer tersebut dianalisis menggunakan analisis DPPH untuk mengukur aktivitas dari vitamin E di dalam bahan pengencer semen. Hasil penelitian menunjukkan nilai aktivitas antioksidan bahan pengencer yang diberikan kombinasi Vit. E dan tween 80 paling tinggi sebesar 91.29% sedangkan bahan pengencer dengan kombinasi Vit. E dan etanol aktivitas antioksidan tertingginya sebesar 57.45% dan hasil paling rendah pada bahan pengencer control tanpa penambahan vitamin E. Tween 80 sebagai pelarut vitamin E memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melarutkan vitamin E dalam bahan pengencer semen jika dibandingkan dengan etanol.
Pemberian Tepung Katuk dan Dampaknya Terhadap Parameter Mutu Karkas Ayam Kampung Betina Putranto, Heri Dwi; Aziz, Nida’ Fauziyyah; Santoso, Urip; Kususiyah, Kususiyah; Soetrisno, Edi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.140-148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pemberian Tepung Katuk dan Dampaknya Terhadap Parameter Mutu karkas Ayam Kampung Betina. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan terhitung dari bulan Agustus hingga Oktober 2020 yang berlokasi di Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) dan Laboratorium Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan dengan 10 ekor ayam kampung betina sebagai  ulangan perpelakuan, P0 = 0% tepung daun katuk, P1 = 4% tepung daun katuk, P2 = 8% tepung daun katuk, P3 = 12% tepung daun katuk. Parameter mutu karkas yang diamati pada penelitian ini yaitu bobot potong, bobot karkas,persentase karkas, warna Karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss. Hasil yang didapat dalam penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung daun katuk berpengaruh tidak nyata terhadap (P>0.05) bobot potong,bobot karkas, persentase karkas, warna karkas, meat bone ratio, cooking loss dan drip loss pada ayam kampung betina. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu perlakuan tidak mempengaruhi mutu karkas ayam kampung betina.
Front Matter Vol 2, No 2, November 2021 Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.%p

Abstract

Pengaruh Media Tumbuh yang Berbeda terhadap Kandungan Air, Protein dan Lemak Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Maulana, Maulana; Nurmeiliasari, Nurmeiliasari; Fenita, Yosi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.149-157

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh media tumbuh yang berbeda terhadap kandungan air, protein dan lemak maggot BSF. Penelitian ini dilaksanakan bulan Agustus – Oktober 2020 di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu dan Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu. Desain penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan ulangan sebanyak 3 ulangan. Pada penelitian ini menggunakan berbagai media tumbuh yaitu Lumpur Sawit (M1), Ampas Tahu (M2), Ampas Kelapa (M3) dan Pelepah Sawit (M4). Analisis data dilakukan dengan analisis ragam, apabila analisis berpengaruh nyata (P<0,05) maka dilakukan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa media tumbuh berbeda mempengaruhi kandungan air (P<0,05), tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada parameter kandungan lemak kasar dan signifikan mempengaruhi kandungan protein kasar (P<0,01) dan berat segar maggot BSF yang dihasilkan.  Media yang menghasilkan kadar air Maggot BSF yang terendah yaitu ampas tahu (77,14 ± 0,53%); media tumbuh yang terbaik menghasilkan kadar protein maggot tertinggi adalah media tumbuh ampas kelapa (37,71 ± 0,54%) dan media tumbuh yang terbaik menghasilkan berat segar maggot tertinggi adalah media tumbuh ampas tahu (380.67 ± 43,11g). Berbagai media tumbuh maggot menyebabkan perubahan pada komposisi gizi maggot. 
Suplementasi Tepung Kunyit (Curcuma domestica) dalam Ransum terhadap Kualitas Telur Ayam Ras Petelur Sari, Mariati Komala; Kaharuddin, Desia; Warnoto, Warnoto
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.83-89

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung kunyit dalam ransum terhadap kualitas telur ayam ras petelur.  Empat puluh ekor ayam umur 36 minggu didistribusikan secara Acak ke dalam empat perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri 10 ulangan, rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan (P0) tanpa suplementasi tepung kunyit, perlakuan lainnya adalah suplementasi tepung kunyit ( P1: 0,75%, P2 : 1,5% dan P3 : 2,25%). Variabel  diamati warna kuning telur, indeks kuning telur, indeks albumen, haugh unit, dan tebal kerabang. Pengamatan kualitas telur dilakukan pada minggu ke Sembilan. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Of Variance  (ANOVA), apabila terdapat pengaruh nyata (P<0,05) dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, suplementasi tepung kunyit berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap rataan warna kuning telur dengan skor tertinggi 7,9 yang dihasilkan oleh P3 (2,25% tepung kunyit), dan hasil analisis menunjukkan bahwa suplementasi tepung kunyit sampai 2,25% berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap variable lainnya; indeks kuning telur, indeks albumen, haught unit dan tebal kerabang. Rataan indeks kuning telur 0,45 - 0,50, rataan indeks albumen 0,120 - 0,135, rataan haugh unit 96,53 - 99,58, rataan tebal kerabang 0,38 - 0,41.  Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan suplementasi tepung kunyit dalam ransum sampai level 2,25% dapat meningkatkan warna kuning telur, tetapi tidak dapat meningkatkan indeks kuning telur, indeks albumen, haugh unit dan tebal kerabang.
Back Matter Vol 2, No 2, November 2021 Santoso, Urip
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.2.%p

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 13