cover
Contact Name
Ahmad Saleh Harahap
Contact Email
ahmadsaleh@unib.ac.id
Phone
+6285216150612
Journal Mail Official
buletin_pt@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jl WR Supratman Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 27221733     EISSN : 27220788     DOI : -
Buletin Peternakan Tropis (Bul. Pet. Trop.) (Bulletin of Tropical Animal Science) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu berkolaborasi dengan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Buletin Peternakan Tropis merupakan jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah berdasarkan peer-review double blind yang bertujuan untuk menyebarluaskan semua informasi yang berkontribusi pada pemahaman dan pengembangan peternakan di daerah tropis dengan menerbitkan makalah penelitian asli, artikel telaah pustaka. kasus lapangan dan gagasan asli. Jurnal ini mencakup semua aspek yang berkaitan dengan Peternakan dan Veteriner di daerah tropis. Buletin Peternakan Tropis terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember. Focus and Scope: Produksi Ternak, Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, Teknologi Hasil Peternakan, Genetika dan Pemuliaan Ternak, Reproduksi Ternak, Teknologi Hasil Ikutan Ternak, Hijauan Pakan Ternak, Aneka Hewan Potensial, Kesehatan Ternak
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2023)" : 14 Documents clear
Identifikasi dan Pengolahan Limbah Industri Susu pada Sektor Peternakan Suryonon, Suryono
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.158-165

Abstract

Milk is a commodity in the livestock subsector that is needed to meet the nutritional needs of the body. Demand for milk also continues to increase every year, but milk production in Indonesia has decreased in recent years, allegedly due to the Covid-19 pandemic. Therefore, the dairy industry in Indonesia continues to be developed by large companies as an effort to increase milk production and to be able to develop the domestic dairy farming sector. The dairy industry, which is run by the livestock sector, not only produces dairy products, but also produces waste in the form of solid and liquid waste. The purpose of this article is to evaluate the waste generated from the dairy industry and the potential it produces as well as ways to properly and properly manage dairy industry waste. Based on the results obtained, it shows that the dairy industry waste can be used as fertilizer and biogas from both solid waste and liquid waste from the dairy industry. Special handling of waste in the dairy processing industry is needed and can be done using traditional methods or mechanical engineering. In addition, the results of handling livestock waste also need to be tested in accordance with the standard quality standards for wastewater according to the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 which aims to maintain the safety of waste water products and make them safe if they are disposed of into the environment. It can be concluded that dairy industry waste can be processed into economical products.   Keywords: dairy waste, dairy industry, sewage treatment, livestock sector   ABSTRAK Susu merupakan komoditas subsektor peternakan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tubuh. Permintaan susu juga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun produksi susu di Indonesia mengalami penurunan pada beberapa tahun ini diduga akibat pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, industri susu di Indonesia terus dikembangkan oleh perusahaan besar sebagai upaya meningkatkan produksi susu serta mampu mengembangkan sektor peternakan sapi perah dalam negeri. Industri susu yang dijalankan oleh sektor peternakan tidak hanya menghasilkan produk susu, namun juga menghasilkan limbah yang berupa limbah padat dan cair. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengevaluasi limbah yang dihasilkan dari industri susu dan potensi yang dihasilkan serta cara dalam pengelolaan limbah industri susu yang baik dan tepat. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa limbah industri susu dapat dijadikan sebagai pupuk dan biogas baik dari limbah padat ataupun limbah cair dari industri susu. Penanganan khusus limbah pada industri pengolahan susu sangat diperlukan dan dapat dilakukan dengan metode tradisional ataupun dengan teknik mesin. Selain itu, hasil dari penanganan limbah ternak juga perlu diuji yang disesuaikan dengan standar baku mutu air limbah menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 yang bertujuan menjaga keamanan dari hasil air limbah dan dapat aman jika akan dibuang ke lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa limbah industri susu dapat diolah menjadi produk yang ekonomis.   Kata kunci: limbah susu, industri susu, pengolahan limbah, sektor peternakan
Kontaminasi Koliform pada Daging Ayam Broiler di Pasar Tradisional Sentani Kabupaten Jayapura Sadi, Ristasari
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.148-152

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the level of bacterial contamination in broiler meat at the Sentani Jayapura traditional market by testing the total number of coliform bacteria. Sampling was carried out thoroughly among broiler chicken sellers at the Sentani Traditional market in Jayapura. Seven samples were from the Pharra market and three samples from the Lama market, so the total of broiler meat samples was 10 samples. Test result data is presented in the form of an average of contaminated samples, with descriptive analysis of the number of coliforms. The research results showed that the average amount of coliform in the Pharra market was 1.5 x 106 CFU/gram and the Lama market was 2.7 x 102 CFU/gram. It was concluded that traders in the Sentani traditional market, Jayapura Regency, did not apply hygiene measures during the selling process, resulting in chicken meat being contaminated with coliform bacteria.   Keywords: Coliform, Broiler Chicken Meat, Traditional Markets   ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kontaminasi bakteri pada daging broiler di pasar tradisional Sentani Jayapura dengan menguji jumlah total bakteri koliform. Pengambilan sampel dilakukan secara menyeluruh terhadap penjual ayam broiler di pasar Tradisioanal Sentani Jayapura. Tujuh sampel dari pasar Pharra dan tiga sampel dari pasar Lama, sehingga total sampel daging broiler sebanyak 10 sampel. Data hasil pengujian disajikan dalam bentuk rataan sampel yang terkontaminasi, dengan analisis deskriptif jumlah coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan jumlah koliform di pasar Pharra sebesar 1,5 x 106 CFU/gram dan pasar Lama sebesar 2,7 x 102 CFU/ gram. Disimpulkan bahwa pedagang di pasar tradisional Sentani Kabupaten Jayapura tidak menerapkan tindakan kebersihan pada saat proses penjualan sehingga mengakibatkan daging ayam terkontaminasi bakteri koliform.   Kata kunci: Koliform, Daging Broiler, Pasar Tradisional
Kualitas Fisik Tepung Putih Telur Gagal Tetas dengan Penambahan Ragi Tape Fadhila, Natasya
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.119-126

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to evaluate the physical quality of failed hatching egg albumen flour (TPTGT) which has been added with yeast tape with different concentrations. Five treatments and 4 replications were arranged in a randomized block design (RBD). The treatment in this study consisted of TPTGT without the addition of tape yeast (P0) and TPTGT with the addition of tape yeast (0.25%, 0.50%, 0.75%, and 1%) for treatments P1, P2, P3 and P4 respectively. The pH value, yield, water content, and foaming power were observed in this study. Data were statistically analyzed using ANOVA. If the ANOVA has a significant effect then it is continued with Duncan's multiple range test. The results showed that the pH value, yield, water content and foaming percentage of albumen flour for failed hatching eggs had no significant effect (P>0.05) due to the addition of tape yeast at different levels. The range of pH values ​​obtained was 6.93 – 7.43, the yield value was 15.10% - 16.41%, the water content was 12% - 15% and the foaming power was 120% - 140%. The pH value of TPTGT with the addition of up to 1% tape yeast is within the quality value range required by SNI, but the addition of up to 1% tape yeast has not been able to reduce the water content, increase the foaming power and yield of TPTGT. Keywords: egg albumen flour, failed hatching eggs, physical quality, tape yeast. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas fisik tepung putih telur gagal tetas (TPTGT) dengan penambahan ragi tape. Penelitian terdiri atas 5 perlakuan, masing-masing perlakuan dibagi ke dalam 4 kelompok (RAK)  Perlakuan terdiri atas P0 (TPTGT tanpa penambahan ragi tape 0%), P1 (TPTGT dengan penambahan ragi tape 0,25%), P2  (TPTGT dengan penambahan ragi tape 0,50%), P3 (TPTGT dengan penambahan ragi tape 0,75%) dan P4 (TPTGT dengan penambahan tape 1%). Peubah yang diamati adalah pH, rendemen, kadar air, dan daya buih. Data dianalisis menggunakan ANOVA, jika analisis ragam berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ragi tape dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, rendemen, kadar air dan daya buih tepung putih telur gagal tetas. Kisaran nilai pH yang diperoleh adalah 6,93 – 7,43, nilai rendemen 15,10% - 16,41%, kadar air 12% - 15% dan daya buih 120% - 140%. Nilai pH TPTGT dengan penambahan ragi tape sampai 1% berada dalam kisaran nilai mutu yang disyaratkan SNI, tetapi penambahan ragi tape sampai 1 % belum mampu menurunkan kadar air, meningkatkan daya buih dan rendemen TPTGT. Kata kunci : kualitas fisik, ragi tape, telur gagal tetas, tepung.
Analisis Pendapatan Usaha Ayam Broiler (Studi Kasus Pada Usaha Peternakan Al-Syifa Farm Di Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan) Abadi, Musram
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.93-101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usaha peternakan, pendapatan dan kelayakan usaha peternakan ayam broiler Al-Syifa Farm berdasarkan nilai R/C ratio dan nilai B/C ratio. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2023 yang berlokasi di usaha ayam broiler Al Syifa Desa Arongo Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (Purposive Sampling) atas pertimbangan bahwa peternakan Al Syifa Farm merupakan usaha yang berdiri sejak tahun 2018 dan jumlah populasi awal ayam broiler 55.000 ekor. Sedangkan responden dalam penelitian adalah pemilik dan karyawan usaha ayam broiler Al Syifa Farm Desa Arongo Kecamatan Landono Kabupaten Konawe Selatan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan, Revenue Cost Ratio dan Benefit Cost Ratio. Variabel penelitian yang diamati ialah karakteristik responden, profil usaha, biaya produksi, penerimaan dan pendapatan. Hasil analisis pendapatan menunjukan bahwa usaha ayam broiler Al Syifa Farm dalam satu periode (30 hari) menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 1.221.460.000 dengan pendapatan sebesar Rp. 228.896.032, Nilai R/C ratio 1,23 (>1), nilai Net B/C ratio 0,23 (>0). Menunjukan bahwa usaha ayam broiler Al Syifa Farm menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.
Pengaruh Pemberian Sari Biji Mentimun dalam Air Minum terhadap Deposisi Lemak Broiler Agnes, Shilvani; Santoso, Urip; Warnoto
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.153-157

Abstract

This study aims to evaluate the effect of giving cucumber seed extract to broiler fat deposition. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. A total of 160 broilers aged 4 days were distributed into 4 treatments, namely drinking water treatment without cucumber seed extract (P0), 30 ml cucumber seed extract/liter drinking water (P1), 40 ml cucumber seed extract/l drinking water (P2) , and 50 ml of seed extract/l drinking water (P3). The results of analysis of variance in administration of cucumber seed extract had a very significant effect (P<0.01) on abdominal fat, total fat, significant effect (P<0.05) on sartorial fat and proventriculus fat, but had no significant effect (P>0, 05) against gizzard fat, heart fat and neck fat. In conclusion, administration of cucumber seed extract reduced the deposition of abdominal fat, sartorial fat, proventriculus fat and total fat in broiler chickens   Keywords: Fat deposition, cucumber seed, broiler chickens   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian sari biji mentimun  terhadap deposisi lemak broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap  dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Sebanyak 160 ekor broiler umur 4 hari didistribusikan ke dalam 4 perlakuan, yaitu perlakuan air minum tanpa sari biji mentimun (P0), 30 ml sari biji  mentimun/liter air minum (P1), 40 ml sari biji  mentimun/l air minum (P2), dan 50 ml sari biji/l air minum (P3). Hasil analisis ragam pada pemberian sari biji mentimun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap lemak abdomen, lemak total, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lemak sartorial dan lemak proventrikulus, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap lemak gizzard, lemak jantung dan lemak leher. Pemberian sari biji mentimun menurunkan deposisi lemak abdomen, lemak sartorial, lemak proventrikulus dan lemak total pada ayam broiler.   Kata kunci: deposisi lemak, biji mentimun, broiler
Pengaruh Suplementasi Kunyit (Curcuma domestica) yang Dicampurkan dalam Pakan terhadap Performa Produksi Ayam Petelur Septiana, Septiana; Kaharuddin, Desia; Kususiyah; Kususiyah, Kususiyah
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.114-118

Abstract

Supplementation of turmeric powder (TK) mixed into the feed was carried out with the aim of evaluating its effect on the production performance of laying hens. This study meets the requirements for using RAL treatments consisting of four with 10 replications. P0 is without TK supplementation (control), P1 is 0.75% TK supplementation; P2 is 1,5% TK, and P3 supplementation is 2.25% TK. In this study, the variables observed were feed consumption, egg mass produced, egg weight, total production, egg production (%) and feed conversion. TK supplementation in feed up to 2.25% results showed no significant effect (P>0.05) on feed consumed, mass of eggs produced, egg production (%) and ration conversion, but the results had a significant effect (P>0.05 ) on total egg production and weight. This research concluded that TK (Curcuma domestica) supplementation up to a level of 2.25% could maintain feed consumption, mass production, egg production (%) and feed conversion. This supplementation reduced total egg production and increased egg weight.   Key words: Laying chickens, Turmeric flour, Production performance   ABSTRAK Suplementasi  TK  yang dicampurkan dalam pakan dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi pengaruhnya  terhadap performa produksi ayam petelur. Penelitian ini memenuhi syarat untuk mengggunakan RAL perlakuan terdiridari empat  dengan ulangan berjumlah 10. P0 adalah tanpa suplementasi TK (kontrol), P1 adalah  suplementasi  TK 0,75 %; P2 adalah   1,5 % TK, dan P3 suplementasi TK 2,25 %.  Pada penelitian ini peubah yang diamati adalah  pakan yang konsumsi, massa telur yang diproduksi, berat telur, total produksi,  produksi telur (%)  dan konversi pakan. Suplementasi TK dalam pakan sampai 2,25% hasilnya menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pakan yang dikonsumsi,  massa telur yang produksi,  produksi telur (%) dan konversi ransum, tetapi hasilnya nyata berpengaruh (P>0,05) terhadap total produksi dan  berat telur. Penelitian ini disimpulkan bahwa suplementasi TK (Curcuma domestica) sampai level 2,25% dapat mempertahan konsumsi pakan, produksi massa,  produksi telur (%) dan konversi pakan suplementasi ini menurunkan total produksi telur dan meningkatkan berat telur.   Kata kunci: Ayam petelur, Tepung kunyit, Performa produksi
Produktivitas Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dengan level pemberian POC (Pupuk Organik Cair) Kulit Bawang Merah (Allium cepa L) yang Berbeda Amaliah, Reski; Ramadani, Dewi; Nursani
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.102-107

Abstract

Allium cepa L skin waste is one of the household wastes that is still rarely used and thrown away, even though this waste can be processed into liquid organic fertilizer to replace chemical fertilizers such as urea, which provides fertility to plants such as elephant grass. The purpose of this study was to evaluate the effect of onion skin organic fertilizer (POC) on Pennisetum purpureum productivity, consisting of plant height, number of leaves, number of tillers, and fresh weight, and to determine the concentration or dose of Allium cepa L skin POC that gives the best results on Pennisetum purpureum productivity. Method of research design was Complete Random Design (CRD) with 5 treatments and 4 replicates, so that 20 experimental units were obtained. The treatments of the study were A1: without fertilizer (control), A2: POC Allium cepa L skin 25 mL/polybag (pot), A3: POC Allium cepa L skin 50 mL/polybag (pot), A4: POC Allium cepa L skin 75 mL/polybag (pot), and A5: POC Allium cepa L skin 100 mL/polybag (pot). The results of the analysis showed that the provision of Allium cepa L skin POC at different levels had a significant difference (P <0.05) on Pennisetum purpureum productivity consisting of plant height, number of leaves, and fresh weight. while the number of tillers showed no significant difference (P > 0.05). The conclusion of this study is that the provision of Allium cepa skin POC with different levels has a significant effect on the productivity of Pennisetum purpureum consisting of plant height, number of leaves and higher fresh weight. Giving with a concentration of 50 mL/polybag is the best treatment for Pennisetum purpureum productivity.   Key words: Allium cepa L, POC, Productivity, Pennisetum purpureum.   ABSTRAK Limbah kulit bawang merah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang masih jarang digunakan dan dibuang begitu saja, padahal limbah ini dapat diolah menjadi pupuk organik cair untuk menggantikan pupuk kimia seperti urea yang memberikan kesuburan pada tanaman seperti rumput gajah. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) kulit bawang merah terhadap produktivitas rumput gajah yang terdiri tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan berat segar serta mengetahui efektivitas konsentrasi/dosis dari POC kulit bawang yang memberikan hasil terbaik terhadap produktivitas rumput gajah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan dari penelitian adalah A1 : tanpa pemberian pupuk (kontrol), A2 : POC kulit bawang merah 25 mL/polybag (pot), A3 : POC kulit bawang merah 50 mL/polybag (pot), A4 : POC kulit bawang merah 75 mL/polybag (pot), A5 : POC kulit bawang merah 100 mL/polybag (pot). Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian POC kulit bawang merah dengan level berbeda terdapat perbedaan nyata (P<0.05) terhadap produktivitas rumput gajah yang terdiri tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar. Sedangkan untuk jumlah anakan menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata (P>0.05).  Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pemberian POC kulit bawang merah dengan level meningkatkan produktivitas rumput gajah yang terdiri tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar lebih tinggi. Pemberian dengan konsentrasi 50 mL/polybag (pot) merupakan perlakuan terbaik untuk produktivitas rumput gajah.   Kata kunci: Kulit bawang merah, POC, Produktivitas, Rumput gajah
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang dan Ampas Tahu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv.mott) Nursani, Nursani; Lestari, Rika Hari; Amaliah, Reski; Arisandi, Sri
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.143-147

Abstract

The research aim to see efectiviness of using banana humps POC and tofu cake on the growth of Odot grass. This study implemented Randomized Group Design (RGD) with 5 different treatment, then each treatment was repeated 4 times. These treatment include: P0 (control), P1 (banana humps POC 100 ml), P2 (banana humps POC 200 ml), P3 (tofu cake POC 100 ml), P4 (tofu cake POC 200 ml). The results of this study indicate that the aplication of banana humps POC and tofu  cake POC 100 ml and 200 ml has a significant impact (P<0.05) on plant height, number of leaves, number of tillers and plant fresh weight. The conclusion was that optimal development of Odot grass plants was seen in treatments P2 (banana humps POC 200 ml) and P4 (tofu cake POC 200 ml).   Keywords: Banana humps, Tofu cake, Odot grass, Growth   ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat efektivitas penggunaan POC bonggol pisang dan  POC ampas tahu terhadap pertumbuhan rumput Odot. Penelitian ini menerapkan RAK (rancangan acak kelompok) dengan 5 perlakuan yang berbeda, kemudian masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan tersebut mencakup: P0 (kontrol), P1 (POC bonggol pisang 100 ml), P2 (POC bonggol pisang 200 ml), P3 (POC ampas tahu 100 ml), P4 (POC ampas tahu 200 ml). Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa penggunaan POC bonggol pisang dan POC ampas tahu dengan konsentrasi 100 ml dan 200 ml memiliki dampak yang signifikan (P<0.05) pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan berat segar tanaman. Kesimpulannya adalah bahwa perkembangan optimal dari tanaman rumput Odot terlihat pada perlakuan P2 (POC bonggol pisang 200 ml) dan  P4 (POC ampas tahu 200 ml).   Kata kunci: Bonggol pisang, Ampas tahu, Rumput odot, Pertumbuhan
Pengaruh Penggunaan Pelepah Sawit, Bungkil Inti Sawit, dan Lumpur Minyak Sawit Dalam Pakan terhadap Kecernaan dan Pertambahan Berat Badan Sapi Hidayat, Hidayat; Akbarillah, Tris; Jarmuji, Jarmuji
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.135-142

Abstract

The research was conducted to evaluate three different diets, P1 (grass and concentrate non palm oil by-product) representing farmers rearing cattle out of oil palm estate, P2 (grass, chopped palm oil frond, and concentrate based on palm oil by-product) representing farmers rearing cattle on oil palm estate which is grass is still available, and P3 (chopped palm oil frond and concentrate based on palm oil by-product) representing farmers rearing cattle on oil palm estate, grass is absent. The result showed that digestibility coefficient of dry matter of P1, P2, and P3 in respective order were 61.67%, 57.54%, and 50.05%. TDN values of P1, P2, and P3 were 61.04%, 57.58%, and 55.19% respectively. In addition, the average of dry matter intake of P1, P2, and P3 were 3.338 kg/head/day, 1.954 kg/head/day, and 1.310 kg/head/day. The average daily gain of P1, P2, and P3 were 0.46 kg/head/day (P1), 0.17 kg/head/day (P2), and 0.06 kg/head/day respectively. The utilization of feedstuffs from oil palm estate origin needs to be improved, especially on formulation. So that they could be expected to replace grass which is missing as the canopy of oil palm trees covering the land.   Keywords: palm kernel cake, palm oil frond, Bali cattle   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber daya yang tersedia diperkebunan dan pabrik pengolahan sawit sebagai pakan untuk produksi ternak sapi. Percobaan ini akan menguji 3 perlakuan pakan yang akan dicobakan pada sapi. Dua belas ekor sapi dibagi menjadi 3 perlakuan, masing-masing terdiri dari 4 ulangan untuk menguji 3 macam diet, yaitu P1 (Rumput+konsentrat), P2 (Rumput+pelepah+konsentrat), dan P3 (pelepah+konsentrat), menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Percobaan dilakukan selama 3 bulan. Peubah yang diamati adalah kandungan gizi dan energi untuk masing-masing perlakuan, rumput, pelepah sawit dan pakan konsentrat, palatabilitas, konsumsi dan kecernaan zat gizi pakan, serta perubahan berat ternak. Rerata koefisien cerna BK pakan P1, P2, dan P3 adalah 61,67%, 57,54%, dan 50,05%. Rerata nilai TDN pakan P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 61,04%, 57,58%, dan 55,19%. Rerata konsumsi bahan kering P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 3,338 kg/ekor/hari, 1,954 kg/ekor/hari, dan 1,310 kg/ekor/hari. Pertambahan berat badan sapi ini tercatat setara dengan 0,46 kg/ekor/hari (P1), 0,17 kg/ekor/hari (P2), dan 0,06 kg/ekor/hari. Penggunaan pakan berbasis kebun sawit dan limbah pabrik pengolahan sawit masih perlu diformulasikan lagi agar dapat memberikan tampilan yang setara dengan penggunaan rumput.   Kata kunci: bungkil inti sawit, pelepah sawit, sapi Bali.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kitolod (Isotoma longiflora) terhadap Panjang dan Bobot Saluran Pencernaan serta Kinerja Pertumbuhan Ayam Broiler Dani, Muhammad; Hendrawan, Hendrawan; Amrullah, Amir Husaini Karim; Harahap, Ahmad Saleh; Warnoto, Warnoto
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.108-113

Abstract

The aim of study is to determine the ability of kitolod leaves given through drinking water as a substitute for antibiotics in terms of growth performance, weight, and length of the small intestine of broiler. The method used is a Complete Random Design with 5 treatments of 4 tests and each test consists of 10 chickens. Details of the treatment: TO = 0% kitolod leaf extract; T1 = tetracycline antibiotics; T2 = 0.5% kitolod leaf extract; Q3: 3.0% kitolod leaf extract, and T4 = 4.5% kitolod leaf extract. The variables observed in this study are the Performance of broiler chickens (feed consumption, weight gain, and feed conversion) and the weight and length of the small intestine of broiler chickens. The results showed that there was no noticeable effect (P>0,05) of giving kitolod leaf extract on the growth performance, weight, and length of the gastrointestinal tract of broiler chickens. Pemberian extract of kitolod leaves up to 4.5% through drinking water has not able to increase the growth performance, weight, and length of the small intestine of broiler.   Key words: Small Intestine, Weight Gain, Feed Consumption, Feed Conversion.   ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahuai kemampuan ekstrak daun kitolod yang diberikan melalui air minum sebagai pengganti antibiotik ditinjau dari peforma pertumbuhan, bobot dan panjang usus halus ayam broiler. Metode yang dipakai yaitu Rancangan Acak Lengkap, 5 perlakuan, 4 ulangan (10 ekor ayam pada tiap ulangan). Rincian dari perlakuan: TO = 0% ekstrak daun kitolod; T1 = antibiotik tetracyclin; T2 = 1,5% ekstrak daun kitolod; T3: 3,0% ekstrak daun kitolod; dan T4 = 4,5% ekstrak daun kitolod. Variabel yang diamati pada penelitian ialah: Performa ayam broiler (konsumsi pakan, PBB, dan FCR) dan bobot serta panjang usus halus ayam broiler. Hasil Tidak ada pengaruh yang nyata (P>0,05) pemberian ekstrak daun kitolod terhadap kinerja pertumbuhan, bobot dan panjang saluran pencernaan ayam broiler. Pemberian ekstrak daun kitolod sampai 4,5% melalui air minum belum mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan, bobot dan panjang usus halus broiler.   Kata kunci: Usus Halus, Konsumsi Pakan, PBB, FCR

Page 1 of 2 | Total Record : 14