cover
Contact Name
Tria Widyastuti
Contact Email
triawidya06@uny.ac.id
Phone
+6285641420563
Journal Mail Official
journal_psikologi@uny.ac.id
Editorial Address
Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Acta Psychologia
ISSN : -     EISSN : 2746122X     DOI : 10.21831
Acta Psychologia adalah sebuah e-jurnal ilmiah peer-reviewed, yang fokus mempublikasikan artikel hasil penelitian keilmuan psikologi. Jurnal ini terbit setiap enam bulan. Cakupan tema dari jurnal ini mencakup hasil-hasil penelitian Psikologi Pendidikan, Psikologi Perkembangan, Psikologi Klinis, Psikologi Industri dan Organisasi, dan Psikologi Sosial.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no.1 (2025)" : 5 Documents clear
Perceived social support sebagai prediktor subjective well-being pada narapidana Faradella Buraira Ryandhita Wicaksono; Nesya Adira
Acta Psychologia Vol. 7 No.1 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v7i1.85213

Abstract

Dukungan sosial adalah faktor yang secara konsisten dapat meningkatkan kesejahteraan seseorang. Namun, narapidana seringkali menganggap dukungan sosial yang diterima secara negatif yang justru berisiko menurunkan kesejahteraan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah perceived social support (PSS) dapat memprediksi subjective well-being (SWB) pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei dilakukan dengan melibatkan 98 narapidana. Instrumen penelitian menggunakan a Brief Form of the Perceived Social Support Questionnaire (F-SozU K-6) adaptasi Indonesia dan the Indonesian Wellbeing Scale (IWS). Data dianalisis dengan regresi linear sederhana melalui software Jamovi 2.3.24. Hasil penelitian membuktikan bahwa PSS secara signifikan dapat memprediksi SWB (F(1, 96) = 6.34, p=.013). Akan tetapi, PSS hanya dapat memprediksi dimensi positive social relation dan tidak pada dimensi lain. Selain itu, intensitas kunjungan keluarga dan residivisme juga berpengaruh tingkat SWB narapidana. Temuan ini mendorong perlunya pengembangan intervensi yang dapat mendukung peningkatan dimensi SWB lainnya di lembaga pemasyarakatan, sehingga kesejahteraan narapidana meningkat secara menyeluruh.
Studi fenomenologis kebahagiaan guru taman kanak-kanak di Yogyakarta Angelina Ekadiana Wera Marle Marle; Yulia Ayriza
Acta Psychologia Vol. 7 No.1 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v7i1.86770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kebahagiaan guru taman kanak-kanak di Yogyakarta. Pendekatan kualitatif dengan analisis fenomenologi interpretatif digunakan dalam penelitian ini. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga guru taman kanak-kanak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian memberikan gambaran tentang kebahagiaan ketiga partisipan yang diinterpretasikan sebagai kondisi ringan, nyaman, dan didukung secara sosial. Temuan penelitian ini juga mengidentifikasi kesejahteraan subjektif yang mencakup komponen kognitif (kepuasan hidup) dan afektif (afek positif dan negatif). Penelitian ini turut mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan subjektif yaitu dukungan sosial, rasa syukur dan penghargaan, serta spiritualitas.
Problematic Internet Use Questionnaire-Revised (PIUQ-R) versi Indonesia: Pengembangan dan analisis properti psikometri Mardika Ayu Agriyani; Tria Widyastuti
Acta Psychologia Vol. 7 No.1 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v7i1.87680

Abstract

Prevalensi penggunaan internet yang bermasalah atau disebut sebagai problematic internet use (PIU) mengalami peningkatkan dari tahun ke tahun sehingga diperlukan sebuah alat ukur guna mendeteksi perilaku tersebut. Di Indonesia, sudah dikembangkan Problematic Internet Use Questionnaire (PIUQ) berbahasa Indonesia, namun beberapa item dinilai masih membingungkan dan sampel terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merevisi item dan menguji ulang analisis properti psikometri dengan melibatkan subjek dengan karakteristik yang lebih luas. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 301 orang yang berdomisili di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Problematic Internet Use Questionnaire (PIUQ) versi Indonesia dan Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu pengumpulan bukti validitas dan estimasi reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa PIUQ versi revisi memiliki struktur faktor yang sesuai dan menunjukkan reliabilitas yang baik. Dengan demikian, PIUQ versi revisi dapat digunakan sebagai alat skrining yang valid dan reliabel untuk mendeteksi kecenderungan penggunaan internet yang bermasalah di Indonesia, khususnya dalam konteks penelitian, namun, belum direkomendasikan untuk tujuan diagnosis klinis.
Self-compassion sebagai prediktor stigma diri dalam mencari bantuan Aisyah Sekarwangi Patria; Nadya Anjani Rismarini
Acta Psychologia Vol. 7 No.1 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v7i1.85277

Abstract

Mahasiswa merupakan kelompok individu yang berisiko mengalami gangguan kesehatan mental dan idealnya mencari bantuan ketika membutuhkan. Namun adanya stigma diri dapat menghambat individu untuk mencari bantuan profesional psikologis. Meskipun demikian, belum banyak penelitian yang menjelaskan faktor yang dapat memprediksi stigma diri dalam mencari bantuan. Self-compassion dinilai dapat mempengaruhi stigma diri dalam mencari bantuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran self-compassion dalam memprediksi stigma diri dalam mencari bantuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 350 partisipan yang diperoleh melalui metode convenience sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi self-stigma of seeking help (SSOSH) versi Indonesia dan skala welas diri (SWD). Hasil analisis menggunakan regresi linear sederhana menunjukkan bahwa self-compassion secara signifikan memprediksi stigma diri dalam mencari bantuan pada mahasiswa. Self-compassion mampu menjelaskan stigma diri dalam mencari bantuan sebesar 12,5%.
Pengaruh dukungan sosial dan insecure attachment terhadap self-compassion pada dewasa awal yang menjalani hubungan tanpa status Salsabila Sarno Putri; Nur Amin Barokah Asfari
Acta Psychologia Vol. 7 No.1 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ap.v7i1.85988

Abstract

Dewasa awal merupakan fase perkembangan penting di mana hubungan romantis berperan besar dalam pembentukan identitas. Hubungan romantis berperan signifikan dalam perkembangan individu dan dapat menjadi sumber kebahagiaan, tetapi juga dapat berdampak negatif tergantung kualitasnya. Namun, hubungan tanpa status, hubungan yang ditandai dengan ketidakpastian dan kurangnya komitmen, semakin umum dan menimbulkan tantangan emosional yang unik. Self-compassion  (welas asih diri) memiliki peran untuk individu yang menjalani hubungan tanpa status. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan insecure attachment (keterikatan tidak aman) terhadap self-compassion. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Penelitian menemukan bahwa dukungan sosial dan insecure attachment secara signifikan berpengaruh terhadap self-compassion pada dewasa awal yang menjalani hubungan tanpa status. Hasil secara parsial menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh positif secara signifikan, sementara insecure attachment berpengaruh negative terhadap self-compassion. Berdasarkan temuan tersebut, hal ini menguatkan pentingnya tingginya dukungan sosial dan secure attachment untuk mencapai self-compassion.

Page 1 of 1 | Total Record : 5